Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : 78-86 Available online at https://journal. an-nur. id/index. php/alwildan MANAJEMEN PEMBIAYAAN PENDIDIKAN YANG EFEKTIF UNTUK MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN Siti Komariyah1. Nurhidayah2. Nova Andriyana3. Nurul Hidayati MurtafiAoah4 1 2 3 4 Insitut Agama Islam An-Nur Lampung. Indonesia Email : amysitikomariyah76@gmail. com1, yayanurhidayah888@gmail. novaandriyana12@gmail. com3, nurulhm@an-nur. Received: December 2022 DOI: 10. 57146/alwildan. Accepted: December 2022 Published: December 2022 Abstract : This study aims to describe education financing management as an effort to improve the quality of education. The research uses literature data studies in the form of books as data The research was conducted by reading, reviewing, and analyzing literature such as books, articles, and other scientific works. Education is an effort made as an investment in producing humans with the knowledge, attitudes and skills needed to develop a nation. Education financing management plays an important role in achieving educational goals and improving the quality of education. One way to improve the quality of education is to pay attention to the national standards of education that apply in Indonesia, including financing Education policy is developed by the central government and the community, referring to Law No. 22 of 1999 concerning local government and the applicable regulations. Education financing is needed for operational needs, salaries, employee welfare, improvement of teaching and learning activities, maintenance and procurement of facilities and infrastructure, student development, teachers' professional abilities, education administration and supervision. The teaching and learning process will improve if the objectives met the However, the world of education in Indonesia still faces serious problems, from the low budget allocation from the government. Keywords: cost management, effectiveness, quality of education. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan manajemen pembiayaan pendidikan sebagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan. Penelitian menggunakan kajian data pustaka berupa buku-buku sebagai sumber data. Penelitian dilakukan dengan membaca, menelaah, dan menganalisis literature seperti buku, artikel, dan karya ilmiah lainnya. Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan sebagai investasi dalam menghasilkan manusia-manusia yang memiliki pengetahuan sikap dan keterampilan yang dibutuhkan dalam pembangunan suatu bangsa. Manajemen pembiayaan pendidikan memegang peranan penting dalam meraih tujuan pendidikan dan meningkatkan mutu pendidikan. Salah satu cara untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah dengan memperhatikan standar nasional pendidikan yang berlaku di Indonesia diantaranya adalah standar pembiayaan. Kebijakan pendidikan dikembangkan oleh pemerintah pusat daerah dan masyarakat yang mengacu pada UU No. 22 tahun 1999 tentang pemerintahan daerah serta perangkat peraturan yang berlaku. Pembiayaan pendidikan sangat dibutuhkan untuk Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : 78-86 kebutuhan operasional, dan gaji, kesejahteraan pegawai, peningkatan kegiatan proses belajar mengajar, pemeliharaan dan pengadaan sarana dan prasarana, peningkatan pembinaan kesiswaan, peningkatan kemampuan professional guru, administrasi pendidikan dan pengawasan. Proses belajar mengajar akan meningkat apabila tujuan yang akan dicapai memenuhi persyaratan. Akan tetapi dunia pendidikan di Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan yang serius, dari rendahnya alokasi anggaran dari pemerintah. Kata Kunci: manajemen