Volume: 11 Nomor: 2 Tahun 2024 [Pp. EDUKASI PEMBERIAN MAKANAN PENDAMPING ASI ((MP-ASI DI TPA RAHMAH EL YUNUSIYYAH PADANG PANJANG Cherysa1. Laili Ramadani2. Sri Intan Wahyuni3 Pendidikan Islam Anak Usia Dini STIT Diniyyah Puteri Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang 07Cherysa@gmail. lailiramadani86@gmail. sriintanwahyuni204@gmail. Abstrak: Complementary feeding is food and drink given to children 6-24 months to fulfill their nutritional needs. Proper provision of complementary foods is closely related to the knowledge of parents and adults around the child. The purpose of this study was to determine the education conducted by schools in providing complementary foods to children aged 6-24 months at TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang. as well as the supporting and inhibiting factors of schools in conducting education on complementary feeding (MP-ASI) for children, which is accompanied by follow-up conducted by schools in the education of MP-ASI feeding at TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang. The type of research that researchers use is qualitative research using a descriptive approach with data collection techniques, namely observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques that researchers use are data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing or verification. Based on data analysis, it can be concluded that breastfeeding education (MP-ASI) at TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang is carried out by. cooperation between schools and the Padang Panjang Health Office. the principal gives an explanation of MP-ASI education to loyal teachers on Saturday. explanation from teachers to parents about MP-ASI education. While the supporting factors in conducting MP-ASI education are the amount of free time given by schools to parents to provide direct exclusive breastfeeding and time to ask teachers about proper MP-ASI education for children and inhibiting factors for schools in conducting MP-ASI Feeding Education, namely the lack of manpower in managing MP-ASI at school. Keywords: Education, complementary food. Abstrak: Makanan pendamping ASI (MP-ASI) merupakan makanan dan minuman yang diberikan kepada anak 6-24 bulan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak. Pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat sangat berkaitan dengan pengetahuan orangtua maupun orang dewasa yang ada di sekitar anak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui edukasi yang dilakukan oleh sekolah dalam pemberian MP-ASI kepada anak usia 6-24 bulan di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang. faktor pendukung dan penghambat sekolah dalam melakukan edukasi peberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) untuk anak, yang disertai dengan tindak lanjut yang dilakukan oleh sekolah dalam edukasi pemberian MP-ASI di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang. Jenis penelitian yang peneliti gunakan adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik Cherysa: Edukasi Pemberian MP-ASI di TPA Rahmah El-Yunusiyyah Padang Panjan. 11 analisis data yang peneliti gunakan yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa edukasi pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang dilakukan dengan. adanya Kerjasama antara sekolah dan dinas Kesehatan padang panjang. kepala sekolah memberikan suatu penjelasan mengenai Edukasi MP-ASI kepada guru setia hari sabtu. penjelasan dari guru kepada orangtua mengenai edukasi MP-ASI. Sedangkan Faktor pendukung dalam melakukan edukasi MP-ASI yaitu banyaknya waktu luang yang diberikan oleh sekolah kepada orangtua untuk memberikan langsung ASI eklusif dan waktu untuk bertanya kepada guru mengenai Edukasi MP-ASI yang tepat bagi anak dan faktor penghambat bagi sekolah dalam melakukan Edukasi Pemberian MP-ASI yaitu kurangnya ketenaga kerjaan dalam mengelolah MP-ASI di sekolah. Kata kunci: Edukasi. MP-ASI PENDAHULUAN Masa