JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Vol. 8 No. 2 Tahun 2023 | 87 Ae 96 JPK : Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan http://journal. id/index. php/JPK/index ISSN 2527-7057 (Onlin. ISSN 2549-2683 (Prin. Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada Kurikulum Merdeka Reza Ayu Fidyaningrum A 1. Wibowo Heru Prasetiyo A 2 Informasi artikel Sejarah Artikel : Diterima Mei 2023 Revisi Juni 2023 Dipublikasikan Juli 2023 Keywords : Perhatian Orang Tua. Hasil Belajar. Pancasila dan Kewarganegaraan How to Cite : Fidyaningrum. Prasetiyo. Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Hasil Belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan pada Kurikulum Merdeka. Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan, 8. DOI: http://dx. org/10. 9/jpk. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui seberapa besar perhatian orang tua mempengaruhi hasil belajar Pendidikan Pancasila pada Kurikulum Merdeka. Metode penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner atau angket, obervasi, dan dokumentasi. Kuesioner atau angket secara langsung yang dibagikan kepada 90 siswa yaitu kelas VII. Vi, dan IX MTs Darussalam Bandung. Kabupaten Boyolali. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi sederhana. Data kemudian dianalisis menggunakan software SPSS 26 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhatian orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar PPKn. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar Pendidikan Pancasila pada Kurikulum Merdeka sebesar 35%. Dengan kata lain, semakin tinggi perhatian yang diberikan orang tua kepada siswa maka semakin tinggi hasil belajar PPKn. Sebaliknya, semakin rendah perhatian yang diberikan orang tua maka semakin rendah hasil belajar PPKn yang didapat oleh siswa. Studi ini merekomendasikan para orang tua dapat memberikan perhatian dan bimbingan belajar secara optimal untuk membantu para siswa meraih hasil belajar. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat meneliti faktor-faktor lain yang juga mempengaruhi perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa sehingga dapat mencapai tujuan pendidikan yang sesungguhnya. ABSTRACT The Effect of Parental Attention on Learning Outcomes of Pancasila Education in the Independent Curriculum. The purpose of this study was to find out how much parental attention influences learning outcomes in Pancasila Education in the Independent Curriculum. The research method uses a quantitative method with a correlational design. Data collection techniques using questionnaires or questionnaires, observations, and documentation. Questionnaires or questionnaires were directly distributed to 90 students, namely grades VII. Vi, and IX of MTs Darussalam Bandung. Boyolali Regency. Data analysis technique using simple regression analysis. The data were then analyzed using SPSS 26 for Windows The results showed that parental attention had a positive and significant effect on Civics learning outcomes. This shows that the effect of parental attention on the learning outcomes of Pancasila Education in the Independent Curriculum is In other words, the higher the attention given by parents to students, the higher the learning outcomes of Civics. Conversely, the lower the attention given by parents, the lower the PPKn learning outcomes obtained by students. This study recommends that parents can provide optimal attention and study guidance to help students achieve learning outcomes. For future researchers, it is hoped that they can examine other factors that also influence parents' attention to student learning outcomes so that they can achieve real educational goals A Alamat korespondensi: Universitas Muhammadiyah Surakarta. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Indonesia E-mail: a220190059@student. whp823@ums. Copyright A 2023 Universitas Muhammadiyah Ponorogo PENDAHULUAN Sistem Pendidikan Nasional mencakup seluruh bagian dari pendidikan yang terkait dan bekerja satu sama lain untuk mencapai tujuan pendidikan nasional tertuang dalam pasal 1 Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003 DOI: http://dx. org/ 10. 