E-ISSN : 2722-3612 Hal: 133-141 Vol. 6 No. 2, 2025 This article is licensed under https://doi. org/10. 46838/jbic. Article Upaya Peningkatan Hasil Belajar Bola Voli Menggunakan Pendekatan Bermain Zaki Divo Marzuki1. Lutfi Irawan Rahmat2. Edi Irwanto3. Riska Fita Lestari4A 1 Sekolah Menengah Pertama (SMP) MaAoarif Wongsorejo. Banyuwangi 2,3 Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Universitas PGRI Banyuwangi 4 Program Studi Teknik Elektro. Universitas PGRI Banyuwangi 1 zakidivo14@gmail. com 2 lutfiirawan04@gmail. com 3 irwantoedi88@mail. com 4 riskafl28@mail. Coresponding Author: riskafl28@gmail. ABSTRACT This research aims to improve volleyball educational outcomes through the application of engaging learning methodologies within the framework of Physical Education and Health Education. Basic techniques including the down serve, top serve, smash, block, down pass, and up pass were studied. An intervention designed to improve volleyball learning outcomes through an engaging methodology was conducted at Ma'arif Wongsorejo Junior High School during the 2024/2025 academic year. The results of this study demonstrated significant improvements in the educational outcomes of students at Ma'arif Wongsorejo Junior High School who participated in the cat-and-cat game methodology. A comprehensive analysis covering three aspects of educational outcomesAipsychomotor, affective, and cognitiveAiinitially revealed that among a group of 30 students, 18 students passed while 12 failed, representing a psychomotor achievement rate of 24%, affective at 20. 6%, and cognitive at 22. The average score at the beginning of the study was 60%, indicating that 40% of students In cycle I, significant improvements in educational outcomes were recorded, with 24 students passing and 6 failing, resulting in an average score of 80%, with 20% of students failing. The psychomotor, affective, and cognitive achievement rates were 25. 1%, 22%, and 25. 5%, respectively. In Cycle II, students demonstrated further progress in educational outcomes, with 27 students passing and 3 failing, culminating in psychomotor, affective, and cognitive achievement levels of 27. 4%, 25. 5%, and 26. 4%, respectively, and an average score of 90%, culminating in a 90% pass rate among students, thus concluding the action research without progressing to additional cycles. Keywords: Learning. Volley Ball. Improving. Playing. PTK Artikel Info Masuk Oktober 11, 2025 Revisi November 18, 2025 Diterima Desember 30, 2025 Terbit Januari 09, 2026 PENDAHULUAN Pembelajaran dikonseptualisasikan sebagai upaya sistematis yangdilakukan dengan tujuan eksplisit, salah satunya menekankan promosikeberhasilan siswa. Hal ini ditandai sebagai serangkaian kegiatan pendidikanyang dapat sangat mempengaruhi kinerja akademik siswa (Maasrukhin &Ratnasari 2. Pembelajaran terjadi dalam lingkungan pendidikan yangdifasilitasi oleh pendidik dalam hubungannya dengan peserta didik. Menurut Rohmah . berpendapat bahwa, setelah pemeriksaan kritis,pembelajaran mewujudkan proses interaktif yang mencakup tiga konstituenutama: peserta, pendidik, dan sumber daya pendidikan semuanya berfungsidalam lingkungan belajar tertentu. A 2025 The Authors Published by MAN Insan Cendekia Jambi Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Pendidik membantu dalam perolehan pengetahuan, keterampilan, kebiasaan, serta memelihara sikap dan keyakinan di antara peserta dalamkonteks pendidikan. Pada dasarnya, pembelajaran berfungsi sebagaimekanisme yang dirancang untuk memfasilitasi individu yang berpendidikandalam mewujudkan hasil