Balita adalah masa pembentukan dan perkembangan manusia, usia ini merupakan usia yang rawan karena balita sangat peka terhadap gangguan pertumbuhan serta bahaya yang Masa balita disebut juga sebagai masa keemasan, dimana terbentuk dasar- dasar kemampuan keindraan, berfikir, berbicara serta pertumbuhan mental intelektual yang intensif dan awal pertumbuhan moral. Air susu ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi terbaik dan optimal bagi bayi. Kualitas maupun kuantitas ASI yang diproduksi oleh ibu yang sehat dan memiliki status gizi yang baik dapat memberikan nutrisi dan komponen bioaktif yang cukup untuk 0Ae6 bulan pertama kehidupan bayi. Oleh karena itu, penting untuk memberikan ASI eksklusif selama enam ASI terdiri atas komponen gizi dan non gizi. Komponen gizi diantaranya makronutrien dan mikronutrien yang meliputi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, dan minera. Peraturan Pemerintah No. 33 Tahun 2012 menjelaskan bahwa memberikan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang tepat sejak umur 6 bulan dan meneruskan pemberian ASI sampai umur 2 Penerapan pola pemberian MPASI ini akan mempengaruhi derajat kesehatan selanjutnya dan meningkatkan status gizi bayi. Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) merupakan makanan atau minuman yang mengandung zat gizi yang diberikan kepada bayi usia 6-24 bulan guna memenuhi kebutuhan gizi selain dari ASI. MP-ASI berupa makanan padat atau cair yang diberikan secara bertahap sesuai dengan usia dan kemampuan pencernaan bayi. Pada usia 6-12 bulan. ASI hanya menyediakan setengah kebutuhan gizi bayi dan pada usia 12-24 bulan ASI menyediakan satu per tiga dari kebutuhan gizinya. Sehingga MP-ASI harus diberikan pada saat bayi berusia 6 Tumbuh kembang anak akan terganggu jika makanan pendamping tidak diperkenalkan sejak usia 6 bulan atau pemberiannya dengan cara yang tidak tepat. Karena di usia 6 bulan, kebutuhan bayi untuk energi dan nutrisi mulai melebihi apa yang disediakan oleh ASI, dan makanan pendamping diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Pada usia ini perkembangan bayi sudah cukup siap untuk menerima makanan lain. Beberapa para ahli mendefinisikan tentang MPASI yaitu Makanan pendamping ASI (MPASI) adalah makanan atau minuman yang mengandung gizi yang diberikan disamping ASI MSSU. AuPeraturan Pemerintah mengenai Gizi anakAy 66 . : 37Ae39. Melinda Rizkia. AuS_Pola,Ay 2021. hal,23-34 12 | Raheema: Jurnal Studi Gender dan Anak. Vol. No. kepada bayi berusia 6-12 bulan3. MPASI merupakan makanan bayi kedua menyertai ASI dengan struktur dan kepadatan sesuai kemampuan cerna bayi4. Usia 0-4 bulan merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat, sehingga kerap diistilakan sebagai periode emas. Periode dapat diwujudkan apabila masa ini memperoleh asupan gizi yang sesuai untuk tumbuh kembang optimal5. Makanan pendampig ASI hanya boleh di berikan pada bayi yang berusia diatas 6 bulan. WHO . menyatakan bahwa di dunia hanya sebesar 44% bayi yang mendapatkan ASI eksklusif di antara periode waktu 2015-2020. ASI eksklusif ini seharusnya diberikan oleh sang ibu dari bayi baru lahir hingga mencapai 6 bulan. Kemenkes RI . menyatakan bahwa pengenalan dini bayi terhadap makanan yang berkualitas rendah secara energi dan nutrisi atau makanan yang disiapkan secara tidak higienis dapat menyebabkan bayi mengalami kurang gizi dan terinfeksi sehingga bayi dapat memiliki daya tahan tubuh yang rendah terhadap penyakit. Faktor predisposisi perilaku MPASI dini meliputi usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan rumah tangga, dan pengetahuan tentang MP-ASI. Adapun faktor penguat perilaku MPASI dini salah satunya adalah pengaruh orang terdekat. Edukasi adalah segala keadaan,hal, peristiwa, kejadian, atau tentang suatu proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok dalam usaha mendewasakan manusia. Edukasi makanan pendamping asi dapat memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai jenis jenis makanan sehat yang bisa orang tua berikan untuk menambah wawasan dan pengetahuan mengenai makanan pendamping ASI yang baik untuk anak seperti memberikan tambahan nutrisi dan vitamin untuk tumbuh kembang anak. Agar pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI) berjalan baik maka diperlukan pengetahuan dan perilaku yang baik pula dari orang tua mengenai MP-ASI. Menurut Becker salah satu faktor perilaku orang tua ditentukan oleh 3 faktor utama yaitu pengetahuan kesehatan . ealth knowledg. , sikap terhadap kesehatan . ealth attitud. dan praktek kesehatan . ealth Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia atau hasil tahu seseorang terhadap objek melalui indera yang dimilikinya . ata, hidung, telinga dan sebagainy. Dengan sendirinya, pada waktu pengindraan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek. Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indera pendengaran . ,dan indera penglihatan . Sebagai panduan pemberian MP-ASI Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mensyaratkan empat hal berikut diantaranya ketepatan waktu, adekuat . , bersih dan Oleh karena itu, peranan seorang ibu dalam keluarga adalah sangat penting dalam melaksanakan pemberian MP-ASI. Penanganan yang baik yang dilakukan oleh orangtua dalam pemberian MPASI kepada bayinya berpotensi untuk mencapai bayi yang sehat baik dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Namun dalam kenyataannya masih banyak terjadi masalah pemberian MP-ASI pada bayi dan hal tersebut didasari oleh banyak faktor terutama dari faktor perilaku ibu sendiri. Oleh karena itu, pengetahuan dan sikap sangat berperan karena Monika. Buku Pintar ASI Dan Menyusui. Jakarta: PT Mizan Publika Maryunani,hal. Sitompul. Buku Pintar MPASI Makanan Penunjang ASI 6 bulan Sampai Dengan 1 Tahun. hal,13-32 Depkes RI . Pedoman Umum Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MPASI) Lokal. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Depkes Wilayah Kerja. Puskesmas Kumbewaha, and Kec Siontapina. AuEdukasi Dan Pelatihan Pembuatan MPASI Dalam Penanganan Dan Pencegahan Stunting Di Desa ManuruAy 3, no. Efendy. AuPengaruh Pemberian Mp-Asi Terhadap Status Gizi Anak Umur 6- 24 Bulan Berdasarkan Variasi Geografis (Kepulauan. Pesisir Dan Pegununga. Di Kabupaten Buton Tahun 2008. ,Ay 2008. Cherysa: Edukasi Pemberian MP-ASI di TPA Rahmah El-Yunusiyyah Padang Panjan. | 13 pengetahuan tentang MP ASI dan sikap yang baik terhadap pemberian MP-ASI akan menyebabkan mampu menyusun menu yang baik untuk dikonsumsi oleh bayinya. Semakin baik pengetahuan gizi orangtua dan guru maka ia akan semakin memperhitungkan jenis dan jumlah makanan yang diperolehnya untuk dikonsumsi oleh Pada keluarga dengan pengetahuan tentang MP-ASI yang rendah seringkali anaknya harus puas dengan makanan seadanya yang tidak memenuhi kebutuhan gizi anak balita karena ketidaktahuan ibunya. Pemberian MP-ASI pada periode usia 6-12 bulan sering tidak tepat dan tidak cukup, baik kualitas maupun kuantitasnya. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan, di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang, peneliti menemukan permasalahan di lapangan. Dimana masih ditemukan orangtua yang kurang paham dalam pengelolahan MP-ASI dan lebih memilih membeli MPASI yang dijual diluar sekolah. Dari data awal peneliti menemukan salah satu orangtua memberikan MP-ASI instan kepada anak. berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan salah satu orangtua di TPA Rahmah El Yunusiyyah bahwasanya beliau membenarkan memberikan MP-ASI instan kepada anak yang di selang selingkan dengan bubur nasi yang di blender. Dikarnakan suatu faktor kesibukkan yang tidak dapat membuat MP-ASI sendiri untuk anak mengakibatkan orangtua lebih memilih yang instan dan membeli MP-ASI di luar sekolah, karena di sekolah tidak menyediakan MP-ASI sendiri untuk anak. Selain itu, ada juga orangtua yang memberikan MP-ASI terlalu banyak, tetapi MP-ASI yang diberikan