Journal of Education. Cultural and Politics Volume 6 No 2 2026 e-ISSN: 2798 - 6020 Peran Pembina dalam mengembangkan sikap disiplin siswa pada program Kegiatan Ekstrakurikuler PMR Baiq Anne Mira Arshylya. Muhammad Ismail. Muhammad Samsul Hadi Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Mataram Corresponding-Author: Baiq Anne Mira Arshylya E-mail: baiqannemiraarshylya@gmail. Abstract Article History The purpose of this research is to understand the role of mentors in developing students' disciplinary attitudes as well as the problems faced by mentors in the PMR extracurricular program at State Islamic Senior High School (MAN) 1 Mataram. This research uses a qualitative approach with a phenomenological research type. The data collection techniques carried out are interviews, observations, and documentation. The data analysis techniques used are data presentation, data reduction, and drawing conclusions. The research results show that: . mentors play a role in developing students' disciplinary attitudes through their participation as role models, guides, motivators, supervisors, enforcers of rules, and evaluators in every PMR extracurricular activity. The strategies applied are consistently providing direct examples by implementing and following the rules of MAN 1 Mataram and the PMR rules of MAN 1 Mataram, approaching members with care, providing warnings and firm sanctions Received: 11 May Accepted: 04 June Published: 08 June Keywords advisor, student discipline, youth Red Cross This work is licensed under the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License. A2026 by author. Journal of Education. Cultural and Politics Volume 6 No 2 2026 PENDAHULUAN Pendidikan memiliki peran strategis dalam pembangunan bangsa karena menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang berkualitas. Dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 3 menjabarkan: AuPendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta tanggung jawab. Ay Menurut Susanto . , pendidikan adalah proses yang bertujuan untuk mengembangkan potensi individu secara holistik, sehingga individu dapat mencapai tingkat perkembangan yang optimal dan menjadi manusia yang seutuhnya. Pendidikan merupakan proses perkembangan dan pertumbuhan dari hasil interaksi antara individu dengan lingkungannya, mulai manusia lahir sampai manusia meninggal. Dalam Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat 1 menjabarkan: AuPendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki keturunan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Ay Seiring perkembangan zaman dan tantangan globalisasi, dunia pendidikan dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter Salah satu tantangan nyata dalam dunia pendidikan saat ini adalah menurunnya sikap disiplin di kalangan pelajar, seperti kebiasaan menyontek, datang terlambat, dan tidak menaati aturan sekolah. Disiplin menjadi nilai karakter yang sangat penting dalam membentuk perilaku positif siswa. Menurut Amanabella . alam Alamsyah, 2022:. , karakter sebagai separangkat sifat yang selalu qdikagumi sebagai tanda kebaikan, kebijakan, dan kematangan moral seseorang. Karakter dimaknai sebagai cara berpikir dan berperilaku yang khas tiap individu untuk hidup dan bekerja sama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Membentuk karakter tidak semudah memberi nasihat ataupun intruksi. Sikap merupakan sebagai respon internal yang melibatkan aspek kognitif . , afektif . , dan konatif . ecenderungan tindaka. yang terbentuk dari pengalaman dan pengaruh lingkungan sosial dan disiplin menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tata tertib, ketaatan pada aturan tata tertib dan berusaha untuk mengikutinya. Disiplin