ISSN: 1978 - 8282 PENGEMBANGAN MODEL JARINGAN SYARAF TIRUAN UNTUK PRAKIRAAN TINGGI MUKA AIR HARIAN SUNGAI BENGAWAN SOLO STASIUN JURUG Mina Pusporani1 Palgunadi2 Sri Huning A 3 mail@usahidsolo. ABSTRAKSI Bengawan Solo mempunyai Daerah Aliran Sungai (DAS) seluas 16. 100 km2- merupakan sungai yang terpanjang di Pulau Jawa sehingga membutuhkan suatu sistem pengelolaan yang baik. Manajemen sungai merupakan salah satu bidang hidrologi operasional yang cukup Prakiraan aliran sungai dibutuhkan sebagai informasi dasar pada berbagai masalah yang berhubungan dengan desain dan operasi sistem-sistem sungai. Jaringan syaraf tiruan (JST) telah dikenal dengan kemampuannya dalam mengidentifikasi fungsi-fungsi non-linear, antara lain proses hidrologi. Dalam penelitian ini, model jaringan backpropagation digunakan untuk memprakirakan tinggi muka air . harian Sungai Bengawan Solo stasiun Jurug. Data tinggi muka air harian dan curah hujan harian digunakan sebagai data pelatihan dan Untuk menguji performa jaringan, dalam penelitian dibuat tiga model JST. Ketiga model JST Ae BP1. BP2, dan BP3 Ae merupakan multilayer perceptron dengan satu hidden BP1 memiliki input berupa tma . dan curah hujan . empat hari sebelum prakiraan dan output berupa prakiraan tma. BP2 dengan input dan output yang sama hanya berbeda dalam satuan Ae tma . dan curah hujan . BP3 dengan input berupa selisih tma . dan curah hujan . serta output berupa prakiraan selisih tma. Ketiga model dilatih menggunakan algoritma Levenberg-Marquardt dan jumlah hidden neuron yang beragam . Nilai mse dan korelasi setiap jaringan dibandingkan untuk mendapatkan model dan parameter jaringan yang optimal. Dari hasil penelitian didapat kesimpulan bahwa model jaringan yang paling optimal dalam kasus ini adalah model BP3 dengan satu hidden layer dan empat hidden neuron karena menghasilkan nilai error terkecil dibandingkan dengan model yang Kata Kunci : Backpropagation, jaringan syaraf tiruan. Percepton. PENDAHULUAN Bengawan Solo merupakan sungai yang terpanjang di Pulau Jawa, yang meliputi Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur. Berdasarkan geografi. Wilayah Sungai Bengawan Solo Dosen Jurusan Teknik Informatika. Universitas Sahid Surakarta Jl. Adi Sucipto 154 Surakarta Dosen Jurusan Teknik Informatika. Universitas Sahid Surakarta Jl. Adi Sucipto 154 Surakarta Dosen Jurusan Teknik Informatika. Universitas Sahid Surakarta Jl. Adi Sucipto 154 Surakarta Vol. 2 No. 1 - September 2008 ISSN: 1978 - 8282 dibagi menjadi Sub Satuan Wilayah Sungai (Sub SWS) Bengawan Solo Hulu dan Sub SWS Bengawan Solo Hilir. Pemanfaatan air Bengawan Solo antara lain untuk irigasi, kebutuhan rumah tangga melalui PDAM dan non-PDAM, industri, dan pertanian. Prakiraan aliran sungai dibutuhkan sebagai informasi dasar pada berbagai masalah yang berhubungan dengan desain dan operasi sistem-sistem sungai. Dalam hal ini, hubungan antara curah hujan . dan aliran permukaan . telah dieksploitasi secara luas pada banyak model rainfall-runoff konseptual (Danh, 1. Proses transformasi rainfall-runoff telah diketahui sebagai proses yang sangat kompleks dan non-linear (Alvisi, 2. Jaringan syaraf tiruan (JST) bisa jadi adalah teknik yang paling berhasil saat ini dengan struktur matematis fleksibel yang mampu mengidentifikasi hubungan non-linear kompleks antara data input dan output (Dibike, 2. Alat pemodelan empiris ini didesain untuk mengemulasi kemampuan manusia dalam pengenalan pola melalui pemrosesan input multipel secara paralel (Aqil, 2. Teknologi JST telah membuktikan banyak hasil menjanjikan dalam pemodelan sistem non-linear yang kompleks, dan aplikasinya dalam bidang hidrologi dan sumber daya air telah banyak dilaporkan, seperti prakiraan aliran sungai, prakiraan tinggi muka air, simulasi rainfall-runoff, dan prakiraan cuaca (Aqil. Dalam penelitian ini, akan dikembangkan model JST untuk prakiraan tinggi muka air harian berdasarkan curah hujan dan tinggi muka air pada Sungai Bengawan Solo stasiun Jurug. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model jaringan JST backpropagation yang paling optimal dan pengaruh variabel-variabel ( jumlah hidden neuron, parameter input, dan satuan tm. terhadap performansi JST. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membantu Perum Jasa Tirta I - sebagai pihak pengelola Sungai Bengawan Solo- dalam menentukan kebijakan langkah berkaitan dengan manajemen sungai. II. JARINGAN SYARAF TIRUAN Definisi JST Jaringan Syaraf Tiruan adalah paradigma pemrosesan suatu informasi yang terinspirasi oleh sistem sel syaraf biologi, sama seperti otak yang memproses suatu informasi. Elemen mendasar dari paradigma tersebut adalah struktur yang baru dari sistem pemrosesan informasi. Jaringan Syaraf Tiruan, seperti manusia, belajar dari suatu Jaringan Syaraf Tiruan dibentuk untuk memecahkan suatu masalah tertentu seperti pengenalan pola atau klasifikasi karena proses pembelajaran. Sistem jaringan syaraf tiruan merupakan suatu sistem yang memiliki pengetahuan dalam menganalisa suatu masalah dan melakukan pekerjaan-pekerjaan klasifikasi pola, pemodelan sistem dan memori asosiasi. Klasifikasi pola digunakan untuk menganalisis pola-pola masukkan Vol. 2 No. 1 - September 2008 ISSN: 1978 - 8282 dengan cara mencari kemiripan pola-pola masukan. Pemodelan sistem digunakan untuk pembuat simulasi sistem yang mampu menghasilkan keluaran dari suatu pola masukan yang akan disimulasikan. Sedangkan memori asosiasi digunakan untuk menganalisis pola masukan yang tidak lengkap, misalnya pola masukan memiliki derau, terpotongpotong, rusak dan hanya bisa tampil sebagian (Yani, 2. Model Dasar JST Jaringan syaraf tiruan (JST) adalah sistem pemroses informasi yang memiliki karakteristik mirip dengan jaringan syaraf biologi. JST dibentuk sebagai generalisasi model matematika dari jaringan syaraf biologi, dengan asumsi bahwa . Pemrosesan informasi terjadi pada banyak elemen sederhana . , . Sinyal dikirimkan di antara neuron-neuron melalui penghubung-penghubung, dan . Penghubung antar neuron memiliki bobot yang akan memperkuat atau memperlemah sinyal. Untuk menentukan output, setiap neuron menggunakan fungsi aktivasi . iasanya bukan fungsi linie. yang dikenakan pada jumlahan input yang diterima. Besarnya output ini selanjutnya dibandingkan dengan suatu ambang batas. JST ditentukan oleh tiga hal yaitu . Pola hubungan antar neuron . isebut arsitektur jaringa. , . Metode untuk menentukan bobot penghubung . isebut metode training/learning/algoritm. , dan . Fungsi aktivasi. Neuron adalah unit pemroses informasi yang menjadi dasar dalam pengoperasian jaringan syaraf tiruan. Neuron terdiri atas tiga elemen pembentuk : Himpunan unit Aeunit yang dihubungkan dengan jalur koneksi. Jalur-jalur tersebut memiliki bobot/kekuatan yang berbeda-beda. Bobot yang bernilai positif akan memperkuat sinyal dan yang negatif akan memperlemah sinyal yang dibawanya. Jumlah, struktur, dan pola hubungan antar