JURNAL REKAYASA MESIN (JRM) Hal: 99-99 Vol. XX. No. XX. April 2024 e-ISSN: 2988-7429. p-ISSN: 2337-828X https://ejournal. id/index. php/jurnal-rekayasa-mesin Rancang Bangun Panel Energi Listrik Berbasis Generator Termoelektrik Pada Alat Pengolahan Limbah Sampah Mohammad Ghithrof ArruAoafy 1. Diah Wulandari 2,Arya Mahendra Sakti3. Andita Nataria fitri Ganda4, 1,2,3,4 Teknik Mesin. Fakultas Vokasi. Universitas Negeri Surabaya. Indonesia 60231 E-mail: diahwulandari@unesa. Abstrak: Pengelolaan limbah di Indonesia, terutama di tempat pembuangan sampah sementara, menunjukkan kompleksitas yang meningkat. Tumpukan sampah yang besar, kurangnya struktur pengelolaan limbah yang memadai, dan minimnya partisipasi masyarakat menjadi tantangan utama dalam mengatasi permasalahan Oleh karena itu, diperlukan solusi yang tidak hanya mengatasi permasalahan tumpukan sampah, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam upaya pengelolaan limbah. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengembangkan panel energi listrik berbasis generator termoelektrik pada alat pengolahan limbah sampah di tempat pembuangan sementara. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan Research and Development (R&D), yang meliputi perancangan, pengembangan prototipe, pengujian, evaluasi, dan penyempurnaan panel energi listrik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan volume sampah dan konfigurasi rangkaian . eri atau parale. mempengaruhi efisiensi konversi Penelitian ini dapat menyelaraskan kebutuhan pengelolaan limbah dengan keberlanjutan lingkungan serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan secara lokal. Kesimpulan yang bisa dijabrkan yakni rancang bangun tungku pembakaran dan kompor bahan bakar oli pada alat pengolahan limbah sampah dapat menghasilkan energi listrik secara berkelanjutan. Kata kunci: energi listrik, generator termoelektrik, rancang bangun, termoelektrik Abstract: Waste management in Indonesia, especially in temporary landfills, is showing increasing complexity. Large piles of waste, lack of adequate waste management structures, and lack of community participation are the main challenges in overcoming these problems. Therefore, a solution is needed that not only addresses the problem of waste piles, but also empowers the community to be directly involved in waste management efforts. This research aims to design and develop an electrical energy panel based on a thermoelectric generator in a waste treatment tool at a temporary disposal site. The research method used is the Research and Development (R&D) approach, which includes designing, developing prototypes, testing, evaluating, and refining electrical energy panels. The results showed that increasing waste volume and circuit configuration . eries or paralle. affected energy conversion efficiency. This research can harmonize waste management needs with environmental sustainability and increase community awareness and participation in protecting the environment locally. The conclusion that can be drawn is that the design of the combustion furnace and fuel oil stove in the waste processing equipment can produce electrical energy in a sustainable manner. Keywords: electrical energy, thermoelectric generator,. design and construction, thermoelectric A 2024. JRM (Jurnal Rekayasa Mesi. dipublikasikan oleh ejournal Teknik Mesin Fakultas Vokasi UNESA. Penelitian sebelumnya telah mengeksplorasi penggunaan pembangkit listrik tenaga sampah (PLTS. untuk menghasilkan energi listrik dari (Oktariansyah et al. , 2. PLTSa menggunakan beberapa komponen utama seperti boiler, incinerator, turbin, generator, control panel, dan rangka utama. Proses