PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN MIND MAPPING BERBASIS OUTDOOR LEARNING DALAM PEMBELAJARAN MENULIS PUISI DEVELOPMENT OF A MIND MAPPING LEARNING MODEL BASED ON OUTDOOR LEARNING IN LEARNING TO WRITE POETRY Cahyaning Oktaviani SDN 2 Ngabeyan. Sidoharjo. Wonogiri. Jawa Tengah Email: cahyaningoktaviani@gmail. Diterima: 1 Februari 2024 Direvisi: 24 Mei 2024 Disetujui: 31 Mei 2024 ABSTRAK Pembelajaran menulis puisi seringkali dianggap sulit bagi siswa SD karena kurangnya motivasi, kemampuan mengembangkan ide, dan kosakata yang dimiliki oleh siswa. Peneliti melakukan pengembangan model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisi. Model pembelajaran AuMind Mapping berbasis Outdoor LearningAy dirancang untuk meningkatkan motivasi siswa dengan pembelajaran menulis puisi yang menyenangkan. Pengembangan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara model pembelajaran yang dilakukan di sekolah dasar dalam pembelajaran menulis puisi, melakukan analisis kebutuhan siswa dan guru dalam pembelajaran menulis puisi, menyusun rancangan produk panduan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning. Hasil uji efektivitas model pembelajaran melalui uji t menunjukkan menunjukkan thitung 4,038 dengan df 53. Nilai df 53 maka ttabel . ,05:. adalah 2,006. thitung > ttabel atau dengan melihat nilai probabilitas sebesar 0,000 . < 0,. maka H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara gain score antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai ukuran efek . ffect siz. diperoleh sebesar 0,62 yang berarti masuk dalam kategori large atau tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning dapat memberikan efek yang tinggi terhadap kemampuan menulis puisi pada siswa. Kata kunci: menulis puisi, model pembelajaran, motivasi belajar, sekolah dasar. ABSTRACT Learning to write poetry is often considered difficult for elementary school students because of the students' lack of motivation, ability to develop ideas and vocabulary. Researchers have developed a learning model that can improve students' ability to write poetry. Learning model AuMind Mapping based on Outdoor LearningAy designed to increase student motivation by learning to write fun poetry. The development of the Mind Mapping learning model based on Outdoor Learning was carried out by observing and interviewing learning models carried out in elementary schools in learning to write poetry, analyzing the needs of students and teachers in learning to write poetry, preparing product designs for learning model guides Mind Mapping based on Outdoor Learning. The results of testing the effectiveness of the learning model through the t-test show tcount 4,038 with df 53. The df value is 53 than ttable . ,05:. is 2,006. tcount > ttable or by looking at the probability value of 0,000 . < 0,. then H0 is rejected. This shows that there are significant differences between gain score between the experimental class and the control class. Effect size value . ffect siz. obtained amounted to 0,62 which means it falls into a category large or high. This shows that the Mind Mapping learning model based on Outdoor Learning can have a high effect on students' ability to write Keywords: writing poetry, learning models, learning motivation, elementary school. Pengembangan Model Pembelajaran Mind Mapping. Cahyaning Oktaviani PENDAHULUAN Pendidikan merupakan landasan utama dalam perkembangan kehidupan bangsa di tengah perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan, seni, dan budaya. Landasan utama yang akan menentukan kemajuan suatu Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu program pembangunan yang ditentukan oleh proses Pendidik harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan, bermakna, kreatif, dan Hamda . dalam penelitiannya mengatakan bahwa pendidikan inovatif dapat diadaptasi dari kondisi belajar yang Pembelajaran yang inovatif merupakan pembelajaran yang dibentuk oleh guru, atau instruktur lain yang suatu bentuk ide atau teknologi yang dipertimbangkan dapat memudahkan siswa dengan proses dan hasil belajar yang dicapai. Senada dengan hal. Wahyuningsari . mengungkapkan bahwa pembelajaran yang asyik dan menyenangkan merupakan salah satu strategi yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan setiap siswa. Harapannya siswa menikmati proses belajar yang dilaluinya sehingga mereka tidak frustrasi dan merasa gagal selama proses Sunarti . Mengajar merupakan kegiatan penyampaian informasi dan ilmu pengetahuan kepada siswa dalam proses Pembelajaran yang dilakukan haruslah menarik dan menyenangkan agar siswa tidak bosan. Selain itu juga, pembelajaran di desain semenarik mungkin agar hasil belajar siswa baik dan tujuan pembelajaran tercapai. Banyak metode pembelajaran kreatif yang dapat digunakan dalam pembelajaran, seperti experiential learning, storytelling, dan bermain peran. Dengan menggunakan metode yang kreatif dalam pembelajaran, maka suasana belajar akan lebih menyenangkan. Hasil studi awal dengan observasi dan wawancara yang dilakukan dengan guru di SD Negeri 1 Kebonagung Kecamatan Sidoharjo. SD Negeri 2 Duren Kecamatan Jatiroto, dan SD Negeri 2 Klunggen Kecamatan Slogohimo diketahui bahwa guru merasa kesulitan dalam membelajarkan materi menulis puisi pada siswa. Nilai yang didapat siswa belum seperti yang diharapkan. Hal tersebut menunjukkan bahwa kemampuan siswa dalam menulis puisi masih rendah. Hal ini juga diperkuat dengan keadaan sekolah tersebut belum pernah masuk peringkat 5 besar dalam kegiatan lomba puisi yang rutin Kegiatan pembelajaran menulis puisi yang dilakukan selama ini didominasi oleh guru, guru