Jurnal Pendidikan Multidisipliner Volume 8 Nomor 11. November 2025 ISSN: 27342488 ANALISIS LITERATUR TENTANG POLA KARIR MAHASISWA MELALUI COMBINATION THEORY DAN GENOGRAM: A LITERATURE REVIEW Alfan Rizqi Kurniawan1 . Suci Okta 2 . Nindy Rahma Pangesti3 . Muthia Maharani4 . Aisyah Hasanah Putri5 . Mhd Subhan6 Email: alfanrizqikurniawan@gmail. com1 , ciokta64@gmail. com2 , nindyrahmapangesti@gmail. muthiamaharani155@gmail. com4 , aisyahhasanah2302@gmail. com5 , mhd. subhan@uin-suska. Uin Suska Riau ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola karir mahasiswa melalui pendekatan Combination Theory dan genogram sebagai upaya memahami faktor internal dan eksternal yang memengaruhi perencanaan karir. Dengan menggunakan metode library research, data dikumpulkan dari berbagai literatur terkait teori perkembangan karir dan penerapan genogram dalam konteks bimbingan karir. Hasil kajian menunjukkan bahwa pola karir mahasiswa terbentuk melalui interaksi antara aspek internal seperti minat, kepribadian, nilai, dan self-efficacy serta aspek eksternal, termasuk dukungan keluarga, lingkungan sosial, dan kondisi ekonomi. Combination Theory memberikan pe mahaman menyeluruh terhadap proses pengambilan keputusan karir dari sisi psikologis dan perkembangan individu, sementara genogram menampilkan pengaruh keluarga lintas generasi terhadap orientasi dan pilihan karir. Integrasi kedua pendekatan ini menghasilkan kerangka bimbingan karir yang holistik, kontekstual, dan personal, yang dapat membantu mahasiswa merancang keputusan karir secara matang dan realistis. Kata Kunci: Combination Theory. Genogram. Karir Mahasiswa. ABSTRACT This study aims to analyze student career patterns through the Combination Theory and genogram approaches in an effort to understand the internal and external factors that influence career planning. Using the library research method, data was collected fro m various literature related to career development theory and the application of genograms in the context of career guidance. The results show that student career patterns are formed through interactions between internal aspects such as interests, personality, values, and self-efficacy, and external aspects, including family support, social environment, and economic conditions. Combination Theory provides a comprehensive understanding of the career decision-making process from a psychological and individual development perspective, while genograms show the influence of cross-generational families on career orientation and choices. The integration of these two approaches produces a holistic, contextual, and personalized career guidance framework that can help students make mature and realistic career decisions. Keywords: Combination Theory. Genogram. Student Career. PENDAHULUAN Perencanaan karir menjadi aspek penting bagi mahasiswa, mengingat masa studi merupakan fase transisi dari pendidikan formal menuju dunia kerja profesional (Zulfiana. Pada tahap ini, mahasiswa perlu mengenali dan mengembangkan identitas profesionalnya, termasuk minat dan kemampuan yang dimiliki, agar mampu membuat keputusan karir yang tepat. Masa transisi ini sering kali menuntut mahasiswa untuk menghadapi berbagai pilihan karir yang dipengaruhi oleh faktor internal maupun eksternal, seperti kemampuan akademik, karakter, minat pribadi, serta kebutuhan dan dinamika pasar kerja. Dalam era globalisasi dengan persaingan profesional yang semakin ketat, kemampuan mahasiswa dalam menentukan dan mengelola jalur karir menjadi semakin krusial. Meski demikian, banyak mahasiswa menghadapi kesulitan dalam menentukan arah karir akibat keterbatasan informasi tentang dunia kerja, kurangnya pemahaman terhadap minat dan bakat, serta pengaruh keluarga dan lingkungan sosial (Badafi, 2. Beberapa mahasiswa