pengujian melibatkan pembakaran sampah heterogen dan kayu, dengan hasil mencakup tekanan maksimal, temperatur ruang bakar, dan tegangan alternator yang dihasilkan. Namun dalam penelitian tersebut emisi limbah kurang Selain itu keberadaan sampah di sekitar kita masih sering dianggap sebagai masalah biasa, dan PENDAHULUAN Pengelolaan limbah di Indonesia, terutama di tempat pembuangan sampah sementara, menunjukkan kompleksitas yang meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi dan urbanisasi. Tantangan utama yang dihadapi adalah tumpukan sampah masyarakat yang terus bertambah, memerlukan pendekatan yang inovatif dan efektif untuk mengelola Meskipun solusi telah diusulkan, banyak yang belum dapat diimplementasikan secara efisien pada skala kecil, seperti yang diperlukan di tempattempat pembuangan sampah sementara. Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX kurangnya partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan limbah menjadi salah satu hambatan Oleh karena itu, diperlukan solusi yang tidak hanya mengatasi permasalahan tumpukan sampah, tetapi juga memberdayakan masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam upaya pengelolaan limbah. berkapasitas 200 liter sebagai standar ukuran. Selanjutnya tujuan dari penelitian ini ialah untuk merancang panel energi listrik berbasis generator termoelektrik pada alat pengolahan limbah sampah guna menghasilkan energi listrik secara efisien dan DASAR TEORI Gambar 1. Kondisi tempat pembuangan sampah sementara Dari Gambar 1, terlihat bahwa situasi tersebut mencerminkan urgensi dan perlunya solusi konkret. Tumpukan sampah yang besar, kurangnya struktur pengelolaan limbah yang memadai, dan minimnya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa perlu adanya pendekatan baru yang mengintegrasikan semua permasalahan yang ada terlebih lagi yang memberikan manfaat dari penyelesaian masalah Penelitian ini difokuskan pada perancangan perangkat skala kecil yang terintegrasi untuk mengelola limbah sampah masyarakat di tempat Dengan memanfaatkan teknologi termoelektrik, penelitian ini bertujuan untuk menciptakan solusi yang mengonversi limbah menjadi sumber energi listrik. Pendekatan ini dapat memberikan solusi praktis yang sesuai dengan kondisi di tempat pembuangan sampah sementara, di mana infrastruktur pengelolaan limbah seringkali Melalui penelitian ini, dapat tercipta suatu model pengelolaan limbah yang efektif, berkelanjutan, dan dapat diadopsi dengan mudah di tempat-tempat pembuangan sampah sementara, serta meningkatkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di tingkat lokal. Integrasi teknologi termoelektrik dalam penanganan limbah ini menjadi langkah inovatif untuk menyelaraskan kebutuhan pengelolaan limbah dengan keberlanjutan Dalam kerangka penelitian ini, beberapa batasan telah ditetapkan untuk memfokuskan dan membatasi cakupan penelitian: . Alat ini akan difokuskan pada pengelolaan limbah rumah tangga unorganik yang umumnya terdapat di tempat pembuangan sampah . Uji coba akan mencakup penggunaan dua unit Peltier untuk memastikan efisiensi konversi energi panas menjadi energi listrik. Dalam proses perancangan alat, akan digunakan tong sampah Modul Termoelektrik Modul termoelektrik merupakan serangkaian perangkat yang mengoperasikan berdasarkan efek Seebeck dan efek Peltier. Efek Seebeck dinyatakan sebagai berikut: "Jika dua logam dengan jenis yang berbeda disatukan pada ujung logam, dan suhu yang berbeda diberikan pada sambungan keduanya, maka logam yang disatukan tersebut akan menghasilkan perbedaan potensial di kedua ujungnya. " Satu modul termoelektrik yang tersedia di pasaran memiliki dimensi 4x4 cm, membuatnya memiliki