kurang menggunakan model pembelajaran yang Hasil observasi dan wawancara pada bulan November 2018 dengan siswa kelas IV di SD Negeri 1 Kebonagung. SD Negeri 2 Duren, dan SD Negeri 2 Klunggen menunjukkan bahwa pada umumnya siswa penjelasan guru kemudian siswa diminta untuk menyelesaiakan soal yang diberikan oleh guru. Guru sesekali memberikan tugas kelompok, tetapi kegiatan kelompok kurang maksimal karena hanya siswa yang aktif yang terlibat dalam kegiatan diskusi. Menulis puisi bukan hal yang mudah bagi siswa. Wakhyudi . menjelaskan seorang siswa dikatakan mampu menulis puisi ketika menulis puisi dengan memilih pilihan kata yang tepat dan sajak yang menarik. Namun, kenyataannya masih banyak siswa yang kesulitan menulis Berbagai penyebab yang mempengaruhi kemampuan menulis puisi pada siswa antara lain kurangnya motivasi dalam menulis puisi, mengembangkan ide, dan kurangnya kosakata yang dimiliki oleh siswa. Hal yang serupa juga disampaikan oleh Rahayu . bahwa tidak semua siswa memiliki minat yang besar dalam belajar menulis puisi atau tulisan itu Faktor yang mempengaruhi proses belajar menulis puisi selain minat siswa, juga proses belajar itu sendiri. Proses pembelajaran yang menyenangkan akan membuat siswa nyaman selama proses berlangsung, sehingga mereka dapat mengekspresikan ide dan Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 1 Ae Juni 2024 pemikiran penulisan puisi. Salah satu cara membuat pembelajaran menjadi menyenangkan dengan menerapkan model pembelajaran yang tepat. Pemilihan model pembelajaran yang tepat diharapkan dapat kemampuan siswa, khususnya pada materi menulis puisi. Pengaruh kreativitas dalam menulis puisi sangat besar. Kreativitas merupakan salah satu hal yang harus Kemampuan mempengaruhi ide, proses, dan hasil dalam kegiatan menulis puisi. Sudarma . menyebutkan ada manusia yang muncul sebagai pribadi yang kreatif, dan ada yang kurang kreatif. Pribadi yang kreatif adalah individu yang mampu mengaktifkan potensi kreativitasnya. Proses mengaktifkan kreativitas dapat terjadi karena adanya rangsangan lingkungan atau karena adanya proses pembelajaran. Sementara mereka yang kurang mendapatkan lingkungan yang kurang menantang maka potensi kreativitasnya tidak berkembang secara Permasalahan rendahnya kemampuan Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengembangkan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning agar imajinasi dan kemampuan siswa dalam menulis puisi dapat berkembang maksimal LANDASAN TEORI Menelaah dan memeriksa butir soal adalah tanggung jawab utama bagi setiap Sudah pasti guru harus mampu memberikan laporan kepada sekolah atau siswa mengenai tingkat penguasaan dan kemampuan mereka terhadap materi dan keterampilan dalam mata pelajaran yang telah Aplikasi Anatest adalah alat evaluasi yang dapat dimanfaatkan oleh guru untuk mencapai tujuan pembelajaran. Anatest adalah program aplikasi computer yang dirancang untuk menganalisis item kuesioner. Program ini sangat khususnya bagi guru yang menjadi pemerhati evaluasi Menggunakan Anatest, proses analisis ujian menjadi lebih efisien, cepat, dan tepat. Anatest memiliki fitur-fitur berikut: . perhitungan skor . aik asli maupun yang telah dibobo. , . pengukuran reliabilitas ujian, . pengelompokkan subjek ke dalam kategori unggul atau rendah, . penghitungan daya pembeda, . penghitungan tingkat kesulitan, . perhitungan korelasi antara skor pertanyaan individu dengan total skor, dan . identifikasi kualitas pilihan jawaban yang Zahir . Keterampilan guru dalam menyusun tes dan menganalisis tes Hal ini diperkuat dengan adanya pengenalan aplikasi . erangkat luna. Anatest 5 yang merupakan aplikasi analisis Guru terampil menggunakan software tersebut sehingga proses analisis tes berlangsung lebih cepat dan lebih akurat. Berdasarkan disimpulkan bahwa aplikasi anatest versi 5 sangat membantu dalam menganalisis Ristiliana pengabdiannya berfokus pada pemanfaatan Anatest versi 4. Lebih lanjut. Ristiliana memberikan informasi, pengetahuan dan efektivitas penggunaan anatest memvalidasi instrumen tes sebagai penunjang pelaksanaan evaluasi pembelajaran di Tujuan pengajaran termuat dalam model pembelajaran sesuai dengan pendapat Hosnan . bahwa model pembelajaran yang sistematis tentang pola belajar untuk mencapai tujuan belajar serta sebagai pedoman bagi pengajar dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas pembelajaran. Model pembelajaran disusun dengan langkahlangkah yang sistematis untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditentukan. Syam . menjelaskan model pembelajaran Mind Mapping adalah model yang dirancang untuk membantu siswa dalam proses belajar, menyiapkan informasi berupa materi pelajaran yang diterima oleh siswa pada saat pembelajaran, dan membantu siswa menyusun inti-inti yang penting dari materi pelajaran ke dalam bentuk peta, grafik maupun penggunaan simbol sehingga siswa lebih muda menginat pembelajaran tersebut. Pengembangan Model Pembelajaran Mind Mapping. Cahyaning Oktaviani Kustian . dalam penelitiannya menghasilkan kesimpulan bahwa penerapan metode mind mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian itu kemudian diperkuat oleh Ananda . yang mengatakan bahwa penggunaan metode Mind Mapping dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif. Berdasarkan pendapat tersebut dapat dikatakan bahwa metode mind map merupakan metode pembelajaran yang cukup efektif dalam mencapai tujuan pembelajaran. Hal yang sama juga disampaikan oleh Septian . di dalam hasil penelitiannya yang menunjukkan bahwa penggunaan mind mapping yang optimal dapat membantu guru dalam mencapai tujuan pembelajaran yang terkait dengan meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa. Hal yang sama juga diungkapkan oleh Masriani . melalui kajian literasinya yang mengatakan bahwa pengembangan bahan ajar tematik terpadu menggunakan metode mind mapping di Kelas V Sekolah Dasar dinyatakan valid, praktis, dan efektif. Yildirim . menjelaskan Outdoor Learning adalah model pembelajaran yang menyediakan lingkungan belajar yang dapat meningkatkan pengembangan dan memotivasi siswa dalam belajar. Belajar di luar ruangan membuat siswa lebih bersemangat. Hal yang sama juga disampaikan Nugroho . bahwa Outdoor Learning memfasilitasi siswa untuk berinteraksi dengan lingkungan mengeksplorasi pengetahuan secara mandiri atau dalam kelompok. Rohim . menambahkan pengetahuan yang diperoleh dengan memiliki pengalaman diri akan lebih tertanam dalam ingatan siswa. Kegiatan belajar tidak harus dilakukan di dalam kelas. Belajar juga bisa dilakukan di alam liar, ketika siswa bosan di dalam. Kebosanan dapat memengaruhi motivasi belajar siswa. Suasana luar ruang dapat membuat pikiran siswa lebih Joyce & Weil dalam Sumantri . menyebutkan bahwa model pembelajaran memiliki lima unsur dasar, yakni: sintaks, sistem sosial, prinsip reaksi, sistem pendukung, dampak instruksional serta dampak pengiring. Salah satu langkah yang dilakukan dalam mengembangkan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning dalam pembelajaran menulis puisi adalah menyusun pembelajaran dengan memperhatikan unsur-unsur model pembelajaran, yaitu sintaks. Menulis puisi merupakan salah satu materi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Slamet . menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum menulis puisi, yaitu bekal sebelum menulis puisi, kemauan, kreativitas, kerja keras, cerdas, tuntas, dan Try . masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam menulis puisi. Hal ini disebabkan karena kurangnya kreativitas dalam proses kegiatan pembelajaran. Adanya media, siswa akan tertarik untuk mengikuti meningkatkan keaktifan siswa, meningkatkan motivasi belajar siswa, meningkatkan semangat siswa dalam menulis puisi dan kreativitas dan imajinasi siswa. Yulmainar . penggunaan peta konsep dapat memberikan peningkatan kemampuan menulis karangan deskripsi bagi siswa sekolah dasar, meliputi tahap prapenulisan, penulisan, dan pascapenulisan. Berdasarkan kedua pendapat tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan mind mapping dalam kegiatan pembelajaran terbukti mampu meningkatkan pemamahan Selain itu juga dapat meningkatkan motivasi belajar, kreativitas, dan pengalaman belajar yang menyenangkan bagi mereka. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan atau Research & Development (R&D). Penelitian pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut oleh Sugiyono . Produk dalam penelitian ini adalah panduan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning pada pembelajaran menulis puisi untuk kelas IV sekolah dasar. Peneliti langkahlangkah penelitian Sukmadinata . yang secara garis besar penelitian pengembangan melalui tiga tahapan. Pertama, studi pendahuluan yaitu mengkaji teori dan Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 1 Ae Juni 2024 mengamati produk yang a da. Kedua, melakukan pengembangan produk atau program kegiatan baru. KetigaA menguji atau memvalidasi produk atau program kegiatan Kegiatan dalam langkah-langkah beberapa uji coba, dengan sampel terbatas dan sampel luas. Pengujian produk dilakukan dengan melakukan eksperimen. Studi pendahuluan, dibagi menjadi dua tempat, . studi pustaka tentang konsepkonsep dan teori yang mendukung dilakukan di berbagai berbagai perpustakaan dan toko buku, dan . dilakukan di tiga Sekolah Dasar di Kabupaten Wonogiri yaitu SD Negeri 1 Kebonagung Kecamatan Sidoharjo. SD Negeri 2 Duren Kecamatan Jatiroto, dan SD Negeri 2 Klunggen Kecamatan Slogohimo. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data pada penelitian pengembangan ini adalah guru dan siswa kelas IV di SD Negeri Kabupaten Wonogiri. Pengumpulan data pada penelitian ini dengan wawancara, observasi, dan analisis dokumen. Instrumen yang digunakan pada tahap ini lembar observasi dan pedoman wawancara. Pertanggungjawaban validitas data pada tahap studi pendahuluan diperoleh Triangulasi digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah triangulasi sumber dan triangulasi Triangulasi sumber datanya berasal dari siswa, guru, dan dokumen. Triangulasi teknik datanya berasal dari hasil observasi, wawancara, dan dokumen. Triangulasi teknik menurut Sugiyono . untuk menguji kredibilitas data dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama. Teknik analisis data pada tahap ini menggunakan model analisis interaktif dengan langkah-langkah seperti yang dikemukakan oleh Milles dan Huberman dalam Sugiono . yaitu data yang telah diperoleh kemudian dipilih dan digolongkan sesuai dengan kriterianya . eduksi dat. , selanjutnya data disajikan dalam bentuk grafis, bagan, atau tabel . enyajian dat. , dan data yang telah direduksi dan disajikan, dapat ditarik . enarikan Luaran penelitian pada tahap ini yaitu pembelajaran menulis puisi saat ini. Hasil analisis ini selanjutnya dipergunakan menjadi dasar penyusunan draft awal model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning. Tahap pengembangan, bertujuan untuk mengembangkan produk yang berupa model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning pada pembelajaran menulis Mekanisme pengembangan model sebagai berikut: . menyusun draft . memvalidasi draft model pembelajaran oleh pakar dan praktisi, . merevisi produk sesuai masukan pakar dan praktisi, . melakukan uji coba terbatas