ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB ANALISIS PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI DENGAN MENGGUNAKAN METODE FULL COSTING PADA WARUNG STMJ BURJO KABUPATEN TABALONG Al Husna Salitsa Hawazin*. Shinta Avriyanti alhusna1116@gmail. shinta_avriyanti. stia_tabalong@yahoo. Program Studi Administrasi Niaga Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Tabalong Komplek Stadion Olah Raga Saraba Kawa Pembataan Tanjung-Tabalong Tel/Fax . 2022484 Kode Pos 7012 Email : info@stiatabalong. ABSTRAK Penentuan harga pokok produksi merupakan hal yang sangat penting, dengan perhitungan yang tepat dan akurat maka usaha dapat melakukan perencanaan, pengendalian, biaya dan membantu manajemen dalam mengambil keputusan. Pelaku usaha sering kali kurang tepat dalam menetapkan harga jual dari produknya. Dari beberapa pelaku usaha yang berada di Tabalong sendiri ternyata masih banyak pelaku usaha yang belum menerapkan perhitungan harga pokok produk dengan metode full costing, salah satunya Warung STMJ Burjo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis perhitungan harga pokok produksi STMJ dengan menggunakan metode full costing, membandingkan antara penetapan harga pokok produksi secara tradisional dengan metode full costing pada Warung STMJ Burjo Kabupaten Tabalong, dan menetapkan harga jual setelah menggunakan metode full costing pada Warung STMJ Burjo. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Penelitian ini dilakukan di Warung STMJ Burjo Kabupaten Tabalong. Teknik penggumpulan data yang digunakan yakni observasi, dokumentasi dan wawancara dengan analisis data yang menjelaskan perhitungan dalam menentukan harga pokok produksi dan harga jual yaitu menggunakan metode full costing. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing pada Warung STMJ Burjo Kabupaten Tabalong tahun 2023 adalah sebesar Rp. Dari perbandingan perhitungan harga pokok produksi menggunakan perhitungan yang dilakukan oleh Warung STMJ dengan metode full costing, nilai harga pokok produksi yang dihasilkan memiliki perbedaan yang lebih tinggi yaitu selisih nilai harga pokok produksi dari kedua metode tersebut sebesar Rp. penetapan harga jual menggunakan metode full costing pada Warung STMJ Burjo yaitu sebesar Rp. 025,97 atau dibulatkan menjadi Rp 13. 026, sedangkan harga jual yang ditetapkan Warung STMJ adalah Rp. Kata Kunci: Harga Pokok Produksi. Metode Full Costing. Harga Jual ANALYSIS OF COST OF GOODS MANUFACTURED CALCULATION USING THE FULL COSTING METHOD AT WARUNG STMJ BURJO. TABALONG REGENCY ABSTRACT Determining the cost of goods manufactured (COGM) is a crucial aspect of business. Accurate and precise calculations allow businesses to engage in effective planning, cost control, and assist management in decisionmaking. Often, business owners are inaccurate in setting the selling price of their products. Many businesses in Tabalong, including Warung STMJ Burjo, have not yet implemented the full costing method for calculating the cost of goods manufactured. This study aims to identify and analyze the calculation of COGM for STMJ using the full costing method, compare the traditional COGM calculation method with the full costing method at Warung STMJ Burjo. Tabalong Regency, and determine the selling price after applying the full costing method at Warung STMJ Burjo. The research method used is quantitative. This research was conducted at JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Warung STMJ Burjo. Tabalong Regency. Data collection techniques include observation, documentation, and interviews, with data analysis explaining the calculation of COGM and selling price using the full costing The results of the study concluded that the COGM using the full costing method at Warung STMJ Burjo. Tabalong Regency, in 2023 was Rp. 14,802. Comparing the COGM calculation done by Warung STMJ and the full costing method, the resulting COGM has a higher difference, with a variance of Rp. 1,777. The selling price determined using the full costing method at Warung STMJ Burjo is Rp. 13,025. 97, rounded to Rp. 13,026, while the selling price set by Warung STMJ is Rp. 15,000. Keywords: Cost of Goods Manufactured. Full Costing Method. Selling Price PENDAHULUAN Latar Belakang Persaingan dalam dunia industri guna menghasilkan suatu produk yang berkualitas berkembang pesat. Tujuan perusahaan atau industri adalah pasti pencapaian laba yang semaksimal mungkin dengan pengeluaran biaya yang seminimal mungkin. Karena itu, perlu adanya kebijakan yang ditetapkan perusahaan atau industri agar tidak kalah bersaing di pasaran. Kebijakan dapat berupa penetapan harga pokok produksi dan penentuan harga jual yang tepat. Penentuan harga pokok produksi merupakan hal yang sangat penting mengingat manfaat informasi harga pokok produksi adalah menentukan harga jual produk serta penentuan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang akan disajikan dalam neraca. Di dalam penentuan harga pokok produksi, informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan adalah informasi mengenai bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik. Ketiga jenis kegiatan ini harus ditentukan secara cermat baik dalam pencatatan maupun penggolongannya. Sehinga informasi harga pokok produksi yang dihasilkan dapat diandalkan baik untuk penentuan harga jual produk maupun untuk perhitungan laba rugi Apabila kurang teliti atau salah dalam penetapan harga pokok produksi, dapat mengakibatkan ketidaktepatan dalam penetuan harga jual serta perolehan laba periodik. (Mulyadi, 2. mengungkapkan bahwa pokok produksi atau disebut dengan harga pokok adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diukur dalam satuan uang yang telah terjadi atau kemungkinan terjadi untuk memperoleh penghasilan. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Harga pokok produksi termasuk elemen penting dalam menentukan sukses atau tidaknya suatu perusahaan dalam mengembangkan bisnis dalam dunia usaha. Penetuan harga pokok produksi juga digunakan untuk perhitungan laba atau rugi perusahaan dan menjadi sarana informasi untuk menetapkan harga jual pada produk tersebut (Purwanto & Watini, 2. Beberapa manfaat informasi harga pokok produksi adalah untuk menentukan harga jual produk serta penentuan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang akan disajikan dalam posisi keuangan. Harga pokok produk juga berpengaruh dalam perhitungan laba rugi perusahaan serta memantau realisasi biaya dalam proses produksi. Dalam suatu usaha perhitungan harga pokok produksi merupakan hal yang paling penting bagi setiap home industry. Harga pokok produksi merupakan dasar utama dalam penentuan laba usaha dan sebagai pedoman penetapan harga jual produk. Oleh karna itu, pentingnya perhitungan harga pokok produksi maka usaha home industry diharapkan dapat menghitung harga pokok produksi dengan akurat berdasarkan prosedur akutansi yang benar, karena perhitungan harga pokok produksi berfungsi untuk menetapkan harga jual dan mengetahui laba yang akan diperoleh (Bahri & Rahmawaty, 2. Dengan perhitungan yang tepat dan akurat maka usaha dapat melakukan perencanaan, pengendalian, biaya dan membantu manajemen dalam mengambil keputusan. Setiap usaha pasti memiliki tujuan yang ingin dicapai antara lain: memperoleh laba maksimal, dapat bersaing dipasar, serta dapat memberikan manfaat bagi ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB masyarakat (Mulyadi, 2. Karena apabila harga jual yang terlalu tinggi akan mengakibatkan produk usaha akan sulit untuk dipasarkan, sebaliknya jika harga jual terlalu rendah akan mengakibatkan laba yang diperoleh rendah juga. Harga jual yang ditetapkan harus sesuai dengan perhitungan matang sehingga produk dapat bersaing dengan mengutamakan mutu dan kualitas produk serta mendapatkan laba sesuai dengan yang diharapkan. Dalam penetuan harga jual produk yang tepat, terlebih dahulu harus mengetahui harga pokok produksi, karena haga pokok produksi merupakan dasar utama dalam penentuan harga jual bagi Harga pokok produksi merupakan komponen biaya langsung berhubungan dengan Penetapan harga pokok produksi berperan penting dalam membuat analisis rencana, pemasaran dan penentuan harga jual, maka setiap usaha diharapkan dapat menghitung harga pokok produksi secara akurat. Harga pokok penjualan atau HPP adalah pengeluaran atau beban yang dikeluarkan secara langsung maupun tidak langsung guna memproduksi barang dan jasa untuk kemudian diperjual belikan atau digunakan sendiri. Komponen ini sangat penting dalam bisnis karena menjadi penentu jumlah laba atau rugi perusahaan. HPP adalah salah satu unsur biaya produksi perusahaan yang dapat memberi gambaran laba maupun rugi dengan cara perbandingan berbagai pengeluaran, misalnya biaya material, gaji, biaya marketing, dan sebagainya (Lina. Yuliarti, & Kamelia, 2. Dalam menghitung unsur-unsur biaya pada harga pokok produksi terdapat dua pendekatan, yaitu metode full costing dan metode variabel Pada perhitungan menggunakan metode full costing semua biaya-biaya diperhitungkan baik bersifat variabel maupun yang tetap. Sedangkan pada metode variabel costing hanya memasukan biaya yang bersifat variabel saja seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik variabel. Dengan menghitung harga pokok produksi menggunakan metode yang tepat maka perusahaan dapat menentukan harga jual yang akurat. Kesalahan dalam penentuan harga jual dapat mempengaruhi tingkat daya beli dari konsumen, apabila harga jual terlalu tinggi dapat JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 membuat daya beli konsumen menurun sehingga produk akan kalah saing dipasar. Jika harga jual terlalu rendah maka dapat berdampak pada laba yang didapatkan oleh perusahaan. Kesalahan yang sangat fatal dalam penentuan harga jual dapat Pelaku usaha sering kali kurang tepat dalam menetapkan harga jual dari produknya. Hal ini disebabkan karena pelaku usaha dalam menentukan harga pokok produksi dari produk yang dihasilkan kurang tepat. Sehingga menyebabkan harga yang ditetapkan terlalu murah atau bahkan terlalu mahal. Hal tersebut akan berdampak pada ketidak sesuaian pencapaian laba yang diharapkan. Agar pelaku usaha dapat menghitung unsur-unsur biaya kedalam biaya produksi maka terdapat dua metode yang dapat digunakan, yaitu Full Costing. Full Costing ialah metode yang membebankan seluruh biaya produksi baik bersifat tetap atau bersifat variabel dalam suatu produk, yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik. Dengan metode ini biaya overhead produk dibebankan dengan menggunakan tarif yang telah ditentukan pada aktivitas normal perusahaan. Metode full coasting juga memperhitungkaan biaya tetap karena biaya ini dianggap melekat pada harga pokok persediaan baik barang