Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu ISSN: P 2527-6875 | E 2684-9569 Vol. No. December 2025 | Pages. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. Interntional Lincese Al-Bahtsu Jurnal Penelitian Pendidikan Islam Upaya Guru Meningkatkan Motivasi Peserta Didik Belajar Agama di SMPN 15 Kota Bengkulu Diana Lorenza1. Iwan Koerniawan2. Sinta Dwi Sentia3. Randi4 UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dianalorenza889@gmail. iwankorniawan09@gmail. sintabengkulu081@gmail. jufrirandy@gmail. Abstract This study aims to analyze teachers' efforts in improving students' motivation and interest in learning in Islamic Religious Education (PAI) subjects at SMPN 15 Bengkulu City. The research methods used were observation and interviews with PAI teachers and curriculum representatives. The results showed that teachers applied various techniques to improve students' motivation, such as effective classroom management, varied learning methods . ectures, discussions, interpretations, questions and answers, and study group. , and giving awards in the form of educational awards or punishments. In addition, the use of technology-based learning media, although limited, and the application of emotional approach strategies, also play a role in building students' enthusiasm for learning. External factors such as family background, social environment, and the influence of technological developments also influence students' interest in To overcome these obstacles, teachers provide personal guidance, create a pleasant learning atmosphere, and involve students in religious activities at school, such as sholawatan, congregational dhuha prayers. Keywords: motivation. How to cite this article: Lorenza. Korniawan. Randi. Upaya Guru Meningkatkan Motivasi Peserta Didik Belajar Agama di SMPN 15 Kota Bengkulu. Al-Bahtsu: Jurnal Penelitian Pendidikan Islam, 10. , 178-187. Received: 7/9/2025 Revised: 10/7/2025 Accepted: 10/27/2025 Vol. No. December 2025 | Pages. 178-187 | 179 PENDAHULUAN Pendidikan indonesia masih berada dalam permasalahan internal yang perlu diselesaikan untuk masa depan agar tujuan pendidikan akan terlaksana dengan maksimal. Dari hasil analisis permasalahan dan tantangan pendidikan yang ada indonesia yaitu Efisiensi Pendidikan dan Relevansi Pendidikan, sedangkan tantangan Pendidikan Nasional di Indonesia yakni Perkembangan IPTEK. Laju Pertumbuhan Penduduk, dan Letak Geografis Wilayah Indonesia . Hal tersebut terjadi dikarenakan menurunnya kesadaran masyarkat akan ilmu pengetahuan dan motivasi dalam belajar. Seperti bunyi Pada Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdikna. No. Tahun 2003, disebutkan bahwa Pendidikan bertujuan Aumenumbuhkan dan mengembangkan potensi keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia melalui pemberian dan pemupukan pengetahuan, penghayatan, pengamalan serta pengalaman peserta didikAy. Di era globalisasi telah membawa dampak yang besar bagi pertumbuhan pendidikan di indonesia. Terlebih lagi perkembangan IPTEK membuat semua aktivitas manusia dipermudah dan mempengaruhi pola pemikiran masyarakat . Berkaitan dengan itu maka diperlukannya peran aktif pendidikan dalam membentuk karakter,etika dan moral anak bangsa dengan nilai -nilai pendidikan agama islam. Pendidikan agama islam perlu ditingkatkan melalui kurikulum sekolah dan peran guru serta orang tua mengawasi anaknya untuk belajar sejak dini. Upaya Pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan perbaikan kurikulum dengan ciri khas pembelajaran kearifan lokal dan pendidikan guru yang Dalam pendidikan motivasi merupakan