PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA ANGGOTA PADA SPKT (SENTRA PELAYANAN TERPADU) KORPOLAIRUD BAHARKAM POLRI Oleh : Akka Latifah Yusdinar dan Yari Harjo* ABSTRACT The method of research conducted by surveying 100 respondents from a population of 100 Polpulasi with a structured method using questionnaire instruments using the Likert measurement scale, analysis techniques and using classical tests, multiple regression, and the results of research simultaneously and in parallel shows the influence of motivation and discipline on employee performance. There is a significant effect of Motivation on Member Performance in the SPKT Section of KORPS POLAIRUD Baharkam Polri, this is obtained by t table: tcount 1. 658, and RA of 0. 40%). There is a significant influence of discipline on the Performance of Members in the SPKT Korpolairud Section Baharkam Baharkam Polri, this is obtained by t table: tcount 7. 333> t table 1. and RA of 0. 40%). From the results of statistical calculations can be explained. R value of 0. 603 and Squere R value . 364 gives the meaning that the motivation variable and discipline variable on employee performance has an effect of 36. 40% on the performance variable. Meanwhile, the remaining 63. 60 ^% is influenced by other factors not discussed in this study. Keywords: Motivation. Discipline, and Performance PENDAHULUAN Berbagai organisasi, berusaha meningkatkan kinerja dari seluruh elemen yang ada dalam organisasi dengan tujuan mencapai kelangsungan hidup organisasi. Terlebih lagi bagi organisasi kepolisian Republik Indonesia Sumber daya manusia yang dalam hal ini adalah para pegawai pada sebuah organisasi, tentunya berusaha bekerja dengan kemampuan yang mereka miliki agar dapat mencapai kinerja yang diinginkan organisasi tersebut. Rasa aman dan kenyamanan akan suasana kerja mampu mendorong pegawai untuk lebih berdedikasi tinggi dalam menyelesaikan pekerjaan, dan akan membantu pegawai mencapai kinerja yang terbaik. Dalam hubungannya dengan kinerja. Moekijat . menyatakan bahwa motivasi mempunyai peran penting dalam peningkatan produktifitas kerja Anggota , apabila seorang Anggota termotivasi, maka senantiasa akan mencapai gairah kerja yang tinggi yang nantinya akan berpengaruh pada prestasi Secara teori berbagai definisi tentang motivasi biasanya terkandung keinginan, harapan, kebutuhan, tujuan, sasaran, dorongan dan insetif. Pegawai bekerja dengan harapan akan memperoleh upah/gaji yang dapat untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Dorongan seseorang untuk bekerja dipengaruhi adanya kebutuhan yang harus dipenuhi dan tingkat kebutuhan yang berbeda pada setiap pegawai, sehingga dapat terjadi perbedaan motivasi dalam Selain itu, pemenuhan kebutuhan dari para Anggota an akan pelayanan dan penghargaan oleh atasan terhadap prestasi kerja yang dihasilkan yang sesuai dengan prinsip keadilan dapat memotivasi kerja mereka. Menurut Mc Clelland 1961 dalam Steers dan Braunstein . seorang Anggota dikatakan memiliki motivasi kerjayang tinggi apabila, didalam dirinya memiliki: . need for achievement . ebutuhan berprestas. yaitu kemampuan Anggota untuk mencapai hubungan pada standar yang ditetapkan organisasi Polri , . need for affiliation . ebutuhan afiliasi )yaitu kebutuhan yang membuat Anggota berperilaku wajar dalam melaksanakan dan . need for power . ebutuhan kekuasaa. yaitukeinginan Anggota untuk saling bersahabat dan mengenal lebih jauh