adalah tindakan menaati aturan berlaku dalam lingkungannya apabila tidak menaati aturan yang berlaku maka akan mendapat konsekuensi atas tindakan tersebut. Menurut Putri . , sikap disiplin merupakan salah satu landasan penting dalam pembentukan karakter peserta didik karena menumbuhkan rasa tanggung jawab dan Disiplin merupakan bagian tujuan dalam penyusunan pola perilaku positif seseorang mulai dari kalangan anak anak hingga remaja. Wujud dari disiplin yang ditanamkan dalam diri seseorang akan menumbuhkan sikap tanggung jawab yang tinggi. Baik tanggung jawab terhadap orang lain ataupun masyarakat. Dalam hal karakter disiplin tidak lepas dari lembaga pendidikan yang memberikan aturan yang bertujuan untuk mengatur dan menertibkan belajar peserta didik sehingga salah satu upaya peningkatan kedisplinan peserta didik melalui kegiatan ektrakurikuler. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 62 Tahun 2014 Pasal 1 Ayat . , ekstrakurikuler merupakan kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler di bawah bimbingan dan pengawasan satuan Pendidikan. Ekstrakurikuler dapat berperan dalam membentuk sikap pelajar sesuai dengan nilai dan norma di dalam 256 | Peran Pembina dalam. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) peran merupakan seperangkat Tingkat yang dimiliki oleh orang yang berkedudukan di Masyarakat. Adapun menurut Wibowo . peran yang dijalankan dengan baik akan memperngaruhi kepuasan dan kinerja dalam organisasi. Secara tidak langsung pembina ekstrakurikuler berperan penting dalam melakukan pembinaan dan pembimbingan melalui pengetahuan dan praktik untuk meningkatkan potensi yang dimiliki siswa. Peran pembina sebagai penyusun suatu program kegiatan yang dibutuhkan siswa-siswi yang mengikuti ekstrakurikuler. Seorang pembina tingkah laku dan tindakan akan selalu dilihat oleh anggotanya baik waktu senggang ataupun santai maupun saat melakukan aktivitas sehingga seorang pembina dituntut menjadi panutan bagi anggota. Pembina ekstrakurikuler berperan membentuk sikap dan mengembangkan bakat dan minat siswa di luar kegiatan proses belajar di ruang kelas. Ekstrakurikuler yang telah dibentuk oleh sekolah untuk memenuhi tujuan tersebut salah satunya adalah ekstrakurikuler PMR. Ekstrakurikuler merupakan kegiatan pendidikan di luar jam pelajaran yang bertujuan membantu perkembangan peserta didik dengan menyesuaikan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat mereka. Ekstrakurikuler juga berfungsi sebagai wadah pembinaan untuk mengembangkan kepribadian, perilaku, bakat, karakter, dan kemampuan di luar bidang akademik, serta membentuk karakter dan meningkatkan minat dan bakat siswa. Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) merupakan salah satu bentuk kegiatan yang efektif dalam membentuk sikap disiplin siswa. Menurut Gunawan . alam Nurasiah & Lestari, 2018:. , bahwa melalui kegiatan ekstrakurikuler PMR, peserta didik dilatih untuk mematuhi aturan, jadwal, serta prosedur kegiatan yang mendorong mereka menjadi individu yang tertib, tepat waktu, dan bertanggung jawab. Mereka belajar untuk tepat waktu, tertib dan konsisten dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan. MAN 1 Mataram merupakan salah satu sekolah yang memiliki kegiatan ekstrakurikuler PMR yang sangat aktif dan berprestasi. PMR MAN 1 Mataram memiliki pembina berkompeten serta peserta didik yang aktif mengikuti ekstrakurikuler PMR. Kegiatan PMR di sekolah ini tidak hanya terbatas pada kegiatan internal sekolah, tetapi juga sangat aktif mengikuti kegiatan eksternal baik di tingkat Kota Mataram. Provinsi NTB dan Nasional. Isi kegiatan yang dilaksanakan sebagai dijelaskan dalam hasil observasi dan wawancara, seperti pertolongan