JURNAL BASICEDU Volume 7 Nomor 5 Tahun 2023 Halaman 3172 - 3179 Research & Learning in Elementary Education https://jbasic. org/index. php/basicedu Pengembangan Media Papan Magnet Merangkai Kalimat Kelas 1 Sekolah Dasar Elok Siwi Kusumaningtyas1A. Innany Mukhlishina2 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Universitas Muhammadiyah Malang. Indoensia1,2 E-mail: eloksiwi. kusumaningtyas@gmail. com1, innany@umm. Abstrak Media pembelajaran dapat menjadi sumber pembelajaran bagi peserta didik karena berperan penting dalam proses belajar mengajar agar tidak monoton dan mudah untuk dipahami peserta didik. Perlunya membuat media yang layak dan efisien untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berupa papan magnet merangkai Tujuan dari penelitian ini yaitu menghasilkan media pembelajaran yang layak digunakan. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis pengembangan (Research and Developmen. Model Penelitian pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE dari Dick and Carey. Hasil analisis validasi ahli media mendapat presentase sebesar 95,46% dan ahli materi mendapat presentase sebesar 90,62%. Media papan magnet merangkai kalimat dikategorikan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran dalam pembelajaran materi pola kalimat capaian pembelajaran peserta didik mampu menulis teks deskripsi dengan beberapa kalimat sederhana kelas I SD. Respon peserta didik terhadap media ini termasuk dalam kategori sangat baik dengan presentase 98,9%, oleh karena itu peserta didik lebih senang, mudah mengingat materi, memotovasi untuk belajar, mudah memahami dan mengingat materi pola kalimat, serta lebih aktif dalam Jadi media papan magnet ini dapat dioperasikan untuk membantu peserta didik memhami materi menyusun kalimat. Kata Kunci: pengembangan media, papan magnet, merangkai kalimat. Abstract Learning media can be a source of learning for students because it plays an important role in the teaching and learning process so that it is not monotonous and easy for students to understand. The need to create appropriate and efficient media to improve the quality of learning in the form of a magnetic board stringing The purpose of this research is to produce learning media that are suitable for use. This research uses research type development (Research and Developmen. The development research model used is the ADDIE model from Dick and Carey. The results of the validation analysis of media experts got a percentage of 46% and material experts got a percentage of 90. The magnetic board media stringing sentences is categorized as very suitable for use as a learning medium in learning sentence pattern material. The learning outcomes of students are able to write descriptive texts with a few simple sentences for class I SD. The students' responses to this media were included in the very good category with a percentage of 98. 9%, because students were happier, easily remembered material, motivated to learn, easily understood and remembered sentence pattern material, and were more active in learning. So this magnetic board media can be operated to help students understand the material for constructing sentences. Keywords: media development, magnetic board, stringing sentences. Copyright . 2023 Elok Siwi Kusumaningtyas. Innany Mukhlishina ACorresponding author : Email : eloksiwi. kusumaningtyas@gmail. DOI : https://doi. org/10. 31004/basicedu. ISSN 2580-3735 (Media Ceta. ISSN 2580-1147 (Media Onlin. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengembangan Media Papan Magnet Merangkai Kalimat Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Elok Siwi Kusumaningtyas. Innany Mukhlishina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. PENDAHULUAN Pendidikan ialah salah satu faktor yang penting dimana pendidikan akan menentukan sumber daya manusia dan kemajuan bangsa (Rahayu et al. , 2. Dalam Undang Undang Republik Indonesia no 20 tahun 2003 menerangkan bahwa pendidikan ialah udaha yang terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan pembelajaran supaya peserta didik aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, dan keterampilan yang diperlukan untuk dirinya. Masyarakat, bangsa, dan negara. Oleh karena itu pendidik atau guru haruslah memiliki cara supaya proses pembelajaran berjalan sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kualitas proses pembelajaran di kelas. Dari teori pengembangan Piaget, untuk proses pembelajaran diharuskan kesesuaiannya dengan usia peserta didik (Hasan, 2. Anak usia sekolah dasar termasuk kedalam tahap operasioanl konkrit (Marida, 2. Artinya anak usia sekolah dasar dapat mengelompokkan benda kedalam bentuk yang berbeda serta dapat mengkonkritkan benda. Hal yang disukai anak usia tersebut saat proses pembelajaran adalah dengan menggunakan media. Media pembelajaran merupakan perantara sumber belajar dengan menggunakan rangsangan pikiran, perasaan, dan perhatian sehingga peserta didik dapat terlibat dalam proses pembelajaran (Abi et al. , 2. Sedangkan menurut (Dwitia et al. , 2. media merupakan salah satu komponen komunikasi atau pembawa pesan dari komunikator. Dapat disumpulkan bahwa media pembelajaran adalah alat bantu yang digunakan oleh seorang guru untuk memudahkan penyampaian materi kepada peserta didik saat proses belajar mengajar Media dapat menjadi sumber pembelajaran bagi peserta didik karena berperan penting dalam proses belajar mengajar agar tidak monoton dan mudah untuk dipahami peserta didik. Media pembelajaran yang digunakan guru merupakan salah satu sumber pengetahuan siswa (Yulistanti & Mukhlishina, 2. Penggunaan atau pengembangan media yang tepat akan membantu peserta didik dalam mengkonkritkan hal yang abstrak, materi lebih mudah dipahami, serta menarik antusias peserta didik saat proses pembelajaran berlangsung, hal ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Oleh karena itu, guru perlu memperhatikan saat membuat media yang efisien untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Bahasa sangat penting diajarkan karena bahasa untuk berinteraksi peserta didik sebagai makhluk sosial (Susanto, 2. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia, diperlukan kemampuan peserta didik untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik lisan, tulisan, artinya peserta didik diharapkan mampu untuk menggunakan bahasa Indonesia untuk berkomunikasi serta menulis kata kata dan kalimat dengan aturan yang benar (Herlina, 2. Dapat disimpulkan bahwa bahasa wajib diajarkan karena selain untuk berkomunikasi, bahasa diperlukan dalam Pelajaran lain untuk memahami pembelajaran selain pelajaran bahasa itu sendiri seperti keterampilan membaca dan menulis. Keterampilan menulis adalah keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik karena berkaitan dengan kemampuan untuk menyusun sebuah gagasan baik secara lisan maupun tertulis (Situmorang, 2. Menulis juga bisa berarti sebagai kegiatan yang membutuhkan pikiran yang diwujudkan dalam aktivitas merangkai beberapa kata menjadi sebuah kalimat, kemudian kalimat digabungkan menjadi sebuah paragraph, sampai menggabungkan beberapa paragraph menjadi tulisan yang lengkap serta mengandung ide pokok (Simarmata, 2. Untuk peserta didik sekolah dasar mempelajari keterampilan menulis permulaan. Dimana menulis permulaan ini dimulai dari menulis huruf sampai membentuk kalimat sederhana dan penggunaan tanda baca (Krissandi. Widharyanto, & Dewi, 2. Dapat disimpulkan bahwa menulis merupakan kegiatan yang diawali dari menulis huruf sampai merangkai kalimat sederhana dengan dilengkapi tanda baca. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara awal yang sudah peneliti lakukan di SDN Polehan 2 Malang menyatakan bahwa peserta didik mengalami kesulitan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yaitu pada materi membuat kalimat, hal ini dikarenakan kurangnya kosa kata yang dikuasai peserta didik karena Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengembangan Media Papan Magnet Merangkai Kalimat Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Elok Siwi Kusumaningtyas. Innany Mukhlishina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. bahasa yang digunakan sehari hari adalah bahasa daerah, serta belum adanya media yang membantu guru untuk memudahkan menyampaikan materi ini. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media pembelajaran yang layak berupa media papan magnet merangkai kalimat. Papan magnet merupakan media dua dimensi yang menarik perhatian peserta didik untuk belajar, papan magnet terbuat dari papan yang dilapisi logam atau magnet sehingg permukaannya bisa menempel dengan objek-objek yang ringan (Inayati et , 2. Papan yang peneliti kembangkan merupakan papan yang terbuat dari lapisan seng galvalume, magnet ditempelkan di belakang kosa kata dan gambar visual kalimat. Adapun penelitian yang relefan dengan materi merangkai kalimat dilakukan Tsaniatul dkk . berjudul AuPengembangan Media Papan Magnet Menyusun Kalimat Acak di Kelas 1 Sekolah DasarAy, hasil dari penelitian tersebut membantu peserta didik memahami kalimat sederhana dan media tersebut layak digunakan, tetapi dalam pengembangannya belum ada gambar agar menarik peserta didik untuk semangat belajar. Kemudian penelitian dari Setia. berjudul Penggunaan AuMedia Kartu Kata dalam Meningkatkan Kemampuan Menulis Kalimat Sederhana di Sekolah DasarAy, hasil dari penelitian tersebut adalah media yang digunakan membantu meningkatkan kemampuan menulis kalimat sederhana pada peserta didik. Dan penelitian yang dilakukan Widodo DKK . berjudul AuPengaruh Penggunaan Media Gambar Berseri terhadap Kemampuan Menulis Kalimat Sederhana Siswa Sekolah DasarAy, penggunaan media cukup berpengaruh pada kemampuan menulis kalimat sederhana siswa sekolah dasar. Berdasarkan uraian penelitian diatas, karena media papan magnet yang digunakan belum ada gambarnya maka peneliti mengembangkan media papan magnet yang disertai gambar untuk merangsang peserta didik dalam menyusun kalimat. Dan penelitian yang lain belum mengembangkan media karena menggunakan jenis penelitian bukan pengembangan jadi peneliti ingin mengembangkan dan menggabungkan dari dua penelitian terakhir yang disebutkan diatas yaitu menggabungkan media yang ada kata kata dan ada METODE Penelitian ini menggunakan penelitian jenis pengembangan (Research and Developmen. Penelitian pengembangan atau Research and Development ialah metode penelitian dimana hasil akhirnya akan menghasilkan produk dan dari produk tersebut bisa diuji keefektifannya (Sugiyono, 2. Penelitian pengembangan juga dapat diartikan sebagai suatu penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan suatu produk berdasarkan penemuan dan pengujian di lapangan lalu direvisi dan seterusnya (Rayanto & Sugianti, 2. Peneliti menggunakan jenis penelitian ini untuk mengembangkan media papan magnet merangkai kalimat pada elemen menulis dengan capaian pembelajaran menulis kalimat sederhana di kelas I sekolah dasar. Model Penelitian pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE (Analysis. Design. Develop, implement, dan evaluat. dari Dick and Carey. Dimana model ini digunakan karena lebih sistemais karena disetiap tahapannya peneliti diberi kesempatan untuk memperbaiki produk, sehingga produk akan valid dan berkualitas. Pengumpulan sumber data menggunakan Teknik non probability sampling dimana peneliti mengetaui populasi secara keseluruhan. Teknik pengumpulan data menggunakan trianggulasi . Instrument yang digunakan adalah lembar validasi ahli materi dan ahli media serta angket respon siswa, juga menggunakan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskripif kualitatif. Pengumpulan data yang dibutuhkan peneliti, peneliti melakukan penelitian pada peserta didik kelas I SDN Polehan 2 Malang. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengembangan Media Papan Magnet Merangkai Kalimat Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Elok Siwi Kusumaningtyas. Innany Mukhlishina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan Dick and Carey hasil tahapan pengembangan terdiri dari lima tahapan diantaranya yaitu : Analysis . Pada tahap ini dilakukan analisis berdasarkan wawancara dan observasi awal permasalahan yang dihadapi peserta didik mengenai elemen dan capaian pembelajaran. Menurut hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan, terdapat permasalahan yaitu peserta didik belum bisa membuat sebuah kalimat dan belum adanya media yang mendukung untuk membantu peserta didik memahami materi ini. Materi ini masuk kedalam elemen menulis dengan capaian pembelajaran peserta didik mampu menulis teks deskripsi dengan beberapa kalimat sederhana. Setelah melakukan analisis elemen dan capaian pembelajaran, peneliti juga melakukan analisis materi, materi yang diambil adalah Aupola kalimatAy. Design . Setelah melakukan analisis pada elemen, capaian pembelajaran, dan materi, langkah selanjutnya yaitu mendesain papan magnet yang akan dikembangkan. Langkah pertama adalah menentukan alat dan bahan yang akan digunakan. Kedua menggunakan aplikasi canva untuk mendesain gambar gambar serta kata kata yang akan digunakan saat merangkai kata menjadi kalimat. Ketiga menentukan tujuan, fungsi, dan tata cara penggunaan media papan magnet merangkai kalimat. Dan yang keempat menentukan konsep desain papan magnet yang akan dibuat. Develop . Pengembangan papan merangkai kalimat dimulai dari menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan seperti seng galvalum, kayu reng, paku, palu, lem rajawali, lem tembak, kain flannel, dan magnet neodymium, serta gambar dan kata kata yang diprin dengan kertas art paper. Langkah pertama yaitu memotong seng galvalum dengan ukuran 70x60 cm. setelah itu potong kayu reng sesuai dengan ukuran setiap sisi seng galvalum . ntuk pinggir sisi belakang dan depan menyerupai pigur. Lalu satukan galvalume dan kayu reng dengan memaku. Beri juga penyangga ditengah belakang galvalum agar papan lebih kokoh dengan menggunakan kayu reng. Lapisi bagian depan papan dengan menggunakan kain flannel. Hiasi dengan menggunakan kain flannel dengan warna yang berbeda, bentuk sesuai dengan selera. Buat kata kata dan gambaran seperti pada gambar diatas, print dengan menggunkan kertas art paper. Potong sesuai dengan garis atau pola kata dan gambar. Beri manik manik di bagian depan dan magnet pada belakang kertas yang telah dipotong tersebut . itempelkan dengan menggunkan lem temba. Berikut merupakan desain dari papan magnet merangkai kalimat yang dikembangkan : Gambar Tampilan Depan Papan Merangkai Kalimat Langkah selanjutnya dalam tahap pengembangan ini yaitu melakukan validasi ahli media dan validasi ahli materi. Hasil penilaian dari ahli media dan ahli materi dipaparkan dalam bentuk table dibawah ini : Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengembangan Media Papan Magnet Merangkai Kalimat Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Elok Siwi Kusumaningtyas. Innany Mukhlishina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Tabel 1. Data Hasil Validasi Ahli Media Aspek Indikator Kombinasi warna ue yang menarik Warna tidak Bahasa yang digunakan sesuai dengan materi Tampilan ue ue ue Ukuran font pada media jelas Penyajian materi pada media jelas dan mudah Mudah dioperasikan ue ue ue Kuat dan tidak mudah rusak Media dalam Penilaian ue Aman digunakan Bersifat fleksibel Media dapat digunakan sebagai alternatif Media mencakup materi pola menyusun kalimat ue ue ue Tabel 2. Data Hasil Validasi Ahli Media Aspek Kesesuaian Tujuan Kurikulum Isi Materi Indikator Materi yang disajikan sesuai dengan capain Materi yang disajikan sesuai indikator pencapaian tujuan pembelajaran Materi sesuai dengan topik pembelajaran ue Ukuran font pada media jelas Penyajian materi pada media jelas dan mudah Mudah dioperasikan ue Kuat dan