Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 048 Ae 056 PEMBERDAYAAN ORANGTUA MELALUI EDUKASI DALAM MENGATASI PERMASALAHAN KETERLAMBATAN BICARA PADA ANAK USIA DINI Anggawati Imanniyah1. Elda Despalantri2. Ulfy Marsyah3. Effran Zudeta4. Annisa5 1,2,3,4,5Prodi S1 Pendidikan Khusus/Universitas Mercubaktijaya E-mail korespondensi: anggaimanniyah@gmail. Abstrak Latar Belakang: Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan sesuai kelompok usia yang dilalui oleh anak. Keterlambatan berbicara merupakan masalah yang sering terjadi pada anak-anak usia 2-5 tahun. Edukasi terhadap orangtua merupakan salah satu cara yang baik untuk menalaah dalam mengatasi permasalahan yang terjadi pada anak apabila perkembangan komunikasinya tidak sesuai dengan perkembangan pada umumnya. Sehingga dapat memperbaiki masalah-masalah perkembangan yang ada dan mengantisipasi secara preventif. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini terdiri dari 4 . tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi dalam memberikan layanan konsultasi bagi orangtua di PAUD Al Fathan Kecamatan Nanggalo Kota Padang terkait permasalahan yang terjadi pada anak dan pemberian pemberdayaan orangtua melalui edukasi dalam mengatasi keterlambatan berbicara pada anak usia dini. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan bahwa kegiatan pemberdayaan melalui edukasi memberikan dampak positif untuk orangtua agar lebih memahami permasalahan keterlambatan bicara pada anak dan mampu menerapkan strategi pendekatan yaitu penedekatan humanistik . ang dilakukan oleh orangtua kea nak. Pemberdayaan melalui edukasi juga meningkatkan pemahaman dan keterampilan orang tua dalam mengatasi keterlambatan berbicara anak usia Ke depannya, layanan ini diharapkan dapat diperluas dengan pendampingan jangka panjang guna memastikan efektivitas intervensi yang diberikan. Kata Kunci: Anak Usia Dini. Keterlambatan Berbicara. Pemberdayaan Orangtua Abstract Background: Early childhood education is a form of education that emphasizes laying the foundation for growth and development in accordance with the uniqueness and stages of development according to the age group that the child goes through. Speech delay is a common problem in children aged 2-5 years. Education for parents is one good way to examine how to overcome problems that occur in children if their communication development is not in accordance with general development. So that it can fix existing developmental problems and anticipate preventively. Methods: The method used in this activity consists of 4 . stages, namely: planning, action, observation and evaluation, and reflection in providing consultation services for parents in PAUD Al Fathan. Nanggalo. Padang City regarding problems that occur in children and providing parental empowerment through education in overcoming speech delays in early childhood. Result: The evaluation results show that empowerment activities through education have a positive impact on parents to better understand the problem of speech delays in children and are able to apply the strategies provided. Empowerment through education also improves parents' understanding and skills in overcoming speech delays in early childhood. In the future, this service ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 048 - 056 is expected to be expanded with long-term assistance to ensure the effectiveness of the interventions provided. Keywords: Early Childhood. Speech Delay. Parent Empowerment Pendahuluan Pertumbuhan dan perkembangan anak memiliki keunikan tersendiri, mereka tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensi yang mereka miliki dan juga pengaruh lingkungan yang akan membentuk mereka. Setiap anak akan melewati masa perkembangan dari tahap satu ke tahap berikutnya. Perkembangan akan saling berhubungan satu dengan yang lainnya sehingga jika adanya perkembangan yang terlewati akan berdampak pada proses perkembangan berikutnya. Salah satu perkembangan yang bisa terlihat dan dilakukan identifikasi awal serta berpengaruh terhadap perkembangan selanjutnya