JUSIBI - (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 1. Issue 5. September 2019. P-ISSN: 2655-7541 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENGANGKATAN KARYAWAN TETAP MENGGUNAKAN METODE SAW (SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING) PADA INDUSTRI BATTERY (AKI) Dani NurmaAoruf(A) ,Tazkiyah Herdi1 Universitas Mercu Buana,Jakarta Indonesia (A)41815310012@student. herdi@mercubuana. Abstrak -- Pengangkatan karyawan dalam sebuah perusahaan menjadi salah satu bagian penting untuk keberlangsungan sumber daya manusia yang ada di perusahaan. Semakin berkembang saat ini ternyata masih banyak instansi dan perusahan yang dalam proses pengolahan datanya dengan menggunakan cara manual. Dari penilitian sebelumnya sistem pengangkatan tetap ini sudah memudahkan perusahaan dalam melakukan penilaian karyawan kontrak yang menjadi karyawan tetap. Penulis akan menguraikan bagaimana proses menentukan status karyawan kontrak menjadi karyawan tetap dengan metode Simple Additive Weighting (SAW). Hasil dari penelitian ini adalah sistem harus bisa melakukan pengelolaan dan penentuan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap berdasarkan perhitungan. Abstract -- Appointment of employees in a company is an important part of the sustainability of human resources in the company. The more developed at this time it turns out there are still many agencies and companies that are processing the data using manual methods. From the previous research, this permanent appointment system has made it easier for companies to assess contract employees who are permanent employees. The author will describe how the process of determining contract employee status is a permanent employee using the Simple Additive Weighting (SAW) method. The results of this study are that the system must be able to manage and determine contract employees to be permanent employees based on calculations. Keywords -- Appointment of permanent employees. SAW Method PENDAHULUAN Manajemen membutuhkan informasi yang bernilai agar keputusan yang diambil tidak salah yang nantinya akan mempengaruhi proses bisnis yang dijalankan. Perkembangan teknologi komputer dan sistem informasi yang juga semakin cepat dapat membantu manajemen dalam mengambil keputusan. Salah satunya adalah menggunakan Decision Support System (DSS) berbasis komputer. Penialaian kerja karyawan adalah suatu sistem formal dan terstruktur yang mengukur, menilai, dan mempengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku, dan hasil, termasuk ketidakhadiran. Selama ini, penentuan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap dilakukan secara bertahap seperti penyeleksian berkas, tes lisan atau tes tertulis, wawancara dan lain sebagainya. Cara ini membutuhkan waktu dan sering terjadi kesalahan dalam hasil akhir dari penentuan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap. Kendala yang dihadapi oleh pimpinan adalah kriteria tersebut belum terukur, karena belum memiliki nilai bobot dan juga perhitungan masih bersifat manual, sehingga keputusan yang diambil masih bersifat subjektif. Metode SAW merupakan salah satu metode dari Multi-Attribute Decision Making. Metode ini juga sering dikenal dengan istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternative pada semua atribut. Metode ini merupakan metode yang paling dikenal dan paling banyak digunakan orang dalam menghadapi situasi MADM . ultiple attribute decision makin. Metode ini mengharuskan pembuat keputusan menentukan bobot bagi setiap atribut. Skor total untuk sebuah alternatif diperoleh dengan menjumlahkan seluruh hasil perkalian antara rating . ang dapat dibandingkan lintas atribu. dan bobot tiap atribut. Rating tiap atribut haruslah bebas dimensi yang artinya telah melewati proses normalisasi https://jurnal. id/index. php/jusibi/ JUSIBI - (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 1. Issue 5. September 2019. P-ISSN: 