Pengaruh Fasilitas Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Kembali dengan Kepuasan ISSN: Sebagai Variabel Mediasi, di Taman Wisata Alam Mangrove Angke E-ISSN: Kapuk. Jakarta Homepage: http://jurnalpariwisata. id/index. php/JIP/index DOI: https://doi. org/10. 30647/jip. (Nur Chairunnissa. Nurbaeti. Saptarining Wulan. Sri Mariati, dan Doni Muhardiansya. Pengaruh Fasilitas Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Kembali dengan Kepuasan Sebagai Variabel Mediasi, di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Jakarta Nur Chairunnissa*. Nurbaeti. Saptarining Wulan. Sri Mariati. Doni Muhardiansyah Institut Pariwisata Trisakti * sasasyahban@iptrisakti. Informasi Artikel Received: 27 Mei 2024 Accepted: 4 Maret 2025 Published: 14 Maret 2025 Keywords: tourism facilities, satisfaction, decision to revisit Kata Kunci: fasilitas wisata, kepuasan, keputusan berkunjung kembali Abstract This study aims to analyze the influence of tourism facilities on the decision to revisit the Angke Kapuk Mangrove Nature Tourism Park. Jakarta, with visitor satisfaction as an intervening variable. The approach used is quantitative with path analysis techniques. The research sample consisted of 400 respondents selected using purposive sampling techniques. The results of the study indicate that tourism facilities have a significant effect on visitor satisfaction, but do not directly affect the decision to revisit. Visitor satisfaction is proven to have a significant effect on the decision to revisit. In addition, tourism facilities have a significant effect on the decision to revisit through visitor satisfaction. Based on the results of the study, it is recommended that the management of the Angke Kapuk Mangrove Nature Tourism Park improve the quality of existing facilities, such as cleanliness, comfort, and accessibility, to increase visitor satisfaction. In addition, managers can pay attention to the emotional and social experience factors of visitors. For the DKI Jakarta government, it is recommended to support the management of this ecotourism with policies that pay attention to environmental sustainability and better infrastructure development. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas wisata terhadap keputusan berkunjung kembali di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Jakarta, dengan kepuasan pengunjung sebagai variabel intervening. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik analisis jalur. Sampel penelitian terdiri dari 400 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fasilitas wisata berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung, namun tidak berpengaruh langsung terhadap keputusan berkunjung kembali. Kepuasan pengunjung terbukti berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung kembali. Selain itu, fasilitas wisata memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung kembali melalui kepuasan Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar pengelola Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk meningkatkan kualitas fasilitas yang ada, seperti kebersihan, kenyamanan, dan aksesibilitas, untuk meningkatkan kepuasan pengunjung. Selain itu, pengelola dapat memperhatikan faktor pengalaman emosional dan sosial pengunjung. Bagi pemerintah DKI Jakarta, disarankan untuk mendukung pengelolaan ekowisata ini dengan kebijakan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan pengembangan infrastruktur yang lebih Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 51-65 Pengaruh Fasilitas Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Kembali dengan Kepuasan Sebagai Variabel Mediasi, di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Jakarta (Nur Chairunnissa. Nurbaeti. Saptarining Wulan. Sri Mariati, dan Doni Muhardiansya. PENDAHULUAN Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk, yang terletak di Jakarta Utara, merupakan salah satu destinasi ekowisata yang menawarkan keindahan alam serta berfungsi penting dalam pelestarian hutan mangrove. Hutan mangrove sendiri memiliki peran vital sebagai sistem penyangga kehidupan di pesisir pantai, memberikan perlindungan terhadap abrasi dan menjadi habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna. Seiring pelestarian alam. Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk menjadi salah satu pilihan utama bagi wisatawan yang mencari pengalaman wisata alam yang Namun, meskipun jumlah pengunjung meningkat, fasilitas yang ada di taman ini belum sepenuhnya mengingat harga tiket yang cukup Fasilitas yang disediakan di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk menikmati keindahan alam, seperti jalur pejalan kaki, papan observasi, dan kegiatan edukasi tentang ekosistem Namun, berdasarkan ulasan dari pengunjung, beberapa fasilitas masih dianggap standar dan kurang memadai dibandingkan dengan harga tiket yang dibayarkan, baik pada hari biasa maupun akhir pekan. Dengan biaya tiket yang bervariasi, yaitu Rp 30. 000 pada weekdays dan Rp 35. 000 pada weekends untuk dewasa, serta biaya tambahan untuk berbagai kegiatan, pengelola taman perlu memperhatikan sejauh mana fasilitas ini mempengaruhi kepuasan pengunjung dan keputusan mereka untuk kembali berkunjung. Kepuasan pengunjung menjadi faktor kunci dalam menentukan apakah wisatawan akan kembali berkunjung ke suatu destinasi wisata (Ratnaningtyas et , 2. Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk, kualitas fasilitas yang ada dapat mempengaruhi pengalaman pengunjung dan, pada gilirannya, keputusan mereka untuk kembali berkunjung. Oleh karena itu, penting untuk memahami bagaimana pengaruh fasilitas wisata terhadap kepuasan pengunjung dan bagaimana kepuasan tersebut berperan sebagai faktor penentu dalam keputusan berkunjung Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara fasilitas wisata, kepuasan pengunjung, dan keputusan berkunjung kembali di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Sebelumnya, beberapa penelitian telah mengkaji pengaruh fasilitas wisata terhadap kepuasan pengunjung yaitu Hamidah . Rumlus & Eviana . , dan Wibowo et al. Penelitian mereka menunjukkan bahwa fasilitas wisata yang lengkap dan berkualitas, seperti akomodasi yang nyaman, transportasi yang mudah diakses, serta layanan pendukung yang memadai seperti restoran, toilet bersih, dan area parkir yang luas, tidak hanya kemudahan bagi pengunjung, tetapi juga menyenangkan dan tanpa hambatan, yang pada akhirnya berpengaruh besar terhadap tingkat kepuasan mereka, mendorong mereka untuk kembali lagi tersebut kepada orang lain. Kemudian mengkaji pengaruh fasilitas wisata terhadap keputusan berkunjung kembali yaitu Huda et al. Lestari et al. , dan Elake et al. Penelitian mereka menunjukkan Fasilitas wisata yang lengkap, mulai dari akomodasi yang nyaman, tempat makan yang variatif, hingga layanan yang ramah dan profesional, memiliki peran yang sangat penting dalam menciptakan pengalaman Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 51-65 Pengaruh Fasilitas Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Kembali dengan Kepuasan Sebagai Variabel Mediasi, di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Jakarta (Nur Chairunnissa. Nurbaeti. Saptarining Wulan. Sri Mariati, dan Doni Muhardiansya. yang memuaskan bagi pengunjung, yang pada akhirnya akan meningkatkan kemungkinan mereka untuk kembali mengunjungi destinasi tersebut di masa mendatang, karena mereka merasa dihargai, nyaman, dan puas dengan segala fasilitas yang tersedia. Namun sebagian besar penelitian tersebut tidak terfokus pada wisata alam Penelitian-penelitian bagaimana fasilitas dan kepuasan dengan keputusan mereka untuk kembali, namun belum ada yang secara spesifik mengkaji taman wisata alam mangrove terutama dengan mempertimbangkan intervening dalam hubungan antara fasilitas dan keputusan berkunjung Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi baru dalam literatur mengenai ekowisata dan pengelolaan objek wisata berbasis Berdasarkan rumusan masalah yang ada, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fasilitas wisata terhadap keputusan berkunjung kembali, baik secara langsung maupun melalui kepuasan sebagai variabel intervening. Penelitian ini juga akan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepuasan pengunjung dan bagaimana hal tersebut berdampak pada niat berkunjung kembali ke Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Dengan hasil yang diperoleh, diharapkan pengelola langkah-langkah strategis dalam meningkatkan fasilitas yang ada, sehingga dapat meningkatkan pengalaman pengunjung dan mendorong mereka untuk kembali ke taman tersebut di masa depan. TINJAUAN PUSTAKA Fasilitas Wisata Fasilitas dikelompokan