KEIZAI: Jurnal Kajian Ekonomi. Manajemen, & Akuntansi Vol. No. : 104-113 http://jurnal. id/index. php/KEIZAI/index p ISSN 2807-5668 e ISSN 2807-3967 ANALISIS PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PT. SAMUDERA INDONESIA Tbk SEBELUM & SESUDAH AKUISISI Angelina Siska Tinika*1. Fakultas Bisnis. Universitas Darwan Ali. Sampit. Indonesia Email*: angelina. tinika@gmail. History of Article : received August 2022, accepted September 2023, published September 2023 Abstract - This study aims to analyze the financial performance before and after the acquisition using financial ratios at PT. Samudera Indonesia Tbk. Financial performance in this study was measured using financial ratios, namely Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) and Earning per Share (EPS). The method of measuring financial performance uses the Wilcoxon rank sum test. The population in this study is the financial statements of PT. Samudera Indonesia Tbk. The sample used in this study was 2 years before the acquisition and 1 year after the acquisition from 2019 to 2021. The results showed that there was no difference in Debt to Equity Ratio (DER) before the acquisition, while there was a difference in Current Ratio (CR) and and Earning Per Share (EPS) after Keywords: financial performance, acquisition, financial ratio Abstrak - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja keuangan sebelum dan sesudah akuisisi menggunakan rasio keuangan pada PT. Samudera Indonesia Tbk. Kinerja kuangan pada penelitian ini diukur dengan menggunakan rasio keuangan yaitu Current Ratio (CR). Debt to Equity Ratio (DER) dan Earning per Share (EPS). Metode dalam mengukur kinerja keuangan menggunakan pengujian wilcoxon rank sum test. Populasi dalam penelitian ini yaitu laporan keuangan PT. Samudera Indonesia Tbk. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 tahun sebelum akuisisi dan 1 tahun sesudah akuisisi dari tahun 2019 sampai dengan 2021. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan perbedaan antara Debt to Equity Ratio (DER) sebelum akuisisi, sedangkan terdapat perbedaan Current Ratio (CR) dan dan Earning Per Share (EPS) setelah dilakukan Kata Kunci: kinerja keuangan, akuisisi, rasio keuangan PENDAHULUAN Globalisasi semakin mendunia membuat persaingan pada keragaman produk, kualitas, pemasaran, dan industri lainnya semakin kuat. Kemajuan teknologi yang pesat mempermudah setiap orang untuk mendapatkan sumber daya terkini serta globalisasi perdagangan bebas membuat persaingan antar perusahaan menjadi lebih ketat, mengharuskan perusahaan untuk menggunakan taktik untuk mendapatkan keunggulan kompetitif dalam persaingan saat ini (Dewi & Hartono, 2. Untuk mengidentifikasinya, organisasi harus menyusun strategi terbaik untuk meningkatkan kinerja dan kelangsungan hidupnya. Keberhasilan finansial merupakan komponen terpenting dalam menentukan kemajuan perusahaan. Kinerja dari waktu ke waktu dapat dilihat dari kinerja keuangan yang dilakukan Ekspansi merupakan salah satu cara yang dapat diterapkan perusahaan untuk meningkatkan meningkatkan kinerja perusahaanya. Ekspansi meningkatkan kinerja keuangan perusahaan dan membuatnya lebih kuat. Pertumbuhan perusahaan internal atau eksternal adalah sangat mungkin untuk Penganggaran modal atau capital budgeting menyebabkan segmen korporasi berekspansi Angelina Siska Tinika KEIZAI: Jurnal Kajian Ekonomi. Manajemen, & Akuntansi Vol. No. : 104-113 secara internal. Merger dan akuisisi adalah cara untuk memperluas ke luar, menurut Azhari & Budiana . akuisisi merupakan pembelian suatu perusahaan untuk digunakan sebagai cabang atau divisi operasi dari perusahaan pembeli. Merger dan akuisisi perusahaan mendapatkan keunggulan