pendidikan yang efektif. proses ini dicirikan sebagaiketerlibatan seumur hidup yang dapat bermanifestasi di berbagai konteksdan pada setiap titik temporal (Djamaluddin & Wardana 2. Gagasanpembelajaran itu sendiri menggambarkan proses interaktif di antara pesertadidik, pendidik, dan sumber daya pendidikan dalam lingkungan belajar Menurut Pane & Dasopang . esensi dari fenomenapembelajaran dapat digambarkan sebagai upaya prosedural, secara khususmelibatkan pengaturan sistematis konteks lingkungan yang menyelimutipeserta pendidikan, sehingga memfasilitasi dan meningkatkan keterlibatanmereka dalam proses pendidikan. Dalam bidang pendidikan jasmani, contohmenonjol dari olahraga tim terkemuka dalam skala besar diwakili oleh bolavoli. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di lapangan, menunjukkanbahwa hasil pendidikan yang terkait dengan pengajaran bola voli dikalangan siswa di SMP Ma'arif Wongsorejo kurang optimal. Sebagian besarsiswa bertahan dalam menunjukkan pemahaman yang tidak memadaitentang pelaksanaan yang tepat dari teknik bola voli dasar. Kekuranganpenting telah diidentifikasi dalam keterampilan top serve, bottom serve, block. , smash, down pass, dan top pass. Dalam kerangka pendidikan bolavoli yang disampaikan oleh instruktur sekolah, instruksi berlangsung dilapangan, kemudian memberikan siswa dengan konten yang berkaitandengan bola voli, diikuti oleh arahan bagi siswa untuk rajin melatih semua teknik bola voli dasar, dengan hasil dinilai melalui ukuran kualitatif dankuantitatif. Metode pembelajaran semacam itu cenderung mengurangiketerlibatan siswa, akibatnya mengakibatkan penurunan tingkat aktivitasselama fase pembelajaran, yang pada akhirnya memuncak pada hasilkinerja yang kurang optimal. Penerapan pendekatan pembelajaran berbasis permainanmengharuskan kreativitas dan inisiatif instruktur pendidikan jasmani untukmerancang kegiatan instruksional yang menarik, dengan tujuan tambahanuntuk membina lingkungan yang kondusif bagi motivasi siswa untukmendukung dan membantu satu sama lain dalam menguasai teknik bolavoli dasar yang diberikan oleh pendidik. Berdasarkan uraian diatas penggunaan pendekatan bermaindiharapkan bisa meningkatkan hasil belajar bola voli yang mudah dipahamidan bisa memotivasi siswa-siswi dalam pembelajaran. Untuk itu penelitimenggunakan judul Upaya Peningkatan Hasil Belajar Bola VoliMenggunakan Pendekatan Bermain. METODE PENELITIAN Pada penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan dalam batasbataskelas untuk memastikan penerapan elemen spesifik yang terkait denganmateri pelajaran yang sedang diselidiki (Cahyanti & Hariyanto, 2. Intinya, penelitian tindakan kelas merupakan studi yang dilakukan dalam pengaturankelas yang bertujuan untuk menjelaskan penyebab dan efek intervensi yangditerapkan di dalamnya. Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Penelitian tindakan kelas ini akan menggunakan model siklus yang terdiri dari komponen fundamental yang dieksekusi dalam siklus berulang. Kerangka kerja yang diusulkan oleh Kemmis dan McTaggart, yang mencakup empat elemen integral: perencanaan, implementasi, observasi, dan rekayasa ulang, akan digunakan dalam upaya investigasi ini. Mereka sering terlambat dan menunjukkan kurangnya disiplin selama kegiatan pemanasan . , karena mereka cenderung lebih pasif dalam mendengarkan daripada terlibat dalam penyelidikan atau mengekspresikan pendapat mereka. Dalam aspek kognitif, pemahaman siswa tentang tujuan dan langkah-langkah prosedural yang terkait dengan teknik dasar bola voli masih belum HASIL DAN PEMBAHASAN SMP Ma'arif Wongsorejo, penelitian