KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 Pengembangan Buku Ajar Berbasis Etnomatematika Materi Geometri pada Rumah Budaya Banda Naira Fitraya Hayalan1*. Shafriaty Kepa2, dan Ammar Amarullah Tuharea3 1,2,3 Universitas Banda Naira. Ambon. Maluku. Indonesia * Correspondence: fitrayahayalan2@gmail. Article Info Abstract Article history: Submitted : 01-10-2025 Accepted : 26-10-2025 Published : 04-12-2025 Keywords: Development: Ethnomathematics: House of Culture: Geometry Textbook: Copyright & License: How to cite this article: Hayalan F. Kepa S. Tuharea A. A, . Pengembangan Buku Ajar Berbasis Etnomatematika Materi Geometri pada Rumah Budaya Banda Naira. Kamboti: Jurnal Sosial dan Humaniora. https://doi. org/10. 51135/kambotivol6issue1pag The purpose of this study was to determine whether eighth-grade mathematics teachers at SMP 82 Central Maluku experience difficulties in delivering mathematical content in their lessons. As a preventive measure, the researcher will develop a textbook on ethnomathematics in geometry to guide teachers in their instructional practice. The object of this study is the Banda Naira Cultural House. This research employs a collaborative approach that combines exploratory and developmental methods. The study consists of two stages: first, the researcher explores mathematical concepts found within the cultural house. second, the researcher develops ethnomathematics-based teaching materials derived from these concepts, resulting in a student textbook. The researchers conducted the study at the Banda Naira Cultural House in Nusantara Village. Banda Naira District. Central Maluku Regency. Maluku Province. Indonesia. Data collection techniques included observation, questionnaires, interviews, and documentation. The researchers used these instruments to collect data on textbook validation results, implementation of teaching materials, teachersAo classroom management skills, student responses to learning activities, student feedback on the textbook, and findings from the pilot study. The data analysis technique used in this study was qualitative, based on observation and interview results. PENDAHULUAN Matematika merupakan rumpun ilmu yang selalu berkesinambungan dengan perkembangan zaman, ilmu tentang matematika selalu memberi kontribusi kepada pengetahuan di Indonesia untuk berbagai disiplin Pernyataan di atas, selaras dengan pernyataan bahwa matematika memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, tidak hanya sebagai alat pendukung untuk ilmu pengetahuan lainnya, tetapi juga sebagai dasar utama bagi kemajuan di berbagai bidang (Safari & Nurhida, 2. Matematika sampai saat ini masih saja di anggap sebagai mata pelajaran yang menyulitkan para siswa dalam mempelajarinya. Hal ini tentunya kurang tepat, karena tanpa disadari banyak fakta dan konsep matematika yang dekat terdapat di lingkungan sekitar. Kondisi ini, membuat pendidik harus melakukan banyak upaya untuk mengubah cara siswa belajar matematika dan berupaya memberikan mereka pelajaran bermakna yang dapat membantu pembelajaran matematika menjadi lebih relevan secara budaya dan meningkatkan kemauan siswa untuk menguasai mata pelajaran tersebut (Ariyanto et al. , 2. Sehingga, untuk mempermudah siswa mempelajari matematika dengan menyenangkan, maka dirasa perlu untuk memulai dari topik-topik tertentu seperti mempelajari matematika dari ilmu etnomatematika dalam materi geometri. Etnomatematika adalah cabang ilmu pendidikan matematika yang mengkaji hubungan KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 antara matematika dan kehidupan sehari-hari yang dialami setiap orang. Ketika etnomatematika diterapkan, anak-anak akan lebih mudah untuk mengetahui dan menjadikan pembelajaran lebih relevan dengan membantu mereka dalam kehidupan sehari-hari (Izah & Malasari, 2. Berdasakan observasi awal yang dilakukan, peneliti mendapati bahwa guru matematika kelas Vi SMP 82 Maluku Tengah, mengalami kesulitan dalam menyampaikan materi etnomatematika di setiap Permasalahan ini disebabkan oleh rendahnya hasil belajar matematika, dalam pembelajaran matematika salah satunya pada materi geometri. Guru melaksanakan proses mengajar cenderung teoritis dan kurang kontekstual, peran guru yang dominan dalam proses pembelajaran, ketidaksiapan siswa dalam belajar, dan rasa bosan yang dialami siswa dengan materi yang diajarkan. Contoh konkrit yang dapat peneliti deskripsikan seperti di saat pembelajaran, guru mata pelajaran matematika tidak menjelaskan kepada siswa bahwa terdapat banyak peninggalan zaman dulu seperti benteng, rumah budaya, rumah pengasingan Hatta dan Syahrir yang memiliki potensi pembelajaran etnomatematika yang setiap harinya dapat dijumpai. Selain itu, guru mata pelajaran matematika selalu memberikan pekerjaan rumah (PR) kepada pada siswa untuk mengerjakan materi yang disampaikan. Hasil penelitian yang ditulis oleh Yoseph & Jakobus 2024, menegaskan bahwa pengembangan E-Modul Matematika berbasis Etnomatematika Tanimbar sangat valid/sangat layak digunakan untuk pembelajaran siswa SMP dengan presentase 91,7% dan memperoleh hasil uji coba dalam pembelajaran dengan nilai rata-rata ketuntasan siswa pada PB1 dan PB2 sebesar 88,5% dengan kategori sangat baik (Batkunde & Nifanngelyau, 2. Penelitian tersebut menghasilkan E-Modul . dengan konteks Etnomatematika Tanimbar untuk materi matematika SMP secara umum, yang terbukti sangat valid dan Selain itu, hasil penelitian yang ditulis oleh Marni & Nina 2023, menegaskan bahwa Pertama: Berbagai media budaya lokal tradisional, seperti rumah tradisional, produk tenun, batik, dan lainnya, adalah media yang banyak dipelajari menggunakan penelitian kualitatif etnografis dan deskriptif. Kedua: Etnomatematika berperan dalam pendidikan multikultural dengan mengeksplorasi beragam budaya agar siswa dapat memahami multikulturalisme bangsa Indonesia. Makna pembelajaran matematika dan budaya digunakan untuk mengefektifkan pembelajaran di kelas multicultural (Serepinah & Nurhasanah, 2. Penelitian tersebut, berupaya menyajikan studi tinjauan literatur yang bersifat konseptual dan meluas, dengan tujuan menyimpulkan tren penelitian dan menekankan