pertama, perawatan keluarga, pasang bongkar tenda, tandu, remaja sehat peduli sesama dan pengembangan dan peminatan relawan. Adapun prestasi yang membanggakan dalam berbagai lomba diantaranya juara 3 Pertolongan Pertama, juara 3 Perawatan Keluarga dan juara 3 Poster di Loket Praja XVI SE-NTB Bulan Juli Tahun 2025 yang diadakan KSR PMI Unit Unram, juara 1 dan 2 Pasang Bongkar Tenda, juara 2 Pertolongan Pertama. Juara 2 Perawatan Keluarga, juara 2 Rangking 1 dan juara 3 Rangking 1 di Lagapraja i Tahun 2024 yang diadakan KSR PMI Unit Undikma, juara umum PMR Wira di Gelora i Tahun 2019 yang diadakan KSR PMI Unit UMMAT dan Ketua Umum PMR MAN 1 Mataram sebagai perwakilan PMI Kota Mataram dalam kegiatan Jumbara PMR PMI IX Bulan Mei Tahun 2023 Tingkat Nasional di Lampung. Selanjutnya kegiatan internal yang diselenggarakan diantaranya melaksanakan kegiatan bakti sosial dan sosialisasi kesehatan remaja ke panti asuhan, melaksanakan lomba Bakti Praja Se-NTB ataupun Se-Kota Mataram setiap 2 tahun sekali, melaksanakan clean up di pantai Loang Baloq dan melakukan penggalangan dana atau membantu masyarakat pada saat terjadinya banjir, gempa dan bencana alam lainnya. Pelaksanaan dari semua kegiatan tersebut tidak terlepas dari sikap disiplin mulai dari disiplin waktu, tanggung jawab dan sadar pentingnya dalam menerapkan perilaku disiplin di dalam melakukan kegiatan tersebut untuk hasil kegiatan yang baik. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan dengan pembina PMR MAN 1 Mataram pada bulan Januari beliau mengatakan adanya perbedaan sikap disiplin siswa yang Journal of Education. Cultural and Politics Volume 6 No 2 2026 Journal of Education. Cultural and Politics Volume 6 No 2 2026 mengikuti ekstrakurikuler PMR dengan siswa yang tidak mengikuti ekstrakurikuler di MAN 1 Mataram. Terlihat adanya perbedaan perilaku disiplin antara siswa yang mengikuti kegiatan PMR dan yang tidak. Siswa yang aktif dalam PMR cenderung datang tepat waktu, berpakaian lengkap sesuai aturan, serta lebih aktif mengikuti kegiatan sekolah. Sebaliknya, siswa yang tidak mengikuti kegiatan ekstrakurikuler seringkali menunjukkan perilaku kurang disiplin, seperti terlambat hadir, tidak lengkap mengenakan atribut sekolah, dan kurang partisipatif dalam kegiatan non-akademik dan tidak mengerjakan pekerjaan rumah tepat Hal tersebut menjadi permasalahan siswa yang dapat mempengaruhi hal yang negatif di dalam proses belajar dan lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah sehingga diperlukan penanaman pentingnya sikap disiplin pada diri siswa. Adapun upaya yang dilakukan pembina PMR dalam mendisiplinkan siswa dengan melaksanakan aturan tata tertib MAN 1 Mataram dan Anggaran Dasar dan Aturan Rumah Tangga PMR Wira MAN 1 Mataram bagi siswa yang mengikuti ekstrakurikuler PMR di MAN 1 Mataram dan memberikan sanksi apabila aturan tata tertib yang dilanggar. Dengan adanya tata tertib beserta sanksi setiap aturan yang dilanggar menghasilkan siswa menjadi pribadi yang disiplin di dalam kegiatan non akademik dan akademiknya dan memberikan hal yang positif dan bermanfaat di lingkungan sekolah maupun di luar lingkungan sekolah khususnya siswa yang mengikuti ekstrakurikuler PMR. Oleh karena itu, penulis tertarik untuk meneliti sikap disiplin sebagai pembentukan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler PMR yang berjudul AuPeran Pembina Dalam Mengembangkan Sikap Disiplin Siswa Pada Program Kegiatan Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja di MAN 1 Mataram. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk memahami fenomena yang terjadi di MAN 1 Mataram mengenai peran pembina PMR dalam mengembangkan sikap disiplin siswa. Subjek penelitian terdiri atas unsur kepala sekolah, pembina dan ketua PMR tahun 2026. Penentuan informan penelitian dilakukan dengan menggunakan Teknik purposive sampling, yaitu pemilihan informan secara sengaja berdasarkan pertimbangan tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian (Nashrullah dkk,. Kriteria informan tersebut, yaitu: . memiliki pengalaman langsung dalam kegiatan PMR dan dapat memberikan informasi tentang peran pembina dalam mengembangkan sikap disiplin siswa, . memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam membimbing dan mengarahkan siswa dalam kegiatan PMR, . mengkoordinasikan kegiatan, mendukung, membina, mengawasi dan mengevaluasi dalam ekstrakurikuler PMR MAN 1 Mataram. Berdasarkan kriteria tersebut, informan penelitian ini adalah. Waka Kesiswaan MAN 1 Mataram. Pembina PMR, dan Ketua PMR periode 2026. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, observasi, dan Wawancara dan observasi dilakukan secara mendalam kepada informan penelitian untuk menggali informasi mengenai peran pembina dalam mengembangkan sikap disiplin siswa dan tantangan yang dihadapi pembina. Sementara itu, dokumentasi digunakan untuk melengkapi data penelitian melalui berbagai dokumen pendukung seperti buku pedoman pelaksanaan PMR, laporan kegiatan, serta data partisipasi siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler PMR. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan secara kualitatif menggunakan model analisis interaktif yang meliputi tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Reduksi data dilakukan dengan menyeleksi, mengelompokkan, serta menyederhanakan data yang diperoleh dari berbagai sumber penelitian. Penyajian data dilakukan dalam bentuk deskripsi naratif yang sistematis untuk memudahkan pemahaman terhadap peran pembina dalam mengembangkan sikap disiplin siswa. Tahap terakhir adalah 258 | Peran Pembina dalam. penarikan kesimpulan yang dilakukan dengan menginterpretasikan temuan penelitian untuk menjelaskan dinamika peran pembina dan permasalahan yang dihadapi dalam Untuk memastikan keabsahan data penelitian, peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan informasi yang diperoleh dari berbagai informan penelitian, sedangkan triangulasi teknik dilakukan dengan membandingkan data yang diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Melalui proses tersebut diharapkan data yang diperoleh memiliki tingkat validitas dan kredibilitas yang tinggi sehingga mampu menggambarkan secara komprehensif peran dan permasalahan yang dihadapi pembina dalam mengembangkan sikap disiplin siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Pembina Ekstrakurikuler PMR dalam mengembangkan sikap disiplin siswa MAN 1 Mataram Dari hasil wawancara dan observasi diketahui bahwa pembina memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan sikap disiplin siswa yang mengikuti ekstrakurikuler PMR di MAN 1 Mataram melalui eksistensinya yang hadir sebagai sebagai teladan, pembimbing, motivator, pengawas, penegak aturan dan evaluator setiap kegiatan PMR. Pembina memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler memberikan motivasi dan dukungan, serta membentuk pribadi yang disiplin dan berkarakter unggul melalui kegiatan bermanfaat yang mendukung tujuan pendidikan. Pembinaan siswa bertujuan membentuk karakter yang baik, berwatak luhur, dan Patuh pada nilai-nilai Pancasila dan NKRI. Pembina PMR berperan penting dalam membentuk karakter siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dan pembinaan untuk mewujudkan siswa yang disiplin dan berkarakter unggul. Sebagai teladan pembina berperan untuk memberikan contoh yang baik kepada siswa dengan melaksanakan semua aturan yang ada di MAN 1 Mataram. Selanjutnya sebagai pembimbing