tidak mudah rusak ue Aman digunakan ue Bersifat fleksibel Media yang dikembangkan relevan dengan materi yang dipelajari Materi sesuai dengan kurikulum yang berlaku ue Penilaian ue ue ue ue ue ue Materi sesuai dengan kebutuhan peserta didik Materi pada soal sesuai dengan media ue ue Materi yang disajikan holistik ue Berdasarkan hasil dari validasi media skor yang didapat adalah 42 jika dipresentasekan x 100% = 95,46% termasuk dalam kategori sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran tanpa revisi. Sedangkan untuk validasi ahli materi skor yang didapat 29 jika dipresentasentasekan x 100% = 90,62% termasuk dalam kategori sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran tanpa revisi. Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengembangan Media Papan Magnet Merangkai Kalimat Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Elok Siwi Kusumaningtyas. Innany Mukhlishina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. Implement . Setelah tahap pengembangan, tahap selanjutnya yaitu implementasi. Berdasarkan hasil dari angket respon siswa untuk mengukur keterterapan media papan magnet merangkai kalimat ini, terdapat 7 pertanyaan. Hasil angket respon siswa, semuanya mendapat respn positif yang menjelaskan bahwa peserta didik senang, mudah memingat materi, memotovasi siswa lebih semangat untuk menerima materi, mudah memahami dan mengingat materi pola kalimat, peserta didik juga lebih aktif dalam pembelajaran, dan dapat mengerjakan soal soal evaluasi dan lembar kerja peserta didik dengan benar. Hasil respon dari peserta didik adalah 98,9% dan mendapat kategori sangat baik. Evaluate . Berdasarkan dari hasil validasi ahli media dan ahli materi, media yang dikembangkan ini mendapat kategori sangat layak, tanpa revisi. Hanya saja pada ketahanan dan kefleksibelan media, serta isi materi memerlukan sedikit diperbaiki lagi agar hasilnya lebih makimal lagi. PEMBAHASAN Media pembelajaran merupakan salah satu cara guru untuk menyampaikan apa yang tidak bisa disampaikan jika hanya menggunakan perkataan/lisan saja atau membutuhkan benda konkret untuk menjelaskannya (Yulistanti & Mukhlishina, 2. Dari media yang telah peneliti kembangkan ini akan memudahkan guru dalam menyampaikan materi dengan cara yang berbeda dan tidak membosankan. Dengan adanya media papan magnet merangkai kalimat ini, peserta didik lebih bersemangat, lebih aktif, serta lebih mudah mengingat materi yang telah diajarkan oleh guru. Tujuan dari pengembangan media papan magnet merangkai kalimat ini adalah untuk menghasilkan media yang layak dan efisien. Pengembangan materi yang digunakan dalam mengembangkan media ini adalah materi pola kalimat dengan capaian pembelajaran peserta didik mampu menulis teks deskripsi dengan beberapa kalimat sederhana, menjadi sebuah produk papan magnet merangkai kalimat. Pengembangan produk dilakukan dengan lima tahap, yang pertama tahap analisis, mendesain papan magnet merangkai kalimat, pengembangan media, pengimplementasian media kepada peserta didik, serta melakukan evaluasi terhadap media tersebut. Tahap selanjutnya setelah setelah mendesain produk adalah melakukan validasi ahli media dan ahli materi. Validasi dari ahli media meliputi penilaian tampilan media dan media dalam pembelajaran. Sedangkan validasi dari ahli materi meliputi kesesuaian tujuan, kurikulum, dan isi Model pengembangan ADDIE yang digunakan oleh peneliti lebih sistematis dan bertahap sehingga produk yang dikembangkan akan lebih valid dan menarik saat dioperasikan. Menurut para ahli menjelaskan bahwa dengan menggunakan model ADDIE akan memberikan kesempatan kepada peneliti untuk melakukan evaluasi dan revisi dalam setiap fase yang dilakukan berkelanjutan sehingga menghasilkan produk yang valid dan berkualitas (Nainggolan & Sipayung, 2. Berdasarkan hasil analisis dari validasi ahli media dan ahli materi, media papan magnet merangkai kalimat materi pola kalimat dengan capaian pembelajaran peserta