HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DI RUANG IGD RSUD BLAMBANGAN BANYUWANGI TAHUN 2015 Diana Kusumawati1. Deny Frandinata1 Prodi S1 Keperawatan STIKES Banyuwangi Korespondensi : Diana Kusumawati, d/a STIKES Banyuwangi Jln. Letkol Istiqlah No. 109 Banyuwangi ABSTRAK Beban kerja perawat adalah volume kerja perawat di sebuah unit rumah sakit, sedangkan volume kerja perawat merupakan waktu yang dibutuhkan untuk menangani pasien per hari. Beban kerja bagi perawat dinyatakan sebagai alokasi penggunaan waktu kerja untuk melaksanakan kegiatan keperawatan langsung maupun tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan beban kerja dengan kinerja perawat di ruang IGD RSUD Blambangan Banyuwangi Tahun 2015. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi korelasi dengan menggunakan desain cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah Semua perawat yang bertugas di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Blambangan banyuwangi tahun 2015 dengan jumlah sampel sebanyak 14 responden. Penentuan sampel menggunakan simple random sampling dan data dianalisis menggunakan uji Chi Square dengan taraf kesalahan 5%. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar beban kerja dalam kategori berat sejumlah 11 responden . ,6%) dan kinerja perawat di ruang IGD RSUD Blambangan Banywangi dalam kategori kurang sejumlah 10 responden . %). Dari hasil analisa Uji Chi Square menggunakan perhitungan manual didapatkan hitung = 0,859. Kemudian hasil dari harga hitung = 0,859 dibandingkan dengan tabel dk = 1 dan = 0,05 ) adalah 3,84 sehingga hitung O tabel maka Ha ditolak dan Ho diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan beban kerja dengan kinerja perawat di ruang IGD RSUD Blambangan Banyuwangi Tahun 2015. Maka penelitian ini dapat disimpulakan bahwa perlu ada peningkatan kinerja atau alokasi penggunaan waktu kerja yang lebih produktif untuk mencapai beban kerja yang seimbang dan perlu ada penilaian kerja secara rutin untuk mendapatkan mutu pelayanan keperawatan yang lebih baik. Kata Kunci: Beban Kerja. Kinerja Perawat PENDAHULUAN Rumah sakit merupakan sebuah sistem, yang manajemen sumber daya manusianya merupakan salah satu sistemnya. Rumah sakit itu sendiri adalah sub sistem dari sistem pelayanan kesehatan yang tidak lain adalah sub sistem dari sistem kesehatan nasional. Rumah sakit sebagai salah satu sub sistem pelayanan kesehatan menyelenggara- kan dua jenis pelayanan untuk masyarakat yaitu pelayanan kesehatan dan pelayanan administrasi. Pelayanan kesehatan mencakup penunjang medis, rehabilitasi medis dan pelayanan perawatan. Pelayanan perawatan tersebut dilaksanakan melalui Instalasi gawat darurat, rawat jalan dan rawat inap (Muninjaya. Pelayanan kesehatan di rumah sakit khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) memiliki peran sebagai gerbang utama jalan masuknya pederita gawat darurat. Kemampuan suatu fasilitas kesehatan secara keseluruhan dalam kualitas, kesiapan dan perannya sebagai pusat rujukan penderita dari pra rumah sakit tercermin kemampuan Instalasi Gawat Darurat di dalam memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas. Di IGD dibutuhkan tenaga Keperawatan profesional dalam hal kesiagaan setiap saat (Hardiyanti. Perawat merupakan tenaga penting dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit khususnya di IGD, mengingat pelayanan keperawatan diberikan selama 24 jam secara terus Pelayanan keperawatan bermutu, efektif dan efisien dapat tercapai bila didukung dengan jumlah perawat yang tepat sesuai dengan kebutuhan (Sukardi, 2. Dalam merencanakan kebutuhan kesehatan Republik Indonesia telah menyusun modul dasar susunan