IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Analisis Penilaian Guru Yang Efektif Pada Pencapaian Kompetensi Pengetahuan Siswa Eva Safitri1. Safitri2. Eka Widyanti3. STAI Sangatta. Kalimantan Timur1-3 Email Korenpondensi: eva730632@gmail. Safitrisafitri841@gmail. ekawidyanti619@gmail. Article received: 03 Juli 2024. Review process: 05 Juli 2024. Article Accepted: 08 Juli 2024. Article published: 10 Juli 2024 ABSTRACT This study analyzes the effectiveness of teachers' assessments in achieving students' knowledge competencies, which is a crucial aspect of educational evaluation. The background of the research indicates that education plays a primary role in shaping individuals who are ready to face the challenges of the times with adequate knowledge and The aim of this research is to explore how teacher assessments can influence students' understanding of lesson material. The method used in this research is library research, where information is gathered from various academic sources such as scientific journals, books, and articles in online databases. The results of the study show that knowledge competency assessment includes factual, conceptual, and procedural knowledge. Effective assessment techniques such as written tests, oral tests, and assignments help teachers identify students' levels of understanding, map learning challenges, and improve the learning process. The implications of this research indicate that the use of appropriate assessment techniques and comprehensive knowledge coverage is essential for achieving optimal student knowledge competencies. Therefore, teachers need to apply various comprehensive evaluation methods to effectively support students' knowledge development Keywords: Assessment. Achievement Competence. Knowledge ABSTRAK Penelitian ini menganalisis penilaian guru yang efektif dalam pencapaian kompetensi pengetahuan siswa, yang merupakan aspek penting dalam evaluasi pendidikan. Latar belakang penelitian menunjukkan bahwa pendidikan memiliki peran utama dalam membentuk individu yang siap menghadapi tantangan zaman dengan pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana penilaian guru dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research, di mana informasi dikumpulkan dari berbagai sumber akademik seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel dalam database online. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kompetensi pengetahuan mencakup pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural. Teknik penilaian yang efektif seperti tes tertulis, tes lisan, dan penugasan membantu guru dalam mengidentifikasi tingkat pemahaman siswa, memetakan tantangan belajar, dan meningkatkan proses pembelajaran. Implikasi dari penelitian ini menunjukkan bahwa Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Eva Safitri. Safitri. Eka Widyanti IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 penggunaan teknik penilaian yang tepat dan cakupan pengetahuan yang menyeluruh sangat penting untuk mencapai pencapaian kompetensi pengetahuan siswa yang optimal. Dengan demikian, guru perlu menerapkan berbagai metode evaluasi yang komprehensif untuk mendukung perkembangan pengetahuan siswa secara efektif. Kata Kunci: Penilaian. Pencapaian Kompetensi. Pengetahuan PENDAHULUAN Pendidikan merupakan salah satu instrumen dasar dalam membangun individu yang memiliki pengetahuan dan keterampilan layak untuk mengarungi kehidupan di era modern ini (Kusumawati et al. , 2. Pendidikan memegang peran utama dalam membentuk individu untuk mengatasi permasalahan zaman yang semakin rumit. Hal ini dicapai dengan menawarkan basis pengetahuan yang luas di berbagai bidang akademis, termasuk humaniora dan ilmu pengetahuan alam, serta melengkapi mereka dengan keterampilan kunci seperti berpikir kritis, komunikasi, pemecahan masalah, dan kerja sama. Manfaat pendidikan yang kuat terlihat dalam membuka peluang karier yang lebih besar, karena banyaknya profesi modern yang menuntut tingkat pendidikan yang tinggi. Selain itu, pendidikan memberdayakan individu untuk menentukan pilihan yang lebih tepat dalam kehidupan mereka, berdasarkan pemahaman yang kuat atas informasi dan analisis