JPO: Jurnal Prestasi Olahraga Volume 05 Nomer 08 Tahun 2022 ISSN: 2338-7971 TINGKAT KEPUASAN PEMAIN TERHDAP KUALITAS LAYANAN PENGURUS KLUB SERPONG CITY FC SELAMA PEMUSATAN LATIHAN DI YOGYAKARTA Dimo Aguva*. Moch. Purnomo S1- Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Fakultas Ilmu Olahraga. Universitas Negeri Surabaya *dimo. 17060474097@mhs. Dikirim: 8-12-2022. Direview: 9-12-2022. Diterima: 10-12-2022. Diterbitkan: 19-12-2022 Abstrak Sepakbola merupakan suatu olahraga yang dimainkan 2 tim yang saling berlomba mencetak gol sebanyak Penelitian ini memiliki tujuan melihat tingkat kepuasan pemain terhadap pelayanan yang didapat oleh pemain Serpong City FC dari pengurus klub. Tempat yang dipilih peneliti untuk meneliti adalah di klub Serpong City FC, dengan jumlah populasi 25 orang. Sampel yang terambil sebesar 25 orang. Pada penelitian ini memilih jenis deskriprif kuantitatif, serta metode yang dipilih adalah dengan menggunakan metode survei. Instrumen pada penelitian ini menggunakan kuisoner atau angket yang mengadopsi dari penelitian Fikri. Nanang Fatihi Allafal dengan jenis angket skala likert. Analisis data yang digunakan merupakan deskriptif kuantitatif, microsof excel digunakan untuk menganalisis data. Pada hasil dan pembahasan dari beberapa faktor serta hasil di setiap faktor tersebut, antara lain : faktor tangible. hasil yang dominan berada pada kategori AuSetujuAy dengan hasil persentase sebesar 48% . , faktor reability. hasil yang dominan berada pada kategori AuTidak SetujuAy dengan hasil persentase sebesar 52% . , faktor empati hasil yang dominan berada pada kategori AuSetujuAy dengan hasil persentase sebesar 48% . , faktor responsive. hasil yang dominan berada pada kategori AuTidak SetujuAy dengan hasil persentase sebesar 60% . , dan assurance. hasil yang dominan berada pada kategori AuSetujuAy dengan hasil persentase sebesar 56% . Dari hasil beserta analisis yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa training center klub Serpong city fc selama 3 bulan di Yogyakarta dapat diketahui nilai dominan yang muncul berada dikategori tidak setuju mendpatkan hasil frekuensi . sebesar 12 responden dengan persentase sebesar 48%. Kata Kunci: tingkat kepuasan, kualitas layanan, pemusatan latihan Abstract Footbal is a sport where two teams against each other to score many goals as possible. In this study, the researchers aimed to see the level of player satisfaction with the services received by Serpong City FC players from the club management. The place chosen by the researchers to conduct research is at the Serpong City FC, with a population of 25 people. The sample taken is 25 people. This type of research is a quantitative descriptive using a survey method. The research instrument used a questionnaire or questionnaire. The type of questionnaire researcher selected was a Likert scale questionnaire by adopting fromFikri. Nanang Fatihi Allafal. Data analysis using quantitative descriptive, data processing using Microsoft Excel. From the results and discussion of several factors and the results in each of these factors, among others: the dominant real outcome factor is in the "Agree" category with a percentage result of 48% . , the dominant outcome factor is in the "Disagree" category Ay with a percentage of 52% . , the dominant outcome empathy factor was in the AuAgreeAy category with a percentage result of 48% . , the dominant outcome responsive factor was in the AuDisagreeAy category with a percentage result of 60 % . , and the dominant guarantee of results is in the "Agree" category