mengalami kebingungan dalam memilih jurusan atau bidang pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi dan minatnya, sementara yang lain terpengaruh oleh ekspektasi orang tua atau lingkungan, sehingga keputusan karir yang diambil menjadi kurang optimal. Hambatan-hambatan ini berpotensi mengurangi pengembangan potensi diri dan menurunkan kesiapan mahasiswa memasuki dunia profesional. Untuk membantu mahasiswa menghadapi tantangan tersebut, pendekatan teori kombinasi dapat diterapkan dalam bimbingan karir. Teori ini mengintegrasikan berbagai teori pengembangan karir sehingga memberikan pemahaman yang lebih menyeluruh tentang proses pengembangan karir individu (Irmayani, 2. Dengan pendekatan ini, konselor dapat menilai faktor internal maupun eksternal yang memengaruhi pilihan karir mahasiswa, sehingga intervensi yang diberikan menjadi lebih tepat sasaran. Pemahaman yang terintegrasi terhadap berbagai teori memungkinkan mahasiswa memperoleh panduan holistik dalam merencanakan karir, mulai dari eksplorasi minat hingga perencanaan tujuan jangka panjang. Selain teori, genogram juga menjadi alat penting dalam memahami pengaruh keluarga terhadap keputusan karir mahasiswa. Genogram menampilkan struktur keluarga serta pola hubungan yang dapat membentuk nilai, harapan, dan aspirasi karir mahasiswa (Supriatna. Dengan memanfaatkan genogram, mahasiswa dapat mengenali pola-pola keluarga yang memengaruhi pilihan karir, sehingga konselor dapat memberikan bimbingan yang lebih terarah dan personal. Selain itu, genogram membantu mahasiswa menyadari potensi dukungan maupun hambatan dari lingkungan keluarga, sehingga strategi pengembangan karir dapat lebih efektif. Penggabungan teori kombinasi dan genogram dalam bimbingan karir memberikan pendekatan yang komprehensif. Metode ini tidak hanya menilai faktor internal individ u, tetapi juga memperhatikan pengaruh eksternal dari sistem keluarga, sehingga memberikan gambaran lebih lengkap mengenai faktor-faktor yang memengaruhi pengembangan karir Dengan pendekatan ini, mahasiswa diharapkan dapat mengoptimalkan potensi diri, membuat keputusan karir yang lebih matang, serta meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja dan tantangan profesional di masa depan. Berdasarkan hal tersebut, penelitian ini bertujuan menganalisis literatur terkait pola karir mahasiswa dengan pendekatan teori kombinasi dan genogram. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan rekomendasi praktis bagi konselor, lembaga pendidikan, dan mahasiswa dalam merancang program bimbingan karir yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing, sekaligus menjadi landasan akademis bagi penelitian lebih lanjut di bidang bimbingan dan konseling karir. ME TODE PE NE LITIA N Penelitian ini menggunakan pendekatan library research atau penelitian kepustakaan, yang berarti pengumpulan data dilakukan melalui sumber-sumber tertulis, seperti buku, jurnal, artikel ilmiah, dan dokumen resmi, tanpa melakukan wawancara atau survei secara Bowen . menyatakan bahwa penelitian kepustakaan memungkinkan peneliti meninjau dokumen secara sistematis untuk memperoleh pemahaman, ide, dan informasi yang mendukung penelitian secara valid. Dalam penelitian ini, literatur yang dikaji difokuskan pada penerapan teori kombinasi dan genogram dalam bimbingan karir mahasiswa. Peneliti memilih literatur yang relevan dan kredibel, mencatat informasi penting, serta menganalisisnya secara deskriptif untuk mengidentifikasi pola-pola karir mahasiswa. Pendekatan ini memungkinkan penelitian memberikan gambaran yang komprehensif mengenai topik, tanpa memerlukan pengumpulan data lapangan secara langsung. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep Dasar Perencanaan dan Pola Karir Mahasiswa Perencanaan karir pada mahasiswa adalah proses proaktif di mana mahasiswa mengeksplorasi pilihan karir, mengevaluasi kemampuan dan minatnya, kemudian membuat keputusan serta mengembangkan komitmen terhadap jalur karir tertentu. Pola karir mahasiswa meliputi tahapan perkembangan mulai dari eksplorasi, pemantapan, hingga komitmen . tau keputusan akhi. terhadap karir. pola ini dibentuk oleh berbagai faktor internal dan eksternal yang saling berinteraksi. Terdapat tahapan perkembangan karir mahasiswa. Pada Teori klasik seperti Life-Span. Life-Space milik Super dan teori pengembangan karir Ginzberg menjelaskan bahwa proses karir tidak terjadi instan, melainkan melalui fase-fase. Super menjelaskan adanya tahapan pertumbuhan . , eksplorasi . , penetapan/ pemantapan . , pemeliharaan . , sampai disengagement . ensiun atau keluar dari pekerjaa. (Super, 1. Ginzberg menekankan fase fantasi, tentatif, dan realistik dalam pemilihan karir, yang relevan bagi mahasiswa yang sedang dalam fase tentatif menuju realistik. Misalnya dalam penelitian di SMK Negeri 3 Singaraja, penerapan teori Ginzberg dengan teknik modeling terbukti meningkatkan kematangan karir siswa yang awalnya berada pada tahap eksplorasi menuju tahap pemantapan. Pola karir pada mahasiswa dipengaruhi oleh faktor internal dan faktor eksternal. Pada faktor internal sangat menentukan kesiapan dan keputisan karir mahasiswa, yaitu: Self-efficacy: keyakinan mahasiswa bahwa mereka mampu menjalani proses yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan karir yang mereka pilih. Penelitian AuPengaruh Locus of Control terhadap Kematangan Karir yang Dimediasi oleh Self-Efficacy pada MahasiswaAy menunjukkan bahwa self-efficacy memediasi hubungan antara locus of control dan kematangan karir. mahasiswa dengan locus of control internal dan self -efficacy tinggi menunjukkan kematangan karir yang lebih baik (Djunaedi, 2. Minat dan orientasi masa depan . uture orientatio. : sejauh mana mahasiswa memikirkan masa depan karir mereka, merencanakan, dan mempunyai visi kerja. Penelitian AuStudent Career Decision Making: Self-Efficacy and Future OrientationAy menemukan pengaruh signifikan antara self-efficacy dan future orientation terhadap pengambilan keputusan karir siswa/mahasiswa (Alif Muarifah, 2. Selain faktor internal, terdapat faktor eksternal yang terdiri dari: Dukungan keluarga, guru, teman sebaya: dukungan parental, dukungan sekolah, attachment peer dan guru memiliki korelasi positif terhadap self-efficacy dalam keputusan karir siswa. Contohnya pada penelitian AuThe Role of Environment and Self on Self 3 Efficacy in Students' Career Decision MakingAy di mana parental support, teacher support, peer attachment berpengaruh langsung terhadap self-efficacy keputusan karir siswa (Putri, dkk, 2. Kondisi sosial ekonomi dan fasilitas pendidikan: akses terhadap sumber informasi karir, fasilitas bimbingan dan layanan konseling, peluang magang juga termasuk faktor eksternal Misalnya, penelitian AuInternal and External Predictors of Vocational High School StudentsAo EmployabilityAy menemukan bahwa dukungan keluarga . dan kepercayaan diri . elf-confidence, interna. adalah prediktor yang signifikan dalam employability siswa SMK (Dira Inavatin, dkk, 2. Berdasarkan tinjauan literatur, pola karir mahasiswa terbentuk melalui tahapan eksplorasi, pemantapan, dan komitmen terhadap pilihan karir, yang dipengaruhi oleh kombinasi faktor internal seperti self-efficacy, orientasi masa depan, dan minat, serta faktor eksternal seperti dukungan keluarga, guru, teman sebaya, kondisi sosial ekonomi, dan akses terhadap informasi karir. Berbagai penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa interaksi antara faktor internal dan eksternal memiliki peran penting dalam menentukan kesiapan dan kematangan karir mahasiswa, sehingga