http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 103-118 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. ANALISIS KESEIMBANGAN LINTASAN PRODUKSI LEMARI DENGAN MENGGUNAKAN RANKED POSITIONAL WEIGHT Sefa Az Zahra1. Brillian Nur Diansari2. Ringgo Ismoyo Buwono3 Program Studi Teknik Industri - Universitas Duta Bangsa Surakarta Email: Sefazahra28@gmail. 1,2,3 ABSTRAK Sebat Project merupakan usaha pembuatan lemari kayu yang menghadapi permasalahan ketidakseimbangan beban kerja pada lintasan produksinya. Ketidakseimbangan ini menyebabkan terjadinya waktu menganggur . dle tim. pada beberapa stasiun kerja dan munculnya bottleneck pada stasiun lain sehingga target produksi harian tidak tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menyeimbangkan pembagian elemen kerja pada lintasan produksi menggunakan metode Ranked Positional Weight (RPW). Pendekatan penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi proses kerja. Data waktu siklus setiap elemen kerja diukur menggunakan metode stopwatch time study, kemudian dihitung waktu normal dan waktu baku dengan mempertimbangkan faktor penyesuaian Westinghouse dan toleransi istirahat. Selanjutnya, waktu baku digunakan untuk menghitung waktu siklus, positional weight, serta pembagian elemen kerja ke stasiun kerja dengan metode RPW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode RPW mampu menambah jumlah stasiun kerja dari 4 menjadi 9stasiun, meningkatkan efisiensi lintasan dari 36% menjadi 76%, serta menurunkan balance delay dari 63,97% menjadi 23,69%. Dengan demikian, penerapan metode RPW di Sebat Project dapat meminimalkan waktu menganggur dan meningkatkan produktivitas lintasan produksi Kata Kunci : Line Balancing. Ranked Positional Weight. Efisiensi Lintasan. Idle Time. Produktivitas. Sebat Project PENDAHULUAN Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan sektor strategis dalam perekonomian Indonesia, dengan kontribusi mencapai 61% terhadap ProdukDomestik Bruto (PDB) nasional dan jumlah pelaku usaha lebih dari 65 juta unit pada tahun 2024. Salah satu subsektor UMKM yang memiliki potensi besar adalah industri mebel. Meskipun industri mebel terus menunjukkan pertumbuhan positif, pelaku UMKM masih menghadapi berbagai tantangan operasional. Salah satu permasalahan utama adalah munculnya bottleneck atau hambatan dalam lini produksi akibat ketidakseimbangan beban kerja antar stasiun, keterbatasan sumber daya, dan belum optimalnya sistem produksi . Kondisi ini berdampak pada meningkatnya waktu tunggu, turunnya produktivitas, dan naiknya biaya produksi. Sebat Project, salah satu UMKM di bidang furniture yang berlokasi di Bladon. Sukoharjo, memproduksi berbagai jenis mebel seperti rak lemari, meja, kursi, dan kitchen set dengan sistem Make to Order (MTO). Proses produksinya terdiri dari 34 elemen kerja yang dibagi menjadi empat stasiun. Berdasarkan hasil observasi, stasiun kerja kedua memiliki beban waktu yang sangat tinggi mencapai 78% dari total waktu produksi sehingga menimbulkan bottleneck dan idle time di stasiun lainnya. Kondisi http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 103-118 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. ini mengakibatkan keterlambatan produksi 2Ae5 unit rak lemari per bulan, dengan potensi kerugian pendapatan sebesar Rp16. 000 hingga Rp40. 