kompetitif dengan mengakuisisi perusahaan yang memperluas bisnis mereka (Andrian & Listyowati, 2. Aktivitas akuisisi menarik minat dari PT. Samudera Indonesia Tbk di awal tahun 2021. Pada tanggal 1 Maret 2021 perusahaan bergerak pada sektor infrastruktur, utilitas, & transportasi di industri transportasi bidang pelayaran telah meangkuisisi perusahaan PT. Ahlers Thoeng Indonesia melalui anak perusahaannya yaitu PT. Silkargo Indonesia. PT Ahlers Thoeng Indonesia merupakan perusahaan logistik dari negara Belgia yang sudah beroperasional selama 100 tahun. Transaksi pengalihan bisnis yang dilakukan PT. Samudera Indonesia terhadap PT. Ahlers Thoeng Indonesia sebesar Rp 1 Miliar. Dalam pengakuisisian ini PT. Samudera Indonesia Tbk menggunakan dana internalnya. PT. Silkargo Indonesia mengambil alih seluruh kegiatan komersial PT. Ahlers Thoeng Indonesia. Temuan penelitian dari Bella & Sari . mengungkapkan bahwa keuangan perusahaan sebelum adanya akuisisi dan setelah di akuisisi menyatakan bahwa tidak terdapat perbedaan antara kinerja yang dilakukan oleh perusahaan baik sebelum akusisi dan setelah dilakukan akuisisi. Selanjutnya sejalan dengan temuan Dewi & Hartono . menyatakan bahwa tidak ditemukan perbedaan secara signifikan dari kinerja perusahaan sebelum dan setelah dilakukan akuisisi. Namun. Vincensia et al. , . menemukan jika kinerja keuangan perusahaan tidak sama dengan sebelum maupun setelah dilakukan akuisisi. Berikut daftar perusahaan yang mengakuisisi perusahaan lain pada tahun 2021: Tabel 1. Daftar Perusahaan Mengakuisisi Perusahaan Pengakuisisi PT. Indorama Synthetics Tbk PT. Wijaya Karya Tbk PT. Mandom Indonesia Tbk PT. Samudera Indonesia Tbk PT. Kencana Energi Lestasi Tbk PT. Jasnita Telekomindo Tbk PT. Itama Ranoraya Tbk PT. Indonesia Transport & Infrastructure Tbk Sumber: data diolah, 2022 Perusahaan Yang Diakuisisi PT. Cikondang Kencana Prima PT. Wijaya Karya Realty PT. Alliance Cosmetics PT. Ahlers Thoeng Indonesia PT. Biomassa Energi Jaya PT. Cozmo Serviced Apartments PT. Oneject Indonesia PT. Bhakti Coal Reseources Tanggal Akuisisi Rata2 Return Saham H 60 24 Februari 2021 0,25% 30 Maret 2021 16 April 2021 0,23% -0,15% 28 April 2021 1,87% 31 Mei 2021 0,19% 4 Agustus 2021 0,49% 30 September 2021 0,45% 12 Oktober 2021 0,20% Berdasarkan tabel 1 dari delapan akuisisi yang dilakukan, enam di antaranya menghasilkan return saham yang rata-rata menguntungkan dalam 60 hari. Ada hanya satu akuisisi yang berdampak negatif pada return saham, yaitu PT. Mandom Indonesia Tbk yang mengakuisisi PT. Alliance Cosmetics (-0,15%). PT. Samudera Indonesia Tbk mengakuisisi PT. Ahlers Thoeng Indonesia dengan return saham tertinggi selama 60 hari sebesar 1,87%. Ini menunjukkan bahwa pasar sangat responsif terhadap akuisisi ini dibandingkan dengan akuisisi lainnya. Perubahan return saham setelah akuisisi biasanya kecil, berkisar antara -0,15% dan 1,87%, menunjukkan bahwa akuisisi memiliki dampak, tetapi tidak selalu signifikan dalam jangka pendek. Keputusan harus dipertimbangkan dengan hati-hati karena berdampak terhadap risiko. Kesuksesan keuangan perusahaan dapat diukur melalui rasio keuangan. Tabel di atas menunjukkan perusahaan mana yang mengambil alih. Hanya PT. Samudera Indonesia Tbk, yang mengakuisisi delapan perusahaan pada tahun 2021, yang menunjukkan imbal hasil yang positif. Penelitian ini Angelina Siska Tinika KEIZAI: Jurnal Kajian Ekonomi. Manajemen, & Akuntansi Vol. No. : 104-113 menganalisis kinerja keuangan suatu perusahaan sebelum dan sesudah akuisisi. Penelitian ini dilakukan guna untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan pada perusahaan baik sebelum dilakukan akuisisi dan setelahnya dengan menggunakan rasio CR. DER, dan EPS. Studi