draft, . melakukan monitoring dan revisi berdasarkan hasil uji coba terbatas, . melakukan uji coba luas draft, . merevisi draft akhir model pembelajaran berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi. Validasi pakar/ahli dilakukan oleh ahli kurikulum, ahli materi, dan praktisi. Pelaksanaan dilakukan di kelas IV SD Negeri 3 Keloran Kecamatan Selogiri dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data serta informasi yang dikumpulkan pada uji terbatas ini berupa data Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan tes. Instrumen yang digunakan berupa . lembar panduan observasi, . lembar panduan wawancara, dan . soal tes. Uji validitas instrumen koefisien korelasi momen produk dari Karl Pearson. Uji reliabilitas digunakan untuk mereduksi ada atau tidaknya instrumen yang sesuai dan yang tidak sesuai. Taraf signifikansi yang digunakan adalah 0,05. Reliabilitas tes dihitung dengan rumus CronbachAos alpha. Teknik analisis data pada uji terbatas dengan menggunakan analisis kualitatif Luaran pada tahap uji coba terbatas pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning yang telah direvisi berdasarkan temuan lapangan, masukan, dan saran dari guru, peningkatan kemampuan menulis puisi siswa, serta pertimbangan Uji coba luas dilaksanakan di dua Subjek pada uji coba luas adalah siswa kelas IV SD Negeri 2 Klunggen Kecamatan Slogohimo, dan SD Negeri 1 Pengembangan Model Pembelajaran Mind Mapping. Cahyaning Oktaviani Kebonagung Kecamatan Sidoharjo. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling karena kedua sekolah tersebut dipilih berdasarkan kesetaraan akreditasi dan nilai UN. Penelitian menggunakan pendekatan Uji coba luas merupakan uji coba yang melibatkan lebih banyak subjek penelitian dibandingkan pada uji terbatas. Desain uji coba pada uji coba lebih luas menggunakan desain one group pretestposttest design. Sugiyono . menjelaskan bahwa one group pretest-posttest merupakan salah satu desain yang dilakukan pada kelompok tunggal. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, dan tes. Instrumen pengumpulan data berupa . lembar panduan observasi, . lembar panduan wawancara, dan . soal tes. Teknik validitas data dalam tahap ini menggunakan triangulasi sumber. Khusus analisis butir soal, berbantuan aplikasi anates versi 4 untuk menguji reliabilitas tes. Adapun langkah-langkahnya yakni, pertama menginstal aplikasi dan menjalankannya. Kedua, memasukkan data dengan cara mengklik buat file baru. Ketiga. Jika sudah terisi jumlah subjek, jumlah butir soal, dan jumlah pilihan maka bisa dilanjutkan langkah Keempat, penyekoran, peneliti memilih salah satu smenu yang dibutuhkan dalam penelitian. Setelah selesai, maka instrumen soal yang Analisis data dilakukan pada nilai pretest dan posttest siswa. Teknik analisis data yang digunakan pada uji coba lebih luas adalah menggunakan uji-t non independent. Data nilai pretest dan posttest siswa pada uji luas ini dianalisis dengan bantuan SPSS 16. Langkah-langkah pengujian menurut Sulistyo . sebagai berikut . Data hasil pretest dan posttest dimasukkan ke SPSS, . Klik Analyze C Compare Means C Paired Sample T-Test, . Masukkan variabel pretest dan posttest bersama-sama pada paired variabel, dan . Klik ok. Luaran pada tahap uji coba lebih luas adalah prototipe yang telah ditetapkan menjadi model pembelajaran Mind Mapping berbasis Ourdoor Learning untuk siswa kelas IV sekolah dasar negeri. Proses penentapan prototipe model pembelajaran menjadi produk final pada tahap ini tetap melibatkan penilaian dan pertimbangan pakar. Tahap pengujian, tahap ini untuk menguji keefektifan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning. Penelitian pada tahap ketiga ini menggunakan Metode eksperimen menurut Sukmadinata . merupakan sebuah skema penelitian yang digunakan untuk menguji keefektifan dari produk yang Pelaksanaan pengujian digunakan dua kelompok sampel, yaitu eksperimen dan Kelompok eksperimen diberikan perlakuan pembelajaran dengan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning dan kelompok kontrol diberi perlakuan dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru kelas IV. Siswa diberikan soal pretest dan posttest. Hasil perbedaan hasil kemampuan menulis puisi pada kelompok eksperimen dan kelompok Teknik pengambilan sampel yang digunakan pada teknik pengujian sama seperti yang digunakan pada studi pendahuluan dan uji coba luas yaitu purposive random sampling diberlakukan pada sekolah dasar negeri yang menggunakan kurikulum 2013 di dua wilayah kecamatan Kabupaten Wonogiri. Sampel yang digunakan pada uji keefektifan produk adalah SD Negeri 1 Duren Kecamatan Jatiroto sebagai kelas eksperimen dan SD Negeri 1 Tirtomoyo Kecamatan Tirtomoyo sebagai kelas kontrol. Desain penelitian yang digunakan adalah the Matching Only Pretest-Posttest Control Group Design Sukmadinata . Desain penelitian dalam penelitian ini disajikan dalam tabel berikut. Tabel 1. Desain Penelitian Pretestt-Posttestt Control Group Design Kelompok Pre Perlakuan Post Eksperimen Kontrol Data yang digunakan dalam tahap ini adalah kuantitatif. Data kuantitatif bersumber Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 1 Ae Juni 2024 dari nilai hasil pretest dan posttest. Teknik wawancara dan tes. Instrumen yang digunakan yaitu menggunakan pedoman wawancara dan soal tes. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji t. Uji-t dilaksanakan dengan menggunakan pretest dan posttest. Nilai pretest diperoleh sebelum model pembelajaran digunakan. Nilai posttest diperoleh setelah model pembelajaran Analisis data dalam penelitian ini menggunakan software SPSS versi 16. Analisis yang lakukan meliputi uji normalitas, uji homogenitas, uji keseimbangan, uji keefektifan, dan uji ukuran efek . ffect siz. Uji normalitas untuk mengetahui persebaran data dalam kurva dengan data Liliefors pada kolom Kolmogorov-Smirnov dengan kriteria pengambilan keputusan dan penarikan simpulan diambil pada taraf signifikansi 5%. Uji homogenitas adalah uji untuk mengetahui variansi dari sejumlah populasi sama atau tidak. Uji homogenitas dilakukan dengan menggunakan uji LeveneAos dengan bantuan SPSS Tes mengasumsikan bahwa sampel uji yang berbeda berasal dari populasi yang sama meskipun mean yang berbeda. Pengambilan keputusan dan penarikan simpulan terhadap uji hipotesis dilakukan denga taraf signifikansi 5%. Jika nilai signifikansi di atas 0,05 maka dapat dikatakan hasilnya homogen. Apabila nilai signifikansinya di bawah 0,05 maka dapat dikatakan data tersebut tidak homogen Priyatno . Uji prasyarat analisis data adalah dependen kelompok yang ditentukan oleh kategori suatu variabel independen. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya Uji keseimbangan dilakukan menggunakan uji Independent Sample T Test. Uji keefektifan dalam penelitian pengembangan ini menggunakan uji t. Statistik uji yang digunakan untuk uji hipotesis dengan independent sample t-test. Perhitungan uji keefektifan dilakukan dengan software SPSS versi 16. Pengujian menggunakan uji t ini diketahui perbedaan rata-rata nilai sampel di kelas eksperimen yang dibandingkan dengan rata-rata nilai sampel di kelas kontrol. Pengambilan keputusan dilakukan jika t tabel O thitung Ottabel, maka H0 diterima, artinya kemampuan menulis puisi siswa pada kelas eksperimen tidak lebih baik daripada kelas kontrol. Jika thitung < Aettabel atau thitung > ttabel, maka H0 ditolak, artinya kemampuan menulis puisi pada siswa kelas eksperimen lebih baik Pengambilan keputusan juga dapat dilihat berdasarkan nilai H0 diterima jika signifikansi > 0,05 dan H0 ditolak jika signifikansi < 0,05 Priyatno . Santoso bahwa ukuran efek . ffect siz. adalah ukuran mengenai besarnya perbedaan atau efek dari suatu variabel terhadap variabel lain. Uji ukuran efek . ffect siz. digunakan untuk mengetahui informasi lebih lanjut terhadap efek penggunaan produk yang dikembangkan terhadap kemampuan menulis puisi pada Pengukuran effect size . dilakukan dengan menggunakan rumus CohenAos. Luaran pengujian model ini adalah berupa buku panduan yang berisi sintaks model pembelajaran yang dikembangkan yang sudah teruji keefektifannya dan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning dalam pembelajaran menulis puisi yang teruji HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pada tahap studi pendahuluan, peneliti mengidentifikasi dan menganalisis kegiatan pembelajaran di kelas IV Sekolah Dasar di Kabupaten Wonogiri. Peneliti memfokuskan kepada analisis keberjalanan dan kebutuhan siswa dalam pembelajaran. Hasil analisis ini digunakan untuk keperluan penelitian pengembangan. Kegiatan analisis diawali dengan melakukan observasi pada kegiatan pembelajaran di kelas IV, kemudian melakukan wawancara mendalam dengan guru dan beberapa siswa, serta melakukan dokumen-dokumen digunakan, seperti silabus. RPP. LKPD, dan buku ajar. Hasil observasi yang dilakukan di kelas diperoleh data bahwa selama ini pembelajaran di kelas berjalan kurang Pengembangan Model Pembelajaran Mind Mapping. Cahyaning Oktaviani interaktif karena guru hanya berperan sebagai penyampai materi pembelajaran. Beberapa guru tidak menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan materi pembelajaran. Guru cenderung hanya memberikan ceramah sesuai dengan materi pembelajaran melalui buku yang disediakan pemerintah. Model pembelajaran yang dilakukan hanya sebatas apa yang termuat dalam panduan buku guru. Siswa belajar hanya mendengarkan penjelasan guru dan mengerjakan soal evaluasi. Langkah yang dilakukan setelah melakukan identifikasi dan mengetahui permasalahan pada pembelajaran tematik di Sekolah Dasar mengembangkan produk pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning dalam pembelajaran menjawabpermasalahan yang ada di lapangan sehingga dapat menjawab kebutuhan di Menindaklanjuti hasil tahap studi pendahuluan, maka ditentukan perencanaan produk yang akan dikembangkan dan spesifikasinya, kemudian kajian tersebut perencanaan pembuatan produk yang dimulai dengan penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang meliputi penentuan Kompetensi Dasar (KD), indikator, pemilihan metode, dan media pembelajaran, serta penyusunan lembar penilaian siswa. Langkah yang dilakukan setelah perancangan produk adalah validasi produk. Tahap validasi produk melibatkan 2 ahli pendidikan, 2 ahli materi, dan 2 praktisi. Hasil pembelajaran sesuai dan layak digunakan. Instrumen utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah butir soal uraian. Uji instrumen dilakukan guna mengukur validitas dan reliabilitas soal yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam menulis puisi. Validasi yang digunakan adalah validasi isi menggunakan koefisien korelasi momen produk dari Karl Pearson. Tabel 2. Hasil validasi butir soal Nomor Soal Koefisien Korelasi 0,7259 0,7884 t hitung 2,5849 3,1388 t table Keterangan 1,9432 1,9432 Tabel di atas menunjukkan kedua butir soal dinyatakan valid karena nilai t hitung lebih besar dibandingkan dengan nilai t table. Reliabilitas tes dihitung dengan rumus CronbachAos alpha dengan bantuan aplikasi Anatest versi 4. 5 Analisis reliabilitas menggunakan aplikasi Anatest versi 4. 