24269/jpk. email: jpk@umpo. Fidyaningrum dan Prasetiyo | Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Hasil Belajar. mencakup seluruh bagian dari pendidikan yang terkait dan bekerja sama satu lain untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Dari pasal ini jelas bahwa pendidikan adalah suatu sistem yang utuh yang terdiri dari bagian-bagian yang bersama-sama mengarah pada tercapainya tujuan. Lingkungan, infrastruktur, sumber daya, dan masyarakat merupakan bagian dari pendidikan nasional. Untuk mencapai tujuan pendidikan, bagianbagian tersebut saling bekerja sama, saling berhubungan dan saling mendukung. UndangUndang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah membantu peserta didik mencapai tujuan potensinya secara utuh agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, cakap, kreatif, berakhlak mulia, sehat, berilmu, mandiri dan sejahtera. negara yang demokratis dan bertanggung jawab (Munirah. Pendidikan adalah suatu upaya untuk meningkatkan kemampuan afektif, kognitif, dan psikomotorik yang dapat bermanfaat di kehidupan sekarang dan yang akan datang. (Rarasanti dkk. , 2. mengatakan bagian yang sangat penting dalam kehidupansuatu bangsa dan negara adalah pendidikan. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di Indonesia melalui pendidikan perlu dilakukan. Rendahnya kualitas pendidikan dan mutu pendidikan di indonesia merupakan masalah yang sangat Pada tahun 2012. UNESCO merilis Education for All (EFA) Global Monitoring Report, perkembangan pendidikan di 120 negara. Dalam laporan ini. Indonesia berada pada peringkat ke64 dari 120 negara. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas pendidikan bagi masyarakat Indonesia merupakan masalah yang harus diselesaikan dengan penuh kerja keras dari seluruh praktisi masyarakat di tanah air. Posisi Indonesia saat ini berada pada posisi sangat penting. Pendidikan formal terjadi di sekolah, tetapi pendidikan juga dapat terjadi di rumah dan di masyarakat. Mutu pendidikan berkaitan erat dengan hasil belajar. Hasil belajar siswa dapat diukur dari tingkat keberhasilan proses pembelajaran di sekolah (Aziz dkk. , 2. Menurut (Sumadi Suryabrata, 2. hasil adalah pembuatan nilai perkembangan hasil belajar siswa. (Arikunto, 2. berpendapat bahwa hasil harus mencerminkan sejauh mana tujuan yang ditetapkan dalam setiap bidang studi telah . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Hasil adalah kegiatan yang hasilnya dapat diukur dari kemampuan nyata seseorang. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa hasil adalah nilai yang mencerminkan kemampuan siswa untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dalam bidang studi sebagai hasil Belajar merupakan tingkatan perubahan perilaku sebagai hasil dari pengalaman dan interaksi yang terus menerus dalam proses kognitif (Muhibbin Syah, 2. Menurut (Slameto, 2. belajar adalah proses mencapai perubahan perilaku baru secara umum, sebagai hasil dari pengalaman dan interaksi mereka sendiri dengan lingkunganya. Menurut (M. Dalyono, 2. belajar ialah suatu kegiatan yang mempunyai tujuan untuk megadakan perubahan pada seseorag, termasuk perubahan perialku, sikap, kebiasaan dan pegetahuan ketrampilan. Berdasarkan uraian di atas belajar merupakan usaha siswa untuk mengubah dirinya secara utuh sebagai hasil penglamannya berinteraksi dengan lingkungan. Hasil belajar merupakan hasil pengukuran dan evaluasi upaya belajar. Menurut (Zainal Arifin, 2. hasil belajar ialah penguasaan dari kuantitas pengetahuan dan indikator kualitas (Fane & Sugito, 2. juga mengatakan bahwa hasil belajar adalah tingkat hasil belajar yang diperoleh siswa berupa nilai atau angka setelah melakukan kegiatan belajar dalam upaya mencapai tujuan pembelajaran yang telah dintukan. Menurut (Paulpandi B & Govindharaj P, 2. mengatakan bahwa hasil belajar merupakan hasil dan proses dari seberapa baiknya siswa, guru, atau lembaga dalam mencapai tujuan pendidikan. Hasil belajar ialah hasil belajar yang diraih peserta didik dengan menyelesaikan tugas dan mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Nilai atau hasil penilaian guru menjadi bukti dari hasil belajar. Jadi, tercapainya tujuan pendidikan didasarkan pada seberaapa tingginya hasil belajar yang didapat. Dari apa yang telah dikemukaka di atas, jelaslah bawa hasil belaar siswa didasarkan pada seberapa baik hasil siswa di sekolah