ALACRITY : Journal Of Education Volume 2. Issue 2. Juni 2022 http://lpipublishing. com/index. php/alacrity Upaya Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Anekdot Melalui Penerapan Media Gambar Siswa Kelas X SMAN 1 Barumun TP. Yuli Amelia Sikumbang1. Mimi Rosadi2 1,2Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah. Medan Corresponding Author: yuliamelia073@gmail. ARTICLE INFO Article history: Received 01 Juni 2022 Revised 15 Juni 2022 Accepted 25 Juni 2022 Kata Kunci ABSTRACT Kemampuan menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dengan pihak lain dengan mengungkapkan gagasan,pikiran,pendapat dan perasaan,sedangkan teks anekdot adalah sebuah teks yang memenyajikan cerita lucu dan menarik yang terinspirasi oleh fakta dengan tujuan menyindir seseorang atau suatu kebiasaan buruk namun menggunakan kritikan halus. Salah satu media pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot adalah media gambar. media gambar adalah sesuatu yang diwujudkan secara visual dalam bentuk 2 dimensi yang merupakan peniruan dari benda benda,pemandangan,dalam hal bentuk,rupa serta ukurannya elative terhadap lingkungan, media ini paling umum dipakai karena mudah dipahami dan dinikmati dimana saja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah media gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot siswa kelas X SMAN 1 Barumun. Maka peneliti mencoba mengaplikasikan media gambar dalam upaya meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang melibatkan 30 orang Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan analisis Perolehan hasil dalam penelitian ini yaitu 25% pada prasiklus, 70% pada siklus I, dan 90% pada siklus II. Hasil pengamatan pada penelitian tindakan kelas (PTK) ini mencapai kriteria kesuksesan sebesar Peneliti berharap penelitian ini dapat di jadikan refrensi dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Kemampuan Menulis. Teks Anekdot. Media Gambar PENDAHULUAN Dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia terdapat empat kemampuan/ketrampilan dasar yang harus dikuasai oleh siswa. Keempat kemampuan/ketrampilan dasar tersebut yaitu: keterampilan menyimak, membaca, berbicara, dan menulis. Dalam penelitian ini hal yang akan dikaji salah satunya adalah kemampuan menulis. Menulis tidak hanya menuangkan gagasan-gagasan yang ada dalam pikiran, melainkan juga harus memperhatikan penguasaan kata . osa kat. , kaidah-kaidah, kemampuan menyampaikan gagasan, dan tingkat penalaran dan logika seseorang(Abbas, 2. Menurut Tarigan, . keterampilan menulis adalah salah satu keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif yang dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dan tidak secara tatap muka dengan pihak lain. Beranjak dari pengembangan daya nalar serta kreatifitas dalam menumbuhkan apresiasi terhadap hasil ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 1- 12 karya kesusastraan manusia Indonesia,diharapkan kepada setiap siswa mampu meningkatkan kemampuan dalam menulis teks anekdot. Teks anekdot merupakan teks yang membahas mengenai hal lucu yang didalamnya terdapat suatu pesan atau kritik yang ingin disampaikan secara tersirat. Kosasih, . mengatakan bahwa anekdot adalah Auteks yang berbentuk cerita, di dalamnya mengandung humor sekaligus kritik, karena mengandung kritik anekdot sering kali bersumber dari kisah-kisah actualAy. Selain itu A. Chaer, . mendefinisikan Auanekdot merupakan sebuah teks yang berisi pengalaman seseorang yang tidak biasa, pengalaman yang tidak biasa tersebut disampaikan kepada orang lain dengan tujuan menghiburAy. Dilihat dari problematika pembelajaran bahasa Indonesia di SMAN 1 Barumun keterampilan menulis dan minat siswanya untuk nenulis masih kurang. Berdasarkan hal tersebut peneliti memfokuskan pada minat siswa yang kurang dalam menulis. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengembangkan minat siswa dalam menulis adalah peneliti mencoba untuk menggunakan media gambar dalam meningkatkan kemampuan menulis. karena media yang dianggap tepat dalam menulis teks anekdot adalah media gambar(Mulyasa, 2. Media merupakan salah satu sarana yang digunakan oleh guru dalam sebuah Media pembelajaran tersebut dapat memanfaatkan aneka sumber belajar baik yang ada dilingkungan sekolah atau sekitarnya. Pada proses kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMAN 1 Barumun, media yang digunakan cukup bervariasi namun masih jarang terlihat guru yang menggunakan media gambar sebagai media Media pembelajaran diduga mempengaruhi prestasi belajar siswa. Dengan penggunaan dan pemilihan media yang tepat diharapkan pemebelajaran menulis siswa dapat meningkat. Menurut Ahmad Rivai, . , penggunaan media pengajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa dalam pengajaran yang pada gilirannya diharapkan dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya. Media kartu gambar yang telah dimodifikasi diharapkan dapat dijadikan salah satu solusi terhadap permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran menulis teks anekdot pada mata pelajaran Bahasa Indonesia untuk menemukan ide, gagasan pendapat dan pengetahuan secara tertulis agar nantinya siswa memiliki kegemaran menulis. Media pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam proses belajar Disamping dapat menarik perhatian siswa, media pembelajaran juga dapat menyampaikan pesan yang ingin disampaikan dalam setiap mata pelajaran. Dalam pembelajaran di sekolah, guru dapat menciptakan suasana belajar yang menarik perhatian dengan memanfaatkan media. Pembelajaran yang kreatif, inovatif dan variatif, sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan mengoptimalkan proses dan berorientasi pada prestasi belajar. Salah satu media yang dapat digunakan guru dalam upaya meningkatkan prestasi mengarang siswa adalah media gambar Sanaky, (Zaenudin, 2. Media gambar diberikan agar siswa dapat menceritakan sebuah peristiwa yang terdapat dalam gambar, melatih daya imajinasi siswa dalam pengembangan sebuah karangan dengan melihat ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 1- 12 Penggunaan media gambar dalam pembelajaran menulis dimaksudkan untuk mengembangkan imajinasi dan daya nalar siswa. Media gambar ini digunakan guru untuk memancing siswa untuk lebih aktif bertanya dan berpendapat mengenai cerita yang ingin dituangkan siswa ke dalam sebuah karangan. METODE PENELITIAN Desain Penelitian Tindakan Desain penelitian yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot melalui penerapan media gambar. Bentuk penelitian tindakan kelas yang digunakan yaitu peneliti berperan sebagai pengamat dan pemberi tindakan. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian yakni menggunakan model Arikunto, . sebagai berikut: Perencanaan Refleksi Siklus I Pelaksanaan Pengamatan Perencanaan Refleksi Pelaksanaan Siklus II Pengamatan Gambar 1. Alur PTK Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data Penelitian ini menggunakan instrumen untuk mengupulkan data-data yang valid(Sugiyono, 2. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi pada anak didik sebagai berikut: Contoh Pembelajaran Media Gambar Berikut ini merupakan beberapa contoh media gambar yang digunakan dalam proses pembelajaran. Contoh Sketsa : Amatilah foto peristiwa dibawah ini ! . Tuliskan sebuah karangan berupa teks anekdot berdasakan foto di bawah ini ! ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 1- 12 Contoh Gambar 1: Berdasarkan foto dibawah ini,buatlah sebuah karangan berupa teks anekdot sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaannya! Contoh Gambar 2 : Temukan judul yang tepat untuk gambar anekdot dibawah ini ! . Buatlah sebuah karangan berupa teks anekdot dari foto di bawah ini ! Lembar Observasi Penilaian Siswa Lembar observasi siswa untuk mengetahui peningkatan kemampuan menulis teks anekdot siswa melalui penerapan media gambar Tabel 1 Kisi-Kisi Instrumen Kemampuan Menulis Siswa Variabel Penelitian Aspek Indikator Kemampuan Menulis Keterampilan Kemampuan Teks Anekdot Melalui Menemukan Ide Penerapan Media Karangan Gambar Kemampuan Menyusun Kalimat. Dapat Membangkitkan Tawa Pembaca Kemampuan Memilih Kosa Kata. ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 1- 12 Observasi Teknik yang digunakan untuk pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar Observasi yang dilakukan merupakan pengamatan terhadap seluruh kegiatan yang dilakukan dan perubahan yang terjadi pada saat dilakukan pemberian tindakan dengan menggunakan lembar observasi kegiatan harian siswa. Dokumentasi Dokumentasi yaitu pengumpulan data dan menganalisis sejumlah dokumentasi yang terkait dengan masalah penelitian ini. Dokumentasi ini berupa program satuan pembelajaran dan selain itu berupa foto yang digunakan untuk mendokumentasikan data tentang peristiwa yang terjadi dalam proses pembelajaran kreativitas pada Siswa Kelas X SMAN 1 Barumun T. A 2022. Kriteria Keberhasilan Tindakan Kriteria keberhasilan tindakan adalah suatu kriteria yang digunakan untuk melihat tingkat keberhasilan dari kegiatan PTK dalam meningkatkan atau memperbaiki mutu PBM dikelas. Indikator kinerja harus realistik dan dapat diukur . elas cara mengukurny. Adapun tingkat keberhasilan dari kegiatan PTK yang dilakukan dalam meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot melalui penerapan media gambar yang akan dilihat indikator kinerjanya adalah siswa, tingkat keberhasilan siswa minimal mencapai rata-rata 80% dengan tingkat BSH dan BSB. Teknik Analisis Data Bagian ini merupakan tahap yang paling dicermati baik dalam memilih teknik statistik maupun dalam proses perhitungannya(Arikunto, 2. Karena hal inilah yang menentukan benar atau tidaknya uji hipotesis yang telah dikemukakan pada penelitian tindakan kelas (PTK). Setelah pengumpulan data telah dilakukan dan dilanjutkan dengan analisis data menggunakan uji diskripsi melalui presentase dengan rumus : yce ycEycn = y 100% ycu Keterangan : Pi = hasil pengamatan f = jumlah skor yang diperoleh anak n = jumlah skor total HASIL DAN PEMBAHASAN Deskripsi Hasil Prasiklus Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMAN 1 Barumun yang beralamatkan di Jl. KH. Dewantara No. Barumun. Bangun Raya. Kec. Barumun. Kabupaten Paang Lawas. Sebelum penelitian ini dilaksanakan penelitian mengadakan observasi dan pengumpulan data pada prasiklus yaitu SMAN 1 Barumun tahun ajaran 2021-2022. Peneliti juga berkerja sama dengan guru kelas untuk melakukan observasi. Kondisi awal ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 1- 12 ini sangat dibutuhkan untuk mengetahui tindakan apa yang tepat untuk upaya guru dalam meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot siswa sebelum menggunakan media gambar. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti mencatat hal-hal yang berkaitan dengan permasalahan yang dihadapi dalam meningkatkan kemampuan menuli steks anekdot siswa. Maka peneliti dan guru kelas berdiskusi guna melakukan perubahan pembelajaran yang lebih baik dengan merancanakan kebaikan pembelajaran. Adapun upaya dalam meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot siswa yang diharapkan adalah siswa mampu menulis karangan anekdot dengan benar,ide serta pengetahuan siswa dapat berkembang melalui media gambar,dan kemampuan menulis siswa semakin Berdasarkan hasil observasi pada SMAN 1 Barumun T. A 2021-2022 kemampuan menulis teks anekdot siswa masih rendah. Masalah rendahnya kemampuan menulis teks anekdot siswa dipengaruhi oleh faktor kurangnya minat siswa dalam menulis. Adapun kondisi awal siswa (Prasiklu. dapat di lihat sebagai mana yang ada pada tabel berikut ini: Tabel 2 Pengamatan Prasiklus Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Anekdot Siswa Kelas X IIS2 SMAN 1 Barumun Dapat Kemampun Kemampuan Kemampuan memilih kosa N Nama ide karangan o Siswa B B B B B B B B B M B M B M S S BB S S S S S S B B B B B B H B H B H B H B 1 Abizar Ahma Akbar Aldi Azizah Basyar Bilqis Cintia Cindi Dendi Devi Eliza Evi Erna ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 1- 12 Erwin Lisna Linda Mifta Nadia Nafisa Olivia Pinta Rosa Rodia Risma Sofia Sonia Tamar Yusnit Zahra Jumlah 14 14 10 2 14 10 2 Hasil observasi aktivitas peneliti dalam kegiatan mengajar pada prasiklus masih Hasil ini terjadi karena pengajar belum sepenuhnya dapat mengondisikan siswa dan pembelajaran belum maksimal, selain itu siswa juga belum mampu menguasai semua indikator yang