personalia (DSP) yang memuat tentang metode perhitungan tenaga kesehatan yaitu estimasi beban kerja. Dalam metode ini tiap-tiap pegawai dapat dihitung beban kerjanya berdasarkan tugas dan fungsinya. Tenaga perawat, beban kerjanya dapat dilihat berdasar aspek-aspek tugas yang dijalankan menurut fungsi utamanya (Irwandy, 2. Beban kerja merupakan gambaran dari volume Di rumah sakit beban kerja perawat meliputi banyak aspek, beberapa aspek yang berhubungan dengan beban kerja tersebut adalah jumlah pasien yang harus dirawatnya, kapasitas kerjanya sesuai dengan pendidikan yang diperoleh, shift yang digunakan untuk mengerjakan tugasnya yang sesuai dengan jam kerja yang berlangsung setiap hari, serta kelengkapan fasilitas yang dapat membantu perawat menyelesaikan kerjanya dengan baik (Soekamto, 2. Hasil penelitian yang dilakukan International Council Of Nurses (ICN) menunjukkan peningkatan beban kerja perawat telah mengakibatkan 14% peningkatan kematian pasien yang dirawat dalam 30 hari pertama sejak dirawat di rumah sakit. Ini menunjukkan adanya hubungan antara jumlah kematian dengan jumlah perawat per pasien dalam sehari (Rahmawati, 2. Hasil penelitian Departemen Kesehatan . bahwa di Indonesia terdapat 78,8% perawat malaksanakan tugas kebersihan, 63,6% melakukan tugas administrasi dan lebih dari 90% melakukan tugas non keperawatan . isalnya menetapkan diagnosa penyakit, membuat resep dan melakukan tindaka. dan hanya 50% yang melakukan asuhan keperawatan sesuai dengan fungsinya. Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti di ruang IGD RSUD Blambangan Banyuwangi didapatkan data tentang perencanaan kebutuhan perawat dengan Jumlah tenaga keperawatan secara keseluruhan di ruang IGD 15 orang termasuk 1 orang perawat sebagai kepala ruangan dan 1 orang perawat sebagai wakil kepala ruangan. Rata-rata Perbandingan dengan pasien yang dirawat 1: 5-6 pasien pada pagi hari dan 1: 10-15 pasien pada sore dan malam hari dan dari hasil wawancara dengan beberapa perawat yang ada di ruangan lebih dari 50% perawat mengeluhkan tentang beban kerja di ruang IGD yang berat (Medical Record RSUD Blambangan Banyuwangi, 2. Analisis data tersebut di atas merupakan salah satu masalah yang bisa diungkap dalam perencanaan kebutuhan tenaga keperawatan yang masih belum memadai, rasio didasarkan pada jumlah pasien yang dirawat masih belum memenuhi standar dan juga beban kerja yang tinggi dapat mempengaruhi kualitas kinerja perawat. Standar kinerja perlu dirumuskan guna dijadikan tolak ukur dalam mengadakan perbandingan antara apa yang telah diharapkan (Sedarmayanti, 2. Beban kerja yang cukup tinggi bila dilakukan secara terus menerus khususnya di IGD yang melayani pasien gawat darurat selama 24 jam akan mempengaruhi kinerja perawat. Kinerja merupakan hasil kerja baik kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya . Peningkatan kinerja di suatu rumah sakit merupakan gambaran dari keseriusan berbagai pihak termasuk perawat dalam menjalankan proses keperawatan kepada pasien secara optimal. Tuntutan dan kebutuhan asuhan keperawatan yang berkualitas di masa depan merupakan tantangan yang harus dipersiapkan secara benar-benar dan ditangani secara mendasar, terarah, dan sungguh-sungguh dari rumah sakit untuk menciptakan kinerja yang optimal dan dapat memberikan beban kerja yang seimbang terhadap Beban kerja berkaitan erat dengan kualitas kinerja tenaga Analisa beban kerjanya dari tugastugas yang dijalankan berdasarkan fungsinya, tugas tambahan, jumlah pasien yang dirawat, kapasitas kerja sesuai dengan pendidikan perawat, waktu kerja sesuai dengan jam kerja, serta kelengkapan fasilitas. Fluktuasi beban kerja perawat terjadi