jadi maupun barang dalam proses yang belum terjual dan dianggap harga pokok penjualan jika produk terebut sudah tejual. Pentingnya untuk menerapkan perhitungan harga pokok-pokok dengan metode full coasting pada pelaku usaha sendiri, agar pemilik mengetahui total biaya produksi yang dikeluarkan sebenarnya dalam setiap kali melakukan proses produksi. Selain untuk mengetahui total biaya produksi yang sebenarnya, pentingnya melakukan perhitungan harga pokok dengan metode full costing ialah agar harga jual yang ditentukan tepat, yakni tidak terlalu rendah dan tidak terlalu tinggi, sehingga laba yang diinginkan nantinya sesuai dengan harga pokok produk yang dikeluarkan (Efendi & Amin, 2. Dari beberapa pelaku usaha yang berada di Tabalong sendiri ternyata masih banyak pelaku usaha yang belum menerapkan perhitungan harga ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB pokok produk dengan metode full costing, salah satunya Warung STMJ Burjo. Warung STMJ Burjo yang berada di Jln. Ahmad Yani MabuAoun. Kecamatan Murung Pudak. Kabupaten Tabalong. Warung STMJ Burjo merupakan usaha mikro, kecil dan menegah yang berdiri sejak 2014 bergerak dibidang kuliner yakni memproduksi stmj burjo yang berbahan utama jahe dan kacang hijau. Berdasarkan observasi. Warung STMJ Burjo belum menerapkan analisis metode full costing. biasanya dalam melakukan perhitungan harga pokok dan harga jual produknya dilakukan dengan metode relatif sangat sederhana dan belum menerapkan perhitungan harga pokok produksi sesuai dengan kaidah akutansi biaya. Warung STMJ Burjo ini belum memasukan semua unsur biaya yang dikeluarkan secara terperinci dalam proses produksi. Selain itu. Warung STMJ Burjo ini belum menghitung seluruh biaya overhead pabrik secara terperinci dan belum sepenuhnya memperhatikan biaya-biaya overhead pabrik Maka, dengan menggunakan metode tersebut dalam menghitung dan menentukan harga jual suatu produk, akan dihasilkan informasi yang kurang tepat dan akurat dakam menentukan harga pokok produksi serta harga jualnya. Oleh karena itu, untuk memperkecil kesalahan yang terjadi dalam perhitungan harga pokok produksi dan menghasilkan harga jual yang tepat dan akurat diperlukan suatu metode yang baik. Berdasarkan lampiran 1 pencatatan data dalam setahun, warung STMJ Burjo menggalami penurunan pendapatan. Pada bulan Agustus STMJ Rp. 000,00, pada bulan September keuntungan Rp. 00,00, dan pada bulan Oktober. Warung STMJ Burjo kembali Rp. 000,00. Dalam penjulan bulan Agustus samapai Oktober. Warung STMJ Burjo menggalami penurunan pendapatan sebesar Rp. 000,00. Perhitungan yang dilakukan Warung STMJ Burjo ini kurang efisien dan akurat, dikarenakan keuntungan dari penjualan ini sedikit. Banyak biaya yang tidak dihitung dalam HPP, seperti biaya perawatan, biaya penyusutan kompor. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 alat masak, air dan listrik. Penentuan menggunakan metode tradisional dalam suatu usaha sangat beresiko karena dengan penggunaan metode tidak tepat dan akirat untuk menentukan harga jual, mengakibatkan informasi yang didapatkan tidak menggambarkan informasi sumber daya. Peneliti terdahulu, (Eriswanto & Kartini, 2. Metode full costing berpengaruh signifikan terhadap penentuan harga jual dari semua unsur biaya dalam perhitungan harga pokok produksi (Bahri & Rahmawaty, 2. meneliti penentuan harga pokok produksi dalam menentukan harga jual produk (Studi empiris pada Dendeng Sapi di Banda Ace. menyatakan selama ini tidak menghitung harga pokok produksi harga jual produknya hanya mengikuti harga pasar tanpa melalukan perhitungan harga pokok produksi. Hasil menunjukan bahwa perolehan harga pokok produksi menggunakan full costing lebih tepat digunakan untuk peningkatan laba. ( (Purwanto & Watini, 2. ini meneliti harga pokok produksi menggunakan metode full costing dalam penetapan harga jual (Studi kasus unit usaha regar frui. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa perhitungan harga pokok produksi menghasilkan selisih yang berpengaruh terhadap penetapan harga jual. (Hafera. Zebua, & Bawamenewi, 2. ini meneliti biaya produksi dengan menggunakan metode full costing dalam perhitungan harga pokok Hasil menunjukan perhitungan harga pokok produksi denggan menggunakan metode full costing mempunyai selisih dimetode usaha, serta diharga pokok juga metode usaha dan metode full costing mempunyai selisih. Penelitian ini dilakukan untuk meneliti kembali unsur-unsur yang mempengaruhi harga pokok produksi pada Warung STMJ Burjo menggunakan metode full costing yang diharapkan kedepannya dapat membantu usaha dalam menghitung harga pokok produksi sesuai dengan biaya yang dikeluarkan, serta menemukan metode yang tepat dan akurat dalam menghitung harga pokok produksi agar memperoleh laba yang maksimal dan meminimalisir kerugian. Berdasarkan uraian latar belakang diatas, maka penulis ingin mengkaji untuk melakukan penelitian berjudul (Analisis ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan Metode Full Costing pada Warung STMJ Burj. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini sebagai Bagaimana perhitungan harga pokok produksi pada Warung STMJ Burjo Kabupaten Tabalong? Bagaimana perhitungan harga pokok produksi menggunakan metode full costing pada Warung STMJ Burjo Kabupaten Tabalong? Bagaimana penetapan harga jual setelah menggunakan metode full costing pada Warung STMJ Burjo Kabupaten Tabalong? Tujuan Penelitian Berdasarkan rumusan masalah diatas, tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Untuk menganalisis penentuan harga pokok produksi pada Warung STMJ Burjo Kabupaten Tabalong. Untuk menganalisis perhitungan harga pokok produksi berdasarkan metode full costing pada warung STMJ Burjo Kabupaten Tabalong. Untuk menganalisis penetapan harga jual setelah menggunakan metode full costing pada Warung STMJ Burjo Kabupaten Tabalong. Manfaat Penelitian Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut. Manfaat Teoritis Sebagai bahan referensi yang dapat berguna bagi peneliti selanjutnya yang tertarik permasalahan yang terkait dengan penelitian ini, dan juga untuk menunjang penelitianpenelitian terdahulu. Manfaat Praktis Bagi Warung STMJ Burjo Penelitian ini tentunya diharapkan dapat menjadi masukan yang positif bagi Warung STMJ Burjo dalam upaya perbaikan pengelolaan biaya dalam perusahaan terutama pada perhitungan harga pokok produksi karena harga pokok produksi sangat berperan untuk penentuan harga jual yang nantinya akan menentukan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 persaingan dengan perusahaan lain dengan bidang sejenis. Bagi Pelanggan Penelitian ini diharapkan berguna nantinya bagi pelanggan sekitar maupun bagi masyarakat umum untuk dapat perhitungan Harga Pokok Produksi pada Warung STMJ Burjo. Bagi Mahasiswa Penelitian ini diharapkan dapat mengenai metode perhitungan harga pokok produksi dalam perusahaan untuk perhitungan biaya yang lebih akurat mengenai pengelolaan biaya dalam KERANGKA TEORI Pengertian Analisis Pengertian Analisis adalah aktivitas yang memuat sejumlah kegiatan seperti mengurai, membedakan, memilah sesuatu untuk digolongkan dan dikelompokan kembali menurut kriteria tertentu kemudian dicari kaitannya dan ditafsir maknannya (Mulyadi, 2. Menurut (Sugiyono, 2. Analisis adalah kegiatan untuk mencari pola, atau cara berpikir yang berkaitan dengan pengujian secara sistematis terhadap sesuatu untuk menentukan bagian, hubungan antarbagian, serta hubungannya dengan keseluruhan. Menurut (Purwaji & Muslim, 2. Definisi Analisis adalah usaha untuk mengurai suatu masalah menjadi bagian-bagian. Sehingga, susunan tersebut tampak jelas dan kemudian bisa ditangkap maknanya atau dimengerti duduk perkaranya. Akuntansi Biaya Akutansi biaya merupakan proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu, serta penafsiran terhadapnya (Mulyadi, 2. Menurut (Lestari & Permana, 2. , bahwa ditinjau dari fungsinya, akutansi biaya didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang menghasilkan informasi biaya yang dapat dipakai sebagai dasar pertimbangan dalam pengambilan keputusan manajemen. Sedangkan apabila ditinjau ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB penggolongan, peringkasan, dan penyajian biayabiaya pembuatan dan penjualan produk jadi atau penyerahanjasa dengan cara-cara tertentu serta menafsirkan hasilnya. Akutansi biaya diperlukan untuk memperoleh informasi biaya secara detail mengenai biaya yang berhubungan dengan produksi dan penjualan barang jadi. Akutansi biaya merupakan alat bagi manajemen dalam merencanakan, mengorganisir, pengawasi perusahaan agar tercapai tujuan yang diinginkan secara efektif dan efisien (Purwaji & Muslim, 2. Akutansi biaya secara khusus berkaitan dengan biaya produksi, perhitungan harga pokok produk, pengendalian biaya, dab bagaimana manfaat data biaya dalam mengambil Untuk menentukan harga pokok secara teliti maka biaya perlu diklarifikasikan sehingga dapat dipisahkan antara biaya produksi dan biaya non produksi (Lestari & Permana, 2. Akuntansi Manajemen (Mulyani, 2. Akuntansi manajemen adalah penerapan konsep dan metode yang tepat dalam mengolah data ekonomi masa lalu dan membuat proyeksi masa depan suatu usaha untuk membantu manajemen dalam penyusunan rencana . perusahaan dan pengambilan keputusan untuk mencapai tujuan tersebut. (Bahri & Rahmawaty, 2. menyatakan bahwa: Akuntansi manajemen . anagement accountin. adalah proses mengidentifikasi, menginter pretasikan, dan mengomunikasikan kejadian konomi yang digunakan oleh manajemen untuk melakukan perencanaan, pengendalian, pengambilan keputusan, dan penilaian kinerja dalam organisasi. Menurut (Purwaji & Muslim, 2. menjelaskan bahwa akuntansi manajemen adalah salah satu bidang ilmu akuntansi yang mempelajari bagaimana cara menghasilkan informasi keuangan untuk pihak manajemen yang selanjutnya akan digunakan untuk pengambilan Harga Pokok Produksi Menurut (Mulyani, 2. harga pokok produksi merupakan jumlah dari biaya-biaya yang dikeluarkan pada saat pengadaan bahan baku JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 smapai proses akhir produk yang siap untuk dijual. Penerapan harga pokok produksi merupakan untuk menentukan harga pokok per satuan produk yang akan dijual, sehingga ketika produk tersebut deserahkan, maka perusahaan dapat mengetahui laba atau kerugian yang akan diterima perusahaan setelah dikurangi biaya-biaya lainnya. Ketelitian dalam perhitungan harga pokok produksi sangar dipe rlukan agar tidak terjadi kesalahan dalam Jika terjaadi kesalahan maka perusahaan akan mengalami kerugian. Metode Perhitungan Harga Pokok Produksi (Mulyani, 2. dalam memperhitungkan unsur-unsur biaya kedalam harga pokok produksi, terdapat dua pendekatan yaitu full costing dan variable costing. Full Costing