EFEKTIVITAS SALEP EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium satiuvum L. ) TERHADAP KEPADATAN KOLAGEN DALAM PENYEMBUHAN LUKA INSISI PADA TIKUS GALUR WISTAR (Rattus novergicu. Hendri Poernomo1. ASetiawan2. Kadek Adisty Maharani Putri3 A Departemen Bedah Mulut. Fakultas Kedokteran Gigi. Universitas Mahasaraswati Denpasar *Corresponding email: adistymaharani10@gmail. ABSTRAK Latar Belakang: Salah satu tumbuhan herbal yang memiliki khasiat di bidang kesehatan ialah bawang putih. Kerusakan pada kulit dapat menyebabkan luka, seperti luka insisiBawang putih memiliki beberapa kandungan senyawa seperti flavonoid, minyak atsiri, tannin, serta saponin yang bertindak sebagai antioksidan. Tujuan dari penelitian ialah memberikan hasil analisis terkait proses menyembuhkan luka insisi tikus galur wistar melalui peningkatan kepadatan kolagen dengan menggunakan salep ekstrak bawang putih. Metode: Jenis penelitian yang digunakan ialah menggunakan eksperimental laboratoris in vivo. Hasil: Hasil uji ANOVA tersebut diketahui p-value yang diperoleh ialah 0,002 < 0,05, sehingga berdasaran hal tersebut dapat diketahui adanya perbedaan efektivitas pada proses penyembuhan luka insisi tikus galur witas melalui peningkatan kepadatan kolagen berdasarkan penggunaan salep ekstrak bawang putih. Pengujian LSD terdapat perbedaan efektivitas antara Salep Ekstrak Bawang Putih Konsentrasi 50% dengan Adeps Lanae dan Vaselin Album (K. , dan tidak terdapat perbedaan efektivitas dengan Salep Enbatic (K. Kesimpulan: Proses menyembuhkan luka insisi tikus galur wistar melalui peningkatan kepadatan kolagen efektif pada penggunaan konsentrasi 50% ekstrak bawang putih. Hasil penelitian memaparkan tidak ada perbedaan dengan kelompok kontrol positif yaitu obat salep enbatic. Kata Kunci: bawang putih, kolagen, luka, tikus wistar ABSTRACT Introduction: One of the herbal plants that has health benefits is garlic. Damage to the skin can cause wounds, such as incisions. Garlic contains several compounds such as flavonoids, essential oils, tannins and saponins which act as antioxidants. The aim of the research is to provide analysis results regarding the process of healing incisional wounds in Wistar rats by increasing collagen density using garlic extract ointment. Method: The type of research used is in vivo laboratory experiments. Results: The results of the ANOVA test show that the p-value obtained is 0. 002 < 0. so based on this it can be seen that there is a difference in effectiveness in the wound healing process of Witas strain rats through increasing collagen density based on the use of garlic extract ointment. In LSD testing, there was a difference in effectiveness between 50% Concentration Garlic Extract Ointment and Adeps Lanae and Vaseline Album (K. , and there was no difference in effectiveness with Enbatic Ointment (K. Conclusion: The process of healing incisional wounds in Wistar rats by increasing collagen density is effective when using a concentration of 50% garlic extract. The results of the study showed that there was no difference with the positive control group, namely enbatic ointment. Keywords: garlic, collagen, wounds. Wistar rats PENDAHULUAN WHO memberikan sebuah rekomendasi dalam memelihara kesehatan melalui penggunaan tanaman herbal. Tanaman herbal memiliki khasiat dalam pengobatan ataupun pencegahan penyakit, khususnya kaker, penyakit degenaratif, ataupun kronis. Penggunaan tanaman herbal dalam memelihara kesehatan menjadi daya tarik masyarakat yang di imbangi dengan perkembangan teknologi pada bidang kesehatan. Indonesia memiliki berbagai macam jenis tanaman yang tersebar di beberapa titik yang memiliki 000 tumbuhan tingkat tinggi serta 3. 