pendekatan teori kombinasi dianggap relevan untuk menganalisis pola Namun, masih terbatas penelitian yang menggunakan genogram sebagai alat analisis dalam konteks mahasiswa untuk menelusuri pola hubungan keluarga terhadap pilihan dan perkembangan karir, yang menjadi celah penelitian penting untuk dikaji lebih lanjut. Tinjauan tentang Combination Theory dalam Bimbingan Karir Combination Theory dalam bimbingan karir adalah pendekatan integratif yang menggabungkan berbagai teori perkembangan karir untuk membantu individu memahami dan merencanakan jalur karir mereka secara lebih holistik. Pendekatan ini menyatukan elemen-elemen dari teori Holland. Super. Krumboltz, dan Ginzberg, dengan tujuan memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang faktor-faktor yang memengaruhi keputusan karir individu (Ginting, 2. Dengan memadukan berbagai perspektif ini. Combination Theory memungkinkan konselor untuk menyesuaikan intervensi bimbingan karir sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik unik setiap individu, serta mempertimbangkan berbagai aspek seperti minat, kepribadian, pengalaman, dan tahap perkembangan individu dalam proses pengambilan keputusan karir. Combination Theory dalam bimbingan karir merujuk pada pendekatan integratif yang memadukan kekuatan dari beberapa teori perkembangan karir tradisional seperti Holland. Super. Krumboltz, dan Ginzberg untuk memberikan kerangka analisis yang komprehensif terhadap proses pengambilan keputusan karir individu. Pendekatan ini muncul dari kritik terhadap teori tunggal yang cenderung menekankan satu aspek saja . isalnya trait, tahap perkembangan, atau pembelajaran sosia. , tanpa mempertimbangkan interaksi dinamis antara faktor psikologis, perkembangan, dan sosial. Menurut Holland, individu memiliki tipe kepribadian (Realistic. Investigative. Artistic. Social. Enterprising. Conventiona. yang idealnya cocok dengan lingkungan kerja yang sesuai, dan kepuasan karir muncul dari kesesuaian antara pribadi dan lingkungan . (Holland, 1. Di sisi lain, teori Super menekankan bahwa karir berkembang dalam tahap waktu sepanjang hidup . ife-spa. dan dipengaruhi oleh peran kehidupan . yang berubah seiring waktu (Super, 1. Ginzberg menawarkan pandangan bahwa pemilihan karir berlangsung melalui fase . antasi, tentative, realisti. sesuai dengan perkembangan individu (Ginzberg, 1. Sementara itu. Krumboltz melalui Social Learning Theory of Career Decision Making menekankan bahwa keputusan karir terbentuk dari pengalaman belajar . odeling, reinforcement, ekspektas. dan keberuntungan . (Krumboltz, 1. Dalam praktik bimbingan karir mahasiswa, kombinasi teori tersebut memungkinkan konselor atau praktisi karir untuk: Mengenali tipe kepribadian dan preferensi mahasiswa (Hollan. Memahami bahwa mahasiswa berada di tahap eksplorasi dan pemantapan dalam perkembangan karir (Super & Ginzber. Mempertimbangkan pengaruh pengalaman belajar, konteks sosial, dan kejadian tidak terduga (Krumbolt. Sebagai contoh, mahasiswa yang terlihat cocok dengan tipe Investigative mungkin menghadapi hambatan pasar kerja atau tekanan keluarga. melalui pendekatan kombinasi, konselor dapat mempertimbangkan bagaimana pengalaman magang . elajar sosia. atau nilai keluarga memengaruhi keputusan akhirnya. Kelebihan teori kombinasi terletak pada sifatnya yang holistik, fleksibel, dan integratif tidak memaksakan satu perspektif tunggal, melainkan menggabungkan aspek trait, perkembangan, dan pembelajaran untuk menangkap kompleksitas keputusan karir Namun, ada beberapa tantangan atau keterbatasan sebagai berikut: Penerapannya lebih kompleks dan membutuhkan kompetensi konselor tinggi untuk menyintesiskan teori. Dalam konteks budaya tertentu, seperti di Indonesia, pengaruh nilai-nilai sosial dan keluarga bisa sangat dominan, sehingga