NURSING JOURNAL: JURNAL KEPERAWATAN MAYAPADA e-ISSN: 31104118 Website: https://jurnal. id/index. php/Nursing PENGARUH PENGALAMAN KERJA TERHADAP KEBERHASILAN INSERSI INFUS PERAWAT Rotua Nurmala 1. Retno Andriati 2. Ayu Rahayu 3 . Dyna Melolita 4 . Marsondang Situmeang 5 IGD Mayapada Hospital Tangerang Kepala Divisi Keperawatan Mayapada Hospital Tangerang Kepala Departemen Nursing and Clinical Practice Mayapada Hospital Tangerang Kepala Departemen Nursing Quality Mayapada Hospital Tangerang Kepala Departemen Nursing and Development Mayapada Hospital Tangerang Corresponding author: nurmalagurning03@gmail. ABSTRAK Keberhasilan insersi infus merupakan indikator penting dalam keterampilan teknis perawat, khususnya di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengalaman kerja perawat terhadap keberhasilan insersi infus di IGD Mayapada Hospital Tangerang. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelatif dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 75 responden dari berbagai unit pelayanan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa lembar observasi dan kuesioner, dengan analisis data menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara lama kerja perawat dengan keterampilan teknis dalam melaksanakan SOP pemasangan infus . = 0,. Meskipun demikian, literatur pendukung menunjukkan bahwa pengalaman kerja >3 tahun secara umum berkorelasi positif dengan tingkat keberhasilan insersi infus. Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor lain seperti motivasi, insentif, dan lingkungan kerja turut memengaruhi kompetensi perawat. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan program pelatihan intensif dan mentoring bagi perawat baru untuk meningkatkan keterampilan insersi infus dan kepatuhan terhadap SOP, guna mendukung mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Kata Kunci: pengalaman kerja. insersi infus. SOP keperawatan, keterampilan teknis. IGD ABSTRACT The success of intravenous (IV) insertion is a key indicator of nursesAo technical competence, particularly in Emergency Departments (ED). This study aims to examine the influence of nursesAo work experience on IV insertion success rates at the ED of Mayapada Hospital Tangerang. A descriptive correlational design with a cross-sectional approach was used, involving 75 respondents from various hospital units through total sampling. Data collection instruments included observation sheets and questionnaires, analyzed using the Chi-square Nursing Journal: Jurnal Keperawatan Mayapada, 2. , 2025, 1-6 Received: November 07, 2025. Revised: December 18, 2025. Accepted: December 19, 2025. Online Available: December 29, 2025 The results showed no significant relationship between nursesAo length of employment and their technical skills in performing IV insertion according to standard operating procedures . = 0. However, supporting literature suggests that nurses with more than three years of experience generally demonstrate higher IV insertion success rates. These findings indicate that other factorsAisuch as motivation, incentives, and work environmentAimay also influence nursing competence. This study recommends the development of intensive training and mentoring programs for novice nurses to enhance IV insertion skills and SOP compliance, thereby improving service quality and patient safety Keywords: work experience. IV insertion, nursing SOP. technical skills. Latar Belakang Kebutuhan pelayanan kesehatan menuntut perawat saat ini memiliki pengetahuan dan keterampilan di berbagai bidang. Perawat memiliki peran yang lebih luas dengan penekanan pada peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit, juga memandang klien secara komprehensif dan memberikan pelayanan secara profesional baik itu secara sikap ataupun dengan tindakan asuhan keperawatan yang diberikan kepada pasien (Wirentanus, 2. Perawat sebagai bagian penting dari rumah sakit dituntut memberikan perilaku yang baik dengan tujuan membantu pasien mencapai kesembuhan (Prihati&Wirawati, 2. Lama kerja seseorang berkaitan dengan pengalaman kerjanya. Perawat yang telah lama bekerja di rumah sakit tertentu, pasti mempunyai berbagai pengalaman yang berkaitan dengan bidangnya masing-masing dan tentunya dapat meningkatkan produktivitas atau Lama kerja dapat memberikan pengaruh yang positif padakinerja apabila dengan semakin lama bekerja, perawat tentunyaakan semakin berpengalaman dalam melaksanakan tugasnya (Indarwati,2. Klasifikasi lama kerja di bagimenjadi 2 yaitu lama kerja kategori baru O 3 tahun dan lama kerja kategori lama > 3 tahun (Doda. Rompas& Hamel, 2. Tindakan pemasangan infus akan berkualitas apabila dalam pelaksanaannya selalu patuh pada standr prosedur