dan berapa nilai atau angka yang diperolehnya. Setiap orang, terutama siswa perlu mempelajari hal-hal baru. Siswa memiliki kewajiban untuk belajar. Siswa dapat belajar agar menjadi lebih baik dala hal apa yang mereka ketahui, bagaimana mereka bertindak, dan seberapa baik mereka dapat memecahkan masalah (Yaparuddin dkk. , 2. Seberapa baik siswa belajar menunjukkan seberapa baik Fidyaningrum dan Prasetiyo | Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Hasil Belajar. mereka diajar dan seberapa baik mereka belajar. Seberapa baik siswa belajar tergantung pada bagaimana mereka diajar dan bagaimana mereka (Simamora dkk. , 2. mengatakan bahwa faktor internal dan faktor eksternal mempengaruhi hasil belajar. Faktor internal meliputi Psikologis dan Fisiologis. Faktor Psikologis adalah faktor yang berasal dari mental atau kondisi psikis dari siswa itu sendiri. Adapaun faktor psikologis tersebut adalah: kematangan, kesiapan, perhatian, minat, bakat, motivsi, kedisiplinan belajar, intelegensi. Faktor fisiologis adalah tubuh atau jasmani yang terdapat didiri siswa. Faktor fisiologis tersebut antara lain: kondisi tubuh, cacat tubuh, faktor Faktor eksternal meliputi lingkungan masyarakat, keluarga, sekolah, dan Lingkungan keluarga. Siswa yang belajar dapat dipengaruhi dari lingkungan kelarga yang berupa: cara mendidik anak, keadaan ekonomi, hubungan antar anggota keluarga, latar belakang, agama. Lingkungan Sekolah. Faktor lingkungan sekola yang dapat mepengaruhi hasil belajar antara lain: kurikulum sekolah, metode pembelajaran, hubungan antar warga sekolah, disiplin sekolah, kondisi gedung. Lingkungan Masyarakat. Lingkungan masyarakat berpengaruh besar terhadap pembentukan sikap siswa, karena siswa selalu bersosialisasi dan berinteraksi dengan Misalnya: pergaulan dengan teman sebaya. Pada faktor ekternal terdapat pengaruh dari faktor sosial keluarga. (Slameto, 2. berpendapat mengenai pengaruh motivasi yang terdapat pada faktor internal yaitu bahwa yang harus diperhatikan dalam proses belajar yaitu bagaimana cara membuat siswa agar belajar atau bagaimana cara siswa tersebur berpikir untuk melakukan sesuatu. (Slameto, 2. kemudian menjelaskan bahwa belajar memerlukan motif yang kuat untuk melaksanakan kebiasan dalam belajar. Jadi motif atau motivasi tersebut haruslah ada pada diri siswa untuk mendukung proses belajarnya agar dia dapat memiliki semangat yang kuat mencapai tujuan dan mendapatkan hasil belajar yang maksimal. Kemudian faktor eksternal dari pengaruh (Slameto, menjelaskan bahwa untuk kelancaran belajar dan keberhasilan anak, penting untuk mengupayakan hubungan yang baik dalam keluarga anak. Hubungan yang baik adalah hubungan yang penuh kasih sayang dan pengertian, ditambah dengan bimbingan dan hukuman ringan jika diperlukan untuk keberhasilan belajar anak. Faktor internal dan eksternal di atas memiliki pengaruh besar terhadap hasil beajar siswa baik fktor yang datangnya dari diri siswa maupun dari luar. Apabila salah satu faktor yang ada diatas mempunyai pengaruh kurang baik terhadap siswa maka hasil belajr yang diperoleh juga kurang maksimal. Maka dari itu diharapkan semua faktor yang diruaikan tersebut dapat memberikan pengarh yang baik bagi siswa agar daat mencapai hasil yang baik dan maks mal. Hasil belajar siswa yang diperoleh tersebut berasal dari proses pembelajaran yang Hasil belajar siswa tersebut tidak hanya berupa nilai namun juga dapat dilihat dari sikap siswa setelah pembelajaran. Ukuran dan data hasil belajar belajar siswa merupakan kunci pokok untuk mengetahui garis besar indikator . enunjuk adanya hasil tertent. dikaitkan dengan jenis hasil yang hendak diungkapkan atau diukur (Gafur, 2. Untuk dapat mengukur hasil belajar siswa, maka terlebih dauhulu menentukan indikator yang harus dicapai yang tidak hanya berupa nilai namun juga perubahan tingkah laku dari siswa setelah mengikuti proses pembelajaran. dari itu, dalam penelitian ini indikator hasil belajar yang harus dicapai adalah Nilai dari siswa dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 75 yang didapat setelah proses pembelajaran PPKn. Lingkungan keluarga merupakan salah satu faktor hasil belajar yang berasal dari luar. Orang tua bertanggung jawab atas anak-anak mereka, jadi mereka harus melakukan yang