ini berfokus pada "Analisis Perbandingan Kinerja Keuangan PT. Samudera Indonesia Tbk sebelum dan sesudah Akuisisi". Berdasarkan penjelasan tersebut dirumuskan masalah sebagai berikut : apakah rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio pasar pada PT. Samudera Indonesia Tbk terdapat perbedaan diantara sebelum dan setelah di akuisisi. Tujuan dilakukanya riset guna membandingkan rasio likuiditas, rasio solvabilitas, rasio pasar PT Samudera Indonesia Tbk sebelum dan setelah akuisisi. Riset ini direncanakan untuk memberikan informasi dan masukan tentang perusahaan-perusahaan yang mengakuisisi perusahaan lain yang dinilai dari rasio keuangan dalam menganalisis dari kinerja keuangan pada perusahaan dari sebelum dan setelah akuisisi. Manfaat bagi investor adalah untuk menjadi acuan mengukur kinerja suatu perusahaan atau unit bisnis dapat digunakan oleh industri maupun manajemen perusahaan. Hasil riset juga pada awalnya dimaksudkan untuk memberikan lebih banyak referensi bagi investor untuk dipertimbangkan ketika mengambil keputusan investasi, khususnya jika mereka ingin berinvestasi di PT. Samudera Indonesia Tbk. Bagi Perusahaan yang melakukan akuisisi diharapkan dengan melakukan riset ini, perusahaan publik yang melakukan akuisisi akan dapat menemukan strategi akuisisi yang tepat dan mengevaluasi akuisisi sebagai strategi perusahaan. Bagi Bursa Efek Indonesia hasil dari kinerja keuangan suatu perusahaan sebelum serta setelah dilakukan akuisisi diantisipasi untuk memberikan informasi penting tentang pilihan akuisisi. Studi ini menganalisis CR. DER dan EPS pada perusahaan baik sebelum dan setelah dilakukan Pertumbuhan dan perkembangan perusahaan merupakan hasil yang mungkin dari merger dan akuisisi bisnis lain. Diperkirakan bahwa efektivitas organisasi akan meningkat jika cara perencanaan bisnis ini dilakukan. Rasio yang dimasukkan dalam laporan keuangan baik sebelum maupun sesudah akuisisi memberikan indikasi kinerja keuangan. Berdasarkan penelitian sebelumnya (Bella & Sari, 2. yang membandingkan kinerja keuangan sebelum maupun setelah setelah akuisisi, hasil analisis tidak mengungkapkan ada perubahan dari kinerja keuangan sebelum dan sesudah akuisisi. Menurunnya CR menjadi bukti bahwa akuisisi perusahaan tidak berdampak pada peningkatan kinerja perusahaan, khususnya pada tingkat keuangan. Menurut DER dan DAR tidak ditemukan adanya perbedaan kinerja keuangan setelah dilakukan Hasilnya ROI dan ROE adalah sama sebelum dan sesudah merger dan akuisisi, menunjukkan keuntungan tidak dapat dihasilkan dari aset yang digunakan setelah proses merger antara dua perusahaan yang melakukan merger ataupun akuisisi. Selain itu, tidak ditemukan perbedaan rasio EPS sebelum maupun setelah dilakukan akuisisi, yang menunjukkan bahwa EPS mengalami penurunan laba bersih setelah dilakukan merger maupun akuisisi. Penelitian oleh (Dewi & Hartono, 2. dengan menggunakan rasio CR. DER. DAR. ROE dan ROA menemukan hasil penelitian bahwa kinerja keuangan sebelum mauapun setelah akuisisi yaitu tidak terdapat perbedaan, menunjukkan bahwa tidak semua perusahaan dengan melakukan akuisisi berhasil secara finansial, dan akuisisi juga memerlukan perencanaan dan pemikiran yang matang, seperti menyelesaikan pemeriksaan menyeluruh terhadap bintang perusahaan target. Selain itu, ditemukan oleh (Vincensia et al. , 2. bahwa terdapat perbedaan QR. ROA. DAR. NPM & TATO antara sebelum maupun setelah akuisisi namun, tidak ada perbedaan EPS. Akuisisi adalah upaya formal untuk menyatukan dua perusahaan menjadi satu yang dilakukan dengan persetujuan kedua belah pihak. Akuisisi suatu perusahaan biasanya dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan sumber daya dan kinerja