5 soal adalah 0,75 sehingga dapat disimpulkan bahwa instrumen soal dapat Tingkat kesukaran pada butir soal diketahui dengan bantuan aplikasi Anatest Versi 4. Data hasil hitung tingkat kesukaran soal terhadap 2 butir soal uraian yang telah valid adalah sebagai berikut : Tabel 3. Analisis Tingkat Kesukaran Soal Nomor Item Soal Hasil Uji Tingkat Kesukaran 0,5625 0,4583 Kriteria Sedang Sedang Uji daya beda dilakukan untuk berkemampuan tinggi dengan siswa yang berkemampuan rendah. Hasil perhitungan daya beda yang dibantu dengan aplikasi Anatest Versi 4. Hasil uji menunjukkan daya beda yang cukup. Uji coba terbatas dilakukan pada 25 siswa kelas IV di SD Negeri 3 Keloran Kecamatan Selogiri. Hasil uji terbatas menunjukkan kinerja guru mendapatkan skor total 84 dari skor maksimal 100 sehingga masuk kategori kinerja AuSangat BaikAy. Hasil observasi aktivitas siswa masuk dalam kategori sangat aktif dengan skor 81. Hasil observasi dan wawancara pada uji coba terbatas, masih ada bagian-bagian yang harus diperbaiki oleh peneliti. Tahap uji coba luas dilakukan di SD Negeri 2 Klunggen Kecamatan Slogohimo dengan 27 siswa dan SD Negeri 1 Kebonagung Kecamatan Sidoharjo dengan 26 Hasil uji coba luas di SD Negeri 2 Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 1 Ae Juni 2024 Klunggen menunjukkan kinerja guru masuk kategori sangat baik dengan skor 83 dari skor maksimal 100, dan aktivitas siswa masuk kategori sangat aktif dengan skor 84. Hasil uji coba luas di SD Negeri 1 Kebonagung menunjukkan kinerja guru masuk kategori sangat baik dengan skor 83 dari skor maksimal 100, dan aktivitas siswa masuk kategori sangat aktif dengan skor 81. Uji coba luas di SD Negeri 2 Klunggen Kecamatan Slogohimo dan SD Negeri 1 Kebonagung Kecamatan Sidoharjo juga melakukan penilaian kemampuan menulis puisi dengan pretest dan posttest untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menulis puisi sebelum dan setelah pembelajaran yang dikembangkan. Hasil pretest dan posttest dapat dilihat pada diagram berikut: Diagram 1. Nilai Distribusi Frekuensi Pretest Diagram di atas menunjukkan siswa yang memperoleh nilai 21 Ae 28 sebanyak 1 anak, siswa yang memperoleh nilai 37 Ae 44 sebanyak 6 anak, siswa yang memperoleh nilai 45 Ae 52 sebanyak 13 anak, siswa yang memperoleh nilai 53 Ae 60 sebanyak 9 anak, siswa yang memperoleh nilai 61 Ae 68 sebanyak 14 anak, dan siswa yang memperoleh nilai 69 Ae 76 sebanyak 10 anak Diagram 2. Nilai Distribusi Frekuensi Posttest Tabel di atas menunjukkan siswa yang memperoleh nilai 42 Ae 49 sebanyak 1 anak, siswa yang memperoleh nilai 58 Ae 65 sebanyak 6 anak, siswa yang memperoleh nilai 66 Ae 73 sebanyak 11 anak, siswa yang memperoleh nilai 74 Ae 81 sebanyak 12 anak, siswa yang memperoleh nilai 82 Ae 89 sebanyak 14 anak, dan siswa yang memperoleh nilai 90 Ae 97 sebanyak 9 anak. Hasil analisis data tahap uji coba luas mengenai pengaruh model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning dalam pembelajaran menulis puisi dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel 4. Hasil Analisis Data Pretest dan Posttest Jenis Uji Hasil Keputusan Uji t-non Thitung= -74,877 df = 52 0= 0,000 H0 ditolak Perhitungan tersebut diperoleh 74,877 > 1,982 . hitung > ttabe. maka dapat disimpulkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima atau terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis puisi sebelum dan sesudah menggunakan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning yang Tahap ketiga penelitian ini adalah uji keefektifan yang merupakan kelanjutan dari kedua tahap penelitian sebelumnya. Tahap pertama dan kedua bertujuan untuk menganalisis dan menilai kualitas prototype panduan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning, maka pada tahap ketiga ini bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kefektifan panduan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning bagi siswa kelas IV sekolah dasar dibandingkan dengan model pembelajaran yang biasa telah dilakukan oleh Uji keefektifan dilaksanakan di dua sekolah dasar di Kabupaten Wonogiri yang bertindak sebagai kelas kontrol dan kelas SD Negeri 1 Duren Kecamatan Jatiroto sebagai kelas eksperimen. Jumlah siswa pada kelas eksperimen adalah 28 siswa. SD Negeri 1 Tirtomoyo Kecamatan Tirtomoto. Jumlah siswa pada kelas kontrol adalah 27 siswa. Pengembangan Model Pembelajaran Mind Mapping. Cahyaning Oktaviani Tabel 5 Peningkatan Nilai Kelas Eksperimen dan Kelas Kontrol Nilai Rata-Rata Peningkatan Kelas Pretest Posttest 75,74 Eksperimen 54,46 53,55 67,44 Kontrol Data pretest dan posttest diketahui bahwa pembelajaran menggunakan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning dalam pembelajaran menulis puisi memberikan hasil yang lebih Berikut gambar penerapan model Gambar 1. Penerapan model pembelajaan mind mapping berbasis outdoor learning Uji normalitas pada kelas eksperimen signifikansi 0,207 dan kelas kontrol 0,311, signifikansi lebih besar dari 0,05 sehingga H0 diterima, data dikatakan normal. Pada uji homogenitas sig. 0,425 lebih besar dari 0,05 sehingga H0 diterima, keputusannya data dianggap homogen. Pada uji independent sample t-test diketahui t hitung 0,303 dengan df 53 maka ttabel 2,006. T hitung . < t tabel . atau melihat probabilitas sebesar 0,763 . > 0,. maka H0 diterima yang berarti tidak ada perbedaan nilai pretest antara kelas eksperimen dan kontrol, kelas eksperimen dan kontrol dalam keadaan Data gain score kelas kontrol dan kelas eksperimen kemudian dianalisis dengan melakukan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji lanjutan. Jika data berdistribusi normal dan homogen maka uji hipotesis komparatif menggunakan statistic parametric yaitu dengan melakukan uji t tetapi apabila data tidak berdistribusi normal maupun homogen maka digunakan statistic