aksi kelas dilakukan. Untuk memastikan apakah metode bermain kucing meningkatkan hasil pembelajaran bola voli, penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian yang dilakukan di SMP Ma'arif Wongsorejo terdiri dari sampel 30 siswa, terdiri dari 19 laki-laki dan 11 perempuan. Fokus penelitian ini adalah pada masalah hasil belajar yang tidak optimal dalam pengajaran bola voli, ditambah dengan kurangnya motivasi yangterlihat di antara siswa. Misalnya, dalam aspek psikomotor, kemahiran siswa dalam menerapkan teknik dasar bola voli tetap tidak memadai. Dari perspektif afektif, siswa menunjukkan kekurangan kepercayaan diri ketika menunjukkan teknik yang benar atau memimpin pemanasan di depan rekan-rekan mereka. Awal Studi Siklus PSIKOMOTORIK AFEKTIF KOGNITIF JUMLAH Waktu Gambar 1. Siklus Awal Studi Kesimpulan diawal studi psikomotorik hanyam encapai 24%, afektif 20,6%, kognitif 22,8% jumlah 67,5% yang tuntas hanya 18 peserta didik mencapai 60% dan yang tidak lulus 12 peserta didik mencapai 40% nilai klasikal 85% di awal studi belum mencapai nilai klasikal maka perlu dilakukan tindakan lanjutan di siklus berikutnya di siklus I. Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Siklus I Siklus I PSIKOMOTORIK AFEKTIF KOGNITIF JUMLAH Waktu Gambar 2. Siklus I Kesimpulan setelah diberikan tindakan di siklus 1 ada peningkatan di siklus I di awal studi hanya 60% peserta didik yang lulus di siklus I menjadi 80% pesertadidik yang lulus. Psikomotorik meningkat menjadi 25,1%, afektif 22% dan kognitif 25,5% Jumlah 72,7%. Di siklus I meningkat 5,2 % di mulai dari awal studi Karena nilai klasikal masih kurang dari 80% maka di lanjutkan di siklus berikutnya. Siklus II Siklus II PSIKOMOTORIK AFEKTIF KOGNITIF JUMLAH Waktu Gambar 3. Siklus II Kesimpulan jadi nilai siklus I hanya 72,7% meningkat di siklus II menjadi 79,3% Psikomotorik 27,4% Afektif 25,5% Kognitif 26,4%. Dikarenakan sudah mencapai nilai klasikal yang sudah ditargetkan peneliti maka tidakdilanjutkan di siklus berikutnya. Jurnal Bina Ilmu Cendekia https://jurnal. id/index. php/jbic/index Article Diagram Nilai Total LULUS TIDAK LULUS Column1 Studi Awal Siklus I Siklus II Gambar 4. Total Siklus Kesimpulan dari diagram di atas dapat disimpulkan bahwa dalam pembelajaran bola voli peserta didik mengalami peningkatan hasil belajar dengan menggunakan pendekatan bermain kucing-kucingan. Pesertadidik di SMP MaAoarif Wongsorejo menunjukkan keseriusan dan motivasi peserta didik dalam mengikuti pembelajaran bola voli meningkat dari studi awal mengikuti pembelajaran sampai pada siklus I dan siklus II mengalami peningkatan di setiap pertemuan pembelajaran bola voli. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian maka dapat diambil kesimpulan dari keseriusan peserta didik dalam mengikuti pembelajaran bola voli dengan menggunakan pendekatan bermain mampu meningkatkan hasil belajar bola voli. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar dari awal studi hanya psikomotorik 24%, afektif 20,6% dan kognitif 22,8% total 67,5% yang lulus meningkat di siklus I menjadi psikomotorik 25,1%, afektif 22% dan kognitif 25,5% total 72,7% dan di siklus II meningkat kembali menjadi psikomotorik 27,4%, afektif 25,5% dan kognitif 26,4% total 79,3%. Nilai tidak lulus awal studi yang mencapai 12 peserta didik atau 40% mengalami penurunan di siklus I menjadi 6 peserta didik atau 20% dan di siklus II juga mengalami penurunan menjadi 3 peserta didik atau 10% peserta didik yang tidak Dikarenakan nilai klasikal yang ditargetkan sudah tercapai maka peneliti tidak melanjutkan ke siklus berikutnya. REFERENSI