situasi. Pendidikan juga berperan penting dalam memperluas wawasan individu tentang dunia, memperkenalkan mereka pada berbagai budaya, nilai, dan perspektif yang berbeda. Ini tidak hanya meningkatkan keterampilan mereka sebagai warga global, tetapi juga merangsang inovasi dan kepemimpinan di berbagai bidang. Dengan demikian, pendidikan bukan hanya menguntungkan individu secara pribadi, tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan bagi kemajuan masyarakat secara keseluruhan. Sebagai landasan untuk pertumbuhan dan perkembangan di era modern yang penuh persaingan, berinvestasi di bidang pendidikan sangat bermanfaat. Di dalam pendidikan. Penilaian menjadi sangat penting dalam menentukan sejauh mana pencapaian kompetensi individu dapat dicapai dalam berbagai aspek, termasuk pengetahuan. Pengetahuan merupakan pondasi utama dalam proses pembelajaran dan perkembangan individu (Qolbi & Hamami, 2. Dengan memiliki pengetahuan yang cukup, seseorang dapat memahami, meganalisis, dan mengaplikasikan konsep yang berpengaruh pada aktivitas sehari-hari maupun dalam lingkup profesional. (Atiratul Jannah, 2. Oleh karena itu, dalam sistem pendidikan, pencapaian kompetensi pengetahuan menjadi sesuatu yang harus dinilai. Penilaian merupakan Serangkaian prosedur digunakan untuk mempelajari lebih lanjut tentang kemahiran siswa dalam bidang tertentu (Mahirah, 2. Penilaian kompetensi pengetahuan adalah evaluasi yang dilaksanakan oleh pendidik untuk menilai pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Dengan melakukan penilaian ini, guru dapat menilai tingkat pemahaman yang tercapai oleh siswa melalui pembelajaran yang telah dilakukan dengan tujuan untuk memastikan dan menilai tingkatan pencapaian Kompetensi Dasar, yang Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Eva Safitri. Safitri. Eka Widyanti IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 merupakan titik acuan untuk keterampilan yang perlu diperoleh siswa (Idris & Asyafah, 2. Penilaian kompetensi pengetahuan dilaksanakan dengan berbagai teknik, termasuk tes tertulis, tes lisan, dan penugasan, yang memiliki keuntungan dan kerugian dari setiap teknik. Penilaian autentik merupakan teknik penilaian yang menguji kemampuan yang diperlukan untuk kehidupan sehari-hari dengan meminta siswa memerankan skenario dalam kehidupan nyata (Samsudin & Iffah. Penilaian kompetensi pengetahuan merupakan tindakan yang sangat penting dalam proses pembelajaran, yang membantu menilai tingkat pencapaian suatu pembelajaran dan menentukan tingkat penguasaan kompetensi yang Penilaian kompetensi pengetahuan juga membantu guru dalam mengembangkan dan mengatur belajar yang efektif, yang membimbing peserta didik dalam meningkatkan kemampuan belajar dan mewujudkan target pembelajaran yang diinginkan (Hotimah, 2. Penilaian pencapaian kompetensi pengetahuan merupakan langkah penting dalam proses pendidikan yang mengukur seberapa baik siswa memahami materi yang diajarkan (Wisman et al. , 2. Dalam konteks ini, pendidik memiliki tanggung jawab penting sebagai pendamping dalam menyediakan penilaian yang relevan dan efektif untuk mengevaluasi kemajuan belajar peserta didik. Dari pemaparan gambaran awal tentang penilaian pencapaian kompetensi pengetahuan terdapat beberapa rumusan masalah dilihat dalam konteks penilaian pencapaian kompetensi pengetahuan, beberapa pertanyaan yang muncul adalah: Bagaimana proses penilaian pencapaian kompetensi pengetahuan dilakukan secara efektif? Apa saja cakupan dari penilaian pengetahuan yang harus dipertimbangkan? Apa teknik-teknik penilaian yang dapat digunakan oleh guru, dan bagaimana bentuk instrumennya? Disini penulis mencoba menganalisis proses penilaian pencapaian kompetensi pengetahuan melalui metode penelitian library research. METODE Penelitian ini menggunakan metode library research, di mana peneliti mengumpulkan informasi dari berbagai sumber akademik seperti jurnal ilmiah, buku, dan artikel dalam database online untuk menganalisis bagaimana penilaian guru mempengaruhi pencapaian kompetensi pengetahuan siswa. Fokus utama penelitian adalah memahami berbagai metode evaluasi yang digunakan dalam Pendidikan. Langkah awal dalam metode library research