peran etnomatematika dalam pendidikan Selain itu, hasil penelitian yang ditulis oleh Arum. Vina. Ima & Novita 2019, menunjukkan bahwa unsurunsur bangunan seperti tiang, pintu, dan atap dari Rumah Adat Joglo Tulungagung memuat konsep geometri yang dapat diimplementasikan sebagai media pembelajaran matematika pada materi: bangun datar, bangun ruang, kesebangunan, kekongruenan, phytagoras, transformasi geometri . ranslasi, refleksi, dilatas. (Sulistyani et al. , 2. Penelitian ini bersifat analisis konseptual yang mengidentifikasi konsep geometri . eperti Pythagoras dan transformas. dari Rumah Adat Joglo Tulungagung (Jaw. Berdasarkan telaah literatur tersebut, didapati sejumlah perbedaan mendasar terhadap penelitian ini seperti permasalahan penelitian, lokasi penelitian dan penggunaan metode dalam penelitian. Oleh karenanya, penelitian terhadap Rumah Budaya Banda Naira menjadi salah satu tindakan untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dialami guru dalam menyampaikan materi etnomatematika di setiap pembelajarannya di kelas, khususnya materi geometri. Langkah preventif yang kemudian akan dilakukan peneliti untuk mengantisipasi dan mencegah kejadian tersebut adalah mengembangkan buku ajar tentang etnomatematika dalam materi geometri, sehingga para guru memiliki pedoman dalam pembelajarannya. Melalui penelitian ini, diharapkan pemahaman mengenai matematika tidak terbatas pada pendidikan formal semata, melainkan juga mencakup pembelajaran yang lebih fokus pada aspek sosial dalam masyarakat (Wati et al. , 2. Adapun yang menjadi objek pengembangan dari buku ajar yang akan peneliti kembangkan adalah Rumah Budaya Banda Naira. Apabila dilihat dari aspek kebudayaan, masyarakat Kecamatan Banda Naira sangatlah kaya akan budaya lokal, salah satu kebudayaan yang masih tetap dilestarikan adalah rumah budaya. Secara eksplisit konsep rumah budaya di Banda Naira sangat berkaitan erat dengan konsep etnomatematika, hal https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 ini dapat di amati mulai dari bentuk atap, lantai, fentilasi, tiang dan lain-lainnya. Oleh karena itu, kebaruan penelitian ini terletak pada perpaduan antara luaran produk, konteks budaya, dan solusi terapan. Berbeda dengan studi eksplorasi konseptual yang dilakukan oleh Arum. Vina. Ima & Novita di Tahun 2019 dan Yoseph & Jakobus di Tahun 2024. Penelitian ini secara spesifik menciptakan buku ajar yang fokus seluruhnya pada materi Geometri dan diekstraksi dari arsitektur statis Rumah Budaya Banda Naira. Dengan menghasilkan produk buku ajar yang terstruktur, tervalidasi, dan siap diimplementasikan, penelitian ini tidak hanya memperkaya khazanah etnomatematika dengan konteks unik dari Banda Naira, tetapi juga secara langsung mengisi kesenjangan penelitian yang menuntut adanya materi siap pakai dan terukur untuk digunakan dalam pembelajaran di kelas. Berdasarkan pada uraian di atas, dapat dikelompokkan dalam beberapa poin permasalahan, di antaranya adalah: Pertama. Bagaimana konsep matematis etnomatematika pada rumah budaya Banda Neira. Kedua. Bagaimana mengembangkan buku ajar berbasis etnomatematika. Tujuan utama dari penelitian ini terbagi menjadi dua: Pertama, untuk menganalisis secara mendalam konsep matematis etnomatematika yang terkandung dalam unsur arsitektur Rumah Budaya Banda Naira, agar dapat dijadikan sumber konteks yang kaya untuk materi Geometri. Kedua, untuk mengembangkan dan menguji kualitas buku ajar meliputi aspek validitas, praktikalitas, dan efektivitasnya, sehingga menghasilkan buku ajar berbasis etnomatematika yang layak dan inovatif untuk digunakan dalam pembelajaran geometri bagi siswa. II. METODE Penelitian ini merupakan kombinasi antara penelitian eksploratif dan pengembangan (Development Researc. menggunakan model Plomp. Tahap pertama adalah eksplorasi konsep matematis pada rumah budaya, kemudian tahap kedua adalah pengembangan buku ajar berbasis etnomatematika hasil eksplorasi Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan praktik pembelajaran (Sahir, 2. Lokasi penelitian berada di Rumah Budaya Banda Naira di Desa Nusantara, dengan pemilihan sampel menggunakan teknik purposive sampling yang mempertimbangkan karakteristik tertentu (Sugiyono. Subjek penelitian pada tahap eksplorasi terdiri dari dua sejarawan, yaitu S1 Bapak Farid sebagai pakar sejarah dan S2 Bapak Baadilah sebagai budayawan serta penjaga rumah budaya. Pada tahap pengembangan, subjek penelitian adalah 22 siswa kelas Vi SMP 82 Maluku Tengah tahun pelajaran 2025/2026. Pengumpulan data dilakukan melalui dua tahap: eksplorasi . bservasi, wawancara, dokumentas. dan pengembangan . bservasi, dokumentasi, angket, dan te. Instrumen penelitian juga dibagi sesuai tahap, seperti lembar wawancara, dokumentasi, lembar pengamatan, angket respons siswa, serta tes hasil belajar. Analisis data dilakukan secara kualitatif melalui uraian deskriptif. Tahapan analisis mencakup: . analisis eksplorasi etnomatematika rumah budaya Banda Naira, dan . analisis tahap pengembangan etnomatematika pada rumah budaya tersebut. https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 Gambar 1. Rumah Budaya Banda Naira i. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Deskripsi Rumah Budaya Banda Naira Rumah budaya Banda Naira sampai saat ini masih dirawat dan dijaga dengan baik oleh masyarakat Banda Naira, sebagai salah satu bentuk kebudayaan yang bisa dijadikan pariwisata untuk mengenang tempattempat sejarah pada masa kolonial. Arsitek rumah budaya tidak terlepas dari bentuk bangunan yang dipandang dari segi fisik rumah budaya berbentuk segiempat dan segitiga. Konsep Geometri pada Rumah Budaya Ada beberapa konsep geometri yang ada di rumah budaya Banda Naira, yaitu konsep bentuk datar, konsep bentuk tiga dimensi, konsep keterkaitan antara garis, konsep sudut, dan transformasi geometri. Bangun Datar Bangun datar adalah bentuk di dalam dua dimensi. Bentuk ini memiliki area yang rata dan dikelilingi oleh garis yang lurus atau melengkung. Biasanya, bangun datar digambarkan sebagai hasil pemotongan permukaan yang sangat tipis sehingga tidak memiliki ketebalan (Suharjana et al. , 2. , sehingga konsep tersebut didapati