keuangan perusahaan. Lebih lanjut, perusahaan diprediksi akan meningkatkan kinerja dan pertumbuhannya dalam menghadapi persaingan nasional dan Angelina Siska Tinika KEIZAI: Jurnal Kajian Ekonomi. Manajemen, & Akuntansi Vol. No. : 104-113 internasional sebagai akibat dari akuisisi ini. Kerangka konseptual yang mencakup kerangka berpikir tentang penelitian ditandai sebagai berikut: Gambar 1. Kerangka Konseptual Kinerja Keuangan Sebelum Akuisisi CR (Current Rati. DER (Debt To Equity Rati. EPS (Earning Per Shar. Kinerja Keuangan Sebelum Akuisisi CR (Current Rati. DER (Debt To Equity Rati. EPS (Earning Per Shar. Sumber: penulis, 2022 METODE PENELITIAN Riset ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengumpulan data berupa data sekunder dari BEI (Bursa Efek Indonesi. Lebih lanjut, penggunaan populasi pada penelitian ini bersumber dari hasil penelitian sebelumnya, termasuk yang menggunakan rentan waktu dua tahun sebelum dan satu tahun setelah dilakukan akuisisi. Oleh karena itu, laporan keuangan PT. Samudera Indonesia Tbk akan menjadi populasi untuk penelitian ini (SMDR). Sampel pada riset ini dikumpulkan melalui penggunaan teknik purposive sampling. Laporan keuangan yang diguanakan merupakan data SMDR dengan waktu tiga tahun yang dimulai pada tahun 2019 dan berakhir pada tahun 2021 digunakan untuk mengumpulkan data sampel. Current ratio merupakan rasio keuangan yang digunakan sebagai indikator untuk menilai kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang segera jatuh tempo dengan memanfaatkan aset lancar yang tersedia. Rasio ini diperoleh dengan membandingkan total aset lancar terhadap total kewajiban lancar. Semakin tinggi rasio ini, semakin baik perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Dengan kata lain, rasio lancar menggambarkan sejauh mana perusahaan dapat memenuhi komitmen finansialnya dalam jangka pendek menggunakan aset yang Adapun rumus CR adalah sebagai berikut: Aset Lancar x 100%a . Kewajiban Lancar Debt to equity ratio merupakan rasio keuangan yang digunakan dalam mengukur perbandingan antara total utang dan ekuitas pemegang saham dalam struktur modal perusahaan. Rasio ini mencerminkan sejauh mana perusahaan memanfaatkan hutang sebagai sumber pendanaan dibandingkan dengan menggunakan modal sendiri. Rasio yang besar memberikan keuntungan yang besar pula terhadap utang dalam membiayai asetnya. Berikut adalah rumus yang menunjukkan hubungan antara utang dan ekuitas dalam DER: Total Kewajiban x 100%a. Modal Earning per share merupakan rasio keuangan yang menggambarkan jumlah bersih yang diperoleh perusahaan untuk setiap lembaran saham yang beredar. Fungsi dari rasio ini sebagai indikator untuk menilai sejauh mana perusahaan memiliki kemampuan dalam menghasilkan keutungan bagi pemegang saham biasa. Besarnya laba yang di peroleh perusahan menunjukan semakin tinggi nilai EPS, yang pada gilirannya dapat menarik minat investor untuk melakukan investasi pada saham tersebut. Angelina Siska Tinika KEIZAI: Jurnal Kajian Ekonomi. Manajemen, & Akuntansi Vol. No. : 104-113 EPS menunjukan pula jumlah dari keuntungan yang akan diperoleh setiap pemegang saham bedasarkan banyaknya jumlah lot saham yang dimilikinya. Adapun rumus EPS adalah sebagai berikut: Laba bersih setelah pajak a. Jumlah saham biasa yang beredar Untuk memberikan gambaran tentang kumpulan data, digunakan statistik deskriptif. CR. DER & EPS merupakan komponen-komponen yang menentukan nilai mean pada kinerja rasio keuangan suatu perusahaan sebelum dan setelah dilakukan akuisisi (Dewi, 2. Cari tahu seberapa besar perubahan dari kinerja rasio keuangan pada suatu perusahaan sebelum dan setelah terlibat dalam Pengujian ini menggunakan metode statistik karena, sebelum