CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal STRATEGI GURU BAHASA INDONESIA MENGATASI KESULITAN FOKUS SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN DI KOTA CIREBON: STUDI KUALITATIF Rima Diana Putri WangiA. Sita Olivia RosalinaA. Suherli KusmanaA 1,2,3 Fakultas Pendidikan dan Sains. Universitas Swadaya Gunung Jati Corresponding e-mail: sitaoliviarsln@gmail. Copyright A 2025 The Author This is an open access article Under the Creative Commons Attribution Share Alike 4. 0 International License DOI: 10. 53866/jimi. Abstract This study aims to describe the strategies used by Indonesian language teachers to overcome learning difficulties in vocational high school students in Cirebon City. Lack of learning focus is a real challenge, especially in Indonesian language learning, which demands high levels of concentration and optimal material absorption. This study used a descriptive qualitative approach with data collection techniques including interviews, questionnaires, and documentation. Ten Indonesian language teachers from various vocational high schools in Cirebon City served as the primary participants. The results indicate that factors contributing to learning difficulties fall into two categories: internal and external factors. Internal factors include fatigue, lack of sleep, and low learning motivation. Meanwhile, external factors include excessive use of gadgets and a less conducive learning environment. Teachers employ various strategies to overcome these challenges, such as icebreakers, digital media, educational games, and a personalized approach to These strategies have proven effective when applied consistently and appropriately to the learning The novelty of this study lies in its focus on the role of Indonesian language teachers in vocational high schools, a topic that has not been widely studied in the context of students' learning difficulties. Keywords: Teacher strategies. Learning Concentration. Adaptation of Learning Strategies. Vocational High School Students. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam mengatasi kesulitan fokus belajar siswa sekolah menengah kejuruan di Kota Cirebon. Masalah kurangnya fokus belajar menjadi tantangan nyata, terutama dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang menuntut konsentrasi tinggi dan daya serap materi secara optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, kuesioner, dan Sebanyak sepuluh orang guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dari berbagai sekolah menengah kejuruan di Kota Cirebon menjadi partisipan utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab kesulitan fokus belajar terbagi menjadi dua kategori, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal meliputi kelelahan, kurang tidur, dan rendahnya motivasi belajar. Sementara itu, faktor eksternal meliputi penggunaan gawai secara berlebihan serta lingkungan belajar yang kurang kondusif. Guru menggunakan berbagai strategi untuk mengatasi kendala tersebut, seperti kegiatan penyegaran . ce breakin. , penggunaan media digital, permainan edukatif, serta pendekatan personal kepada siswa. Strategi tersebut terbukti efektif apabila diterapkan secara konsisten dan sesuai konteks pembelajaran. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada fokus kajian terhadap peran guru Bahasa Indonesia di sekolah menengah kejuruan, yang sebelumnya belum banyak diteliti dalam konteks kesulitan fokus siswa. Kata Kunci: Strategi guru. Konsentrasi Belajar. Adaptasi Strategi Pembelajaran. Siswa Sekolah Menengah Kejuruan. Hlm | 1090 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Pendahuluan Pendidikan merupakan pondasi utama dalam membentuk karakter dan mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan sosial dan emosional yang baik. Kualitas pendidikan berperan penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan siap menghadapi tantangan masa depan (Wardani et al. , 2. Dalam konteks pendidikan menengah kejuruan, pembelajaran dituntut lebih aplikatif dan kontekstual karena siswa disiapkan untuk dunia kerja sekaligus penguasaan Guru memiliki peran sentral dalam proses ini, tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membina, membimbing, serta menilai hasil belajar siswa (Sapitri et al. , 2. Guru Bahasa Indonesia, misalnya, tidak hanya bertugas mengajarkan kaidah kebahasaan, tetapi juga menumbuhkan pola pikir kritis, kemampuan berkomunikasi, dan nalar logis siswa (Nurhalizah et al. , 2. Namun, pelaksanaan pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah kejuruan sering kali dihadapkan pada tantangan, terutama rendahnya fokus dan partisipasi siswa dalam proses belajar. Kondisi ini diperparah oleh tingginya paparan terhadap perangkat digital. Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD, 2. melaporkan bahwa lebih dari 75% siswa menghabiskan lebih dari satu jam per hari menggunakan media sosial, dan hampir sepertiga dari mereka mengalami gangguan atensi di kelas akibat distraksi digital. Fenomena ini tidak hanya terjadi secara global, tetapi juga menjadi tantangan serius di lingkungan sekolah menengah kejuruan di Indonesia, termasuk di Kota Cirebon. Di Kota Cirebon, kondisi ini diperburuk oleh tingginya keterpaparan siswa terhadap budaya digital dan rendahnya keterlibatan dalam proses pembelajaran. Siswa mudah terdistraksi, kurang menunjukkan partisipasi aktif, dan kerap tidak menyelesaikan tugas secara optimal. Faktor-faktor yang memengaruhi antara lain kejenuhan terhadap metode pembelajaran yang monoton, motivasi belajar yang rendah, serta lingkungan belajar yang kurang kondusif. Selain itu, penggunaan gawai, media sosial, dan permainan daring secara berlebihan turut memperburuk konsentrasi di kelas (Novianto et al. , 2. Penelitian oleh (Pitasari & Indrawati, 2. di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Karanganyar menunjukkan bahwa lingkungan belajar memiliki pengaruh signifikan terhadap konsentrasi siswa sebesar 61,1%, sementara motivasi belajar tidak memberikan dampak langsung yang berarti. Gangguan konsentrasi ini berdampak pada rendahnya pemahaman materi dan penurunan capaian akademik (Liana, 2. Oleh karena itu, guru perlu menerapkan strategi pembelajaran yang inovatif dan partisipatif. Salah satu pendekatan yang relevan adalah model pembelajaran adaptif, yang terbukti efektif dalam meningkatkan konsentrasi dan pemahaman siswa (Putra et , 2. Lebih jauh, di Kota Cirebon sendiri, tantangan dalam menjaga fokus belajar siswa di sekolah menengah kejuruan semakin meningkat. Hal ini disebabkan oleh latar belakang sosial ekonomi yang beragam serta tingginya keterpaparan terhadap budaya digital. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada daya serap materi, tetapi juga memengaruhi motivasi dan keyakinan diri siswa dalam belajar. Hal ini diperkuat oleh hasil penelitian oleh Komariah . di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Cirebon menemukan bahwa tekanan akademik dan tuntutan vokasional berkontribusi terhadap menurunnya motivasi dan keyakinan diri siswa, yang pada akhirnya menghambat konsentrasi belajar secara signifikan. Dalam situasi ini, pendidik perlu memahami kondisi psikologis siswa dan merancang strategi pembelajaran yang relevan dengan dinamika sosial di kelas. Strategi yang diterapkan harus fleksibel, adaptif, dan kontekstual agar mampu menjawab kebutuhan belajar yang kompleks di lingkungan kejuruan. Dalam ranah psikologi pendidikan, kesulitan fokus belajar umumnya dipengaruhi oleh dua kategori utama, yakni faktor internal dan eksternal. Faktor internal mencakup kelelahan, kecemasan, motivasi rendah, serta ketidakstabilan emosi. Faktor eksternal meliputi lingkungan belajar yang bising, pengaruh teman sebaya, serta intensitas penggunaan gawai dan media sosial (Liana, 2. Menurut Joyce dan Weil . alam Khoerunnisa & Aqwal, 2. , guru memerlukan keleluasaan dalam memilih model pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa. Model pembelajaran adaptif menjadi salah satu pendekatan yang relevan karena memungkinkan penyesuaian metode dengan kebutuhan aktual siswa. Variasi strategi yang kontekstual terbukti mampu meningkatkan keterlibatan dan konsentrasi siswa. Temuan serupa diperoleh dari penelitian (Rubai et al. , 2. , yang menunjukkan bahwa konsentrasi belajar dipengaruhi oleh kesiapan mental, motivasi, dan kondisi lingkungan kelas. Di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Salatiga, penggunaan