desain sederhana . erbentuk perseg. dan mudah diukur dibandingkan dengan mesin pemanas tradisional. Meskipun efisiensi termoelektrik cenderung rendah, namun mudah diadaptasi untuk keperluan tingkat rumah tangga (Wiradika, 2. Modul termoelektrik terdiri dari 16 termokopel, dan Bismuth Telluride adalah bahan termoelektrik umum yang digunakan, seperti pada tipe TEC1-12706 dan tipe SP-1848. Ilustrasi susunan modul termoelektrik dapat dilihat pada gambar di bawah ini. Gambar 2. Skema Modul Thermoelektrik Modul termoelektrik, yang terdiri dari 16 termokopel, menyusun Bismuth Telluride secara seri, menghasilkan arus yang sebanding dengan perbedaan suhu antara bagian panas dan dingin pada sisi modul. Dengan dimensi yang ringkas . mm x 40 mm x 4 m. , modul ini dirancang untuk efisiensi dan Pengaturan mengoptimalkan kinerja dalam mengubah energi termal menjadi energi listrik, memanfaatkan efek Seebeck (Ghani. Ahmad, & Munir, 2. Ilustrasi penyusunan modul termoelektrik mencerminkan harmonisasi antara teknologi dan desain yang bertujuan mencapai efisiensi maksimal dalam konversi energi. Dengan prinsip kerja berbasis efek Seebeck, modul ini berfungsi sebagai generator yang mampu mengubah energi termal menjadi energi listrik secara langsung. Konsep ini mendukung Mohammad Ghithrof ArruAoafy, dkk. | Rancang Bangun Panel Energi ListrikA. Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX fleksibilitas penerapan di berbagai konteks rumah tangga, memberikan solusi praktis untuk konversi sumber energi sehari-hari. Efek Seebeck Efek Seebeck, yang terjadi ketika terdapat perbedaan suhu pada dua sambungan material berjenis berbeda, menghasilkan suatu fenomena yang dikenal Fenomena memungkinkan terjadinya perpindahan energi listrik sebagai respons terhadap perbedaan temperatur pada dua titik yang berbeda. Menurut prinsip linearitas efek Seebeck, semakin besar perbedaan temperatur antara dua titik tersebut, semakin besar pula beda potensial yang dihasilkan (Rafika. Mainil, & Azridjal, 2. Penemuan Efek Seebeck diatributkan kepada Thomas Johan Seebeck pada tahun 1821. Efek ini, jika dilihat dari perspektif ukuran elektron, terjadi karena adanya perbedaan kerapatan muatan pembawa elektron pada logam penghantar dan penghantar lainnya yang mengalami perbedaan suhu. Koefisien Seebeck, suatu besaran yang mengukur sejauh mana Efek Seebeck dapat dimanfaatkan, dapat dihitung memperhitungkan perbedaan suhu dan karakteristik material yang digunakan. Persamaan Koefisien Seebeck menjadi kunci dalam mengevaluasi efisiensi dan potensi aplikasi praktis dari efek termoelektrik dalam mengonversi perbedaan suhu menjadi energi Persamaan dari Koefisien Seebeck adalah OIycO yu!" = OIycN yu!" adalah Koefisien Seebeck. OIT adalah selisih suhu atau perbedaan suhu dan OIV adalah beda Definisi dari koefisien Seebeck berdasarkan persamaan . , adalah perbandingan dari beda potensial yang dihasilkan oleh material dan beda temperatur yang terjadi pada material. Menurut Goldsmid . , nilai koefisien Seebeck yu!" akan bernilai positif jika gaya gerak listrik menggerakkan arus listrik melalui konduktor A dari sambungan panas menuju ke sambungan yang Besaran pada koefisien Seebeck pada saat ini disebut dengan daya Termoelektrik atau koefisien GGL termal. Ilustrasi penentuan nilai koefisien Seebeck yu!" dapat dilihat pada gambar berikut ini. Gambar 3. Eksperimen untuk mendemonstrasikan efek Seebeck (Sumber : Goldsmid, 2. Efek Seebeck muncul ketika terjadi perbedaan suhu antara dua konduktor yang berbeda, di mana efek tersebut terfokus pada persimpangan antara konduktor A dan konduktor B. Pada titik persimpangan ini, elektron akan diaktifkan dan mengalami perpindahan