Perancangan Sistem Informasi Akuntansi untuk Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM Lux Tailor Angel Bunga Luxchita1 . Nadya Aisyah Rahmadhan2. Dwi Rahma Dani3 . Iwin Arnova4 1,2,3,4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Universitas Prof. Dr. Hazairin. SH Email: angelbungaluxchita07@gmail. Abstract The transformation of financial recording from manual to digital methods is an important step for micro, small, and medium enterprises (MSME. in improving financial management Lux Tailor, located in Bengkulu City, has adopted the BukuKas application as a daily transaction recording tool, yet a structured and efficiency-oriented accounting information system (AIS) is still unavailable. This study aims to design an AIS using a flowchart approach as a process visualization tool, rather than as the ultimate research A descriptive qualitative method with a single case study was applied through observation, semi-structured interviews, and operational documentation. The results indicate that the designed flowchart integrates manual and digital processes, reduces recording errors, and accelerates financial reporting. Efficiency indicators achieved include faster recording, more accurate data, and more organized financial reports. This study contributes academically by presenting a simple AIS model based on flowcharts to enrich MSME accounting literature, and practically by offering an applicable system for business actors with limited resources. Keywords: Accounting Information System. Flowchart. MSMEs. Efficiency. BukuKas Abstrak Transformasi pencatatan keuangan dari metode manual ke digital merupakan langkah penting dalam meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan UMKM. UMKM Lux Tailor, yang berlokasi di Komplek BTN Serayu. Padang Harapan. Kota Bengkulu, telah menggunakan aplikasi BukuKas sebagai alat bantu pencatatan transaksi harian. Namun, sistem informasi akuntansi (SIA) yang terstruktur dan berorientasi pada efisiensi operasional belum tersedia. Penelitian ini bertujuan merancang SIA dengan pendekatan flowchart sebagai alat visualisasi proses, bukan sebagai tujuan akhir penelitian. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan studi kasus tunggal melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi operasional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan flowchart mampu mengintegrasikan proses manual dan digital, mengurangi kesalahan pencatatan, serta mempercepat penyusunan laporan keuangan. Indikator efisiensi yang dicapai meliputi pencatatan yang lebih cepat, data yang lebih akurat, dan laporan yang lebih teratur. Penelitian ini berkontribusi secara akademis Perancangan Sistem Informasi Akuntansi untuk Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM Lux Tailor Angel Bunga Luxchita. Nadya Aisyah Rahmadhan. Dwi Rahma Dani. Iwin Arnova dengan menghadirkan model sederhana SIA berbasis flowchart yang dapat memperkaya literatur akuntansi UMKM, sekaligus kontribusi praktis berupa sistem yang aplikatif bagi pelaku usaha dengan keterbatasan sumber daya. Kata Kunci: Sistem Informasi Akuntansi. Flowchart. UMKM. Efisiensi. BukuKas Pendahuluan Efisiensi dalam pencatatan dan pelaporan keuangan menjadi elemen penting dalam keberlangsungan usaha, terutama bagi pelaku UMKM yang memiliki keterbatasan sumber daya. Tanpa sistem yang tertata, pencatatan keuangan cenderung dilakukan secara acak, tidak terdokumentasi, dan menyulitkan proses evaluasi usaha. Untuk itu, dibutuhkan suatu pendekatan sistematis yang tidak hanya mempermudah pencatatan, tetapi juga meningkatkan akurasi dan kecepatan dalam penyusunan laporan. Sistem Informasi Akuntansi (SIA) hadir sebagai jawaban untuk menciptakan efisiensi tersebut, terutama bila dirancang sesuai dengan kebutuhan usaha dan divisualisasikan melalui alat bantu yang mudah dipahami seperti Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia, baik dalam hal penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, maupun pemerataan ekonomi nasional. Namun, sebagian besar pelaku UMKM masih mengalami kendala dalam hal pencatatan transaksi dan penyusunan laporan keuangan yang Hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa peneliti