Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 MENUMBUHKAN JIWA WIRAUSAHA KREATIF DALAM MASYARAKAT PESANTREN PADA YAYASAN PANTI ASUHAN AL MUNASHAROH Anggada Bayu Seta1*. Nugroho Wicaksono2. Sri Mulyani3 123Universitas Pamulang. Tangerang Selatan *E-mail: dosen02245@unpam. id, nugroho. wicaksono6259@gmail. dosen02246@unpam. ABSTRAK Tujuan dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah untuk untuk menumbuhkan jiwa wirausaha kreatif dalam masyarakat pesantren di Yayasan Panti Asuhan Al Munuasharoh. Kegiatan ini dilakukan melalui pelatihan dan pendampingan kreativitas, serta pengembangan produk-produk kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat. Metode dalam Pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat ini di antaranya dengan menggunakan ceramah dan berdiskusi secara bersama sehingga penyuluhan ini diharapkan dapat meningkatkan ilmu pengetahuan khususnya materi mengenai ilmu kewirausahaan dan konsep bisnis dan strategi pemasaran produk. Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa peserta dapat mengembangkan potensi kreatif dan inovatif mereka, meningkatkan kesadaran akan pentingnya kreativitas dalam kehidupan sehari-hari, dan menghasilkan produkproduk kreatif yang bermanfaat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan kreativitas dan inovasi di kalangan masyarakat pesantren, serta meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan mereka. Kata Kunci: Kreativitas. Wirausaha. Yayasan Al Munasharoh ABSTRACT The purpose of this Community Service activity is to foster a creative entrepreneurial spirit in the pesantren community at Al Munuasharoh Orphanage Foundation. This activity is carried out through training and mentoring in creativity, as well as the development of creative products that are beneficial to the community. The methods used in the implementation of this community service activity include lectures and discussions, so that this outreach is expected to increase knowledge, especially regarding entrepreneurship and business concepts, and product marketing strategies. The results of the activity show that participants can develop their creative and innovative potential, increase awareness of the importance of creativity in daily life, and produce beneficial creative products. This activity is expected to be a starting point for the development of creativity and innovation among the pesantren community, and improve their quality of life and well-being Keywords: Creativity. Entrepreneurship. Al Munasharoh Foundation PENDAHULUAN Yayasan Panti Asuhan Al Munasharoh yang terletak di Pondok Cabe. Tangerang Selatan, merupakan lembaga yang memiliki tanggung jawab mendidik generasi muda dalam aspek agama dan sosial, serta memberikan perlindungan dan Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Hal. pembinaan kepada anak-anak yang hidup di panti asuhan. Sebagai lembaga yang bergerak di bidang sosial. Al Munasharoh menghadapi tantangan besar dalam menciptakan kemandirian ekonomi bagi santri dan penghuni panti asuhan. Di satu sisi, meskipun pesantren dan panti asuhan memiliki potensi besar untuk mengembangkan kapasitas sumber daya manusianya, realitas yang dihadapi adalah kurangnya fasilitas dan pelatihan yang memungkinkan masyarakat pesantren, terutama para santri dan anak-anak panti asuhan, untuk memperoleh keterampilan ekonomi yang dapat menopang kehidupan mereka di luar lingkungan pesantren. Banyak dari mereka yang lulus dari pesantren tidak memiliki keterampilan yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja atau dalam membangun usaha mandiri. Kurangnya keterampilan praktis ini mengakibatkan banyak santri dan penghuni panti asuhan menghadapi kesulitan dalam memperoleh pekerjaan atau membangun usaha secara mandiri Sementara itu, kebutuhan untuk menumbuhkan jiwa wirausaha kreatif di kalangan masyarakat pesantren semakin mendesak. Wirausaha kreatif, yang berfokus pada inovasi dan pemanfaatan sumber daya yang ada, dapat menjadi solusi yang tepat untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat pesantren dan panti Melalui kewirausahaan, mereka dapat mengubah keterbatasan menjadi peluang, menciptakan usaha yang tidak hanya berkelanjutan tetapi juga memberikan dampak sosial yang positif. Misalnya, dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki, seperti kerajinan tangan, kuliner, atau teknologi sederhana, santri dan penghuni panti asuhan dapat menciptakan produk-produk yang dapat dipasarkan, baik secara lokal maupun melalui platform digital. Namun, untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan adanya program pelatihan kewirausahaan yang sistematis dan tepat sasaran. Pelatihan yang tidak hanya mengajarkan aspek teknis kewirausahaan, seperti perencanaan bisnis, manajemen keuangan, dan pemasaran, tetapi juga membangun mentalitas kewirausahaan