dari bahan yang memiliki energi elektron lebih rendah ke bahan yang memiliki energi elektron lebih tinggi ketika terjadi pemanasan pada titik persimpangan konduktor tersebut. Proses ini menciptakan suatu perubahan energi yang menghasilkan gaya gerak Pada dasarnya, mekanisme Efek Seebeck dapat dijelaskan sebagai respons terhadap perbedaan suhu yang menyebabkan muatan listrik . berpindah dari konduktor dengan suhu lebih rendah ke konduktor dengan suhu lebih tinggi. Konduktor A dan B, yang mewakili dua jenis material atau logam yang berbeda, berinteraksi di titik persimpangan, menciptakan potensial listrik sebagai hasil dari perubahan energi yang terjadi. Inilah yang menjadi dasar terbentuknya gaya gerak listrik sebagai hasil dari Efek Seebeck pada suatu sistem termoelektrik. Konsep Generator Termoelektrik Generator termoelektrik didesain berdasarkan prinsip dasar efek Seebeck dengan tujuan untuk menghasilkan energi listrik. Susunan atau struktur dari generator termoelektrik secara visual dapat dilihat melalui representasi desain yang tergambar pada Gambar 2. 3 di bawah ini. Prinsip kerja generator ini menitikberatkan pada pemanfaatan perbedaan suhu antara sumber panas dan pendingin untuk menciptakan potensial listrik, mengikuti konsep dasar efek Seebeck. Hot Side Cold Side Gambar 4. Termokopel sederhana yang digunakan sebagai (Sumber : Goldsmid, 2. Gambar 4. adalah model generator termoelektrik yang diberikan beban RL dan untuk mengukur kinerja generator termolektrik dibuatlah model termokopel tunggal yang diasumsikan tidak ada panas yang melalui heat sink. Gambar 4. menggambarkan bahwa termokopel dihubungkan dengan beban RL yang nilainya dapat diivariasikan dan efisiensi generator bergantung pada sifat termokopel dan nilai RL. analisis daya pada generator termoelektrik didapatkan dengan menganalisis hubungan antara beda suhu, koefisien Seebeck, arus yang dihasilkan generator termoelektrik. RL, dan hambatan pada bahan Mohammad Ghithrof ArruAoafy, dkk. | Rancang Bangun Panel Energi ListrikA. Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX semikonduktor tipe p dan tipe n di dalam modul Perumusan awalnya adalah sebagai 'yu# Oe yu$ ). cN% Oe ycN& ) ya= ycI# ycI$ ycI' Daya yang dikirim ke beban adalah ycO = ya& ycI' 'yu# Oe yu$ ). cN% Oe ycN& ) 0 ycI' ycI# ycI$ ycI' Rangkaian Seri dan Pararel Peltier Rangkaian Peltier Seri-Parallel merupakan konfigurasi pengaturan dari modul termoelektrik yang penting dalam aplikasi pengelolaan energi. Dalam konfigurasi seri, beberapa modul Peltier dihubungkan secara berurutan. Hal ini memungkinkan tegangan yang dihasilkan dari masing-masing modul untuk dijumlahkan, sehingga total tegangan output dari rangkaian dapat meningkat. Konfigurasi ini sering digunakan ketika aplikasi memerlukan peningkatan tegangan, seperti dalam pengisian baterai atau untuk aplikasi yang memerlukan sumber tegangan yang lebih Konfigurasi paralel, di sisi lain, melibatkan penyusunan beberapa modul Peltier dalam konfigurasi paralel, dimana setiap modul menerima tegangan yang sama, namun arus yang dihasilkan adalah jumlah dari arus yang dihasilkan oleh masing-masing modul. Ini memungkinkan arus total dari rangkaian meningkat, yang berguna untuk aplikasi yang memerlukan aliran arus yang besar, seperti pengoperasian motor atau perangkat yang membutuhkan daya tinggi. Prinsip kerja dari kedua konfigurasi ini berdasarkan efek Peltier, dimana aliran arus listrik melalui sambungan antara dua bahan semikonduktor menghasilkan pemindahan panas dari satu sisi ke sisi Dalam konfigurasi seri, perbedaan suhu antara sisi panas dan dingin masing-masing modul harus dijaga agar tetap optimal untuk memastikan efisiensi