sebelumnya menunjukkan adanya hubungan positif antara penerapan sistem informasi akuntansi dengan peningkatan kinerja usaha. seperti hal nya (Maulia & Nasution, 2. menemukan bahwa penerapan SIA pada UMKM kedai kopi meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan. Hasil serupa ditunjukkan juga oleh (Lubis Suhaila & Lufriansyah, 2. yang membuktikan bahwa SIA berpengaruh signifikan terhadap kinerja UMKM, baik secara langsung maupun melalui mediasi kualitas laporan keuangan. begitupula dengan (Apriyanungsih et al. , 2. yang juga menegaskan bahwa penerapan SIA pada UMKM sektor ikan naki meningkatkan efisiensi operasional, kontrol persediaan, dan pengambilan keputusan bisnis. Menurut (Rosmayati et al. , 2. , keterbatasan sumber daya, pengetahuan akuntansi, serta minimnya penggunaan teknologi informasi menjadi penyebab utama rendahnya kualitas pengelolaan keuangan UMKM. Dan menurut (Dewi et , 2. digitalisasi sistem informasi akuntansi terbukti dapat meningkatkan efisiensi operasional UMKM dan memberikan keunggulan kompetitif melalui data keuangan yang lebih cepat, tepat, dan aman. Selain itu, dengan sistem yang terdigitalisasi, risiko kehilangan atau manipulasi data dapat dikurangi secara signifikan, sekaligus memudahkan proses pelaporan (Faridawati et al. , 2. Penelitian ini merupakan pengembangan dari kajian-kajian sebelumnya Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Perancangan Sistem Informasi Akuntansi untuk Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM Lux Tailor Angel Bunga Luxchita. Nadya Aisyah Rahmadhan. Dwi Rahma Dani. Iwin Arnova yang telah dilakukan oleh penulis pada objek usaha yang sama. Studi awal berfokus pada transformasi sistem pencatatan dari metode manual ke digital (Luxchita et al. , 2. UMKM Lux Tailor telah memulai transformasi digital dengan mengubah sistem pencatatan menggunakan aplikasi BukuKas. Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi penerapan sistem tersebut dalam konteks etika dan efisiensi operasional (Luxchita et al. , 2. Aplikasi ini terbukti meningkatkan efisiensi pencatatan dan pelaporan transaksi harian. Urgensi penelitian ini semakin relevan seiring dengan tren digitalisasi dalam sistem akuntansi manajemen yang terbukti mampu meningkatkan efisiensi dan daya saing UMKM. Studi terbaru menunjukkan bahwa penerapan digitalisasi pada sistem informasi akuntansi tidak hanya mempercepat proses pencatatan dan pelaporan, tetapi juga meningkatkan transparansi serta kualitas pengambilan keputusan bisnis (Ratmono & Zuhrohtun, 2. Hal ini menunjukkan bahwa tanpa adanya rancangan sistem yang terstruktur. UMKM berisiko tertinggal dalam menghadapi tuntutan pasar yang semakin kompetitif. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk memberikan alternatif rancangan sistem sederhana berbasis flowchart yang dapat membantu UMKM mencapai efisiensi operasional sekaligus memperkuat keberlanjutan usahanya. Akan tetapi penggunaan aplikasi saja belum cukup untuk menjamin keteraturan sistem informasi tanpa disertai rancangan sistem yang utuh (Alfionita & Estiningrum, 2. Salah satu pendekatan strategis yang dapat diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan menerapkan Sistem Informasi Akuntansi (SIA) yang disesuaikan dengan kebutuhan UMKM. SIA memungkinkan pelaku usaha untuk mencatat transaksi secara sistematis, akurat, dan efisien. Namun, untuk mencapai efektivitas sistem ini, perlu dilakukan perancangan proses bisnis yang jelas dan terstruktur. Salah satu metode visualisasi yang umum digunakan dalam pengembangan sistem informasi adalah flowchart. Maka dari itu penelitian saat ini menitikberatkan pada perancangan sistem informasi akuntansi secara terstruktur dengan menggunakan pendekatan flowchart, sebagai upaya untuk memperjelas alur transaksi serta meningkatkan efisiensi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan usaha. Flowchart merupakan alat bantu visual dalam sistem informasi akuntansi yang mampu menjelaskan alur proses secara logis dan sistematis. Penggunaannya sangat sesuai bagi pelaku UMKM yang membutuhkan panduan praktis dalam mencatat transaksi harian (Aini & Rifani, 2. Hal ini diperkuat oleh penelitian yang menunjukkan bahwa flowchart dapat menyajikan gambaran utuh atas proses bisnis, sehingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data (Tuasamu et al. , 2. Banyak penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa penggunaan flowchart atau BPMN dalam perancangan SIA terbukti efektif memperjelas alur transaksi dan meningkatkan efisiensi operasional UMKM (Azizah & Damayanti, 2. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Perancangan Sistem Informasi Akuntansi untuk Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM Lux Tailor Angel Bunga Luxchita. Nadya Aisyah Rahmadhan. Dwi Rahma Dani. Iwin Arnova Namun, penelitian ini memiliki kebaruan karena tidak hanya merancang SIA berbasis flowchart, melainkan juga menekankan indikator efisiensi spesifik, yaitu kecepatan pencatatan, akurasi data, dan keteraturan laporan keuangan. Selain itu, penelitian ini melakukan validasi langsung pada konteks operasional UMKM Lux Tailor, sehingga menghasilkan model SIA yang aplikatif dan sesuai kebutuhan pelaku usaha kecil UMKM Lux Tailor, sebagai studi kasus dalam penelitian ini, merupakan usaha jasa penjahit yang telah melakukan transformasi dari pencatatan manual ke digital menggunakan aplikasi BukuKas. Meski transformasi digital telah diterapkan, sistem yang berjalan masih bersifat spontan dan belum terdokumentasi secara sistematis. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk Sistem Informasi Akuntansi menggambarkan proses bisnis utama di Lux Tailor, meliputi proses penjualan dan proses pengeluaran, dengan harapan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan serta menjadi model sederhana yang dapat diterapkan pada UMKM sejenis. Dengan pendekatan ini, sistem informasi yang dikembangkan tidak hanya memberikan kemudahan dalam pencatatan transaksi, tetapi juga meningkatkan akurasi laporan keuangan dan mendukung pengambilan keputusan keuangan yang lebih baik bagi pelaku UMKM. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi kasus tunggal pada UMKM Lux Tailor. Pendekatan deskriptif dipilih karena mampu menghadirkan pemahaman mendalam dan sistematis terhadap proses yang terjadi langkah-langkahnya dirinci dalam panduan metodologis yang dikembangkan oleh (Villamin et al. , 2. Selain itu, pendekatan ini cocok bagi penelitian studi kasus karena memungkinkan analisis fenomena dalam konteks nyata secara holistik (Doyle et al. , 2. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi operasional. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Validitas temuan diperkuat dengan triangulasi dan diskusi langsung bersama pemilik usaha. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh pemahaman mendalam terkait proses pencatatan transaksi keuangan dan merancang sistem informasi akuntansi yang sesuai dengan kebutuhan usaha mikro. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipatif, wawancara semi-terstruktur dengan pemilik usaha, serta dokumentasi aktivitas operasional dan transaksi Observasi dilakukan secara langsung di lokasi usaha untuk mencermati alur pencatatan pemasukan dan pengeluaran. Wawancara digunakan untuk menggali informasi terkait kendala pencatatan dan harapan pelaku usaha terhadap sistem yang ideal. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Perancangan Sistem Informasi Akuntansi untuk Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM Lux Tailor Angel Bunga Luxchita. Nadya Aisyah Rahmadhan. Dwi Rahma Dani. Iwin Arnova Hasil dari analisis ini menjadi dasar dalam merancang flowchart sebagai representasi visual dari sistem informasi akuntansi, yang mencakup alur transaksi penjualan dan pengeluaran secara sistematis. Untuk menjamin validitas temuan, dilakukan validasi hasil rancangan sistem melalui diskusi langsung dengan pemilik usaha dan triangulasi antar data dari observasi dan wawancara. Hal ini bertujuan memastikan bahwa sistem yang dirancang benar-benar mencerminkan kondisi dan kebutuhan nyata di lapangan. Hasil dan Pembahasan Hasil UMKM Lux Tailor merupakan usaha jasa penjahit yang telah melakukan transformasi pencatatan keuangan dari metode manual ke digital menggunakan aplikasi BukuKas sejak tahun 2024. Penggunaan aplikasi ini bertujuan untuk mencatat transaksi pemasukan dan pengeluaran