ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29394-29397 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Melalui Edukasi Positif Tingkatkan Partisipasi Masyarakat dalam Menjaga dan Melestarikan Lingkungan Hidup di Kelurahan Tuah Madani. Kecamatan Tuah Madani Kota Pekanbaru Provinsi Riau Fati Zaro1. Ria Crisna Sianturi2. Citra Dwi Maharani3. Neng Murialti4 1,2,3,4 Universitas Muhammadiyah Riau e-mail: fatizarogulo14@gmail. com1, riasianturi489@gmail. citradwimaharani252@gmail. com3, neng. murialti@umri. Abstrak Pengabdian kepada Masyarakat merupakan bentuk kegiatan dengan tujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi Masyarakat dalam mewujudkan lingkungan yang nyaman. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mewujudkan dan menjaga kelesestarikan lingkungan hidup melalui pendekatan edukasi positif. Pendekatan Edukasi positif dipilih karena penekanannya lebih pada pemberian pengetahuan, motivasi, dan contoh yang membangun sikap peduli terhadap lingkungan secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui sosialisasi, diskusi interaktif, serta praktik langsung berupa kegiatan gotong royong yang semangatnya sudah mulai memudar ditengah masyarakat dan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya animo Masyarakat berpartisipasi dalam gotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggal mereka. Dengan edukasi positif . engan menghidupkan Kembali semangat gontong royon. yang dilakukan di RW. 08 RT. Kelurahan Tuah Madani terbukti dapat menjadi strategi yang efektif dalam menumbuhkan Kembali partisipasi Masyarakat untuk berkontribusi pada terwujudnya lingkungan yang lebih nyaman sehingga dapat memberikan dampak positif bagi kehidupan Masyarakat saat ini dan kedepan secara berkelanjutan. Kata Kunci: Edukasi Positif. Partisipasi Masyarakat. Lingkungan Hidup. Pelestarian Abstract Community Service is a form of activity aimed at increasing public awareness and participation in creating a comfortable environment. This activity aims to increase public awareness and participation in realizing and maintaining environmental sustainability through a positive educational approach. The positive educational approach was chosen because it emphasizes providing knowledge, motivation, and examples that foster a sustainable attitude of environmental The implementation method is carried out through socialization, interactive discussions, and direct practice in the form of mutual cooperation activities, the spirit of which has begun to fade within the community, as well as household-based waste management. The results of the activity indicate a strong community enthusiasm for participating in mutual cooperation to clean up their residential environment. Positive education . y reviving the spirit of mutual cooperatio. conducted in RW. RT. Tuah Madani Village has proven to be an effective strategy in revitalizing community participation to contribute to the creation of a more comfortable environment, thus positively impacting community life now and in the future in a sustainable manner. Keywords: Positive Education. Community Participation. Environment. Conservation PENDAHULUAN Lingkungan hidup sangat penting bagi kehidupan manusia karena berkaitan langsung dengan kesehatan, kesejahteraan, dan kelangsungan hidup ekosistem. Di kota-kota, isu lingkungan sering kali menjadi masalah yang sulit diselesaikan karena jumlah penduduk yang terus bertambah, pertumbuhan ekonomi, serta berbagai kegiatan masyarakat yang tidak selalu ramah lingkungan. Menurut Arifin . , pendidikan lingkungan yang melibatkan masyarakat Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29394-29397 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 merupakan cara efektif untuk meningkatkan kesadaran bersama dalam menjaga kualitas Salah satu wilayah yang menghadapi tantangan lingkungan adalah Kelurahan Tuah Madani. Kecamatan Tuah Madani. Kota Pekanbaru. Wilayah