unit-unit tersebut akan menentukan arsitektur jaringan . an juga model jaringan yang akan terbentu. Suatu unit penjumlah yang akan menjumlahkan input-input sinyal yang sudah dikalikan dengan bobotnya. Fungsi aktivasi yang akan menentukan apakah sinyal dari input neuron akan diteruskan ke neuron lain ataukah tidak (Siang, 2. Arsitektur Jaringan Beberapa arsitektur jaringan yang sering dipakai dalam jaringan syaraf tiruan antara Jaringan layar tunggal . ingle layer networ. Dalam jaringan ini, sekumpulan input neuron dihubungkan langsung dengan sekumpulan Vol. 2 No. 1 - September 2008 ISSN: 1978 - 8282 Dalam beberapa model . isal perceptro. , hanya ada sebuah unit neuron Gambar 1. Jaringan layar tunggal Jaringan layar jamak . ultilayer networ. Dalam jaringan ini, selain unit input dan output, ada unit-unit lain . ering disebut layar Dimungkinkan pula ada beberapa layar tersembunyi. Sama seperti pada unit input dan output, unit-unit dalam satu layar tidak saling berhubungan. Gambar 2 . Jaringan layar jamak Vol. 2 No. 1 - September 2008 ISSN: 1978 - 8282 Jaringan layar jamak dapat menyelesaikan masalah yang lebih kompleks dibandingkan dengan layar tunggal, meskipun kadangkala proses pelatihan lebih kompleks dan lama. Jaringan reccurent Model jaringan reccurent mirip dengan jaringan layar tunggal ataupun ganda. Hanya saja, ada neuron output yang memberikan sinyal pada unit input . ering disebut feedback loo. Fungsi Aktivasi Dalam jaringan syaraf tiruan, fungsi aktivasi dipakai untuk menentukan keluaran suatu Argumen fungsi aktivasi adalah net masukan . ombinasi linier masukan dan Beberapa fungsi aktivasi yang sering dipakai adalah sebagai berikut : Fungsi threshold . mbang bata. Untuk beberapa kasus, fungsi threshold yang dibuat tidak berharga 0 atau 1, tapi berharga -1 atau 1 . ering disebut threshold bipola. Fungsi sigmoid Gambar 3. Fungsi sigmoid Vol. 2 No. 1 - September 2008 ISSN: 1978 - 8282 Fungsi sigmoid sering dipakai karena nilai fungsinya yang terletak antara 0 dan 1 dan dapat diturunkan dengan mudah. fAo. = f. Ae f. Fungsi identitas f. = x Fungsi identitas sering dipakai apabila menginginkan keluaran jaringan berupa sembarang bilangan riil . ukan hanya pada range . , . atau [-1, . Bias Kadang-kadang dalam jaringan ditambahkan sebuah unit masukan yang nilainya selalu = 1. Unit yang sedemikian itu disebut bias. Bias dapat dipandang sebagai sebuah input yang nilainya = 1. yi = wxi b Gambar 4. Jaringan dengan satu bias pada input layer Perception Perceptron terdiri atas beberapa unit masukan . itambah sebuah bia. , dan memiliki sebuah unit keluaran. Hanya saja fungsi aktivasi bukan merupakan fungsi biner . tau bipola. , tetapi memiliki kemungkinan nilai -1, 0, atau 1. Gambar 5. Single perceptron Vol. 2 No. 1 - September 2008 ISSN: 1978 - 8282 Untuk sebuah harga threshold y yang ditentukan : 1 jika net > y f. = 0 jika y < net < y -1 jika net < - y secara geometris, fungsi aktivasi membentuk dua garis sekaligus, masing-masing dengan w1x1 w2x2 . wnxn b = y dan . w1x1 w2x2 . wnxn b = -y Backpropagation Backpropagation adalah sebuah metode pelatihan . jaringan syaraf multilayer yang sistematis. Backpropagation menggunakan satu set pasangan nilai input dan output . isebut pol. Sebuah pola input diumpankan ke jaringan untuk menghasilkan sebuah output, yang kemudian dibandingkan dengan pola output aktual. Jika tidak ada perbedaan antara output jaringan dan output aktual, maka pembelajaran tidak diperlukan. Jika