Full perhitungan harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi kedalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku variable maupun tetap. Dengan demikian harga pokok produksi menurut full coasting terdiri dari unsur biaya produksi berikut ini: Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik variable Biaya overhead pabrik tetap Harga pokok produksi Variable Costing Variable costing merupakan penentuan harga pokok produksi yang memperhitungkan biaya produksi berperilaku variable kedalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik variable. Dengan demikian harga pokok produksi menurut variable coasting terdiri dari undur biaya produksi berikut ini: Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik variable Harga pokok produksi ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Perbedaan Metode Full Costing dan Variable Costing Menurut (Mulyani, 2. ada beberapa perbedaan antar metode full costing dengan metode variable costing yaitu: Laporan keuangan atas laporan laba rugi Jika menggunakan metode full costing maka biaya overhead akan dilaporkan dalam laporan keuangan saat produk telah terjual, sedangkan untuk metode variable costing biaya overhead akan dilaporkan dalam laporan Perhitungan harga pokok produksi yang Metode full costing menggunakan lebih banyak biaya overhead pabrik yaitu biaya overhead pabrik tetap dan variable, sedangkan metode variable costing hanya menghitung biaya overhead pabrik variable. Biaya periode Dalam metode full costing, biaya yang terdapat pada setiap periode akan dinilai sebagai biaya yang tidak berkaitan dengan biaya produksi tapi akan mengurangi laba Sedangkan biaya produksi dalam metode variable costing akan ikut dibebankan dalam biaya produksi. Harga jual Harga adalah jumlah yang diperlukan untuk memperoleh kombinasi barang dan jasa, serta nilai manfaat yang memungkinkan konsumen memiliki atau menggunakan suatu produk pada waktu tertentu (Bahri & Rahmawaty, 2. Perusahaan menentukan harga jual produknya berdasarkan tifa faktor dasar, yaitu harga komeratif, pasokan-pasokan dan biaya produksi. Harga jual merupakan faktor penting dapat dikatakan sangat keberlangsungan suatu usaha. Oleh karena itu, dalam konsep tradisional harga jual, penetapan harga lebih menekankan pada aspek nilai kualitas, karena dianggap lebih masuk akal sebagai barometer untuk memperoleh penghasilan yang layak (Efendi & Amin. Jadi harga jual adalah nilai yang ditawarkan pada konsuen sebagai imbalan dari JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 pengeluaran biaya produksi ditambah biaya nonproduksi yang dilakukan perusahaan untuk memperoleh laba. Penetapan Harga Jual Penetapan harga jual berbagai perusahaan tentunya memiliki beragam metode yang berbeda-beda dalam menetapkan harga jual. Menurut Sujarweni metode penentuan harga jual terdapat tiga metode penerapan harga jual (Eriswanto & Kartini, 2. yaitu: Metode penentapan harga jual berdasarkan biaya Metode penentuan harga jual berdasarkan biaya dalam bentuk paling sederhana yaitu: Metode Penetapan harga biaya plus (Cost Plus Pricing Metho. Metode penetapan harga mark-up (Mark-Up Pricing Metho. Penentuan menggunakan harga pesaing sebagai acuan dan Penetapan harga berdasarkan peminatan Kerangka Konseptual Gambar. Kerangka Konseptual Warung STMJ Burjo Identifikasi Biaya Produksi Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya Overhead Pabrik Variable Biaya Overhead Pabrik Tetap Perhitungan Harga Pokok Perhitungan Harga Pokok Produksi dengan metode Produksi dengan Metode perhitungan tradisional Full coasting pada Warung STMJ Burjo Harga Jual Sumber: Data diolah, 2024 METODE PENELITIAN Pendekatan Penelitian Dalam penelitian ini menggunakan jenis Menurut (Sugiyono, mengemukakan tentang penelitian kuantitatif ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB yakni pendekatan penelitian yang banyak angka-angka, mengumpulkan data, penafsiran terhadap data yang diperoleh, serta pemaparan hasilnya. Penelitian ini merupakan studi kasus yang dilakukan pada Warung STMJ BURJO, dimana peneliti menggunakan beberapa sumber data sehingga dapat ditarik kesimpulan mengenai Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Dengan Metode Full Costing pada Warung STMJ Burjo Lokasi Penelitian Lokasi penelitian merupakan letak dalam melakukan penelitian, proses pengumpulan data yang mengenai judul, permasalahan dan juga fokus penelitian yang sudah diterapkan. Lokasi penelitian ini dilakukan pada Warung STMJ Burjo di Jl. Ahmad Yani. Sumber Data Dalam penelitian ini sumber data yang digunakan terdapat dua jenis data yaitu sebagai Data Primer Data primer merupakan data penelitian yang didapatkan langusng dari instansi yang diangap berkaitan dengan tujuan penelitian yang secara perolehan datanya dalam bentuk observasi . , wawancara . anya jawa. dan dokumentasi. Untuk mendapatkan informasi dalam penelitian ini yaitu dari pemilik Warung STMJ Burjo mengenai data produksi dalam menetapkan harga jual. Data Sekunder Data sekunder merupakan jenis data yang didapatkan dengan secata tidak langsung dari informan melainkan melalui media sebagai penelusuran referensi yang berupa buku, laporan, profil, artikel dan bahan referensi Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang dibutuhkan dalam penelitian untuk memperoleh data. Adapun teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah Dokumentasi dan Observasi (Sugiyono, 2. Teknis Analisis Data Analisa pemeriaksaan, pembersihan, transformasi, dan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 pemodelan dta dengan tujuan menemukan informasi yang berguna, menginformasikan kesimpulan dan mendukung pengambilan Menurut (Sugiyono, 2. teknik analisis deskriptif kuantitatif merupakan analisis data dengan cara mendeskripsikan atau sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku umum. (Mulyani, 2. dalam bukunya menjelaskan bahwa full costing merupakan metode pehitungan semua unsur biaya produksi kedalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku variable maupun tetap. Harga pokok produksi menurut metode full costing terdiri dari unsur biaya produksi berikut ini: Biaya bahan baku Biaya tenaga kerja langsung Biaya overhead pabrik variable Biaya overhead pabrik tetap Harga pokok produksi HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Perhitungan Harga Pokok Produksi Menurut Warung STMJ Burjo di Mabuun dan Menurut Full Costing Dalam menghitung harga pokok produksinya, warung STMJ Burjo di Mabuun masih menggunakan metode sederhana karena belum menghitung semua biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi, misalnya biaya penyusutan bangunan dan peralatan yang dimiliki, karena pemilik menganggap nahwa biaya-biaya tersebut tidak signifikan mempengaruhi biaya produksi. Berikut ini merupakan biaya produksi pada warung STMJ Burjo pada tahun 2023. Biaya Bahan Baku Dalam membuat suatu produk, bahan baku merupakan unsur utama dalam melakukan proses Pada Warung SRMJ Burjo di Mabuun dalam menentukan biaya bahan baku yaitu dengan cara memperhitungkan biaya bahan baku dengan cara mengalihkan jumlah unit yang dibeli. Pada tahun 2023 Warung STMJ Burjo Di mabuun memproduksi STMJ sebanyak 10. 316 gelas, dengan banyaknya STMJ yang diproduksi Warung ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB STMJ Burjo membutuhkan bahan baku sebagai Tabel 1. Biaya Bahan Baku Tahun 2023 Nama Bahan Unit Harga Per Satuan Total Harga Susu Rp. Rp. Telur 485 re Rp. Rp. Madu Rp. Rp. Jahe 247 kg Rp. Rp. Total Rp. Sumber: Warung STMJ Burjo Dari tabel 1. dapat diketahui bahan biaya bahan baku Warung STMJ Burjo pada tahun 2023 adalah sebesar RP. Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya tenaga kerja langsung merupakan balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada semua karyawan yang ada dalam proses produksi. Biaya tenaga kerja pada Warung STMJ Burjo dihitung sebagai berikut: Tabel 2. Biaya Tenaga Kerja Langsung Tahun 2023 Tenaga Kerja Bulan Kerja PerTahun Upah Perbulan Upah Pertahun Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Total Biaya Tenaga Kerja Pertahun Rp. Karyawan Karyawan Karyawan listrik dikeluarkan oleh Warung STMJ Burjo pada tahun 2023 sebesar Rp 2. Biaya Air Biaya air yang dikeluarkan oleh Warung STMJ Burjo untuk setiap bulannya adalah sebesar Rp 150. Pada tahun 2023 Warung STMJ Burjo mengeluarkan biaya air sebesar Rp 1. Biaya Kemasan Biaya kemasan yang dikeluarkan Warung STMJ Burjo pada tahun 2023 sebesar Rp Biaya Bahan Bakar Warung STMJ Burjo menggunakan bahan bakar yang digunakan dalam proses produksi LPG. Setiap membutuhkan biaya bahan bakar sebesar Rp Maka Warung STMJ mengeluarkan biaya gas LPG pada tahun 2023 sebesar Rp. Setelah biaya-biaya dikeluarkan seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, dan biaya overhead pabrik, maka berikut ini merupakan penentuan harga pokok produksi menurut Warung STMJ pada tahun 2023: Tabel 3. Perhitungan Harga Pokok Produksi Menurut Warung STMJ Tahun 2023 Keterangan Total Biaya Biaya Bahan Baku: Susu Telur Madu Jahe Rp. Rp. Rp. Rp. Sumber: Warung STMJ Burjo Dari tabel 2. diketahui bahwa biaya tenaga kerja langsung yang terjadi pada tahun 2023 adalah sebesar RP 36. Upah yang diterima setiap karyawan sebesar Rp 12. 000 dengan upah perbulan sebesar Rp 1. Biaya Overhead Pabrik Biaya overhead pabrik adalah biaya-biaya yang dikeluarkan perusahaan selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja dalam proses produksi. Biaya overhead pabrik pada warung STMJ Burjo antara lain: Biaya Listrik Pada Warung STMJ Burjo pemakaian listrik sebulan sebesar Rp 200. Biaya JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Total Biaya Bahan Baku Biaya Tenaga Kerja Biaya overhead pabrik Biaya listrik Rp. Rp. Biaya air Biaya kemasan Biaya bahan bakar Total biaya overhead pabrik Rp. Rp. Rp. Rp. Total Biaya Produksi Jumlah Unit Produksi per tahun Rp. Harga Pokok Produksi per Unit Rp. 025,97 Rp. Sumber: Data Diolah, 2024 Dari tabel 3. dapat diketahui bahwa dalam 316 porsi STMJ total biaya yang ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dikeluarkan Warung STMJ pada tahun 2023 adalah sebesar Rp 134. 000 sehingga memperoleh harga pokok produksi STMJ dengan harga Rp 025,97 atau dibulatkan menjadi Rp 13. 