operasional yang telah ditetapkan demi terciptanya pelayanan kesehatan yang bermutu. Perawat dalam melakukan tugasnya tersebut, harus memiliki pengetahuan yang berkaitan dengan pengkajian, perencanaan, implementasi, danevaluasi dalam perawatan terapi infus (Ernawaty, 2. Terapi intravena merupakan tindakan yang paling sering dilakukan pada pasien yang menjalan irawat inap sebagai jalur terapi intravena, pemberian obat, cairan, dan pemberian produkdarah, atau sampling darah. Infus cairan intravena . ntravenous fluids infusio. adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh, melalui sebuah jarum, kedalam pembuluh vena . embuluh bali. untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh (Ernawaty, 2. Kompetensi perawat dalam menerapkan SOP pemasangan infus ditandai dengan kewajiban menyelesaikan pemasangan infus sesuai SOP yang telah ditetapkan dengan tujuan agar masalah berkurang karena pemasangan infus. Kejadian yang sering terjadi di rumah sakit pada saat pemberian infus yaitu jarum infus yang tidak masuk vena, pipa infus tersumbat, pipa penyaluran dara tidak berfungsi, jarum infus atau vena terjepit karena posisi lengan lokasi masuknya jarum dalam keadaanfleksi, jarum infus bergeser atau menusuk keluar ke jaringan di luar vena (Ratnasari, et al, 2. Insersi infus merupakan salah satu tindakan keperawatan yang sering dilakukan di berbagai unit pelayanan kesehatan. Keberhasilan insersi infus menjadi indikator keterampilan teknis seorang perawat. Namun, tidak jarang kegagalan terjadi karena berbagai faktor, salah satunya adalah kurangnya pengalaman kerja. Perawat yang memiliki jam terbang tinggi cenderung lebih mahir dalam memilih vena, teknik insersi, dan mengatasi komplikasi yang mungkin timbul. Oleh karena itu, penting untuk meneliti hubungan antara pengalaman kerja perawat dan keberhasilan insersi infus. Tujuan Mengetahui pengaruh pengalaman kerja perawat terhadap keberhasilan insersi infus di IGD Mayapada Hospital Tangerang Analisa Jurnal Jurnal Utama Judul Jurnal Peneliti Populasi. Sampel dan Teknik Sampling Desain Penelitian Instrumen yang digunakan Uji Statistik yang digunakan Hubungan Lama KerjaTerhadap Hard Skill Perawat Dalam Melaksanakan Sop Pemasangan Infus Septiyana . Aprisunadi . Fajar Susanti. Erlin Ifadah Populasi : Populasi penelitian adalah perawat yang bertugas di ruang IGD. Ruangrawat Inap. Ruang HCU ICU. Ruang Nicu Sampel : Sampel penelitian sebanyak 75 Teknik Sampling : Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Deskriptif korelatif dengan pendekatan cross Lembar observasi dan kuesioner. Chi-square dengan p-value < 0,05. Jurnal Pendukung Judul : Hubungan Pengalaman Kerja Perawat dengan Keberhasilan Insersi Infus Peneliti :Yuliani. & Sari. Hasil : Terdapat hubungan pengalaman kerja perawat dengan tingkat keberhasilan insersi infus Judul : Relationship between Clinical Experience and IV Insertion Success Rates Peneliti: Johnson R. et al . Hasil : Perawat dengan pengalaman>5 tahun memiliki tingkat keberhasilan insersi infus sebesar 90%. Judul : Skill Proficiency in Intravenous Therapy among Nurses Peneliti: Chan M. et al . Hasil : Pengalaman klinis berkorelasi positif terhadap keterampilan teknis infusData analysis. Analisa PICO Problem: Masalah klinik dari jurnal ini adalah lamanya kerja mempengaruhi keberhasilan untuk pemasangan infud di RS Mayapada Hospital Tangerang. Kompetensi perawat dalam menerapkan SOP pemasangan infus ditandai dengan kewajiban menyelesaikan pemasangan infus sesuai SOP yang telah ditetapkan dengan tujuan agar masalah berkurang karena pemasangan infus. Kejadian yang sering terjadi di rumah sakitpada saat pemberian infus yaitu jarum infus yang tidak masuk vena, pipa infus tersumbat, pipa penyalur udara tidak berfungsi, jarum infus atau vena terjepit karena posisi lengan lokasi masuknya jarum dalam keadaanfleksi, jarum infus bergeser atau menusuk keluar ke jaringan di luar vena Intervention: Comparison: Outcome: (Ratnasari, et al, 2. Secara umum penelitian ini ingin mengetahui Hubungan Lama Kerja Terhadap Hard Skill Perawat Dalam Melaksanakan SOP Pemasangan Infus di RS X Wilayah Cibubur. Terapi intravena merupakan tindakan yang paling sering dilakukan pada pasien yang menjalani rawat inap sebagai jalur terapi intravena, pemberian obat, cairan, dan pemberian produkdarah, atau sampling Infus cairan intravena . ntravenous fluids infusio. adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh, melalui sebuahjarum, kedalam pembuluh vena . embuluh bali. untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh (Ernawaty, 2. Judul: Hubungan Pengalaman Kerja Perawat dengan Keberhasilan Insersi Infus Peneliti :Yuliani. & Sari. Hasil: Terdapat hubungan pengalaman kerja