media yang bervariasi serta pemberian umpan balik membangun terbukti meningkatkan fokus belajar siswa. Sementara itu, pembelajaran yang menekan dan kondisi kelas Hlm | 1091 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal yang gaduh justru menghambat keterlibatan siswa (Amalia et al. , 2. Studi-studi ini memperkuat pentingnya pendekatan pembelajaran yang fleksibel dan empatik untuk mengatasi gangguan fokus di sekolah menengah kejuruan. Namun demikian, sebagian besar studi sebelumnya masih berfokus pada jenjang pendidikan dasar dan menengah pertama. Belum banyak penelitian yang secara khusus mengkaji pengalaman guru mata pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah menengah kejuruan dalam mengatasi kesulitan fokus belajar siswa. Padahal, mata pelajaran ini memerlukan konsentrasi tinggi karena berkaitan dengan pemahaman teks, logika bahasa, dan pengembangan pola pikir kritis. Oleh karena itu, penelitian ini berupaya mengisi kekosongan tersebut dengan memfokuskan pada peran guru Bahasa Indonesia di lingkungan sekolah menengah kejuruan sebagai aktor utama dalam menghadapi tantangan fokus belajar siswa. Dengan demikian, pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menggali lebih dalam praktik pedagogi guru Bahasa Indonesia di sekolah menengah kejuruan. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pemahaman tentang strategi pedagogis dalam konteks pendidikan vokasional, sekaligus menawarkan implikasi praktis bagi peningkatan kualitas Penelitian ini diharapkan menjadi pijakan bagi pengembangan pelatihan guru yang berorientasi pada pendekatan kontekstual dan responsif terhadap kebutuhan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk . mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan fokus belajar siswa di sekolah menengah kejuruan, dan . mendeskripsikan strategi yang digunakan oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam mengatasi permasalahan tersebut secara efektif dan kontekstual. Metode Penelitian Objek, waktu dan Tempat Penelitian ini dilakukan pada bulan Mei hingga Juni tahun 2025 di enam Sekolah Menengah Kejuruan negeri dan swasta di Kota Cirebon. Objek penelitian ini adalah strategi guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dalam mengatasi kesulitan fokus belajar siswa. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkan secara rinci strategi guru dalam konteks nyata di kelas. Pendekatan ini sesuai untuk mengeksplorasi fenomena sosial secara kontekstual dan mendalam berdasarkan pengalaman autentik para guru. Menurut Helaluddin . , pendekatan fenomenologis memahami makna subjektif dari pengalaman langsung yang dialami partisipan. Desain penelitian yang digunakan adalah studi lapangan dengan subjek sebanyak sepuluh guru Bahasa Indonesia yang dipilih secara purposive dari enam SMK. Pemilihan partisipan mempertimbangkan pengalaman mengajar minimal satu tahun serta keterlibatan aktif dalam menangani siswa yang mengalami kesulitan fokus belajar. Seperti yang dikemukakan oleh (Kumara, 2. , pemilihan secara purposive penting untuk memperoleh data yang relevan dan kaya. Sebelum proses pengumpulan data dilakukan, seluruh partisipan diberikan penjelasan mengenai tujuan dan prosedur penelitian serta diminta untuk menandatangani surat persetujuan partisipasi sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip-prinsip etika penelitian. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi wawancara semi-terstruktur, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Wawancara dilakukan secara mendalam untuk menggali pengalaman dan strategi yang diterapkan oleh guru dalam menghadapi siswa dengan kesulitan fokus belajar. Kuesioner disusun berdasarkan indikator dari kajian literatur yang relevan, seperti faktor penyebab gangguan fokus, strategi pembelajaran yang digunakan, serta evaluasi terhadap efektivitas strategi tersebut. Instrumen penelitian ini telah melalui proses validasi isi oleh dua ahli pendidikan untuk memastikan kejelasan dan relevansi pertanyaan. Selain itu, data dokumentasi seperti RPP, catatan guru, dan hasil evaluasi belajar siswa turut digunakan untuk memperkaya data yang diperoleh. Seluruh partisipan diberikan penjelasan mengenai tujuan dan