Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 370-379 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 PENGARUH PEMBERIAN FRAKSI ETIL ASETAT BUAH KASTURI (Mangifera casturi Koster. TERHADAP TOKSISITAS AKUT. GAMBARAN MAKROSKOPIS DAN MIKROSKOPIS JANTUNG TIKUS PUTIH JANTAN Sutomo*. Gita Meliawati. Arnida Program Studi Farmasi Fakultas MIPA Universitas Lambung Mangkurat *Email: sutomo01@ulm. Artikel diterima: 8 Agustus 2019. Disetujui: 1 9 Oktober 2019 ABSTRAK Tumbuhan kasturi (Mangifera casturi Koster. yang berasal dari genus Mangifera, mempunyai senyawa yang dapat dimanfaatkan dalam pengobatan. Fraksi etil asetat dari ekstrak metanol buah M. casturi mengandung senyawa fenolik seperti flavonoid dan tanin dengan aktivitas antioksidan yang sangat kuat. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan pengaruh pemberian fraksi etil asetat buah M. casturi terhadap ketoksikan akut, gambaran makroskopis dan mikroskopis organ jantung tikus putih jantan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental rancangan acak lengkap di Laboratorium. Penelitian pengaruh pemberian fraksi etil asetat buah M. casturi dilakukan pada 4 kelompok uji dan 1 kelompok kontrol masing-masing terdiri dari 5 hewan. Pengujian toksisitas akut dan histologi jantung tikus putih jantan ini menggunakan pemeriksaan laboratorium secara kualitatif dengan mengamati jumlah kematian tikus, gambaran makroskopis dan gambaran mikroskopis organ jantung setelah pemberian fraksi etil asetat buah M. casturi serta pemeriksaan kuantitatif berupa LD50. Tikus diberikan perlakuan dengan dosis tungal kemudian diamati selama 14 hari, setelah itu tikus dibedah dan diambil organ jantungnya. LD50 yang didapat 290,867 mg/kgBB. Hasil analisis menggunakan uji Kruskal Wallis menunjukkan bahwa pemberian fraksi etil asetat buah kasturi tidak berbeda bermakna antara kelompok kontrol dan perlakuan . > 0,. pada volume jantung Semua kelompok perlakuan tidak menunjukkan tanda atau kondisi inflamasi, sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian fraksi etil asetat buah M. casturi tidak memberikan pengaruh berupa inflamasi pada organ jantung tikus. Kata kunci: Mangifera casturi Kosterm, antioksidan, fraksi etil asetat, toksisitas. LD50, inflamasi ABSTRACT The kasturi plant (Mangifera casturi Koster. derived from the genus Mangifera, has a compound that can be utilized in the treatment. The fraction of ethyl acetate from methanol extract of M. casturi fruit contains phenolic compounds such as flavonoids and tannins with very strong of antioxidant The purpose of this study was to determine the effect of ethyl acetate fraction of M. casturi on acute toxicity, macroscopic and microscopic organ Sutomo, dkk | 370 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 370-379 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 picture of male rat heart. This study used a complete randomized experimental design method in the laboratory. Research on the effect of fractionation of ethyl acetate of M. casturi fruit in 4 test groups and 1 control group on acute toxicity and histology of the heart of male white rat using qualitative laboratory examination by observing the number of mouse deaths, macroscopic picture and microscopic picture of cardiac organ after giving fraction the ethyl acetate of M. casturi and the quantitative examination of LD50. Each group consisted of 5 animals given treatment once for 14 days, after which the mouse was dissected and the heart organ was taken to be observed. LD50 obtained for 2290. 