terbaik untuk memberikan apa yang anak-anak mereka butuhkan. Pentingnya keluarga dalam pendidikan dikarenakan keluarga, terutama orang tua merupakan orang yang pertama dilihat oleh anak dan lingkungan tempat mereka Orang tua memang sangat peduli dengan Banyak orang tua ingin anak-anak mereka pergi ke sekolah terbaik. Tak heran jika para orang tua ingin menyekolahkan anaknya ke sekolah yang dianggap baik untuknya. Tujuan akhirnya adalah membuat mata pelajaran siswa lebih personal, lengkap, dan terhubung. Jadi, dalam mencapai tujuan akhir tersebut keluarga . rang tua ) mempunyai tugaa dan tanggung jawab untuk menciptakan keadaan yang mengandung suasana di mana anak dapat hidup memperdalam dan memperluas makna-makna (Nasution, 2. mengatakan bahwa JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan . Fidyaningrum dan Prasetiyo | Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Hasil Belajar. dalam keluarga pendidikan memberikan kepada setiap anggota keluarga berupa keyakinan agama, nilai budaya seperti nilai moral dan aturan sosial, serta pandangan, keterampilan, dan sikap yang membantu mereka hidup bermasyarakat, bernegara, dan bernegara. Perhatian adalah suatu aktivitas yang dilakukan seseorang dalam menanggapi hal-hal di lingkungan yang dipilihnya untuk difokuskan (Slameto, 2. Kesadaran akan suatu hal tertentu tidak selalu sama, terkadang naik dan terkadang turun. Ketika jiwa bereaksi terhadap sesuatu yang juga tumbuh, tingkat kesadarannya Hal itu tergantung seberapa keras jiwa itu Ketika pikiran anda terfokus pada sesuatu perhatian itu muncul. Menurut (Ahmadi, 2. , faktor-faktor yang mempengaruhi perhatian orang adalah: . Pembawaan, ini berkaitan dengan tipe kepribadian yang dimiliki masing-masing orang tua, tipe kepribadian parenting yang berbeda juga akan memberikan perhatian yang berbeda pada setiap orang tua. Latihan dan kebiasaan, meskipun orang tua menghadapi kesulitan dalam memberikan perhatian mereka akan berusaha memperhatian lama kelamaan akan menjadi . Kebutuhan. Kebutuhan dapat menjadi alasan mengapa orang memperhatikan Misalnya, memperhatikan anak-anak mereka karena mereka ingin anak-anak mereka mengetahui . Kewajiban, orang tua memiliki kewajiban untuk memperhatikan anak-anaknya, sedangkan kewajiban dipandang sebagai bagian dari tanggung jawab yang harus mereka . Kondisi fisik, kondisi ini dapat membuat orang tua sulit memperhatikan anaknya, tidak hanya kondisi mental saja yang diperhatikan tetapi kondisi fisik juga harus . Kondisi fisik yang kurang sehat akan menyulitkan orang tua dalam memberikan . Suasana jiwa, suasana jiwa ini mengandung keadaan pikiran, pemikiran atau perasaan yang dapat mempengaruhi orang tua . Susunan sekitar, perhatian orang tua akan berbeda-beda ketika suasana dalam keluarga tegang. Kuat tidaknya perangsang, jika anak tidak mendapat perhatian yang cukup dari orang tuanya, meskipun rangsangannya kuat, anak akan menjadi lebih cengeng atau cengeng untuk diperhatikan. Hal ini akan membuat orang tua lebih memperhatikan anak. (Bimo Walgito, 2. menjelaskan tentang ragam bentuk perhatian orang tua. Menurutnya, macam-macam perhatian orang tua . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai berikut: Dilihat dari segi timbulnya: . Perhatian spontan, perhatian ini timbul secara sppontan dari dalam dan berkaitan erat dengan minat individu. Perhatian tidak spontan, perhatian ini disengaja karena harus ada kemauan untuk membangkitkannya. Dilihat dari banyaknya objek perhatian yang dapat dicakup pada suatu waktu: . Perhatian yang sempit, perhatian ini hanya dapat memperhatian sedikit objek pada suatu waktu. Perhatian yang luas, perhatian ini dapat memperhatikan banyak hal dalam suatu waktu dalam objek sekaligus. Dilihat dari fluktuasinya: . perhatian statis, perhatian ini tertuju pada objek statis individu dalam waktu tertentu. perhatian dinamis, perhatian ini dapat memindahkan perhatian individu secara lincah. Orang tua yang memberi bantuan melalui perhatian bertujuan agar dengan potensinya dapat dikembangkan secara optimal. Menurut (Slameto, 2. indikator perhatian orang tua antara lain: . Memberikan reward, penghargaan yang dimaksud yaitu berupa hadiah ataupun pujian. Memberikan punishment . , hukuman yang dimaksud bukaman hukuman penjara tetapi