pembina hadir untuk mendampingi siswa melaksanakan semua kegiatan ekstrakurikuler PMR. Sebagai motivator pembina memberikan dorongan dan motivasi siswa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Sebagai pengawas pembina hadir untuk mengawasi pelaksanaan ekstrakurikuler secara langsung ataupun tidak langsung. Adapun sebagai penegak aturan dan evaluator pembina hadir untuk memastikan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler PMR berjalan sebagaimana aturan yang ada di MAN 1 Mataram. Kehadiran pembina ditengah-tengah siswa menumbuhkan motivasi dan dorongan untuk siswa aktif mengikuti setiap kegiatan yang ada dalam ekstrakurikuler PMR. Berdasarkan hasil wawancara dan observasi pada bab IV juga diketahui bahwa siswa yang mengikuti PMR memiliki rasa tanggung jawab atas pelaksaan kegiatan PMR. Menurut Sutanto . kegiatan PMR dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan sosial dan emosional seperti empati, kerja sama tim dan kepemimpinan. Siswa yang mengikuti PMR menjadi lebih disiplin berkat peran pembina yang senantiasa hadir untuk mengarahkan segala kegiatan ekstrakurikuler PMR. Manfaat mengikuti kegiatan PMR yakni dapat membentuk karakter siswa yang disiplin, peduli sesama dan implementasi Tri Bakti dalam kegiatan PMR dapat meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya kemanusiaan (Wijaya, 2019:32-. Adapun isi kegiatan yang dilaksanakan sebagai dijelaskan dalam hasil observasi dan wawancara, seperti pertolongan pertama, perawatan keluarga, pasang bongkar tenda, tandu, remaja sehat peduli sesama dan pengembangan dan peminatan relawan. Kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) memiliki beberapa manfaat, seperti menumbuhkan disiplin peserta didik melalui aspek kesehatan, kebersihan, dan tindakan pertolongan pertama, mengamalkan Tri Bakti PMR dan 7 Sapta Prinsip PMR dan Bulan Journal of Education. Cultural and Politics Volume 6 No 2 2026 Journal of Education. Cultural and Politics Volume 6 No 2 2026 Sabit Merah Internasional dengan nilai-nilai kemanusiaan tanpa membeda-bedakan suku, agama, dan ras, serta disiplin waktu. PMR juga membentuk karakter siswa yang disiplin dan peduli sesama, meningkatkan kesadaran siswa tentang pentingnya kemanusiaan melalui implementasi Tri Bakti, dan membantu siswa mengembangkan kemampuan sosial dan emosional seperti empati, kerja sama tim, dan kepemimpinan. Dengan demikian. PMR dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan dan karakter yang disiplin. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan pendapat Muslich . , pembentukan karakter disiplin dapat dilakukan dengan cara menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada siswa, sehingga mereka dapat memahami pentingnya disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Peran pembina tersebut juga sejalan dengan tugas pembina yang disampaikan oleh Muifal . , tugas utama pembina PMR adalah menanamkan nilai-nilai Pancasila, membentuk pribadi yang berbudi pekerti luhur, dan menanamkan semangat pengabdian kepada Pembina PMR sebagai pembimbing, pengarah dan mengawasi kegiatan PMR juga membangun dan mengembangkan karakter Kepalangmerahan dan Tri Bakti PMR guna membantu dalam mewujudkan siswa berpribadi disiplin. Adapun pendapat dari Hartono . menyatakan pembina juga berfungsi sebagai pengarah kegiatan yang membentuk karakter kepemimpinan, tanggung jawab dan kedisiplinan siswa. Dengan arahan dan bimbingan dari pembina mereka datang tepat waktu setiap latihan sore serta konsisten dalam melaksanakan tanggung jawab. Sikap disiplin tersebut sesuai dengan pendapat Saputri dan Sumardi . yang menjelaskan bahwa sikap disiplin adalah perilaku yang mencerminkan konsistensi, tanggung jawab, dan kesadaran dalam menjalankan tugas dan kewajiban yang telah dipelajari dan diterapkan secara terusmenerus. Sikap disiplin merupakan perilaku taat, patuh, dan tertib dengan rasa tanggung jawab atas aturan-aturan yang diterima, yang dapat diartikan sebagai tindakan yang menunjukkan perilaku patuh pada peraturan, perilaku tertib pada berbagai peraturan, dan kegiatan manajemen untuk menjalankan standar organisasi. Lebih lanjut juga Sopiandi dkk . 