An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol 4 No 1 April 2025 Page 113-129 E-ISSN 2829-4122 Diterima: 8 Mei 2025 Direvisi: 14 Mei 2025 Disetujui: 16 Mei 2025 Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong Sri Hartini Juni Astuti*1. Husnul Khotimah2 12 Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Muhammad Nafis Tabalong Email: sri. syifa2015@gmail. com*1, zhianzaahirulhaq@gmail. Abstract Education in early childhood is a crucial phase in life which is often referred to as the golden During this period, children experience accelerated development in various aspects, such as physical, motor, intellectual, social-emotional, as well as language and communication skills. In addition, spiritual intelligence has an important role in shaping children's character and moral values from an early age, guiding them to become ethical and religious individuals. The integration between IQ and EQ will run more optimally if it is supported by spiritual intelligence. The cultivation of spiritual values cannot be separated from the role of the curriculum as the main component in the educational process. This research aims to find out how curriculum management develops children's spiritual This research was conducted using field research methods with a qualitative The findings show that effective curriculum management allows the learning process to run comprehensively, planned, and in accordance with the stages of child development, thereby encouraging balanced growth between intellectual, emotional, and spiritual intelligence. A curriculum that is integrated with religious and moral values can help children live and apply spiritual values in their daily lives. Keywords: Curriculum Management. Spiritual Intelligence. Early Childhood Education Abstrak Pendidikan pada anak usia dini merupakan fase krusial dalam kehidupan yang sering disebut sebagai masa keemasan atau golden age. Di masa ini, anak mengalami percepatan perkembangan dalam berbagai aspek, seperti fisik, motorik, intelektual, sosial-emosional, serta kemampuan bahasa dan komunikasi. Selain itu, kecerdasan spiritual memiliki peran penting dalam membentuk karakter serta nilai-nilai moral anak sejak dini, membimbing mereka menjadi pribadi yang beretika dan taat beragama. Integrasi antara IQ dan EQ akan berjalan lebih optimal jika ditopang oleh kecerdasan Penanaman nilai spiritual ini tidak lepas dari peran kurikulum sebagai komponen utama dalam proses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sri Hartini Juni Astuti dan Husnul Khotimah: Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong bagaimana manajemen kurikulum dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak. Penelitian ini dilakukan melalui metode penelitian lapangan . ield researc. dengan pendekatan kualitatif. Hasil temuan menunjukkan bahwa manajemen kurikulum yang efektif memungkinkan proses pembelajaran berjalan secara menyeluruh, terencana, dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak, sehingga mendorong pertumbuhan yang seimbang antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual. Kurikulum yang menyatu dengan nilai-nilai agama dan moral dapat membantu anak menghayati serta menerapkan nilai spiritual dalam keseharian mereka. Kata Kunci: Manajemen Kurikulum. Kecerdasan Spiritual. Pendidikan Anak Usia Dini PENDAHULUAN Menurut Ary Ginanjar Agustian, kecerdasan spiritual adalah kemampuan seseorang dalam memaknai setiap perilaku dan kegiatan sebagai wujud pengabdian kepada Tuhan. Kemampuan ini tercermin melalui tindakan dan pemikiran yang sesuai dengan fitrah manusia, mengarah pada pencapaian kepribadian yang utuh . , dengan pola pikir yang berlandaskan tauhid . , serta didasari oleh niat yang tulus semata-mata karena Allah. Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang memungkinkan seseorang menyelesaikan masalah berdasarkan makna dan nilai-nilai kehidupan. menjadi kecerdasan yang paling mendasar dan berperan sebagai landasan bagi perkembangan kecerdasan intelektual dan emosional. Dalam perspektif Islam, kecerdasan spiritual merupakan wujud dari fitrah manusia sebagai makhluk beragama, di mana fitrah tersebut mengarahkan setiap tindakan manusia agar bernilai ibadah. Di era globalisasi saat ini, tidak jarang ditemukan anak-anak yang melakukan perilaku yang kurang tepat, yang disebabkan oleh lingkungan yang kurang mendukung serta minimnya perhatian terhadap pendidikan dari orang Kondisi ini berdampak pada terhambatnya proses tumbuh kembang anak. Salah satu permasalahan utama yang muncul adalah meningkatnya krisis spiritual pada anak-anak. Hal ini ditandai oleh semakin banyaknya pelajar yang 1 Siti Sofiyah. AuKecerdasan Spiritual Anak. Dimensi. Urgensi. Dan Edukasi,Ay Jurnal El Banat 9, no. : 223. 2 Dewi E S. AuMeningkatkan Nilai-Nilai Akhlak Pada Anak Melalui Pembiasaan Berdoa Di Kelompok B TK Al Khairaat Toaya,Ay Bungamputi 2, no. : 2727. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Sri Hartini Juni Astuti dan Husnul Khotimah: Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong bertindak menyimpang dari norma-norma yang berlaku, baik norma sosial maupun norma agama. Fenomena ini mengindikasikan bahwa tingkat kecerdasan spiritual anak masih rendah, yang memengaruhi kondisi psikologis mereka, baik secara kognitif, afektif, maupun konatif. Ini membuktikan bahwa pendidikan spiritual yang mereka terima, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga, belum diberikan secara maksimal. Sementara itu, sistem pendidikan saat ini lebih menitikberatkan pada bidang akademik, sains, dan teknologi, serta lebih mengutamakan pengasahan kecerdasan intelektual. Hal ini menyebabkan kurangnya perhatian terhadap pengembangan kecerdasan spiritual. Dampaknya, banyak anak tumbuh dengan mengandalkan kemampuan intelektual saja dalam menghadapi kehidupan, tanpa dilandasi nilai-nilai spiritual yang kokoh. Padahal, dalam membangun kecerdasan spiritual, diperlukan kegiatan positif yang dilakukan secara konsisten, agar dapat membentuk pola hidup dan menjadi kebiasaan dalam kesehariannya. Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki peranan strategis dalam proses pembentukan dasar kepribadian dan karakter anak, termasuk dalam hal menanamkan nilai-nilai spiritual. Anak usia dini merupakan waktu yang tepat untuk dikenalkan konsep tentang Tuhan, kebaikan, kasih sayang, dan nilai moral lainnya. Melalui aktivitas pembelajaran yang terstruktur dan lingkungan yang mendukung. PAUD bukan sekadar tempat bermain dan belajar, tetapi juga wahana awal untuk membentuk kesadaran spiritual yang akan menjadi pondasi bagi perkembangan kepribadian anak di masa depan. Manajemen kurikulum yang efektif merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan proses pendidikan. Melalui manajemen kurikulum yang tepat, lembaga pendidikan dapat menyusun program pembelajaran yang menyeluruh, terencana, dan fleksibel, sehingga potensi anak dapat dikembangkan secara optimal. Kurikulum yang dirancang dengan baik juga membantu pendidik menyesuaikan stimulasi sesuai tahap tumbuh kembang 3 Hafidz N and Aerin W. AuNilai Moral Anak Dalam Buku Dongeng Fabel Imajinatif Untuk Anak Usia Dini,Ay Jurnal IAotibar 4, no. : 222. 4 Long D. Elkind D, and Spilka B. AuThe ChildAos Conception of Prayer,Ay Journal for the Scientific Study of Religion 6, no. : 101Ae9. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Sri Hartini Juni Astuti dan Husnul Khotimah: Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong anak, serta mendorong kreativitas, rasa ingin tahu, dan keterampilan sosialemosional. Oleh karena itu, fokus terhadap kurikulum menjadi landasan yang penting dalam mengembangkan anak usia dini yang tidak hanya cerdas secara intelektual dan emosional, tetapi juga memiliki nilai moral dan spiritual yang Manajemen kurikulum di sekolah dilaksanakan melalui empat tahapan utama, yaitu: . perencanaan, . pengorganisasian dan koordinasi, . pelaksanaan, serta . evaluasi dan pengawasan. Perencanaan Kurikulum Perencanaan . adalah merupakan tahapan krusial dalam menyiapkan berbagai hal, termasuk sumber daya, guna memastikan