hukuman yang bersifat mendidik seperti contoh, hukuman menyapu lantai dikarenakan tidak . Memberikan bimbingan. Seorang anak membutuhkan bimbingan dari orang tuanya untuk tumbuh menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab, orang tua yang sibuk dengan pekerjaan dan hal-hal lain mungkin tidak dapat membantu anak-anak mereka semaksimal Akibatnya anak akan mengalami kesulitan belajar. Memberikan contoh. Tanpa disadari segala perbuatan dari orang tua akan ditiru oleh anak. Maka dari itu sikap orang tua yang bermalas-malas an harus dibuang jauhjauh. Orang tua harus selalu menunjukkan kepada anak-anak mereka bagaimana bertindak dengan cara yang baik. Memenuhi kebutuhan belajar anak, kebutuhan belajar yang dimaksud yaitu berupa buku-buku pelajaran, kursi, meja, alat tulis, penerangan dan lainnya. Tanpa alatalat belajar, belajar tidak akan berjalan dengan baik (Walgito, 2. Cara orang tua, baik ayah maupun ibu, bertindak dan memperhatikan tugas sekolah anaknya berpengaruh positif terhadap hasil Orang tua dapat menunjukkan bahwa mereka peduli dengan bekomunikasi kepada anak-anak mereka. Salah satu cara untuk berkomunikasi dengan anak adalah dengan mengenalkan mereka pada orang yang mereka kenal dan menanyakan masalah apa yang mereka Fidyaningrum dan Prasetiyo | Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Hasil Belajar. alami di sekolah. Orang tua yan memperhatikan penidikan anaknya dapat mengetahui seberapa baik hasil anaknya di sekolah sehingga dapat mengambil tindakan jika hasil belajar anaknya Menurut (Lunandi, 1. , komunikasi adalah apa yang dilakukan orang sepanjang waktu untuk berinteraksi satu sama lain, terutama ketika mereka bertatap muka. Orang tua dan anak terlihat jelas berkomunikasi satu sama lain, misalnya dengan memberi nasehat, membantu, memerintah, dan sebagainya. Orang tua yang jarang berkomunikasi dengan anaknya akan menimbulkan ketegangan atau masalah dalam hubungan mereka. Di sisi lain, anak-anak yang orang tuanya dapat menerima mereka apa adanya cenderung dapat tumbuh, berubah menjadi lebih baik, belajar memecahkan masalah, dan menjadi lebih baik secara mental. Mereka sehat, kreatif, dan mampu mencapai potensi penuh mereka. Orang tua yang bertanggung jawab atas anak-anak mereka harus menunjukkan cinta dan kasih sayang yang nyata kepada mereka. Kasih sayang dalam sebuah keluarga biasanya ditunjukkan dengan berbagai cara, baik secara verbal maupun nonerbal. Salah satu caranya adalah ketika orang tua memperhatikan anaknya. Jadi, keterlibatan orang tua daam keluarga sangat penting untuk keberhasilan anakanaknya, terutama dalam hal menunjukkan cinta dan kasih sayang. (Harianto, 2. mengatakan bahwa rang tua juga dapat membantu anaknya dalam pendidikan dengan cara memenuhi kebutuhan belajarnya, menjaga kesehatannya, memberi nasihat, membuat lingkungan belajar yang nyaman untuk kegiatan belajarnya, mengawasi kegiatan belajarnya, memberi nasihat, dan memberi penghargaan menghukum mereka atas apa yang telah mereka pelajari. Salah satu Sekolah Menengah Pertama yang ada di Kabupaten Boyolali bernama MTs Darussalam Bandung. Siswa di MTs Darussalam berasal dari berbagai latar belakang, antara lain orang tua, hasil belajar, dan lain-lain. Berdasarkan hasil penelitian pertama diketahui bahwa siswa MTs Darussalam Bandung. Kabupaten Boyolali memiliki hasil belajar yang rendah dengan nilai di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 75,00. Orang tua kurang memperhatika bagaimana anak belajar di rumah, anak dibiarkan bermain ponsel seharian, tida bisa membagi waktu antara belajar dan bermain, serta tidak ada lingkungan yang nyaman untuk anak. Beberapa penelitian terdahulu telah mengemukakan pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar. Penelitian yang dilakukan oleh (Walgiyanti & Setiawati, 2. menunjukkan bahwa orang tua perlu lebih memperhatikan pembelajaran anaknya. Orang tua juga memiliki tanggung jawab untuk selalu membangkitkan, memelihara, dan meningkatkan memecahkan masalah. (Prianto & Putri, 2. menemukan bahwa bahwa fasilitas belajar dan dukungan orang tua berpengaruh langsung terhadap hasil siswa di sekolah. Satu studi yang dilakukan oleh (Ningrum, 2. juga membesarkan anaknya berpengaruh positif dan sangat signifikan terhadap hasil belajar