Vol. No. Maret 2025 e-ISSN 2723-0120 p-ISSN 2828-3511 PENGARUH STABILITAS KEUANGAN. LEVERAGE. PENGAWASAN YANG TIDAK EFEKTIF. DAN PERGANTIAN AUDITOR TERHADAP INDIKASI KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN (Studi Pada Perusahaan Sektor Infrastruktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Pada Tahun 2019-2. Putri Fifi Andayani1*. Andreas2. Rheny Afriana Hanif Universitas Riau. Pekanbaru. Indonesia fifi0075@student. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis apakah pengaruh stabilitas keuangan, leverage, pengawasan yang tidak efektif, dan pergantian auditor terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan . tudi pada perusahaan sektor infrastruktur yang terdaftar di bursa efek indonesia pada tahun 2019-2. Sampel ditentukan menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini yaitu 41 perusahaan. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan Statistical Program for Social Science (SPSS). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengawasan yang tidak efektif dan leverage berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan. Sedangkan stabilitas keuangan dan Pergantian Auditor tidak berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan. Kata kunci: Stabilitas keuangan. Leverage. Pengawasan yang tidak efektif. Dan Pergantian Auditor. Indikasi kecurangan laporan keuangan. Abstract This research aims to test and analyze the influence of financial stability, leverage, ineffective monitoring and change of auditors on indications of financial statement fraud . tudy of infrastructure sector companies Listed on the Indonesian Stock Exchange in 20192. The sample was determined using purposive sampling. The sample in this research was 41 companies. The data analysis technique used in this research is the Statistical Program for Social Science (SPSS). The results of this research indicate that ineffective monitoring and leverage influence financial report fraud. Meanwhile, financial stability and change of auditors have no effect on financial statement fraud. Keywords: Financial Stability. Leverage. Ineffective Monitoring. And Change Of Auditors. Indications Financial Statement Fraud. PENDAHULUAN Menurut Association of Certified Fraud Examiners (ACFE, 2. fraud didefinisikan sebagai eksploitasi pekerjaan untuk keuntungan pribadi seseorang dari penyalahgunaan yang disengaja akan aset ataupun sumber daya perusahaan pemberi kerja. ACFE menyatakan adanya tiga kategori utama kecurangan meliputi penyalahgunaan atas corruption, aset misappropriation, serta indikasi kecurangan laporan keuangan. kecurangan laporan keuangan berdasarkan american institute certified public accountants (AICPA, 2. merupakan kelalaian atau kegiatan yang Copyright A 2025 pada penulis Putri Fifi Andayani, et al. Pengaruh Stabilitas Keuangan. Leverage. Pengawasan. Hal: 207-219 DOI: https://10. 021640/jpb. direncanakan dan mengakibatkan penyajian laporan keuangan tahunan menjadi tidak sesuai dengan kondisi rilnya. Fenomena Indikasi kecurangan laporan keuangan terjadi di perusahaan Infrastruktur dimana dengan banyak nya proyek besar yang masuk dapat memicu terjadinya indikasi kecurangan laporan keuangan. Indonesia Corruption Watch (ICW) menemukan masih tingginya jumlah kasus dan kerugian negara yang terjadi khusus nya pembangunan infrastruktur. Korupsi infrastruktur diyakini lebih tinggi di lapangan dibandingkan angka penindakan yang di lakukan penegak hukum. Ada pun kasus yang terjadi saat ini di sektor infrastruktur seperti pada kasus PT Waskita Karya Tbk (WSKT) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA). Wakil Menteri BUMN II Kartika melontarkan dugaan terkait manipulasi keuangan yang dilakukan oleh dua BUMN karya tersebut tidak sesuai dengan kondisi riil. Kondisi laporan keuangan dua BUMN karya tersebut pasalnya dikatakan selalu untung, namun realita yang ada pada perusahaan terkait cashflow nya tidak pernah mengalami positif. Adapun teori yang dapat digunakan untuk mendeteksi indikasi kecurangan laporan keuangan, yaitu teori fraud diamond oleh Wolfe & Hermason pada tahun 2004 yang terdiri dari pressure, opportunity, rationalization, dan capability. Dan pada penelitian ini terdapat beberapa faktor yang diteliti. Diantaranya yaitu, stabilitas keuangan, leverage. Pengawasan yang tidak efektif, dan