adalah menentukan kata kunci yang relevan untuk melakukan pencarian informasi yang sesuai dengan topik penelitian. Setelah kata kunci dipilih, peneliti akan melakukan pencarian di berbagai database akademik dan perpustakaan online untuk mengumpulkan sumber-sumber yang relevan dengan topik penelitian. Penelitian ini tidak terikat pada lokasi fisik tertentu karena bersifat Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menentukan kata kunci yang relevan untuk pencarian dalam berbagai basis data dan perpustakaan Informasi yang terkumpul disaring dan dievaluasi untuk memilih sumberLisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Eva Safitri. Safitri. Eka Widyanti IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 sumber yang paling relevan dan bermutu tinggi untuk analisis lebih lanjut. Metode analisis data melibatkan penilaian kritis terhadap informasi yang dikumpulkan untuk mengidentifikasi pola dan pandangan yang mendukung topik penelitian ini. Kemudian, peneliti akan mengevaluasi dan menyaring sumber-sumber informasi yang telah terkumpul, memilih yang paling relevan dan berkualitas untuk disertakan dalam analisis. Sumber-sumber informasi yang terpilih akan dianalisis secara kritis untuk menemukan temuan utama, tren, dan sudut pandang yang berhubungan dengan topik penelitian. Hasil analisis dari sumber-sumber informasi tersebut akan disusun dalam bentuk tinjauan pustaka yang memberikan pemahaman yang komprehensif tentang topik penelitian. Terakhir, peneliti akan merangkum temuan utama dari tinjauan pustaka dan memberikan gambaran keseluruhan tentang perkembangan dan tren terbaru dalam bidang penelitian yang relevan. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil penelitian ini yang berkaitan dengan analisis penilaian guru yang efektif pada pencapaian kompetensi pengetahuan siswa, disajikan sebagai berikut: Penilaian Pencapaian Kompetensi Pengetahuan Penilaian pencapaian kompetensi pengetahuan merupakan bagian penting dari sistem evaluasi pendidika (Kusainun, 2. Ini mencakup berbagai metode seperti penilaian otentik, penilaian diri, dan penilaian berbasis portofolio, serta ujian harian, tengah semester, dan akhir semester. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan dan menganalisis informasi guna menilai kemajuan peserta didik sesuai dengan standar yang telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 66 Tahun 2013. Evaluasi ini mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan, sehingga memberikan gambaran yang komprehensif tentang pencapaian peserta didik dalam belajar (Salamah, 2. Penilaian pengetahuan, yang meliputi mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi, dapat dipahami sebagai evaluasi kapasitas intelektual. Untuk memastikan apakah siswa telah memenuhi persyaratan keterampilan pengetahuan mereka, seorang pendidik harus memberikan penilaian. Penugasan, ujian lisan, dan ujian tertulis dapat digunakan untuk mengevaluasi pengetahuan siswa. Untuk memetakan tantangan belajar siswa dan meningkatkan proses pembelajaran, kegiatan penilaian pengetahuan juga dapat digunakan. Sebagai panduan teknis, pedoman penilaian kompetensi pengetahuan ini dibuat untuk membantu pendidik melakukan penilaian sesuai dengan Permendikbud Nomor 66 Tahun 2013 (Achmad et al. Penilaian yang dilakukan untuk mengukur pemahaman siswa tentang mata pelajaran tertentu disebut sebagai penilaian pencapaian kompetensi pengetahuan mencakup evaluasi beragam kemampuan terkait dengan pengetahuan, seperti pemahaman konsep, penerapan konsep dalam konteks praktis, serta keterampilan analisis dan sintesis. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Eva Safitri. Safitri. Eka Widyanti IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 Cakupan Penilaian Pengetahuan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dikategorikan ke dalam tiga kategori sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 21 Tahun Ketiga kategori tersebut adalah aspek pengetahuan, yang berkaitan dengan penugasan pengetahuan, aspek sikap, yang berkaitan dengan pemberian tugas sikap dan perilaku, dan aspek keterampilan, yang berkaitan dengan penugasan keterampilan (Fadlilah et al. , 2. Memahami informasi berdasarkan rasa ingin tahu tentang kejadian dan peristiwa di dunia nyata dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, karya seni, dan tradisi merupakan keterampilan yang perlu dimiliki siswa dalam dimensi pengetahuan. Aspek pengetahuan dibagi menjadi tiga kategori: pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural. Hal ini memungkinkan evaluasi yang komprehensif terhadap pemahaman peserta didik serta kemampuan mereka dalam memahami, menerapkan, dan mengevaluasi Pengetahuan Faktual Pengetahuan faktual adalah komponen inti yang harus dipahami siswa untuk mengkaji suatu bidang dan memecahkan tantangan di dalamnya. Pengetahuan faktual berisi informasi atau fakta yang dapat diverifikasi secara empiris atau didasarkan pada pengalaman langsung. Pengetahuan faktual mencakup komponen pengetahuan khusus, pengetahuan istilah, dan pengetahuan tentang orang, tempat, peristiwa, tanggal, sumber informasi, dan (Nabilla, 2. faktual terdapat dari dua jenis yakni: Pengetahuan tentang terminologi mencakup pemahaman mengenai istilah dan simbol verbal serta nonverbal, seperti kata-kata, tanda, angka, dan . Pengetahuan tentang memahami rincian dan aspek-aspek tertentu termasuk memahami tanggal, letak, orang, peristiwa, referansi, dan Pengetahuan Konseptual Pengetahuan yang menghubungkan elemen-elemen dari suatu struktur atau pengaturan yang kompleks dan memungkinkan mereka untuk bekerja sama dikenal sebagai pengetahuan konseptual. Pengetahuan konseptual mengacu pada konsep-konsep dalam suatu bidang pengetahuan yang membukakan peluang individu untuk mengelompokkan objek sebagai contoh atau bukan contoh, serta mengelompokkan atau mengkategorikannya (Suwandi et al. , 2. Pengetahuan konseptual mencakup prinsip-prinsip, aturan, hukum, teorema, atau rumus yang terkait dan terorganisir dengan baik. Ini mencakup kemampuan untuk mengklasifikasikan dan mengategorikan informasi, pemahaman tentang konsep dasar dan umum, serta pengetahuan mendalam tentang teori, model, dan sistem. Terdapat tiga klasifikasi pengetahuan konseptual yakni: Pengetahuan tentang klasifikasi dan kategori, yang terdiri dari kategori, kelas, divisi, dan pengaturan tertentu yang digunakan dalam berbagai Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Eva Safitri. Safitri. Eka Widyanti IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 . Pengetahuan tentang prinsip dan generalisasi, mengabstraksikan pengamatan ke tingkat yang lebih tinggi, seperti prinsip atau generalisasi, diperlukan untuk memahami prinsip dan generalisasi. Komunitas akademis terutama mengendalikan data ini, yang digunakan untuk investigasi peristiwa dan pemecahan masalah secara disiplin. Pengetahuan tentang teori, model, dan struktur, yang terdiri dari prinsip, fondasi, dan generalisasi yang selalu terkait dan digunakan untuk memperjelas kejadian yang berbelit-belit atau kompleks (Bintang et al. Pengetahuan Prosedural Pengetahuan prosedural adalah pemahaman mengenai bagaimana melakukan sesuatu, langkah-langkah atau prosedur yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu kegiatan atau mencapai suatu tujuan. Keahlian ini mencakup prosedur atau istilah yang digunakan untuk menggambarkan keterampilan, algoritme, teknik, dan metodologi (Magfirotin & Amir, 2. Ada tiga jenis pengetahuan prosedural yakni: Pengetahuan tentang kemampuan dan pengetahuan khusus, yang merupakan serangkaian tindakan yang terkadang disebut sebagai Ada situasi ketika metode ini diikuti dengan urutan yang jelas, dan ada juga situasi lain ketika pilihan tentang apa yang harus dilakukan selanjutnya harus dibuat. Pengetahuan tentang prosedur dan metode khusus, yang mencakup pengetahuan yang sebagian besar merupakan hasil konsensus atau kesepakatan, serta norma-norma yang mengatur suatu bidang. proses yang digunakan para ilmuwan yang bekerja di bidang tersebut untuk mendapatkan solusi. Pengetahuan tentang kriteria untuk menetapkan apakah suatu prosedur/metode dapat diterapkan dengan benar, termasuk mengetahui kapan suatu strategi, cara, teknik, atau metode harus diselenggarakan. Selain memiliki berbagai teknik dan pendekatan, siswa juga harus dapat mengenali teknik, strategi, atau metode mana yang