026 yang diperoleh dari total biaya produksi dibagi dengan jumlah produksi stmj yang dihasilkan. Dalam perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing, terdapat beberapa biaya yang mempengaruhi proses produksi tetapi belum diperhitungkan oleh Warung STMJ namun akan diperhitungkan oleh peneliti, yaitu biaya penyusutan bangunan dan biaya Biaya tersebut akan dihitung sebagai biaya produksi karena dalam metode full costing seluruh biaya produksi harus diperhitungkan dalam menentukan total harga pokok produksi secara tepat yang nantinya akan dijadikan dasar penetapan harga jual STMJ. Biaya penyusutan adalah biaya yang timbul karena adanya penggunaan aset tetap yang memiliki perusahaan. Biaya penyusustan muncul karena adanya penggunaan aset tetap yang dipakai secara terus menerus sehingga terjadi penurunan atau penyusutan manfaat serta kualitasnya. Biaya yang termasuk ke dalam biaya penyusutan seperti biaya prolehan aset, mencakup harga pembelian, pajak, pengiriman dan biaya pengaturan agar aset tersedia untuk digunakan, kemudian nilai sisa aset setelahmasa manfaat aset berakhir, bisnis dalat menjualnya dengan harga lebih murah. Ini dikenal sebagai nilai sisa aset. Perhitungan biaya penyusutan pada tahun 2023 dapat dilihat pada tabel dibawah ini. Tabel 4. Alokasi Biaya Penyusutan Tahun 2023 Keterangan Harga Umur Ekonomis Biaya Penyusustan/ Tahun Gelas Rp. 2 Tahun Rp. Sendok Rp. 8 Tahun Rp. Nampan Rp. 5 Tahun Rp. Kompor Rp. 5 Tahun Rp. Teko Rp. 10 Tahun Rp. Total biaya penyusustan dalam setahun Rp. Sumber: Data Diolah, 2024 Berdasarkan tabel diatas maka dapat diketahui alokasi biaya penyusutan pada Warung STMJ JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 tahun 2023 adalah sebesar Rp 322. Berdasarkan biaya tersebut perhitungan harga pokok produksi Warung STMJ menggunakan full costing adalah sebagai berikut: Tabel 5. Perhitungan Harga Pokok Produksi menggunakan Metode Full Costing Tahun 2023 Keterangan Biaya Bahan Baku: Total Biaya Susu Rp. Telur Rp. Madu Rp. Jahe Rp. Total Biaya Bahan Baku Rp. Biaya Tenaga Kerja Rp. Biaya Overhead Pabrik Biaya Listrik Rp. Biaya Air Rp. Biaya Kemasan Rp. Biaya Bahan Bakar Rp. Total Biaya Overhead Pabrik Rp. Biaya Overhead Pabrik Tetap: Biaya Penyusutan Peralatan Rp. Total Biaya Overhead Pabrik Tetap Total Biaya Produksi Rp. Rp. Jumlah Unit Produksi per tahun Harga Pokok Produksi per Unit Rp. Sumber: Data Diolah, 2024 Pada tabel 5. diatas dapat diketahui bahwa dalam penentuan harga pokok produksi menggunakan metode full costing terdapat unsur biaya overhead pabrik dan tetap. Dalam 316 STMJ dengan biaya produksi yang dikeluarkan Warung STMJ menggunakn metode full costing pada tahun 2023 adalah sebesar Rp 152. 500 sehingga memperoleh harga pokok produksi dengan harga Rp 14. Perbandingan Perhitungan Harga Pokok Produksi Perhitungan harga pokok produksi pada pembahasan sebelumnya akan dijadikan dasar untuk mengetahui perbandingan antara metode tradisional Warung STMJ dengan metode full Perbandingan dari kedua metode tersebut adalah sebagai berikut: Tabel 6. Perbandingan Perhitungan Harga Pokok Produksi Tahun 2023 ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB Keterangan Biaya Bahan Baku: Susu Telur Madu Jahe Biaya Tenaga Kerja Langsung Biaya pabrik variabel: Biaya listrik Biaya air Biaya kemasan Biaya bahan bakar Biaya Biaya penyusutan Biaya penyusutan Total biaya produksi Jumlah produksi pertahun Harga produksi per unit Full Costing Warung STMJ Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Sumber: Data Diolah, 2024 Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa perbedaan perhitungan harga pokok produksi stmj adalah terdapat pada jenis biaya produksi yang digunakan masing-masing metode. Perbedaan atau selisih yang terjadi yaitu sebesar Rp 1. perbedaan tersebut diakibatkan karena perbedaan dalam perhitungan yang dilakukan oleh Warung STMJ dan perhitungan denga metode full costing, yang mana perhitungan Warung STMJ tidak menghitung biaya penyusutan bangunan dan Sehingga nominal biaya yang dikeluarkan dengan menggunakan metode full costing ini lebih tinggi dibandingkan dengan metode yang digunakan oleh Warung STMJ. Perbedaan tersebut akan berpengaruh terhadap harga jual yang selama ini Warung STMJ telah menjual dengan harga yang kurang tepat. Penetapan Harga Jual Penetapan harga jual produk sangat penting dilakukan secara tepat karena hal tersebut dapat menentukan besaran laba yang akan diperoleh. Dalam menetapkan harga jualnya. Warung STMJ menetapkan harga yang dijual seharga 15. Penetapan harga jual tersebut sebenarnya tidak memiliki metode khusus, hanya ditentukan dengan JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 melakukan estimasi biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi stmj. Selain faktor tersebut dalam menetapkan haga jual Warung STMJ juga melihat kondisi pasar atau para pesaing, agar harga yang ditetapkan mampu bersaing dipasaran. Penetapan harga jual dengan menggunakan metode full costing merupakan metode penetapan harga jual yang paling sederhana. Warung STMJ hanya menghitung biaya produksi seperi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik yang dikeluarkan lalu ditambahkan dengan persentase tertentu dari mark Mark up adalah persentase keuntungan atau laba yang diharapkan oleh perusahaan. Agar hasil dari penjualan stmj yang dikeluarkan Warung STMJ benar-benar bisa menutupi biaya yang mendapatkan laba yang maksimal, maka pemilik Warung STMJ akan menggunakan asumsi laba yang diharapkan sebesar 15% dari harga pokok Berikut adalah perhitungan penetapan harga jual stmj dengan menggunakan metode full costing pada Warung STMJ: Harga Pokok Produksi = Harga Jual Harga Jual per Porsi = 14. = Total Biaya (Mark UpyTotal Biay. = 152. % x = 175. = 17. Dari perhitungan harga jual per porsi stmj dengan meggunakan metode full costing pada tahun 2023 dan denggan menggunakan mark up