faktor penunjang usaha belajar yang membawa peserta didik pada pengalaman sehingga memusatkan peserta didik untuk mencapai tujuan. Motivasi dapat mengarahkan dan memperkuat tingkah laku. Seperti yang dikutif pada buku Pupu Saeful Rahmat tahun 2018 menyatakan bahwa siswa yang memiliki motivasi dalam belajar akan menunjukkan ketekunan dan mengerjakan tugastugas yang di berikan, ulet menghadapi kesulitan, dan senang bekerja sendiri tanpa bantuan orang lain. Proses pembelajaran di sekolah mengalami beberapa kendala peserta didik cenderung bosan terlihat ketika guru sedang menjelaskan materi mata pelajaran agama, peserta didik sibuk mengobrol di belakang, ribut, keluar masuk kelas,tidak mengerjakan PR,hingga terlambat masuk kelas membuat keadaan kelas tidak kondusif. Setelah diselidiki lebih mendalam peserta didik bertindak demikian dikarenakan kurangnya motivasi dalam belajar. Kurangnya motivasi akan mempengaruhi rendahnya hasil belajar. Menurut Dimyati. Cita-cita atau aspirasi peserta didik. , kemauan peserta didik. Ketiga, kondisi peserta didik, kondisi lingkungan peserta didik. , unsur-unsur dinamis dalam pembelajaran dan upaya guru dalam pembelajaran dapat mempengaruhi motivasi pembelajaran peserta didik. Hasil obserasi awal menunjukkan bahwa motivasi dan minat peserta didik dalam belajar PAI cendrung menurun disebkan oleh keinginan dalam dirinya yang cendrung tidak ingin tahu,faktor pergaulan teman temannya dan letak georafis lingkungan berdekatan dengan pesisir. Hal tersebut membuat guru mengoreksi cara mengajarnya untuk menarik perhatian peserta didik. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 180 | Diana Lorenza1. Iwan Koerniawan2. Sinta Dwi Sentia3. Randi4 Ditambah lagi ada beberapa meteri PAI yang sulit membuat peserta didik tidak semangat yaitu materi tentang sejarah kebudayaan islam. Metari tersebut dinyatakan sulit dan membuat peserta didik kurang termotivasi dikarenakan materi yang membahas Hal tersebut sulit dipahami dan dimengeti peserta didik karena peserta didik tidak mempunyai pengetahuan awal terhadap hal tersebut sesuai latar belakang pendidikan para peserta didik kebanyakan bukan dari sekolah-sekolah agama. teknologi di sekolah kurang memadai membuat guru hanya bisa menjelaskan materi secara manual sehingga terkesan monoton bagi peserta didik. Selain itu materi lain yang sulit bagi speserta didik seperti ada hafalan hadis atau ayat Al-qur`an. Peserta didik merasa takut untuk memulai kurang berani mencoba dalam menyelesaikan Sehingga banyak pelajaran yang dirasakan sulit menjadi beban. Dalam pendidikan agama islam perlu diupayakan untuk memunculkan motivasi intrinsik internal dan eksternal dalam diri siswa sehingga suasana lingkungan yang religius dalam mencapai tujuan PAI. Hal tersebut membuat siswa semangat dalm menghapal ayat dan hadist ,menambah wawasan tentang akidah dan memperbaiki akhlak. Motivasi jelas sebagai sangat besar pengaruhnya pada pembelajaran sedangkan guru sebagai motivator yang dibutuhkan peserta didik dalam belajar. Terlepas dari semua itu guru terkhusnya guru PAI harus bisa mengolah waktu pada saat kegiatan belajar mengajar agar peseta didik dapat memahami secara menyeluruh dan membina perilaku peserta didik. Dikaitkan pada jenjang sekolah umum hasil observasi dan wawancara dengan guru PAI SMPN 15 Kota Bengkulu menyatakan bahwa waktu yang diberikan dalam belajar sangat terbatas yaitu 2 x 40 menit dalam seminggu. Hal tersebut menjadi problema bagi guru PAI untuk menyampaikan materi secara mendalam ditambah lagi peserta didik cendrung kurang berminat belajar pelajaran agama. Selain itu lingkungan