adalah perkembangan komunikasi. Keluarga maupun orangtua terkadang merasa resah saat mendengar anak tetangga yang usianya sama, sudah pandai bicara. Sementara anak sendiri hanya mampu mengucapkan satu dua patah kata saja. Khawatir apabila anak mereka mengalami keterlambatan bicara (Hasnida,2. Padahal kecepatan anak menguasai keterampilan komunikasi, salah satunya kemampuan bicara, tidak sama antara satu anak dengan anak lain. Di akhir usia 2 tahun seharusnya anak sudah bisa bicara 2-3 suku kata dalam satu kalimat. serta bisa memahami instruksi sederhana dan mengulang kata-kata yang di dengar dari percakapan orang lain. Sedangkan anak bisa dikatakan telat bicara jika ia bicara kurang dari 10 kata saat usia 18-20 bulan atau bicara kurang dari 50 kata saat usianya 21-30 bulan. Dan hal ini sering terjadi pada 1 dari 12 anak atau 5 Ae 8 % dari anak- anak prasekola (Hasnida,2. Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal. Berdasarkan data yang di dapat dari PAUD Al-Fathan. Kecamatan Nanggalo. Kota Padang bahwasanya masih terdapat 4 anak yang mengalami gangguan komunikasi terutama dalam hal bahasa bicara hal ini didapatkan data melalui asesmen bahasa dan bicara yang ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 048 - 056 dilakukan terlebih dahulu kepada semua anak di PAUD Al Fathan, konsekuensi yang diambil pada gangguan komunikasi yang terlambat ditangani adalah perubahan yang signifikan dalam hal tingkah laku, kesulitan membaca serta gangguan prestasi Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman keluarga terhadap intervensi dini yang harus diberikan saat ada tanda-tanda gangguan komunikasi yang terjadi pada anak. Pemberdayaan orangtua melalui edukasi menjadi salah satu cara yang baiknya dilakukan pada anak mereka yang mengalami masalah atau gangguan terutama dalam komunikasi. Intervensi dini menelaah hambatan perkembangan anak pada usia dini serta meneliti sejauh mana perkembangan anak ini masih dalam kategori sesuai perkembangan atau ada hambatan atau gangguan dalam perkembangan anak, dapat dilihat dari bagaimana anak berinteraksi dengan orangtua, anak cepat tanggap merespon pada instruksi yang diberikan oleh orangtua (Saragih. , & Susetyo. B,2. Apakah anak aman atau tidak, anak dapat beradaptasi dengan lingkungannya dan sejauh mana perkembangan pertumbuhan anak terutama dalam hal komunikasi. Dalam kaitannya dengan hal tersebut, maka kegiatan pendampingan dan pemberian pengetahuan melalui pemberdayaan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan keluarga terutama orangtua di lingkup pendidikan prasekolah terutama di PAUD dalam melakukan intervensi dini sehingga dapat menjadi acuan dalam menangani anak dengan keterlamabtan bicara. Hal ini atas dasar situasi bahwa kebutuhan orangtua untuk intervensi dini pada anak dikarenakan banyak keluarga maupun orangtua merasa tidak mampu melaksanakan intervensi dini secara mandiri, oleh karena itu diperlukan suatu program pemberdayaan yang dapat diaplikasikan oleh keluarga maupun orangtua pada anaknya. Metode Pelaksanaan Mekanisme pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan mengadopsi langkah Ae langkah action research yang terdiri dari 4 . tahapan, yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan evaluasi, dan refleksi. Kegiatan-kegiatan atau aktivitasaktivitas dari masing-masing tahapan adalah sebagai berikut: Perencanaan Kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan adalah: ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 048 - 056 Koordinasi dengan Kepala Sekolah Paud Al Fathan. Kecamatan Nanggalo. Kota Padang untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat . Koordinasi dengan pihak keluarga dan orangtua untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat . Koordinasi dengan fasilitator untuk pelaksanaan kegiatan pengabdian Tindakan Tindakan dalam kegiatan ini berupa pemberian informasi dan edukasi kepada keluarga dan atau orangtua anak di Paud Al Fathan pada tanggal 25 bulan April tahun 2025. Kegiatan Ae kegiatan yang dilakukan dalam implementasi program ini adalah : Mengumpulkan keluarga dan atau orangtua anak Paud Al Fathan. Kecamatan Nanggalo. Kota Padang yang menjadi sasaran kegiatan penyuluhan di ruang tengah tempat dilaksanakannya penyuluhan, . Briefing dengan tim pelaksana, . Melakukan pemberian informasi / materi penyuluhan, penampilan video edukasi terkait materi penyuluhan dan pemateri/narasumber menginfokan langkah-langkah dalam intervensi dini kepada keluarga dan atau orangtua anak di Paud Al Fathan. Kecamatan Nanggalo. Kota Padang yang menjadi sasaran kegiatan penyuluhan, . Setelah penyuluhan selesai dilanjutkan dengan tanya jawab terkait cara intervensi dini yang tepat dan terarah sesuai dengan permasalahan yang ditemukan orangtua pad anaknya. Membagikan handbook kepada keluarga dan atau orangtua anak di Paud Al Fathan. Kecamatan Nanggalo. Kota Padang yang menjadi sasaran kegiatan Observasi dan Evaluasi Observasi dilakukan terhadap proses penyuluhan yang dilakukan selama kegiatan pengabdian masyarakat. Instrumen yang digunakan berupa catatan Beberapa hal yang diobservasi adalah kendala-kendala, kekurangankekurangan, kelemahan-kelemahan Evaluasi dilakukan terhadap kualitas penyampaian informasi, ketepatan sasaran informasi, dan jumlah kehadiran peserta. ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 048 - 056 Refleksi Refleksi dilakukan terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan. Hal ini dilakukan semata-mata untuk mengetahui kekurangan-kekurangan atau kelebihan-kelebihan terhadap kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan dalam rangka untuk menetapkan rekomendasi terhadap keberlangsungan atau pengembangan kegiatan-kegiatan berikutnya. Hasil Dalam program pemberdayaan orangtua ini, luaran yang dihasilkan adalah: Jasa, yang dihasilkan berupa layanan edukasi terkait keterlambatan berbicara pada anak usia dini. Bimbingan terhadap orangtua/keluarga untuk mengatasi keterlambatan berbicara pada anak usia dini, edukasi terhadap orangtua, dan menjelaskan pentingnya pendampingan atau stimulus yang diberikan orangtua terhadap Berdasarkan hasil evaluasi, kegiatan ini mendapat respon positif dari orangtua anak dan mengaplikasikan ketika berada di rumah. Berdasarkan kegiatan yang dilaksanakan dapat dirinci sebagai berikut : Perencanaan . Merancang kegiatan yang akan dilaksanakan . Menemui pimpinan sekolah . Menentukan tempat dan waktu pelaksanaan kegiatan . Mempersiapkan segala kebutuhan untuk implementasi Implementasi Kegiatan dilakukan pada tanggal 25 April 2025 tepatnya di Ruang tengah Paud Al Fathan. Kecamatan Nanggalo. Kota Padang. Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi 5 tahap, yaitu: Tahap perkenalan Setelah memberi salam dan perkenalan moderator, terlebih dahulu menyampaikan maksud dan tujuan diberikan penyuluhan sebelum materi disampaikan oleh penyaji/pemateri. Kemudian moderator menyarankan peserta untuk tenang dan menyampaikan ISSN: 2797-3239 (ONLINE) https://doi. org/10. 36984/jam. Jurnal ABDI MERCUSUAR Vol. No. Juni, 2025, pp. 048 - 056 Tahap penyajian . Penyaji mampu menjelaskan materi dengan baik mengenai intervensi dini bersumberdaya keluarga pada anak dengan gangguan komunikasi. Penyaji mampu mendekatkan diri dengan peserta, sehingga peserta aktif. Penyajian materi sesuai dengan materi penyuluhan yang terlampir pada SAP . Saat penyuluhan berlansung masing-masing peserta diberikan handbook tentang materi. Setelah penyaji selesai menyampaikan materi, maka penyaji memberi umpan balik berupa kesempatan untuk bertanya mengenai mteri yang telah disampaikan. Evaluasi Evaluasi struktur Pelaksanan kegiatan penyuluhan datang sebelum waktu yang ditetapkan untuk mempersiapkan sarana dan prasarana, konsumsi, dan lain-lain untuk kegiatan penyuluhan. Semua peserta datang lebih awal dari waktu yang ditentukan. Evaluasi proses Peserta yang hadir berjalan sebagaimana yang diharapkan, dimana peserta sangat antusias dan aktif dalam kegiatan. Evaluasi hasil Semua . %) peserta memperhatikan materi yang disampaikan mengenai pemberdayaan orangtua melalui edukasi dalam mengatasi keterlambatan bicara pada anak usia dini. Diskusi