penerapan model kombinasi dalam bimbingan karir harus diadaptasi agar sesuai dengan kondisi dan norma lokal. Ada potensi redundansi atau konflik antar teori jika tidak d irancang dengan baik. Peran Genogram dalam Pemahaman Pola Karir Mahasiswa Genogram adalah gambaran visual keluarga yang biasanya mencakup tiga generasi, tidak hanya untuk menunjukkan hubungan garis keturunan, tetapi juga memberi informasi tentang kualitas hubungan, seperti adanya konflik, kedekatan, atau dukungan, serta data tambahan seperti pekerjaan, nilai-nilai, kesehatan, dan cerita keluarga (Okiishi, 1. Dalam bimbingan karir, konsep ini dikembangkan menjadi genogram karir keluarga . amily career genogra. , yang memudahkan konselor dan klien melihat pola pekerjaan dalam keluarga, harapan terkait karir dari generasi ke generasi, serta bagaimana nilai-nilai terkait pekerjaan diwariskan dan memengaruhi pilihan karir individu (Storlie. Lara. McKinney, & Unger. Melalui genogram, konselor bersama mahasiswa dapat melihat bagaimana profesi orang tua, jalur karir anggota keluarga lain, serta hubungan interpersonal dalam keluarga membentuk kerangka rujukan karir mahasiswa. Genogram sebagai alat wawancara konseling karir dapat menganalisis pengaruh orang tua dan significant others dalam perkembangan karir konseli, termasuk aspek-aspek seperti model pola hidup okupasional, proses pengambilan keputusan, dan internalisasi nilai kerja keluarga (Suptriatna, 2. Dalam tinjauan literatur penggunaan genogram di Indonesia, genogram telah digunakan dalam studi literatur bimbingan karir untuk menunjukkan bahwa nilai kerja dan harapan orang tua sering tampil sebagai pola dominan dalam keluarga mahasiswa (Badafi, 2. Sebagai contoh terdapat penelitian menggunakan genogram dalam kelompok mahasiswa yang masih dalam tahap eksplorasi karir, dan menemukan bahwa tema warisan dari keluarga seperti ekspektasi mengikuti profesi orang tua atau tekanan untuk Auaman secara ekonomiAy muncul secara konsisten sebagai narasi yang memengaruhi keputusan karir mahasiswa (Sookwah, 2. Penelitian eksperimen di lingkungan komunitas mahasiswa di Universitas Ahmad Dahlan juga menunjukkan bahwa intervensi menggunakan genogram dalam konseling komunitas dapat meningkatkan skor kemampuan perencanaan karir mahasiswa . ji sign test, p = 0,. Hal ini mengindikasikan bahwa genogram tidak sekadar diagnostik, tetapi juga alat intervensi reflektif yang memungkinkan mahasiswa menyadari pengaruh keluarga yang selama ini mungkin tidak disadari (Amirul et al. , 2. Dalam hal ini teori kombinasi, genogram memainkan peran pengayaan aspek eksternal dalam memahami pola karir, sebagai teori kombinasi yang menilai aspek psikologis dan tahap perkembangan individu, genogram menyuntikkan konteks keluarga yang konkret ke dalam pemetaan karir mahasiswa, sehingga intervensi bimbingan karir tidak hanya menyentuh Audiri internalAy mahasiswa, tetapi juga sistem keluarga yang ikut membingkai keputusan karir. Dengan demikian, genogram memperkuat pendekatan holistik dalam analisis pola karir mahasiswa, menjembatani aspek internal dan eksternal dalam satu kesatuan Integrasi Combination Theory dan Genogram dalam Analisis Pola Karir Mahasiswa Integrasi antara combination theory dan genogram memberikan kerangka yang lebih komprehensif dalam memahami dinamika pembentukan pola karir mahasiswa. Combination theory merupakan pendekatan integratif yang menggabungkan berbagai teori pengembangan karir, seperti teori perkembangan Donald Super, teori tipologi John Holland, teori pembelajaran sosial Krumboltz, dan teori konstruksi karir Savickas. Pendekatan ini menilai dimensi internal individu, seperti minat, kepribadian, nilai, dan self-efficacy yang memengaruhi pilihan karir seseorang (Chen, 2. Melalui teori kombinasi, konselor dapat