pada rumah budaya diantaranya: Gambar 2. Tampak Rumah Budaya dari Sisi Kiri Berbentuk Segitiga Samakaki Adapun tujuan utama dari pengamatan ini untuk menggali asal-usul dan proses konstruksi atap rumah budaya yang unik. Peneliti berupaya memahami apakah bentuk atap yang menyerupai segitiga tersebut didasarkan pada pola khusus ataukah murni muncul sebagai inisiatif spontan dari masyarakat yang terlibat dalam pembangunan. P: Apakah ada pola khusus dalam pembuatan atap berbentuk demikian artinya berbentuk segitiga dan trapesium pada rumah budaya? ataukah idenya muncul dengan sendirinya pada saat pembuatan atap S1: Bentuk atap ini merupakan insiatif ide yang muncul dengan sendirinya dari masyarakat yang diangkat sebagai tukang dalam pembangunan. P: Bagaimana membuat dan memperkirakan bahwa bentuk atap tersebut sesuai dengan ukuran S1: jadi, awal itu membuat rangka atau zaman dulu disebut dengan namanya rumah houk. Waktu dulu saat pembuatan langsung menggunakan rumah houk yang dimana bentuknya seperti kerangka. Kemudian pada saat tiba waktu pemasangan seng untuk menutup bangunan masyarakat https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 menggunakan seng bergelombang. Atap rumah budaya ini dari panjangnya sisi tepi bagian bawah, jika membutuhkan seng sebanyak 16 lembar kemudian sampai pada sisi atasnya dikurangi setiap tingkat patokannya dari sisi tepi kiri kanan selanjutnya sampai seng atap sisa setengah bahkan bisa sampai 1/6 per lembar. Berdasarkan hasil wawancara tersebut, didapati bahwa bentuk atap rumah budaya tersebut merupakan inisiatif spontan dari masyarakat bukan berdasarkan pada pola khusus. Proses pembuatannya diawali dengan kerangka "rumah houk", sementara pengukuran dan penyesuaian dilakukan secara praktis menggunakan lembar seng, di mana jumlah seng dikurangi secara bertingkat dari sisi bawah ke atas. Bangun datar yang berikutnya adalah lantai dari rumah budaya, yang menunjukkan bentuk persegi. Persegi adalah bangun datar dengan empat sisi yang panjangnya identik. Persegi merupakan bentuk datar yang memiliki sisi-sisi yang sejajar dan juga terdiri dari empat sudut yang membentuk siku-siku. Lebih jauh, bentuk datar persegi merupakan segi empat dengan empat sisi yang panjangnya sama dan empat sudut yang juga siku-siku . Ciri-ciri utama dari persegi adalah keempat sisinya yang memiliki panjang yang sama, masing-masing sudutnya berukuran 90 derajat, serta terdapat dua garis diagonal yang panjangnya sama dan saling membentuk sudut tegak lurus. Gambar 3. Tampak Lantai Rumah Budaya Berbentuk Persegi Tujuan wawancara ini dilakukan untuk mendokumentasikan teknik pemasangan lantai tradisional rumah budaya, mulai dari penetapan titik awal . isalnya, 50 cm dari ukuran pintu 1 m sebagai "fristual") hingga pembagian titik selanjutnya, guna memahami teknik konstruksi lokal yang unik dan sistematis. P1: Bagaimana masyarakat/tukang membuat dan meletakan bentuk lantai tersebut? S1 : Jadi cara peletakan lantai pada rumah budaya ini pada zaman dahulu itu pemasanagn diukur mulai dari posisi pintu dan tidak bisa diambil dari jalur lain. Jika ukuran pintu 1 m, selanjutnya di ambil dari ukuran tersebut 50 cm, nah titik fristualnya disitu sampai ketemu titik tepi batasan selanjutnya dibagi titik untuk pemasangan. Berdasarkan hasil wawancara tersebut, disimpulkan bahwa pemasangan lantai rumah budaya berpatokan pada posisi dan ukuran pintu. Pintu digunakan sebagai titik acuan utama untuk menentukan titik "fristual" yang kemudian menjadi dasar sistematis untuk pengukuran dan peletakan lantai selanjutnya. Pintu rumah budaya yang berbentuk persegi panjang merupakan bentuk bidang berikutnya. Persegi panjang adalah suatu bentuk geometris datar di mana sisi-sisi yang berlawanan memiliki panjang yang sama, dan terdapat satu sisi yang lebih panjang dibandingkan sisi yang lain. Gambar 4. Tampak Pintu Rumah Budaya Berbentuk Persegi Panjang Tujuan wawancara ini adalah untuk menggali inisiatif pembuatan pintu rumah budaya yang memiliki bentuk kupu-kupu dan mendokumentasikan teknik pengukuran yang digunakan untuk mencapai ukuran dan simetri yang sama pada sisi kiri dan kanan . isalnya, pembagian 100 cm menjadi 50 cm per sis. https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 P: Bagaimana inisiatif masyarakat/tukang membuat pintu pada rumah budaya? patokan untuk ukurannya dari mana sampai pintu pada sisi kiri dan sisi kanan ini ukurannya bisa sama? Apakah pakai meter ataukah hanya perkiraan? S1: Iyaa, jadi nama pintu rumah budaya ini disebut pintu berbentuk kupu-kupu. Pada saat itu memang sudah ada yang namanya meter. Jadi untuk satu meter itu terdapat 100 cm, jadi 50 cm untuk sisi pintu kanan dan 50 cm untuk sisi pintu kiri. Berdasarkan hasil wawancara, ditemukan bahwa pintu rumah budaya, yang disebut "pintu berbentuk kupu-kupu," dibuat dengan presisi menggunakan meter. Simetri dicapai dengan membagi ukuran total pintu . secara merata menjadi 50 cm untuk setiap sisi . iri dan kana. Bentuk yang memiliki empat sisi dengan panjang sama dan dua pasang sudut yang bukan siku-siku serta sudut yang berseberangan memiliki ukuran serupa disebut sebagai belah ketupat. Bentuk ini dimanfaatkan dalam rumah-rumah tradisional sebagai ventilasi untuk pintu ruangan. Gambar 5. Tampak Fentilasi Pintu Rumah Budaya Berbentuk Belah Ketupat Tujuan wawancara ini adalah untuk menggali inisiatif pembuatan ventilasi dan mendokumentasikan patokan ukuran serta penempatannya ternyata tersedia untuk pintu dan jendela, sekaligus mengonfirmasi fungsi ganda ventilasi sebagai jalur angin dan elemen estetika rumah budaya. P: Apakah ada inisiatif khusus untuk membuat fentilasi yang berbentuk seperti ini? Dan bagaimaa patokan ukuran fentilasi tersebut? S1: Jadi pembuatan fentilasi ini ukurannya pada jaman dulu patokan pada besar dan kecilnya ruangan dan fentilasi ini tidak sembarang diletakan hanya pada pintu dan dan jendela. Kemudian dasarnya dari fentilasi rumah budaya ini tujuannya untuk angin masuk dan sisi positifnya memperindah rumah. Berdasarkan hasil wawancara, dapat disimpulkan bahwa pembuatan ventilasi pada rumah budaya didasarkan pada perhitungan fungsional dan estetika. Ukuran ventilasi