teman kerja dalam sebuah organisasi Polri . * Dosen Sekolah Tingi Manajemen IMMI Jakarta Jurnal Manajemen & Bisnis Aliansi PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA ANGGOTA PADA SPKT (SENTRA PELAYANAN TERPADU) KORPOLAIRUD BAHARKAM POLRI Oleh : Akka Latifah Yusdinar dan Yari Harjo LANDASAN TEORI Pengertian Motivasi Motivasi adalah kekuatan yang ada di dalam seseorang, yang mendorong perilaku untuk melakukan tindakan. Besarnya intensitas kekuatan dari dalam diri seseorang untuk melakukan suatu tugas atau mencapai sasaran memperhatikan sejauh mana tingkat motivasinya. Dua orang yang berbeda bisa saja menyatakan dan meyakini bahwa mereka ingin menjadi Anggota yang baik. Intensitas dari keinginan mereka untuk menjadi Anggota yang baik merupakan ukuran dari motivasinya. Walaupun demikian pempinan tentunya akan lebih memperhatikan kepada apa yang mereka lakukan daripada apa yang mereka katakan dan yakni itu. Jadi, motivasi sesungguhnya adalah suatu kekuatan yang menyebabkan seseorang menghasilkan sesuatu sesuai dengan apa yang ia katakan, bukan sekadar janji dan keinginan saja. Suparno . Pada umumnya semua orang ingin mempunya motivasi yang baik. Tidak ada orang yang memilih menjadi frustrasi daripada termotivasi. Pekerjaan dan lingkungan pekerjaan yang merangsang motivasi pasti disenangi dan di hargai oleh semua orang. Walaupun demikian itu perlu kita ketahui bahwa ada pekerjaan yang menurut seseorang itu menarik atau merangsang motivasinya, tetapi menurut yang lainnya pekerjaan itu tidak menarik dan membosankan. Motivasi adalah masalah yang kompleks. Tidak ada seperangkat petunjuk yang masalah dan dapat menjamin membangkitkan dan meningkatkan motivasi seseorang. Upaya meningkatkan dan mempertahankan motivasi memerlukan perjuangan tanpa henti bagi para pimpinna dan anggotanya. Menurut Manullang . motivasi atau motivation berarti pemberian motiv, penimbulan motive atau hal yang menimbulkan dorongan atau keadaan yang menimbulkan dorongan. Motivasi dapat pula diartikan faktor yang mendorong orang untuk bertindak dengan cara tertentu. Carl Heyel dalam encyclopedia management membatasi Pengertian Disiplin Secara umum, disiplin menunjukkan suatu kondisi atau sikap hormat yang ada pada diri Anggota terhadap peraturan yang berlaku. Disiplin meliputi ketaatan dan hormat terhadap perjanjian yang dibuat antara Anggota dengan peraturan yang telah di Dispilin juga berkaitan erat dengan sanksi yang perlu di jatuhkan kepada pihak yang melanggar. Di dalam seluruh aspek kehidupan, dimanapun kita berada, dibutuhkan peraturan dan tata tertib yang mengatur dan membatasi setiap gerak dan perilaku. Peraturan-peraturan tersebut tidak ada artinya jika tidak ada komitmen dan sangsi bagi pelanggarnya. Disiplin di lingkungan kerja sangat dibutuhkan, karena akan menghambat pencapaian tujuan organisasi tersebut. Oleh karena itu. Anggota dengan disiplin kerja yang baik, berarti akan dicapai pula suatu keuntungan yang berguna baik bagi organisasi maupun Anggota itu sendiri. Selain itu, harus mengusahakan agar peraturan itu bersifat jelas, mudah dimengerti, adil bagi seluruh Anggota dan pimpinan. Disiplin Anggota dalam manajemen sumberdaya manusia berangkat dari pandangan bahwa tidak ada manusia yang sempurna, luput dari kekhilafan dan kesalahan. Oleh karena itu setiap organisasi perlu memiliki berbagai ketentuan yang harus ditaati oleh para anggotanya, standar yang harus dipenuhi. Dengan kata lain disiplin