melakukan analisis inferensial, statistik diterapkan pada data untuk membuat interpretasi karenanya, metode ini juga digunakan dalam penelitian ini. Menurut Natawigena & Oliyan . statistik dipisahkan menjadi dua kelompok yang berbeda tergantung pada parameternya: statistik parametrik dan statistik nonparametrik. Kedua jenis statistik yang berbeda memiliki sisi positif dan beberapa kelemahan. Pada Statistik parameter populasi dapat dikatakan nonparametrik apabila tidak mengikuti suatu distribusi tertentu, tidak mempunyai distribusi independen bersyarat, serta tidak harus seragam bentuknya. Uji Wilcoxon Rank Sum Test : Menurut (Nugraha & Moeliono, 2. pengujian ini merupakan pengujian komparatif dengan dua sampel bebas jika skala data ordinal atau interval tetapi berdistribusi tidak normal. Selain itu juga, pengujian ini dapat disebut dengan Mann Whitney U test. Dengan dasar keputusan berdasarkan: jika nilai Asymp. Sig . < 0. 05, maka H diterima atau berada dibawah angka > 0. 05, maka H di tolak. HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk membahas hasil dari riset ini digunakan data laporan keuangan SMDR dari 2019-2021. Perlu dipertimbangkan kembali penggunaan jangka waktu yaitu dua tahun sebelum dan satu tahun setelah dilakukan akuisisi. Beberapa rasio keuangan dengan menggunakan uji earning per share, ratio, wilcoxon rank sum test, current ratio serta debt to equity. Penelitian ini dilakukan dengan cara membandingkan dua tahun sebelum dan satu tahun sesudah akuisisi menggunakan analisis statistik deskriptif yaitu merangkum dan menggambarkan variabel penelitian dengan nilai minimum, maksimum serta mean perusahaan yang akan diukur. Tabel 2. Analisis Statistik Deskritif Min Max Mean CR Sebelum Akuisisi CR Sesudah Akuisisi DER Sebelum Akuisisi DER Sesudah Akuisisi EPS Sebelum Akuisisi EPS Sesudah Akuisisi Sumber: data diolah, 2022 Berdasarkan hasil pengujian statistik deskritif diatas diperoleh bahwa nilai mean CR. DER dan EPS meningkat setelah dilakukan akuisisi. Bahkan EPS yang sempat bernilai negatif menjadi positif Angelina Siska Tinika KEIZAI: Jurnal Kajian Ekonomi. Manajemen, & Akuntansi Vol. No. : 104-113 yang artinya perusahaan tidak mengalami rugi seperti sebelum dilakukannya akuisisi. Peningkatan yang paling besar terjadi pada DER yang berarti rasio hutang perusahaan menjadi lebih besar. Hutang yang lebih besar ini umumnya digunakan sebagai peningkatan usaha. Pengujian hipotesis dalam riset ini dilakukan dengan menggunakan wilcoxon rank sum test CR. DER, serta EPS untuk membandingkan perbedan sebelum serta sesudah akuisisi. Penelitian ini dilakukan dengan jangka waktunya terdiri dari dua tahun sebelum dilakukannya akusisi dan setelah dilakukan akuisisi. Mann-Whitney U Wilcoxon W Asymp. Sig. -taile. Sumber: data diolah, 2022 Tebel 3. Uji Wilcoxon Rank Sum Test DER EPS Pada tabel 3 terlihat hasil pengujian perbedaan atas rasio keuangan yang menjadi fokus penelitian ini. Kriteria untuk dianggap sebagai adanya perbedaan setelah akuisisi terlihat dari nilai Hasil analisis dari current ratio disajikan dalam tabel 4, 5, dan 6 dibawah ini : Tabel 4. Uji Wilcoxon Rank Sum Test CR Keterangan Nilai Rata-rata sebelum akuisisi 1,24 Rata-rata sesudah akuisisi 1,43 Asymp. Sig. -taile. 0,01 Sumber: data diolah, 2022 Hasil pengujian untuk current ratio terlihat pada tabel 4. Berdasarkan hasil dari nilai Asymp. Sig. -taile. 01 < 0. 05, sehingga dapat di tarik kesimpulan bahwa terdapat perbedaan current ratio setelah dilakukan akuisisi. Selisih dari rata-rata sendiri antara sebelum dan sesudah terjadinya bernilai positif. Hasil ini menyatakan jika adanya perbedaan yang positif current ratio saat terjadinya Tabel 5. Uji Wilcoxon Rank Sum Test DER Keterangan Nilai Rata-rata sebelum akuisisi 1,10 Rata-rata sesudah akuisisi 1,22 Asymp. Sig. -taile. 