ditentukan berdasarkan besar dan kecilnya ruangan. Penempatannya dilakukan secara strategis, tidak sembarangan, melainkan hanya pada area pintu dan jendela. Ventilasi ini memiliki fungsi ganda yang jelas: secara fungsional sebagai jalur masuk angin, dan secara estetika untuk memperindah rumah. Ventilasi pada pintu masuk rumah budaya yang berbentuk bulat adalah bentuk datar yang berikut ini. Gambar 6. Tampak Fentilasi Pintu Rumah Budaya Berbentuk Lingkaran Bentuk datar selanjutnya adalah struktur segitiga siku-siku yang diilustrasikan pada langit-langit bagian depan rumah budaya. https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 Gambar 7. Tampak Plafon Rumah Budaya Berbentuk Segitiga Siku-Siku Tujuan wawancara ini adalah untuk mendokumentasikan metode pengukuran plafon rumah budaya yang didasarkan pada bentuk ruangan . , serta mengidentifikasi penggunaan tripleks 5 cm sebagai materialnya dan alasan pemilihannya demi ketahanan yang lebih lama. P: Bagaiman masyarakat mengukur dan membuat plafon pada rumah budaya? S1: Iyaa, plafon rumah pada rumah budaya ini pada saat itu diukur berdasarkan persegi atau bentuk Dan bahannya pada saat itu menggunakan tripleks yang berukuran 5 cm, untuk tujuan agar lebih tahan lama. Kesimpulan dari wawancara ini menunjukan bahwa pembuatan plafon pada rumah budaya diukur secara sistematis berdasarkan bentuk ruangan, yaitu persegi. Bahan yang dipilih adalah tripleks berukuran 5 cm, dengan tujuan utama untuk memastikan bahwa plafon tersebut lebih tahan lama. Segitiga siku-siku dapat dilihat di langit-langit depan rumah adat. Ketika salah satu sudut segitiga merupakan sudut siku-siku, segitiga tersebut dikatakan siku-siku. Trigonometri didasarkan pada hubungan antara sisi dan sudut segitiga sikusiku. Bangun Ruang Ruang tiga dimensi adalah bangun yang mempelajari titik, garis, bidang, dan objek serta karakteristiknya. Ruang tiga dimensi adalah bentuk dalam matematika yang memiliki ukuran atau volume. Bentuk ini memiliki sisi, tepi, dan sudut. Beberapa konsep tiga dimensi yang ada pada rumah tradisional antara lain: Gambar 8. Tampak Ruangan Tengah Rumah Budaya Berbentuk Balok Tujuan wawancara ini adalah untuk menggali metode tradisional pengukuran ruangan berbentuk balok pada rumah budaya, berfokus pada penggunaan tali/lot sebagai penimbang untuk meluruskan dan memastikan ketepatan dimensi sisi bangunan. P: Bagaimana cara masyarakat/tukang membuat dan mengukur bentuk ruangan pada rumah S1: Jadi untuk ruangan benbentuk bangun balok ini, awalnya diukur dari atas setiap sudutnya, dan carnya untuk mengukur pertama masyarakat menggunakan tali atau tasi yang dimana ujungnya diikat besi atau disebut lot sebaagai penimbang. Tujuannya untuk meluruskan ukuran sisi bangunan. Bangun ruang yang terdapat pada ruangan tengah rumah budaya yang menunjukan bangun berbentuk Balok adalah bangun ruang tiga dimensi yang dibentuk oleh 3 pasang persegi atau persegi panjang. Hasil temuan ini menegaskan bahwa pengukuran ruangan berbentuk balok pada rumah budaya dilakukan secara tradisional menggunakan tali/lot sebagai penimbang. Alat ini berfungsi untuk meluruskan sisi https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 bangunan, memastikan ketepatan vertikal dan dimensi bangun ruang. Struktur pilar pada bangunan budaya yang berbentuk silinder adalah struktur ruang berikut ini. Terdapat tiga lingkaran yang sejajar dengan ukuran dan bentuk yang identik, ditambah dengan penutup berbentuk persegi panjang yang menutupi sisi bagian tegak tabung. Gambar 9. Tampak Tiang Rumah Budaya Berbentuk Tabung Konsep Transformasi Terdapat konsep perubahan bentuk geometri dalam rumah budaya Banda Naira, seperti: Gambar 10. Tampak Fentilasi Pintu depan Rumah Budaya Berbentuk Refleksi Demikian hasil eksplorasi etnomatematika bentuk rumah budaya Banda Neira, yang dapat dikaitkan dengan pembelajaran matematika Sekolah Menengah Pertama (SMP). Hasil eksplorasi tersebut akan menghasilkan suatu produk baru berupa bahan ajar berbasis etnomatematika. Berdasarkan hasil ekplorasi rumah budaya Banda Naira dapat disimpulkan terdapat konsep geometri berupa: konsep bangun datar, konsep bangun ruang, konsep garis, dan konsep transformasi pencerminan. Pengembangan Buku Ajar Model Pengembangan Plomp diterapkan untuk merancang konten pendidikan untuk proyek ini (Nasir. Dibawah ini adalah penjelasan mengenai hasil dari setiap langkah dalam pengembangan materi ajar yang berfokus pada etnomatematika yang telah dibuat, serta hasil analisis data yang didapatkan. Fase Investigasi Awal (Preliminary Investigatio. Pada fase ini, telah dilakukan analisis mengenai eksplorasi etnomatematika yang terdapat di rumah Selama proses ini, juga dilaksanakan pengumpulan data terkait rumah budaya Banda Naira melalui pengamatan langsung, serta beberapa pengambilan gambar. Selain itu, dilakukan wawancara dengan narasumber yang memiliki pengetahuan mendalam tentang rumah budaya Banda Naira. https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 . Atap Samping Kiri Rumah Budaya Gambar 11. Atap Samping Kiri Rumah Budaya Bentuk Benda Segitiga Samakaki Konsep Matematika Luas = . Keliling = a b c Makna Bentuk Mengikuti atap pada jaman colonial Implementasi Pembelajaran Bentuk Datar Segitiga A Kenali bentuk datar segitiga A Definisi segitiga A Macam-macam dan karakteristik segitiga A Menentukan perimeter dan area segitiga Berdasarkan hasil penelitian tentang model atap di sebelah kiri, dapat disampaikan bahwa atap tersebut mengandung konsep matematika yang berupa bentuk dua dimensi segitiga sama kaki yang dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran matematika. Bentuk Lantai Dalam Rumah Budaya Bentuk Benda Gambar 12. Bentuk Lantai Dalam Rumah Budaya Konsep Matematika Persegi Sisi Ae sisi : s Luas: L = s x s = sA Keliling: K = 4 x s Makna Bentuk Suatu lukisan yang menceritakan tentang sejarah tragedi pembantaian 1621, dimasa VOC dibawa kepemimpinan Jan Pieterszoon Coen. Pada 8 mei 1621 terjadi pembunuhan 44 orang kaya yang ada di Banda Neira. Implementasi Pembelajaran Bentuk Datar Persegi A Menentukan bentuk datar Persegi A Definisi Persegi A Tipe-tipe dan karakteristik Persegi A