didik mampu menulis teks deskripsi dengan beberapa kalimat sederhana untuk peserta didik kelas I dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran tanpa revisi. Penilaian dari validator hali media mendapatkan nilai sebesar 95,46% sedangkan validasi ahli materi mendapat nilai sebesar 90,62%. Nilai tersebut sudah melebihi batas minimum kategori layak dan efisien, oleh sebab itu media papan magnet merangkai kalimat ini layak untuk diuji cobakan pada peserta didik yang dimana mendapat respon positif dari peserta didik dengan nilai presentase 98,9% dari angket respon siswa. Berdasarkan hasil tersebut menyatakan bahwa media papan magnet merangkai kalimat ini, peserta didik lebih senang, mudah memingat materi, memotovasi siswa lebih semangat untuk menerima materi, mendorong siswa agar menulis dan berbicara, mudah memahami dan mengingat materi pola kalimat, peserta didik juga lebih aktif dalam pembelajaran karena dalam media tersebut juga terdapat gambar agar peserta didik tidak bosan jika hanya melihat tulisan saja. Karena media pembelajaran adalah alat bantu yang Jurnal Basicedu Vol 7 No 5 Tahun 2023 p-ISSN 2580-3735 e-ISSN 2580-1147 Pengembangan Media Papan Magnet Merangkai Kalimat Kelas 1 Sekolah Dasar Ae Elok Siwi Kusumaningtyas. Innany Mukhlishina DOI: https://doi. org/10. 31004/basicedu. digunakan guru saat proses pembelajaran yang berfungsi untuk lebih memotivasi siswa agar belajar, mendorong siswa untuk menulis dan berbicara (Tafonao, 2. Pengembangan ini pernah dilakukan oleh peneliti terdahulu Fitri DKK 2022 dimana media yang dikembangkan adalah media papan magnet menyusun kalimat. Yang membedakan pengembangan media yang telah dilakukan oleh penelitian terdahulu adalah penelitian terdahulu tidak menyertakan gambar visual untuk merangksang peserta didik dalam merangkai kata menjadi kalimat. Sebelum peserta didik merangkai kalimat, peserta didik akan memperhatikan dulu gambar yang disediakan, kemudian peserta didik merangkai potongan kata menjadi kalimat. Gambar visual ini akan sangat membantu peserta didik dan menarik peserta didik lebih aktif dalam pembelajaran berlangsung. Media yang dibuat menarik perhatian peserta didik selama proses pembelajaran akan meningkatkan fokus peserta didik, jadi secara tidak langsung akan membuat peserta didik akan tertarik dan lebih fokus saat proses pembelajaran (Oktaviyanti et al. , 2. KESIMPULAN Peneliti menggunakan jenis penelitian pengembangan dengan model ADDIE dari Dick and carey. Terdapat lima tahap dalam pengembangan model ini, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan Hasil dari analisis validasi ahli media mendapatkan presentase 95,46% dan ahli materi 90,62%, yang dimana dinyatakan bahwa media sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran tanpa revisi pada pembelajaran materi pola kalimat kelas I SD. Respon peserta didik terhadap media papan magnet merangkai kalimat termasuk dalam kategori sangat baik dengan nilai presentase 98,9%, dapat disimpulkan bahwa media papan magnet merangkai kalimat ini dapat membuat peserta didik lebih senang, mudah memingat materi, memotovasi siswa lebih semangat untuk menerima materi, mudah memahami dan mengingat materi pola kalimat, peserta didik juga lebih aktif dalam pembelajaran. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih saya sampaikan kepada Ibu Suciani S. Pd selaku wali kelas 1 di SDN Polehan 2 Malang yang telah bersedia meluangkan waktunya dan berkenan untuk melakukan wawancara guna mengumpulkan data. Dan ucapan terima kasih saya sampaikan juga kepada Innany Mukhlishina. Pd selaku dosen pembimbing dalam mata kuliah pembelajaran Bahasa Indonesia yang telah membimbing saya dan memberikan kesempatan kepada saya untuk mencari dan mengumpulkan data yang ada di sekolah. Serta ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang belum saya sebutkan yang telah berkontribusi membantu saya dalam proses pengumpulan data dan pembuatan jurnal ini. DAFTAR PUSTAKA