tersebut tidak memenuhi kebutuhan gizi anaknya juga dari hasil wawancara peneliti dengan kelapa sekolah TPA Rahmah El Yunusiyyah, bahwasannya permasalahan yang terjadi di TPA Rahmah El Yunusiyyah yaitu, kurangnya ketenaga kerja dalam pengelolahan MP-ASI untuk setiap anak di Tingkat infant karna dalam pengelolahan MP-ASI tersebut memiliki suatu tahap yang berbeda-bedan dan juga tekstur dalam pemberian MP-ASI yang berbeda sesuai dengan pertumbuhan dan perkambangan anak. Sehingga sekolah menyerahkan kepada orangtua dalam pengelolahan MP-ASI tapi banyak ditemukan orangtua yang hanya membeli MP-ASI eceran di pinggir jalan karena faktor kesibukan orangtua yang tidak sempat dalam mengelolah sendiri MP-ASI yang akan di berikan kepada anak. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan Peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif yaitu peneliti mengamati dan berinteraksi dengan guru kepala sekolah,orangtua dan guru yang mengajar yang melakukan edukasi pemberian MP-ASI di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang, dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi dalam mengumpulkan data. Penelitian ini dilaksanakan di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang yang telah melakukan edukasi pemberian MP-ASI pada saat penerimaan anak didik baru atau lebih tepatnya pada saat melakukan tahun ajaran baru. 29 Februari 2024 pada ja 14:00. Yang dimulai dengan tahapan Flora Honey Darmawan. Eva Nur, and Maya Sinta. AuEISSN 2477-345X HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU DENGAN PERILAKU PEMBERIAN MP-ASI YANG TEPAT PADA BAYI USIA 6-12 BULAN EISSN 2477-345X PENDAHULUAN,Ay 2015, 32Ae42. Hasil observasi lapangan dan wawancara dengan salah satu orangtua di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang Bersama ibu Anismawati S. Pd, 29 Februari 2024, pukul 10:30 WIB. Hasil observasi lapangan dan wawancara dengan kepala sekolah TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang Bersama ibu Yanti Gusvita,A. Ma, kamis 29 Februari 2024, pukul 14:00 WIB 14 | Raheema: Jurnal Studi Gender dan Anak. Vol. No. pengenalan MP-ASI kepada orang tua dan Tahapan umur yang sesuai untuk diberikan MPASI. dengan waktu penelitian yaitu Mai s/d Juli Tahun 2024. Objek pada penelitian ini adalah edukasi pemberian MP-ASI di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun instrument penelitian yang peneliti gunakan adalah pedoman wawancara. Pedoman wawancara diambil berdasarkan tujuan dari penelitian yang dibahas. Dengan adanya pedoman tersebut, proses wawancara dapat berjalan lebih terstuktur. Prosedur penelitian dalam penelitian ini yaitu pra lapangan, pekerja lapangan dan analisis data. Analisis yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah analisis data non Analisis ini digunakan untuk menganalisis jenis-jenis data yang bersifat kualitatif yang tidak bisa diukur dengan angka. Dalam menganalisis data-data yang bersifat kualitatif tersebut penulis menggunakan teknik analisis data di lapangan Model Miles and Huberman. HASIL DAN PEMBAHASAN Pelaksanaan Edukasi Pemberian MP-ASI di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang Kerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang Upaya kepala sekolah TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang dalam memberikan pemahaman kepada guru-guru dengan adanya penyuluhan dari dinas Kesehatan kota Padang Panjang mengenai Edukasi Pemberian MP-ASI di TPA Rahmah El Yunusiyyah yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan orangtua juga guru-guru di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang yang nantiknya guru-guru yang akan menyampaikan dan mengingatkan kepada orangtua yang anaknya telah masuk usia pemberian MP-ASI, dari jenis MP-ASI yang pertama kali di komsumsi anak, tekstur MP-ASI dan cara Membuat MP-ASI yang baik dan tepat untuk anak nantiknya. Edukasi Pemberian MP-ASI yang dilakukan di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang dan TPA