non parametric yaitu dengan cara mengujinya dengan UMann Whitney Test. Uji normalitas gain score kelas eksperimen dan kelas kontrol dilakukan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov, sementara uji homogenitas menggunakan uji Lavene Test. Normalitas data yang diuji dengan Kolmogorov Smirnov, signifikansi sebesar 0,200 untuk kelas eksperimen dan 0,112 untuk kelas kontrol. Perolehan menunjukkan bahwa H0 diterima karena taraf signifikansi lebih besar dari 0,05 sehingga disimpulkan bahawa data gain score kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi Homogenitas data gain score kelas eksperimen dan kelas kontrol yang diuji dengan LeveneAos test menghasilkan nilai taraf signifikansi sebesar 0,208. Perolehan nilai taraf signifikansi tersebut menunjukkan H0 diterima karena besar taraf signifikansinya lebih besar dari 0,05, sehingga disimpulkan bahwa data gain score kelas eksperimen dan kontrol berasal dari populasia yang homogen. Uji lanjut melalui uji Independent Sample T-Test dilakukan setelah gain score kelas eksperimen dan kelas kontrol diketahui berdistribusi normal dan homogen. Uji ini dilakukan untuk membuktikan apakah ada perbedaan rerata anata dua sampel yang independen yang dibandingkan untuk melihat perbedaan setelah sampel tersebut diberi perlakuan yang berbeda. Pada kelas eksperimen diberikan treatment dengan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning, sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran langsung yang biasa digunakan oleh guru. Analisis data hasil uji Independent Sample T-Test dapat dilihat pada tabel berikut. Tabel 6. Analisis Hasil Uji Independent Sample TTest Pengujian Hasil Keputusan H0 ditolak Gain Score 4,038 df = 53 Sig. = 0,000 dan kontrol Tabel di atas menunjukkan t hitung 4,038 dengan Nilai df 53 maka t tabel . ,05:. adalah 2,006. thitung > ttabel atau dengan melihat nilai probabilitas sebesar 0,000 . < 0,. maka H0 Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara gain score antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Uji ukuran efek dilakukan setelah dilakukan uji beda dengan Independent Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 1 Ae Juni 2024 Sample t-test untuk mengetahui besaran efek yang diperoleh dari penerapan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning terhadap kemampuan menulis puisi siswa. Nilai ukuran efek . ffect siz. diperoleh sebesar 0,62 yang berarti masuk dalam kategori large atau tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning dapat memberikan efek yang tinggi terhadap kemampuan menulis puisi pada siswa. Tujuan pembahasan hasil penelitian adalah untuk menjawab rumusan masalah berdasarkan fakta empirik temuan penelitian. Bertolak pada rumusan masalah pada penelitian ini, maka uraian pembahasan meliputi: . kondisi pembelajaran menulis puisi yang saat ini diterapkan. kebutuhan pendidik dan siswa dalam pembelajaran menulis puisi. pengembangan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning. keefektifan penggunaan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning. Kondisi pembelajaran menulis puisi yang saat ini diterapkan. Hasi observasi kegiatan pembelajaran muatan pembelajaran Bahasa Indonesia didukung dengan hasil wawancara yang dilakukan dengan guru dan Wawancara dengan guru dan siswa menghasilkan kesimpulan pembelajaran yang dilakukan masih jarang menggunakan model pembelajaran yang inovatif, metode ceramah dan tanya jawab berperan penting dalam kegiatan pembelajaran. Siswa belum terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran, masih sebatas pendengar. Pembelajaran berlangsung tenang di dalam ruangan. Hal ini hampir sama dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Winarni dkk . bahwa kegiatan pembelajaran dengan model pembelajaran langsung jika tidak dikombinasikan dengan metode yang tepat menghadapi beberapa kendala, yaitu . peserta didi kurang fokus dengan apa yang disampaikan oleh guru, . siswa tidak aktif dalam kegiatan kelompok, dan . kegiatan kelompok didominasi oleh siswa yang berkemampuan tinggi. Kebutuhan guru dan siswa dalam pembelajaran menulis puisi, hasil temuan penelitian melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dapat disintesiskan bahwa kemampuan menulis puisi di kelas IV sekolah dasar di Kabupaten Wonogiri masih rendah karena siswa belum dapat mengembangkan kreativitas dan imajinasinya. Hal ini disebabkan pembelajaran yang dilakukan belum dapat menumbuhkan motivasi siswa dalam menulis puisi. Kurangnya motivasi dalam menulis puisi disebabkan pembelajaran yang diterapkan belum sesuai. Hasil wawancara dengan guru juga menunjukkan bahwa guru membutuhkan model pembelajaran yang inovatif untuk mendukung guru dalam membelajarkan materi menulis puisi agar dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Siswa juga mengharapkan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan dan tidak membosankan. Upaya mengatasi permasalahan yang telah dijelaskan di atas, diperlukan pengembangan model pembelajaran sebagai terobosan inovatif yang dapat menambah solusi permasalahan pembelajaran. Adanya tambahan model pembelajaran pengetahuan guru mengenai model-model pembelajaran semakin luas. Pengembangan model pembelajaran mind mapping berbasis outdoor learning langkah-langkah validasi, revisi produk, uji instrument, uji terbatas, dan uji luas. Keefektifan pembelajaran mind mapping berbasis outdoor learning. Uji keseimbangan dilakukan sebelum melakukan uji keefektifan. Hasil uji yang dilakukan di SD Negeri 2 Duren sebagai kelas eksperimen dan SD Negeri 1 Tirtomoyo diawali dengan menguji normalitas dan homogenitas data nilai yang