konversi energi yang baik. Di sisi lain, konfigurasi paralel memerlukan perhatian terhadap perbedaan arus yang dapat terjadi, terutama jika modul-modul memiliki karakteristik yang tidak seragam. susunan seri, dan Gambar 5b, yang menunjukkan susunan paralel. Kedua gambar ini memberikan ilustrasi visual mengenai cara kerja dan aplikasi dari masing-masing konfigurasi dalam sistem pengelolaan energi berbasis termoelektrik. Dengan memahami prinsip kerja, keuntungan, dan tantangan dari konfigurasi Peltier seri-paralel, penelitian ini dapat merancang sistem yang lebih efisien dalam mengonversi energi panas dari sampah menjadi listrik, sesuai dengan kebutuhan aplikasi yang METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D). R&D dipilih karena bertujuan mengembangkan dan menguji panel energi listrik berbasis generator termoelektrik pada alat pengolahan limbah sampah. Langkah-langkah penelitian meliputi perancangan, pengembangan prototipe, pengujian, evaluasi, dan penyempurnaan panel energi listrik. Alur tahapan penelitian dapat dilihat dalam flowchart Gambar 6. Diagram Alur Penelitian Gambar 5. Skema Rangkaian Seri dan Pararel Fleksibilitas dari konfigurasi seri-paralel ini memungkinkan pengaturan yang lebih baik terhadap berbagai kondisi operasional dan kebutuhan daya dari sistem pengelolaan limbah atau aplikasi energi Penjelasan mengenai perbedaan konfigurasi ini dapat dilihat pada Gambar 5a, yang menunjukkan Prosedur penelitian yang dijelaskan di bawah ini menguraikan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam rangka merancang dan membangun panel energi listrik berbasis generator termoelektrik pada alat pengolahan limbah sampah: Studi literatur : dilakukan penelitian literatur intensif terkait teknologi Thermoelectric Generator (TEG) untuk memahami prinsip kerjanya dan aplikasinya dalam panel energi listrik. Selain itu, juga dicari informasi tentang bahan-bahan termoelektrik yang paling cocok untuk digunakan dalam konteks pengolahan limbah sampah. Mohammad Ghithrof ArruAoafy, dkk. | Rancang Bangun Panel Energi ListrikA. Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX Analisis masalah : dilakukan evaluasi mendalam terhadap kendala-kendala yang mungkin timbul selama proses pengembangan panel energi listrik dan alat pengolahan limbah. Hal ini mencakup analisis terhadap potensi masalah teknis, keamanan, dan keandalan, serta identifikasi solusi-solusi yang mungkin diperlukan. Rancangan dan desain : tahap ini mencakup perancangan teknis panel energi listrik dan alat pengolahan limbah secara mendetail. Perancangan mencakup pemilihan bahan untuk panel TEG, seperti semikonduktor termoelektrik, dan desain alat pembakaran limbah, termasuk pemilihan material yang tahan terhadap panas dan korosi. Proses pembuatan : pembuatan prototipe panel energi listrik melibatkan proses pengolahan bahanbahan termoelektrik menjadi modul TEG yang efisien. Proses ini memerlukan teknik pengelasan dan pemasangan komponen elektronik yang akurat untuk memastikan kinerja yang optimal. Sementara itu, pembuatan alat pembakaran limbah melibatkan teknik fabrikasi logam dan pemasangan sistem kontrol. Pengujian dan evaluasi : prototipe panel energi listrik dan alat pembakaran limbah diuji secara Pengujian meliputi pengukuran efisiensi energi, penanganan limbah, dan keamanan operasi. Evaluasi dilakukan untuk mengidentifikasi potensi perbaikan dan penyempurnaan sebelum implementasi massal. Pembuatan lapoeran akhir : hasil dari penelitian, termasuk temuan, analisis, serta rekomendasi, akan didokumentasikan dalam laporan akhir. Laporan ini mencakup detail tentang proses perancangan, pembuatan, pengujian, dan evaluasi panel energi listrik berbasis generator termoelektrik pada alat pengolahan limbah sampah. Setiap tahap dalam prosedur penelitian memiliki peran krusial dalam memastikan keberhasilan dan keandalan panel energi listrik dan alat pengolahan limbah sampah yang dikembangkan. Penekanan diberikan pada aspek teknis, keamanan, dan keandalan untuk memastikan keefektifan dan keberlanjutan solusi yang dihasilkan. Gambar 7. Sistem Alat Keseluruhan Kompor bahan bakar oli ini dirancang untuk memanfaatkan oli bekas yang dicampur dengan bensin sebagai bahan bakar utama. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 8, kompor ini terdiri dari beberapa komponen penting, termasuk tempat bahan bakar oli, keran pengisian air, keran pengatur tekanan uap, cerobong api, dan nozzle uap. Gambar 8. Sistem Keseluruhan Kompor Thermoelectric Generator (TEG) memanfaatkan efek Seebeck untuk mengubah perbedaan suhu menjadi energi listrik. Dalam skema ini, kita menggunakan dua modul Peltier yang disusun secara seri dan paralel untuk menguji seberapa besar daya yang dapat dihasilkan. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 9, berikut adalah mekanisme pemasangan dan pengaturan TEG dengan modul Peltier. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pembuatan Alat Desain tungku pembakaran menggunakan satu setengah tong besi yang digabungkan, dengan total tinggi tong 135 cm dengan diameter 60 cm, dan dibuat dari plat besi setebal 4 mm. Seperti yang ditunjukkan pada Gambar 7, terlihat komponen utama seperti bagian atas tungku sebagai ruang pembakaran utama, jalur api di tengah yang diarahkan ke kompor bawah, dan jaring di bagian bawah untuk menahan sampah agar tidak jatuh ke area kompor. Sistem kontrol dan penyimpanan energi juga dipasang di bagian samping untuk mengumpulkan dan menyimpan energi listrik yang dihasilkan Mohammad Ghithrof ArruAoafy, dkk. | Rancang Bangun Panel Energi ListrikA. Gambar 9. Sistem Thermoelectric Generator Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX 15AC, dan suhu pada sisi panas berkisar antara 114116AC. Untuk 200 liter sampah, waktu yang dibutuhkan sekitar 87. 3 menit dengan tegangan ratarata 3. 155 V dan arus rata-rata 0. 453 A. Suhu pada sisi dingin berkisar antara 14-16AC, dan suhu pada sisi panas berkisar antara 112-114AC. Percobaan . Tegangan (V) Arus (A) T2 AC (Suhu Peltier digni. T1 AC (Suhu Peltier Pana. Tabel 2. Pengambilan Data Pemasangan Peltier Pararel Sampah Pada penelitian ini, dilakukan percobaan dengan berbagai volume sampah rumah tangga untuk mengukur performa peltier dalam menghasilkan Hasil pengukuran termasuk waktu, tegangan, arus, serta suhu pada sisi dingin (T. dan sisi panas (T. Data rinci dari percobaan tersebut dapat dilihat pada Tabel 1 untuk rangkaian seri dan Tabel 2 untuk rangkaian paralel. 50 Liter Sampah Rumah Tangga 100 Liter Sampah Rumah Tangga 150 Liter Sampah Rumah Tangga 200 Liter Sampah Rumah Tangga 50 Liter Sampah Rumah Tangga 100 Liter Sampah Rumah Tangga 150 Liter Sampah Rumah Tangga 200 Liter Sampah Rumah Tangga T1 AC (Suhu Peltier Pana. T2 AC (Suhu Peltier digni. Arus (A) Tegangan (V) . Percobaan Sampah Tabel 1. Pengambilan Data Pemasangan Peltier Seri Pada percobaan dengan 50 liter sampah rumah tangga, dicatat bahwa waktu rata-rata untuk mencapai tegangan dan arus tertentu adalah sekitar 47. 8 menit dengan tegangan rata-rata 3. 042 V dan arus rata-rata 338 A . ihat Tabel . Suhu pada sisi dingin berkisar antara 10-12AC, sementara suhu pada sisi panas berkisar antara 118-120AC. Pada percobaan dengan 100 liter sampah, waktu yang dibutuhkan lebih lama yaitu sekitar 65. 5 menit dengan tegangan rata-rata 075 V dan arus rata-rata 0. 