500 diantaranya ialah tumbuhan herbal. Salah satu tumbuhan herbal yang memiliki khasiat di bidang kesehatan ialah bawang putih. Ada berbagai macam manfaat jika individu mengkonsumsi bawang putih, salah satunya adalah menurunkan kadar kolesterol. Pada beberapa penelitian memaparkan manfaat dari bawang putih ialah sebagai pengobatan sembelit, ambein, sakit kepala, asma, hipertensi serta memiliki kemampuan menyembuhkan kulit memar. Kulit memiliki peranan penting pada tubuh sebab dapat melindungi dari lingkungan. Kulit yang rusak bisa disebabkan oleh gigitan hewan, zat kimia, perubahan suhu, serta trauma. Kerusakan pada kulit dapat menyebabkan luka, seperti luka insisi. Luka insisi dapat terjadi akibat kulit terkena benda tajam ataupun melalui tindakan operasi. Pengobatan pada luka insisi harus segera dilakukan, terlebih lagi jika luka tersebut terdapat pada pergelangan tangan atau leher. Proses penyembuhan luka diperankan oleh sintesis kolagen guna mengembangkan kekuatan pada luka. Bawang putih memiliki beberapa kandungan senyawa seperti flavonoid, minyak atsiri, tannin, serta saponin yang bertindak sebagai antioksidan. Menurut Wakhidah . memaparkan bahwa dalam menghambat kerusakan sel dapat diperankan oleh antioksidan, sehingga antioksidan sangat penting diperlukan tubuh. Penelitian terdahulu Wibawa . pada proses penyembuhan luka melalui peningkatan kepadatan kolagen dibutuhkan kombinasi lidah buaya serta ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 50%. Selanjutnya penelitian Juniawati . menyimpulkan dalam peningkatan kepadatan kolagen, konsentrasi 50% dari ekstrak bawang putih lebih efektif dari pada konsentari 40% serta 60%. Selanjutnya penelitian terdahulu Pratiwi . dan Poernomo & MaAoruf . memaparkan pada luka insisi marmot dalam penurunan sel makrofag dibutuhkan ekstrak bawang putih yang memiliki konsentrasi Pada penelitian ini ekstrak bawang putih disajikan dalam bentuk salep sebab dapat dipergunakan terhadap luka basah, memiliki kemudahan saat mengaplikasikannya, daya serap yang baik, mudah menyebar dengan rata, serta proses pembutan yang cukup . Melalui pemaparan diatas, penulis mengambil judul AuEfektivitas Salep Ekstrak Bawang Putih (Allium satiuvum L. ) Terhadap Kepadatan Kolagen Dalam Penyembuhan Luka Insisi Pada Tikus Galur Wistar (Rattus novergicu. Ay. Tujuan dari penelitian ialah memberikan hasil analisis terkait proses menyembuhkan luka insisi tikus galur wistar melalui peningkatan kepadatan kolagen dengan menggunakan salep ekstrak bawang putih. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan ialah menggunakan eksperimental laboratoris in Populasi pada penelitian ialah tikus wistar jantan. Sampel yang digunakan pertama kelompok hewan coba diberi salep ekstrak bawang putih 50%, kelompok kontrol negatif yaitu hewan coba diberi Adeps Lanae dan Vaselin Album, serta kelompok kontrol positif diberi Salep Enbatic. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ialah sebanyak 9 sampel dalam 1 kelompok, sehingga keseluruhan memiliki total 27 sampel. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Fitokimia dan Laboratorium Histologi Universitas Udayana Denpasar pada Juli hingga September 2023. Prosedur yang dilakukan dalam penelitian ini diantaranya adalah pembuatan ekstrak bawang putih, pembuatan sediaan salep, uji in vivo, serta perhitungan presentase kepadatan kolagen. Selanjutnya setelah data didapatkan dilanjutkan pada tahap analisis data yang meliputi analisis deskriptif, uji normalitas, uji homogenitas, uji hipotesis, uji ANOVA, serta dilanjutkan pada pengujian multiple comparisons dengan LSD. HASIL PENELITIAN Analisis Desktiptif Analisis deskriptif dari rerata presentase kepadatan kolagen terhadap penyembuhan luka insisi kulit wistar pada setiap kelompok. Pada hasil data persentase kolagen terdapat angka yang ekstrim sehingga membuat data menjadi bias, maka jumlah sampel dalam 1 kelompok perlakuan adalah 6 sampel. Tabel 1. Hasil Analisis Deskriptif