pada waktu tertentu, sehingga terkadang bebannya sangat ringan dan saat-saat lain bebannya bisa tinggi (Ilyas. Departemen Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan bahwa upaya kesehatan kerja adalah upaya penyerasian antara kapasitas kerja, beban kerja dan lingkungan kerja agar setiap pekerja dapat maupun masyarakat di sekelilingnya, agar diperoleh produktivitas kerja yang optimal. Beban kerja perawat akan memberi dampak terhadap kualitas layanan, terutama dalam meningkatkan (Depkes, 2. penggunaan waktu dalam bekerja Berbagai macam faktor yang . ingkat dapat mempengaruhi kinerja seorang keterlambatan, dan waktu kerja tidak Pada dasarnya tingkat efektif/jam kerja hilan. , dan kinerja perawat dipengaruhi oleh kerjasama dengan orang lain dalam faktor dari dalam diri perawat itu bekerja (Dharma, 2. Penelitian sendiri dan faktor luar perawat. ini ingin membuktikan adanya Faktor dari dalam diri perawat antara hubungan beban kerja dengan kinerja lain pengetahuan dan keterampilan, kompetensi yang sesuai dengan pekerjaannya, motifasi kerja dan METODE PENELITIAN kepuasan kerja. Sedangkan faktor dari luar diri perawat yaitu beban Penelitian dilakukan di ruang kerja dan gaya kepemimpinan dalam IGD RSUD Blambangan organisasi yang sangat berperan Banyuwangi pada bulan Mei 2015. Jenis penelitian yang digunakan pada perawat (Nursalam, 2. penelitian ini adalah kuantitatif Dalam rangka mengoptimalkan dengan desain cross sectional. kinerja perawat, maka upaya untuk Populasi dalam penelitian ini meningkatkan kinerja perawat yaitu adalah Semua perawat yang bertugas antara lain dengan cara pemenuhan di ruang Instalasi Gawat Darurat kebutuhan perawat sesuai dengan (IGD) yang berjumlah 15 orang. perencanaan SDM keperawatan. Sedangkan sampel yang digunakan sebagai responden sebesar 14 orang kondusif dimana potensi dari para yang dipilih secara simple random perawat dapat direalisasi, kulalitas instrumen dalam penelitian . ingkat kesalahan, kerusakan dan ini menggunakan kuesioner. umlah Tabel 1 Definisi Operasional Hubungan beban kerja dengan kinerja perawat di Ruang IGD RSUD Blambangan Banyuwangi Variabel Definisi Alat Skala Kategori Indiktor Operasional Ukur Independen: Keadaan di- Sumber beban Kuesi Ordinal 1. Ringan: Beban mana pera- kerja menurut oner Kerja diha- Everly & Girdano Sedang: dapkan pada dalam Supardi tugas dan . Berat : Beban yang harus pekerjaan yang harus dilakukan seperti observasi pasien selama jam kerja. Dependent: Kinerja Perawat beragamnya jenis yang harus dilakukan, keseimbangan tenaga terhadap jumlah obatobatan dan tindakan penyelamatan pasien. Beban kesulitan atau kerumitan meliputi kontak langsung perawat klien, keseimbangan pengetahuan dan keterampilan terhadap kerja, menjaga kualitas pelayanan rumah sakit, tuntutan keluarga tentang keselamatan pasien, kondisi lemah, membuat keputusan yang harus tepat, tanggung jawab terhadap tugas Perilaku Indikator kinerja Kuesi kerja yang perawat Menurut oner ditampilkan Nursalam . Caring Kolaborasi Ordinal Baik : Cukup : Kurang perawat Empati Kecepatan Courtesy Sincerity Dalam melakukan penelitian, peneliti mengajukan permohonan izin kepada kepala Puskesmas Licin Banyuwangi untuk mendapatkan Etika penelitian terdiri Informed Consent Subyek diberitahukan tentang maksud dan tujuan penelitian. Jika bersedia menjadi responden, harus ada bukti persetujuan Anonymity Respoden mencantumkan namanya pada Confidentiality Kerahasiaan informasi yang diperoleh dari subyek penelitian akan dijamin oleh peneliti (Nursalam, 2. Data yang telah terkumpul lalu kelompok data, yaitu kuantitatif yang berbentuk angka-angka dan data kualitatif yang dinyatakan dalam