Anggota adalah suatu bentuk pelatihan yang berusaha bekerja secara kooperatif dengan para Anggota yang lain serta meningkatkan prestasi kerjanya. Disiplin kerja yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini mendorong gairah kerja, semangat kerja dan terwujudnya tujuan organisasi. Anggota dan masyarakat. Oleh karena itu, setiap manajer selalu berusaha agar bawahannya mempunyai kedisiplinan yang baik. Hasibuan . memberikan definisi disiplin sebagai kesadaran sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Jadi seseorang akan mematuhi / mengerjakan semua tugasnya dengan baik, bukan atas paksaan dan kesedihan. Seseorang menaati peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang Menurut Simamora . disiplin adalah prosedur yang mengoreksi atau menghukum bawahan karena melanggar peraturan atau prosedur. Disiplin kerja adalah suatu alat yang digunakan para manajer untukberkomunikasi dengan Anggota agar mereka bersedia untuk mengubah suatu perilaku serta sebagai suatu upaya untuk meningkatkan kesadaran dan kesediaan seseorang menaati semua peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku (Rivai, 2004:. Sedangkan Berdasarkan pengertian diatas disimpulkan bahwa disiplin kerja merupakan suatu sikap, tingkah laku, dan perbuatan yang sesuai dengan peraturan baik tertulis maupun tidak tertulis, dan bila melanggar akan ada sanksi atas pelanggarannya. Jurnal Manajemen & Bisnis Aliansi PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA ANGGOTA PADA SPKT (SENTRA PELAYANAN TERPADU) KORPOLAIRUD BAHARKAM POLRI Oleh : Akka Latifah Yusdinar dan Yari Harjo Pengertian Kinerja Pada dasarnya bahwa seseorang dalam bekerja akan merasa nyaman dan tinggi kesetiannya pada instansi dan organisasi apabila dalam bekerjanya memperoleh kepuasan kerja sesuai dengan apa yang kepuasan kerja sangat didambakan oleh semua pihak, suatua kegiatan yang dimulai dari perencanaan, proses, evaluasi, ouput sampai outcome memiliki tantangan baik secara psikologi maupun Apabila Anggota tidak mendapatkan kepuasan kerja maka kemungkinan akan terjadi penurunan kinerja Anggota . Kinerja merupakan hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seseorang Anggota dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawabyang diberikan kepadanya. Menurut Bastian . kinerja adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan tugas dalam suatu organisasi, dalam upaya mewujudkan sasaran, tujuan, misi, dan visi organisasi tersebut. Mangkunegara . 1 : . kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang Anggota dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan Anggota adalah orang yang melakukan pekerjaan dengan mendapatkan imbalan jasa berupa gaji dan tunjangan dari pemerintah. Anggota inilah yang mengerjakan segala pekerjaan atau kegiatankegiatan penyelenggaraan pemerintahan. Maka pengertian kinerja Anggota adalah hasil kerja perseorangan dalam suatu organisasi. Kinerja organisasi adalah totalitas hasil kerja yang dicapai suatu organisasi. kinerja Anggota dan kinerja organisasi memiliki keterkaitan yang sangat erat, tercapainya tujuan organisasi. Kinerja Anggota tidak dapat dilepaskan dari sumber daya yang dimiliki oleh organisasi, sumber daya yang digerakan atau dijalankan Anggota yang berperan aktif sebagai pelaku dalam upaya mencapai tujuanorganisasi Kusriyanto, dalam Mangkunegara . 5: . , mendefenisikan Aukinerja sebagai perbandingan hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja persatuan waktu . azimnya per ja. Ay. Sedangkan menurut Wibowo . Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara Hasibuan . kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugastugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta Jurnal Manajemen & Bisnis Aliansi Mangkuprawira dan Hubeis . kinerja yaitu hasil proses pekerjaan tertentu secara terencana pada waktu dan tempat dari Anggota serta organisasi Wirawan . kinerja adalah keluaran yang dihasilkan oleh fungsi-fungsi atau indikator-indikator suatu pekerjaan atau suatu profesi dalam waktu tertentu. Oleh karena itu dapat penulis simpulkan bahwa kinerja merupakan hasil pencapaian yang dapat dilaksanakan oleh seseorang baik kualitas maupun kuantitas yang akan dicapai Anggota persatuan periode waktu dalam melaksanakan tugas kerjanya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan METODE PENELITIAN Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey, yaitu penelitian terbatas masalah sosial atau kemanusiaanberdasarkan pengujian teori yang terdiri atas variabel-variabel, diukurdengan angka dan dianalisis dengan prosedur statistik, guna menentukanapakah generalisasi prediktif dari suatu teori memang berlaku. Dalam hal inimuncul peranan teknik-teknik statistik seperti distribusi frekuensi, tendensisentral, dan dispersi, (Silalahi, 2009:27-. Jadi penelitian dalam penelitian ini adalah penelitian eksplanatori kualitatif. HASIL Tabel 1. ANOVA Model Regression Sum of Squares 924,565 Residual 1615,392 Total 2539,957 Mean Square 462,283 32,338 Sig. ,000b 14,296 Dependent Variable: Kinerja Predictors: (Constan. Disiplin. Motivasi Sumber : Data penelitian yang diolah 2018 Berdasarkan hasil uji simultan F (Uji Anov. seperti yang terlihat dalam tabel ANOVA diperoleh nilai Fhitung = 32. dan sig. Nilai Ftabel yang digunakan untuk taraf kesalahan 5% denga df = 100 adalah 3. 07 dan nilai Sig. 0,000 < 0,05 maka dapat dijelaskan bahwa variabel Motivasi (X. dan Disiplin (X. secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Kinerja Anggota (Y). PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA ANGGOTA PADA SPKT (SENTRA PELAYANAN TERPADU) KORPOLAIRUD BAHARKAM POLRI Oleh : Akka Latifah Yusdinar dan Yari Harjo Tabel 2. Coefficientsa Coefficientsa Model Unstandardized Standardized Sig. Coefficients Coefficients Std. Error Beta (Constan. 15,061 4,630 3,253 ,002 Motivasi ,090 ,048 ,144 1,884 ,062 Disiplin ,670 ,078 ,560 7,333 ,000 Dependent Variable: Kinerja Sumber : Data penelitian yang diolah 2018 Berdasarkan tabel Coefficients, dapat diketahui secara jelas hasil uji parsial . Variabel Motivasi (X. , berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai thitung 1,884 dan Sig. 0,062, sementara untuk t tabel dengan sig. yA = 0,05 dan df = 100 , maka didapat ttabel lebih kecil 1,658. Nilai thitung lebih besar dibandingkan ttabel : thitung 1,884 > ttabel 1,658, hal ini menunjukkan terdapat pengaruh antara motivasi terhadap kinerja Anggota . Variabel Disiplin (X. , berdasarkan hasil uji t diperoleh nilai thitung 7,333 dan Sig. 0,000, sementara untuk t tabel dengan sig. yA = 0,05 dan df = 100 , maka didapat ttabel sebesar 1,658. Nilai thitung lebih besar dibandingkan ttabel : thitung 7,333 > ttabel 1,658, hal ini menunjukkan terdapat pengaruh antara disiplin terhadap kinerja Anggota . Persamaan Regresi Linier Berganda Dari hasil perbandingan statistik di atas, bila dimasukan dalam rumsu regrrsi