Rahmah El Yunusiyyah juga diberi dana dan makanan tambahan dari dana BOP yaitu dana dari kota padang Panjang yang mengadakan kunjungan ke TPA Rahmah El Yunusiyyah mengenai makanan tambahan untuk anak. Setiap proses Edukasi pemberian MPASI yang diadakan di TPA Rahmah El Yunusiyyah orangtua dan guru sangat bekerja sama dalam pemberian MP-ASI tersebut,terutama dalam menangani tumbuh kembang anak dan terhindarnya anak dari penyakit stanting dan diare yang berkaitan dengan makanan tambahan pada anak. Penjelasan dari Kepala Sekolah Kepada Guru Mengenai Edukasi MP-ASI Dalam penerapan Edukasi Pemberian MP-ASI kepada orangtua dan guru-guru di TPA Rahmah El Yunusiyah,kepala sekolah terlebih dahulu harus memahami lebih jelas mengenai edukasi MP-ASI, setelah kepala sekolah memahami, barulah kepala sekolah memberikan suatu pengarahan mengenai edukasi MP-ASI kepada guru-guru sehingga nantikanya guru kelas yang akan menyapaikan kepada orangtua yang anaknya telah mencukupi umur dalam pemberian MP-ASI. Cherysa: Edukasi Pemberian MP-ASI di TPA Rahmah El-Yunusiyyah Padang Panjan. | 15 Dalam penerapan Edukasi Pemberian MP-ASI tersebut, kepala sekolah melakukan beberapa Upaya untuk mendorong guru dan orangtua dalam pemberian MP-ASI yang baik dan tepat kepada anak agar anak terhindar dari penyakit stunting Penjelasan dari Guru Kepada Orang Tua Mengenai Pemberian MP-ASI untuk Anak Pada saat anak telah memasuki umur 6 bulan, guru akan memberikan suatu arahan atau edukasi kepada orangtua dalam pembuatan MP-ASI yang tepat untuk anak. Sedangkan untuk pembuatan MP-ASI itu di serahkan kepada orangtu. Edukasi pemberian MP-ASI dapat menambah wawasan orangtua tentang cara pengelolahan MP-ASI yang baik untuk anak,juga hal yang harus ada dalam pembuatan MPASI dan tekstur MP-ASI yang tepat yang akan di berikan kepada anak sesuai dengan pertumbuhan anak tersebut. Guru akan menjelaskan kepada orangtua dengan sebaik mungkin cara pengelolahan MP-ASI agar orangtua mampu memahami dan memetakan kemampuan masing-masing dalam pengelolahan MP-ASI yang baik untuk anak, agar anak dapat tumbuh kembang dengan baik sesuai dengan umurnya. Orangtua tidak bisa sembarangan dalam pengelolahan dan pemberian MP-ASI kepada anak, orangtua harus kreatif dalam pembuatan MP-ASI, dengan membuat menu MP-ASI yang berbeda setiap harinya, tidak saja bisa menambah nafsu makan anak juga dapat membuat indra perasa anak lebih baik untuk mengenali hal-hal yang baru. dengan fariasi makanan anak yang berbeda setiap harinya Dengan pengelolahan MP-ASI yang berbeda setiap harinya orangtua dapat mengetahui jika anak ada alergi pada beberapa jenis makanan jadi orangtua bisa mengkonsultasi ke dokter mengenai alergi anak dan menghindari makanan tersebut untuk di konsumsi anak. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Edukasi Pemberian MP-ASI Edukasi pemberian makanan pendamping ASI (MP-ASI), merupakan saranan Bagi guru dan orangtua dalam pertumbuhan dan perkembangan anak, jika suatu pemberian MP-ASI diberikan kepada anak dengan tepat dan suatu proses yang baik maka pertumbuhan anak akan baik juga dan dapat mencegah anak dari penyakit stunting dan diare. Banyak sekolah yang telah melakukan edukasi pemberian MP-ASI, salah satunya di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang, pada awalnya pihak Kesehatan kota padang Panjang selalu melakukan posyandu di setiap daerahnya, dan bahkan telah datang ke TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Padang pada saat pasca Covit-19 tapi penyuluhan tersebut tidak berjalan dengan efektif dan masih terkendala dengan waktu. Lalu pihak sekolah di TPA Rahmah El Yunusiyyah melakukan suatu edukasi secara mandiri di sekolah dengan suatu pemahaman yang didapatkan oleh kepala sekolah dan guru mengeai edukasi pemberian MP-ASI, orangtua yang anaknya telah masuk dalam usia pemberian MP-ASI yaitu pada usia 6 tahun ke atas, lalu guru memberikan arahan Edukasi mengenai anak yang telah masuk dalam program pemberian