Menghitung area Persegi https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 Hasil Eksplorasi bentuk lantai di atas, didapatkan suatu konsep matematika berupa bangun datar persegi dan dapat digunakan dalam pembelajaran matematika. Bentuk pintu rumah budaya Bentuk Benda Gambar 13. Bentuk pintu rumah budaya Persegi Panjang Konsep Matematika Keliling persegi panjang ABCD = Panjang AB panjang BC panjang cd sisi DA Keliling persegi panjang ABCD = p l p l K = . K = 2p 2l K = 2 . Makna Bentuk Arti dari ventilasi berbentuk tikar ini adalah suatu upaya yang terjadi di masa kolonial yang menghubungkan pada komunitas Banda yang mempunyai anyaman tikar dan digunakan untuk perdagangan barang pada tahun 1602. Bentuk Datar Persegi Panjang Implementasi Pembelajaran A A A A Mengenali bentuk datar Persegi Panjang Defenisi persegi panjang Berbagai macam dan karakteristik Persegi panjang Menentukan luas Persegi Panjang Hasil Eksplorasi bentuk fentilasi di atas, didapatkan suatu konsep matematika berupa bangun datar persegi panjang, dan dapat digunakan dalam pembelajaran matematika. Bentuk Motif Fentilasi Gambar 14. Bentuk Motif Fentilasi Bentuk Benda Belah Ketupat Konsep Matematika Luas = . ayaA yay. Keliling = 4 y yc Makna Bentuk Mengikuti bangunan kolonial lainnya dengan menggunakan lantai terbuat dari marmer. https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 Implementasi Pembelajaran Bentuk Datar Belah Ketupat A Karakteristik belah ketupat A Defenisi belah ketupat A Tipe-tipe belah ketupat A Menentukan luas belah ketupat Hasil penjelajahan pola ventilasi yang telah dilakukan, ditemukan sebuah konsep matematika yang berupa bentuk datar belah ketupat, dan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran matematika. Bentuk Motif Fentilasi Gambar 15. Bentuk Motif Fentilasi Bentuk Benda Lingkaran Konsep Matematika Implementasi Pembelajaran A Keliling lingkaran = A x diameter lingkaran K=Axd K = A x . = 2 x A x r Bentuk Datar Lingkaran n Identifikasi bangun datar Lingkaran n Pengertian Lingkaran n Jenis-jenis dan sifat-sifat Lingkaran n Menghitung luas Lingkara Hasil Eksplorasi bentuk motif fentilasi di atas, didapatkan suatu konsep matematika berupa bangun datar lingkaran, dan dapat digunakan dalam pembelajaran matematika. Tiang Rumah Budaya Gambar 16. Tiang Rumah Budaya Bentuk Benda Tabung Luas Alas Konsep Matematika ya = yuUyc 2 Luas Selimut L = 2Art = Adt Luas Permukaan L = yaycaycoycayc yaycyceycoycnycoycyc https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 = Ad. = 2 . ArA 2Ar . t, atau = 2 . Ar . Luas Permukaan Tanpa Tutup L = yaycaycoycayc yaycyceycoycnycoycyc = ArA 2Ar . = Ar. Volume V = ArA . = AdA . Implementasi Pembelajaran Bentuk Ruang Tabung n Identifikasi Bangun Ruang Tabung n Pengertian Tabung n Jenis-jenis dan sifat-sifat Tabung n Menghitung luas T . Plapon Teras Gambar 17. Plapon Teras Bentuk Benda Konsep Matematika P = panjang, l = lebar Luas = p x l Keliling = 2 x . Panjang = p = L p P = . Ae l Lebar = l p L = . Ae p Diagonal = d OoycyA ycoA Fase Desain (Desig. Tahap ini ditujukan untuk mengembangkan materi pembelajaran yang menggunakan etnomatematika, contohnya isi dari buku ajar yang dapat dilihat pada gambar dibawah ini : https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 Gambar 18. Isi Buku Ajar . Pemilihan format Saat menyusun buku ajar, menentukan format untuk desain penulisan adalah bagian dari Tahapan pemilihan format ini mencakup pengecekan format materi pengajaran yang terbaru, meliputi beberapa aspek seperti. keterampilan, sasaran pembelajaran, sumber pembelajaran, penjelasan materi, grafik pendukung untuk penjelasan materi, dan evaluasi mandiri berupa soal untuk setiap subtopik semuanya termuat dalam format buku pelajaran siswa. Perancangan awal buku ajar Rancangan awal buku ajar yang disusun sesuai dengan format yang ditentukan dan menyajikan masalah-masalah nyata pada setiap materi dalam buku ajar, diharapkan siswa mampu mengkonstruksi pengetahuannya dengan membuat kesimpulan tentang materi yang dipelajari. Buku ajar yang dihasilkan dalam tahap perancangan ini berbasis etnomatematika yang dihasilkan dari tahap investigasi awal. Desain awal buku ajar yang berfokus pada etnomatematika yang diciptakan pada tahap ini disebut Prototype I, ditingkatkan pada fase pengembangan . Prototype I kemudian divalidasi oleh ahli untuk mendapatkan kesimpulan apakah layak diterapkan atau perlu direvisi. Apabila belum valid, akan dilakukan revisi kemudian divalidasi kembali, jika valid akan dihasilkan protipe II. Protipe II ( buku ajar yang sudah tervalidas. Lembar validasi dapat di akses pada: https://drive. com/file/d/17NGOqMe7xSF5fcpAD4cr4l_EsIRqK3b3/view?usp=sharing Fase Realisasi/Konstruksi (Realization/Constructio. Setelah melakukan proses revisi prototype I, maka selanjutnya dibuat realisasi dari desain buku ajar disesuaikan dari masukan maupun komentator dan saran yang diberikan pada fase sebelumnya . ase Fase ini telah terbentuk suatu desain buku ajar yang lebih spesifik dibandingkan prototype I Fase Tes. Evaluasi dan Revisi (Test. Evaluation And Revisio. Tahap ini sangat penting dalam penelitian ini, produk yang sudah dibuat dan dirancang perlu direvisi serta divalidasi oleh ahli di bidang pembelajaran matematika. Hal ini bertujuan untuk menciptakan buku ajar yang sudah siap dipakai dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Analisis hasil validasi buku ajar Evaluasi ahli merupakan salah satu kriteria utama yang digunakan untuk memutuskan apakah ma teri pembelajaran layak digunakan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses pengecekan buku ajar secara umum meliputi format, bahasa, gambar, dan materi. Ringkasan hasil pengecekan buku ajar dapat dilihat pada tabel 1 berikut: https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 Tabel 1. Hasil Validasi Buku Ajar Aspek Penilaian Ii Ket. Format sangat valid Bahasa Valid Ilustrasi Valid Isi Valid Valid Rerata total ya Berdasarkan petunjuk mengenai penilaian yang terdapat pada tabel di atas, buku ajar siswa masuk dalam kategori "valid" sebab nilai rata-rata keseluruhannya mencapai 4,44 . ,50 O X I < 4,. Selain itu, semua validator setuju bahwa