372 A. Suhu pada sisi dingin berkisar antara 12-14AC, dan suhu pada sisi panas berkisar antara 115-117AC. Dalam percobaan dengan 150 liter sampah, waktu yang diperlukan mencapai rata-rata 74. 8 menit dengan tegangan rata-rata 3. 115 V dan arus rata-rata 412 A. Suhu pada sisi dingin berkisar antara 13- Seperti yang ditunjukkan pada Tabel 2, hasil percobaan dengan rangkaian paralel sedikit berbeda. Untuk 50 liter sampah, waktu yang diperlukan ratarata sekitar 51. 9 menit dengan tegangan 1. 63 V dan 463 A. Dengan volume sampah 100 liter, waktu rata-rata adalah 64. 5 menit dengan tegangan 1. dan arus 0. 553 A. Dengan 150 liter sampah, waktu rata-rata adalah 77. 5 menit dengan tegangan 1. dan arus 0. 653 A. Terakhir, untuk 200 liter sampah, waktu yang dibutuhkan rata-rata adalah 90. 7 menit dengan tegangan 1. 79 V dan arus 0. 753 A. Analisa menunjukkan bahwa baik peningkatan volume sampah maupun konfigurasi rangkaian . eri atau parale. mempengaruhi waktu, tegangan, dan arus yang dihasilkan oleh peltier. Pada rangkaian seri, tegangan yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan rangkaian paralel, namun arusnya lebih Misalnya, pada percobaan dengan 200 liter Mohammad Ghithrof ArruAoafy, dkk. | Rancang Bangun Panel Energi ListrikA. Jurnal Rekayasa Mesin (JRM). Vol. XX. No. XX. April 2024: XX-XX sampah, tegangan tertinggi yang dihasilkan adalah 155 V, sementara arus tertinggi adalah 0. Sebaliknya, pada rangkaian paralel, arus yang dihasilkan lebih tinggi dibandingkan dengan rangkaian seri, namun tegangannya lebih rendah. Pada percobaan dengan 200 liter sampah, tegangan tertinggi yang dihasilkan adalah sekitar 1. 79 V, namun arus tertinggi 753 A. Perbedaan ini disebabkan oleh sifat dasar dari rangkaian seri dan paralel. Pada rangkaian seri, elemen-elemen disusun secara berurutan sehingga tegangan total adalah jumlah dari tegangan masingmasing elemen, tetapi arusnya tetap sama. Sedangkan pada rangkaian paralel, elemen-elemen disusun secara paralel sehingga arus total adalah jumlah dari arus masing-masing elemen, tetapi tegangannya tetap Jika kedua rangkaian ini digabungkan atau digunakan secara bergantian, keuntungan yang bisa didapat adalah optimalisasi penggunaan energi sesuai Misalnya, rangkaian seri dapat digunakan untuk aplikasi yang memerlukan tegangan tinggi sementara rangkaian paralel untuk aplikasi yang memerlukan arus tinggi. Ini akan meningkatkan efisiensi dan fleksibilitas dalam penggunaan energi yang dihasilkan oleh peltier dari sampah rumah Perhitungan yang lebih akurat menunjukkan bahwa total daya yang dikumpulkan selama rentang waktu efektif memang cukup signifikan, dan peningkatan volume sampah secara langsung berkontribusi terhadap peningkatan total daya yang Kombinasi optimal dari kedua konfigurasi ini dapat memberikan fleksibilitas dalam memenuhi berbagai kebutuhan daya, baik yang memerlukan tegangan tinggi maupun arus tinggi, sehingga meningkatkan efisiensi sistem secara keseluruhan. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa rancang bangun tungku pembakaran dan kompor bahan bakar oli pada alat pengolahan limbah sampah dapat menghasilkan energi listrik secara berkelanjutan. Teknologi ini memanfaatkan panas dari proses pengolahan limbah ketergantungan pada sumber energi konvensional, dan mendukung pengelolaan limbah yang lebih baik. Spesifikasi alat yang digunakan meliputi desain tungku pembakaran dengan satu setengah tong besi setinggi 135 cm dan berdiameter 60 cm, terbuat dari plat besi setebal 4 mm, dengan komponen utama seperti ruang pembakaran, jalur api, jaring penahan sampah, serta sistem kontrol dan penyimpanan energi di bagian samping. Pembakaran dilakukan menggunakan kompor berbahan bakar oli bekas. REFERENSI