MP-ASI, dan kepada sekolah di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang telah memberikan banyak waktu luang bagi 16 | Raheema: Jurnal Studi Gender dan Anak. Vol. No. orangtua untuk bertanya kepada guru mengenai pemberian MP-ASI yang tepat yang nantiknya akan diberikan kepada anak. Tentunya dalam penerapan edukasi pemberian MP-ASI di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang, ada beberapa Upaya dan Langkah-langkah yang harus dilaksanakan oleh sekolah baik kepala sekolah maupun guru bahkan orangtua untuk menunjang keberhasilan dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebagian sekolah di kota Padang Panjang mungkin belum menerapkan edukasi pemberian MP-ASI yang baik untuk anak, tetapi TPA Rahmah El Yunusiyyah sedang berusaha semaksimal mungkin dalam meningkatkan edukasi pemberian MP-ASI kepada orangtua agar anak didik dapat tumbuh kembang dengan sebaik mungkin. Berdasarkan hal ini,kepala sekolah sudah melakukan berbagai praktik tentang edukasi peberian MP-ASI yang baik untuk anak di TPA Rahah El Yunusiyyah Padang Panjang. Sehingga dengan melakukan edukasi pemberian MP-ASI yang baik kepada orangtua dan guru, kepala sekolah TPA Rahmah El Yunusiyyah bisa bertukar pikiran dengan guru-guru dan orangtua yang berada di Lembaga sekolah. Kepala sekolah juga mendapatkan masukan dan saran serta ide-ide baru terkait dengan edukasi peberian MP-ASI yang sudah dan sedang ditetapkan di dalam proses pembelajaran. Tindak Lanjut TPA Rahmah El Yunusiyyah dalam Menangani Edukasi Pemberian MP-ASI Edukasi pemberian MP-ASI sangat penting untuk pertumbuhan dan perkambangan anak, terutama bagi anak yang baru pertama kali dalam pemberian MP-ASI, pemberian MPASI ini tidak bisa dengan sembarang memberikan saja kepada anak, tetapi harus memiliki suatu tahapan dan proses yang beraneka ragam. Misalnya untuk anak yang baru mencoba dalam pemberian MP-ASI di berikan MP-ASI yang satu jenis bahan saja, dengan tekstur yang sangat halus berupa susu cair, begitupun selanjutnya jika anak telah menginjak umur tuju, delapan. Sembilan tahun keatas testur MPASInya berubah lagi, dari yang cair ke yang sedikit padat tapi halus. jadi proses dalam pembuatan MP-ASI itu sangat beraneka ragam dan tekstur pembuatan MP-ASI yang berbedabeda setiap pertumbuhan anak, juga hal yang harus ada dalam peberian MP-ASi di kepda anak harus sesuai dan seimbang. Tentunya dalam pemberian edukasi MP-ASI kepda orangtua dan guru di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang, ada beberapa Upaya dan Langkah-langkah yang harus dilaksanakan oleh sekolah dan dari Upaya dan Langkah-langkah tersebut ada suatu tindak lanjut yang harus sekolah lakukan agar suatu proses dalam suatu perencanaan berjalan dengan baik dan lancer. Berdasarkan hasil dari penelitian yang dilakukan dilokasi penelitian, maka dapat dikemukakan pembahasan yang berdasarkan atas tujuan penelitian pada adalah sebagai berikut: AuEdukasi Pemberian Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) Di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang PanjangAy. dalam hasil penelitian ini masih banyaknya suatu program yang belum benar-benar telaksana, yang mana suatu pemberian edukasi pernah dilakukan di TPA Rahmah El Yunusiyyah pada masa covid-19 tetapi program tersebut terhenti dan tidak Cherysa: Edukasi Pemberian MP-ASI di TPA Rahmah El-Yunusiyyah Padang Panjan. | 17 berjalan dengan baik lagi. Sehingga sekolah harus melakukan suatu tindak lanjut untuk menjalankan suatu program agar benar-benar terjalankan. Dari suatu wawancara di atas, peneliti juga menanyakan menyenai suatu Tindak lanjut yang dilakukan sekolah TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang dalam Edukasi Pemberian MP-ASI kepada anak. Mengadakan suatu pertemuan langsung dengan wali murid mengenai edukasi pemberian MP-ASI yang tepat untuk anak, sehingga nantiknya orangtua dan guru dapat memberian MP-ASI yang terbaik untuk anak, dan inforasi yang di dapatkan tidak hanya