with a percentage of 56% . From the results of the analysis that has been carried out, it shows that the Serpong city fc training center for 3 months in Yogyakarta is known that the dominant value is in the disagree category with the frequency . of 12 respondents with a percentage of 48%. Keywords: level of satisfaction, quality of service, training center PENDAHULUAN Banyak digunakan untuk berolahraga baik individu maupun kelompok, seperti halnya pada olahraga sepeda banyak sekali komunitas-komunitas yang bermunculan untuk mengisi waktu liburan di hari minggu. Olahraga merupakan aktifitas fisik yang dapat membuat badan lebih sehat dan bugar (Irfanny et al. , 2. Indonesia sendiri terdapat banyak sekali klub, mulai dari olahraga individu maupun olahraga kelompok. Seperti halnya pada olahraga bola besar yaitu Sepakbola merupakan suatu olahraga yang dimainkan 2 tim yang saling berlomba mencetak gol sebanyak banyaknya. Sepakbola yang populer adalah 11 lawan 11, akan tetapi banyak pengembangan dari olahraga ini seperti sepakbola pantai, sepak bola mini . ini socce. Sepakbola merupakan suatu permainan 2 tim dimana permainan ini adalah salah satu permainan popular di masyarakat (Oliveira et al. Sepakbola sendiri memiliki karakteristik diantaranya adalah aerobik yang berupa lari jauh kirakira 10km dan anaerobik seperti keterampilan menendang, menghentikan bola, koordinasi antar tim sepakbola (Mor et al. , 2. Pada tahapan sebelum mengikuti liga, klub akan melakukan training centre . emusatan latiha. untuk pemain-pemain yang akan dimainkan pada saat kompetisi sudah berjalan. Salah satu klub yang melaksanakan trainng centre adalah Serpong City FC, dimana klub ini telah mengikuti komopetisi liga 3 Indonesia zona Banten, dan keluar sebagai juara 3 pada kejuaraan tersebut sehingga berhak lolos pada liga 3 Indonesia putaran nasional. Setelah dipastikan lolos pada putaran nasional. Serpong City FC menggelar pemusatan latihan yang dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta (D. I . Y) selama tiga bulan, dimulai sejak bulan November 2021 sampai dengan Januari 2022 Selama pelaksanaan training centre perlu adanya penilaian atau evaluasi yang dapat digunakan sebagai bahan perbaikan tentang apa saja yang harus ditambah atau dikurangi guna keberhasilan dilaksanakannya pemusatan latihan tersebut dalam mempersiapkan menjalani kompetisi yang akan segera bergulir pada bulan Februari. Dalam usaha meningkatkan pencapaian prestasi, pada saat training centre harus direncanakan dengan sebaik Ae baiknya, disusun dengan teratur, dikelola dengan baik, adanya pengawasan yang optimal dan harus adanya penilaian untuk mengetahui perkembangan dari apa yang ditetapkan sebelumnya. Evaluasi ini dilakukan guna mengetahui serta menilai keefektifan suatu kegiatan. Dalam melihat kefektifan kegiatan pemusatann latihan ini penelitian ini menggunakan tingkat kepuasan pemain ketika mendapatkan pelayanan dari pengurus klub. Kepuasan konsumen dalam hal ini pemain ialah perasaan seseorang yang timbul setelah membandingkan hasil produk yang telah dipikirkan dengan kinerja yang diharapkan (Anggraini & Oktavia, 2. Pada penelitian ini variabel yang akan digunakan adalah variabel tunggal, yaitu tingkat kepuasan pemain terhadap layanan manajemen klub sepak bola Serpong City FC. Definisi operasional pada penelitian ini yaitu tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja manajemen klub sepak bola Serpong City FC yang dirasakan sesuai pada harapan dibagi menjadi 5 faktor yaitu: tangible . asilitas fisi. , reability . , emphaty . , responsive . dan assurance . adalah tampilan fisik, fasilitas, atau sebuah peralatan yang diberikan kepada pemain pada saat berlatih atau training (Hendeniya & Fernando, 2. Reability merupakan suatu layanan yang diberikan sesuai dengan yang telah dijanjikan untuk menawarkan dukungan kepada pemain (Kamal et al. , 2. Emphaty adalah suatu perhatian yang diberikan dari sebuah perusahaan atau club yang menaunginya untuk pemain (Curatman et al. , 2. Responsive adalah suatu pelayanan yang diberikan secara cepat sesuai dengan kebutuhan peserta (Hendrawati, 2. Dan assurance adalah suatu pelayanan yang diverikan untuk memberikan jaminan serta dapat menumbuhkan kepercayaan kepada seseorang (Puspita Sari et al. , 2. Peneliti menggunakan keseluruhan populasi pemain yang ada pada klub tersebut yang berjumlah 25 pemain aktif dan terikat kontrak dengan klub serta mengikuti pemusatan latihan tersebut. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini, peneliti menggunakan survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif serta melibatkan seluruh pemain Serpong City FC yang berjumlah 25 orang. Pada survei yang akan dilakukan peneliti akan menggunakan kuesioner yang berupa closed-end questionere,dimana responden akan memlih alternatif jawaban yang akan disediakan. Penelitian ini dilakukan setelah para pemain Serpong City FC selesai melakukan pemusatan 3 bulan di Yogyakarta pada saat masuk waktu istirahat pemain. Peneliti melakukan penelitian pada klub Serpong City FC bertempat di Yogyakarta. Sekelompok kecil individu ataupun objek yang dapat mewakili suatu penelitian disebut sampel, sampel dapat mencerminkan ciri dan sifat populasi (Winarno, 2. Dikarenakan jumlah pemain Serpong City FC hanya 25 orang maka penelitian ini tidak menggunakan sampel akan tetapi melibatkan keseluruhan populasi. Peneliti mengumpulkan data menggunakan kuesioner. Ketika proses pengumpulan data, peneliti menemui setiap pemain dan menginformasikan kepada pemain tentang penelitian ini. Peneliti lantas menjelaskan petunjuk pengisian kuesioner online melalui google form kepada pemain sebagai responden. Setelah pemain mengisi form lalu data di analisis. Kuesioner adalah instrumen yang akan digunakan berupa angket yang harus diisi oleh orang yang terpilih untuk di jadikan sampel penelitian (Pujihastuti, 2. Angket tersebut berisi pernyataan dari para pemain Serpong City FC tentang tingkat kepuasan terhadap Sejumlah pertanyaan yang harus dijawab oleh responden adalah definisi dari kuesioner (Maksum, 2. Angket dalam penelitian ini merupakan angket skala Likert. Angket ini adalah angket tertutup yang jawaban sudah ditentukan oleh peneliti sehingga responden tinggal memilih jawaban yang sesuai dengan pilihannya. Dalam bukunya (Suharsimi, 2. Skala Likert dimodifikasi menjadi seperti yang tertera berikut ini : sangat setuju (SS), setuju (S), kurang setuju (KS), sangat kurang setuju (SKS). Berikut adalah skor dalam jawban : Tabel 1. Kisi-kisi angket Penelitian Variabel Faktor Tangibles Emphaty Indikator No. Butir Fasilitas fisik 1,2,3,4,5,6,7 Perlengkapan 8,9,10,11 Pegawai/ staff Komunikasi 14,15,16,17, Perhatian 19,20,21,22 Kemudahan 23,24,25,26 Keajegan 27,28,29,30 Tingkat Reability 12,13 Kinerja dan manajemen klub 31,32,33 Kemudahan 34,35,36 Tanggapan kesulitan dan masukan dari Responsive Penghargaan dari manajemen 38,39,40, Jaminan keamanan dan 45,46,47,48. Jaminan 50,51,52,53, 54,55 Assurance Tabel 2. Skala Likert Angket Opsi Jawaban Pernyataan Nilai SKS Teknik analisis data deskriptif presentase adalah teknik yang digunakan pada