Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Peran Mahasiswa KKN UINSU dalam Edukasi Literasi Keuangan Sejak Dini pada Siswa SD di Desa Nagaraja Aula Salsabila1. Wahyu Ilahi Surya2. Siti Aisyah3 1,2,3 Universitas Islam Negeri Sumatera Utara. Indonesia Corresponding Author : aulasalsabila04@gmail. ABSTRACT The low level of financial literacy among elementary school-aged children remains a problem, particularly in rural areas. Children generally are unable to manage their pocket money effectively and do not understand the difference between needs and wants. This situation highlights the need for early financial literacy education through community service activities. This community service activity aims to increase the understanding and awareness of elementary school students in Nagaraja Village regarding simple money management, including understanding the function of money, the difference between needs and wants, and instilling savings habits from an early age. The program was conducted by KKN students from the State Islamic University of North Sumatra (UINSU) in Nagaraja Village. Sipispis District. Serdang Bedagai Regency. North Sumatra, using a participatory approach through simple material delivery, educational games, money management simulations, and savings practices using piggy banks. The target group for this activity was fifth-grade elementary school students. He results of the activity showed that students experienced an increased understanding of the basic concepts of financial literacy. Students were able to re-explain the meaning of saving, provide examples of needs and wants, and demonstrate interest in setting aside their pocket money. The students' enthusiasm during the activity demonstrated that interactive and contextual learning methods are effective in financial literacy education for elementary school-aged children. Keywords Financial Literacy. Elementary School. Saving. Community Service PENDAHULUAN Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa sebagai bagian dari proses pendidikan di perguruan tinggi. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya belajar secara teori di dalam kelas, tetapi juga turun langsung ke masyarakat untuk memahami kondisi sosial, ekonomi, dan pendidikan yang ada di lingkungan tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk berkomunikasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan yang dimiliki. Dalam pelaksanaan KKN, mahasiswa biasanya ditempatkan di desa atau wilayah tertentu untuk melaksanakan berbagai program kerja. Program Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Page 23-30 tersebut disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat, baik dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun sosial. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat secara sederhana dan aplikatif. Desa Nagaraja merupakan salah satu desa yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan KKN. Desa ini memiliki kondisi sosial ekonomi masyarakat yang beragam, dengan sebagian besar penduduk bekerja sebagai petani, pedagang, dan pekerja informal lainnya. Dari hasil observasi awal yang dilakukan oleh mahasiswa, diketahui bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat, khususnya pada anak-anak, masih tergolong rendah. Anak-anak umumnya hanya menggunakan uang saku untuk membeli jajanan tanpa memahami pentingnya menabung atau mengatur pengeluaran . & Savla n. Dari segi pendidikan. Desa Nagaraja memiliki beberapa lembaga pendidikan salah satunya adalah SD Desa Nagaraja, yang menjadi lokasi pelaksanaan program edukasi literasi keuangan oleh mahasiswa KKN UINSU. SD Desa Nagaraja sebagai salah satu lembaga pendidikan dasar di desa tersebut memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan kebiasaan siswa sejak dini. Namun, berdasarkan pengamatan awal, materi tentang literasi keuangan belum diajarkan secara khusus di sekolah. Siswa belum memiliki pemahaman yang cukup mengenai pengelolaan uang, perbedaan kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menabung untuk masa depan. Kebiasaan menabung juga belum menjadi budaya yang rutin dilakukan oleh siswa. Literasi keuangan merupakan kemampuan seseorang dalam memahami dan mengelola uang secara bijak. Kemampuan ini sangat penting untuk ditanamkan sejak usia sekolah dasar, karena pada usia tersebut anak berada dalam tahap pembentukan kebiasaan dan karakter. Anak yang sejak kecil terbiasa menabung dan mengelola uang dengan baik akan lebih mudah memiliki perilaku keuangan yang sehat di masa depan. Sebaliknya, anak yang tidak pernah diajarkan tentang pengelolaan uang berpotensi memiliki kebiasaan boros dan kurang bertanggung jawab dalam menggunakan uang (Suryanto, & Rasmini n. Program edukasi literasi keuangan di SD Desa Nagaraja menjadi penting untuk dilaksanakan karena dapat membantu siswa memahami konsep dasar pengelolaan uang secara sederhana. Melalui kegiatan ini, siswa diajarkan mengenai fungsi uang, perbedaan kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menabung sejak dini. Edukasi yang diberikan dengan metode yang Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Page 23-30 menyenangkan dan sesuai dengan usia anak diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan finansial yang baik. Dalam program ini, mahasiswa memiliki peran penting sebagai fasilitator dan pendamping bagi siswa. Mahasiswa bertugas menyusun materi edukasi, menyampaikan materi dengan cara yang menarik, serta mengajak siswa untuk mempraktikkan kebiasaan menabung. Selain itu, mahasiswa juga berperan sebagai motivator yang dapat memberikan contoh perilaku keuangan yang baik kepada siswa (Setiawati. , & Nurkhin n. Melalui kegiatan pengabdian ini, mahasiswa tidak hanya membantu meningkatkan pemahaman siswa tentang literasi keuangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan masyarakat. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran nyata bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan. Dengan adanya program edukasi literasi keuangan di SD Desa Nagaraja, diharapkan siswa dapat memiliki pemahaman dasar mengenai pengelolaan uang serta mulai membangun kebiasaan menabung sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui kegiatan KKN. METODE PENELITIAN Metode penelitian dalam kegiatan pengabdian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pola pelaksanaan yang partisipatif. Pendekatan kualitatif dipilih karena kegiatan ini berfokus pada proses edukasi, perubahan pemahaman, serta respon siswa terhadap materi literasi keuangan yang diberikan. Data yang diperoleh lebih banyak berupa hasil observasi, tanggapan siswa, dan perubahan perilaku setelah kegiatan berlangsung, bukan dalam bentuk angka atau perhitungan statistik yang kompleks. Pendekatan partisipatif digunakan agar siswa terlibat langsung dalam kegiatan, baik melalui diskusi, permainan edukatif, maupun praktik Dengan metode ini, siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi juga berperan aktif dalam proses pembelajaran(Widyastuti. HASIL DAN PEMBAHASAN Desa Nagaraja merupakan salah satu desa yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa. Berdasarkan data yang diperoleh dari aparatur desa, jumlah penduduk Desa Nagaraja berkisar sekitar 900Ae1. 200 jiwa yang tersebar dalam beberapa dusun. Masyarakat desa Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Page 23-30 ini umumnya hidup dalam lingkungan yang masih bersifat agraris dan memiliki hubungan sosial yang cukup erat. Mayoritas penduduk Desa Nagaraja bekerja sebagai petani dan buruh tani, sementara sebagian lainnya bekerja sebagai pedagang kecil, pekerja serabutan, dan pegawai swasta. Kondisi ekonomi masyarakat tergolong menengah ke bawah, sehingga pengelolaan keuangan keluarga masih dilakukan secara sederhana dan belum terencana dengan baik. Kondisi tersebut juga berpengaruh terhadap kebiasaan anak-anak dalam menggunakan uang. Anak-anak umumnya hanya menerima uang saku dari orang tua tanpa adanya penjelasan mengenai cara mengelola uang tersebut. Kebiasaan menabung belum menjadi budaya yang kuat, baik di lingkungan keluarga maupun SD Desa Nagaraja merupakan satu-satunya sekolah dasar yang menjadi tempat belajar anak-anak di desa tersebut. Sekolah ini memiliki jumlah siswa yang tidak terlalu besar, dengan latar belakang keluarga yang beragam, namun sebagian besar berasal dari keluarga petani dan pekerja informal. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan oleh mahasiswa KKN, diketahui bahwa siswa di SD Desa Nagaraja belum mendapatkan edukasi khusus mengenai literasi keuangan. Materi tentang pengelolaan uang, menabung, serta perbedaan kebutuhan dan keinginan belum diajarkan secara khusus dalam pembelajaran di kelas (Sohn. Siswa umumnya hanya menggunakan uang saku untuk membeli jajanan di sekolah. Kebiasaan menabung belum menjadi rutinitas bagi sebagian besar Hal ini terlihat dari hasil tanya jawab dengan siswa, di mana hanya beberapa siswa yang mengaku memiliki tabungan, dan itupun tidak dilakukan secara rutin. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa siswa masih membutuhkan edukasi sederhana mengenai pengelolaan uang sejak dini. Pelaksanaan Edukasi Literasi Keuangan pada Siswa Kelas 5 Program yang dilakukan oleh mahasiswa KKN UINSU berupa edukasi literasi keuangan dilaksanakan dengan sasaran utama siswa kelas 5 SD Desa Nagaraja. Pemilihan kelas 5 didasarkan pada pertimbangan bahwa siswa pada tingkat tersebut sudah memiliki pemahaman yang lebih baik dibandingkan kelas bawah, sehingga lebih mudah menerima materi tentang pengelolaan Kegiatan dilakukan di ruang kelas dengan metode penyampaian materi secara sederhana dan interaktif. Materi yang diberikan meliputi pengertian uang, fungsi uang, perbedaan kebutuhan dan keinginan, serta pentingnya menabung sejak dini. Penyampaian materi menggunakan bahasa yang mudah Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Page 23-30 dipahami serta contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti uang jajan dan