867 mg / kgBB. The result of analysis using Kruskal Wallis test showed that the fraction of ethyl acetate of kasturi fruit did not differ significantly between control group and treatment . > 0. at mouse heart volume. All treatment groups did not show signs or inflammatory conditions, so it can be concluded that the fraction of ethyl acetate of M. casturi did not give the effect of inflammation in mouse heart organ. Keywords: Mangifera casturi Kosterm, fractionation of ethyl acetate, toxicity. LD50, inflamation PENDAHULUAN Genus spesies oksigen atau nitrogen yang Mangifera Anacardiaceae lipooksigenase dan siklooksigenase perhatian dalam bidang biokimia dan (Halliwell and Gutteridge, 2. farmakologi dalam beberapa tahun Potensi aktifitas antioksidan buah M. casturi dapat mencegah penyakit (Mangifera yang diakibatkan oleh radikal bebas. casturi Koster. yang juga berasal Penggunaan fraksi etil asetat masih dari genus Mangifera, mempunyai perlu dilakukan pengujian untuk senyawa yang memiliki aktifitas memastikan adanya efek samping Fraksi etil asetat dari maupun toksisitasnya terhadap organ buah M. casturi terdapat senyawa harus dilakukan untuk mengevaluasi triterpenoid dan polifenol (Sutomo et dan penafsiran sifat toksik suatu , 2014. Tanaya et al. , 2. bahan adalah uji toksisitas akut Secara in vitro, flavonoid merupakan (Milton, 1. (Amien Tumbuhan peroksidasi lipid, sebagai penangkap Langkah Berdasarkan tersebut, perlu dilakukan penelitian Sutomo, dkk | 371 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 370-379 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 aquadest, buah M. casturi Kosterm, histopatologi pada organ jantung etanol 96%, eter, etil asetat, formalin, setelah pemberian fraksi etil asetat kertas saring. Na-CMC, paraffin buah M. Pengamatan efek liquid, pewarna hematoksilin dan toksik yang dapat timbul dilihat dari eosin, dan xylol. Lethal Dose (LD. dan pengamatan Subjek Penelitian histopatologi organ jantung tikus Penelitian Adanya hewan uji tikus putih jantan galur diharapkan dapat wistar dengan berat 210-350 g, umur memberikan batas aman konsumsi 2-4 bulan, kondisi fisik sehat secara fraksi etil asetat buah M. casturi dan fisiologi, tidak ada abnormalitas toksisitas akut pengembangan obat tradisional dari Penyiapan Simplisia. Ekstraksi buah M. dan Fraksinasi Buah M. Buah M. casturi diperoleh dari METODE PENELITIAN Kota Martapura. Kabupaten Banjar. Alat dan Bahan Kalimantan Alat yang digunakan pada Selatan. Buah penelitian ini ialah blender, botol daging buah dan bijinya, kemudian minum hewan, corong, kaca penutup, daging buah dikeringkan dengan kaca objek, kandang tikus, rotary (Heidolp. , . A60oC. Simplisia mikrotom, penjepit kayu, pinset, ukuran partikel serbuk. Serbuk buah pipet tetes, pisau bedah, seperangkat alat-alat gelas, spuit injeksi 5 mL, kemudian diekstraksi menggunakan toples, timbangan analitik (Ohau. , pelarut etanol 96% dengan metode Ekstraksi dilakukan selama (Memmer. , oven (Finco In. Bahan 5 y 24 jam dengan menggunakan yang digunakan pada penelitian ini maserator dan setiap 24 jam larutan disaring serta diganti dengan pelarut Sutomo, dkk | 372 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 370-379 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 yang baru. Ekstrak M. casturi yang gelas beaker yang mengandung air sudah diuapkan ditimbang sebanyak panas sedikit demi sedikit sambil aquadest . lalu diaduk hingga Dimasukkan ke dalam labu ukur 100 Campuran dimasukkan ke hingga tanda batas. Larutan Na-CMC pelarut n-heksana sebanyak 50 mL. yang berada di dalam labu ukur Proses fraksinasi dilakukan dengan kemudian digojog hingga larutan menggojok ekstrak buah M. Pembuatan Suspensi Fraksi Etil n-heksan terbentuk 2 lapisan, sambil sesekali keran dibuka untuk mengeluarkan Asetat Buah M. Fraksi etil asetat sebanyak 50 mg disuspensikan dalam Na-CMC Fraksinasi dilakukan 0,5% sampai 10 mL, sehingga diperoleh fraksi dengan kandungan 5 pelarut sudah bening. Fraksi air mg/mL. Untuk setiap dosis dibuat difraksinasi kembali menggunakan suspensi dengan cara yang sama Suspensi memasukkan fraksi air ke corong disimpan pada tempat yang tertutup pisah dan dicampurkan dengan 50 dan terhindar dari sinar matahari mL pelarut etil