penelitian ini Untuk mencari besarnya presentase responden, dapat menggunakan rumus : Penjelasan : : Angka presentase : Frekuensi : Jumlah subjek atau responden Sumber : (Hafidz et al. , 2. (Sugiyono, 2009: 93-. skala likert dapat untuk digunakan mengukur pendapat, sikap dan persepsi individu atau sabagian besar orang terhadap fenomena sosial. Dalam mengkategorikan hal tersebut menggunakan mean dan standar deviasi. Tabel 3. Tabel Rumus Dalam Menentukan Rentang Nilai Dalam Setiap Kategori RENTANGAN KATEGORI (Mi 1,5SD. < X O (Mi 3SD. sangat setuju (M. < X O (Mi 1,5SD. (Mi - 1,5SD. < X O (M. tidak setuju (Mi - 3SD. < X O (Mi-1,5SD. sangat tidak setuju Penjelasan : : Mean Ideal = " . aksimum minimu. Sdi 42,43,44 : Standar Deviasi Ideal = # . aksimumAe Maksimum : angka harapan tertinggi Minimum : angka harapan terendah HASIL DIAGRAM BATANG HASIL SECARA KESELURUHAN Penelitian ini dilakukan karena mempunyai tujuan untuk mengevaluasi kualitas layananyang diberikan manajemen kepada pemain Serpong City FC selama pemusatan latihan 3 bulan di Yogyakarta. Terbagi menjadi beberapa faktor dalam angket penelitian ini sehingga faktor-faktor tersebut akan dideskripsikan berupa tabel yang telah disajikan. Berikut ini merupakan hasil data skor keseluruhan juga dengan deskriptif statistik menggunakan diagram batang, sebagai berikut : Tabel 4. Data perolehan nilai secara keseluruhan yang didapatkan dari sampel Mean Median Mode Standart Deviation Maksimal Minimal Sangat Tidak Tidak Setuju Setuju Setuju Sangat Setuju Grafik 1. Diagram Statistik Nilai Keseluruhan Faktor Tangibles Data keseluruhan sudah di deskripsikan hasil dari perolehan responden di tiap faktor. Faktor yang pertama addalah faktor Tangibles, sebagai berikut hasil pada faktor intrinsik : Tabel 6. Hasil Data Skor Faktor Tangibles Data yang telah diperoleh menunjukkan hasil ratarata . Median . ilai tenga. senilai 155, mode . ilai yang sering muncu. senilai 140, standart deviation sebesar 16, nilai minimal sebesar serta untuk nilai maksimal sebesar 183. Dari hasil tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut : Mean Median Mode Standart Deviation Maksimal Minimal Dengan melihat data yang diperoleh diatas dapat diketahui bahwa data skor dari faktor Tangibels dengan hasil nilai rata-rata . Median . ilai tenga. sebesar 32, mode . ilai yang sering muncu. sebesar 29, standart deviation sebesar 3, nilai minimal sebesar 29. serta untuk nilai maksimal sebesar Berdasarkan data skor di atas dapat juga dikategorikan seperti di bawah ini : Tabel 5. Deskriptif Statistik Interval Kategori < 132 Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Interval Kategori Sangat Setuju < 27 Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Total Tabel 7. Deskriptif Statistik Hasil Faktor Tangibels. Dapat dengan jelas dilihat melalui diagram batang yang tertera di bawah ini : Total Sangat Setuju Dapat dengan jelas dilihat melalui diagram batang yang tertera di bawah ini: Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Grafik 2. Diagram Faktor Tangibles DIAGRAM BATANG FAKTOR EMPHATY Dapat dijabarkan kembali hasil tersebut dengan menggunakan diagram batang yang tertera di bawah ini : DIAGRAM BATANG FAKTOR TANGIBLES Total Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Faktor Empathy Setuju Sangat Setuju Grafik 3. Diagram faktor Emphaty Faktor yang mengarah pada perasaan setiap individu dengan teman atau tim merupakan definisi faktor Berikut adalah hasil dari faktor emphaty : Faktor Reability Faktor ketiga adalah rability yang merupakan keandalan atau keterampilan