2655-7541 LANDASAN TEORI Sumber Daya Manusia Undang-undang RI No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan dalam pasal 1 ayat 3 menyebutkan bahwa pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Karyawan tetap adalah pelaku aktif dariaktivitas perusahaan yang mempunyai jaminan atas apa yang dilakukannya. Karyawan yang diperbantukan pekerjaanpekerjaan rutin perusahaan, dan tidak ada jaminan kelangsungan masa kerjanya. Dalam kelangsungan masa kerja karyawan kontrak ditentukan oleh prestasi kerjanya. Kriteria Pengankatan Karyawan Tetap Kriteria pengangkatan dilihat dari hal-hal berikut: Kedisiplinan. Kinerja. Kerjasama. Pengalaman Bekerja. Absensi. Sistem pendukung keputusan (Decision Support System. Sistem ini hampir sama dengan Sistem informasi Manajemen karena menggunakan basis data sebagai sumber data. Sistem ini bermula dari Sistem informasi Manajemen karena menekankan pada fungsi mendukung pembuat keputusan diseluruh tahap-tahapnya, meskipun keputusan aktual tetap wewenang eklusif pembuat keputusan. Penelitian Terkait Penelitian terkait tentang sistem penjadwalan produksi telah dilakukan oleh beberapa peneliti dari berbagai perspektif antara lain . Penelititian dengan judul Implementasi Sistem Keputusan Pengangkatan Karyawan Tetap PT. Imanuel Surya Utama Menggunakan Metode SAW , adapun hasil penelitian ini untuk dapat membantu pengangkatan karyawan lebih efektif dan efisien, sehingga dapat memudahkan dalam pengankatan karyawan kontrak menjadi karyawan tetap. Penelitian berikutnya dengan judul. Rancangan Aplikasi Sistem Pendukung Keputusan (SPK) Pengangkatan Karyawan Menggunakan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Pada PT. Ultra Prima Plast - Flexible Packaging, adapun hasil dan tujuan penelitian ini salah satunya untuk membantu pengambil keputusan dengan memanfaatkan data dan model tertentu untuk memecahkan berbagai persoalan yang tidak terstruktur. Penelitian berikutnya dengan judul. Penerapan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Untuk Penentuan Status Pengangktan Karyawan, hasil penelitian yaitu metode Simple Additive Weighting (SAW) dapat membantu pemegang keputusan dalam menentukan status pengangkatan karyawan. Penelitian berikutnya dengan judul. Penerapan Metode Simple Additive Weight (SAW) Dalam Sistem Pendukung Keputusa Promosi Kenaikan Jabatan, hasil penelitiannya yaitu Dari Hasil Analisis perhitungan dengan menggunakan metode Simple Additive Weight dan dari hasil kuisioner penilaian karyawan yang terdiri dari kriteria masa kerja, penilaian kinerja, dan penilaian perilaku, karyawan bernama Chairani Syifa mendapatkan nilai sempurna dengan persentase 100%. Dengan rincian penilaian masa kerja selama 4 tahun mendapatkan nilai bobot 0,6 , penilaian kinerja sebesar 5,30 mendapatkan bobot 0,8, dan penilaian perilaku 4,92 mendapatkan nilai bobot 0,8. Penelitian berikutnya dengan judul. Aplikasi Pengambilan Keputusan Indeks Kepuasaan Masyarakat Dengan Metode Perbandingan Eksponensial (MPE) Pada Unit Pelayanan Masyarakat Dengan Alat Microcontroller Sebagai Alat Bantu Survey, hasil penelitiannya yaitu h Aplikasi Pengambilan Keputusan Indeks Kepuasan Masyarakat yang dapat di terapkan langsung sebagai solusi pemecahan masalah yang terjadi pada unit pelayanan masyarakat. https://jurnal. id/index. php/jusibi/ JUSIBI - (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 1. Issue 5. September 2019. P-ISSN: 2655-7541 METODOLOGI PENELITIAN Pada penelitian ini selain menggunakan metode penulisan, penulis juga menggunakan metode pengembangan perangkat lunak untuk mengem-bangkan Sistem pendukung keputusan penjadwalan produksi Ini, adapun metode yang digunakan adalah SDLC Waterfall. Penelitian terdiri dari berbagai tahapan seperti yang di jelaskan di bagan berikut ini. Perencanaan C Menentukan topik penelitian C Identifikasi masalah . atar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, ruang