kata-kata atau simbol. Pengolahan dan analisa data dilakukan dengan tahapan sebagai Coding Memberikan kode-kode pada pertanyaanpertanyaan yang dianggap perlu. Untuk item beban kerja, jawaban : 0-8 4 = Tidak menjadi beban kerja 3 = Beban kerja ringan 2 = Beban kerja sedang 1 = Beban kerja berat Untuk item kinerja perawat, kategorinya adalah: 1 = Tidak pernah dilaksanakan 2= Kadang-kadang dilaksanakan 3 = Sebagian dilaksanakan 4 = Sering dilaksanakan Scoring Penentuan skor atau nilai untuk tiap item dalam penentuan skor atau nilai ditentukan berdasarkan subjektivitas responden. Dalam menggunakan kuesioner dengan jumlah 13 pernyataan untuk responden melalui penghitungan jumlah skor atau kuesioner yang diisi dan 6 pernyataan untuk kinerja perawat. Untuk item beban kerja: Beban kerja ringan : 35-52 Beban kerja sedang : 18 Ae 34 Beban kerja berat : 0-17 Untuk item kinerja perawat: Baik : 17-24 Cukup : 9-16 Kurang : 0-8 Tabulasi Menentukan hasil data yang diperoleh sesuai dengan hasil item (Notoatmodjo, 2. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini adalah Uji Chi Square. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Beban kerja perawat Tabel 1 Distribusi beban kerja perawat di ruang IGD RSUD Blambangan Banyuwangi pada bulan Mei 2015 Beban Kerja Perawat Jumlah Persentase Sedang Berat Kinerja perawat Tabel 2 Distribusi kinerja perawat di ruang IGD RSUD Blambangan Banyuwangi pada bulan Mei 2015 Kinerja Perawat Jumlah Persentase Cukup Kurang Hubungan beban kerja dengan kinerja perawat Tabel 3 Kontingensi hubungan beban kerja dengan kinerja perawat di ruang IGD RSUD Blambangan Banyuwangi pada bulan Mei 2015 Beban Kerja Kinerja Perawat Cukup Kurang Sedang Berat Analisa data menggunakan Beban metode Chi Square di dapatkan 0,859 ( hitun. Kemudian hasil dari hitung = 0,859 dibandingkan dengan tabel dk = 1 dan = 0,05 ) Beban kerja tidak terlepas dari adalah 3,84 sehingga O masing-masing indiviu perawat tabel, maka Ha ditolak dan Ho karena setiap individu memiliki Dengan demikian dapat daerah kerja dimana beban kerja disimpulkan bahwa tidak ada hubungan beban kerja dengan kinerja perawat di ruang IGD RSUD itu sendiri (Shocker, 2. Blambangan Banyuwangi Tahun Adapun faktor yang mempenga2015. ruhi beban kerja tersebut antara lain jumlah pasien per hari, jenis Pembahasan kelamin, umur, dan status Beban Kerja Berdasarkan hasil penelitiBerdasarkan hasil penelitian an, dapat diketahui bahwa menunjukkan bahwa sebagian sebagian besar beban kerja besar beban kerja perawat di perawat di ruang IGD RSUD ruang IGD RSUD Blambangan Blambangan Banyuwangi dalam Banyuwangi dalam kategori kategori berat sejumlah 11 Beban kerja perawat responden . ,6%). dalam katogori berat pada beban kerja kuantitatif yaitu melakukan observasi klien secara ketat selama jam kerja dan banyaknya perkerjaan yang harus dilakukan demi keselamatan klien. Hal ini sesuai dengan hasil tabulasi yang terendah yaitu dengan jumlah nilai 16 . %). Tidak hanya beban kerja kuantitatif tetapi terdapat juga pada beban kerja kualititaif yaitu tuntutan yang dihadapkan saat menghadapi klien dengan karakteristik tak berdaya, koma dan kondisi Hal ini sesuai dengan hasil tabulasi beban kerja yang menunjukkan angka terendah dengan jumlah nilai yang sama dengan beban kerja kuantitatif yaitu dengan jumlah nilai 16 . %). Jumlah Rata-rata pasien perhari mencapai A 40 pasein dengan 14 orang perawat dan perbandingan jumlah perawat dengan pasien yang dirawat 1: 56 pasien pada pagi hari dan 1: 10-15 pasien pada sore dan malam hari. hal ini menunjukkan ketidakseimbangan antara jumlah pasien yang dirawat dengan jumlah perawat yang ada. Kebutuhan tenaga kepera-watan