pergaulan dan keluarga peserta didik yang jarang belajar agama. Disamping proses kegiatan belajar mengajar yang kurang maksimal hingga hasil yang kurang memuaskan menjadi tantangan untuk guru memberikan yang terbaik. Berkaitan dengan masalah pada pendidikan agama islam ini peran guru PAI sangat besar terhadap keberhasilan belajar peserta didik. Tantangan pertama bagi seorang guru yaitu meningkatkan minat belajar peserta didik dan motivasi kegiatan keagamaan lainnya. Peran guru PAI tidak hanya sebagai pasilitator dan komunikator dalam belajar mengajar,tetapi juga guru menjadi contoh bagi peserta didik dan bertanggung jawab dalam membimbing mengarahkan berakhlak mulia . Guru PAI dituntut tanggap terhadap kondisi dan keadaan peserta didik mengamati,mencari informasi dan keluhan peserta didik yang mungkin akan menimbulkan permasalahan. Guru juga dituntut menciptakan kondisi belajar yang PAIKEM (Pembelajaran Aktif. Inovatif. Kreatif, dan Menyenangka. dan mendorong peserta didik aktif belajar dan mengikuti kegiatan keagamaan baik formal atau non formal. Dengan motivasi belajar meningkat maka hasil belajar akan meningkat Permasalahan tersebut menjadi kendala yang perlu diupayakan solusi agar kegiatan mengajar lebih aktif khsusnya pembelajaran Agama di SMPN 15 Kota Bengkulu. telah melaksanakan kegiatan-kegiatan keagamaan yang meliputi praktek shalat, solat dhuha berjamah ,solat dzuhur berjamaah, infaq jumat,dan sholawatan. Dengan demikian, usaha guru agama untuk menumbuhkan motivasi yang besar untuk belajar agama Islam lagi terhadap minat peserta didik dalam mengikuti mata pelajaran PAI terutama ketika Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. December 2025 | Pages. 178-187 | 181 materi yang sulit dipahami peserta didik. Dari hal tersebut maka penulis tertarik meneliti dan membahas tentang upaya guru PAI di SMPN 15 Kota Bengkulu dalam meningkatkan motivasi peserta didik belajar agama. METODE Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian lapangan (Field Researc. dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Metode Penelitian yang digunakan adalah penilaian survey yang difokuskan kepada Penelitian yang digunakan ialah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif yang digunakan untuk mengetahui upaya guru meningkatkan motivasi peserta didik belajar agama. Penelitian ini di lakukan di SMPN 15 kota Bengkulu. Dalam memperoleh data dan informasi, penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder sebagai sumber data. Data sekunder ialah berupa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Media dan strategi pembelajaran. Sumber dan bahan ajar pembelajaran. Sedangkan alat pengumpulan data dengan observasi,wawancara dan dokumentasi. Observasi yaitu pengumpulan data dengan melakukan pengamatan langsung terhadap guru dan siswa sebagai subjek yang diteliti saat pembelajaran berlangsung. Dalam wawancara ini peneliti mewawancarai guru Pendidikan Agama Islam dan waka kurikulum SMPN 15 Kota Bengkulu sebagai responden terkait upaya guru meningkatkan motivasi belajar pada peserta didik. Dokumentasi adalah cara yang penulis gunakan untuk mengumpulkan data dengan mencari atau mengambil data-data berupa dokumen yang ada di sekolah. Data yang dimaksud adalah jumlah siswa, keadaan sarana dan prasarana, dan serta jumlah guru. Teknik analisis data yang peneliti gunakan dalam penelitian ini mengacu pada sebuah konsep Milles & Huberman yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data yang telah direduksi ialah data yang mengungkapkan upaya yang dilakukan guru PAI di SMPN 15 Kota Bengkulu dalam memningkat motivasi belajar