pembiayaan, efektif, mutu pendidikan. PENDAHULUAN Berbicara masalah manajemen pembiayaan dalam sebuah pengelolaan pendidikan, maka perlu terlebih dahulu kita menyimak definisi manajemen itu Manajemen sangatlah penting bagi kehidupan manusia karena manajemen dapat mempermudah pekerjaan manusia dengan spesialisasi pekerjaan serta berkembangnya skala operasi yang ada di era sekarang ini (Indrawati, 2. Ada tiga alasan utama diperlukannya manajemen, yaitu untuk mencapai tujuan, untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan, dan untuk mencapai efisiensi dan efektifitas. Keberhasilan suatu kegiatan atau pekerjaan tergantung dari Pekerjaan itu akan berhasil apabila manajemennya baik dan teratur, dimana manajemen itu sendiri merupakan suatu perangkat dengan melakukan proses tertentu dalam fungsi yang terkait. Maksudnya adalah serangkaian tahap kegiatan mulai awal melakukan kegiatan atau pekerjaan sampai akhir tercapainya tujuan kegiatan atau pekerjaan. Secara etimologi manajemen berasal dari kata to manage yang berarti mengatur . Bila dilihat dari literatur-literatur yang ada, pengertian manajemen dapat dilihat dari tiga pengertian. Manajemen sebagai suatu proses. Manajemen sebagai suatu kolektivitas manusia. Manajemen sebagai ilmu . dan sebagai seni (Hasibun, 1. Dengan adanya manajemen, suatu pekerjaan akan lebih mudah karena manajemen berkutat dengan pembagian kerja berdasarkan keahlian serta bekerja sama dengan orang lain. Karena hal itu lah manajemen menjadi lebih berkembang karena adanya fungsi-fungsi dari manajemen tersebut (Julaiha, 2019. Zuryati. AR, & Usman, 2. Pendidikan di Indonesia sendiri merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat. Dalam meraih pendidikan yang berkualitas, pendidikan memiliki 8 standar yang digunakan sebagai acuan untuk mencapai kualitas pendidikan yang diharapkan pemenuhan 8 standar berdasarkan peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan meliputi: standard isi, standard kompetensi lulusan, standard proses, standard pendidik dan tenaga kependidikan, standard sarana prasarana, standard penilaian, standard pembiayaan, serta standard pengolahan. Dapat diketahui bahwa salah satu standard untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia adalah standar Kemampuan pembiayaan merupakan salah satu factor kunci keberhasilan praktik-praktik penyelenggaraan di sekolah, sehingga pembiayaan memiliki hubungan yang linier dengan mutu pendidikan (Fattah. Patiung et al. , 2. Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : 78-86 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan Pembiayaan pendidikan berperan penting dalam dunia pendidikan, sehingga dapat dikatakan tanpa biaya, proses belajar mengajar di sekolah tidak akan berjalan (Fattah, 2000. Jannah, 2. Oleh karena itu, pembiayaan pendidikan perlu dikelola dengan efektif dan efisien agar membantu pencapaian tujuan pendidikan. Dalam pelaksanaan pendidikan, pembiayaan adalah potensi yang sangat menentukan keberhasilan suatu layanan pendidikan dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari manajemen pendidikan. Peran penting pembiayaan dalam proses pembelanjaran akan selalu berkaitan erat dengan manajemen sebagai tata kelola dalam mengatur pembiayaan pendidikan di sekolah. Manajemen sebagai suatu proses penglolaan, pengaturan, dan pengurusan dapat diqujudkan dengan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen berupa perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, pengawasan (Yuliana, 2. Metodologi Penelitian Dalam artikel ini, penulis menggunakan metode penelitian pustaka . ibrary researc. , yaitu penelitian yang objek kajiannya menggunakan data pustaka berupa buku-buku sebagai sumber data (Halcomb & Hickman, 