000 per bulan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan evaluasi pembagian beban kerja menggunakan metode time study dan line balancing. Time study membantu menentukan waktu standar untuk setiap aktivitas produksi, sedangkan line balancing berperan dalam menyusun distribusi kerja yang seimbang antar stasiun. Salah satu metode yang efektif adalah Ranked Positional Weight (RPW), yang menyusun elemen kerja berdasarkan bobot waktu dan urutan proses . Penelitian terdahulu membuktikan bahwa penerapan RPW mampu meningkatkan efisiensi lini produksi hingga lebih dari 30% dan secara signifikan mengurangi idle time serta keterlambatan Berdasarkan latar belakang tersebut, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis ketidakseimbangan beban kerja di lini produksi rak lemari pada Sebat Project dan merancang pembagian kerja yang optimal menggunakan metode RPW. Diharapkan hasil penelitian ini dapat meningkatkan efisiensi, menghilangkan bottleneck, serta menstabilkan output produksi secara berkelanjutan. TINJAUAN PUSTAKA Pengukuran Waktu Kerja Pengukuran waktu kerja adalah metode penetapan keseimbangan antara kegiatan manusia, yang berkontribusi dengan ouput yang dihasilkan dan berhubungan dengan usaha penetapan waktu standar yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan yang efektif dan efisien . Terdapat komponen dalam pengukuran waktu yakni sebagai Waktu Normal Waktu normal merupakan waktu kerja yang waktu yang sudah mempertimbangkan faktor penyesuaian yaitu waktu siklus rata-rata dikalikan dengan faktor penyesuaian . Wn = . Dimana Wn = Waktu Normal P = Penyesuaian Ws = Waktu Siklus Waktu Baku Jumlah waktu yang dibutuhkan oleh pekerja biasa untuk menyelesaikan pekerjaan mereka dengan metode yang paling efektif yang tersedia pada saat itu dikenal sebagai waktu baku Wb = . Dimana Wb = Waktu Baku a = Allowance http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 103-118 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Wn = Waktu Normal Pengujian Data Uji Kecukupan Data Uji kecukupan data dilakukan untuk mengevaluasi apakah data yang digunakan dalam penelitian secara memadai mewakili populasi dari data yang tersedia . NAo = Dimana: k = Taraf Keyakinan nAo = Jumlah data teoritis s = Tingkat ketelitian n= Jumlah data Pengamatan Jika n` O n maka data dianggap cukup, namun jika n` Ou data tidak cukup . dan perlu dilakukan penambahan data. Uji Keseragaman Data Uji keseragaman data dilakukan dengan cara yang sederhana, mudah, dan cepat. Para pengamat hanya perlu melihat data yang telah terkumpul dan kemudian mengidentifikasi data yang terlalu ekstrim . Adapun rumus yang digunakan dalam pengujian adalah sebagai berikut BKA = . BKB = Dimana BKA = Batas Kontrol Atas k = Tingkat keyakinan BKB = Batas Kontrol Bawah = Standar deviasi xI = Nilai rata-rata N= Jumlah data pengamatan Keseimbangan Lintasan (Line Balancin. Line balancing merupakan metode penugasan sejumlah pekerjaan ke dalam stasiun stasiun kerja yang saling berkaitan/berhubungan dalam suatu lintasan atau lini produksi sehingga setiap stasiun kerja memiliki waktu yang tidak melebihi waktu siklus dari stasiun kerja tersebut . Tujuan akhir dari keseimbangan lintasan adalah untuk meminimasi waktu menganggur disetiap stasiun kerja, sehingga dicapai efisiensi kerja yang tinggi pada stasiun kerja . http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 103-118 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Dibawah ini ada beberapa istilah-istilah dalam Line Balancing yang diantaranya Idle Time Idle Time adalah jumlah waktu menganggur yang terjadi di setiap stasium kerja. dimana pekerja atau operator menunggu untuk menyelesaikan tugas yang ada di tangan atau tugas operasional. Idle Time = . Dimana n = Jumlah stasiun kerja Wi = Waktu sebenarnya stasiun kerja Ws = Waktu stasiun kerja terbesar Balance Delay Balance Delay adalah ukuran ketidakefisienan dalam lintasan produksi yang dihasilkan dari waktu menganggur sebenarnya yang disebabkan oleh alokasi yang tidak optimal di antara stasiun-stasiun