didapat. Data nilai yang diperoleh dianggap normal dan melakukan uji keseimbangan. Hasil uji keseimbangan menunjukkan bahwa data dianggap seimbang, berarti tidak ada perbedaan nilai pretest antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data yang diperoleh dianggap seimbang maka dapat dilanjutkan dengan melakukan uji Uji keefektifan diawali dengan menguji normalitas dan homogenitas data gain score. Hasil uji normalitas data yang Kolmogorov Smirnov menunjukkan gain score kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Homogenitas data gain score kelas Pengembangan Model Pembelajaran Mind Mapping. Cahyaning Oktaviani eksperimen dan kelas kontrol yang diuji dengan LeveneAos test menunjukkan data gain score kelas eksperimen dan kontrol berasal dari populasi yang homogen. Data gain score kelas eksperimen dan kelas kontrol diketahui selanjutkan dilakukan uji lanjut yaitu uji keefektifan dilakukan dengan Independent Sample T-test. Uji ini dilakukan untuk membuktikan apakah ada perbedaan rerata dua sampel yang independen dibandingkan untuk melihat perbedaan setelah sampel tersebut diberikan perlakuan yang berbeda. Pada kelas eksperimen diberikan perlakuan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning, sedangkan kelas kontrol menggunakan model pembelajaran langsung yang biasa dilakukan guru. Hasil uji keefektifan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara gain score antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai ukuran efek . ffect siz. diperoleh masuk dalam kategori large atau tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning dapat memberikan efek yang tinggi terhadap kemampuan menulis puisi pada siswa. Perbedaan kemampuan siswa dalam menulis puisi antara kelas eksperimen dan kelas kontrol dilihat dari nilai posttest dikembangkan dalam penelitian ini yakni model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning memberikan pengaruh terhadap kemampuan menulis puisi siswa. Model pembelajaran ini dapat memberikan kontribusi positif dalam pembelajaran menulis puisi. Kontribusi tersebut dapat digunakan sebagai alternatif atau variasi dapat mengembangkan imajinasi dan meningkatkan kemampuan siswa dalam menulis puisiA. Pembelajaran menulis puisi merupakan kegiatan pembelajaran produktif dan kreatif, sehingga dalam pembelajarannya harus tercipta suasana yang kondusif, efektif, dan Hal ini diperkuat oleh penelitian Saputro et al . yang menunjukkan penerapan model pembelajaran Mind Mapping dapat meningkatkan hasil belajar siswa terbukti dengan meningkatnya rata-rata aspek afektif, aspek kognitif, dan aspek psikomotor. Hasil penelitian Karmila . juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa dengan penerapan model pembelajaran Outdoor Learning dalam KESIMPULAN Model diimplementasikan di sekolah dasar saat ini perlu dikembangkan karena dengan model pembelajaran yang selama ini dilakukan belum dapat mengoptimalkan kemampuan menulis puisi siswa. Analisis kebutuhan siswa dan guru akan adanya model pembelajaran di sekolah dasar yang dilakukan melalui observasi dan pembelajaran menulis puisi diperlukan model meningkatkan kreativitas dan imajinasi siswa dalam menulis puisi. Siswa membutuhkan pembelajaran yang menyenangkan dalam menulis puisi agar pikiran menjadi segar sehingga dapat menghasilkan ide-ide dalam Pembelajaran berlangsung di dalam kelas yang terusmenerus membuat anak merasa jenuh sehingga pembelajaran yang berlangsung menjadi kurang bermakna. Pengembangan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning dilakukan dengan melakukan observasi dan wawancara model pembelajaran yang pembelajaran menulis puisi, melakukan analisis kebutuhan siswa dan guru dalam pembelajaran menulis puisi, menyusun pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning, melakukan validasi oleh ahli, revisi, melakukan uji coba, dan menguji keefektifan produk. Model pembelajaran Mind Mapping Outdoor Learning dikembangkan efektif digunakan. Hal ini terlihat dari hasil uji efektivitas model pembelajaran melalui uji t menunjukkan menunjukkan thitung 4,038 dengan df 53. Nilai df 53 maka ttabel . ,05:. adalah 2,006. > ttabel atau dengan melihat nilai probabilitas sebesar 0,000 . < 0,. maka H0 ditolak. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara gain score antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Nilai ukuran Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 10 Nomor 1 Ae Juni 2024 efek . ffect siz. diperoleh sebesar 0,62 yang berarti masuk dalam kategori large atau Hal ini menunjukkan bahwa model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning dapat memberikan efek yang tinggi terhadap kemampuan menulis puisi pada siswa. Hasil penelitian yang telah dilakukan mengenai pengembangan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning dalam pembelajaran menulis puisi di sekolah dasar memiliki implikasi yakni model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning di sekolah dasar efektif digunakan dalam pembelajaran, model pembelajaran ini pembelajaran menulis puisi merupakan model pembelajaran yang menyenangkan melalui kegiatan pembelajaran di luar kelas, hasil penelitian ini dapat memperkaya informasi pembaca secara umum mengenai penelitian dan pengembangan model pembelajaran Mind Mapping berbasis Outdoor Learning dalam pembelajaran menulis puisi di sekolah dasar dan secara khusus dapat menjadi bahan untuk pengembangan model pembelajaran yang baik sehingga sesuai dengan tujuan pendidikan, model pembelajaran ini dapat dijadikan alternatif bagi guru untuk meningkatkan kemampuan menulis puisi peserta didik khususnya kelas IV sekolah dasar. DAFTAR PUSTAKA