lingkup tujuan dan manfaa. Pengumpulan C Studi literatur C Wawancara Menentukan topik penelitian Analisis Perancangan C Menganalisa permasalahan C Analisis sistem yang berjalan . aat in. C Analisis kebutuhan fungsional dan non fungsional C Analisis kebutuhan sistem yang diusulkan C Perancangan UML C Perancangan antar muka . ock-u. C Perancangan Basis Data C Perancangan input dan output C Melakukan evaluasi perancangan HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis sistem berjalan Gbr 1. Proses bisnis berjalan https://jurnal. id/index. php/jusibi/ JUSIBI - (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 1. Issue 5. September 2019. P-ISSN: 2655-7541 Perancangan Sistem Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW) Seperti telah dijelaskan pada pendahuluan. Pengangkatan karyawan tetap dilakukan dengan melihat nilai-nilai terhadap kriteria yaitu kinerja, kedisiplinan, loyalitas, pengalaman kerja dan Ujian Selanjutnya masingAemasing kriteria tersebut dianggap sebagai kriteria yang akan dijadikan sebagai faktor untuk menentukan menjadi karyawan tetap. Contoh Kasus : Terdapat 4 orang karyawan yang ingin menjadi karyawan tetap pada PT Industri Battery (Ak. , dan posisi yang ada akan ditempatkan yaitu sebagai Operator. 4 orang yang menjadi kandidat (Alternati. tersebut adalah sebagai berikut : A1 = Herfian. A2 = Hernowo. A3 = Robby. A4 = Adam Ada lima kriteria yang digunakan untuk melakukan penilaian yaitu: C1= Kinerja C2= Kedisiplinan C3= Kerjasama C4=Pengalaman Bekerja C5=Absensi Pengambil keputusan memberikan bobot untuk setiap kriteria sebagai berikut: C1 = 35%. C2 = C3 = 15%. C4 = 15%. C5 = 10%. Dengan ketentuan kelulusan atau layak tidaknya pegawai diterima menjadi karyawan tetap adalah sebesar 0. 8 / 80. Perhitungan Status Karyawan Ada beberapa langkah untuk melakukan perhitungan menentukan status karyawan kontrak menjadi karyawan tetap menggunakan metode SAW sesuai contoh kasus diatas yaitu : Langkah Pertama memberikan nilai dan bobot untuk setiap alternatif pada setiap kriteria yang sudah ditentukan. Tabel 1. Nilai dan Bobot untuk Kriteria C1. C2. C3 dan C5 Nilai Tertulis Bobot Keterangan Sangat Baik Baik Cukup Buruk Sangat Buruk Untuk nilai Pengalaman Bekerja (C. adalah sebagai berikut : Tabel 2 Pengalaman Bekerja (C. Pengalaman Bekerja > 4 Tahun Ke atas > 3 Tahun > 2 Tahun > 1 Tahun <= 1 Tahun Nilai Langkah kedua, menentukan rating kecocokan dari setiap alternatif, adalah sebagai berikut : Tabel 3 Penilaian Karyawan Alternative Kriteria https://jurnal. id/index. php/jusibi/ JUSIBI - (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 1. Issue 5. September 2019. P-ISSN: 2655-7541 Maka pembentukan matrik keputusan berdasarkan data penilaian di atas adalah sebagai berikut : X = 75 Menghitung normalisasi dari setiap alternatif dengan rumus rumus : Xij MAXi Xij Keterangan : rij = Nilai rating kinerja ternormalisasi Xij = Nilai atribut yang dimiliki dari setiap kriteria MaxXij = Nilai terbesar dari setiap kriteria Maka diperoleh : 1 = 65 = 0,76 1 = 0,33 65 = 0,87 2 = 0,67 65 = 0,87 2 = 0,67 75 = 1,00 3 = 1,00 70 = 0,93 2 = 95 = 1,00 3 = 75 = 0,79 1 = 75 = 0,88 2 = 85 = 0,89 3 = 95 = 1,00 1 = 85 =1 ,00 2 = 85 = 0,89 3 = 65 = 0,68 1 = 70 = 0,82 2 = 85 = 0,89 3 = 70 = 0,74 Kemudian hasil normalisasi dibuat dalam matriks normalisasi : 0,76 1,00 0,79 0,33 0,87 R = 0,88 0,89 1,00 0,67 0,87 1,00 0,89 0,68 0,67 1,00 0,82 0,89 0,74 1,00 0,93 Selanjutnya, proses perangkingan dengan menggunakan bobot yang telah ditentukan oleh pengambil keputusan dengan dibuat perkalian matriks W * R dan penjumlahan hasil perkalian untuk memperoleh alternatif terbaik dengan melakukan perangkingan nilai terbesar sebagai berikut : https://jurnal. id/index. php/jusibi/ JUSIBI - (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 1. Issue 5. September 2019. P-ISSN: 2655-7541 Diketahui W : W = . ,35 0,25 0,15 0,15 0,. Pencarian perankingan atau nilai