linier berganda akan membentuk persamaan dibawah ini : Y = 15,061 0,090X1 0,670X2 Persamaan di atas memiliki arti sebagai berikut : Variabel kinerja Anggota mempunyai nilai . sebesar 15,601 apabila variabel X1 (Motivas. , variabel X2 (Disipli. memiliki 0 . maka tidak berpengaruh. Variabel X1 (Motivas. mempunyai nilai sebesar 0,090 yang berarti variabel X1 bertambah satu satuan akan menambah pengaruh 0,090 terhadap variabel Y (Kinerj. Variabel X2 (Disipli. mempunyai nilai sebesar 0,670 yang berarti variabel X2 bertambah satu satuan akan menambah pengaruh 0,670 terhadap variabel Y (Kinerj. Keterpangaruhan variabel independen (Motivasi dan Disipli. terhadap variabel dependent (Kinerj. juga memiliki tingkat signifikansi yang sama. Hal ini dapat dilihat dari uji signifikansi, dimana diperlihatkan melalui tingkat/nilai signifikansi pada masing-masing Variabel motivasi memiliki tingkat/nilai signifikansi sebesar 0,000, nilai tersebut berarti lebih kecil dari taraf uji signifikan sebesar y = 5% atau 0,050, sehingga dikatakan terdapat tingkat keterpengaruhan dari variabel motivasi terhadap variabel kinerja. Variabel disiplin memiliki tingkat/nilai signifikansi sebesar 0,001, nilai tersebut berarti leibh kecil dari taraf uji signifikan sebesar y = 5% atau 0,050, sehingga dikatakan terdapat tingkat keterpengaruhan dati variabel disiplin terhadao variabel kinerja. Meskipun terdaoat satu variabel independen yang tidak signifikan maka model regresi berganda tersebut diatas masih dapat digunakan untuk memprediksi kinerja Anggota di Bagian SPKT KORPS POLAIRUD Baharkam Polair. Berdasarkan uji koefisien Determinasi dengan menggunakan software SPSS, diperoleh hasil sebagai Tabel 3. Model Summary Model R R Square Adjusted Std. Error of Change Statistics R Square the Estimate R Square F Change Change ,603a ,364 ,353 3,78094 ,364 32,338 Predictors: (Constan. Disiplin. Motivasi Dependent Variable: Kinerja Sumber : Data penelitian yang diolah 2018 Dari hasil perhitungan statistik diatas, maka dapat diuraikan penjelasan sebagai berikut : Nilai R square . sebesar 0,364 memberikan arti bahwa Variabel Independen ( X1 = Motivasi dan X2 = Disipli. mempunyai pengaruh sebesar 36,40 % terhadap Variabel Dependen (Y = Kinerj. , sedangkan, sisanya sebesar 63,6 % dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dibahas dalam penelitian PEMBAHASAN Setelah dilakukan penelitian dan pengujian hipotesis, maka perlu disajikam eksistensi dari variabel independen (Motivasi dan Disipli. terhadap variabel dependen (Kinerja Anggota ). Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS statistik diperoleh nilai korelasi antara Motivasi dan Kinerja pada Bagian SPKT KORPS POLAIRUD Baharkam Polri menunjukkan bahwa faktor motivasi Anggota memiliki hubungan dengan kinerja karyawan pada KORPS POLAIRUD Baharkam Polri. Jurnal Manajemen & Bisnis Aliansi PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA ANGGOTA PADA SPKT (SENTRA PELAYANAN TERPADU) KORPOLAIRUD BAHARKAM POLRI Oleh : Akka Latifah Yusdinar dan Yari Harjo Dengan hasil pengolahan data menggunakan program SPSS statistik diperoleh nilai koefisien determinasi (Adjusted R Squar. adalah 0,364 atau 0,364 %. Berdasarkan model persamaan regresi linier yang berbentuk Y = Y = 15,061 0,090X1 menunjukkan bahwa faktor motivasi Anggota mempunyai pengaruh terhadap kinerja Anggota KORPS POLAIRUD Baharkam Polri, sedangkan didapat maka didapat ttabel lebih kecil 1,658. Nilai thitung lebih besar dibandingkan ttabel : thitung 1,884 > ttabel 1,658, hal ini menunjukkan terdapat pengaruh antara motivasi terhadap kinerja Anggota . dan y = 5% maka nilai F tabel = 3. 