3:2. juga menguatkan bahwa sikap disiplin merupakan salah satu sikap untuk memberikan aturan bagi setiap anak untuk selalu disiplin melalui aturan yang diterapkan dan Disiplin dapat dikategorikan menjadi beberapa macam seperti disiplin waktu, disiplin menegakkan aturan, disiplin sikap, disiplin tradisional, disiplin modern, dan disiplin liberal, yang masing-masing memiliki karakteristik dan pendekatan yang berbeda dalam membentuk perilaku individu. Pembina ekstrakurikuler PMR MAN 1 Mataram memiliki strateginya sendiri untuk mengembangkan sikap disiplin siswa dimulai memberikan contoh secara langsung dengan melaksanakan dan mengikuti tata tertib MAN 1 Mataram dan tata tertib PMR MAN 1 Mataram, melakukan pendekatan dengan merangkul anggotanya, penggunaan seragam PMR yang rapi dan lengkap, serta kepatuhan siswa dalam mengikuti instruksi pembina. Selama kegiatan berlangsung, siswa mengikuti latihan dengan tertib dan tetap berada di lokasi kegiatan hingga selesai, memberikan teguran dan sanksi yang tegas apabila terjadi pelanggaran tata tertib dan memberikan arahan yang baik dalam melaksanakan tugas masingmasing dan tidak terdapat permasalahan atau kendala yang berarti selama menjalankan peran sebagai pembina ekstrakurikuler, karena siswa memiliki kesadaran yang tinggi akan sikap Meskipun terkadang pembina mengalami kendala uzur tidak hadir dalam pelatihan secara langsung. Selama kegiatan PMR berlangsung, siswa juga menunjukkan sikap tanggung jawab dan kerja sama yang baik. Siswa melaksanakan tugas yang diberikan oleh pembina sesuai dengan perannya masing-masing dan saling membantu antaranggota. Suasana kegiatan terlihat tertib dan kondusif karena adanya pengawasan dan pendampingan dari pembina. Melalui kegiatan ekstrakurikuler PMR, sikap disiplin siswa di MAN 1 Mataram dapat berkembang dengan baik berkat peran aktif pembina dalam membimbing dan mengawasi jalannya kegiatan. 260 | Peran Pembina dalam. Permasalahan yang dihadapi PMR mengembangkan sikap disiplin siswa di MAN 1 Mataram Dalam melaksanakan perannya pembina menemukan beberapa kendala seperti jam pembinaan yang terkadang bertabrakan dengan kesibukan pembina yang tidak dapat Akan tetapi pembina tetap mengontrol pelaksanaan latihan secara virtual melalui chat grup atau bahkan melakukan panggilan video untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler PMR. Dengan arahan dan bimbingan yang diberikan pembina secara langsung ataupun tidak langsung, pelaksanaan ekstrakurikuler berjalan dengan baik dan telah mengikuti lomba baik tingkat kabupaten hingga provinsi. Tentunya ini menandakan bahwa pembina tidak menghadapi kendala yang berarti selama pelaksanaan ekstrakurikuler. Terdapat faktor pendorong hal tersebut yaitu kesadaran siswa yang tinggi dan koordinasi yang senantisa pembina lakukan dengan keluarga siswa untuk mengikuti pelatihan ekstrakurikuler PMR sepulang sekolah. Pembina juga melakukan pendekatan dengan orang tua siswa agar tidak terjadi miskomunikasi antara siswa, pembina, dan orang tua siswa mengenai pelaksanaan ekstrakurikuler PMR di sekolah. Hasil penelitian tersebut sesuai dengan Selain itu dari hasil observasi Dimana kesadaran siswa sangat tinggi sehingga kendala tersebut tidak mempengaruhi kedisiplinan siswa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Hasil