Pergantian Auditor. Stabilitas keuangan adalah sebagai gambaran kondisi perusahaan yang berada dalam keadaan stabil (Himawan & Karjono, 2. Elemen pertama dari teori diamond yaitu pressure atau tekanan yang di proksikan dengan kestabilan keuangan. Skousen et al. berpendapat hal ini dapat diukur dengan melihat perubahan total aset perusahaan dari tahun ke tahunnya dan menyatakan apabila seorang manajer merasa stabilitas keuangan perusahaan tertekan dalam berbagai situasi, hal itu dapat memicunya melakukan berbagai cara untuk mempercantik penampilan perusahaan seperti indikasi kecurangan laporan keuangan. Leverage merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek danjangka panjang apabila perusahaan dilikuidasi atau dibubarkan (Sudaryanti & Dinar, 2. Selain itu. Elemen pressure atau tekanan juga diwakilkan dengan variabel leverage. Semakin tinggi tingkat Leverage dan kurangnya kemampuan untuk memperoleh tambahan dana pinjaman maka besar kemungkinan perusahaan melanggar perjanjian kredit sehingga perusahaan akan berusaha untuk meningkatkan laba yang tinggi pula. Pengawasan yang tidak efektif merupakan akibat dari lemahnya sistem pengawasan sehingga pemantauan oleh perusahan tidak efektif (Skounsen et ,2. Elemen kedua dari teori diamond yaitu Opportunity atau kesempatan yang di proksikan dengan variabel pengawasan yang tidak efektif. Dalam SAS No 99, karena kesempatan didominasi oleh seseorang atau sekelompok orang, tanpa adanya kontrol, tidak efektifnya pengawasan dewan direksi dan komite audit atas proses pelaporan suatu laporan keuangan dan pengendalian atau sejenisnya (AICPA, 2. Pergantian Auditor adalah kondisi dimana perusahaan melakukan pergantian Auditor memiliki peran penting dalam mengawasi laporan keuangan. Elemen rationalization dan capability dari teori diamond. Perusahaan yang melakukan indikasi kecurangan laporan keuangan kemungkinan akan melakukan pergantian Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 1. Tahun 2025 auditor agar terhindar dari deteksi indikasi kecurangan laporan keuangan oleh auditor lama Pergantian (Shabrina Isalati et al. , 2. Auditor yang pada umumnya dilakukan oleh perusahaan karena manajemen cenderung berniat meminimalisir kemungkinan pendeteksian yang dilakukan oleh auditor tentang tindak kecurangan yang ingin dilakukannya. METODE Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan data berupa data sekunder berupa annual report yang diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia dan masing Ae masing website perusahaan dari tahun 2019 Ae 2022. Sampel penelitian diambil untuk mewakili populasi dengan tenik purposive sampling. Adapun kriteria pemilihan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: Kriteria Jumlah Perusahaan Infrastruktur yang terdaftar secara berturut-turut di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2019-2022 Perusahaan Infrastruktur yang tidak bisa diakses laporan keuangan tahunan selama periode pengamatan . Perusahaan Infrastruktur yang melaporkan laporan keuangan selain menggunakan mata uang rupiah (R. selama periode pengamatan Sampel Penelitian Total sampel ( n x periode penelitian ) ( 41x4 tahu. Sumber: Data Olahan, 2024 Variabel Operasional Variabel Dependen Variabel dependen pada penelitian ini adalah Fraudulent Financial Reporting yang diproksikan dengan Beneish M-Score, dalam mendeteksi kecurangan dalam laporan keuangan. Sesuai dengan pernyataan Beneish . bahwa perusahaan yang mempunyai Beneish M-Score di atas -2,22 tergolong sampel yang terindikasi melalukan manipulasi data keuangan, sedangkan perusahaan yang mempunyai Beneish MScore di bawah -2,22 tidak terindikasi melakukan manipulasi data Untuk menentukan cut-off tersebut, perhitungan score ditentukan berdasarkan delapan rasio. Kemudian hasil perhitungan kedelapan indeks akan dihitung kembali dengan model matematis untuk memperoleh nilai Benesih MScore, yaitu: M = -4,84 0,920*DSR 0,528*GMI 0,404*AQI 0,892*SGI 0,115*DEPI Ae 0,172*SGAI 4,679*TATA Ae 0,327*LEVGI Variabel Independen Stabilitas keuangan Variabel Stabilitas keuangan diukur dengan menggunakan tingkat pertumbuhan perubahan asset pertahun (ACHANGE), dapat dihitung menggunakan rumus rasio tingkat perubahan asset (Skousen et al. , 2. aeyayayaoyau yaAyayayaya ya Ae yaeyayayaoyau yaAyayayaya ya Oe y. yaAyaCyaNyaAyasyaIyaE = yaeyayayaoyau yaAyayayaya ya Oe ya Leverage Leverage merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang apabila perusahaan Copyright A 2025 pada penulis Putri Fifi Andayani, et al. Pengaruh Stabilitas Keuangan. Leverage. Pengawasan. Hal: 207-219 DOI: https://10. 