buku ajar yang dibuat dapat dipakai dengan beberapa penyesuaian kecil. Analisis hasil uji coba . Analisis kepraktisan buku ajar Kategori pelaksanaan buku ajar dianggap praktis apabila memenuhi syarat-syarat berikut: Lebih dari separuh . %) penilai mengatakan bahwa buku ajar dapat digunakan di kelas. Guru mampu menerapkan buku ajar yang berbasis etnomatematika di kelas. Tingkat pelaksanaan buku ajar termasuk dalam kategori sangat tinggi. Ringkasan hasil analisis data pelaksanaan buku ajar dapat dilihat pada tabel 2 di bawah ini: Tabel 2. Hasil Analisis Keterlaksanaan Buku Ajar Aspek Pengamatan Pembelajaran Etnomatematika Interaksi sosial Prinsip reaksi Rata-rata total ya Percentage Agreements Reliable Persentase RataRata Hasil Pengamatan Kategori Kategori sangat tinggi Reliabel Reliabel Reliabel Tinggi sangat tinggi sangat tinggi Rata-rata hasil observasi penggunaan buku ajar adalah Ou 90, termasuk dalam kategori Ausangat tinggiAy. Penggunaan bahan ajar mempunyai analisis reliabilitas sebesar 0,77 yang menunjukkan bahwa buku ajar tersebut reliabel. Analisis keefektifan buku ajar Materi pembelajaran dianggap berhasil jika memenuhi tiga syarat efektivitas berikut ini: Keterampilan pengajar dalam mengelola proses belajar pada tingkat yang tinggi atau 80% O KG < 90%. Lebih dari 50% siswa memberikan tanggapan baik terhadap setidaknya 70% dari poin yang . Pencapaian hasil belajar siswa secara individu harus mencapai nilai Ou 65 dan 85% siswa berhasil dalam pembelajaran secara kelompok. Data kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran Perangkat pengamat digunakan untuk mengumpulkan data mengenai kemampuan guru dalam mengawasi pengajaran yang berfokus pada etnomatematika. Rangkuman informasi berikut dari penilaian keterampilan pengelolaan pembelajaran guru memberikan wawasan yang mendalam tentang kemampuan mereka dalam mengelola pembelajaran yang berbasis etnomatematika. https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 Tabel 3. Hasil Analisis Kemampuan Guru Mengelola Pembelajaran Tahap Kegiatan Percentage Of Agreements Keg. Awal Keg. Inti Keg. Akhir Suasana kelas Rata-rata total yaI Persentase RataRata Pengamatan Kategori sangat tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi Dengan rata-rata nilai observasi mencapai 85,4 %, maka semua proses pembelajaran yang diatur oleh guru termasuk dalam kategori "tinggi". Data respons siswa Data tanggapan siswa setelah mengikuti pembelajaran yang menggunakan etnomatematika diambil dari alat ukur berupa kuesioner yang mengukur reaksi siswa terhadap proses pembelajaran dan materi buku ajar. Ringkasan dari analisis kuesioner tanggapan siswa adalah sebagai berikut: Tabel 4. Hasil Analisis Angket Respons Siswa Respons Positif Negatif Respons Siswa Terhadap Kegiatan Pembelajaran Buku Siswa Hasil respons siswa pada tabel di atas dianalisis sebagai berikut: Hasil respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran setelah ujicoba 95% siswa memberi respons positif dan 4. 5 % siswa yang memberi respons negatif. Hasil respons siswa terhadap buku ajar setelah ujicoba 94. 54% siswa memberi respons positif 0 % siswa yang memberi respons negatif. Data tes hasil belajar Data tentang prestasi belajar setelah pelaksanaan ujian diperoleh melalui alat tes hasil belajar yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda. Tes hasil belajar ini dibuat untuk menilai pemahaman siswa mengenai materi bangun datar. Ringkasan dari hasil analisis data prestasi belajar siswa adalah sebagai berikut: Tabel 5. Analisis Hasil Belajar Siswa Kategori Tuntas Tidak Tuntas Ketuntasan Secara Klasikal Ou 85% Persentase (%) Tuntas Tabel di atas menunjukkan bahwa 86. 36% adalah persentase siswa yang berhasil secara klasikal. Kriteria ini mengacu pada syarat keberhasilan belajar individual siswa, jika siswa memperoleh nilai paling rendah 65 dan secara klasikal setidaknya 85% siswa memenuhi ketuntasan minimum. Kriteria ketuntasan minimum (KKM) sesuai dengan kurikulum di kelas Vi SMP 82 Maluku Tengah, tempat penelitian berlangsung, yaitu 65 (KKM = . Berdasarkan hasil analisis validasi dan ujicoba buku ajar tersebut memenuhi kriteria: Kevalidan buku ajar. Keefektifan buku ajar. https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 . Kepraktisan buku ajar Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa buku ajar berbasis etnomatematika yang dikembangkan memiliki mutu yang tinggi. Fase Implementasi Setelah memperbaiki buku ajar awal yang dibuat sesuai hasil validasi dari para ahli agar lebih tepat dan sesuai kebutuhan siswa dan guru yang menjadi sasaran dalam penelitian. Selanjutnya pada tahap implementasi produk akan diujicobakan kepada guru dan siswa, namun karena suatu hambatan peneliti tidak bisa melakukan uji coba secara empiris sehingga peneliti melakukan uji coba dilakukan dengan beberapa mahasiswa yang berperan sebagai peserta didik. Tujuan dari uji coba ini adalah untuk mengukur kesiapan dan kelayakan buku ajar yang akan diimplementasikan pada jenjang pendidikan. Pembahasan Berdasarkan hasil eksplorasi, pengamatan dan dokumentasi, rumah budaya Banda Naira memiliki beberapa bentuk bangun datar segiempat. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada rumah budaya Banda Naira terdapat konsep matematis yaitu konsep geometri bangun datar pada bentuk atap rumah budaya, bentuk lantai rumah budaya, bentuk pintu rumah budaya, dan bentuk fentilasi rumah budaya. Konsep Matematis dalam Pembangunan Masyarakat Banda Naira belum mengetahui dasar-dasar material konstruksi bangunan seperti yang diajarkan dalam pendidikan formal saat ini . eperti konsep sudut siku-siku, simetri, dan bentuk geometris lainny. , tetapi mereka mampu membangun struktur megah dan tahan lama, jika dibandingkan dengan bangunan masa kini. Masyarakat melakukan proses tersebut dengan cara yang mengalir, menggunakan estimasi dan menerapkannya pada tata cara, tata letak, serta struktur bangunan berdasarkan prinsip filosofis dan etis yang mereka percayai. Masyarakat Banda Naira telah menerapkan salah satu cabang ilmu matematika, yaitu dalam pembangunan bagian dari rumah budaya Banda Naira, di antaranya adalah konsep bentuk datar, termasuk