yang ada di ruang IGD RSUD Blambangan memadai, dan rasio kebutuhan didasarkan pada jumlah pasien yang dirawat masih belum memenuhi standar. Semua hal itu berdampak terhadap beban kerja perawat IGD akibatnya sebagian besar beban kerja perawat IGD dalam kategori Jika dilihat dari jenis kelamin responden, mayoritas responden dengan beban kerja berat adalah laki-laki. Dari 11 beban kerja berat, sebanyak 10 responden . ,4%) adalah lakilaki. Menurut Manuaba dan Prihatini . , faktor yang berasal dari reaksi beban kerja internal adalah Reaksi tubuh disebut strain. Berat ringannya strain dapat dinilai baik secara Faktor internal meliputi faktor somatis . enis kelamin, ukuran, status gizi, kondisi kesehata. , faktor psikis . otivasi, persepsi, kepercayaan, keinginan, dan Jenis kelamin sangat berpengaruh terhadap beban kerja karena kekuatan tubuh yang dimiliki oleh seorang lakilaki lebih besar dari pada Dari kenyataan yang ada dapat diperlihatkan ketika perawat di ruang IGD RSUD Blambangan mempunyai tugas dalam hal pekerjaan berat seperti mengantar pasien ke ruangan rawat inap, memindahkan pasien dari ambulan ke ruang IGD, melakukan resusitasi jantung paru dan lain sebagainya, hal tersebut dilakukan oleh perawat yang berjenis kelamin laki-laki. Jika dilihat dari umur responden, lebih dari setengahnya responden dengan beban kerja berat yaitu berumur O 30 Dimana dari 11 beban responden . ,9%) berumur O 30 tahun. Menurut Suryani . , menyesuaikan diri pada situasisituasi dalam bekerja dan proses pemahaman serta kematangan dalam bekerja dapat dicapai pada umur 30-45 tahun. Di usia yang masih muda, proses pembelajaran dalam hal adaptasi terhadap pekerjaan dan penyesuaian terhadap situasi yang baru masih sangat dirasakan oleh responden yang masih berada di umur usia muda sehingga membutuhkan ketekun-an dan semangat untuk memperoleh aktualisasi diri dalam bekerja. Jika dilihat dari status kepegawaian, lebih dari setengahnya responden dengan beban kerja berat adalah NON PNS. Dimana dari 11 beban kerja berat, sebanyak 6 . ,9%) responden adalah NON PNS. Semua perawat akan melakukan sungguhsungguh untuk mencapai kinerja yang optimal dengan beban kerja yang seimbang tetapi bila tidak diimbangi dengan kebutuhan memadai akan menghambat kualitas kinerja perawat yang perawat menjadi berat. Perawat berusaha agar mencapai hasil kerja yang optimal walaupun dengan kondisi yang tidak seimbang antara jumlah tenaga perawat dengan jumlah pasien yang datang ke IGD. Kinerja Perawat Berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa sebagian besar kinerja perawat IGD RSUD Blambangan Banyuwangi dalam kategori kurang sejumlah 10 responden . %). Kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pekerja dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya dimana dipengaruhi oleh faktor kemampuan dan motivasi (Mangkunegara, 2. Penilaian prestasi kerja adalah suatu proses sistematik untuk mengevaluasi kelebihan dan kekurangan setiap karyawan serta menemukan jalan untuk Penilaian dilakukan terhadap kinerja perawat sampai sejauh mana kinerja sesuai dengan standart atau tujuan yang telah Penilaian kinerja perlu dilakukan agar proses manajemen dapat berjalan secara Perawat menyadari bahwa dokumentasi keperawatan responsibilitas . anggung jawa. dan akuntabilitas . anggung guga. bagi perawat untuk memberikan pelayanan yang baik dengan kinerja yang (Aditama. Adapun faktor yang mempengaruhi kinerja tersebut antara Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kinerja perawat di ruang IGD RSUD Blambangan Banyuwangi dalam kategori Lebih dari setengahnya masa kerja perawat IGD RSUD Blambangan Banyuwangi bekerja antara 2-3 tahun. Dimana