perawat dengan tingkat keberhasilan insersi infus. Judul: Relationship between Clinical Experience and IV Insertion Success Rates Peneliti: Johnson R. et al . Hasil: Perawat dengan pengalaman>5 tahun memiliki tingkat keberhasilan insersi infus sebesar 90%. Hasil analisis Hubungan Lama Kerja Terhadap Hard Skill Perawat Dalam Melaksanakan SOP Pemasangan Infus di RS X Wilayah Cibubursebanyak 75 responden diperolehbahwa terdapat 12 responden . %) perawat dengan lamakerja O 3 tahun memiliki hard skill dalam melaksanakan SOP pemasangan infus yang tidak baik. Terdapat 24 responden . ,1 %) perawat dengan lama kerja> 3 tahun memiliki hard skill dalam melaksanakan SOP pemasangan infus yang tidak baik. Hasil uji statistik diperolehnilai p= 0,812 maka dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang signifikan antara Hubungan Lama KerjaTerhadap Hard Skill Perawat Dalam Melaksanakan SOP Pemasangan Infus di RS X Wilayah Cibubur. Dari hasil analisis diperoleh nilai OR = 1,125 artinya perawat yang memiliki lama kerja O 3 tahun mempunyai peluang Tinjauan Teori Konsep teori Tindakan pemasangan infus akan berkualitas apabila dalam pelaksanaannya selalu patuh pada standar prosedur operasional yang telahditetapkan demi terciptanya pelayanan kesehatan yang bermutu. Perawat dalam melakukan tugasnya tersebut, harus memiliki pengetahuan yang berkaitan dengan pengkajian, perencanaan, implementasi, danevaluasi dalam perawatan terapi infus (Ernawaty, 2. Terapi intravena merupakan tindakan yang paling sering dilakukan pada pasien yang menjalani rawat inap sebagai jalur terapi intravena, pemberian obat, cairan, dan pemberian produk darah, atau sampling darah. Infus cairan intravena . ntravenous fluids infusio. adalah pemberian sejumlah cairan ke dalam tubuh, melalui sebuah jarum, kedalam pembuluh vena . embuluh bali. untuk menggantikan kehilangan cairan atau zat-zat makanan dari tubuh (Ernawaty, 2. Konsep Intervensi Kompetensi perawat dalam menerapkan SOP pemasangan infus ditandai dengan kewajiban menyelesaikan pemasangan infus sesuai SOP yang telah ditetapkan dengan tujuan agar masalah berkurang karena pemasangan infus. Kejadian yang sering terjadi di rumah sakitpada saat pemberian infus yaitujarum infus yang tidak masuk vena, pipa infus tersumbat, pipa penyalur udara tidakberfungsi, jarum infus atau vena terjepit karena posisi lengan lokasi masuknya jarum dalam keadaan fleksi, jarum infus bergeser atau menusuk keluar ke jaringan di luar vena (Ratnasari, et al, 2. Analisa Penerapan EBN Analisa Ruangan Di ruang rawat inap rumah sakit X, tidak terdapat perbedaan signifikan dalam keberhasilan insersi infus antara perawat baru dan senior. Hal ini mempengaruhi kepuasan pasien dan efisiensi pelayanan. Analisa SWOT Strength : Insersi infus merupakan salah satu tindakan keperawatan yang sering dilakukan di berbagai unit pelayanan kesehatan. Keberhasilan insersi infus menjadi indikator keterampilan teknis seorang perawat. Terapi intravena merupakan tindakan yang paling sering dilakukan pada pasien yang menjalani rawat inap sebagai jalur terapi intravena, pemberian obat, cairan, dan pemberian produk darah, atau sampling darah. Weakness : Untuk mendapatkan hasil yang optimal, perawat yang melakukan tindakan pemasangan infuse di utamakan perawat yang sudah bekerja > 3 Tahun Terapi intravena merupakan tindakan yang paling sering dilakukan pada pasien yang menjalani rawat inap sebagai jalur terapi intravena, pemberian obat, cairan, dan pemberian produk darah, atau sampling darah. Opportunity: Menambah ilmu dan keahlian bagi perawat di IGD maupun Rawat Inap Peneliti diberi kesempatan untuk menjelaskan EBN tentang menambah wawasan Hubungan Pengalaman Kerja Perawat dengan Keberhasilan Insersi Infus Threats : Jika spo pemasangan infus tidak diterapkan, potensi kegagalan infus akan lebih meningkat, memperburuk outcome pasien dan reputasi layanan. Kesimpulan Hasil penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara lama kerja terhadap hard skill perawat dalam melaksanakan SOP pemasangan infus di RS X wilayah Cibubur. Faktor yang mempengaruhi hal tersebut adalah adanya perbedaan motivasi perawat itu sendiri, bentuk insentif yang didapat perawat serta ruangan atau tempat berdinas perawat tersebut. Saran Diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pengaruh antara pengalaman kerja perawat dan keberhasilan insersi infus. Hasilnya dapat menjadi acuan bagi rumah sakit untuk menyusun program pelatihan atau supervise guna meningkatkan kompetensi perawat, terutama bagi mereka dengan masa kerja yang lebih singkat. Disarankan rumah sakit mengembangkan pelatihan intensif dan mentoring untuk perawat baru agar meningkatkan keterampilan insersi infus Referensi