dalam 3 . bagian yaitu fasilitas utama adalah sarana yang sangat diperlukan oleh wisatawan dan dirasa sangat perlu dimiliki oleh suatu destinasi wisata, kemudian fasilitas pendukung sebagai saranan untuk menjadi pelengkap utama dari fasilitas sehingga wisatawan yang berkunjung akan merasa lebih nyaman dan akan menghabiskan waktu lebih lama (Nurbaeti et al. , 2. Fasilitas penunjang adalah pelengkap dari kebutuhan wisatawan terpenuhi selama mengunjungi disuatu destinasi wisata yang tinggal untuk sementara waktu di daerah tujuan wisata yang dikunjunginya menikmati dan berpartisipasi dalam kegiatan yang tersedia di daerah tujuan wisata yang dikunjunginya, dimana mereka akan bersantrai, menikmati dan berpartisipasi dalam kegiatan yang tersedia di daerah tujuan wisata tersebut (Andini et al. , 2. Fasilitas utama adalah sarana yang dibutuhkan dan dirasakan selama pengunjung berada disuatu objek wisata, fasilitas utama dilihat dari kebersihan, (Ratnaningtyas et al. , 2. Fasilitas pendukung adalah sarana sebagai pelengkap fasilitas utama sehingga wisatawan akan merasa lebih betah dan nyaman saat berkunjung ke destinasi wisata, fasilitas pendukung terdiri dari akomodasi, tempat makan dan minum, tempat parkir, tempat belanja dan kenyamanan, dan keindahan (Rinaldi et , 2. Fasilitas selama wisatawan berada di tempat wisata, mereka membutuhkan dan merasakan sarana yang diperlukan fasilitas pelengkap meliputi fasilitas dasar seperti: toilet Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 51-65 Pengaruh Fasilitas Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Kembali dengan Kepuasan Sebagai Variabel Mediasi, di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Jakarta (Nur Chairunnissa. Nurbaeti. Saptarining Wulan. Sri Mariati, dan Doni Muhardiansya. umum, pemandu wisata, pusat informasi, tempat parkir (Sarim, 2. Keputusan Berkunjung Keputusan berkunjung menjadi sebuah pilihan yang didasari oleh ketertarikan yang di rasakan seseorang kemudian melalui ketertarikan dan motivasi tertentu untuk untuk sebuah perjalanan baik itu untuk mendapatkan pengalaman baru, menambah wawasan atau tertarik dengan pelayanan yang di berikan suatu daerah tujuan wisata yang menarik pengunjung untuk membuat suatu keputusan untuk melakukan perjalanan (Indriyani & Artanti, 2. Keputusan berkunjung konsumen ke suatu objek wisata pada dasarnya erat kaitannya dengan perilaku konsumen, perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen itu sendiri untuk membuat keputusan. Keputusan berkunjung seseorang untuk mengunjungi kesuatu objek wisata berdasarkan pada pengalaman dalam berwisata dan untuk berkunjung wisatawan faktor yang harus di perhatikan adalah produk wisata dan tempat wisata (Amrullah et al. , 2. Keputusan dimana suatu keleluasaan bagi wisatawan untuk memilih destinasi telah meyakini bahwa destinasi yang mereka dapatkan adalah pilihan yang terbaik diantara berbagai pilihan yang ada (Nurbaeti et al. Selanjutnya pengunjung tersebut akan melakukan keputusan berkunjung sesuai dengan apa yang mereka butuhkan dan harapkan. Keputusan yang di lakukan oleh wisatawan yang merasa puas dengan destinasi tersebut dan akan wisata sesuai dengan pengunjung (Oktavia et al. , 2. Kepuasan Pengunjung Kepuasan pengunjung adalah suatu perasaan puas atau senang yang dirasakan oleh seseorang setelah mengunjungi suatu tempat, layanan, atau acara yang sangat bergantung pada bagaimana harapan dan kebutuhan pengunjung dapat dipenuhi atau bahkan terlampaui (Alvianna et al. Berbagai mempengaruhi tingkat kepuasan ini, diberikan, fasilitas yang tersedia, tingkat kenyamanan yang dirasakan, serta interaksi yang terjadi antara pengunjung dengan pihak penyelenggara atau staf (Saadillah et al. , 2. Jika pengunjung merasa bahwa mereka mendapatkan apa yang mereka harapkan atau lebih, maka tingkat kepuasan mereka akan tinggi. Sebaliknya, jika ekspektasi mereka tidak tercapai, maka mereka mungkin merasa kecewa atau tidak puas (Putri et al. Pengukuran kepuasan pengunjung adalah proses penting yang dilakukan untuk menilai sejauh mana suatu tempat ekspektasi dan keinginan pengunjung melalui berbagai metode, seperti survei, wawancara, atau pengamatan langsung (Lestari et al. , 2. Dengan mengetahui tingkat kepuasan pengunjung, pihak penyelenggara atau penyedia layanan dapat mengidentifikasi area-area yang perlu diperbaiki