sesuai untuk situasi Teknik Penilaian dan Bentuk Instrumen Berbagai teknik digunakan untuk menilai pengetahuan. Teknik penilaian yang paling tepat dengan atribut kompetensi dasar, indikator, atau tujuan pembelajaran yang akan dievaluasi dapat dipilih oleh pendidik. Ketika membuat rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), setiap langkah proses evaluasi harus direncanakan sebelumnya. Tes tertulis, tes lisan, dan penugasan adalah teknik yang paling umum diterapkan (DIKDAS, 2. Tes Tulis Tes tulis adalah metode evaluasi yang menggunakan kertas dan pena untuk mengukur pengetahuan, pemahaman, kemampuan analisis, dan Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Eva Safitri. Safitri. Eka Widyanti IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 kemampuan komunikasi seseorang (Fitri Mulyani, 2. Tes tertulis adalah tes di mana siswa mendapatkan pertanyaan dan jawaban tes secara tertulis. Siswa dapat bereaksi terhadap pertanyaan dengan berbagai cara selain menuliskannya, seperti menandai, mewarnai, menggambar, dan sebagainya. Instrumen tes tertulis berbentuk pilihan ganda, isian, benar-salah, menjodohkan, dan uraian (Susanto. Tes Lisan Tes lisan adalah bentuk ujian di mana penilai berinteraksi langsung dengan orang yang dievaluasi. Dalam tes lisan, individu diuji melalui percakapan langsung, presentasi, wawancara, atau diskusi (Yusuf, 2. Ujian verbal, atau ujian yang pertanyaan dan jawabannya diberikan secara lisan, termasuk dalam kategori tes lisan. Tes lisan adalah pertanyaan yang diajukan oleh pendidik kepada siswa secara lisan selama proses pembelajaran. Tes lisan meliputi dari tes lisan bebas dan tes lisan berpedoman. Tes lisan bebas, dimana guru memlaksanakan ujian lisan secara bebas dengan mengajukan pertanyaan kepada siswa tanpa menggunakan aturan tertulis. Tes lisan berpedoman. Guru mengikuti pedoman pertanyaan yang telah ditentukan untuk siswa. Bentuk instrumen tes lisan berupa daftar pertanyaan (Widiyarto & Inayati, 2. Selain bertujuan menguji pemahaman siswa melalui tugas-tugas akademik, tujuan tes lisan bisa bermacam-macam, mulai dari mengukur kemampuan berbicara dan mendengarkan, hingga mengevaluasi pemahaman konsep atau kemampuan berargumentasi seseorang. tes lisan terutama digunakan untuk perbaikan pembelajaran (Arifin et al. , 2. Tes yang dilakukan secara lisan juga dapat membantu mengembangkan gaya komunikasi yang percaya diri, berani, dan sukses. Penilaian lisan juga dapat digunakan untuk mengukur seberapa besar motivasi siswa untuk belajar dan seberapa besar ketertarikan mereka terhadap materi pelajaran yang diajarkan. Penugasan Penugasan adalah tugas atau pekerjaan tertentu yang diberikan kepada seseorang untuk dilaksanakan (Sutarna, 2. Penugasan biasanya memiliki tujuan spesifik yang harus dicapai, dan dapat diberikan dalam berbagai konteks, termasuk pendidikan, pekerjaan, atau kegiatan sosial. Setelah proses pembelajaran, tugas dapat diselesaikan untuk mengukur pengetahuan. Tugas untuk meningkatkan pemahaman disampaikan sebelum atau selama proses Instrumen penugasan berbentuk pekerjaan rumah atau tugas, yang diselesaikan secara individu atau kelompok berdasarkan fitur-fitur tugas (Badrudin et al. , 2. SIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penilaian guru yang efektif terhadap pencapaian kompetensi pengetahuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penilaian kompetensi pengetahuan adalah bagian integral dari evaluasi pendidikan. Penilaian ini mencakup berbagai jenis pengetahuan, yaitu pengetahuan faktual, konseptual, dan prosedural. Untuk Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Eva Safitri. Safitri. Eka Widyanti IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 mengukur pemahaman siswa secara komprehensif, digunakan berbagai teknik penilaian, seperti tes tertulis, tes lisan, dan penugasan. Penilaian yang efektif memudahkan guru dalam mengidentifikasi tingkat pemahaman siswa, memetakan tantangan belajar, dan meningkatkan proses pembelajaran. Oleh karena itu, penting bagi guru untuk menggunakan teknik penilaian yang tepat dan cakupan pengetahuan yang menyeluruh guna mencapai pencapaian kompetensi pengetahuan siswa yang optimal. DAFTAR RUJUKAN Achmad. Ratnasari. Amin. Yuliani. , & Liandara. Penilaian autentik pada kurikulum merdeka belajar dalam pembelajaran pendidikan agama islam di Sekolah Dasar. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 4. , 5685Ae5699. Arifin. Sholihah. , & Hermawan. Analisis Soal Tes Keterampilan Berbahasa Pada Pat Bahasa Arab Sekolah Menengah Pertama. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9. , 2597Ae2620. Atiratul Jannah. Peran Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Karakter Religius Siswa Sekolah Dasar. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8. , 2758Ae2771. Badrudin. Razabi. Rahmi. , & Mulyani. Pengembangan Manajemen Penilaian Pendidikan. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 7. , 1788Ae1796. Bintang. Darnah. Masta. Rinaldi. Guswantoro. , & Sianturi. Analisis pengetahuan konseptual, prosedural, dan metakognitif siswa melalui pembelajaran integrasi flipped classroom dan PBL. Physics Education Research Journal, 2. , 105Ae122. DIKDAS. Modul Belajar Mandiri Calon Guru. Fadlilah. Fauziah. , & Miranto. Survei tingkat penalaran ilmiah peserta didik se-SMA Negeri Tangerang Selatan. Academy of Education Journal, 15. , 516Ae522. Fitri Mulyani. Analisis perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dalam pendidikan. Jurnal Pendidikan Dan Konseling. Jurnal Pendidikan Dan Konseling (JPDK), 3. , 101Ae109. Hotimah. Penerapan metode pembelajaran problem based learning dalam meningkatkan kemampuan bercerita pada siswa sekolah dasar. Jurnal Edukasi, 7. , 5Ae11. Idris. , & Asyafah. Penilaian Autentik dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Jurnal Kajian Peradaban Islam, 3. , 1Ae9. Kusainun. Analisis Standar Penilaian Pendidikan di Indonesia. (Jurnal Pendidika. : Teori Dan Praktik, 5. Kusumawati. Lestari. Sihombing. Purnawanti. Soemarsono. Kamadi. Latuheru. , & Hanafi. Pengantar Pendidikan. CV Rey Media Grafika. Magfirotin. , & Amir. Elementary School StudentsAo Conceptual Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Eva Safitri. Safitri. Eka Widyanti IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam http://ejournal. id/index. php/ihsan e-ISSN 2987-1298 p-ISSN 3025-9150 Volume 2 Nomor 2 Juli 2024 and Procedural Knowledge in Solving Fraction Problems. Kreano. Jurnal Matematika Kreatif-Inovatif, 15. , 109Ae121. Mahirah. Evaluasi belajar peserta didik . Idaarah: Jurnal Manajemen Pendidikan, 1. Nabilla. Analisis Keterampilan Proses Dalam Mengkonstruksi Pengetahuan Melalui Pemecahan Masalah Berbasis Etnomatematika Pada Siswa SMP. Universitas Jambi. Qolbi. , & Hamami. Impelementasi asas-asas pengembangan kurikulum terhadap pengembangan kurikulum pendidikan agama islam. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3. , 1120Ae1132. Salamah. Penjaminan mutu penilaian pendidikan. EVALUASI: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 2. , 274Ae293. Samsudin. , & Iffah. Penilaian Autentik Pada Matapelajaran Pendidikan Agama Islam. Edupedia: Jurnal Studi Pendidikan Dan Pedagogi Islam, 4. , 77Ae85. Susanto. Pengembangan alat dan teknik evaluasi tes dalam pendidikan. Jurnal Tarbiyah Jamiat Kheir, 1. Sutarna. Penerapan Metode Penugasan Untuk Meningkatkan Kemampuan Memahami Peta Pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Geografi Gea, 16. , 34Ae43. Suwandi. Ulya. Wardani. Zulianto. , & Setiyoningsih. Representasi Pengetahuan dan Keterampilan Berpikir Aras Tinggi dalam Modul Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Pertama. Indonesian Language Education and Literature, 9. , 284Ae298. Widiyarto. , & Inayati. Penerapan Evaluasi Pembelajaran Tes Dan Non-Tes Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan. Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 4. , 307Ae316. Wisman. Effrata. , & Tutesa. Penerapan konsep instrumen evaluasi hasil belajar. Jurnal Ilmiah Kanderang Tingang, 12. , 1Ae9. Yusuf. Evaluasi Metode Penilaian dalam Pendidikan Islam dalam Upaya Meningkatkan Ketepatan dan Objektivitas Penilaian Siswa. Sasana: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2. , 92Ae97. Lisensi: Creative Commons Attribution ShareAlike 4. 0 International License (CC BY SA 4. Eva Safitri. Safitri. Eka Widyanti