021640/jpb. dilikuidasi atau dibubarkan (Sudaryanti & Dinar, 2. Dikutip dari Kasmir . , rumus DAR dapat dilihat sebagai berikut. yaeyayayaoyau yaOyayayaoyayayauyaoya yaEyaAyac = yaeyayayaoyau yaAyayaya Pengawasan yang Tidak Efektif Pengawasan yang Tidak Efektif diproksikan dengan BDOUT. Proksi BDOUT merupakan proporsi anggota dewan komisaris independen terhadap jumlah total dewan komisaris. Menurut Skousen et al. BDOUT dapat dihitung dengan yaOyayayauyaoya yaEyayayaoya yaOyayayayayaoyayaya yaOyayayyayayayayyaya yaEyaAyac = yaOyayayauyaoya yaeyayayaoyau yaEyayayaoya yaOyayayayayaoyayaya Pergantian Auditor Pergantian Auditor diartikan sebagai keinginan perusahaan dalam mengganti kantor akuntan publik. Pergantian auditor juga dinilai sebagai upaya penghapusan jejak kecurangan yang telah diindikasi auditor sebelumnya (Skousen et al. , 2. Rasionalisasi dapat diukur dengan menggunakan perubahan kantor akuntan publik (Skousen et al. , 2. Oleh karena itu, perubahan KAP diukur menggunakan variable dummy, diberi kode 1 apabila perusahaan melakukan pergantian KAP dan apabila tidak melakukan pergantian KAP diberi kode 0. HASIL DAN PEMBAHASAN Statistik Deskriptif Tabel 2. Statistik Deskriptif Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation laporan keuangan Stabilitas Keuangan Leverage Pengawasan yang Tidak Efektif Valid N (Listwis. Sumber :Data Olahan SPSS 26,2024 Tabel 3. Statistik Frekuensi Variabel Pergantian Auditor Frequenc Percent Valid Cumulative Percent Percent Valid Total Total Sumber:Data Olahan Spss 26,2024 Hasil Uji Asumsi KlasikUji Normalitas Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 1. Tahun 2025 Tabel 4. Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual Normal Parameters Mean Std. Deviation Most Extreme Differences Absolute Positive Negative Test Statistic Asymp. Sig. -taile. Sumber :Data Olahan SPSS 26,2024 Berdasarkan Tabel 4 di atas hasil uji normalitas menunjukkan nilai Test Statistic Kolmogorov-Smirnov adalah 0. 113 dan signifikansi sebesar 0. 200 > 0. 05 yang artinya data sebanyak 164 sampel berdistribusi normal dan dapat digunakan untuk model regresi. Uji Multikolinearitas Tabel 5. Uji Multikolinearitas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Toleran VIF Stabilitas keuangan Leverage Pengawasan yang Tidak Efektif Pergantian Auditor Sumber :Data Olahan SPSS 26,2024 Berdasarkan Tabel 5 menunjukkan bahwa model tersebut terbebas dari masalah multikolinearitas karena semua variabel independen menunjukkan nilai tolerance besar dari 0,1 dan mempunyai nilai VIF yang kecil dari 10. Model regresi dalam penelitian ini tidak terdapat masalah multikolinearitas, berarti model regresi yang dipakai baik karena tidak ada hubungan antar variabel independen. Sehingga mempermudah interpretasi danpenarikan kesimpulan mengenai pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Uji Autokorelasi Tabel 6. Uji Autokorelasi Model Summaryb Model Adjusted R Std. Error of DurbinSquare Square Watson Estimate Sumber :Data Olahan SPSS 26,2024 Copyright A 2025 pada penulis Putri Fifi Andayani, et al. Pengaruh Stabilitas Keuangan. Leverage. Pengawasan. Hal: 207-219 DOI: https://10. 021640/jpb. Berdasarkan kriteria yang telah ditentukan maka nilai dw terletak antara nilai du dan 4-du dimana 1. 7948 < 1. 806 < 2. u t tabel sebesar 1. 975 dan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,890 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa H1 ditolak yang artinya Stabilitas Keuangan tidak berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan. Variabel Leverage memiliki t hitung sebesar -10,378 > t tabel sebesar 1. 975 dan memiliki nilai signifikansi sebesar 0,000< 0. Hal ini menunjukkan bahwa H2 diterima yang artinya Leverage berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan Variabel Pengawasan yang Tidak Efektif memiliki t hitung sebesar -2. > t tabel sebesar 1. 975 dan memiliki nilai signifikansi sebesar 0. 037 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa H3 diterima yang artinya Pengawasan yang Tidak Efektif berpengaruh terhadap indikasi kecurangan. Dan terakhir variabel Pergantian Auditor memiliki t hitung sebesar 0,749 > t tabel sebesar 1. 