0,06 Sumber: data diolah, 2022 Hasil pengujian untuk debt to equity ratio terlihat pada tabel 5. Berdasarkan hasil dari nilai Asymp. Sig. -taile. 06 > 0. 05, disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan debt to equity ratio setelah akuisisi. Meskipun akuisisi telah terlaksana namun untuk kinerja perusahaan dalam hal keuangan terutama DER tidak mengalami perbedaan apapun. Tabel 6. Uji Wilcoxon Rank Sum Test EPS Keterangan Nilai Rata-rata sebelum akuisisi -0,26 Rata-rata sesudah akuisisi 0,02 Asymp. Sig. -taile. 0,03 Sumber: data diolah, 2022 Hasil pengujian untuk earning per share terlihat pada tabel 6. Berdasarkan hasil Asymp. Sig. -taile. yang bernilai 0. 03 < 0. 05, diperoleh kesimpulan bahwa ditemukan ketidaksesuaian hasil Angelina Siska Tinika KEIZAI: Jurnal Kajian Ekonomi. Manajemen, & Akuntansi Vol. No. : 104-113 earning per share sesudah akuisisi. Selisih dari rata-rata sendiri antara sebelum dan sesudah terjadinya bernilai positif. Hasil ini menyatakan jika adanya perbedaan yang positif earning per share saat terjadinya akuisisi. Pengaruh Current Ratio sebelum dan sesudah dilakukan Akuisisi Berdasarkan hasil analisis current ratio terdapat perbedaan. Pengujian wilcoxon rank sum test nilai Asymp. Sig . -taile. 01 < 0. 05 dinyatakan signifikan. Dilihat dari nilai statistik deskritif mean current ratio sebelum dilakukan akuisisi yaitu 1. 24 sedangkan nilai mean current ratio setelah akuisisi yaitu 1. Sehingga current ratio mengalami peningkatan sebelum dan sesudah akuisisi dengan selisih antara keduanya yaitu 0. Hasil dari penelitian ini sesuai dengan temuan dari (Dewi & Suryatini, 2. yang menyatakan bahwa current ratio sebelum dan setelah dilakukan akuisisi memiliki hasil berbeda. Lanjut, berbeda dengan (Dewi & Hartono, 2. yang mengungkapkan bahwa tidak di temukan perbedaan current ratio sebelum dan setelah akuisisi. Rasio keuangan ini memang mencerminkan bagaimana kemampuan perusahaan dalam pengelolaannya terhadap hutang lancar. Semakin meningkatknya kemampuan PT Samudera Indonesia dalam mengelola kas untuk membayar hutang lancar. Hal ini bisa juga menjadi gambaran jika pengelolaan perusahaan yang telah diakuisisi juga baik sehingga meningkatkan current ratio PT Samudera Indonesia. Pengaruh Debt to Equity Ratio sebelum setelah dilakukan Akuisisi Berdasarkan hasil analisis debt to equity ratio tidak terdapat perbedaan. Pengujian wilcoxon rank sum test nilai Asymp. Sig . -taile. 06 > 0. 05 dan tidak signifikan. Dilihat dari nilai statistik deskritif mean debt to equity ratio sebelum akuisisi yaitu 1. 10 sedangkan nilai mean debt to equity ratio sesudah akuisisi yaitu 1. Sehingga debt to eqity ratio meningkat antara sebelum dan setelah dilakukan akuisisi dengan selisih antara keduanya yaitu 0. Karena waktu penelitian yang terbatas, debt to equity ratio pada riset ini tidak dapat mengungkapkan perubahan kinerja keuangan Hasil hipotesis didukung oleh (Bella & Sari, 2. yang menyatakan debt equity ratio tidak ditemukan perbedaan sebelum dan setelah akuisisi dilakukan. Bertolak belakang dengan (Rafsanjani & Yuniati, 2. menyatakan terdapat perbedaan debt to equity ratio sebelum dan sesudah. Perbandingan pengelolaan hutang dan modal PT Samudera Indonesia memang mengalami peningkatan namun hal ini tidak membuat DER menjadi berbeda dengan sebelum akuisisi. Hal yang memungkinkan tidak adanya perbedaan karena perbedaan hutang yang dimiliki oleh PT Samudera Indonesia setelah akuisisi tidak hanya berasal dari perusahaan yang diakuisisi namun juga dari pertambahan pinjaman untuk memperluas bisnis usaha. Jadi, meskipun PT Samudera Indonesia mendapatkan hutang tambahan sebagai konsekuensi akuisisi tapi hal ini tidak secara langsung berdampak pada pengelolaan hutang dan modal perusahaan. Pengaruh Earning Per Share sebelum dan setelah dilakukan Akuisisi Berdasarkan hasil analisis earning per share terdapat perbedaan. Pengujian wilcoxon rank sum test pada Asymp. Sig . -taile. menunjukkan nilai 0. 