siswa. Terdapat penaruh yang positif dan sangat signifikan terhadap peran orang tua dan pola asuh secara bersama-sama terhadap hasil belajar PKn siswa. Berdasarkan latar belakang dan kajian teori sebelumya, tujuan dari peneliian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belaar PPKn. Rumusan pertanyaan pada penelitian ini yaitu AuAdakah pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar?Ay. METODE Jenis penelitian ini menggunakan Penelitian ini menguji pengaruh variabel perhatian orang tua terhadap pemrolehan hasil belajar siswa. Instrumen dikembangkan berdasarkan kajian literatur. Item pernyataan pada instrumen variabel perhatian orang tua dikembangkan dari pendapat (Slameto. Pengumpulan data untuk variabel bebas yaitu perhatian orang tua dilakukan dengan cara menyebar kuesioner angket penelitian secara langsung kepada kelas 7,8, dan 9 siswa MTs Darussalam Bandung. Kabupaten Boyolali. Variabel terikat yaitu hasil belajar di peroleh dari nilai UH. UTS, dan UAS PPKn kelas 7, 8, dan 9 siswa MTs Darussalam Bandung. Kabupaten Boyolali di semester genap tahun ajaran 2022/2023. Kuesioner mengandung skala Likert dengan empat jawaban AuSelalu. Sering. Kadangkadang, dan Tidak PernahAy. Skala ini memiliki rentang skor dari 1 sampai 4, dengan 1 sebagai nilai terendah dan 4 sebagai nilai tertinggi untuk JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan . Fidyaningrum dan Prasetiyo | Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Hasil Belajar. pernyataan dan pertanyaan positif dan negatif. Skor terbaik adalah 1, dan skor terburuk adalah Tabel 1. Skor Alternatif Jawaban Pernyataan Positif Pernyataan Negatif Skor Alternatif Jawaban Skor Selalu Sering Kadang-kadang Tidak Pernah Penelitian berlokasi di sekolah MTs Darussalam Bandung. Kabupaten Boyolali pada bulan November 2022 sampai Maret 2023. Populasi dari penelitian sebanyak 90 siswa di mana seluruh populasi diambil sebagai sampel Hal ini sesuai dengan pernyataan (Arikunto, 2. yaitu apabila subjeknya kurang dari 100, lebih baik sampel diambil semua dari populasi sehngga penelitian merupakan penelitian poulasi. Berdasarkan tabel 2. Sampel penelitian ini sebanyak 90 siswa MTs Darussalam Bandung. Kabupaten Boyolali. Tabel 2. Sampel penelitian Kelas Sampel VII Vi Total Teknis analisis yang digunakan adalah analisis regresi sederhana, diolah menggunakan software SPSS 26 for windows. Uji normalitas menggunakan one sample Kolmogrov Smirnov. Uji menggunakan Deviation From Linearity. HASIL DAN PEMBAHASAN Uji validitas menunjukkan bahwa suatu item kuesioner valid jika dapat mengukur apa yang seharusnya diukur atau jika kuesioner tersebut kuat atau valid. Untuk validitas penelitian ini digunakan rumus korelasi product moment untuk analisis item. Hasil rxy dilihat pada tabel harga kritis r product moment untuk mengetahui validitas item kuesioner. Jika nilai r lebih tinggi dari nilai kritis dalam tabel, korelasinya benar, dan hal yang sama berlaku untuk sebaliknya. Valid Tabel 3. Hasil Validitas Tidak Valid Jumlah . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan Berdasarkan tabel 3 di atas dari item 1 sampai item 24 didapatkan 1 item yang hasil r hitung lebih kecil dari r product moment dengan N = 30 dan 23 item yang hasil r hitung lebih besar dari r product moment dengan N = 30 dengan taraf signifikans 5% sebesar 0,361. Jadi, dapat dikatakan bahwa satu pernyataan pada kuesioner tidak valid dan 23 item angket dinyatakan valid untuk digunakan mengambil data penelitian. Tabel 4. Kisi-Kisi Instrumen Perhatian Orang Tua Indikator Butir Jumlah Pernyataan Butir Memberikan 1,2,3* Penghargaan Memberikan 4,5*,6 Hukuman Memberikan 7,8,9,10*,11. Contoh Memberi 13,14,15,16,1 Bimbingan 7,18*,19,20 Memenuhi 21,22,23* Kebutuhan Belajar Anak Berdasarkan tabel 4 di atas nomor yang belakangnya terdapat tanda * adalah negatif. Uji reliabilitas digunakan untuk menguji suatu instrumen apakah instrumen tersebut cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah benar. Dalam penelitian ini, rumus Alpha digunakan untuk mengetahui seberapa reliabel kuesioner tersebut. Berdasarkan perhitungan reliabilitas diperoleh hasil 0,913 lebih tinggi dari r tabel N = 30 yaitu 0,361. Ini berarti survei perhatian orang tua adalah cara yang baik untuk mengumpulkan