kerja. Formula untuk menghitung balance delay adalah sebagai berikut: Balance Delay = . Dimana BD = Balance delay n = Jumlah stasiun kerja C = Waktu siklus Oc ti = Jumlah semua waktu operasi Line Efficiency Line Efficiency mengukur seberapa efisien lintasan produksi dengan membandingkan total waktu yang dihabiskan di stasiun kerja dengan hasil perkalian antara jumlah stasiun kerja dan waktu terlama yang dihabiskan di satu stasiun kerja. Rumus untuk menghitung line efficiency adalah sebagai berikut: Efisiensi Lintasan Dimana STi = Waktu Stasiun kerja dari ke-i . CT = Waktu Siklus K = Jumlah Stasiun Kerja Smoothness Index Smoothness Index (SI) adalah indeks yang menggambarkan tingkat kelancaran relatif dari keseimbangan lintasan produksi. Berikut rumus yang digunakan dalam menentukan nilai dari smoothness index: Dimana Maks ST = Maksimum waktu di stasiun Sti = Waktu stasiun di stasiun kerja ke106 http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 103-118 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. Metode Ranked Positional Weight Metode RPW menjadi satu dari sekian metode heuristik yang memprioritaskan waktu terbesar dalam elemen kerja . Langkah-langkah metode RPW (Ranked Position Weight. adalah sebagai berikut . Membuat precedence diagram, lalu hitung bobot posisi. Urutkan operasi menurut nilai bobot item dari yang terbesar hingga yang Tetapkan tugas ke stasiun kerja sehingga waktu proses di setiap stasiun kerja tidak melebihi waktu siklus. Kemudian tempatkan seluruh operasi hingga tersebar ke seluruh workstation yang tersedia. Selanjutnya dilakukan perhitungan line efficiency. Perhitungan balance delay. Perhitungan idle time dan Perhitungan smoothness index METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang dilaksanakan di Sebat Project pada bulan Mei sampai Juni 2025 dengan tujuan menganalisis keseimbangan lintasan kerja menggunakan metode Ranked Positional Weight (RPW). Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara, dan dokumentasi proses kerja terhadap seluruh elemen kerja pada pembuatan lemari, mulai dari perancangan hingga Observasi dilakukan untuk mencatat urutan kerja sesuai precedence diagram, mengukur waktu siklus tiap elemen kerja menggunakan stopwatch, serta mengidentifikasi jumlah pekerja dan peralatan yang digunakan. Wawancara dilakukan dengan pemilik dan pekerja untuk memperoleh informasi terkait alur produksi, kendala yang sering terjadi, serta target produksi, sedangkan dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan foto proses kerja dan data produksi pendukung. Data waktu siklus yang diperoleh diubah menjadi waktu normal dan waktu baku dengan memperhitungkan faktor penyesuaian metode Westinghouse dan toleransi istirahat, kemudian digunakan untuk menghitung waktu siklus. Selanjutnya, dilakukan perhitungan positional weight untuk setiap elemen kerja, pengurutan dari nilai tertinggi ke terendah, dan pembagian elemen ke dalam stasiun kerja dengan metode RPW sehingga waktu baku setiap stasiun tidak melebihi waktu siklus. Tahap akhir adalah menghitung efisiensi lintasan, balance delay, dan smoothness index untuk menilai keseimbangan beban kerja dan memberikan rekomendasi perbaikan alur HASIL DAN PEMBAHASAN Pengujian Data Berdasarkan pengujian kecukupan data dan keseragaman data, didapatkan bahwa pada Uji Kecukupan Data seluruh elemen kerja . yang diukur dalam penelitian http://univ45sby. id/ejournal/index. php/industri/index Vol. 28 No. Hal. 103-118 . ISSN 1412 Ae 2146 (Ceta. ISSN 2721 Ae 5431 (Onlin. ini dinyatakan cukup karena seluruh nilai NAo< N. Selanjutnya pada Uji keseragaman Data seluruh data yang didapatkan dinyatakan seragam karena nilai BKA>X dan X