dari 10 kinerja perawat kurang, sejumlah 6 responden . ,9%) yang bekerja antara 2-3 Menurut Suyanto . , faktor eksternal yang berasal dari luar diri pekerja salah satunya adalah organisasi kerja seperti lamanya masa kerja yang dapat mempengaruhi beban kerja perawat. Pekerjaan yang dilakukan oleh perawat dengan rentang masa kerja 2-3 tahun masih tergolong baru. Proses adaptasi yang dilakukan dengan rentang kerja 2-3 tahun masih blum mempunyai pengalaman yang cukup untuk melakukan pekerjaan-pekerjaan yang membutuhkan Proses adaptasi terhadap pekerjaan membutuh-kan waktu minimal 2 tahun agar mampu melakukan pekerjaan dengan kinerja yang optimal. Lama waktu kerja yang dimiliki oleh perawat IGD RSUD Blambangan tergolong masih baru, apalagi banyak diantara mereka yang yang mengeluhkan tentang peningkat-an kinerja tidak akan tercapai karena tidak sesuai dengan kebutuhan tenaga keperawatan ada. Rata-rata mereka bekerja dengan 3 orang dalam satu shift kerja dengan rata-rata pasien A 40 pasien Hal ini sesuai dengan hasil rekapitulisi yang menunjukkan angka tertinggi dengan jumlah nilai 24 yaitu pada Apabila perawat bekerja hanya dengan 3 orang dalam satu shift kerja dengan jumlah pasien rata-rata A keinginan untuk memberikan kinerja yang optimal dengan pelayanan yang segera mungkin tidak akan bisa dilakukan karena dengan jumlah pasien yang banyak tidak akan bisa memberikan pelayanan yang segera dengan waktu tunggu yang pendek untuk mendapatkan pelayanan medis. Jika dilihat dari status perkawainan responden, sebagian besar responden berstatus Dari 10 kinerja kurang, sejumlah 7 . %) responden berstatus menikah. Hal ini dapat mempengaruhi kinerja perawat dalam memberikan pelayanan yang prima karena responden harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam rumah Kondisi ini menuntut responden untuk bekerja lebih giat agar mendapatkan hasil kerja yang optimal sehingga memperoleh prestasi kerja yang baik dan hal itu akan mendorong untuk peningkatan karir selanjutnya. Tetapi seiring dengan antara jumlah perawat dengan jumlah pasien yang datang ke IGD maka perawat dituntut untuk lebih memacu kualitas kinerja dengan beban kerja yang Akibatnya tidak satu responden pun yang memiliki kinerja yang baik karena ketidakseimbangan rasio tenaga kerja dengan jumlah pasien. Jika dilihat faktor pendidikan, lebih dari setengah-nya responden berpendidikan S1 Dari 10 kinerja kurang, sejumlah 6 responden ,9%) Menurut Notoatmojo belakang pendidikan dan masa kerja seseorang akan mempengaruhi kemampuan pemenuhan kebutuhannya sesuai dengan tingkat pemenuhan kebutuhan yang berbeda-beda. Pendidikan dalam arti formal adalah suatu proses penyam-paian materi guna mencapai perubahan dan tingkah laku. Pada jenjang pendidikan S1 keperawatan ini lebih ditekankan pada proses berfikir secara intelektual dan kritis yang didukung oleh skill dalam dunia kerja khususnya di Ketika responden memasuki dunia kerja, mereka dituntut untuk melakukan analisa masalah berdasarkan teori yang ada dan juga skill yang mempuni. Dari kenyataan yang ada, tenaga kerja IGD RSUD Blambangan Banyuwangi sudah memiliki skill yang cukup dan teori yang mempuni untuk melakukan analisa masalah serta keperawatan sesuai dengan standar operasional prosedur yang ada. Tetapi tidak didukung oleh jumlah tenaga yang perbandingan jumlah pasien dengan tenaga keperawatan yang Meskipun seorang perawat yang memiliki intelektual yang tinggi dengan kemampuan yang mumpuni, apabila tidak sesuai dengan perbandingan jumlah pasien dengan tenaga yang ada maka tidak akan bisa melakukan pekerjaannya untuk mencapai kinerja yang optimal. Hubungan Beban Kerja dengan Kinerja Perawat Hasil