peserta didik terhadap pelajaran agama. Kemudian peneliti melakukan penyajian data yang telah disusun secara sistematis dengan bentuk teks deskriftif. HASIL DAN PEMBAHASAN Upaya Guru Meningkatkan Motivasi Belajar pada Peserta Didik SMPN 15 Kota Bengkulu merupakan lembaga pendidikan menengah pertama berada di bawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. SMPN 15 Kota Bengkulu berlokasi di Jl. Cempaka X. Kebun Beler. Kec. Ratu Agung. Kota Bengkulu. Saat ini SMP Negeri 15 Kota Bengkulu memakai panduan kurikulum belajar pemerintah yaitu SMP 2013 dan kurikulum merdeka. Dari mula berdiri tahun 1910 hingga saat ini SMPN 15 Kota Bengkulu terus berusaha mengembangkan diri menjadi sekolah yang membentuk. Insan yang beriman,terdidik,berbudaya, dan sigap terhadap bencana. Perkembangan itu mulai dari segi fasiltas hingga proses pembelajaran. Kegiatan pembelajaran di SMPN 15 Kota Bengkulu di dukung oleh tenaga pengajar telah banyak menempuh pendidikan profesi keguruan dan berasal dari berbagai universitas mengajar sesuai jurusannya. Berdasarkan pengamatan dari observasi kesekolah maka peneliti mendapatkan data tentang profil sekolah kemudian setelah itu maka peneliti mengambil langkah ketahap This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 182 | Diana Lorenza1. Iwan Koerniawan2. Sinta Dwi Sentia3. Randi4 selanjutnya yaitu wawancara, sebagai langkah kedua untuk mendapatkan hasil penelitian yang sesuai dengan pembahasan dari penelitian yang diteliti. Guru PAI SMPN 15 Kota Bengkulu untuk mencapai visi membentuk insan yang beriman, guru harus menggiatkan dan motivasi siswa dalam keagamaan. Berdasarkan wawancara dengan guru PAI PAI SMPN 15 Kota Bengkulu, peserta didik sebagian besar mayoritas beragama islam ada beberapa orang yang non islam. Sebagian beser Peserta didik SMPN 15 kota bengkulu memang tidak berlatar belakang dari sekolah agama dan terpengaruh lingkungan Untuk mengupayakan dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik belajar agama islam di sekolah guru berusaha menciptakan suasana kelas yang menarik dan lebih fokus pada penguasai kelas. Cara guru memotivasi peserta didik dalam belajar terdiri dari 3 teknik- teknik yaitu: Pada saat mengawali pelajaran. Selama belajar dan Mengakhiri Pada saat mengawali proses pembelajaran, seorang guru harus bisa melakukan penguasaan kelas. Pada saat jam pembelajaran dimulai Sebelum belajar dan sebelum pulang sekolah guru membiasakan peserta didik berdoa bersama,tidak hanya itu guru PAI juga kerap membiasakan peserta didik membaca surat pendek atau sholawatan sebelum Seorang guru harus mengamati peserta didik, memeriksa kehadiran dan juga kesiapan peserta didik. kemudian seorang guru harus bisa menarik fokus dan perhatian para peserta didik agar terpusat kepada guru. Salah satunya dengan menanyakan kembali materi sebelumnya. Guru harus melihat kondisi peserta didik sebelum belajar dengan memberikan motivasi dan menegur peserta didik yang ribut. Guru harus mampu mengalihkan fokus peserta didik dengan proses belajar yang menarik bisa dengan mengajak bernyanyi lagu -lagu islami sebagai ice breaking pembuka di awal pembelajaran dengan tujuan agar peserta didik menjadi segar dan bugar mendengarkan lagu tersebut, adapun lagu yang dinyanyikan bersama yaitu lagu islami yang berhubungan dengan materi yang akan diajarkan misalnya lagu nabi dan rasul. Setiap kali mengawali pelajaran, guru dapat memulai dengan pertanyaan-pertanyaan untuk memancing peserta didik mengungkapkan sikap dan kebutuhan mereka terhadap Kemudian, secara bertahap, peserta didik diarahkan untuk menjadi aktif dan sadar akan