data untuk penelitian. Tabel 5. Kategorisasi Kecenderungan Perhatian Orang Tua Interval Frekuensi Presentase Kategori (%) X Ou 69 27,8% Tinggi 46 O X < 61,1% Sedang X < 46 11,1% Rendah Jumlah Berdasarkan informasi pada tabel 5 di atas, kategorisasi perhatian orang tua dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 25 siswa . ,8%) tergolong dalam kategori perhatian orang tua tinggi, 55 siswa . ,1%) tergolong Fidyaningrum dan Prasetiyo | Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Hasil Belajar. dalam kategori perhatian orang tua sedang, dan 10 siswa . ,1%) tergolong dalam kategori perhatian orang tua rendah. Hasil kategorisasi secara keseluruhan menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini berada pada perhatian orang tua sedang. Dalam penelitia ini kecenderungan tinggi rendahnya hasil belajar PPKn ditemukan menggunakan nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sesuai dengan aturan yang diberikan sekolah, bukan dengan mencari mean dan standar deviasi ideal. Menurut aturan sekolah apabila nilai belajarnya Ou 75,00 maka dapat dikatakan siswa tuntas belajar atau kometen, sebaliknya jika nilai belajarnya < 75,00 maka dapat dikatakan siswa belum tuntas. Berdasarkan data di atas dibuat kategori kecenderungan sebagai berikut: Tabel 6. Kategorisasi Kecenderungan Hasil Belajar PPKn No Interval Frekuensi Ketegori Absolut Relatif Ou 75,00 63,3% Tuntas < 75,00 36,7% Belum Jumlah Berdasarkan tabel 6 di atas data kategorisasi hasil belajar dalam penelitian ini menunjukkan bahwa 57 siswa . ,3%) tergolong tuntas, 33 siswa . ,7%) tergolong tidak tuntas. Hasil menunjukkan bahwa responden dalam penelitian ini menunjukkan bahwa kecenderungan variabel hasil belajar PPKn berpusat pada kategori tuntas. Tabel 7. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Mean ,0000000 Parametersa,b Std. Deviation 3,42274999 Most Extreme Absolute ,062 Differences Positive ,062 Negative -,040 Test Statistic ,062 Asymp. Sig. -taile. ,200c,d Sebelum dilakukan uji hipotesis dilakukan uji asumsi, hasil uji asumsi menunjukkan data kedua variabel adalah normal. Berdasarkan tabel 7 di atas Uji normalitas menggunakan uji normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov pada dengan menunjukkan nilai normalitas sebesar 0,200 dan > 0,05 yang berarti data penelitian terdistribusi normal. Tabel 8. Uji Linearitas Berdasarkan tabel 8 di atas uji linearitas menggunakan Deviation From Linearity dilakukan dengan hasil yang diperoleh sebesar 0,532. Karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, sehingga dapat diartikan kedua variabel tergolong linear dan dapat dilakukan pengujian hipotesis menggunakan uji analisis regresi Tabel 9. Uji Hipotesis Variabel PearsoAos Ket . Perhatian 0,214 0,000 Signifikan Orang Tua Ae Hasil Belajar Berdasarkan tabel 9 di atas, hasil uji hipotesis diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,000, sehingga dapat diartikan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan perhatian orang tua terhadap hasil belajar PPKn. Bukti dapat dilihat pada nilai signifikansi yang lebih kecil dari nilai probabilitas 0,000 < 0,05. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara perhatian orang tua terhadap hasil belajar PPKn. Hasil sederhana diperoleh nilai koefisien regresi variabel perhatian orang tua yaitu 0,214 di mana hasilnya positif sehingga perhatian orang tua berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn. Dapat diartikan bahwa setiap kenaikan 1 nilai perhatian orang tua maka nilai hasil belajar PPKn akan meningkat sebesar 0,214 sehingga dapat diartikan bahwa semakin tinggi perhatian orang tua yang diperoleh maka semakin tinggi pula hasil belajar yang diperoleh siswa. Begitu pula sebaliknya, semakin rendah perhatian orang tua maka semakin rendah pula hasil belajar yang diperoleh siswa. Kemudian hasil pengujian hipotesis menunjukkan bahwa ada pengaruh positif dan signifikan perhatian orang tua terhadap hasil belajar PPKn. JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan . Fidyaningrum dan Prasetiyo | Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Hasil Belajar. Tabel 10. Koefisien Determinasi Berdasarkan tabel 10 di atas diperoleh koefisien determinasi 0,350. Sehingga dapat diartikan pengaruh perhatian orang