mengidentifikasi faktor-faktor psikologis yang mendasari pengambilan keputusan karir mahasiswa, termasuk tahap eksplorasi, pemantapan, dan komitmen terhadap arah karir yang Sementara itu, genogram berfungsi sebagai alat visual untuk menggambarkan struktur dan hubungan keluarga lintas generasi, sehingga membantu memahami pengaruh eksternal, terutama sistem nilai, ekspektasi, dan model peran keluarga terhadap keputusan karir Menurut Supriatna genogram memungkinkan konselor melihat pola karir keluarga, seperti kecenderungan profesi yang diwariskan atau nilai kerja yang ditanamkan orang tua terhadap anak (Supriatna, 2. Penelitian Storlie. Hilton. McKinney, dan Unger menunjukkan bahwa penggunaan family career genogram efektif membantu mahasiswa eksploratori memahami pengaruh keluarga terhadap aspirasi karir serta menyadari peran nilai-nilai keluarga dalam proses perencanaan karir (Storlie, 2. Demikian pula. Sookwah menemukan bahwa analisis genogram pada mahasiswa teknik mengungkap keterkaitan antara harapan keluarga, persepsi keberhasilan, dan motivasi akademik mahasiswa (Sookwah 2. Kedua pendekatan tersebut saling melengkapi combination theory yang menjelaskan dinamika internal pembentukan karir, sedangkan genogram memberikan konteks eksternal yang menjelaskan mengapa pola tertentu terbentuk. Integrasi ini memungkinkan konselor memahami interaksi antara faktor personal dan sistem keluarga secara utuh. Misalnya, rendahnya self-efficacy mahasiswa dalam memilih karir sains dapat dihubungkan dengan kurangnya figur keluarga yang bekerja di bidang tersebut, sementara tekanan untuk mengikuti profesi orang tua dapat dijelaskan melalui pola transgenerasional yang tampak dalam genogram (Krumboltz & Mitchell, 1. Artinya intervensi karir menjadi lebih personal dan kontekstual karena mempertimbangkan baik potensi individu maupun dinamika keluarga. Secara keseluruhan, integrasi combination theory dan genogram menawarkan pendekatan yang holistik dan kontekstual dalam memahami pola karir mahasiswa. Kombinasi keduanya memberikan landasan konseptual yang kuat untuk intervensi bimbingan karir yang tidak hanya berorientasi pada individu, tetapi juga memperhatikan sistem keluarga yang membentuk dan memengaruhi keputusan karir. Pendekatan ini dapat menjadi strategi efektif bagi konselor dan lembaga pendidikan tinggi dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja secara lebih matang, realistis, dan berakar pada konteks kehidupan mereka sendiri. KESIMPULAN Berdasarkan hasil kajian literatur, dapat disimpulkan bahwa pola karir mahasiswa terbentuk dari perpaduan faktor internal dan eksternal yang saling berpengaruh. Faktor internal meliputi minat, nilai, kepribadian, serta self-efficacy yang menentukan kesiapan dan arah pilihan karir. Sementara itu, faktor eksternal mencakup dukungan keluarga, teman sebaya, lingkungan pendidikan, serta kondisi sosial ekonomi yang turut membentuk persepsi dan keputusan karir mahasiswa. Melalui pemahaman ini, mahasiswa dapat mengenali potensi diri sekaligus memahami pengaruh lingkungan terhadap pilihan karir mereka. Pendekatan Combination Theory dan genogram memberikan perspektif yang lebih menyeluruh dalam menganalisis pola karir mahasiswa. Combination Theory membantu memahami dinamika internal individu melalui integrasi berbagai teori karir, sedangkan genogram menyoroti aspek eksternal berupa pola nilai dan pengaruh keluarga lintas generasi. Integrasi keduanya memungkinkan konselor memberikan layanan bimbingan karir yang lebih personal, kontekstual, dan realistis. Dengan demikian, mahasiswa dapat merancang keputusan karir yang matang dan berakar pada kesadaran diri serta dukungan lingkungan yang konstruktif, sehingga lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja secara profesional. DAFTAR PUSTAKA