segitiga sama kaki, persegi, persegi panjang, dan belah ketupat. Konsep Geometri Bangun Datar yang Terdapat pada Rumah Budaya Banda Naira Bentuk atap sisi kiri rumah budaya menunjukan konsep bangun segitiga. Membuat desain atap untuk rumah budaya di Banda Naira tidak memerlukan pola tertentu yang harus diikuti oleh pengrajin. Akan tetapi, panjang atap yang ditetapkan adalah gagasan yang muncul secara alami dari masyarakat yang dianggap sebagai pengrajin atau orang yang bertanggung jawab atas bangunan. Membuat dan merancang bentuk atap rumah budaya melibatkan pembangunan rangka atap . Ukuran atap rumah budaya ditentukan berdasarkan panjang sisi tepi bawah houk hingga ke sisi puncaknya. Bentuk lantai rumah budaya menunjukan konsep bangun persegi. Pengukuran dalam pembagian lantai rumah budaya menggunakan cara tradisional, masyarakat membuat dan meletakan bentuk lantai rumah budaya diukur mulai dari posisi pintu. Ukuran pintu rumah budaya 1 meter, selanjutnya diambil dari ukuran pintu 50 cm, untuk menentukan titik fristual dalam pemasangan Pemasangan dalam lantai rumah budaya tidak dapat di mulai dari bagian sisi lain. Bentuk pintu rumah budaya menunjukan konsep persegi panjang. Masyarakat membuat pintu pada rumah budaya sudah menggunakan meter. Meter digunakan untuk mengukur panjang dan lebarnya setiap sisi pintu kiri dan pintu kanan. Ukuran pintu rumah budaya 100 cm, pada sisi kiri pintu ukurannya 50 cm dan ukuran sisi kanan 50 cm. Pintu rumah budaya dalam masayarakat Banda dinamakan jenis pintu kupu-kupu. Ukuran pintu pada rumah budaya berbentuk sama, dalam rumah budaya banda neira memiliki 6 pasang pintu utama dan 3 pasang pintu dalam rumah budaya. Bentuk fentilasi rumah budaya menunjukan konsep belah ketupat. Dalam kehidupan masyarakat Banda Naira, konsep perbandingan mulai dikenali, seperti lebih panjang, lebih pendek, lebih banyak, lebih sedikit, dan lebih besar. Terkait dengan ventilasi berbentuk tikar tradisional, masyarakat sering menggunakan perbandingan yang dikenal sebagai lebih besar dan lebih Perbandingan ini juga selalu berhubungan dengan menghitung yang menggunakan pertanyaan Auberapa besarAy. Acuan dalam perbandingan lebih besar dan lebih kecil dalam ventilasi adalah ukuran https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 dengan menentukan lubang-lubang kecil pada pola ventilasi. Rumah budaya merupakan salah satu warisan yang memiliki konsep matematis yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Aktivitas mengukur tidak terpisahkan dari menghitung dalam hal bertanya tentang berapa banyak dan berapa panjang. Kedua hal ini menjadi satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dalam menentukan ukuran dan panjang dalam pembuatan rumah budaya Banda Naira. Pada dasarnya, cara berpikir masyarakat Banda Naira dalam menentukan dan membangun struktur tradisional terhubung dengan kebiasaan yang telah diturunkan dari generasi ke generasi oleh nenek moyang. Hal ini menyebabkan masyarakat Banda Naira tidak menyadari bahwa hasil budaya mereka mengandung elemen ilmu pengetahuan modern, salah satunya adalah Pengembangan Buku Ajar Berbasis Etnomatematika Dalam bagian ini, dibahas mengenai hasil penelitian yang mencakup validitas, praktikalitas, dan efektivitas. Hasil dari percobaan ini digunakan dan disusun secara teratur. (Ardiansyah et al. , 2. Selanjutnya, mengevaluasi sejauh mana materi pembelajaran yang sudah dibuat memenuhi standar validitas, kemudahan penggunaan, dan efektivitas. Kevalidan buku ajar Kevalidan Kevalidan buku ajar yang telah dikembangkan ditentukan melalui penilaian dari validator. Dapat diamati pada tabel berikut ini: Tabel 6. Kevalidan Buku Ajar Aspek Penilaian Kevalidan buku ajar Hasil Analisis Penilaian validator Temuan Indikator Buku ajar berada dalam . Penyajian materi harus lebih kategori valid . ah dan siap menarik bagi siswa. untuk di uji coba sebagai . Memperbanyak soal latihan. Memperbaiki ukuran materi secara logis. Menghubungkan etnomatematika dengan konsep matematika. Meningkatkan kejelasan referensi Berdasarkan rekomendasi dari ahli, revisi dilakukan. Setelah revisi pada buku ajar prototype II selesai, ujicoba dilakukan terhadap tindakan kelas. Kepraktisan buku ajar Analisis terhadap data pelaksanaan buku ajar yang diteliti oleh pengamat memberikan informasi mengenai efektivitas materi tersebut. Apabila buku ajar pada kategori pelaksanaan memenuhi kriteria berikut, maka buku tersebut dianggap efektif: Tabel 7. Kepraktisan Buku Ajar Aspek Analisis Temuan Kriteria Efektivitas Keterlaksanaan buku ajar dianggap efektif jika memenuhi kriteria: Alat Ukur Keandalan . dihitung sebagai bagian dari analisis observasi Tingkat Keterlaksanaan Rata-rata hasil . Lebih dari 50% validator pengamatan menunjukkan menyatakan buku ajar kategori keterlaksanaan dapat diterapkan di kelas. Guru dapat menerapkan buku ajar berbasis etnomatematika di kelas. Tingkat keterlaksanaan buku ajar masuk dalam kategori Ausangat tinggiAy. Kesimpulan Indikator Reliabilitas keterlaksanaan secara keseluruhan adalah 77, yang berarti dapat Rata-rata keterlaksanaan buku ajar Ou 90 termasuk dalam kategori "sangat Memenuhi syarat praktis https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 Keefektifan buku ajar Buku ajar dikatakan efektif jika memenuhi tiga kriteria keefektifan sebagai berikut: Tabel 8. Keefektifan Buku Ajar Aspek Penilaian Kemampuan guru Kemampuan siswa Hasil belajar siswa Indikator Ketercapaian Mengelola pembelajaran pada kategori tinggi atau 80% O KG < Lebih dari 50% siswa memberi respons positif terhadap minimal 70% dari aspek yang ditanyakan secara individual harus memperoleh nilai Ou 65 dan 85 % siswa berhasil dalam pembelajaran secara klasikal Penjelasan mengenai analisis data terhadap efektivitas materi pembelajaran yang berfokus pada etnomatematika adalah: Kapasitas guru dalam mengatur pembelajaran Kapasitas guru dalam mengatur pembelajaran berbasis etnomatematika selama tahap percobaan Tabel 9. Kapasitas Guru Aspek Penilaian Kapasitas guru dalam mengelola pembelajaran Temuan Kategori tinggi 80% O KG < Hasil Analisis Rata-rata total . ermasuk kategori tingg. dan memiliki tingkat 73 . Indikator Tercapai. Setiap aspek yang ditetapkan dalam buku ajar dilaksanakan dengan baik Dari hasil percobaan yang sudah dilakukan, terlihat bahwa setiap aspek telah dilaksanakan dengan baik. Hal ini dibuktikan oleh analisis kemampuan guru dalam mengatur pembelajaran yang menunjukkan kategori tinggi. Respons siswa Berdasarkan hasil analisis, maka dapat dijelaskan bahwa pelaksanaan ujian diperoleh melalui alat tes hasil belajar yang terdiri dari 20 soal pilihan ganda dari 5 indikator angket yang menghasilkan respons siswa sebagai berikut: Hasil respons siswa terhadap kegiatan pembelajaran setelah ujicoba 95% siswa memberi respons positif dan 4. 