perhitungan didapatkan = 0,859 ( hitun. Kemudian hasil dari harga hitung = 0,859 dibandingkan tabel dk = 1 dan = 0,05 ) adalah 3,84 sehingga O tabel, maka Ha ditolak dan Ho diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan beban kerja dengan kinerja perawat di ruang IGD RSUD Blambangan Banyuwangi Tahun Beban kerja adalah frekuensi kegiatan rata-rata dari masing-masing pekerjaan dalam jangka waktu tertentu (Irwandy. Sedangkan kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya dimana (Mangkunegara, 2. Faktor yang mempengaruhi beban kerja perawat terdiri dari quantitative workload sedangkan faktor yang mempengaruhi kinerja perawat adalah faktor internal dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan beban kerja dengan kinerja Ada beberapa faktor kinerja perawat IGD secara Beban kerja tersebut tidak mempengaruhi kinerja perawat IGD secara langsung terlepas dari masing-masing individu perawat karena setiap individu memiliki daerah kerja dimana beban kerja tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja seorang perawat itu sendiri yang diakibatkan karena suatu hal yang lain seperti stres kerja, lingkungan kerja, motivasi kerja dan gaji yang belum UMR. Dalam hal gaji perawat. Jika dilihat dari status kepegawaian, responden dengan beban kerja berat adalah NON PNS. Dimana dari 11 beban kerja berat, sebanyak 6 responden . ,9%) adalah NON PNS. Gaji yang diterima oleh pegawai NON PNS di rumah sakit blambangan masih belum memenuhi standart UMR PEMKAB Banyuwangi yakni 1,4 juta. Data yang diperoleh dari ruang IGD berdasarkan hasil wawancara terhadap 6 pegawai NON PNS di ruang IGD, rata-rata gaji 6 pegawai NON PNS tersebut masih berada pada kisaran 1 juta rupiah. Hal ini yang mungkin membuat para perawat khususnya pegawai NON PNS tidak memiliki motivasi yang tinggi untuk meningkatkan prestasi kerja kinerja perawat seacara optimal. Selain itu ada faktor lain yang berpengaruh terhadap beban kerja perawat yakni merupakan faktor yang paling tinggi dalam beban kerja Workload variability terjadi karena naik turunnya beban kerja yang diterima oleh perawat seperti tinggi rendahnya beban shift kerja yang diterima dalam bekerja melayani pasien dengan intensitas pasien yang Beban shift yang diterima dapat mempengaruhi perawat dalam memberikan pihak manajemen juga perlu memperhatikan secara serius beban kerja yang diterima oleh perawat. Apabila beban kerja yang diterima terlalu besar maka akan dapat menimbulkan stres kerja yang bisa mempengaruhi motivasi kerja dan Perlu dilakukan evaluasi secara terus menerus serta memonitoring beban kerja para karyawan agar tetap berada dalam batas yang wajar dan sesuai dengan tugas yang telah diberikan. Beban kerja yang normal dapat karyawan karena karyawan akan merasa nyaman dan tidak mengalami stres dalam bekerja sehingga kinerja mereka menjadi lebih baik. Analisa beban kerjanya dari tugas-tugas yang dijalankan berdasarkan fungsinya, tugas tambahan, jumlah pasien yang dirawat, kapasitas pendidikan perawat, waktu kerja sesuai dengan jam kerja serta kelengkapan fasilitas. Fluktuasi beban kerja perawat terjadi pada jangka waktu tertentu. Sehingga terkadang bebannya sangat ringan dan saat-saat lain bebannya bisa berlebihan. Beban kerja perawat ringan apabila didukung dengan kebutuhan tenaga keperawatan yang sesuai dengan penghitung-an dan analiasa kebutuhan tenaga Dalam penelitian ini tidak didapatkan beban kerja kerja perawat ringan hal itu disebabkan karena perbandingan jumlah pasien yang datang ke IGD tidak sesuai dengan jumlah perawat yang bekerja pada setiap shift yang hanya berjumlah 3 memiliki motivasi yang tinggi untuk bekerja apabila tidak didukung