terbaik dengan memasukan setiap kriteria yang diberikan dengan menggunakan rumus : yaiya = yaya . yaya Maka hasil perankingan adalah sebagai berikut : A1 = Agus . A2 = Hervian. A3 = Henowo. A4 = Adam V1( Agus )= . = 0,87 V2( Hervian )= . = 0,77 V3( Hernowo )= . = 0,88 V4(Ada. = . = 0,87 Maka disimpulkan V1. V2. V3 dan V4 dengan nilai terbesar adalah V3, sehingga kandidat . yang terpilih dan berhak untuk menjadi karyawan tetap PT. GS BATTERY untuk mengisi Operator Produksi adalah V3 = Hernowo V1 = Agus V4 = Adam Perancangan Sistem Hasil perancangan sistem digambarkan dalam bentuk UML (Unifield Modeling Languag. dan user interface design dengan mock-up. Usecase diagram Usecase diagram terdiri dari 3 actor yang memiliki tugas dan fungsi masing-masing di sistem, aktivitas Ae aktivitas yang bisa dilakukan actor disistem yaitu Membuat permintaan . ktor: Kasi. , mengelola hasil test, membuat pengajuan, melihat laporan . ktor: Kadep. , mengelola data karyawan, mengelola kriteria, mengelola penilain, approval pengangkatan, mengelola laporan, . ktor: HRD). Gbr 2. Usecase Diagram penilaian karyawan https://jurnal. id/index. php/jusibi/ JUSIBI - (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 1. Issue 5. September 2019. P-ISSN: 2655-7541 Usecase Description TABEL 6 Usecase Description Penjadwalan Produksi Use Case Name : Data Karyawan Scenario : Mengelola Data Karyawan Triggering Event : Data karyawan Brief Description : Actor mengelola data karyawan yang akan di Actors : HRD Related Use Case : Stakeholders : HRD Pre-Conditions : Aktor melakukan login terlebih dahulu dan berhasil masuk ke dalam system Post-Conditions : Data akan disimpan ke dalam database Flow Of Activities : Actor System actor masuk ke 1 menampilkan menu data karyawan actor memilih dan menginput data actor menyimpan data karyawan menu karyawan 1 sistem menu input 2 Sistem menyimpan data ke dalam Exception Conditions : Jika data tidak sepenuhnya terisi, maka: Data penjadwalan tidak dapat disubmit. Terdapat permintaan untuk mengisi kembali data yang belum terisi. Activity Diagram Penilaian Karyawan Gbr 3. Activity diagram Penilaian Karyawan https://jurnal. id/index. php/jusibi/ JUSIBI - (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 1. Issue 5. September 2019. P-ISSN: 2655-7541 Sequence diagram Gbr 4. Sequence diagram penjadwalan produksi Class Diagram Gbr 5. Class diagram penjadwalan produksi https://jurnal. id/index. php/jusibi/ JUSIBI - (JURNAL SISTEM INFORMASI DAN E-BISNIS) Volume 1. Issue 5. September 2019. P-ISSN: 2655-7541 Perancangan User interface Gbr 6. Perancangan user interface Penilaian karyawan KESIMPULAN DAN SARAN Dari hasil penelitian dan evaluasi dari perancangan sistem pengambilan keputusan pengangkata karyawan tetap, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : Melalui perancangan sistem ini proses pengankatan karyawan tetap menjadi lebih mudah dibanding sistem sebelumnya. Sistem dapat melakukan pengurutan prioritas proses produksi berdasarkan hasil perhitungan metode SAW. Sistem dapat menghasilkan keluaran/output berupa laporan-laporan yang berkaitan dengan laporan pengangkatan karyawan, laporan hasil test, laporan penilaian dll. Adapun saran yang perlu ditambahkan dalam penelitian ini, sistem diharapkan nantinya bisa di implemetasikan kedalam sebuah sistem yang utuh UCAPAN TERIMAKASIH Penulis menyadari bahwa tanpa bantuan dan bimbingan semua pihak, maka penulisan laporan tugas akhir ini tidak akan terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada: Allah SWT, atas ridho-Nya sehingga terselesaikan laporan tugas akhir ini. Kedua orang tua dan keluarga yang selalu mendukung dan mendoakan. Ibu Tazkiyah Herdi S. Kom. M sebagai pembimbing tugas akhir yang telah memberikan bimbingan, arahan, saran, serta dukungan kepada saya dalam menyelesaikan laporan tugas akhir ini. Dan semua pihak yang terlibat dalam laporan tugas akhir ini. DAFTAR PUSTAKA