07 > F statisti = 32,338 Karena nilai F statistik lebih besar dari nilai F tabel Ho ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan sampel penelitian yang ada terdapat pengaruh yang signifikan secara bersama Motivasi (X. terhadap Kinerja pada KORPS POLAIRUD Baharkam Polri Menurut Manullang . motivasi atau motivation berarti pemberian motiv, penimbulan motive atau hal yang menimbulkan dorongan atau keadaan yang menimbulkan dorongan. Motivasi dapat pula diartikan faktor yang mendorong orang untuk bertindak dengan cara tertentu. Carl Heyel dalam encyclopedia management membatasi motivasi. antara teori-teori yang berhubungan langsung dengan kepuasan kerja adalah teori yang dikemukakan oleh Frederich Herzberg dalam Manullang . Bersama dengan beberapa orang temannya. Herzberg mengadakan suatu penelitian dikota Pitsburg dan sekitarnya, berdasarkan hasil penelitian mana dikembangkan gagasan bahwa ada dua rangkain kondisi yang mempengaruhi seseorang di dalam pekerjaannya. Rangkaian kondisi pertama disebut faktor motivator, sedangkan rangkaian kedua diberi nama faktor hygiene. Adanya kedua faktor tersebut, menyebabkan ada orang yang menyebutkan gagasan Herzberg dengan nama Aukonsep faktor motivator/ hygiene dari Herzberg. Ada pula juga yang memberi nama Auteori dua faktor daripada kepuasan kerj. Kondisi tersebut, maka diharapkan Bagian SPKT KORPS POLAIRUD Baharkam Polri dan manajemen memperhatikan faktor motivasi Dengan motivasi yang diberikan, tentunya Anggota akan merasangkan semangat dalam bekerja, dan pengabdian yang lebih besar kepada perusahaan. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat dilihat bahwa Motivasi yang dimiliki Anggota sangat Jurnal Manajemen & Bisnis Aliansi berpengaruh terhadap Kinerja Anggota tersebut, oleh karena itu Bagian SPKT KORPS POLAIRUD Baharkam Polri harus selalu meningkatkan Motivasi kerja agar Kinerja Anggota semakin meningkat. Pengaruh Disiplin Terhadap Kinerja Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS statistik diperoleh antara Disiplin dan Kinerja pada KORPS POLAIRUD Baharkam Polri. Faktor Disiplin Anggota memiliki hubungan dengan kinerja Anggota Hal ini bisa menunjukkan apabila disiplin Anggota , maka kinerja Anggota juga akan meningkat. Begitu pula sebaliknya apabila disiplin Anggota tidak ada, maka kinerja Anggota akan menurun. Dengan hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS statistik diperoleh nilai koefisien determinasi (Adjusted R Squar. adalah 0,364 atau 36,40 %. oleh faktor-faktor selain disiplin Faktor lain dapat meningkatkan kinerja Anggota KORPS POLAIRUD Baharkam Polri. Misalnya Kemimpinan. Perilaku. Kesejahteraan, dan lain-lain. Berdasarkan model persamaan regresi linier yang berbentuk Y = 15,061 0,570X2 menunjukkan bahwa faktor disiplin Anggota mempunyai pengaruh terhadap kinerja Anggota KORPS POLAIRUD Baharkam Polri Dan hasil pengolahan data kuesioner dengan menggunakan program SPSS Statistik diketahui maka didapat ttabel sebesar 1,658. Nilai thitung lebih besar dibandingkan ttabel : thitung 7,333 > ttabel 1,658, hal ini menunjukkan terdapat pengaruh antara disiplin terhadap kinerja Anggota . Sedangkan y = 5% maka nilai F tabel = 3. 