kebutuhannya. ketika proses sedang pembelajaran sedang berlangsung, guru harus bisa mengarahkan fokus peserta didik. Dua proses kunci yang penting dalam hal ini adalah stimulasi dan pengaruh. Untuk menstimulasi peserta didik dapat dilakukan dengan menimbulkan daya tarik pelajaran, juga dapat dilakukan dengan mengadakan permainan. Selain itu, guru harus membandingkan proses peserta didik terhadap hasil perilakunya bila ia berhasil maka keberhasilan itu adalah atas usahanya akan tetapi jika gagal maka itu bukanlah kesalahannya dan masih ada kesempatan untuk memperbaiki. Tidak hanya itu guru harus mampu memberikan metode dan alat belajar yang menarik dengan memafaatkan teknologi seperti infocus menampilkan gambar, contohcontoh yang menarik. Sebelum menjelaskan materi guru memancing peserta didik dengan beberapa pertanyaan pemantik untuk mengetahui pengetahuan awal peserta Setelah guru menjelakan materi peserta didik juga diberikan kesempatan dalam bertanya terkait materi yang telah dijelaskan. Seperti Menurut Djamarah 4 cara meningktakan motivasi belajar peserta didik yaitu pendidikan harus dapat menstimulus Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. December 2025 | Pages. 178-187 | 183 peserta didik, memberikan harapan yang realistis,memberikan insentif dan mengarahkan perilaku peserta didik. Guru juga memberikan penanaman kepada siswa itu tentang penting dan indahnya pendidikan agama itu sendiri dengan melalui nasehat dan ajakan melalui bercerita. Guru memiliki cara tersendiri kepada siswa agar mereka tidak jenuh atau bosan dalam mengikuti pelajaran yang di berikan. Waktu yang diberikan untuk belajar agama hanya 2 x 40 menit perminggu,waktu tersebut dirasakan kurang untuk menanamkan pendidikan agama kepada peserta didik. Untuk itu upaya guru dengan menambah jam belajar peserta didik di akhir sesi, memperbaiki metode mengajar yang menarik agar siswa lebih termotivasi memperhatikan saat menjelaskan. Saat pembelajaran akan berakhir, seorang guru dapat meninjau kembali materi pertemuan tersebut dengan memberikan rangkuman poin-poin penting dalam pembelajaran tersebut. Hal tersebut untuk mengukur kemampuan peserta didik dalam memahami materi yang sudah dijelaskan. Dikutip dari buku Slamet Riyadi tentang hubungan manajemen pengeolaan kelas dengan motivasi belajar menunjukkan bahwa pengelolaan kelas waktu belajar merupakan salah satu dimensi dalam pemanfaatan waktu akademik secara maksimal. Dengan kepemimpinan guru dapat menentukan suasana emosional di dalam kelas. Hubungan emosional tersebut dapat terbentuk dengan memberikan perhatian kepada peserta didik. Suatu minat dapat diekspresikan melalui suatu pernyataan yang menunjukkan bahwa seseorang lebih cenderung menyukai sesuatu daripada yang lainnya. Minat juga bisa dilihat dari implementasi yang ditunjukkan seseorang melalui aktivitas yang berulang kali. Hasil observasi saat guru mengajar di dalam kelas menunjukkan bahwa sebagai guru harus antusiasme dalam mengajar, tampil prima, bersemangat dan percaya diri. Guru menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Peserta didik hanya mungkin akan belajar baik jika suasana belajar menyenangkan dan menghindari hal menimbulkan Guru juga bisa sesekali menciptakan kelucuan memberikan komentar yang positif terhadap hasil kerja peserta didik. Pada dasarnya peserta didik butuh penghargaan, paling tidak mendapat komentar positif dari guru. Selain manajemen kelas,minat belajar juga mempengaruhi motivasi hingga hasil dalam belajar. Minat pada dasarnya adalah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar diri. Minat dapat menimbukan tekad dan