satu orangtua saja tetapi menyeluruh dan bisa di dengarkan oleh seua orangtua yang menitipkan anaknya di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang. Mengadakan parenting Bersama dengan orangtua dan guru mengenai Edukasim Peberian MP-ASI yang baik dan tepat. Menjalankan suatu Kerjasama dengan dinas Kesehatan kota padang Panjang, yaitu posyandu terpadu agar nantiknya dapat membantu orangtua dan guru dalam melihat perkembangan anak dan melakukan edukasikepda orangtua dan guru mengenai MP-ASI untuk KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian terkait AuEdukasi Pemberian MP-ASI di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang PanjangAy maka peneliti mengambil kesimpulan sebagai berikut: Edukasi pemberian MP-ASI di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang. TPA Rahmah El Yunusiyyah melakukan Kerjasama dengan dinas Kesehatan Padang Panjang mengenai Edukasi Pemberian MP-ASI. Kepala sekolah menjelaskan kepada guru kelas mengenai edukasi peberian MP-ASI. Guru memberikan penjelasan kepada orangtua mengenai Edukasi Pemberian MP-ASI di awal anak masuk usia 6 bulan yaitu: Memahami tahapan edukasi pemberian MP-ASI yang tepat untuk anak. Memperhatikan anak yang telah masuk umur dalam tahapan pemberian MP-ASI. Memahami tekstur MP-ASI yang tepat untuk anak sesuai dengan pertubuhan dan umur anak. Focus pada orangtua yang anaknya telah memasuki usia pemberian MP-ASI dan memberikan edukasi kepada orangtua dalam pemberian MP-ASI yang tepat dan bagus untuk anak. Memahami suatu bahan yang harus terkandung dalam pengelolahan MP-ASI yang tepat untuk anak seuai dangan usia dan pertumbuhannya. Menyusun suatu jadwal yang tepat bagi orangtua dalam pemberian ASI dan MP-ASI untuk anak. Faktor pendukung dalam tahapan pemberian MP-ASI kepda anak di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang diantaranya yaitu: Sekolah TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang sudah melakukan edukasi pemberian MP-ASI kepada guru dan orangtua yang anaknya telah masuk tahap dalam pemberian MP-ASI. Sekolah juga telah memberikan banyak waktu bagi orangtua untuk memberikan ASI kepada anak dan bertanya kepda guru kelas mengenai MP-ASi yang tepat yang nantiknya akan diberikankepda anak. TPA Rahmah El Yunusiyyah sudah melakukan suatu kerja sama dengan dinas Kesehatan kota padang Panjang atau posyandu terpadu mengenai pertumbuhan anak dan akan diberikan edukasi pemberian MP-ASI kepada orangtua. Guru dan orangtua dapat kesempatan dalam mengikuti training yang membahas tentang Edukasi Peberian 18 | Raheema: Jurnal Studi Gender dan Anak. Vol. No. MP-ASI kepada anak. Kepala sekolah sebagai fasilitator bagi guru dalam memahami edukasi pemberian MP-ASI. Faktor penghambat yaitu : Kekurangan ketenaga kerjaan dalam pembuatan MP-ASi di TPA Rahmah El Yunusiyyah di karnakan dalam pembuatan MP-ASI memiliki bahan, tektur yang berbeda-beda setiap umur anaknya. Kurangnya antusias orangtua dalam bertanya menyenai MP-ASI kepada guru, sehingga banyak dari orangtua yang membeli MP-ASI yang di jual orang di pinggir jalan. Tindak lanjut yang dilakukan sekolah TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang dalam Edukasi Pemberian MP-ASI kepada anak. Mengadakan suatu pertemuan langsung dengan wali murid mengenai edukasi pemberian MP-ASI yang tepat untuk anak, sehingga nantiknya orangtua dan guru dapat memberian MP-ASI yang terbaik untuk anak, dan inforasi yang di dapatkan tidak hanya satu orangtua saja tetapi menyeluruh dan bisa di dengarkan oleh seua orangtua yang menitipkan anaknya di TPA Rahmah El Yunusiyyah Padang Panjang. Mengadakan parenting Bersama dengan orangtua dan guru mengenai Edukasim Peberian MP-ASI yang baik dan tepat. Menjalankan suatu Kerjasama dengan dinas Kesehatan kota padang Panjang, yaitu posyandu terpadu agar nantiknya dapat membantu orangtua dan guru dalam melihat perkembangan anak dan melakukan edukasikepda orangtua dan guru mengenai MP-ASI untuk anak. DAFTAR PUSTAKA