Variabel Data Adeps Lanae Vaselin Album (K. Salep Ekstrak Bawang Putih Konsentrasi Salep Enbatic (K. Nilai Minimum Nilai Maksimum Rerata (%) Standar Deviasi 4,42 11,97 8,10 3,09 15,54 31,54 25,97 6,81 21,40 34,51 27,72 4,49 Dari data tersebut terlihat bahwa ada peningkatan kepadatan kolagen pada setiap kelompok perlakuan dimulai dari kelompok kontrol negatif (Adeps Lanae dan Vaselin Albu. dengan jumlah kepadatan kolagen paling sedikit yaitu 11,97 jika dibandingkan dengan perlakuan yang diberi salep ekstrak bawang putih dan kontrol positif (Salep Enbati. Persentase kepadatan kolagen meningkat pada salep ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 50% sebesar 31,54 dan yang tertinggi yaitu kontrol positif . alep Enbati. dengan persentase kepadatan kolagen sebesar 34,51. Uji Normalitas Pengujian normalitas yang dilakukan pada penelitian ini menggunkaan uji Shapiro-Wilk. Data yang diuji adalah persentase kepadatan kolagen. Tabel 2. Uji Normalitas Kelompok Adeps Lanae dan VaselinAlbum (K. Salep Ekstrak BawangPutih A-value 0,60 0,23 Keterangan Normal Normal Konsentrasi 50 % Salep Enbatic (K. 0,24 Normal Hasil uji Shapiro-Wilk menunjukkan bahwa nilai signifikan yang dihasilkan kontrol negatif (Adeps Lanae dan Vaselin Albu. sebesar 0,60 pada kelompok perlakuan salep ekstrak bawang putih 50% sebesar 0,23 dan untuk kontrol positif . alep Enbati. sebesar 0,24. Berdasarkan hasil tersebut, disimpulkan data di setiap kelompok berdistribusi normal. Uji Homogenitas Pengujian homogenitas dilakukan pada penelitian ini menggunkaan uji LeveneAos Test. Data yang diuji adalah persentase kepadatan kolagen. Tabel 3. Uji Homogenitas Levene Statistic 0,88 Sig. 0,43 Berdasarkan uji LeveneAos Test yang dilakukan dapat dilihat nilai signifikan yang dihasilkan adalah sebesar 0,43 > 0,05 maka disimpulkan data persentase pixel kolagen antarkelompok memiliki varian data yang homogen Uji Hipotesis Pada pengujian hipotesis dilakukan melalui uji ANOVA dan dilanjutkan uji LSD. Hasil dari pengujian hipotesis disajikan pada tabel berikut. Tabel 4. Hasil Uji ANOVA Antar Kelompok Dalam Kelompok Total Jumlah Kuadrat 13390244,333 9806007,667 23196252,000 Rata-Rata Kuadrat 6695122,167 653733,844 10,241 A-value 0,002 Melalui uji ANOVA tersebut diketahui p-value yang diperoleh ialah 0,002 < 0,05, sehingga berdasaran hal tersebut dapat diketahui adanya perbedaan efektivitas pada proses penyembuhan luka insisi tikus galur witas melalui peningkatan kepadatan kolagen berdasarkan penggunaan salep ekstrak bawang putih. Selanjutnya pengujian dilakukan oleh uji LSD (Liast Significant Differenc. , sebagai berikut: Tabel 5. Hasil Uji LSD Kelompok P1 dengan K1 P1 dengan K0 K1 dengan K0 Beda Rerata 146,16667 1898,33333 1752,16667 A-value 0,759 0,001 0,002 Keterangan Tidak Signifikan Signifikan Signifikan Berdasarkan pengujian yang disajikan pada tabel diatas memaparkan terdapat perbedaan efektivitas antara Salep Ekstrak Bawang Putih Konsentrasi 50% dengan Adeps Lanae dan Vaselin Album (K. , dan tidak terdapat perbedaan efektivitas dengan Salep Enbatic (K. PEMBAHASAN Penggunaan bawang putih pada penelitian yaitu berbentuk salep, yaitu berbentuk salep, yang dimana berbeda sediaannya pada penelitian yang dilakukan oleh Juniawati . serta penelitian Wibawa . Salep ekstrak bawang putih ini diaplikasikan langsung dua kali sehari ke daerah yang di insisi selama 7 hari. Bentuk salep yang digunakan adalah basis salep hidrokarbon atau basis berlemak yaitu Adeps Lanae dan Vaselin Album dan menghasilkan sediaan setengah padat. Salep ekstrak bawang putih ini berbau khas, bewarna seperti ekstrak yang digunakan, dan tidak adanya gumpalan pada hasil pengolesan. Pada pengujian normalitas diketahui data terdistribusi normal. Pada Tabel 2 menunjukkan nilai A=0,60 pada kontrol negatif. A=0,24 pada salep ekstrak bawang putih 50%, dan