2015. Hasanah, 2020. Subarino, 2022. Umro, 2. Penelitian dilakukan dengan membaca, menelaah, dan menganalisis literature seperti buku, artikel, dan karya ilmiah lainnya (Kusuma & Apriyanto, 2018. Dalman. Hesti, & Apriyanto, 2020a, 2020b. Kusuma & Apriyanto, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengerian Manajemen Istilah manajemen memiliki banyak makna, di antaranya pengelolaan, ketatalaksanaan, kepemimpinan, pembinaan, pengurusan, dan lain sebagainya. Manajemen berasal dari kata to manage yang artinya mengatur, pengaturan yang dilakukan melalui proses dan diatur berdasarkan urutan dan fungsifungsi manajemen itu. Jadi manajemen adalah suatu proses untuk mewujudkan tujuan yang diinginkan. Selanjutnya, menurut Nurul Hidayati Murtafiah . , mengatakan bahwa manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usahausaha individu untuk mencapai sesuatu melalui kegiatan orang lain dan mengawasi usaha-usaha individu untuk mencapai tujuan bersama. Akhirnya George R. Terry mengatakan bahwa manajemen adalah pencapaian tujuan yang ditetapkan terlebih dahulu dengan mempergunakan kegiatan orang lain (Terry, 2. Bila kita perhatikan ketiga definisi di atas, maka akan segera nampak bahwa ada tiga pokok penting dalam definisi-definisi tersebut yaitu : Pertama, adanya tujuan yang ingin dicapai. Kedua, tujuan dicapai dengan mempergunakan kegiatan orangorang lain. ketiga, kegiatan-kegiatan orang lain itu harus dibimbing dan diawasi. Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : 78-86 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan Menurut pengertian yang kedua, manajemen adalah kolektivitas orangorang yang melakukan aktivitas manajemen. Jadi dengan kata lain, segenap orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dalam suatu badan tertentu disebut manajemen. Dalam arti singular . , disebut : manajer. Manajer adalah pejabat yang bertanggung jawab atas terselenggaranya aktivitas-aktivitas manajemen agar tujuan unit yang dipimpinnya tercapai dengan menggunakan bantuan orang lain. Apakah yang dimaksud dengan aktivitas manajemen itu? Dengan aktivitas manajemen dimaksudkan kegiatan-kegiatan atau fungsi-fungsi yang dilakukan oleh setiap mmanajer. Pada umumnya kegiatan-kegiatan manajer atau aktivitas manajemen itu adalah: planning, organizing, staffing, directing dan controlling. Ini sering pula disebut dengan istilah proses manajemen (Pratiwi & Novianty, 2020. Rambe, 2. , fungsi-fungsi manajemen bahkan ada yang menyebutnya unsur-unsur manajemen (Julaiha, 2019. Nurul Hidayati Murtafiah, 2021. Rambe, 2011. Zuryati et al. , 2. Menurut pengertian yang ketiga, manajemen itu adalah suatu seni atau suatu ilmu. Mengenai ini pun sesungguhnya belum ada keseragaman pendapat, segolongan mengatakan bahwa manajemen itu adalah seni, golongan lain mengatakan bahwa manajemen itu adalah ilmu. Sesungguhnya kedua pendapat ini sama mengandung kebenaran. Chester I. Barnard dalam bukunya "'The Function of the Executive", mengakui bahwa Manajemen itu adalah "seni" dan juga sebagai "ilmu" (Stoker. Laura and Levi, 2. Demikian pula Henry Fayol. Alfin Brown. Harold Koontz. Cyril OAoDonnel, dan George R. Terry beranggapan, bahwa Manajemen itu adalah ilmu sekaligus adalah seni (Terry, 2. Manajemen sebagai Seni berfungsi untuk mencapai tujuan yang nyata mendatangkan hasil atau manfaat, sedangkan manajemen sebagai ilmu berfungsi menerangkan fenomena-fenomena . ejala-gejal. , kejadian-kejadian, keadaan-keadaan, jadi memberikan penjelasanpenjelasan. Unsur ke-Ilmu-an merupakan kumpulan pengetahuan yang tertentu seperti yang dinyatakan oleh peraturan-peraturan atau statemen-statemen umum, dan dipertahankan oleh berbagai-bagai tingkat ujian-ujian dan penyelidikan-penyelidikan. Unsur