ini merupakan kawasan pemukiman dengan padat penduduk dan ekonomi yang berkembang pesat. Namun, meningkatnya aktivitas masyarakat juga menimbulkan berbagai masalah lingkungan yang memerlukan perhatian serius. Masalah utama yang terjadi adalah pengumpulan sampah di beberapa titik serta minimnya fasilitas. yang memadai pengelolaan sampah yang terpadu, rendahnya Kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik serta kebiasaan membuang sampah secara sembarangan terus meningkat. Kondisi ini semakin memburuk karena minimnya taman atau ruang hijau di sekitar pemukiman, sehingga lingkungan menjadi lebih panas, lebih kering, dan rentan banjir saat musim hujan. Situasi ini sesuai dengan temuan Hidayat . yang menyebutkan bahwa rendahnya partisipasi masyarakat menjadi penghambat utama dalam pengelolaan sampah perkotaan yang Permasalahan lingkungan tersebut tidak hanya bisa diatasi melalui tindakan teknis pemerintah, seperti menyediakan tempat sampah atau membangun taman kota, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat. Masyarakat mempunyai peran penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan karena perilaku sehari-hari mereka berdampak besar terhadap lingkungan. Namun, di lapangan terlihat bahwa partisipasi masyarakat dalam kegiatan lingkungan masih Misalnya, kegiatan gotong royong kebersihan yang diadakan pemerintah kelurahan hanya diikuti sebagian kecil warga, sementara sebagian besar masyarakat kurang peduli. Hal ini dipengaruhi oleh faktor kesibukan, kurangnya pemahaman tentang pentingnya lingkungan, serta belum terbangunnya nilai-nilai kolaboratif yang kuat. Untuk mengatasi masalah tersebut, dibutuhkan cara yang mampu mencakup pengetahuan, sikap, dan tindakan masyarakat secara keseluruhan. Salah satu cara yang tepat adalah pendekatan edukasi positif. Pendekatan ini fokus pada memberikan pemahaman, memberi semangat, serta menanamkan nilai-nilai yang berguna, sehingga masyarakat secara sukarela berperilaku ramah lingkungan karena mereka memahami dan percaya pada manfaatnya. Dengan demikian, edukasi positif tidak hanya mengubah cara berpikir masyarakat, tetapi juga membentuk kebiasaan serta budaya yang peduli terhadap lingkungan secara berkelanjutan. Seperti yang dijelaskan oleh Fitriani & Sari . , pendekatan edukasi positif terbukti efektif dalam mengubah perilaku dan meningkatkan kesadaran lingkungan bagi masyarakat. Meningkatkan kesadaran lingkungan dilakukan dengan menekankan motivasi dan penguatan nilai, bukan hanya memberi informasi. Dalam konteks pengabdian masyarakat, pendekatan edukasi positif melibatkan beberapa kegiatan, seperti menjelaskan dampak lingkungan, memberikan pelatihan cara mengelola sampah rumah tangga, membimbing pembuatan kompos, serta kegiatan penghijauan dan lomba kebersihan antar RT. Semua kegiatan tersebut dirancang secara partisipatif, sehingga warga bukan hanya menyimak secara pasif, tetapi juga turut serta secara aktif dalam proses perubahan tersebut. Harapan dari kegiatan ini adalah masyarakat semakin merasa bertanggung jawab secara bersama-sama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Selain itu, edukasi positif juga bertujuan membentuk kelompok sadar lingkungan yang bisa menjadi penggerak di tingkat lokal. Kelompok ini penting karena bisa memastikan program tetap berjalan setelah kegiatan pengabdian selesai. Melalui kelompok ini, warga disediakan ruang untuk mengembangkan ide-ide sederhana, seperti bank sampah, taman hijau, atau program daur ulang kreatif, yang tidak hanya berguna bagi lingkungan, tetapi juga bisa memberi manfaat ekonomi Dengan latar belakang tersebut, kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan tujuan utama untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga dan melestarikan lingkungan hidup di Kelurahan Tuah Madani melalui pendekatan edukasi positif. Dengan adanya kegiatan ini, dharapkan masyarakat lebih memahami pentingnya menjaga lingkungan, termotivasi ikut aktif dalam kegiatan kebersihan dan penghijauan, serta mampu membangun budaya peduli lingkungan secara bersama-sama. Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29394-29397 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Masalah dalam kegiatan pengabdian ini adalah: Bagaimana kondisi partisipasi masyarakat Kelurahan Tuah Madani dalam menjaga lingkungan sebelum adanya edukasi positif? Bagaimana penerapan strategi edukasi positif dalam meningkatkan kesadaran dan minat masyarakat terhadap pelestarian lingkungan? Apa hasil nyata yang diperoleh dari edukasi positif dalam meningkatkan partisipasi masyarakat di bidang lingkungan? Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah: Memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan hidup. Meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan lingkungan, seperti kebersihan, pengelolaan sampah, dan penghijauan. Membentuk kelompok sadar lingkungan sebagai wadah pengembangan program yang berkelanjutan di Kelurahan Tuah Madani. Dengan cara ini, kegiatan pengabdian tidak hanya fokus pada penyelesaian lingkungan dalam jangka pendek, tetapi juga bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bersama dan budaya masyarakat dalam menjaga lingkungan hidup. Dengan cara memberikan pendidikan yang positif, diharapkan Kelurahan Tuah Madani dapat menjadi contoh wilayah perkotaan yang berhasil menggabungkan pembangunan sosial-ekonomi dengan upaya melestarikan lingkungan. METODE Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Tuah Madani. Kecamatan Tuah Madani. Kota Pekanbaru. Provinsi Riau, dengan sasaran utama masyarakat RW 08 RT 01. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan model pendidikan positif. Tahapan kegiatan terdiri dari: Observasi awal untuk mengetahui masalah lingkungan yang ada. Sosialisasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan dampaknya terhadap kesehatan dan keberlanjutan hidup. Pelatihan pengelolaan sampah rumah tangga, pembuatan kompos, serta pemanfaatan barang Kegiatan gotong royong membersihkan lingkungan dan menanam pohon. Membentuk kelompok sadar lingkungan yang menjadi penggerak utama kegiatan Metode evaluasi dilakukan melalui observasi langsung, wawancara dengan warga, serta dokumentasi kegiatan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil kegiatan menunjukkan adanya perubahan positif dalam partisipasi masyarakat. Sebelumnya, hanya sebagian kecil warga yang aktif mengikuti gotong royong atau memilah Setelah diberikan edukasi positif, terlihat peningkatan jumlah warga yang ikut serta dalam kegiatan kebersihan secara rutin Foto Proker Goro Bersama Masyarakat Jurnal Pendidikan Tambusai ISSN: 2614-6754 . ISSN: 2614-3097. Halaman 29394-29397 Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025 Dampak lain yang terlihat adalah meningkatnya kesadaran anak-anak dan remaja dalam menjaga kebersihan lingkungan. Mereka ikut berpartisipasi dalam lomba kebersihan antar RT dan program penghijauan. Secara keseluruhan, pendidikan positif mampu menumbuhkan kesadaran kolektif dan membangun budaya peduli lingkungan di Kelurahan Tuah Madani. Foto Keterlibatan Remaja Dalam Kegiatan MTQ Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pendekatan edukasi positif terbukti efektif dalam meningkatkan partisipasi warga Kelurahan Tuah Madani dalam menjaga dan melestarikan Terjadi peningkatan kesadaran, keterlibatan aktif warga, serta terbentuknya kelompok sadar lingkungan sebagai motor penggerak keberlanjutan program. Saran dari kegiatan ini adalah dibutuhkannya dukungan berkelanjutan dari pemerintah kelurahan serta kerja sama dengan pihak swasta untuk memperkuat program lingkungan yang sudah berjalan. Ke depan, kegiatan serupa dapat diperluas dengan melibatkan lebih banyak RT dan RW, serta difokuskan pada inovasi pengelolaan sampah dan pemanfaatan lahan hijau sebagai upaya menjaga keberlanjutan lingkungan di perkotaan DAFTAR PUSTAKA