07 > F statisti = 32. Karena nilai F statistik lebih besar dari nilai F tabel Ho ditolak, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan sampel penelitian yang ada terdapat pengaruh signifikan secara bersama disiplin (X. terhadap Kinerja pada KORPS POLAIRUD Baharkam Polri. Singodimedjo dalam Sutrisno . 3: . , mengatakan disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati norma-norma peraturan yang berlaku di sekitarnya. Disiplin adalah sikap kesediaan dan kerelaan seseorang untuk mematuhi dan menaati segala norma peraturan yang berlaku di organisasi. Disiplin sangat diperlukan baik individu yang bersangkutan maupun oleh organisasi. Disiplin kerja yang baik mencerminkan besarnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadanya. Hal ini mendorong gairah PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA ANGGOTA PADA SPKT (SENTRA PELAYANAN TERPADU) KORPOLAIRUD BAHARKAM POLRI Oleh : Akka Latifah Yusdinar dan Yari Harjo kerja, semangat kerja dan terwujudnya tujuan organisasi. Anggota dan masyarakat. Oleh karena itu, setiap manajer selalu berusaha agar bawahannya mempunyai kedisiplinan yang baik. Hasibuan . memberikan definisi disiplin sebagai kesadaran sikap seseorang yang secara sukarela menaati semua peraturan dan sadar akan tugas dan tanggung jawabnya. Jadi seseorang akan mematuhi / mengerjakan semua tugasnya dengan baik, bukan atas paksaan dan kesedihan. Seseorang menaati peraturan organisasi dan norma-norma sosial yang Kondisi tersebut, maka diharapkan Bagian SPKT KORPS POLAIRUD Baharkam Polri dan manajemen memperhatikan faktor disiplin Dengan disiplin yang diberikan, tentunya Anggota akan merasangkan nyaman dalam lingkungan bekerja, dan pengabdian yang lebih besar kepada perusahaan. Oleh karena itu organisasi dimana Anggota bekerja dapat menjadi tumpuan bagi Anggota untuk mencapai tujuan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat dilihat bahwa Disiplin Kerja yang dimiliki Anggota sangat berpengaruh terhadap Kinerja Anggota tersebut, oleh karena itu Bagian SPKT KORPS POLAIRUD Baharkam Polri harus selalu meningkatkan Disiplin kerja agar Kinerja Anggota semakin meningkat. Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Berdasarkan hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS statistik diperoleh antara Motivasi. Disiplin, dan Kinerja pada KORPS POLAIRUD Baharkam Polri. Menunjukkan bahwa faktor Motivasi dan Disiplin Anggota memiliki hubungan dengan kinerja karyawab pada KORPS POLAIRUD Baharkam Polri Hal ini bisa menunjukkan apabila motivasi dan disiplin Anggota , maka kinerja Anggota juga akan meningkat. Begitu pula sebaliknya apabila disiplin Anggota tidak ada, maka kinerja Anggota akan menurun. Dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS statistik diperoleh nilai koefisien determinasi (Adjusted R Squar. adalah 0,364 atau 36,40 %. Berdasarkan model persamaan regresi linier yang berbentuk Y = 15,061 0,090X1 0,670X2 menunjukkan bahwa faktor motivasi dan disiplin Anggota mempunyai pengaruh terhadap kinerja Anggota KORPS POLAIRUD Baharkam Polri Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa berdasarkan sampel penelitian yang ada terdapat pengaruh positif yang signifikan secara bersama Variabel Motivasi (X. dan Disiplin (X. terhadap Kinerja pada KORPS POLAIRUD Baharkam Polri. Menurut Robbins . , kinerja merupakan suatu hasil yang dicapai oleh pekerja dalam pekerjaannya menurut kriteria tertentu yang berlaku untuk suatu pekerjaan. sedangkan menurut Anwar Teguh Sulistyani. Aukinerja seseorang