atau ditingkatkan yang berguna untuk meningkatkan pengalaman pengunjung di masa depan, memperbaiki loyalitas pengunjung yang sudah ada (Novrianto, 2. Hipotesis Penelitian Kualitas dan ketersediaan fasilitas yang ada di suatu destinasi wisata, seperti akomodasi, transportasi, kebersihan, keamanan, dan pelayanan, memiliki dampak langsung terhadap tingkat pengunjung (Taning et al. , 2. Fasilitas yang baik dan memenuhi harapan pengunjung diharapkan dapat meningkatkan pengalaman wisatawan Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 51-65 Pengaruh Fasilitas Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Kembali dengan Kepuasan Sebagai Variabel Mediasi, di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Jakarta (Nur Chairunnissa. Nurbaeti. Saptarining Wulan. Sri Mariati, dan Doni Muhardiansya. meningkatkan tingkat kepuasan mereka terhadap destinasi tersebut (Rumlus & Eviana, 2. H1 : Fasilitas wisata berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung Fasilitas wisata yang memadai dan berkualitas tidak hanya meningkatkan kepuasan pengunjung, tetapi juga dapat mempengaruhi keputusan mereka untuk mengunjungi kembali tempat wisata tersebut di masa depan (Lestari et al. Fasilitas yang nyaman, menarik, dan mudah diakses diyakini dapat menciptakan persepsi positif yang mempertimbangkan destinasi tersebut sebagai pilihan utama dalam kunjungan wisata selanjutnya (Huda et al. , 2. H2 : Fasilitas wisata berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung Tingkat kepuasan yang tinggi dari pengunjung terhadap suatu destinasi wisata dapat menjadi faktor penentu dalam keputusan mereka untuk kembali mengunjungi tempat tersebut (Oktavia et , 2. Pengalaman yang memuaskan, baik dalam hal fasilitas, pelayanan, maupun kualitas keseluruhan pengalaman wisata, diyakini akan memotivasi wisatawan untuk menjadikan destinasi tersebut sebagai pilihan utama saat merencanakan perjalanan berikutnya (Oktavia et al. , 2. H3: Kepuasan pengunjung berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung kembali Fasilitas wisata yang lengkap dan berkualitas memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan wisatawan untuk berkunjung kembali, terutama melalui kepuasan yang mereka rasakan dapat pengalaman wisatawan selama berada di destinasi tersebut (Simamora et al. Kepuasan yang tercipta dari fasilitas yang baik akan mendorong wisatawan untuk kembali berkunjung di masa depan, serta berpotensi memberikan ulasan positif yang dapat menarik wisatawan lain (Riadi et al. , 2. H4 : Fasilitas wisata berpengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung Kepuasan Fasilitas Wisata Keputusan Berkunjung Kembali Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian METODE PENELITIAN Penelitian menganalisis pengaruh fasilitas wisata terhadap keputusan berkunjung kembali, dengan kepuasan pengunjung sebagai Pendekatan kuantitatif dipilih karena penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan menguji hubungan antar variabel yang ada secara numerik, dengan menggunakan data yang dapat diukur secara statistik. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan teknik analisis jalur . ath analysi. , yang mengidentifikasi hubungan langsung dan tidak langsung antar variabel, yaitu fasilitas wisata, kepuasan pengunjung, dan keputusan berkunjung kembali. Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 51-65 Pengaruh Fasilitas Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Kembali dengan Kepuasan Sebagai Variabel Mediasi, di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Jakarta (Nur Chairunnissa. Nurbaeti. Saptarining Wulan. Sri Mariati, dan Doni Muhardiansya. Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Teknik ini dipilih karena peneliti ingin mendapatkan responden yang relevan dengan tujuan penelitian, yaitu pengunjung yang pernah mengunjungi Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk dan memiliki pengalaman yang dapat memberikan informasi terkait dengan kualitas fasilitas wisata, tingkat kepuasan, serta niat mereka untuk kembali berkunjung. Sampel yang diambil sebanyak 400 responden, berdasarkan teori Sugiyono . , yang menyarankan ukuran sampel yang cukup besar untuk penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pengunjung yang datang ke Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk selama periode