5 % siswa yang memberi respons negative. Tanggapan para siswa terhadap buku ajar setelah percobaan adalah 94. 54% siswa memberikan umpan balik yang baik dan 4. 0% siswa yang memberikan umpan balik yang kurang baik. Berdasarkan standar yang ditentukan untuk menilai bahwa siswa memberikan tanggapan yang baik terhadap aktivitas pembelajaran dan buku ajar, syaratnya adalah jika lebih dari setengah siswa memberikan tanggapan positif mengenai setidaknya tujuh puluh persen dari aspek yang diujikan. Secara keseluruhan, para siswa memberikan tanggapan yang baik terhadap semua aspek yang Hal ini menunjukkan bahwa secara umum, pemahaman dan minat belajar siswa dengan menggunakan materi pembelajaran berbasis etnomatematika sangat efektif, sebagai hasil dari proses pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir mereka berdasarkan pengetahuan dan pengalaman yang telah mereka Untuk melihat bentuk soal dapat diakses pada: https://drive. com/file/d/1qWYLeZbYUlrIHQh1WTz6u1DlrVl4cUBW/view?usp=sharing . Tes hasil belajar Tes Hasil pembelajaran siswa diperoleh dari alat pengumpulan data hasil ujian secara keseluruhan menunjukkan bahwa: https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 Tabel 10. Tes Hasil Belajar Aspek Penilaian Tes Hasil Belajar . etercapaian klasika. Temuan Keberhasilan klasikal O 85% siswa mencapai ketuntasan individual O Hasil Analisis Persentase keberhasilan belajar siswa secara Indikator Tercapai. Secara klasikal terpenuhi 36% O 85% Dengan demikian, buku ajar yang sudah dikembangkan mengikuti tahap validasi, revisi, ujicoba, dan analisis yang menunjukkan bahwa semua aspek dan kriterianya telah memenuhi standar valid, praktis, dan Ujicoba buku ajar dalam proses pembelajaran digunakan sebagai prototype final yang sesuai untuk digunakan dalam pembelajaran. Untuk tes hasil belajar yang telah di validasi oleh validator dapat di akses pada: https://drive. com/file/d/17NGOqMe7xSF5fcpAD4cr4l_EsIRqK3b3/view?usp=sharing IV. KESIMPULAN Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, disimpulkan bahwa: Pertama. Hasil eksplorasi pada rumah budaya Banda Naira, terdapat etnomatematika pada bentuk rumah budaya seperti bangun datar dan bangun ruang. Adapun konsep matematika bangun datar terdapat pada atap kiri rumah budaya berbentuk segitiga sama kaki, lantai rumah budaya berbentuk persegi. Pintu depan rumah budaya berbentuk persegi panjang, atap bagian depan rumah budaya berbentuk trapesium, dan fentilasi pintu rumah budaya berbentuk belah ketupat. Sedangkan konsep matematika bangun ruang terdapat pada ruang utama rumah budaya berbentuk balok, ruang tengah rumah budaya berbentuk kubus, dan tiang depan rumah budaya berbentuk tabung. Kedua, hasil pengembangan buku ajar berbasis etnomatematika untuk kelas Vi SMP 82 Maluku Tengah di rumah budaya Banda Naira memenuhi kriteria keefektifan setelah diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar. Melalui evaluasi oleh para ahli terhadap alat-alat komponen pembelajaran yang berbasis etnomatematika, alat pengamatan penerapan materi ajar, alat evaluasi, lembar observasi guru dalam mengelola pembelajaran, kuesioner tanggapan siswa mengenai kegiatan pembelajaran, dan kuesioner tanggapan siswa terhadap buku pelajaran, maka dapat disimpulkan bahwa kelima alat tersebut menunjukkan hasil yang valid atau baik setelah dilakukan uji coba dengan menggunakan materi ajar dalam proses belajar di kelas. Batasan penelitian ini difokuskan pada tiga aspek utama yaitu objek budaya dan buku ajar. Pertama, eksplorasi etnomatematika dibatasi hanya pada unsur-unsur arsitektur Rumah Budaya Banda Naira. Kedua, pengembangan buku ajar mencakup materi bangun datar dan bangun ruang untuk siswa Kelas Vi SMP 82 Maluku Tengah. Rekomendasi untuk penelitian di masa depan berupa pengembangkan E-Modul atau aplikasi pembelajaran interaktif berbasis etnomatematika Rumah Budaya Banda Naira. Hal ini akan memanfaatkan potensi multimedia untuk visualisasi konsep Geometri . isalnya, simulasi 3D) dan meningkatkan daya tarik serta aksesibilitas bagi siswa. Penghargaan Penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan kepada peneliti dalam mencapai keberhasilan ini. Sehingga karya dengan judul AuPengembangan Buku Ajar Berbasis Etnomatematika Materi Geometri Pada Rumah Budaya Banda Naira,Ay menjadi sebuah hasil yang sangat berguna dan layak dihargai tinggi karena telah membangun jembatan inovatif antara pendidikan matematika dan pelestarian warisan budaya setempat. Karya ini berhasil membuktikan bahwa konsep geometri yang sering dianggap abstrak dapat dipahami secara mendalam dan kontekstual melalui eksplorasi arsitektur Rumah Budaya, sehingga tidak hanya mempermudah pemahaman siswa, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas kultural masyarakat Banda. Konflik Kepentingan Kami selaku tim peneliti, dengan ini secara resmi menyatakan bahwa tidak terdapat unsur konflik kepentingan . onflict of interes. dalam pelaksanaan penelitian ini. Seluruh rangkaian penelitian, yang mencakup pengumpulan data dari Rumah Budaya Banda Naira, analisis, dan penafsiran hasilnya, telah https://jurnal. id/index. php/kamboti KAMBOTI is licensed under a Creative Commons Attribution-Share Alike 4. 0 International License. KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora . ISSN: 2746-475X) Volume 6. Nomor 1. Hal: 13-32 dilaksanakan dengan cara yang objektif dan tanpa pengaruh dari pihak manapun atau lembaga tertentu yang dapat mempengaruhi keakuratan atau keberpihakan temuan yang disajikan. DAFTAR PUSTAKA