A=0,23 pada kontrol positif. Maka dari itu, data presentase kepadatan kolagen pada masing- masing kelompok terdistribusi normal. Selanjutnya pada pengujian homogenitas, diketahui data sudah homogen yang terbukti pada hasil penelitian di Tabel 3 diperoleh data A=0,43, yang dimana nilai yang dihasilkan lebih besar dari 0,05 sebagai syarat data homogen. Selanjutnya melalui uji ANOVA tersebut diketahui p-value yang diperoleh ialah 0,002 < 0,05, sehingga berdasaran hal tersebut dapat diketahui adanya perbedaan efektivitas pada proses penyembuhan luka insisi tikus galur witas melalui peningkatan kepadatan kolagen berdasarkan penggunaan salep ekstrak bawang putih. Berdasarkan pengujian yang disajikan pada tabel diatas memaparkan terdapat perbedaan efektivitas antara Salep Ekstrak Bawang Putih Konsentrasi 50% dengan Adeps Lanae dan Vaselin Album (K. , dan tidak terdapat perbedaan efektivitas dengan Salep Enbatic (K. Berdasarkan hasil uji tersebut didapatkan bahwa pemberian salep ekstrak bawang putih 50% dapat meningkatkan kolagen. Tetapi pada penelitian ini, salep ekstrak bawang putih 50% dengan kontrol positif yaitu salep Enbatic tidak memiliki perbedaan yang signifikan dalam penyembuhan luka insisi tikus galur wistar. Salep Enbatic memiliki khasiat dalam proses pengobatan yang disebabkan bakteri gram positif dan negatif. Hal tersebut dikarenakan pada salep enbatic memiliki kandungan zink bacitracin serta antibiotik aminoglikosida pada neomisin sulfat. Pemberian salep ekstrak bawang putih 50% efektif dalam peningkatan kepadatan kolagen dan menyembuhkan luka insisi. Menurut Novariansyah . secara umum pada proses penyembuhan luka serta fase proliferasi merupakan fase penting dari sintesis serta deposit kolagen. Peneliti beranggapan bahwa kandungan senyawa flavonoid, tanin, saponin, allicin, terpenoid, fenol, alkakoid memiliki efek penyembuhan untuk luka . Hal ini sejalan dengan penelitan Kumar . yang menyatakan salep ekstrak bawang putih 60%, 40% dan 20% juga efektif dalam penyembuhan luka insisi pada . Peningkatan serabut kepadatan kolagen yang dalam hal ini adalah indikator penyembuhan luka pada jumlah preparat kelompok perlakuan salep ekstrak bawang putih 50% dengan kelompok kontrol negatif, dan tidak ada perbedaan yang terlalu signifikan antara peningkatan serabut kepadatan kolagen pada kelompok perlakuan salep ekstrak bawang putih 50% dengan kelompok kontrol positif yaitu obat salep Enbatic. Pengujian yang dilakukan pada penelitian ini mendapatkan hasil pada proses menyembuhkan luka insisi tikus galur wistar melalui peningkatan kepadatan kolagen efektif pada penggunaan konsentrasi 50% ekstrak bawang putih. Hasil penelitian memaparkan tidak ada perbedaan dengan kelompok kontrol positif yaitu obat salep enbatic. Hasil penelitian didukung penelitian terdahulu Wibawa . pada proses penyembuhan luka melalui peningkatan kepadatan kolagen dibutuhkan kombinasi lidah buaya serta ekstrak bawang putih dengan konsentrasi 50%. Selanjutnya penelitian Juniawati . menyimpulkan dalam peningkatan kepadatan kolagen, konsentrasi 50% dari ekstrak bawang putih lebih efektif dari pada konsentari 40% serta 60%. Selanjutnya penelitian terdahulu Pratiwi . dan Poernomo & MaAoruf . memaparkan pada luka insisi marmot dalam penurunan sel makrofag dibutuhkan ekstrak bawang putih yang memiliki konsentrasi 60%. KESIMPULAN Kesimpulan yang diambil ialah proses menyembuhkan luka insisi tikus galur wistar melalui peningkatan kepadatan kolagen efektif pada penggunaan konsentrasi 50% ekstrak bawang putih. Hasil penelitian memaparkan tidak ada perbedaan dengan kelompok kontrol positif yaitu obat salep enbatic. Direkomendasikan pada peneliti selanjutnya dalam melakukan evaluasi sediaan salep agar dapat dikembangkan lagi menjadi obat tradisional yang dapat digunakan oleh masyarakat luas. DAFTAR PUSTAKA