penelitian. Peneliti responden, dengan harapan dapat menggambarkan kondisi yang lebih umum mengenai pengaruh fasilitas wisata terhadap keputusan berkunjung kembali di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Sampel ini dianggap cukup besar untuk memberikan hasil yang signifikan dan dapat digeneralisasikan ke populasi yang lebih luas. Teknik digunakan dalam penelitian ini meliputi beberapa uji statistik untuk memastikan kualitas data yang diperoleh. Uji validitas dilakukan untuk memastikan bahwa instrumen penelitian, seperti kuesioner, benar-benar mengukur konstruk yang dimaksud, yaitu fasilitas wisata, kepuasan pengunjung, dan keputusan berkunjung Selanjutnya, uji reliabilitas dilakukan untuk memastikan bahwa instrumen penelitian konsisten dan stabil dalam mengukur variabel yang sama pada waktu yang berbeda. Uji reliabilitas CronbachAos Alpha, dengan nilai di atas 0,6 menunjukkan reliabilitas yang baik. Untuk menguji hipotesis penelitian, digunakan uji koefisien determinasi (RA) untuk mengetahui seberapa besar kembali yang dapat dijelaskan oleh variabel fasilitas wisata dan kepuasan Selain itu, uji hipotesis dilakukan untuk menguji hubungan antara setiap variabel dalam model Uji t digunakan untuk menguji pengaruh langsung antar variabel, sementara uji F digunakan untuk menguji Dengan menggunakan teknik-teknik analisis ini, memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai pengaruh fasilitas wisata terhadap keputusan berkunjung kembali, serta rekomendasi untuk wisata di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 1. Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jenis Kelamin Jumlah Persentase Perempuan Laki-laki Total Sumber: Hasil Olah Data Primer . Responden kelamin yang menunjukkan bahwa 65% sebanyak 260 responden perempuan dan 35% sebanyak 140 responden laki-laki. Penelitian ini didukung oleh Hudiono . menyatakan bahwa jenis kelamin memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kunjungan wisata. Perempuan Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 51-65 Pengaruh Fasilitas Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Kembali dengan Kepuasan Sebagai Variabel Mediasi, di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Jakarta (Nur Chairunnissa. Nurbaeti. Saptarining Wulan. Sri Mariati, dan Doni Muhardiansya. lebih cenderung berwisata dibandingkan laki-laki membawa anak-anaknya untuk bermain dan berlibur, dan laki-laki lebih cenderung bekerja daripada berwisata. Tabel 2. Profil Responden Berdasarkan Usia Usia Jumlah Persentase 17-25 Tahun 25 - 40 Tahun > 40 Tahun Total Sumber: Hasil Olah Data Primer . Responden dengan usia tertinggi adalah pada usia 17-25 tahun sebanyak 269 responden dengan persentase sebesar 67%, yang kedua adalah pada usia 25-40 tahun sebanyak 114 responden dengan persentase sebesar 29%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Generasi Milenial dan Generasi Z adalah pengunjung Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Generasi milenial sering menggunakan perangkat elektronik dan menggunakan internet dalam kehidupan sehari-hari, sedangkan generasi Z banyak menggunakan internet dalam perencanaan perjalanan mereka. Oleh karena itu, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Generasi Z dan Generasi Milenial akan mengunjungi kembali di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Tabel 3. Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Jumlah Persentase Pelajar/Mahasiswa Pegawai Negeri Wiraswata Ibu Rumah Tangga Pegawai Swasta Total Sumber: Hasil Olah Data Primer . Responden menunjukkan bahwa mayoritas pengunjung Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta adalah siswa dan mahasiswa sebanyak 111 orang di sebabkan oleh fakta bahwa mereka biasanya mengunjungi Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk dalam kelompok-kelompok besar untuk pembelajaran dan rekreasi dan para mahasiswa pergi ke Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk melakukan perjalanan wisata atau field trip yang diadakan oleh kampus untuk menambah pengetahuan mereka tentang Tabel 4. Profil Responden Berdasarkan Pendidikan Terakhir Pendidikan Jumlah Persentase SMA/SMK DIPLOMA Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 51-65 Pengaruh Fasilitas Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Kembali dengan Kepuasan Sebagai Variabel Mediasi, di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Jakarta (Nur Chairunnissa. Nurbaeti. Saptarining Wulan. Sri Mariati, dan Doni Muhardiansya. Pendidikan Jumlah Persentase S2/S3 Total Sumber: Hasil Olah Data Primer . Responden yang datang ke Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk, berstatus S1 sebanyak 227 responden dengan persetanse 57% dan ingin menikmati pemandangan dan menambah pengetahuan ekowisata yang dapat menjadi bahan penelitian. Berdasarkan Tabel 4. 