03 < 0. 05 dan signifikan. Dilihat dari nilai statistik deskritif mean earning per share sebelum akuisisi yaitu -0. 26 sedangkan nilai mean earning per share sesudah akuisisi yaitu 0. Sehingga earning per shrae mengalami peningkatan sebelum dan sesudah akuisisi dengan selisih antara keduanya yaitu -0. Hasil dari penelitian ini sejalan dengan (Dewi, 2. yang menujukkan bahwa terdapat perbedaan earning per share sebelum dan setelah akuisisi. Selain itu, bertolak belakang dengan (Susana et al. , 2. menyatakan earning per share tidak terdapat perbedaan sebelum dan setelah akuisisi. Akuisisi yang dilakukan oleh PT Samudera Indonesia ini secara pasti menambah luas jangkauan usahanya sehingga hasil yang secara langsung dirasakan oleh Angelina Siska Tinika KEIZAI: Jurnal Kajian Ekonomi. Manajemen, & Akuntansi Vol. No. : 104-113 perusahaan adalah pendapatan yang meningkat. Pendapatan inilah yang menjadi fokus utama dalam meningkatkan laba yang didapatkan oleh PT Samudera Indonesia. Selisih yang positif antara rata-rata tersebut menunjukkan secara rata-rata peningkatan laba per lembar saham mencapai 0,24 dibandingkan sebelum akuisisi dilakukan. KESIMPULAN DAN SARAN Sebelum dan sesudah akuisisi, rasio likuiditas dan solvabilitas berbeda rasio pasar berbeda. Setelah satu tahun akuisisi, rasio current ratio dan keuntungan per share berubah namun, rasio hutang ke ekuitas tidak berubah. Dalam analisis penelitian ini, masih ada rasio keuangan yang tidak mengungkapkan kapan perusahaan menyelesaikan akuisisi. Kinerja keuangan perusahaan belum sepenuhnya membaik dari kegiatan operasional dalam waktu dekat ini. Selain itu, menerapkan strategi bisnis untuk memperluas bisnis melalui akuisisi membutuhkan perencanaan dan pemikiran yang matang, seperti melakukan analisis terhadap target bisnis dari keadaan saat ini. Berdasarkan hasil analisis penelitian pada penelitian, peneliti menawarkan saran yang perlu diperhatikan, seperti: bagi investor, perlu kehati-hatian dalam dalam berinvestasi pada perusahaan yang diakuisisi ataupun perusahaan yang mengakuisisi, karena tidak semua akuisisi berpengaruh positif terhadap perusahaan yang melakukan akuisisi. Akibatnya, investor harus melakukan penelitian ekstra terhadap laporan perusahaan sebelum membuat keputusan investasi. Bagi perusahaan yang melakukan akuisisi, sebelum memilih untuk melakukan akuisisi, sebaiknya lakukan persiapan matang. Dengan mempertimbangkan keadaan perusahaan saat ini, baik dari segi manajemen maupun keuangan. Karena berdasarkan hasil analisis penelitian ini, masih ada rasio-rasio yang tidak menunjukkan perbedaan sebelum dan sesudah perusahaan memulai, maka perusahaan yang melakukan akuisisi harus mempertimbangkan secara matang apakah akuisisi tersebut sesuai dengan tujuan mereka. Bagi bursa efek Indonesia, hasil penelitian akuisisi bursa dapat dimanfaatkan sebagai landasan untuk memberikan informasi dan pedoman kepada perusahaan yang mempertimbangkan akuisisi. Bagi peneliti selanjutnya, lebih baik menggunakan periode pengamatan yang lebih lama untuk memungkinkan pengamatan dan deskripsi tentang apa yang terjadi ketika perusahaan mengakuisisi perusahaan lain. Selain itu pula perlu ditambahakan keluasan populasi menjadi seluruh perusahaan yang melakukan akuisisi agar hasil penelitian dapat digenaralisasikan untuk seluruh perusahaan. DAFTAR PUSTAKA