seni ialah pemakaian pengetahuan tersebut pada satu situasi tertentu (Fuadah & Murtafiah, 2. Dengan pengalaman-pengalaman pemakaian yang demikian menjadi pembawaan, kira-kira suatu panca indera keenam, keahlian yang bersifat Dalam kehidupan nyata sehari-hari Manajemen benar-benar melakukan kedua fungsi tersebut yaitu selain sebagai ilmu juga sebagai seni. Memperhatikan pengertian manajemen yang pertama serta kenyataan bahwa manajemen itu adalah ilmu sekaligus seni maka manajemen itu dapat diberi definisi sebagai, "Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan daripada sumber daya manusia untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan terlebih dahulu" (Nurul Hidayati Murtafiah, 2. Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : 78-86 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan Dalam perspektif yang lebih luas, manajemen adalah suatu proses pengaturan, dan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki organisasi melalui kerjasama para anggota untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif dan Dalam perspektif ini ada sejumlah unsur pokok yang membentuk kegiatan manajemen, yaitu : unsur manusia . , barang-barang . , mesin . , metode . , uang . dan pasar . Keenam unsur ini memiliki fungsi masing-masing dan saling berinteraksi dalam mencapai tujuan organisasi terutama proses pencapaian tujuan secara efektif dan efisien. Manajemen sekolah merupakan proses manajemen dalam pelaksanaan tugas pendidikan dengan mendayagunakan segala sumber secara efisien untuk mencapai tujuan yang efektif. Manajemen sekolah pada hakikatnya menyangkut tujuan pendidikan, manusia yang melakukan kerjasama proses sistemik dan sistematik, serta sumber-sumber yang didayagunakan. Konsep Manajemen Pembiayaan Efektif Dalam konsep pembiayaan dasar ada dua hal penting yang perlu dikaji atau dianalisis, yaitu biaya pendidikan secara keseluruhan dan biaya satuan per Biaya satuan ditingkat sekolah merupakan agragate biaya pendidikan yang dikeluarkan untuk penyelenggaraan pendidikan dalam satu tahun Biaya satuan permurid merupakan ukuran yang menggambarkan seberapa besar uang yang dilakukan ke sekolah . Sekolah secara efektif untuk kepentingan murid dalam menempuh Secara umum proses manajemen pembiayaan sekolah meliputi. perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, pelaporan dan pertanggungjawaban. Perencanaan merupakan langkah awaldalam proses manajemen pembiayaan (Herman. Mulya, & Apriyanto, 2021. Sulastri. Sari. Marlina. Wijaya, & Hidayah. Perencanaan adalah suatu proses yang rasonal dan sistematis dalam menetapkan langkah-langkah kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Pembuatan perencanaan pembiayaan yang strategis sebagai berikut: . misi, . tujuan jangka panjang, . tujuan jangka pendek, . program, layanan, aktivitas , tujuan jangka panjang, tujuan jangka pendek berdasarkan kondisi riil unit sekolah . target baik outcomes maupun outputs . anggaran dan . perencanaan pembiayaan yang strategis (Elvalina, 2016. Julaiha, 2. Keberhasilan sekolah salah satunya ditentukan daei adanya pemahaman visi yang jelas dan tujuan yang hendak dicapai oleh para anggota anggota Dalam konteks ini visi oleh Maxwell dikaitkan dengan Visi yang memimpin melukiskan sasarannya, visi memicu serta membakar semangat, dan mendorongnya maju (Zuryati et al. , 2. Visi juga merupakan pemicu orang lain yang menjadi pengikut sang pemimpin. Seseorang pemimpin yang tidak memiliki visi takkan kemana Ae mana. Paling tidak, ia akan berlari di tempat. Sementara itu visi organisasi juga dapat memusatkan mengarahkan, menyatukan, dan bahkan memberikan inspirasi Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : 78-86 