diharapkan keterangan untuk mengetahui persentase dan hasil dibawah ini dengan menggunakan rumus data kuantitatif. p = x 100% ycu Keterangan P: Angka Persentase f : Jumlah siswa yang mengalami perubahan n : Jumlah seluruh siswa ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 1- 12 Tabel 3 Persentase Perkembangan Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Anekdot Siswa Melalui Media Gambar Prasiklus Indikator BSH BSB Persentase Kemampun Kemampuan menyusun kalimat Dapat membangkitkan tawa Kemampuan memilih 14 kosa kata Pada tabel diatas, setelah diadakan tindakan prasiklus di ketahui bahwa: Indikator Kemampun menemukan ide karangan yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 14 siswa . %), mulai berkembang (MB) 10 siswa . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 2 siswa . %) dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 4 siswa . %). Indikator Kemampuan menyusun kalimat yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 14 siswa . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 10 siswa . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 2 siswa . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 4 siswa . %). Indikator Dapat membangkitkan tawa pembaca yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 14 siswa . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 10 siswa . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 2 siswa . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 4 siswa . %). Indikator Kemampuan memilih kosa kata yaitu belum berkembang (BB) sebanyak 14 siswa . %), mulai berkembang (MB) sebanyak 10 siswa . %), berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 2 siswa . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 4 siswa . %). Maka dari tabel diatas perbedaan kemampuan menulis teks anekot siswa dapat dilihat pada grafik dibawah ini: ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 1- 12 Gambar 2 Grafik Perbedaan Meningkatkan Kemampuan Menulis Teks Anekdot Siswa Melalui Media Gambar Prasiklus BSH BSB Kemampuan menemukan ide Kemampuan menyusun kalimat Dapat tawa pembaca Kemampuan memilih kosa kata Grafik diatas, pencapaian yang diarapkan berkembang sesuai harapan (BSH) dan berkembang sangat baik (BSB) ini dapat dilihat pada tabel berikut ini: Tabel 4 Tingkat Pencapaian Siswa Berkembang Sesuai Harapan (BSH) Berkembang Sangat Baik (BSB) Dan Prasiklus No Indikator BSH BSB Persentase Kemampuan Kemampuan menyusun kalimat Dapat Kemampuan memilih kosa kata Rata-Rata Pada tabel diatas menunjukkan bahwa kondisi awal sebelum tindakan rendah. Hasil observasi sebelum diadakannya tindakan dengan indikator: Indikator Kemampuan menemukan ide karangan yaitu berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 2 siswa . %) dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 4 siswa . %). Indikator Kemampuan menyusun kalimat yaitu berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 2 siswa . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 4 siswa . %). ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 1- 12 Indikator Dapat membangkitkan tawa pembaca yaitu berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 2 siswa . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 4 siswa . %). Indikator Kemampuan memilih kosa kata yaitu berkembang sesuai harapan (BSH) sebanyak 2 siswa . %), dan berkembang sangat baik (BSB) sebanyak 4 siswa . %). Hasil rata rata meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot siswa pada prasiklus adalah 25%. Rendahnya hasil yang dicapai pada pelaksanan tindakan prasiklus sehingga diperlukan penelitian pada siklus I dengan menggunakan media gambar. Penelitian pada tindakan kelas bertujuan untuk memperbaiki kelemahan yang ditemukan maka pada pelaksanaan siklus I dan siklus II. Hasil Penelitian Siklus Siklus I dilaksanakan pada tanggal 06,08,15,20 Juni 2022. Dari hasil penelitian yang diperoleh peneliti melalui observasi dan hasil kerja siswa selama proses kegiatan. Adapun deskripsi hasil data meliputi data tentang rencana, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi pada tindakan perbaikan siklus sebagai