usaha sesorang untuk mencapai sesuatu. Semakin banyak minat dalam menguasai, semakin banyak hasil Seorang peserta didik yang minat dan motivasi belajarnya tinggi akan memiliki kemampuan untuk mendapatkan hasil belajar yang baik dengan menunjukkan perhatian,fokus tanpa diminta, kegemaran dan partisipasi. Hasil wawancara dengan wakil kurikulum menunjukkan harapan kepada guru lebih giat memotivasi peserta didik dalam belajar mengingat zaman teknologi yang semakin canggih mengakibatkan menurunnya motivasi dan minat peserta didik dalam belajar terkhusunya belajar agama islam. Guru diharapkan memiliki langkah yang menarik dalam memancing motivasi dan minat peserta didik dalam belajar baik dari metode maupun media meskipun terkendala pada media pembelajaran berbasis teknologi di sekolah yang sangat minim. Hal itu menjadi tantangan untuk guru PAI dalam memberikan yang terbaik saat proses pembelajaran. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 184 | Diana Lorenza1. Iwan Koerniawan2. Sinta Dwi Sentia3. Randi4 Strategi atau pendekatan mempengaruhi motivasi dan minat belajar peserta didik untuk mengikuti materi PAI yang di ajarkan. Terlebih lagi pembelajaran PAI menjadi bekal untuk kehidupan dunia dan akhirat. Minat dan motivasi peserta memang tidak dapat dipaksakan,tetapi dapat dirangsang dengan guru dan pergaulan teman-temannya. Tidak ada minat dan motivasi dapat menyebabkan kesulitan belajar dan terkendala tercapainya tujuan pembelajaran. Dengan adanya minat siswa maka ia akan merasa senang terhadap Karena, minat selalu diikuti perasaan senang. Peserta didik yang belajar tanpa adanya minat kemungkinan tidak sesuai dengan bakatnya dan tidak sesuai dengan kebutuhannya, kecakapannya, dan akibatnya timbul kesulitan dalam menerima pelajaran yang disampaikan oleh guru. Hal ini sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh manizar bahwa peran guru sebagai motivator hendaknya bersifat terbuka memahami serta menerima setiap kekurangan dan kelebihan peserta didik dengan membantu mewujudkan potensi yang dimilikinya. Sebagai pembangkit motivasi belajar membutuhkan kesabaran,ketelatenan,terus menerus tanpa putus asa menghadapi tingkah laku peserta didik. Selain sebagai motivator guru juga sebagai inisiator tidak hanya menyampaikan informasi tetapi juga membantu sikap positif belajar menarik. Berdasarkan hasil wawancara dengan guru PAI SMPN 15 Kota Bengkulu pengalaman dalam memotivasi peserta didik yang malas belajar atau suka ribut di dalam kelas yaitu dengan memperhatikan dan mengamati faktor penyebab yang membuat peserta didik malas dan suka ribut di dalam kelas. Salah satu faktor tersebut bisa muncul dari masalah keluarga peserta didik yang brokenhome, membuat peserta didik menjadi pusing, putus asa, kurang kasih sayang hingga malas belajar. Setelah mengetahui faktor penyebab guru harus mencari solusi agar peserta didik memiliki motivasi belajar dengan mengajak, menasehati, membimbing mereka agar mengerjakan tugas yang diberikan dengan mengajak belajar bersama teman- temanya. Selain itu dengan menggunakan metode ceramah,diskusi, tanya jawab, latihan, dan pemberian tugas guru juga kerap menggunakan metode demonstrasi dalam mengajar. Hal ini dirasakan dengan metode demonstrasi peserta didik dapat memahami lebih cepat materi pembelajaran yang di jelaskan oleh guru. Demontrasi tersebut dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari peserta didik sehingga peserta didik termotivasi berpikir sesuai kebiasaan sehari-hari. Guru juga menggunakan metode belajar berkelompok . tudy Metode ini digunakan ketika ada permasalahan yang perlu di diskusi