sebaliknya, bobot Ae yang mengekspresikan kontribusi input neuron kepada hidden neuron, dan hidden neuron kepada output Ae diubah . engan arah terbalik dari output layer ke input laye. Karena pelatihan tersebut menggunakan output aktual, metode Backpropagation disebut juga metode pelatihan dengan supervisi (Danh, 1. Algoritma Backpropagation terdiri atas tiga fase. Fase pertama adalah fase maju, yaitu pola input dihitung maju mulai dari lapisan input hingga lapisan output menggunakan fungsi aktivasi yang ditentukan. Fase kedua adalah fase mundur, yaitu berdasarkan selisih antara output jaringan dengan target yang diinginkan dipropagasikan mundur mulai dari garis yang berhubungan langsung dengan lapisan output. Fase ketiga adalah modifikasi bobot untuk menurunkan error yang terjadi. Gambar 6. JST backpropagation dengan satu hidden layer Vol. 2 No. 1 - September 2008 ISSN: 1978 - 8282 Proses matematis pada fase maju : Masing-masing unit masukan (Xi , i = 1,. menerima sinyal masukan Xi dan sinyal tersebut disebarkan ke unit-unit berikutnya . nit-unit lapisan tersembuny. Masing-masing unit di lapisan tersembunyi dikalikan dengan bobot dan dijumlahkan serta ditambah dengan biasnya: Kemudian menghitung sesuai dengan fungsi aktivasi yang digunakan: Bila yang digunakan adalah fungsi sigmoid, maka bentuk fungsi tersebut adalah: Kemudian mengirim sinyal tersebut ke semua unit keluaran Masing-masing unit keluaran . k, k = 1,2,3,. dikalikan dengan bobot dan . Menghitung kembali sesuai dengan fungsi aktivasi Fase mundur : Masing-masing unit keluaran (Yk, k = 1,. menerima pola target sesuai dengan pola masukan saat pelatihan dan dihitung galatnya: yk = . k Au y. _in. Karena fAo . _in. = yk menggunakan fungsi sigmoid, maka: Menghitung perbaikan bobot . emudian untuk memperbaiki wj. Vol. 2 No. 1 - September 2008 ISSN: 1978 - 8282 Menghitung perbaikan bias: Dan menggunakan nilai yk pada semua unit lapisan sebelumnya . idden laye. Masing-masing bobot yang menghubungkan unit-unit lapisan keluaran dengan unitunit pada lapisan tersembunyi (Zj, j = 1,. dikalikan delta dan dijumlahkan sebagai masukan ke unit-unit lapisan berikutnya. Selanjutnya dikalikan dengan turunan dari fungsi aktivasinya untuk menghitung galat. yj = y_inj f . _in. kemudian menghitung perbaikan bobot . igunakan untuk memperbaiki vi. yEvij = yyj xi kemudian menghitung perbaikan bias . ntuk memperbaiki v0. yEv0j = yyj Perbaikan bobot dan bias : Masing-masing keluaran unit . k, k=1,. diperbaiki bias dan bobotnya wjk. = wjk. yEwjk masing-masing unit tersembunyi (Zj, j=1,. diperbaiki bias dan bobotnya vij. = vij. yEvij Selanjutnya proses yang terjadi adalah proses iterasi dalam dengan syarat penghentian yang ditentukan (Fausett, 1. Keterangan : : unit ke-i pada lapisan masukan : nilai aktivasi dari unti X i : unit ke-j pada lapisan tersembunyi Z_inj : keluaran untuk unit Zj : nilai aktivasi dari unit Zj : unit ke-k pada lapisan keluaran Y_ink : net masukan untuk unit Yk : nilai aktivasi dari unit Yk Vol. 2 No. 1 - September 2008 ISSN: 1978 - 8282 wk0 : nilai bobot pada bias untuk unit Yk wkj : nilai bobot dari Zij ke unit Yk yEwkj : selisih antara wkj. dengan wkj. vi0 : nilai bobot pada bias untuk unit Zi vij : nilai bobot dari unit X i ke unit Zi yEvij : selisih antara vij. dengan vij. yk : faktor pengaturan nilai bobot pada lapisan keluaran yj : faktor pengaturan nilai bobot pada lapisan tersembunyi y : konstanta laju pelatihan . earning rat. 0