yang kreatif dan berani mengambil risiko. Pesantren dan panti asuhan, yang memiliki kelebihan dalam hal kekuatan komunitas dan semangat kebersamaan, dapat menjadi wadah yang sangat potensial untuk pengembangan kewirausahaan kreatif. Dengan demikian, pemberian pelatihan kewirausahaan berbasis keterampilan praktis dan kreativitas dapat memberikan dampak besar dalam menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat pesantren di Yayasan Panti Asuhan Al Munasharoh. Dalam konteks ini memberikan pelatihan yang relevan dan mendalam, diharapkan santri dan penghuni panti asuhan dapat memiliki keterampilan yang tidak hanya berguna dalam konteks pesantren, tetapi juga dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan peluang ekonomi yang lebih baik. Berdasarkan informasi tersebut, maka kami selaku tim dosen yang melakukan kunjungan dan wawancara ke Yayasan Panti Asuhan Al Munasharoh, serta berinisiatif untuk melakukan sebuah kegiatan pelatihan dan penyuluhan guna menangani beberapa permasalahan yang terdapat di dalam Yayasan Panti Asuhan Al Munasharoh tersebut. METODE PELAKSANAAN https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Hal. Metode pelaksanaan kegiatan ini akan dibagi ke dalam beberapa tahap utama, yang meliputi sosialisadi dan persiapan materi pelatihan, pelaksanaan pelatihan, monitoring dan evaluasi. Setiap tahapan akan melibatkan kolaborasi antara pihak pengelola pesantren, panti asuhan, serta pihak terkait lainnya. Untuk melaksanakan kegiatan PKM ini digunakan beberapa metode penyuluhan Metode Sosialisasi dan persiapan materi pelatihan Sosialisasi program kepada pengurus Yayasan Panti Asuhan Al Munasharoh dan masyarakat pesantren, untuk memberikan pemahaman mengenai tujuan dan manfaat program kewirausahaan. Dilakukan juga penilaian kebutuhan untuk mengidentifikasi keterampilan apa yang paling dibutuhkan oleh masyarakat pesantren dan penghuni panti asuhan. Metode Pelatihan keterampilan praktis Pelatihan pertama akan fokus pada pengembangan keterampilan praktis, seperti pembuatan produk kreatif yang dapat dipasarkan baik secara lokal maupun melalui platform online. Pelatihan ini bertujuan agar peserta memperoleh keterampilan yang langsung dapat dipraktikkan untuk memulai usaha. Monitoring dan evaluasi Setelah pelatihan selesai, kegiatan selanjutnya adalah tahap monitoring dan evaluasi untuk memastikan bahwa program ini memberikan dampak positif dan mencapai tujuan yang diinginkan. Evaluasi dilakukan melalui wawancara, diskusi kelompok, dan kuesioner kepada peserta pelatihan. Hasil evaluasi ini akan menjadi dasar untuk perbaikan program selanjutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil dari penyuluhan dan pelatihan oleh dosen Manajemen Universitas Pamulang terhadap santri di Yayasan Panti Asuhan Al-Munasharoh Tangerang Selatan yang terlihat seperti terlihat gambar terlampir Gambar 1. Tim PKM Dosen Universitas Pamulang menyampaikan materi Hasil pengabdian masyarakat dalam sesi kegiatan diskusi dan tanya jawab serta pembagian hadiah kepada peserta yang aktiv menjawab pertanyaan dalam kegiatan pengabdian, sebagaimana terlampir dalam gambar berikut: Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Hal. Gambar 2. Pemberian Hadiah kepada Peserta PKM Adapun gambar tersebut yaitu pemberian hadiah kepada peserta dari Pelaksana Pengabdian yaitu dosen-dosen Universitas Pamulang. Peserta yang menanggapi dan menjawab pertanyaan yang diajukan serta peserta yang bertanya maka berhasil mendapatkan hadiah dari Pelaksana Pengabdian yaitu dosen Prodi Manajemen Program Sarjana. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang. KESIMPULAN Berdasarkan hasil pelaksanaan kegiatan, dapat disimpulkan bahwa Peningkatan Keterampilan Kewirausahaan: Pelatihan kewirausahaan berbasis keterampilan praktis seperti pembuatan kerajinan tangan, makanan olahan, berhasil meningkatkan kemampuan peserta untuk memulai usaha kecil-kecilan. Perubahan Mentalitas Kewirausahaan: Sebagian besar peserta menunjukkan perubahan signifikan dalam mentalitas kewirausahaan mereka, di mana mereka mulai memahami pentingnya kreativitas, keberanian mengambil risiko, dan kemauan untuk berusaha meskipun dengan modal yang terbatas. Pengembangan Rencana Bisnis dan Pemasaran: Peserta pelatihan berhasil mengembangkan rencana bisnis yang sederhana dan mulai memanfaatkan media https://journal-stiehidayatullah. id/index. php/peradaban Jurnal Peradaban Masyarakat. Vol. No. Mei 2025 ISSN 2828-1349 Hal. sosial untuk memasarkan produk mereka. Hal ini memperlihatkan potensi mereka untuk menjangkau pasar yang lebih luas dengan menggunakan platform digital. Secara keseluruhan, pelatihan kewirausahaan yang dilaksanakan di Yayasan Panti Asuhan Al Munasharoh dapat memberikan dampak positif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pesantren dan panti asuhan. DAFTAR PUSTAKA