merupakan kombinasi dari kemampuan, usaha dan kesempatan yang dapat dinilai dari hasil kerjanyaAy. Sedangkan Kinerja adalah memberikan umpan balik kepada Anggota dengan tujuan memotivasi orang tersebut untuk menghilangkan kemerosotan kinerja atau berkinerja untuk lebih baik lagi. Menurut Dessler. Penilaian kinerja terdiri dari tiga langkah, pertama mendefinisikan pekerjaan berarti memastikan bahwa atasan dan bawahan sepakat dengan tugas tugasnya dan standar jabatan. Kedua, menilai kinerja berarti membandingkan kinerja aktual atasan dengan standar yang telah ditetapkan, dan ini mencakup beberapa jenis tingkat penilaian. Ketiga, sesi umpan balik berarti kinerja dan kemajuan atasan dibahas dan rencanarencana yang dibuat untuk perkembangan apa saja yang dianut. Kusriyanto, dalam Mangkunegara . , mendefenisikan Aukinerja sebagai perbandingan hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja persatuan waktu . azimnya per ja. Ay. Sedangkan menurut Wibowo . Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara Hasibuan . kinerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugastugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kecakapan, pengalaman dan kesungguhan serta Berdasarkan hasil penelitian Motivasi dan disiplin kerja terhadap kinerja Anggota KORPS POLAIRUD Baharkam Polri Dalam sebuah perusahaan, pemberian motivasi melalui penerapan disiplin terhadap para Anggota di organisasi sangatlah penting sebagai upaya meningkatkan kinerja guna mencapai tujuan bersama. Dari hasil analisis diatas dengan membandingkan dengan beberapa teori yang telah ada sebelumnya. KESIMPULAN Terdapat pengaruh signifikan Motivasi terhadap Kinerja Anggota pada Bagian SPKT KORPS POLAIRUD Baharkam Polri, hal ini diperoleh dengan ttabel : thitung 1,884 > ttabel 1,658, nilai F tabel = 3. 07 > F statisti = 32,338 , dan RA Jurnal Manajemen & Bisnis Aliansi PENGARUH MOTIVASI DAN DISIPLIN TERHADAP KINERJA ANGGOTA PADA SPKT (SENTRA PELAYANAN TERPADU) KORPOLAIRUD BAHARKAM POLRI Oleh : Akka Latifah Yusdinar dan Yari Harjo sebesar 0,364 . ,40%). , maka akan semakin rendah kinerja Anggota . Hal ini disebabkan karena Bagian SPKT KORPS POLAIRUD Baharkam Polri mempunyai motivasi untuk bekerja yang masih tinggi, yang ditunjukkan oleh indikator pemenuhan kebutuhan keberhasilan, penghargaan, pekerjaan itu sendiri, tanggung jawab dan pengembangn yang masih tinggi Terdapat pengaruh signifikan disiplin terhadap Kinerja Anggota pada Bagian SPKT KORPS POLAIRUD Baharkam Polri, hal ini diperoleh dengan ttabel : thitung 7,333 > ttabel 1,658. F tabel = 3. 07 > F statisti = 32. 338, dan RA sebesar 0,364 . ,40%). Hal ini disebabkan karena Bagian SPKT KORPS POLAIRUD Baharkam Polri memiliki tingkat kedisiplinan rendah yang ditunjukkan oleh indikator ketepatan waktu, menyelesaikan pen baik, dan ketaatan dalam peraturan. Terdapat pengaruh signifikan motivasi dan disiplin secara bersama-sama terhadap Kinerja Anggota pada Bagian SPKT KORPS POLAIRUD Baharkam Polri,. Dengan demikian, tinggi rendahnya motivasi kerja, dan baik buruknya displin kerja akan dapat berpengaruh terhadap tingkat kinerja Anggota . Berdasarkan memperlihatkan bahwa dua faktor (Motivasi dan disipli. secara bersama-sama mempunyai nilai pengatuh yang tidak terlalu besar dalam menentukan tingkat kinerja Anggota . Dua variabel ini hanya memiliki pengarus sebesar 0,364 . ,40%) kepada tingkat kinerja Anggota Bagian SPKT KORPS POLAIRUD Baharkam Polri. DAFTAR PUSTAKA