astetat. Digojog dan ditunggu hingga terbentuk 2 lapisan. Tahap Pengujian Toksisitas Akut dipisahkan antara fraksi etil asetat Pemberian dosis fraksi etil dan fraksi air. Kemudian, fraksi etil asetat buah M. casturi adalah sebagai asetat diuapkan hingga didapatkan fraksi kental. Kelompok 1 : diberikan Pembuatan Larutan Na-CMC (Na-CMC 0,5% 2 mL/k. Larutan Na-CMC 0,5% dibuat dengan menimbang 500 mg Na- . Kelompok 2 : diberikan dosis 5 mg/kgBB CMC dan dimasukkan ke dalam Sutomo, dkk | 373 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 370-379 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 . Kelompok 3 : diberikan dosis 50 mg/kgBB dibedah untuk ditimbang dan dicek histopatologi organ jantung yang . Kelompok 4 : diberikan dosis 300 mg/kgBB dibandingkan dengan kontrol negatif. Pengamatan . Kelompok 5 : diberikan makroskopik dan mikroskopik. 2000 mg/kgBB Tikus dipuasakan selama 18 jam HASIL DAN PEMBAHASAN sebelum diberi perlakuan. Kemudian Hasil Pembuatan Ekstrak Etanol dan Fraksi Etil Asetat Buah M. sediaan dengan sonde dalam dosis Pemberian pakan dilakukan Serbuk kembali 4 jam setelah pemberian. Pengamatan yang dilakukan terhadap etanol 96% dengan perbandingan tikus berupa tremor, kejang, salivasi, 1:2,5 untuk menarik senyawa yang diare, tidur dan koma yang dilakukan setiap hari selama 14 hari. Hewan uji dilakukan menggunakan wadah kaca yang tertutup untuk menghindari dimasukkan ke dalam perhitungan rusaknya senyawa akibat oksidasi. hewan yang mati serta tikus secara Ekstrak cair diuapkan pelarutnya dengan rotary evaporator pada suhu Ekstraksi seminggu (BPOM, 2. 55AC sehingga rusaknya senyawa Pemeriksaan akibat panas yang berlebihan bisa Histopatologi Jantung Ekstrak kental dihasilkan Tikus diberi perlakuan pada sebanyak 33,37%. hari pertama dengan memberikan Fraksinasi dilakukan bertingkat fraksi etil asetat buah M. berdasarkan kepolaran pelarut. Tahap kemudian diamati selama 14 hari, pertama menggunakan pelarut n- jika terdapat tikus yang mati maka heksana untuk menarik senyawa dengan kepolaran rendah, seperti Sedangkan tikus yang masih golongan terpenoid, minyak, klorofil, bertahan hidup pada hari ke-15 Tahap Sutomo, dkk | 374 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 370-379 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 dilakukan fraksinasi menggunakan pelarut etil asetat untuk menarik gangguan dalam metabolisme, pakan senyawa golongan fenolik, tanin, tercerna dengan baik dan berefek maupun senyawa semipolar lainnya (Vinandhita, (Tensiska & Yudiastuti, 2. Hasil pengolahan data selisih berat badan fraksinasi menggunakan etil asetat tikus dengan metode Shapiro-Wilk, didapatkan fraksi kental sebanyak sebaran data memiliki distribusi yang 7,96% Homogenitas data dianalisis Berdasarkan Sutomo et al. , . melaporkan bahwa fraksi etil asetat memiliki aktifitas antioksidan kuat homogen dengan nilai p sebesar dengan nilai IC50 sebesar 6,0 ppm. 0,003 Hasil Pengamatan Toksisitas Akut perbedaan bermakna antara kenaikan Pada umumnya hewan uji yang berat badan dari kelompok 2 dengan Levene 0,. Tidak Sediaan suspensi fraksi etil Beberapa parameter yang menyebabkan kematian pada tikus diamati terhadap hewan uji adalah selama 14 hari pengamatan. Hasil munculnya tremor, kejang, salivasi, perhitungan nilai LD50 melalui % diare, tidur dan koma yang yang diamati setiap hari selama 14 hari. LD50 Tikus 290,867 mg/kgBB. kelompok kontrol, tidak ada gejala Tabel 1. Hasil pengamatan toksisitas toksik yang teramati, feses yang normal, tidak terjadi salivasi, kejang dan hiperaktivitas selama 14 hari pengamatan (Tabel . Peningkatan bobot badan tikus pada semua tikus uji menunjukkan Sutomo, dkk | 375 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 370-379 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 Hasil Pembedahan Pengamatan Makroskopis Organ jantung yang telah diambil diamati secara makroskopis (Tabel . Jantung Pengamatan Tabel 2. Hasil pengamatan makroskopik jantung Jantung yang normal memiliki warna merah kecoklatan dengan permukaan halus, sedangkan jantung yang tidak normal akan mengalami perubahan warna dan memiliki permukaan yang berbintik (Robbins & Kumar, 1. Hasil kelompok kontrol dan uji memiliki permukaan yang halus (Gambar . hal ini sesuai dengan gambaran jantung normal (Herman, 2. Hasil pengolahan data volume organ jantung secara deskriptif berupa volume maksimal dari organ jantung minimalnya adalah 0,8 mL dengan rata-rata sebesar 1,188. Hasil statistik dengan menggunakan Saphiro-Wilk Tikus dibedah pada hari ke-15 dan Levene test menyatakan bahwa data memiliki sebaran yang normal dan data memiliki homogenitas yang posterior menuju anterior dengan normal yaitu sebesar 0,511 dengan membuka daerah rongga perut dan rongga dada (Bhara, 2. Organ perbandingan kelompok uji dengan Hasil Sutomo, dkk | 376 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 370-379 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 kelompok kontrol tidak berbeda bermakna dengan nilai p > 0,05. untuk menarik cairan yang berada di dalam jaringan. Jantung yang sudah dijernihkan selanjutnya diinfiltrasi pengerjaan pembuatan blok preparat. Blocking/embedding dengan meletakkan organ jantung Gambar 1. Pengamatan Makroskopis Organ Jantung. Keterangan : A. Kontrol Na-CMC 0,5% berwarna merah kecoklatan. Dosis 5 mg/kgBB berwarna merah kecoklatan. Dosis 50 mg/kgBB berwarna merah pucat. Dosis 300 mg/kgBB berwarna merah kecoklatan, dan E. Dosis 2000 mg/kgBB berwarna merah pada cetakan yang berisi paraffin cair Hasil sehingga secara mikroskopik sel Pembuatan Preparat Histopatologi Organ Jantung mengering dan padat. Blok paraffin kemudian dipotong menggunakan mikrotom menjadi potongan setebal 0,3-0,5 mm dan ditempelkan pada kaca objek. Irisan yang tepat dapat mempermudah dalam pengamatan. Organ jantung setelah diambil Pewarnaan pada jaringan yang telah menggunakan larutan buffer formalin Hematoxyllin Eosin (HE). Preparat dibersihkan dengan larutan NaCl 0,9%. Organ jantung difiksasi selama mikroskop perbesaran 400y dan A24 jam untuk mengawetkan dan mengeraskan jantung. Selanjutnya melihat inflamasi pada otot jantung (Shukla et al. , 1. konsentrasi yang tinggi . %, 80%, 90%, dan absolu. yang berfungsi Pengamatan Mikroskopis Organ Jantung Preparat diamati pada perbesaran 400y dan Sutomo, dkk | 377 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 370-379 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 diberikan penilaian secara kualitatif dapat dikatakan bahwa pemberian terjadinya inflamasi pada jaringan fraksi etil asetat M. casturi tidak menyebabkan ketoksikan akut pada Gambaran mikroskopis jantung setelah diamati dapat dilihat pada Gambar 2 berikut. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa tidak terdapat pengaruh ketoksikan dari fraksi etil asetat buah M. pada tikus dan LD50 yang didapat sebesar Gambar 2. Gambaran mikroskopis Semua perubahan gambaran makroskopis pada organ jantung yaitu warna merah kecoklatan dengan permukaan kondisi inflamasi dan kondisi sel licin dan volume yang tidak berbeda 2290,867 mg/kgBB. Tidak terdapat disimpulkan bahwa pemberian fraksi dengan kelompok kontrol. Secara etil asetat buah M. casturi tidak mikroskopik tidak terdapat inflamasi inflamasi pada organ jantung tikus. pemberian fraksi etil asetat buah M. Hasil yang didapatkan dari data toksisitas akut dengan parameter berat badan, ekskresi dan perilaku UCAPAN TERIMA KASIH tidak menunjukkan gejala toksik. Ucapan terima kasih kepada Data diperkuat dengan gambaran Ristekdikti melalui hibah PTUPT serta semua pihak yang membantu jantung yang tidak menunjukkan dalam penyelesaian penelitian ini. kelompok kontrol dan uji, sehingga Sutomo, dkk | 378 Jurnal Ilmiah Ibnu Sina, 4. Oktober 2019, 370-379 p-ISSN: 2502-647X. e-ISSN: 2503-1902 DAFTAR PUSTAKA