975 dan memiliki nilai signifikansi sebesar 0. 455 < 0. Hal ini menunjukkan bahwa H4 ditolak yang artinya Pergantian Auditor tidak berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan Copyright A 2025 pada penulis Putri Fifi Andayani, et al. Pengaruh Stabilitas Keuangan. Leverage. Pengawasan. Hal: 207-219 DOI: https://10. 021640/jpb. Koefisien Determinasi (RA) Tabel 10. Koefisien Determinasi (RA) Model Summary Model R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Sumber:Data Olahan SPSS 26,2024 Berdasarkan Tabel 10 di atas, nilai RA (Adjusted R Squar. dari model regresi digunakan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel bebas . dalam menerangkan variabel terikat . Dari tabel di atas diketahui bahwa nilai RA sebesar 0. 566 hal ini berarti bahwa 56,6% variabel indikasi kecurangan laporan keuangan dipengaruhi oleh variabel Stabilitas Keuangan. Leverage. Pengawasan yang Tidak Efektif, dan Pergantian Auditor. Sisanya sebesar 43,4 % dipengaruhi oleh variabel lain yang belum diteliti dalam penelitian ini. PEMBAHASAN Pengaruh Stabilitas Keuangan terhadap Indikasi kecurangan laporan Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Stabilitas Keuangan tidak berpengaruh terhadap Indikasi kecurangan laporan keuangan pada tahun 2019-2022. Artinya bahwa manajemen perusahaan memiliki kewajiban mempertahankan kestabilan laporan keuangan. Karena ketika keadaan laporan keuangan stabil maka akan menurunkan indikasi kecurangan laporan keuangan. Perusahaan yang stabil secara finansial cenderung tidak memiliki tekanan besar untuk melakukan Ketika stabilitas keuangan terjaga, manajemen merasa lebih aman, sehingga tidak merasa perlu memanipulasi laporan keuangan untuk menunjukkan kinerja yang lebih baik. Hal ini juga sejalan dengan penelitian (Agusputri & Sofie ,2. yang mendapat hasil stabilitas keuangan tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan Stabilitas keuangan merupakan tingkat pencapaian kinerja keuangan perusahaan dari periode sebelumnya ke periode berjalan. Setiap perusahaan pasti mengharapkan tercapainya stabilitas keuangan perusahaan. Sehingga akan memudahkan perusahaan untuk melakukan penyusunan perencanaan yang dipersiapkan ke masa yang akan datang. Hasil penelitian ini sejalan dengan (Fajri et al. , 2. dan (Ulhaq & Trisnawati, 2. yang menyatakan stabilitas keuangan tidak berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan. Namun, hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian Elen Novita . dan P. Antarwiyati. stabilitas keuangan berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan. Pengaruh Leverage terhadap Indikasi kecurangan laporan keuangan Hasil penelitian ini membuktikan bahwa leverage berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan pada tahun 2019-2022. Artinya Penggunaan tingkat utang yang tinggi dalam struktur keuangan perusahaan dapat meningkatkan risiko terjadinya indikasi kecurangan laporan keuangan. Hal ini disebabkan oleh tekanan keuangan yang dapat mendorong manajemen untuk melakukan manipulasi Tax and Business Journal Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 1. Tahun 2025 laba guna memenuhi harapan investor atau untuk mempertahankan kondisi keuangan yang stabil. Selain itu, kompleksitas keuangan yang sering terkait dengan leverage tinggi juga dapat menciptakan peluang untuk praktik kecurangan seperti pengakuan pendapatan yang tidak tepat atau penggunaan kebijakan akuntansi yang Hasil penelitian ini sejalan dengan (Natasya Uly & Kuntadi, 2. dan (Yusdianto et al. , 2. yang menyatakan Leverage berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan. Namun, hasil penelitian ini bertentangan dengan penelitian (Andini et al. , 2. dan penelitian(Mardianto & Tiono, 2. yang mengatakan Leverage tidak berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan Pengaruh Pengawasan yang Tidak Efektif terhadap Kecurangan Laporan Keuangan Hasil penelitian ini membuktikan bahwa hipotesis ketiga (H. diterima, yang artinya Pengawasan yang Tidak Efektif (X. berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan. Hal ini menunjukkan semakin tidak efisien pengawasan yang dilakukan, semakin besar kemungkinan terjadinya kecurangan pelaporan keuangan. Sebaliknya, menurunnya