tua terhadap hasil belajar PPKn sebesar 35% sedangkan sisanya 65% dipengaruhi oleh variabel lain. Jadi, dapat dikatakan bahwa perhatian orang tua mempengaruhi hasil belajar PPKn sebesar 35%. Sedangkan sisanya 65% dipengaruhi oleh faktor Pendapat (Sumadi Suryabrata, 2. bahwa orang tua yang peduli terhadap aktivitasnya sejalan dengan hipotesis di atas. Sependapat dengan (Slameto, 2. bahwa perhatian dan bimbingan orang tua di rumah akan mempengaruhi kesiapan anak untuk Perhatian orang tua sangat diperlukan untuk membantu anak belajar. Menurut Kartini Kartono (Febrianty, 2. menyatakan bahwa bentuk-bentuk perhatian orang tua terhadap anak meliputi pengawasan, penggunaan waktu belajar anak, menyediakan fasilitas belajar, mengetahui kesulitan anak, menolong anak jika kesulitan, pengawasan kegiatan belajar anak. Pengawasan penggunaan waktu belajar anak di rumah bertujuan untuk mengetahui apakah anaknya menggunakan waktu dengan tertarur dan sebaikbaiknya. Menyediakan fasilitas belajar, maksudnya menyediakan alat tulis, buku tulis, buku-buku pembelajaran, dan ruangan atau tempat belajar. Mengetahui kesulitan anak dalam belajar bertujuan untuk membantu usaha anak dalam mengatasi kesulitannya dalam belajar. Menolong anak jika kesulitan bertujuan agar anak merasa diperhatikan oleh orang tuanya. Pengawasan kegiatan belajar bertujuan untuk mengetahui apakah anaknya belajar dengan sebaik-baiknya. Menolak anak mengatasai kesulitannya yaitu dengan memberikan bimbingan yang dibuthkan anak. Hasil dari penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Rahmawati & Wirdati, 2. bahwa terdapat pengaruh signifikan antara perhatian orang tua terhadap hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa SD Negeri 1611/11 Bukit Sari. Penelitian ini relevan dengan penelitian (Imran et al. , 2. bahwa terdapat korelasi yang cukup . JPK: Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan tinggi antara perhatian orang tua terhadap hasil Artinya orang tua yang tidak memberikan perhatian penuh kepada anaknya lebih cenderung memiliki anak dengan hasil belajar yang rendah dibandingkan orang tua yang memberikan perhatian penuh kepada anaknya dan memiliki anak dengan hasil belajar yang baik. Penelitian yang dilakukan oleh (Djafar et al. , 2. juga menemukan adanya hubungan positif antara perhatian orang tua dengan hasil belajar siswa. Semakin banyak perhatian yang diperoleh siswa dari orang tua mereka, semakin baik hasil mereka di sekolah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah besarnya perhatia orang tua berpengaruh terhadap hasil belajar PPKn. Hal ini dapat dimaklumi karena cara orang tua dalam memberi perhatian kepada anaknya sangat mempengaruhi hasil belaja siswa. SIMPULAN Berdasarkan hasil dan pembahasan penelitian yang telah dipaparkan di atas, dapat dikatakan bahwa perhatian orang tua berpengaruh positif dan signifikan terhadap seberapa baik anak mereka belajar PPKn. Artinya, semakin banyak perhatian yang diberikan orang tua kepada anak-anak mereka, semakin baik hasil belajar PPKn. Sebaliknya, semakin rendah perhatian orang tua yang didapat oleh siswa maka akan semakin rendah hasil belajar PPKn mereka. Pengaruh variabel perhatian orang tua terhadap hasil belajar PPKn pada kurikulum merdeka sebesar 35% oleh karena itu masih terdapat 65% faktor lain yang tidak dibicarakan dalam penelitian ini. Studi ini merekomendasikan orang tua untuk membantu anak-anaknya dengan memberikan perhatian dan Orang memperhatikan anaknya dengan berbagai cara, seperti dengan mengawasi kegiatan belajar anak di rumah, mengetahui kesulitan belajarnya, , belajar,mengawasi penggunaan waktu belajarnya di rumah dan membantu mengatasinya. Untuk peneliti selanjutnya diharapka dapat meneliti faktorfaktor lain yang juga mempengaruhi perhatian orang tua terhadap hasil belajar siswa sehingga dapat mencapa tujuan pendidikan yang TERIMA KASIH Peneliti berterima kasih kepada pihak pimpinan MTs Darusslam Bandung. Kabupaten Boyolali serta semua responden yang terlibat Fidyaningrum dan Prasetiyo | Pengaruh Perhatian Orang Tua terhadap Hasil Belajar. dalam pengambilan data. Studi ini juga dapat terlaksan karena dukungan dan fasilitas dari Program Studi PPKn dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Surakarta. DAFTAR PUSTAKA