dan ada projek yang harus diselesaikan oleh peserta didik. Guru menggunakan beberapa cara untuk menilai pemahaman peserta diddik terhadap materi yang telah di sampaikan guru melakukan evaluasi dengan memberikan pertanyaan lisan kepada peserta didik ketika akhir jam pembelajaran. Apabila peserta didik yang berhasil menjawab soal dari guru akan mendapatkan poin tambahan. Guru memberikan riwed kepada peserta berupa makan atau jajanan sehat. Hadiah tersebut sebagai bentuk cara guru memancing semangat peserta didik untuk belajar lebih aktif dan mengingat materi yang telah dijelaskan. Guru juga memberitahukan hasil belajar kepada peserta didik berharap dengan cara tersebut peserta didik yang belum berhasil akan kembali berusaha mengejar ketertinggalan dari teman -temanya. Tetapi memang tidak semua peserta didik yang dinyatakan termotivasi belajar pai dengan cara tersebut Publish by UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu Vol. No. December 2025 | Pages. 178-187 | 185 mungkin akan menumbuhkan perasaan ingin berlomba-lomba agar tidak tertinggal dari teman-temannya dan menjadi yang terbaik sehingga minat belajarnya meningkat. Ketika peserta didik tidak mengerjakan tugas guru dan nilai ulangan dibawah KKM tidak langsung memberikan sanksi atau hukuman. Tetapi hal pertama yang harus dilakukan yaitu memanggil peserta didik dan menanyakan alasan yang membuat ia tidak mengerjakan tugas dengan memberikan arahan, setelah itu memerikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengerjakan kembali tugas atau yang guru berikan atau remedial hingga 3 kali kesempatan hingga peserta didik berhasil. Jika upaya yang dilakukan tidak berhasil selanjutnya dengan memanggil orang tua peserta didik. Kerjasama dengan orang tua sangat diperlukan untuk meningkatkan motivasi belajar anak membimbing dan mengawasi ketika anak di rumah. Disisi lain guru juga memberikan hukuman kepada peserta didik bagi yang mendapatkan nilai rendah 2 kali berturut-turut. Hukum tersebut bukan hukuman yang berupa pisik tetapi guru memberikan hukuman berupa hapalan kepada peserta didik bisa berupa hapalam surat pendek,Hapalan nama-nama nabi dan rasul, menulis ayat al-quran atau hapalan pengetahuannya terhadap materi yang sudah guru jelaskan. Hal tersebut dilakukan dengan harapan agar peserta didik dapat memperoleh pelajaran dengan baik ketika guru menyampaikan materi pelajaran PAI tersebut. Hal ini sesuai dengan yang di paparkan oleh Max Darsono cara untuk menumbuhkan motivasi dalam belajar yaitu mengapresiasi kepada peserta didik yang menjawab ,memberikan nilai atau hadiah, memberikan hukuman kepada siswa yang membangkitkan smangat peserta didik yang tidak bisa menjawab dan memberikan dorongan semangat dengan memberikan ucapan semangat seperti semangat belajar . Hal tersebut membuat peserta didik merasa dihargai dan didukung memumculkan motivasi dalam dirinya. Dalam pembelajaran PAI pada kurikulum 2013 guru memotivasi peserta didik menggunakan pendekatan santifik dan tematik melalui 5M yaitu Mengamati. Menanya. Mengeksplorasi/mengeksperimen. Mengasosiasi, dan Mengkomunik . Dengan perubahan kurikulum merdeka pendekatan tersebut lebih humanis dan fleksibel yang lebih sesuai dengan era digital kontemporer mendorong peserta didik belajar berpikir kritis kreatif. tentang ajaran Islam . Dengan begitu guru PAI di SMPN 15 Kota Bengkulu mencoba penelitian kelas metode bervariasi dengan mengajak peserta didik belajar sambil bermain Hasil dari percobaan tersebut terlihat peserta didik cukup bersemangat mengikuti pelajaran PAI. ini menunjukkan pendekatan dapat mempengaruhi minat dan motivasi