secara harian dan merupakan bagian dari studi terdahulu mengenai digitalisasi sistem pencatatan keuangan (Luxchita et al. , 2. Pada penelitian saat ini, dokumentasi dari sistem tersebut digunakan kembali sebagai bukti bahwa pencatatan digital telah berjalan aktif sebelum dilakukan perancangan sistem informasi akuntansi berbasis flowchart. Gambar 1. Tampilan Aplikasi BukuKas Pada UMKM Lux Tailor sebagai Sistem Pencatatan Digital Sumber: dokumentasi pribadi peneliti . igunakan kembali dari (Luxchita et al. Meskipun pencatatan telah dilakukan secara digital, sistem yang diterapkan masih bersifat sederhana dan belum terdokumentasi dalam bentuk alur kerja yang sistematis. Hal ini berisiko terhadap tidak konsistennya prosedur pencatatan dan kesulitan dalam proses pelaporan keuangan secara menyeluruh. Oleh karena itu, dalam penelitian ini dilakukan perancangan sistem informasi akuntansi berbasis flowchart, sebagai bentuk penyempurnaan dan standarisasi proses pencatatan transaksi keuangan. Flowchart yang dirancang dalam penelitian ini membagi alur kerja menjadi dua bagian utama, yaitu proses penjualan . enerimaan pesana. dan proses pengeluaran . engadaan dan pemakaian bahan bak. Rincian tahapan dari masing-masing proses tersebut disajikan sebagai berikut: Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Perancangan Sistem Informasi Akuntansi untuk Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM Lux Tailor Angel Bunga Luxchita. Nadya Aisyah Rahmadhan. Dwi Rahma Dani. Iwin Arnova Proses Penjualan (Penerimaan Pesanan Jas. Pelanggan datang ke toko dan menyampaikan kebutuhan pakaian. Pengukuran dilakukan langsung. Hasil pengukuran dan pesanan dicatat ke aplikasi BukuKas. Laporan pemasukan otomatis diperbarui dalam aplikasi. Proses Pengeluaran (Pembelian dan Penggunaan Baha. Pemilik menentukan kebutuhan bahan berdasarkan ukuran pelanggan. Pengecekan stok dilakukan: Jika stok ada Ie langsung digunakan. Jika stok kosong Ie pembelian ke toko kain dilakukan. Pengeluaran dicatat ke dalam aplikasi BukuKas. Proses pemotongan dilakukan oleh pemilik. Proses penjahitan dilakukan oleh tukang jahit atau pemilik langsung. Laporan pengeluaran diperbarui otomatis dalam sistem Gambar 2. Flowchart Proses Penjualan dan Pengeluaran Pada UMKM Lux Tailor Sumber: rancangan peneliti . Flowchart ini menjadi representasi visual dari alur pencatatan yang lebih terstruktur dan efisien, serta mendukung kontrol internal dan pengambilan keputusan keuangan yang lebih akurat pada UMKM Lux Tailor. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Perancangan Sistem Informasi Akuntansi untuk Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM Lux Tailor Angel Bunga Luxchita. Nadya Aisyah Rahmadhan. Dwi Rahma Dani. Iwin Arnova Pembahasan Flowchart yang dirancang membagi proses pencatatan ke dalam dua alur utama, yaitu alur pemasukan dan alur pengeluaran. Desain ini memberikan struktur yang jelas dari tahap awal pemesanan hingga pelaporan keuangan, sekaligus mengurangi risiko pencatatan ganda atau kesalahan input. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pelatihan penggunaan flowchart dapat meningkatkan pemahaman pelaku usaha terhadap proses pencatatan (Anggraini et al. , 2. Flowchart menggambarkan alur proses transaksi secara logis dan sistematis, agar memudahkan pencatatan keuangan yang akurat dan efisien pada UMKM Lux Tailor. Dalam penelitian ini, flowchart berfungsi sebagai alat bantu visual untuk merancang sistem informasi akuntansi sederhana yang sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas pelaku usaha mikro. Pada proses penjualan, sistem dimulai dari kedatangan pelanggan, pengukuran pakaian, hingga pencatatan transaksi ke aplikasi BukuKas. Visualisasi alur ini memudahkan pelaku usaha dalam memahami dan mengingat urutan aktivitas secara konsisten. Hal ini sesuai dengan temuan (Tuasamu et al. , bahwa flowchart dapat membantu UMKM menyusun alur kerja yang terdokumentasi dengan baik dan siap dijadikan standar operasional prosedur (SOP). Sementara itu, proses pengeluaran mencakup identifikasi kebutuhan bahan baku, pengecekan stok, pembelian bahan jika diperlukan, hingga pencatatan pengeluaran dan pelaksanaan proses