tingkat ketidakefektifan pengawasan merupakan tanda menurunnya kecurangan pelaporan keuangan. Untuk memenuhi persyaratan dan menjunjung tinggi Good Corporate Governance (GCG), perusahaan menunjuk komisaris independen dengan tujuan mengurangi kemungkinan salah saji laporan keuangan. Dengan kata lain, inefisiensi ini dapat digunakan sebagai teknik untuk mengidentifikasi kecurangan pelaporan keuangan. Pengawasan yang tidak efektif memiliki pengaruh terhadap terjadinya kecurangan dalam laporan keuangan. Ketika mekanisme pengawasan, baik internal maupun eksternal tidak berfungsi dengan baik peluang bagi manajemen atau individu lain dalam perusahaan untuk melakukan manipulasi laporan keuangan semakin besar. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian (Utami et al. , 2. dan (Agli & Anggita, 2. yang mengatakan Pengawasan yang Tidak Efektif berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan. Namun, hasil penelitian ini bertolak belakang dengan (Handayani, 2. dan (Christian & Visakha, 2. yang mengatakan bahwa Pengawasan yang Tidak Efektif tidak berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan. Pengaruh Pergantian Auditor terhadap Indikasi kecurangan laporan Hasil penelitian ini membuktikan bahwa Pergantian Auditor tidak berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan pada tahun 2019-2022. Artinya pergantian auditor bisa terjadi ketika perusahaan merasa tidak maksimal dengan kinerja auditor independen yang terdahulu, meskipun hasil auditannya baik. Adanya pergantian auditor atau tidak pergantian auditor tidak dapat mempengaruhi terjadinya indikasi kecurangan laporan keuangan karena pengaruh pergantian auditor terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan sangat bergantung pada kualitas dan integritas dalam memberikan laporan opini audit. Perusahaan menggunakan auditor yang memiliki kualitas bagus akan meningkatkan hasil opini audit yang dapat meningkatkan kepercayaan para pemegang Copyright A 2025 pada penulis Putri Fifi Andayani, et al. Pengaruh Stabilitas Keuangan. Leverage. Pengawasan. Hal: 207-219 DOI: https://10. 021640/jpb. Hasil penelitian ini didukung oleh teori diamond dimana adanya hubungan auditor dengan manajer perusahaan adalah sebuah rasionalisasi manajemen, saat melakukan audit terkadang terdapat adanya selisih paham antara auditor internal dengan manajemen. Perusahaan yang melakukan pergantian auditor bukan dengan alasan perusahaan ingin menutupi jejak audit auditor sebelumnya yang menemukan adanya kecurangan pada perusahaan. Akan tetapi, kinerja auditor sebelumnya dinilai kurang memuaskan perusahaan (Sagala & Siagian, 2. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Septriyani & Handayani . , (Riandani & Rahmawati, 2. dan Yanti & Riharjo . yang menyatakan bahwa pergantian auditor tidak berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan Namun, hasil penelitian ini bertolak belakang dengan penelitian (Iverson, 2. dan (Yanti & Munari, 2. yang mengatakan pergantian auditor berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis model penelitian dan pengujian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa leverage dan pengawasan yang tidak efektif berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan, sementara stabilitas keuangan dan pergantian auditor tidak berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan. Penelitian ini masih memiliki keterbatasan yang dapat mempengaruhi hasil penelitian, antara lain, sampel yang diambil hanya berasal dari perusahaan infrastruktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), yang membatasi pemahaman tentang indikasi kecurangan laporan keuangan di perusahaan lain di Indonesia. Selain itu, terdapat beberapa variabel yang tidak berpengaruh terhadap hasil penelitian, sehingga diharapkan penelitian selanjutnya dapat memberikan hasil yang lebih komprehensif. Saran yang dapat disampaikan adalah, bagi peneliti yang ingin meneliti topik yang sama, diharapkan menggunakan sampel data selain perusahaan infrastruktur yang terdaftar di BEI dan menambahkan variabel lain yang mungkin berpengaruh terhadap indikasi kecurangan laporan keuangan. Selain itu, perusahaan diharapkan lebih berhati-hati dan mempertimbangkan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi indikasi kecurangan laporan keuangan. DAFTAR PUSTAKA