prosedur penelitian serta diminta menandatangani surat persetujuan sebagai bentuk kepatuhan terhadap prinsip etika penelitian. Teknik Analisis Data Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles dan Huberman, yang mencakup tiga tahap utama, yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan simpulan dan verifikasi. Tahap reduksi data dilakukan dengan menyortir, menyederhanakan, dan mengorganisasi data mentah menjadi informasi yang relevan. Penyajian data dilakukan melalui narasi deskriptif dan matriks Hlm | 1092 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal tematik untuk membantu peneliti menemukan pola dan hubungan antar data. Selanjutnya, simpulan ditarik melalui proses interpretasi terhadap makna yang terkandung dalam data serta dilakukan verifikasi menggunakan teknik triangulasi dan pembacaan berulang. Analisis dilakukan secara simultan sejak awal pengumpulan data hingga tahap akhir penelitian guna menjaga konsistensi, kedalaman makna, dan keakuratan hasil. Pendekatan ini dianggap tepat untuk menggambarkan fenomena sosial secara kontekstual dan mendalam berdasarkan pengalaman autentik para guru. Hasil dan Pembahasan Hasil Penelitian Penelitian ini melibatkan sepuluh guru Bahasa Indonesia dari enam sekolah menengah kejuruan di Kota Cirebon (Tabel . Variasi usia partisipan mulai dari 22 hingga 52 tahun, dan pengalaman mengajar antara 1 sampai 20 tahun. Mencerminkan keragaman generasi guru. Tabel 1 Profil responden guru Kode guru Usia . Lama mengajar Sekolah asal . Guru 1 Sekolah Menengah Kejuruan Veteran Guru 2 Sekolah Menengah Kejuruan Veteran Guru 3 Sekolah Menengah Kejuruan Nasional Guru 4 Sekolah Menengah Kejuruan Cendikia Guru 5 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cirebon Guru 6 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Cirebon Guru 7 Sekolah Menengah Kejuruan Pariwisata Guru 8 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Cirebon Guru 9 Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Cirebon Guru 1o Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Cirebon Note. Data dikumpulkan melalui kuesioner terbuka dan wawancara guru Bahasa Indonesia di enam sekolah menengah kejuruan di Kota Cirebon . Berdasarkan hasil kuesioner dan wawancara, tingkat fokus siswa sangat dipengaruhi oleh waktu pembelajaran dan kondisi emosional. Lebih lanjut, penyebab kesulitan fokus siswa dikelompokkan ke dalam faktor internal dan faktor eksternal. Berikut ini adalah ringkasan penyebab berdasarkan hasil temuan di Tabel 2 Penyebab kesulitan fokus belajar siswa sekolah menengah kejuruan Kategori Subfaktor Jumlah guru Faktor internal Masalah pribadi/emosional 6 guru Kurang tidur 3 guru Tidak tertarik pada mata pelajaran 4 guru Karakteristik siswa sulit fokus 3 guru Hlm | 1093 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Faktor eksternal Lapar/kondisi fisik lemah 2 guru Gangguan teman/sejawat 6 guru Penggunaan gawai 2 guru Lingkungan belajar tidak kondusif 3 guru Note. Frekuensi berdasarkan laporan 10 guru Bahasa Indonesia di enam sekolah menengah kejuruan di Kota Cirebon . Faktor internal lebih dominan, terutama masalah emosional . dan ketidaktertarikan pada materi . Sementara faktor eksternal, seperti gangguan teman . dan lingkungan tidak kondusif . , juga berkontribusi signifikan. Sebagai upaya mengatasi persoalan tersebut, para guru menerapkan berbagai strategi yang disesuaikan dengan kondisi kelas dan karakter siswa. Strategi pendekatan personal . dan ice breaking . paling sering diterapkan. Berikut adalah rangkuman strategi yang digunakan oleh para guru berdasarkan hasil analisis data: Tabel 3 Strategi guru dalam mengatasi kesulitan fokus belajar siswa Strategi Deskripsi Jumlah guru Pendekatan personal Ice beaking Penggunaan media interaktif Konseling individu untuk memahami masalah Melakukan aktivitas ringan di awal atau tengah pembelajaran untuk menyegarkan Menggunakan video, kuis, atau aplikasi 6 Guru 4 Guru 2 Guru Pengumpulan gawai sebelum Mengurangi distraksi dari gadget dengan 1 Guru jam pelajaran mengumpulkan ponsel sementara waktu Kolaborasi dengan wali Melibatkan guru lain untuk solusi yang lebih 2 Guru kelas/guru BK Teguran langsung Menegur siswa seacara langsung saat tidak 3 Guru fokus, lalu menindaklanjuti jika perlu Note. Data diolah dari hasil kuesioner dan wawancara guru Bahasa Indonesia di enam SMK di Kota Cirebon . Pembahasan Temuan bahwa masalah emosional menjadi penyebab utama ketidakfokusan . sejalan dengan Theory of Human Motivasion (Maslow, 2. , di mana siswa memerlukan rasa aman dan dukungan psikologis sebelum dapat berkonsentrasi pada pembelajaran. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Guru 7. AuSiswa yang melamun biasanya mempunyai masalah dalam keluarga atau pertemanannya. Ay . Mei Selain itu, jam pelajaran juga memengaruhi, siswa lebih fokus di pagi hari, tetapi mengalami penurunan konsentrasi pada siang atau sore karena kelelahan. AuBiasanya tingkat fokus siswa di kelas itu tergantung pada jam pelajaran. Pada jam awal, siswa masih semangat dan tingkat fokusnya tinggi, sedangkan pada jam siang siswa mulai kehilangan fokus karena kelelahan. Ay (Guru 1, wawancara. Mei 2. Gangguan internal juga ditunjukkan melalui perilaku seperti melamun dan tidak menyelesaikan tugas. AuSiswa yang tidak fokus itu biasanya suka melamun, entah karena banyak pikiran atau mungkin sedang tidak paham materi hari Ay (Guru 2, wawancara. Mei 2. Meskipun faktor internal lebih dominan, gangguan eksternal seperti penggunaan gawai dan distraksi teman tetap signifikan. Temuan ini konsisten dengan perspektif behaviorisme Skinner (Slife & Williams, 2. , di mana lingkungan memengaruhi belajar siswa. AuKetidakfokusan siswa sering dipengaruhi penggunaan gawai yang berlebihan. Ay (Guru 4, kuesioner. Juni Sementara itu Guru 7 berpendapat. AuGangguan dari teman, suara bising seta kondisi kelas yang tidak nyaman memengaruhi fokus siswa. Ay . Mei 2. Hlm | 1094 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Strategi pendekatan personal . menunjukkan bahwa guru lebih mengutamakan keterlibatan emosional daripada sekedar disiplin ketat. AuBiasanya guru menggunakan pendekatan personal kepada siswa untuk pendalaman karakter. Ay (Guru 5, kuesioner. Juni 2. Ini sesuai dengan teori Self Determination Theory Deci & Ryan . alam Van den Broeck et al. , 2. , yang menekankan pentingnya kebutuhan otonomi, kompetensi, dan relasi motivasi belajar. Beberapa guru juga memanfaatkan ice breaking . sebagai AuMenerapkan strategi pembelajaran yang mengembangkan kreativitas dan berpikir kritis, disertai ice breaking. Ay (Guru 3, kuesioner. Juni 2. Namun, penggunaan media interaktif . dan pengumpulan gawai . masih jarang, menunjukkan tantangan adaptasi teknologi di kalangan guru. Penelitian ini memperkaya penerapan teori motivasi dalam konteks pembelajaran di sekolah menengah kejuruan. Temuan ini menunjukkan bahwa guru Bahasa Indonesia memiliki ruang strategis dalam membentuk kebiasaan belajar dan kesiapan kognitif siswa melalui pendekatan humanistik. Hasil penelitian ini mendukung pentingnya pelatihan guru yang tidak hanya menekankan aspek metodologis, tetapi juga kompetensi sosial-emosional. Kemampuan guru untuk mengenali tanda-tanda psikologis siswa dan memilih strategi yang sesuai menjadi kunci dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan produktif di sekolah menengah kejuruan. Penelitian ini memiliki keterbatasan dalam jangkauan data dan sumber perspektif. Partisipan hanya terdiri dari guru, sehingga belum memberikan gambaran menyeluruh dari sisi siswa. Temuan ini relevan dalam konteks sekolah menengah kejuruan di Kota Cirebon, di mana dinamika sosial dan akses teknologi cukup tinggi. Namun, generalisasi ke sekolah pinggiran atau daerah rural perlu dikaji lebih lanjut, karena karakteristik siswa dan budaya belajar di wilayah tesebut berbeda secara signifikan. Untuk pengembangan selanjutnya, penelitian dapat melibatkan siswa sebagai partisipan aktif, baik melalui observasi maupun wawancara mendalam. Penelitian komparatif antardaerah atau antartingkat pendidikan juga berpotensi membuka pemahaman yang lebih luas tentang strategi penguatan fokus belajar. Kesimpulan Penelitian kualitatif ini mengungkap bahwa kesulitan fokus belajar siswa sekolah menengah kejuruan di Kota Cirebon dipengaruhi oleh faktor internal seperti masalah emosional dan faktor eksternal seperti gangguan teman. Guru menerapkan strategi seperti