sebesar 15% maka diperoleh harga jual per porsi sebesat Rp 17. Pembahasan Berdasarkan hasil penyajian data yang diperoleh selama penelitian yaitu di Warung STMJ Kabupaten Tabalong menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok produksi yang dilakukan oleh Warung STMJ masih belum sesuai dengan ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB metode full costing. Hal ini dikarenakan metode yang diterapkan Warumg STMJ belum memasukkan semua unsur-unsur biaya, yaitu seperti biaya penyusutan bangunan dan peralatan. Biaya tersebut merupakan bagian dari biaya overhead pabrik, yang disebut dengan biaya overhead pabrik tetap. Sedangkan pada metode full costing dalam menghitung harga pokok produksinya semua biaya yang dikeluarkan dihitung serta di golongkan secara jelas, baik itu biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, serta biaya ovehead pabrik baik yang bersifat tetap maupun variabel. Perhitungan harga pokok menunjukkan nilai yang berbeda dengan metode perhitungan tradisional Warung STMJ. Harga pokok produksi menggunakan metode full costing menghasilkan harga pokok produksi per unit yang lebih besar. Perbedaan perhitungan harga pokok produksi tersebut menyebabkan adanya selisih antara Warung STMJ dengan hasil analisis dengan menggunakan metode full costing. Selisih perhitungan harga pokok produksi adalah sebesar Rp 1. Adanya selisih tersebut karena dalam perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing semua unsur biaya dimasukkan baik yang bersifat variabel maupun tetap. Sedangkan pada perhitungan harga pokok produksi dengan metode yang diterapkan Warung STMJ hanya memasukkan biaya overhead pabrik yang bersifat variabel saja. Dalam perhitungan harga jual menurut metode full costing adalah menambah mark up atau laba yang diharapkan Warung STMJ yaitu sebesar 15% pada biaya total. Pada penetapan harga jual dengan metode full costing semua biaya dirinci secara jelas, yaitu biaya produksi serta laba yang diharapkan dengan persentase mark up. Harga jual berdasarkan metode full costing menghasilkan harga yang lebih rendah dibandingkan harga jual yang diterapkan oleh Warung STMJ. Yang mana harga jual yang diperoleh dengan metode full costing adalah sebesar Rp 17. 022, sedangkan untuk harga jual yang diterapkan Warung STMJ adalah sebesar Rp 15. Harga jual saat ini yang ditetapkan oleh Warung STMJ belum memenuhi besaran laba yang diinginkan. JAPB : Volume 8 Nomor 2, 2025 Hasil penelitian dini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Eriswanto & Kartini, 2. , (Ismayanti & Arifin, 2. , (Bahri & Rahmawaty, 2. , (Purwanto & Watini, 2. dan (Faradela. Anggraini, & Noviantoro, 2. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa perhitungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing lebih tingi dibandingkan dengan metode perusahaan. PENUTUP Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian analisis penentuan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing pada Warung STMJ Burjo Kabupaten Tabalong pada tahun 2023, maka dapat diambil kesimpula sebagai berikut: Perhtungan harga pokok produksi dengan menggunakan metode full costing pada Warung STMJ Kabupaten Tabalong pada tahun 2023 adalah sebesar Rp 17. Dari perbandingan perhitungan harga pokok produksi menggunakan perhitungan yang dilakukan oleh Warung STMJ Kabupaten Tabalong dengan metode full costing, nilai harga pokok produksi yang dihasilkan memiliki perbedaan lebih tinggi yaitu selisih nilai harga pokok produksi dari kedua metode tersebut adalah sebesar Rp 3. Penetapan harga jual menggunakan metode full costing pada Warung STMJ yaitu sebesar Rp 022 sedangkan harga jual yang ditetapkan Warung STMJ adalah Rp 15. Saran Setelah melalukan penelitian dan pembahasan menggenai hasil penelitian pada Warung STMJ, maka saran yang diberikan oleh peneliti adalah sebagai berikut: Hasil penelitian ini diharapkan sebagai bahan masukan Bagi Warung STMJ untuk periode yang akan datang. Sebaiknya Warung STMJ Burjo mempertimbangkan untuk menerapkan metode full costing dalam menentukan harga pokok produksi yang dijadikan dasar sebagai penetapan harga jual. Hal ini dikarenakan pada ISSN : 2723-0937 DOI. 35722/japb Https://jurnal. id/index. php/JAPB dibebankan ke dalam perhitungan harga pokok produksi, sehingga penentuan harga pokok produski menjadi lebih sesuai dan akurat. Warung STMJ Burjo sebaiknya memasukan biaya penyusutan bangunan dan peralatan. dalam perhitungan harga pokok produksi. Hal ini disebabkan karena biaya tersebut merupakan biaya overhead pabrik tetap yang merupakan unsur biaya dalam menentukan harga pokok produksi. Harga jual suatu produk ditentukan dari harga pokok produksi, jika perhitungan harga pokok produksi tidak tepat, maka akan mempengaruhi penentuan harga jual produk yang tidak tepat juga. Kesalahan dalam menentukan harga pokok produksi suatu produk akan menghasilkan ketidakwajaran pada harga jual. Harga jual yang sangat tinggi akan mengakibatkan harga tidak bersaing di pasaran dan harga jual yang rendah akan merugikan perusahaan itu sendiri. Dalam penetapan harga jual, pemilik seharusnya juga mempertimbangkan untuk menetapkan harga jual dengan menggunakan metode full costing, dengan menentukan Penggunaan metode ini diharapkan agar pemilik dapat mengetahui harga jual yang dapat menutupi seluruh biaya yang dikeluarkan dalam memproduksi stmj. DAFTAR PUSTAKA