yang di milik pada setiap Dibawah ini merupakan hasil nilai pada faktor intrinsik : Mean Tabel 10. Data Skor Hasil Faktor Reability Median Mode Mean Standart Deviation Median Maksimal Mode Minimal Standart Deviation Maksimal Minimal Tabel 8. Data Skor Hasil Faktor Emphaty Setelah melakukan penelitian maka didapatkan nilai rata-rata . sebanyak 49, median dengan nilai 49, mode dengan nilai 44, standart deviation sebesar 5, nilai maksimal sebanyak 59, dan nilai minimal 43. Dari hasil tersebut dapat dikategorikan sebagai berikut : Interval Kategori Dapat diketahui berdasarkan data di atas bahwa data skor dari faktor reabilitydengan hasil nilai rata-rata . sebesar 19,4. Median . ilai tenga. sebesar 19, mode . ilai yang sering muncu. sebesar 17, standart deviation sebesar 2,4. nilai minimal sebesar 17. untuk nilai maksimal sebesar 24. Dari data skor di atas juga dapat dikategorikan sebagai berikut : < 42 Sangat Tidak Setuju Tabel 11. Deskriptif Statistik Faktor Reability. Tidak Setuju Setuju Tabel 9. Deskriptif Statistik Faktor Emphaty. Interval Kategori < 16 Sangat Tidak Setuju 17-18 Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Total Interval Kategori < 15 Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Total Dapat dijabarkan kembali hasil tersebut dengan menggunakan diagram batang yang tertera di bawah ini: DIAGRAM BATANG REABILITY Dapat dijabarkan kembali hasil tersebut dengan menggunakan diagram batang yang tertera di bawah ini : Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Sangat Tidak Tidak Setuju Setuju Dimana faktor Responsiveness mengarah pada perasaan setiap individu dengan teman atau tim. Didapatkan hasil dari faktor Responsiveness seperti Mean Median Mode Standart Deviation Maksimal Minimal Sangat Setuju Faktor Assurance Faktor ini adalah faktor yang mengarah pada asuransi ata jaminan yang diberikan lembaga. Sebagai berikut yang merupakan hasil dari faktor assurance : Tabel 14. Data skor faktor Assurance Dengan melihat data di atas maka dapat diketahui untuk nilai rata-rata . sebesar 19, median sebesar 18, mode sebesar 18, untuk standart deviation sebesar 2,6. serta nilai maksimal sebesar 24, dan nilai minimal Dengan berdasarkan data skor diatas bisa juga dikategorikan sperti berikut : Tabel 13. Deskriptif Statistik Faktor Responsiveness. Setuju Grafik 5. Diagram faktor Responsiveness Tabel 12. Data Skor Hasil Faktor Responsiveness Faktor Responsiveness Grafik 4. Diagram Faktor Reability DIAGRAM BATANG FAKTOR RESPONSIVENESS Mean Median Mode Standart Deviation Maksimal Minimal Dari data diatas dapat diketahui untuk nilai rata-rata . dengan nilai 36, median 35, mode dengan nilai 31, untuk standart deviation sebesar 4,6. dan nilai maksimal senilai 44, serta nilai minimal yang diperoleh Dari data skor di atas juga dapat dikategorikan sebagai berikut : Tabel 15. Deskriptif Statistik Faktor Assurance. Interval Kategori X < 29 Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Sangat Setuju Total Dapat dijabarkan kembali hasil tersebut dengan menggunakan diagram batang yang tertera di bawah ini Sangat Tidak Setuju Tidak Setuju Setuju Menurut hasil deskriptif statistik pada tabel 9 dideskripsikan sebagai berikut : Untuk kategori AuSangat Tidak SetujuAy nilai persentase yang diperoleh 0% . , pada kategori AuTidak SetujuAy nilai persentase yang diperoleh 48% . , kategori AuSetujuAy nilai persentase sebesar 48% . , untuk kategori yang terakhir AuSangat SetujuAy memiliki persentase sebesar 1% . Dari beberapa kategori tersebut dapat dilihat nilai persentase yang dominan berada