penelitian tersebut sejalan dengan pendapat Fatmawati . alam Atik & Mulyani, 2023:. , pembentukan karakter disiplin dapat dilakukan melalui pendekatan terpadu yang melibatkan tiga lingkungan utama, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Karakter memiliki peranan penting dalam kehidupan sebagai cerminan individu dan bangsa, sehingga penanaman karakter pada anak sangat penting untuk pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Karakter manusia dibentuk oleh 6 unsur, yaitu sikap, emosi, kepercayaan, kebiasaan, kemauan, dan konsepsi diri, serta pendidikan karakter mengandung tiga unsur pokok, yaitu mengetahui kebaikan, mencintai kebaikan, dan melakukan kebaikan, yang bertujuan menanamkan kebiasaan baik sehingga peserta didik paham, mampu merasakan, dan mau melakukan yang baik. Hasil penelitian juga sejalan dengan hasil penelitian yang dilaksanakan oleh Azzah . yang menjelaskan lingkungan keluarga sangat mempengaruhi karakter anak selama pembelajaran daring dan hambatan utamanya adalah ekonomi keluarga. Guru menggunakan pendekatan personal untuk membimbing peserta didik dengan sabar dan arahan positif. Kolaborasi antara peserta didik, guru dan keluarga sangat penting dalam pembelajaran. Sebagai antisipasi apabila suatu ketika terjadi permasalahan atau kendala dalam pelaksanaan kegiatan PMR MAN 1 Mataram pembina menerapkan beberapa cara, yaitu terlebih dahulu mencari awal sumber permasalahan, memberikan pemecahan masalah yang tidak menguntungkan salah satu pihak dan memberikan arahan yang baik juga menyesuaikan prosedur aturan tata tertib sekolah dan tata tertib PMR agar siswa mempunyai tanggung jawab moril di lingkungan sekolah maupun di lingkungan Masyarakat. KESIMPULAN Penelitian ini menegaskan bahwa pertama pembina berperan sebagai teladan, pembimbing, motivator, pengawas, penegak aturan dan evaluator dalam setiap kegiatan ekstrakurikuler PMR. Sebagai teladan pembina hadir untuk memberikan contoh yang baik kepada siswa dengan melaksanakan semua aturan yang ada di MAN 1 Mataram. Sebagai pembimbing pembina hadir untuk mendampingi siswa melaksanakan semua kegiatan ekstrakurikuler PMR, sebagai motivator pembinan memberikan dorongan dan motivasi siswa menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik. Sebagai pengawas pembina hadir untuk mengawasi pelaksanaan ekstrakurikuler secara langsung ataupun tidak langsung. Adapun sebagai penegak aturan dan evaluator pembina hadir untuk memastikan bahwa pelaksanaan ekstrakurikuler PMR berjalan sebagaimana aturan yang ada di MAN 1 Mataram. Journal of Education. Cultural and Politics Volume 6 No 2 2026 Journal of Education. Cultural and Politics Volume 6 No 2 2026 Kedua strategi yang diterapkan pembina dalam mengembangkan sikap disiplin siswa adalah senantiasa memberikan contoh secara langsung dengan melaksanakan dan mengikuti tata tertib sekolah dan tata tertib PMR MAN 1, melakukan pendekatan dengan merangkul anggotanya, memberikan teguran dan sanksi yang tegas apabila terjadi pelanggaran tata tertib dan memberikan arahan yang baik dalam melaksanakan tugas masing-masing dan tidak terdapat permasalahan atau kendala yang berarti selama menjalankan peran sebagai pembina ekstrakurikuler, karena siswa memiliki kesadaran yang tinggi akan sikap disiplin. Meskipun terkadang pembina mengalami kendala uzur tidak hadir dalam pelatihan secara langsung. Sehingga secara umum disimpulkan bahwa pembina PMR memiliki peranan yang sangat penting dalam mengembangkan sikap disiplin siswa di MAN 1 Mataram. Meskipun terdapat masalah yang dihapi dalam pelaksanaan perannya, pembina memiliki strategi yang dilakukan untuk mengantisipasi masalah atau tantangan tersebut. DAFTAR PUSTAKA