produksi. Flowchart membantu pemilik usaha untuk tidak melewati tahapan penting seperti kontrol stok dan pelaporan Ini sejalan dengan studi (Rizkison et al. , 2. , yang menekankan pentingnya sistem akuntansi yang mendukung keputusan operasional berbasis data dan efisiensi proses produksi. Sistem berbasis flowchart memungkinkan pelaku UMKM melakukan pencatatan secara lebih efisien karena setiap tahapan proses telah ditetapkan dan mudah diikuti. Tidak ada lagi pencatatan spontan atau tumpang tindih. Ini mendukung pernyataan (Aini & Rifani, 2. , bahwa struktur sistem visual membantu menghindari kesalahan penginputan dan mempercepat pelaporan Selain itu, flowchart menjadi alat pembelajaran visual yang mudah dipahami bagi pelaku UMKM yang belum memiliki latar belakang akuntansi Flowchart sistem informasi akuntansi yang telah dirancang dalam penelitian ini menggambarkan proses bisnis utama Lux Tailor secara menyeluruh, mencakup alur penjualan dan pengeluaran. Rancangan tersebut telah divalidasi melalui diskusi langsung dengan pemilik UMKM untuk memastikan bahwa setiap langkah dalam alur sesuai dengan kenyataan operasional di lapangan. Validasi ini menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan bersifat aplikatif dan dapat meningkatkan efisiensi serta kejelasan pencatatan keuangan Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Perancangan Sistem Informasi Akuntansi untuk Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM Lux Tailor Angel Bunga Luxchita. Nadya Aisyah Rahmadhan. Dwi Rahma Dani. Iwin Arnova Hal ini selaras dengan (Aini & Rifani, 2. , yang menyatakan bahwa rancangan sistem berbasis flowchart lebih efektif jika didasarkan pada praktik nyata pelaku usaha. Lebih lanjut, hasil validasi menunjukkan bahwa sistem berbasis flowchart ini tidak hanya membantu dalam penataan proses, tetapi juga memperlihatkan indikator efisiensi yang terukur, yaitu kecepatan pencatatan transaksi, peningkatan akurasi data, serta keteraturan laporan keuangan. Indikator ini membedakan penelitian ini dengan studi sebelumnya yang cenderung menekankan manfaat umum flowchart tanpa menegaskan tolok ukur efisiensi secara eksplisit. Misalnya, (Apriyanungsih et al. , 2. menemukan bahwa penerapan sistem informasi akuntansi dapat meningkatkan efektivitas operasional, sementara penelitian ini menambahkan bukti bahwa rancangan berbasis flowchart juga dapat meminimalkan kesalahan pencatatan dan mempercepat proses pelaporan pada konteks UMKM jasa. Dari sisi akademis, penelitian ini memperkaya literatur dengan menawarkan model sederhana rancangan SIA berbasis flowchart yang menegaskan indikator efisiensi sebagai fokus utama. Dari sisi praktis, sistem ini menjadi pedoman operasional yang mudah dipahami, bahkan oleh pelaku UMKM yang tidak memiliki latar belakang akuntansi formal, sehingga berkontribusi pada keberlanjutan usaha melalui pencatatan keuangan yang lebih akurat dan transparan. Simpulan Penelitian ini berhasil merancang sistem informasi akuntansi berbasis flowchart yang menggambarkan proses bisnis utama pada UMKM Lux Tailor, yaitu proses penjualan dan pengeluaran. Rancangan flowchart yang disusun mampu menyajikan alur pencatatan transaksi secara logis, sistematis, dan sesuai dengan praktik nyata di lapangan. Penerapan flowchart dalam sistem informasi akuntansi terbukti dapat meningkatkan efisiensi pencatatan keuangan harian, memperjelas alur kerja, dan mendukung akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan. Validasi sistem melalui diskusi dengan pemilik usaha menunjukkan bahwa desain flowchart yang dikembangkan bersifat aplikatif dan mudah dipahami, bahkan oleh pelaku UMKM yang tidak memiliki latar belakang akuntansi. Dengan adanya sistem ini, proses pencatatan pemasukan dan pengeluaran menjadi lebih terstruktur dan terpantau. Sistem ini juga berpotensi untuk dijadikan model sederhana yang dapat diadopsi oleh UMKM lain dengan karakteristik serupa. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Perbankan Syariah (JIMPA) Vol. No. 2 September 2025 Perancangan Sistem Informasi Akuntansi untuk Efisiensi Pengelolaan Keuangan UMKM Lux Tailor Angel Bunga Luxchita. Nadya Aisyah Rahmadhan. Dwi Rahma Dani. Iwin Arnova Daftar Pustaka