pada kategori AuSetujuAy dan AyTidak SetujuAy. Melihat hasil di atas maka disimpulkan bahwa pemain puas dengan pelayanan manajemen dari faktor empati seperti komunikasi yang berjalan baik antara pengurus klub dan pemain, perhatian dan kemudahan pemain menghubungi pengurus klub. Dari tabel 11. Menjelaskan pengkategorian pada faktor reability. Untuk kategori AuSangat Tidak SetujuAy nilai persentase yang diperoleh 0% . , pada kategori AuTidak SetujuAy nilai persentase yang diperoleh 44% . , kategori AuSetujuAy nilai persentase sebesar 52% . , untuk kategori yang terakhir AuSangat SetujuAy memiliki persentase sebesar 4% . Dari beberapa kategori tersebut dapat dilihat nilai persentase yang dominan berada pada kategori AuSetujuAy, sehingga menunjukkan bahwa pemain puas pada faktor tersebut dimana menunjukkan kepuasan terhadap profesionalitas pengurus klub. DIAGRAM BATANG FAKTOR ASSURANCE berada pada kategori AuSetujuAy. Dengan hasil tersebut ini menunjukkan bahwa dari segi perlengkapan, fasilitas fisik serta kelengkapan official tim, pemain merasa puas dengan pelayanan manajemen dari faktor Sangat Setuju Grafik 5. Diagram faktor Assurance PEMBAHASAN Pada tabel 4. Menjelaskan pengkategorian pada faktor intrinsik. Untuk kategori AuSangat Tidak SetujuAy mendapat nilai persentase 0% . , pada kategori AuTidak SetujuAy memperoleh nilai persentase 48% . , kategori AuSetujuAy nilai persentase sebesar 44% . , untuk kategori yang terakhir AuSangat SetujuAy memiliki persentase sebesar 8% . Dari beberapa kategori tersebut dapat dilihat nilai persentase yang dominan berada pada kategori AuTidak SetujuAy. Hasil persentase yang dominan palig tinggi adalah pada kategori tidak setuju. Berdasarkan tabel 7. Menjelaskan pengkategorian pada faktor tangibels. Untuk kategori AuSangat Tidak SetujuAy mendapat nilai persentase 0% . , pada kategori AuTidak SetujuAy memperoleh nilai persentase 44% . , kategori AuSetujuAy nilai persentase sebesar 48% . , untuk kategori yang terakhir AuSangat SetujuAy memiliki persentase sebesar 8% . Dari beberapa kategori tersebut dapat dilihat nilai persentase yang dominan Tabel 13 pada faktor responsiveness dapat dideskripsikan seperti : Untuk kategori AuSangat Tidak SetujuAy nilainya sebesar 4% . , dikategori AuTidak SetujuAy dengan nilainya sebesar 60% . , kategori AuSetujuAy dengan nilai sebesar 28% . , sedangkan pada kategori yang terakhir AuSangat SetujuAy mempunyai persentase sebesar 2% . Dari beberapa kategori tersebut dapat dilihat nilai persentase yang dominan berada pada kategori Ay Tidak SetujuAy, ini menunjukkan bahwa pemain tidak puas terhadap pengurus klub dari segi respon pengurus klub terhadap keluhan pemain dan apresiasi terhadap capaian pemain. Dengan persentase di atas menunjukkan adanya ketimpangan layanan diantara pemain dari faktor responsivnessdan harus ada evaluasi pada kategori ini. Tabel 15 pada faktor assurance dapat dideskripsikan sebagai berikut : Untuk kategori AuSangat Tidak SetujuAy mendapat nilai persentase 4% . , pada kategori AuTidak SetujuAy memperoleh nilai persentase 36% . , kategori AuSetujuAy nilai persentase sebesar 56% . , untuk kategori yang terakhir AuSangat SetujuAy memiliki persentase sebesar 1% . Dari beberapa kategori tersebut dapat dilihat nilai persentase yang dominan berada pada kategori AySetujuAy. Jadi berdasarkan hasil tersebut menunjukkan bahwa pemain puas pada kategori ini dimana pengurus klub dapat dengan baik memberikan layanan berupa pelatih berkalitas serta jaminan kesehatan dan keselamatan yang baik, sehingga hal ini harus dipertahankan