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan suatu bisnis mencapai kinerja yang superior. Manajemen sekolah berusaha mengacu konsep manajemen berbasis sekolah (MBS) dalam mengelola sekolah, menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang system pendidikan nasional pada bagian penjelasan pasal 51 ayat 1. MBS didefinisikan sebagai bentuk otonomi manajemen pendidikan pada sasaran pendidikan dalam hal ini kepala sekolah atau madrasah dan guru dibantu oleh komite sekolah atau madrasah dalam mengelola kegiatan pendidikan (Apriyanto & Nurhayaty, 2019. Kurnia, 2. Inti dari MBS adalah partisipasi masyarakat (Kurnia, 2. Dalam peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 pasal 49 tentang standard pengolahan satuan pendidikan disebutkan pengelolaan satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan mencegah menetapkan manajemen berbasis sekolah yang ditunjukkan dengan kemandirian, kemitraan, partisipasi, keterbukaan dan akunstabilitas. Selain melibatkan para guru manajemen sekolah juga melibatkan komite atau dewan sekolah dalam menyusun rencana anggaran pendapatan dan belanja sekolah (RAPBS) sebelum diajukan pada dinas pendidikan untuk mendapatkan pengesahan sebelum akhirnya diajukan pada pemerintah untuk mendapatkan alokasi pembiayaan. Mutu Pendidikan Mutu tidak hanya menghargai terhadap sesuatu, tetapi juga mampu menilai karakteristik produk atau jasa. Mutu pendidikan dapat memberikan kepuasan terhadap para konsumen. Mutu adalah suatu terminologi subjektif dan relatif yang dapat diartikan dengan berbagai cara dimana setiap definisi bisa didukung oleh argumentasi yang sama baiknya. Berdasarkan pendapat tersebut mutu dapat diartikan sebagai penilaian karakteristik dari produk maupun jasa yang dapat memuaskan kebutuhan konsumen. Dalam lingkungan sistem pendidikan, khususnya sekolah, penjaminan mutu merupakan tuntutan yang harus difokuskan oleh pihak sekolah demi kemajuan bersama (Aslamiyah. Supriyanto. Harahap, & Murtafiah, 2022. Ristekdikti, 2. Hal ini didasarkan pada penyelenggaraan pendidikan yang bermutu merupakan hal yang menjadi sorotan utama oleh orang tua bahkan sampai ke tingkat satuan pendidikan pemerintah. Setiap komponen pemangku kepentingan pendidikan . rang tua, masyarakat, dunia kerja, pemerinta. dalam peranan dan kepentingannya masing-masing memeiliki kepentingan terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Pembiayaan pendidikan sangat diperlukan untuk program sekolah, pengaduan sarana dan prasarana, gaji guru, dan gaji pegawai keperluan untuk memanjang tercapainya visi dan misi sekolah dan menciptakan dengan mutu pendidikan dapat terlihat jelas dalam kegiatan belajar mengajar. Kedua hal terebut juga tidak lepas dari proses manajemen. Maka dari itu proses belajar mengajar di sekolah tidak akan berjalan jika tidak ada manajemen pembiayaan yang efektif dan efisien yang akan membantu mencapai tujuan pendidikan. Dengan manajemen pembiayaan yang baik maka sekolah dapat meningkatkan mutu pendidikan. Dengan melaksanakan manajemen pembiayaan dari perencanaan. Al-Wildan: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 01 No. : 78-86 Available online at http://journal. com/index. php/alwildan pembukuan, pembelanjaan, hingga pertannggungjawaban, sekolah dapat mewujudkan tujuannya . kepala sekolah, komite sekolah, guru, bersama dalam mengelola keungan sekolah agar mampu meningkatkan mutu pendidikan (Bangun, 2012. Yansyah, 2. KESIMPULAN Manajemen pembiayaan adalah proses mengelola dan mengatur keuangan sekolah secara efektif dan efisien untuk meraih tujuan pendidikan. Dengan tata kelola keuangan sekolah yang baik diharapkan manajemen lainnya pun baik sehingga dapat menghasilkan lulusan yang bermutu baik. DAFTAR PUSTAKA