berikut: Perencanaan Pada tahap ini peneliti bersama guru kelas membahas teknik pelaksanaan tindakan kelas, antara lain: Kegiatan yang akan dilakukan yaitu setiap pertemuan siswa mendapatkan arahan dari guru tentang media gambar dan peneliti menjelaskan media gambar yang akan digunakan dalam menulis teks anekdot memberikan contoh media gambar yang akan diamati. Mempersiapkan lembar kerja siswa untuk siklus I Tempat kegiatan di dalam kelas Mempersiapkan lembar observasi siswa tentang pengembangan kemampuan menulis teks anekdot. Pelaksanaan Pada tahap pelaksanaan tindakan ini peneliti dan siswa melaksanakan kegiatan pembelajaran dengan berpedoman pada RPP yang telah disusun sebelumnya, maka langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti pada siklus I adalah sebagai berikut: Peneliti melakukan pembelajaran sesuai dengan skenario pembelajaran Peserta didik mengikuti kegiatan pembelajaran seperti biasanya. Pengamat dilakukan sesuai dengan intrumen pengamatan tentang aspek-aspek proses pembelajaran yang dilakukan peneliti dan aktivitas peserta didik dalam kegiatan pembelajaran yang berhubungan dengan materi pemecahan masalah Mempersiapkan skenario perbaikan pembelajaran, adapun skenario perbaikan Tujuan Perbaikan : Upaya meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot sisiwa melalui media gambar Kegiatan pengembangan . ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 1- 12 Judul kegiatan : Meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot siswa melalui media gambar Pengelolahan kelas - Penataan ruang : ruangan ditata agar rapi dan nyaman - Pengorganisasian anak : posisi siswa ditempat duduk masing-masing Langkah-langkah perbaikan - Menyiapkan media gambar. - Mengarahkan siswa agar menulis karangan anekdot. - Menarik perhatian siswa. - Mengamati siswa selama proses kegiatan. Kegiatan Pengembangan (Int. Judul Kegiatan : Media Gambar Pengelolahan kelas - Penataan ruang : ditata menjadi satu kelompok - Pengorganisasian : siswa duduk dibangku masing-masing Langkah langkah perbaikan - Menyiapkan dan mengenalkan media gambar pada siswa. - Mulai menunjukkan contoh media gambar pada siswa - Membimbing siswa selama proses pembelajaran berlangsung. - Mengamati siswa selama proses pembelajaran. Kegiatan pengembangan . Judul kegiatan: Media Gambar Pengelolahan kelas - Penataan ruang : siswa tetap duduk dibangku masig-masing - Pengorganisasiran : siswa diajak menghadap ke peneliti. Langkah-langkah perbaikan - Peneliti meminta siswa menceritakan apa yang mereka rasakan setelah menulis teks anekdot dengan media gambar. - Peneliti menceritakan manfaat dari media gambar. - Peneliti meminta satu siswa untuk memberi contoh teks anekdot dari gambar yang disajikan - Memberikan reward berupa pujian kepada siswa KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMAN 1 Barumun Kab. Padang Lawas yang berjumlah 30 orang siswa dengan menggunakan media gambar dapat disimpulkan,kemampuan menulis teks anekdot siswa kelas X IIS2 di SMAN 1 Barumun sebelum melakukan pembelajaran menulis teks anekdot melalui media gambar masih di kategorikan kurang berkembang . %). Maka peneliti menggunakan 2 siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2. Pada siklus 1 dari hasil observasi yang didapatkan siswa dikategorikan sudah berkembang . %). Tetapi belum mencapai kriteria keberhasilan. ALACRITY : Journal Of Education Volume 2 No 1 . Page : 1- 12 sehingga perlu perbaikan siklus 2. Pada siklus 2 kemampuan menulis teks anekdot siswa mengalami peningkatan dengan kategori berkembang sangat baik . %). Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan kemampuan menulis teks anekdot pada siswa kelas X SMAN 1 Barumun. UCAPAN TERIMA KASIH Pada kesempatan ini, peneliti ingin mengucapkan terima kasih kepada Ayahanda Ahmad Junaidi Sikumbang dan Elpa Suaidah serta keluarga tercinta. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Mimi Rosadi,M. Pd selaku pembimbing. Terima kasih kepada seluruh dosen serta staff Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universitas Muslim Nusantara Al-Washliyah dan seluruh teman - teman FKIP stambuk DAFTAR PUSTAKA