dan Menurut hasil yang telah dijabarkan di atas untuk mengevaluasi training center klub Serpong city fc selama 3 bulan di Yogyakarta yang meneliti tentang beberapa faktor antara lain tangible, reability, emphaty, responsive dan assurance. Menurut hasil analisis yang sudah dilakukan menunjukkan bahwa training center klub Serpong city fc selama 3 bulan di Yogyakarta didapatkan hasil bahwa nilai dominan berada pada kategori tidak setuju dengan nilai frekuensi . sebesar 12 responden dan persentase 48%. Kelima faktor tersebut dapat disimpulkan ada beberapa yang sangat mempengaruhi keberhasilan training center klub Serpong city fc seperti pada faktor tangibles, emphaty ,reability, responsive . Sehingga kesimpulan dari hasil data dan pembahasan dari beberapa faktor serta hasil di setiap faktor tersebut, antara lain : faktor tangible hasil yang dominan berada pada kategori AuSetujuAy dengan hasil persentase sebesar 48% . , faktor reability hasil yang dominan berada pada kategori AuTidak SetujuAy dengan hasil persentase sebesar 52% . , faktor emphaty hasil yang dominan berada pada kategori AuSetujuAy dengan hasil persentase sebesar 48% . , faktor responsive hasil yang dominan berada pada kategori AuTidak SetujuAy dengan hasil persentase sebesar 60% . , dan assurance hasil yang dominan berada pada kategori AuSetujuAy dengan hasil persentase sebesar 56% . Sehingga dapat disimpulkan dari analisis tersebut hasil yang telah terlihat dengan kategori Tidak setuju dapat diperbaiki lagi pada semua faktor agar kedepannya dalam program training center . emusatan latiha. yang belum terjangkau oleh pemain bisa diberikan supaya terjadi ketika pemain menjalani aktivitas pemusatan latihan mendapatkan kepuasan terhadap beberapa faktor diantaranya pada faktor reability, responsive, maka dari itu harus terus diperbaiki agar kepuasan seorang pemain tidak menjadi penghalang ketika bertanding. Sedangkan untuk faktor tangible, emphaty, assurance pemain merasa puas karena pada faktor tersebut beberapa hal yang dibutuhkan pemain terpenuhi. Semua itu harus ditingkatkan lagi agar pemain dalam bermain atau bertanding dapatberjalan dengan maksimal dan hasil yang dicapai sesuai dengan tujuan bersama serta apa yang diharapkan serta untuk klub yang menaungi lebih ditingkatkan lagi mengenai pelayanan pada semua pemain agar apa yang mereka lakukan mendapatkan hasil lebih maksimal. SIMPULAN DAN REKOMENDASI Dari hasil dan pembahasan dari beberapa faktor serta hasil di setiap faktor tersebut, antara lain : faktor tangible hasil yang dominan berada pada kategori AuSetujuAy dengan hasil persentase sebesar 48% . , faktor reability hasil yang dominan berada pada kategori AuTidak SetujuAy dengan hasil persentase sebesar 52% . , faktor emphaty hasil yang dominan berada pada kategori AuSetujuAy dengan hasil faktorresponsive hasil yang dominan berada pada kategori AuTidak SetujuAy dengan hasil persentase sebesar 60% . , dan assurance hasil yang dominan berada pada kategori AuSetujuAy dengan hasil persentase sebesar 56% . Berdasarkan kegiatan analisis yang dilakukan telah menunjukkan hasil bahwa pemusatan latihan klub Serpong City FC selama 3 bulan di Yogyakarta mendapatkan kesimpulan bahwa nilai dominan yang berada pada kategori tidak setuju dengan frekuensi . sebesar 12 responden dengan persentase sebesar 48%. Sehingga perlu adanya perbaikan layanan yang diberikan kepada pemain agar pemain nyaman selama kegiatan pemusatan latihan ini dan kegiatan berjalan lancar serta target yang ingin dicapai terwujud demi klub yang saat ini dibela. REFERENSI