perlengkapan sekolah. Pendekatan edukasi yang sederhana dan kontekstual sangat penting dalam pembelajaran literasi keuangan pada anak, karena pada usia sekolah dasar siswa masih berada pada tahap perkembangan kognitif yang membutuhkan contoh konkret dan pengalaman langsung dalam belajar (Lusardi and Mitchell 2. Oleh karena itu, metode yang digunakan dalam kegiatan ini lebih menekankan pada partisipasi aktif siswa. Gambar 1. Edukasi Literasi Keuangan Praktik Menabung Kegiatan selanjutnya adalah praktik menabung yang dikombinasikan dengan kegiatan menghias celengan. Pada tahap ini, mahasiswa KKN UINSU memperkenalkan celengan sebagai media sederhana untuk menabung. Setiap siswa diberikan satu celengan yang kemudian dihias sesuai dengan kreativitas masing-masing siswa menggunakan kertas warna, stiker, spidol, dan alat hias lainnya (Mandell. , & Klein n. Kegiatan menghias celengan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap celengan yang mereka buat sendiri. Dengan celengan yang dihias sesuai selera, siswa menjadi lebih tertarik dan termotivasi untuk menggunakannya sebagai tempat menabung. Selain itu, kegiatan ini juga melatih kreativitas dan membuat suasana belajar menjadi lebih menyenangkan. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Page 23-30 Gambar 2 dan 3. Kegiatan Menghias Celengan Setelah proses menghias selesai, mahasiswa menjelaskan kembali pentingnya menabung dan cara sederhana menyisihkan uang jajan. Siswa diajak berdiskusi mengenai jumlah uang yang dapat mereka tabung setiap hari. Mahasiswa memberikan contoh bahwa menabung tidak harus dalam jumlah besar, tetapi dapat dimulai dari nominal kecil secara rutin, misalnya Rp1. setiap hari. Kebiasaan menabung sejak dini dapat membantu anak membentuk perilaku keuangan yang lebih disiplin dan bertanggung jawab di masa depan, karena anak belajar untuk mengontrol pengeluaran dan menyiapkan kebutuhan di kemudian hari (OECD. OECD/INFE 2020 n. Sebagai bagian dari praktik, beberapa siswa diminta untuk langsung memasukkan uang ke dalam celengan yang telah mereka hias. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata kepada siswa tentang proses menabung. Siswa terlihat antusias dan bangga dengan celengan yang mereka buat sendiri. Melalui kegiatan menghias celengan dan praktik menabung, siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga pengalaman langsung yang dapat membentuk kebiasaan menabung dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan praktik seperti ini dinilai lebih efektif dalam pembelajaran anak sekolah dasar karena melibatkan aktivitas langsung dan pengalaman konkret (Otoritas Jasa Keuangan n. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Page 23-30 Peran Mahasiswa dalam Program Edukasi Mahasiswa KKN UINSU berperan sebagai fasilitator, pendidik, dan motivator dalam kegiatan edukasi literasi keuangan ini. Mahasiswa bertugas menyusun materi, menyiapkan media pembelajaran, serta menyampaikan materi dengan metode yang menarik dan mudah dipahami oleh siswa. Selain itu, mahasiswa juga menciptakan suasana belajar yang menyenangkan melalui permainan dan praktik langsung. Peran mahasiswa dalam kegiatan pengabdian sangat penting sebagai agen perubahan yang dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat (Sabri. , & MacDonald )Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi kepada siswa, tetapi juga mendapatkan pengalaman langsung dalam berinteraksi dengan masyarakat. KESIMPULAN Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UINSU di SD Desa Nagaraja melalui program edukasi literasi keuangan sejak dini dapat berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi Program ini dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui penyampaian materi sederhana, permainan edukatif, serta praktik menabung menggunakan media celengan. Berdasarkan hasil kegiatan, siswa kelas 5 SD Desa Nagaraja menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai konsep dasar literasi keuangan. Siswa mampu menjelaskan arti menabung, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, serta menunjukkan minat untuk menyisihkan uang jajan mereka. Hal ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang interaktif dan kontekstual efektif dalam meningkatkan pemahaman literasi keuangan pada anak usia sekolah dasar. Kegiatan ini juga menunjukkan peran penting mahasiswa sebagai fasilitator, pendidik, dan motivator dalam memberikan edukasi kepada siswa. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesadaran literasi keuangan di lingkungan sekolah dasar. Secara keseluruhan, program edukasi literasi keuangan sejak dini di SD Desa Nagaraja memberikan dampak positif terhadap pemahaman dan sikap siswa dalam mengelola uang. Oleh karena itu, kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan pihak sekolah dan orang tua, agar kebiasaan menabung dan pengelolaan keuangan yang baik dapat terbentuk sejak usia dini. Center Of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026 Page 23-30 DAFTAR PUSTAKA