peserta didik. Upaya guru dalam meningtkan motivasi dan minat belajar peserta didik terletak pada kemampuan guru dalam mengelola kelas dan interaksi dalam belajar. Untuk meningkatkan minat belajar peserta didik guru membuat materi yang akan dipelajari semenarik mungkin dan tidak membosanka. Dalam meningkatkan motivasi belajar peserta didik cara yang dilakukan oleh guru PAI di SMPN 15 Kota Bengkulu sesuai dengan teori pendapat stipek dan hunter yang menggunakan cara untuk meningkatkan motivasi belajar dengan memberikan hadiah,tugas menantang,mengurangi penekanan pada tes penilaian, memberikan bantuan tetapi tidak terlalu over aktif kepada peserta didik, meningkatkan persepsi sebagai kontrol,dan memberitahu hasil belajar. This Article is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 Interntional Lincese 186 | Diana Lorenza1. Iwan Koerniawan2. Sinta Dwi Sentia3. Randi4 Selain belajar Agama di dalam kelas, peserta didik juga dinilai terhadap keaktifan mengikuti kegiatan keagamaan yang diadakan disekolah. Kegiatan keagamaan yaitu berupa sholawatan, solat dhuha berjamaah, solat dzuhur berjamaah, dan infaq jumat. Hal tersebut sebagi bentuk dukungan dan upaya sekolah dalam mendalami peserta didik terhadap agama islam serta membiasakan kebiasaan yang baik agar terbawa hingga Tidak hanya itu sekolah juga membiasakan kegiatan sapa pagi sebagai bentuk mengajarkan sopan satun kepada peserta didik terhadap guru dan orang yang lebih tua. Cara guru mendidikan kebersihan dan kerapihan peserta didik dengan kebiasaan periksa kuku, patroli kerapihan kelengkapan segaram. Upaya guru SMPN 15 Kota Bengkulu dalam memotivasi peserta didik sudah maksimal dalam proses pembelajaran dengan membuat materi menjadi menarik. Tidak telepas dengan menggunakan menggunakan metode dan strategi mengajar yang bervariasi, menguasai materi pembelajaran, melakukan pendekatan dengan siswa, serta memberikan hadiah sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha siswa. KESIMPULAN Berdasarkan penelitian yang dilakukan di SMPN 15 Kota Bengkulu, dapat disimpulkan bahwa upaya guru dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI), dilakukan dengan berbagai strategi dan pendekatan yang sistematis. Guru memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif serta memberikan dorongan kepada peserta didik agar lebih bersemangat dalam memahami materi Strategi utama yang diterapkan meliputi pengelolaan kelas yang baik, metode pembelajaran yang variatif, serta pendekatan emosional kepada peserta didik. Guru menggunakan berbagai teknik motivasi, seperti memberikan penghargaan kepada siswa yang aktif, menerapkan hukuman edukatif berupa hafalan bagi yang kurang berprestasi, serta menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dengan penggunaan metode ceramah, diskusi, refleksi, dan tanya jawab. Selain itu, guru juga memanfaatkan teknologi, meskipun keterbatasan fasilitas menjadi salah satu tantangan dalam pro Selain kegiatan di dalam kelas, sekolah juga mendukung peningkatan motivasi belajar peserta didik melalui berbagai aktivitas keagamaan, seperti sholawatan, salat dhuha dan dzuhur berjamaah, serta infaq Jumat. Kegiatan ini bertujuan untuk membentuk karakter peserta didik agar lebih disiplin, berbudaya, serta memiliki kesadaran religius yang Namun dalam praktiknya, terdapat beberapa faktor yang dapat menghambat motivasi belajar peserta didik, seperti pengaruh lingkungan, kurangnya latar belakang pendidikan agama, serta permasalahan pribadi atau keluarga. Untuk mengatasi hal ini, guru berusaha memberikan bimbimbingan yang terbaik kepada peserta didik. DAFTAR PUSTAKA