oleh jumlah tenaga yang memadai akan tetap mempengaruhi kinerjanya. Akbiatnya dari kursioner yang dibagikan sampel sebanyak 14 responden, tidak didapatkan responden yang masuk dalam ketegori beban kerja ringan. Peningkatan kinerja di suatu rumah sakit merupakan gambaran dari keseriusan berbagai pihak termasuk perawat dalam menjalankan proses keperawatan kepada pasien secara optimal. Tuntutan dan kebutuhan asuhan keperawatan yang berkualitas di tantangan yang harus dipersiapkan secara benar-benar dan ditangani secara mendasar, terarah, dan sungguh-sungguh optimal dan dapat memberikan beban kerja yang seimbang Dalam penelitian ini tidak didapatkan kinerja perawat dalam kategori Proses penilaian kinerja yang baik harus didukung oleh beberapa faktor yang mempengeruhi seperti perkawinan, masa kerja dan tingkat pendidikan. Tetapi dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar besar perawat dalam masa kerja 2-3 Hal ini tergolong masa kerja yang baru yang membutuhkan proses adaptasi dan ketekunan untuk menye-suaikan diri terhadap pekerjaan yang ada sehingga proses penilaian untuk pencapaian kinerja yang baik tidak bisa didapatkan akibat dari kemampuan dalam hal adaptasi dengan beban kerja yang berat yang menuntut prosfesionalisme dalam bekerja. Dalam hal perawat berpendidikan S1 yang didukung oleh kemampuan intelektual dan skill yang memadai tetapi hal tersebut tidak akan mampu dilakukan apabila keperawatan dengan jumlah pasien tidak seimbang. Hal inilah yang membuat kinerja perawat masih tergolong kurang. Dalam hal status perkawainan, sebagian besar perawat sudah mempengaruhi perawat dalam memberikan pelayanan yang prima karena responden harus kebutuhan hidup dalam rumah Ditambah kondisi perkerjaan yang tidak seimbang dengan jumlah kenaga keperawatan yang ada. Hal tersebut semakin menguras tenaga bagi para perawat yang bekerja di ruang IGD dan hal itu tidak bisa membuat mereka optimal terhadap pelayanan kesehatan yang harus diberikan kepada pasien yang dapat berdampak terhadap kinerja perawat itu sendiri. sakit juga harus memberikan pemenuhan standart gaji yang sesuai dengan UMR yang berlaku agar dapat memberikan motivasi kepada perawat untuk bekerja secara optimal demi tercapainya mutu pelayanan keperawatan yang optimal. Penelitian selanjutnya dapat berbeda dan sampel yang lebih besar karena dalam penelitian ini tidak ditemukan hubungan beban kerja dengan kinerja perawat sehingga dapat memperbaiki kekurangan dalam penelitian yang sekarang. KESIMPULAN Sebagian besar beban kerja perawat di ruang IGD RSUD Blambangan Banyuwangi dalam kategori berat sejumlah 11 responden . ,6%). Sebagian besar kinerja perawat IGD RSUD Blambangan Banyuwangi dalam kategori kurang sejumlah 10 responden . %). Dari hasil Uji Chi Square = 0,859 ( hitun. Kemudian hasil dari harga hitung = 0,859 dibandingkan tabel dk = 1 dan = 0,05 ) adalah 3,84 sehingga O tabel, maka Ha ditolak dan Ho diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan beban kerja dengan kinerja perawat di ruang IGD RSUD Blambangan Banyuwangi Tahun DAFTAR PUSTAKA Ali. Zaidin . Dasar-dasar Keperawatan Profesional. Jakarta: Widya Medika Budiarto. Eko. Biostatistika. Jakarta: EGC Depkes RI . Penelitian Terkait Beban Kerja Perawat. Jakarta: Universitas Indonesia Depkes RI . Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta. Dharma. Agus . Manajemen Supervisi. Jakarta: Raja Grafindo Persada Foster. Bill dan Karen R. Seeker . Pembinaan Untuk Meningkatkan Kinerja Karyawan. Jakarta: PPM Hardiyanti . Keperawatan Gawat Darurat. Jakarta: Salemba Medika Hidayat. Riset Keperawatan Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta: Salemba Medika SARAN