pendekatan personal dan ice breaking untuk membangun keterlibatan siswa. Berdasarkan pengalaman guru, strategi tersebut berdampak positif karena mendorong peningkatan atensi dan partisipasi siswa selama pembelajaran. Keberhasilan strategi sangat bergantung pada kemampuan guru dalam menyesuaikan metode pengajaran dengan karakteristik siswa. Temuan ini memperkuat pentingnya dukungan emosional dalam pembelajaran dan menjadi pijakan bagi pengembangan pelatihan guru yang adaktif terhadap dinamika kelas kejuruan. Keterbatasan penelitian ini terletak pada ruang lingkup lokasi yang terbatas, sehingga penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas konteks dan melibatkan lebih banyak partisipan dari wilayah berbeda guna memperkaya pemahaman. Bibliografi Amalia. Sucipto, & Hilyana. Konsentrasi belajar siswa pada mata pelajaran ilmu Jurnal Educatio, 8. , 1261Ae1268. https://doi. org/10. 31949/educatio. Helaluddin. Mengenal lebih dekat dengan pendekatan fenomenologi. Journal of Research Gate, 1Ae15. https://w. net/publication/323600431 Khoerunnisa. , & Aqwal. Analisis model-model pembelajaran. Fondatia, 4. , 1Ae27. https://doi. org/10. 36088/fondatia. Komariah. Janah. Nurhayati. Alfiratin. , & Yusmirani. Efikasi diri akademik: Studi fenomenologi terhadap siswa kelas XI Akomodasi Perhotelan 2 di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri Cirebon. Jurnal Al-Taujih, 9. , 20Ae27. https://ejournal. id/jurnal/index. php/attaujih/ Kumara. Metodologi penelitian kualitatif. Metodologi Penelitian Kualitatif, 3Ae92. Liana. Studi tentang kesulitan fokus anak dalam pembelajaran : Tinjauan Psikologis dan Edukatif. , 26Ae33. https://doi. org/10. 58540/pijar. Hlm | 1095 das-institute. CITIZEN: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia Vol 5. No. 4, 2025 ISSN: 2807-5994 https://journal. das-institute. com/index. php/citizen-journal Maslow. A Theory of Human Motivation Ae Brought to You Free by the Excel Centre. Theory of Human Motivation. August, 1Ae28. Novianto. Fitriani. Deniswa. Izzati. Firdaus. Ningrum. , & Dewi. Analisis kesulitan belajar matematika dalam penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Kependidikan, 12. , 946Ae960. Nurhalizah. Putri. , & Hadiyanti. Peran guru dalam menumbuhkan keterampilan berpikir kritis pada pembelajaran ilmu pengetahuan alam dan sosial. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6. , 128Ae142. https://doi. org/10. 37985/murhum. OECD. Managing screen time: how to protect and equip students against distraction. SecretaryGeneral of the OECD, 124. Pitasari. , & Indrawati. Pengaruh motivasi belajar dan lingkungan belajar terhadap hasil belajar manajemen perkantoran dan layanan bisnis Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Karanganyar. Jurnal Informasi Dan Komunikasi Administrasi Perkantoran, 8. , 615Ae624. http://digilib. id/id/eprint/47808http://digilib. id/47808/9/9. NIM 7173342002 CHAPTER I. Rakha Aditya Putra. Wildan Satio Siregar, & Gusmaneli Gusmaneli. Model pembelajaran adaptif: untuk meningkatkan efektifitas pembelajaran di era digital. ALFIHRIS : Jurnal Inspirasi Pendidikan, 2. , 01Ae09. https://doi. org/10. 59246/alfihris. Rubai. Yunianta. , & Wahyudi. Strategi guru matematika dalam mengatasi kesulitan belajar bagi siswa kelas X Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Salatiga. Satya Widya, 31. , 32. https://doi. org/10. 24246/j. Sapitri. Sahwal. Satifah. , & Takziah. Peran guru profesional sebagai fasilitator dalam kegiatan pembelajaran di sekolah dasar. CaXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar, 3. , 73Ae80. https://doi. org/10. 31980/caxra. Slife. , & Williams. Science and human behavior. WhatAos Behind the Research? Discovering Hidden Assumptions Behavioral Sciences, 167Ae204. https://doi. org/10. 4135/9781483327372. Van den Broeck. Ferris. Chang. , & Rosen. A review of self-determination theoryAos basic psychological needs at work. Journal of Management, 42. , 1195Ae1229. https://doi. org/10. 1177/0149206316632058 Wardani. Abdullah. Hambali. Setyaningtyas. , & Septiani. Upaya guru dalam meningkatkan konsentrasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam. In Jurnal Pendidikan Modern (Vol. Hlm | 1096 das-institute.