4 dapat disimpulkan dari pendidikan terakhir sebanyak 400 orang, yang menerima pendidikan terakhir terdiri dari 112 orang dari siswa SMA/SMK, 57 orang dari diploma, 227 orang dari S1, dan 4 orang dari S2. Jenis pekerjaan dan pendidikan terakhir akan mempengaruhi tingkat penghasilan. Tabel 5. Profil Responden Berdasarkan Domisili/ Tempat Tinggal Domisili Jumlah Persentase Jakarta Depok Bogor Tangerang Bekasi Lainnya Total Sumber: Hasil Olah Data Primer . Responden domisi/tempat tinggal, menunjukkan bahwa sebagian besar pengunjung ke Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk berasal dari Jakarta, sebanyak 218 orang dimana 55% sebagian besar penduduk Jakarta memerlukan wisata alam yang segar. Fenomena ini dapat dijelaskan oleh lokasi Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk yang terletak di Pantai Indah Kapuk, sehingga menjadi lebih mudah diakses oleh penduduk sekitar dan masyarakat Jakarta pada umumnya. Selanjutnya di ikuti Tangerang sebanyak 74 orang yang dimana penduduk Tangerang memerlukan wisata alam yang segar yang dimana kualitas udara Tangerang kurang bagus, kemudian untuk menuju ke Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk memerlukan waktu 30 menit. Tabel 6. Profil Responden Berdasarkan Kunjungan Kunjungan Jumlah Persentase Pertama Kali 2 Kali 3-5 Kali Lebih 5 Kali Total Sumber: Hasil Olah Data Primer . Responden yang telah mengunjungi Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta sebanyak lebih dari 1 kali Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 51-65 Pengaruh Fasilitas Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Kembali dengan Kepuasan Sebagai Variabel Mediasi, di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Jakarta (Nur Chairunnissa. Nurbaeti. Saptarining Wulan. Sri Mariati, dan Doni Muhardiansya. memiliki 77%. Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta dianggap sebagai salah satu destinasi wisata DKI jakarta yang dapat kita nikmati keindahan alamnya. Tabel 7. Profil Responden Berdasarkan Informasi Kunjungan Kunjungan Jumlah Persentase Teman/Saudara Brosur/Internet/Majalah Media Sosial Total Sumber: Hasil Olah Data Primer . Bahwa menggunakan media sosial untuk mengetahui tentang kunjungan ke Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk Jakarta, sementara 47% dari responden mengetahui tentang kunjungan dari teman atau saudara mereka. Media berbasis memungkinkan penggunanya saling terhubung dengan siapa saja, baik orang terdekat maupun orang asing, milenial sering menggunakan Instagram dan TikTok sebagai platform sosial media. Ini menggunakan media sosial untuk mendapatkan informasi tentang apa pun yang mereka lakukan. Postingan ke media sosial yang terkait Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk dianggap sebagai salah satu destinasi ekowisata di DKI Jakarta kemudian dapat di lihat dari informasi kunjungan media sosial dan teman/saudara hanya selisih sebesar 1% memberikan rekomendasi wisata kepada teman/saudara. Tabel 8. Uji Validitas Average Variance Variabel Extracted (AVE) X1 (Fasilitas Wisat. Y (Keputusan Berkunjun. Z (Kepuasa. Sumber: Hasil Olahdata Primer . Uji ini dianggap valid apabila nilai AVE lebih besar dari 0,5. Dalam hal ini, nilai AVE untuk variabel X1 (Fasilitas Wisat. adalah 0,572 dan nilai AVE untuk variabel Y (Kepuasan Pengunjun. adalah 0,791, dan nilai AVE untuk variabel Z (Keputusan Berkunjun. adalah 0,716. Maka pada uji Avarage Variance Extracted (AVE) didapatkan dari setiap variabel yang diteliti, sudah melebihi 0,5 sehingga dapat dinyatakan valid. Tabel 9. Cronbach's alpha Variabel Cronbach's Alpha X1 (Fasilita. Y (Keputusan Berkunjung Kembal. Z (Kepuasa. Sumber: Hasil Olah Data Primer . Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 51-65 Composite Reliability Pengaruh Fasilitas Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Kembali dengan Kepuasan Sebagai Variabel Mediasi, di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Jakarta (Nur Chairunnissa. Nurbaeti. Saptarining Wulan. Sri Mariati, dan Doni Muhardiansya. Menurut hasil uji cronbach's alpha yang ditunjukkan pada tabel di atas, jika nilai cronbach's alpha setiap variabel penelitian lebih besar dari 0,60, yang dimana nilai X1 sebesar 0,958, nilai X2 941, nilai Y sebesar 0,912, dan nilai z sebesar 0,921 maka variabel tersebut dianggap reliabel. Kemudian nilai komposit reliabilitas dapat diterima jika nilainya lebih besar dari 0,70 dalam penelitian ini, nilai total reliabilitas komposit untuk setiap variabel berada di atas 0,70 dan dinyatakan reliabel. Tabel 10. Uji R-Square (RA) Variabel R Square Y (Keputusan Berkunjung Kembal. Z (Kepuasa. Sumber: Hasil Olah Data Primer . Dalam penelitian ini, nilai R2 dibagi menjadi 2 variabel, seperti yang disajikan pada tabel di atas yaitu nilai R Square untuk berkunjung sebesar 61. 4% dipengaruhi oleh fasilitas wisata dan sisanya sebesar 38,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Kemudian variabel kepuasan pengunjung sebesar 31,3% yang dipengaruhi oleh variabel fasilitas wisata dan kepuasan pengunjung dan sisanya sebesar 68. dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini. Tabel 11. Uji Hipotesis Variabel Fasilitas Wisat. -> Kepuasan Fasilitas Wisat. -> Keputusan Berkunjung Kembal. Kepuasan -> Keputusan Berkunjung Kembali Fasilitas Wisata -> Kepuasan -> Keputusan Berkunjung Kembali Original Sample (O) Standard Deviation (STDEV) Sample Mean (M) T Statistics (O/STDEV) Values Sumber: Hasil Olah Data Primer . Tabel 11 menyajikan hasil uji hipotesis mengenai pengaruh fasilitas wisata terhadap keputusan berkunjung Hasilnya menunjukkan bahwa fasilitas wisata memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan yang memiliki nilai p-vaues . lebih kecil dari 0,05 yang pada signifikan terhadap keputusan berkunjung kembali dengan memiliki nilai p-vaues . lebih kecil dari 0,05. Namun, pengaruh langsung fasilitas wisata terhadap keputusan berkunjung kembali tidak signifikan karena memiliki nilai p- vaues . lebih besar dari 0,05. Kemudian, pengaruh tidak langsung fasilitas wisata terhadap keputusan berkunjung kembali melalui kepuasan berpengaruh signifikan, karena memiliki nilai p-vaues . lebih kecil dari 0,05. Fasilitas wisata pada penelitian ini memiliki pengaruh signifikan terhadap kepuasan pengunjung di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Jakarta. Fasilitas yang lengkap dan memadai seperti tempat parkir, aksesibilitas, pemandu wisata, area istirahat, serta kebersihan sangat berperan dalam Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 51-65 Pengaruh Fasilitas Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Kembali dengan Kepuasan Sebagai Variabel Mediasi, di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Jakarta (Nur Chairunnissa. Nurbaeti. Saptarining Wulan. Sri Mariati, dan Doni Muhardiansya. Kepuasan pengunjung ini merupakan faktor utama yang menentukan apakah mereka akan kepada orang lain atau bahkan berkunjung kembali. Penelitian yang relevan dengan temuan ini adalah penelitian oleh (Rumlus & Eviana, 2. yang menunjukkan bahwa fasilitas yang baik meningkatkan kepuasan wisatawan, serta penelitian oleh (Taning et al. , 2. yang menemukan hubungan positif antara kualitas fasilitas dengan kepuasan wisatawan di kawasan wisata alam. Meskipun fasilitas wisata sangat penting dalam menciptakan kenyamanan dan pengalaman yang memadai, namun pada penelitian ini fasilitas wisata tidak keputusan berkunjung kembali. Ini mengindikasikan bahwa faktor lain seperti pengalaman emosional, nilai sosial, dan kesan yang diperoleh pengunjung saat berkunjung dapat lebih memengaruhi keputusan mereka untuk Penelitian oleh Sulistyono et al. menemukan bahwa meskipun fasilitas memadai, faktor psikologis dan sosial lebih dominan dalam keputusan wisatawan untuk mengunjungi kembali suatu destinasi. Selain itu, penelitian oleh Kadi et al. juga menunjukkan bahwa keputusan berkunjung kembali dipengaruhi oleh aspek lain seperti interaksi sosial dan pengalaman pribadi, bukan hanya oleh fasilitas yang Kepuasan pengunjung memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan berkunjung kembali. Pengunjung yang merasa puas dengan pengalaman mereka selama berkunjung lebih cenderung untuk kembali ke tempat tersebut. Kepuasan ini mencakup berbagai aspek seperti pelayanan, kebersihan, kenyamanan, dan keindahan alam yang dirasakan selama Hal ini sesuai dengan penelitian oleh (Oktavia et al. , 2. yang mengungkapkan bahwa kepuasan pengunjung berperan penting dalam membentuk loyalitas pelanggan dalam industri pariwisata. Penelitian oleh (Oktavia et al. , 2. yang menunjukkan bahwa kepuasan pengunjung berpengaruh positif terhadap niat berkunjung kembali ke destinasi wisata. Fasilitas signifikan terhadap keputusan berkunjung kembali melalui kepuasan pengunjung. Fasilitas yang baik tidak hanya meningkatkan pengalaman langsung pengunjung, tetapi juga berperan dalam membentuk kepuasan yang kemudian menjadi alasan mereka untuk kembali mengunjungi tempat tersebut. Ini menunjukkan bahwa fasilitas yang memadai memberikan kontribusi penting dalam meningkatkan kepuasan, yang pada gilirannya memengaruhi niat pengunjung untuk datang kembali. Penelitian oleh Simamora et al. menemukan bahwa fasilitas yang berkualitas dapat meningkatkan kepuasan yang mendorong pengunjung untuk berkunjung kembali. Penelitian lain oleh Riadi et al. juga sejalan, di mana fasilitas yang baik berperan dalam meningkatkan kepuasan dan secara tidak berkunjung kembali. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa fasilitas wisata yang lengkap dan memadai di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk memiliki pengaruh signifikan terhadap tingkat kepuasan pengunjung, namun tidak berpengaruh langsung terhadap keputusan mereka untuk berkunjung Fasilitas seperti aksesibilitas yang mudah, kebersihan, tempat parkir, dan keberadaan pemandu wisata sangat berperan dalam menciptakan pengalaman yang menyenangkan dan nyaman bagi Meskipun fasilitas yang baik kenyamanan, keputusan untuk kembali Jurnal Ilmiah Pariwisata. Volume 30 No. Maret 2025, pp 51-65 Pengaruh Fasilitas Wisata Terhadap Keputusan Berkunjung Kembali dengan Kepuasan Sebagai Variabel Mediasi, di Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Jakarta (Nur Chairunnissa. Nurbaeti. Saptarining Wulan. Sri Mariati, dan Doni Muhardiansya. pengunjung yang melibatkan pengalaman emosional dan sosial selama berkunjung. Kepuasan ini, yang mencakup aspek pelayanan, keindahan alam, dan interaksi sosial, terbukti menjadi faktor kunci dalam mendorong niat pengunjung untuk berkunjung kembali. Lebih jauh lagi, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun fasilitas memadai, faktor-faktor psikologis, pengalaman pribadi, dan interaksi sosial memiliki peran dominan dalam keputusan wisatawan untuk mengunjungi kembali suatu destinasi Oleh karena itu, meskipun fasilitas wisata penting, kepuasan pengunjung dan pengalaman yang didapat selama kunjungan memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap loyalitas pengunjung dan niat untuk kembali ke Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk. Bagi pengelola Taman Wisata Alam Mangrove Angke Kapuk, disarankan untuk terus meningkatkan kualitas dan keberagaman fasilitas yang ada guna menciptakan pengalaman wisata yang lebih lengkap dan memuaskan. Fokus pada peningkatan kebersihan, kenyamanan, dan aksesibilitas sangat memperhatikan faktor-faktor yang dapat memperkaya pengalaman emosional pengunjung, seperti pelayanan yang ramah dan pengalaman edukasi mengenai Pengelola juga disarankan untuk memanfaatkan media sosial dan promosi lainnya untuk meningkatkan visibilitas taman wisata ini, mengingat peran penting media sosial dalam informasi kunjungan. Bagi wisatawan, disarankan untuk kelestarian lingkungan dan fasilitas yang ada, serta memanfaatkan segala informasi yang tersedia melalui platform media sosial dan brosur sebagai referensi dalam Wisatawan juga dapat memberikan feedback konstruktif yang bisa membantu pengelola untuk terus memperbaiki Sedangkan bagi pemerintah DKI Jakarta, penting untuk mendukung pengelolaan dan pengembangan destinasi wisata alam ini dengan kebijakan yang mendukung keberlanjutan, serta mengembangkan infrastruktur dan aksesibilitas yang lebih baik, termasuk melalui peningkatan sarana transportasi umum dan promosi pariwisata yang lebih gencar. Pemerintah juga perlu memastikan perlindungan keberlanjutan lingkungan di sekitar destinasi wisata untuk menjaga daya tarik jangka panjang bagi wisatawan lokal maupun mancanegara. DAFTAR PUSTAKA