tercapainya tujuan secara optimal. Sedangkan Perencanaan kurikulum adalah aktivitas yang disusun untuk mengarahkan perilaku peserta didik ke arah yang diinginkan. Kurikulum ini mencakup rangkaian pengalaman belajar yang dimulai dari perencanaan yang terstruktur hingga tahap evaluasi, untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan . Pada tahap ini kegiatan yang dilakukan meliputi identifikasi dan perumusan mengenai apa yang akan dicapai dalam pembelajaran serta bagaimana cara mencapainya. Proses ini juga menentukan apa yang akan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Tujuan Perencanaan ini agar pembelajaran berlangsung dengan efektif, terarah dan sesuai dengan karakteristik serta perilaku peserta didik, guna mencapai hasil pendidikan yang optimal. Pengorganisasian Kurikulum Menurut Malayu S. P Hasibuan proses pengorganisasian . meliputi penetapan, pengelompokan, dan pengorganisasian berbagai kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu. Di dalamnya juga 5 Nurmala Ayu Agistia. AuImplementasi Manajemen Kurikulum Pendidikan Anak Usia Dini,Ay Jurnal Pendidikan Luar Sekolah 5 . : 115. 6Try Septy Tanys Utami. AuImplementasi Manajemen Kurikulum 2013 Di MTsN Pandeglang Provinsi Banten,Ay Jurnal Keilmuan Manajemen Pendidikan 4, no. : 277. 7 Adi Syaputra and Enung Hasanah. AuManajemen Kurikulum Dalam Pembelajaran Jarak Jauh Di Masa Pandemi COVID-19,Ay Jurnal Manajemen Pendidikan 8, no. : 215. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Sri Hartini Juni Astuti dan Husnul Khotimah: Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong mencakup penempatan individu pada tugas tertentu, penyediaan sarana yang diperlukan, serta penentuan wewenang yang tepat kepada setiap pihak yang bertanggung jawab dalam melaksanakan kegiatan tersebut. Pengorganisasian kurikulum adalah upaya untuk pengelolan dan penyelarasan berbagai program kurikulum pendidikan agar dapat diimplementasikan secara efektif dalam proses pembelajaran. Pendekatan dalam pengorganisasian ini mencakup dua perspektif, yaitu manajemen dan Pengorganisasian kurikulum sangat terkait dengan pengaturan bahan pelajaran yang ada dalam kurikulum. Pengorganisasian dapat dilihat dalam dua pendekatan yang berbeda, yaitu pendekatan manajemen dan pendekatan Pengorganisasian kurikulum dilihat dari pendekatan manajemen yaitu menetapkan wewenang kepada individu-individu dalam menjalankan tugas-tugasnya, dan dilihat dari pendekatan akademik pengorganisasian kurikulum merupakan pengelompokkan bahan ajar yang akan diberikan kepada peserta didik. Pelaksanaan Kurikulum Pelaksanaan kurikulum adalah proses mengaplikasikan konsep, ide, program, atau struktur kurikulum ke dalam praktik pembelajaran, sehingga dapat membawa perubahan pada kelompok sasaran yang diharapkan mengalami perubahan. Proses ini juga mencerminkan adanya interaksi antara fasilitator, yang berperan sebagai pelaksana kurikulum, dan peserta didik sebagai pihak yang menjalani proses pembelajaran. Pelaksanaan kurikulum bertujuan untuk menerjemahkan perencanaan yang telah disusun ke dalam tindakan nyata. Dengan demikian, tahap ini merupakan bentuk implementasi dari perencanaan manajemen kurikulum yang telah dirancang sebelumnya, sekaligus memanfaatkan fungsi-fungsi 8 Luthfiyyah Saajidah. AuFungsi-Fungsi Manajemen Dalam Pengelolaan Kurikulum,Ay Jurnal Islamic Education Manajemen 3, no. : 205. 9 Yaya Suryana and Firman Yuda Pratama. AuManajemen Implementasi Kurikulum 2013 Di Madrasah,Ay Jurnal Islamic Education Manajemen 3, no. : 95. 10 Muhammad Nasir and Muhammad Khairul Rijal. Manajemen Kurikulum Pendidikan Islam (Samarinda: BoAo Kampung Publishing, 2. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Sri Hartini Juni Astuti dan Husnul Khotimah: Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong organisasi pendidikan guna mencapai tujuan kurikulum yang telah Menurut Oemar Hamalik, pelaksanaan kurikulum terbagi dalam dua level, yaitu di tingkat sekolah dan tingkat kelas. Pada tingkat sekolah, peran utama dipegang oleh kepala sekolah, yang bertanggung jawab atas penyusunan rencana kerja tahunan, perencanaan program atau unit kegiatan, penjadwalan pelaksanaan kegiatan, pengelolaan sarana pendidikan, pelaksanaan layanan bimbingan dan penyuluhan, serta perencanaan peningkatan kualitas tenaga pendidik. Sementara itu, di tingkat kelas, guru memiliki peran dalam mengimplementasikan kurikulum melalui kegiatan pembelajaran, pengisian laporan perkembangan siswa, penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler, serta pelaksanaan evaluasi akhir pembelajaran. Pada tahap ini, seluruh rencana yang telah disusun mulai diwujudkan dalam bentuk tindakan konkret. Pelaksanaan kurikulum mencakup realisasi berbagai program, gagasan, dan konsep yang telah dirancang ke dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara sistematis dan sejalan dengan tujuan pendidikan yang telah Pengawasan Kurikulum Usury dan Hammer menyatakan bahwa pengawasan . adalah sebuah Merupakan upaya manajerial yang terstruktur untuk mencapai tujuan dengan cara membandingkan hasil kinerja dengan rencana awal, lalu melakukan tindakan korektif terhadap perbedaan-perbedaan signifikan yang ditemukan di antara keduanya. Pemantauan atau pengawasan kurikulum adalah suatu proses untuk mengetahui sejauh mana kurikulum telah diterapkan di sekolah serta mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul dalam pelaksanaannya. Dalam konteks ini, pemantauan dilakukan melalui pengumpulan dan analisis 11 Amri Yusuf Lubis. AuPelaksanaan Manajemen Kurikulum Pada SMA Negeri 1 Buenggala Kabupaten Aceh Besar,Ay Jurnal Administrasi Pendidikan 3, no. : 17. 12 Oemar Hamalik. Manajemen Pengembangan Kurikulum (BAndung: PT. Remaja Rosdakarya, 2. 13 Endah Tri Wisudaningsih. AuControlling Organisasi Dalam Perspektif Al-QurAoan Dan Hadits,Ay Jurnal Humanistika 4, no. : 41. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Sri Hartini Juni Astuti dan Husnul Khotimah: Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong data secara sistematis dan berkelanjutan. Kegiatan ini bersifat internal dan bertujuan untuk mengevaluasi apakah kurikulum yang dirancang sudah diimplementasikan, bagaimana proses pelaksanaannya, serta apakah hasil yang dicapai telah sesuai dengan tujuan yang direncanakan. PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong menjadi salah satu Lembaga Pendidikan yang mulai menyadari betapa pentingnya kecerdasan spiritual dalam membentuk generasi-generasi yang berakhlak mulia, dengan memuat beberapa materi keagamaan ke dalam kurikulumnya. PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong menerapkan kurikulum keterpaduan antara kurikulum merdeka dan kurikulum PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong yang menjadi ke-khasan Kurikulum PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong yang menjadi ciri khas sekolah diterapkan pada layanan KB (Kelompok Bermai. TK (Taman Kanak-Kana. kelompok A dan B. Adapun materi keagamaan yang dapat membantu dalam mengembangkan kecerdasan spiritual pada anak masuk ke dalam kurikulum PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong itu sendiri yaitu kurikulum yang menjadi ciri khas sekolah. METODE PENELITIAN Peneliti menggunakan penelitian lapangan dengan terjun langsung ke lokasi mencoba untuk berbaur dengan mulai membangun hubungan sosial terhadap responden yang berada di lokasi penelitian. Penelitian lapangan . ield researc. adalah bentuk penelitian yang bertujuan mengungkapkan makna yang diberikan oleh anggota masyarakat pada perilakunya dan kenyataan sekitar. Peneliti menggunakan pendekatan penelitian kualitatif yaitu menyelidiki proses manajemen kurikulum dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong secara deskriptif yaitu informasi yang didapat diceritakan kembali dengan menggunakan kata-kata. Penelitian ini dilakukan di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong. Lembaga ini dipilih sebagai subjek penelitian karena secara konsisten 14 Wiji Hidayati and Dkk. Manajemen Kurikulum Dan Program Pendidikan (Konsep Dan Strategi Pengembanga. (Yogyakarta: Semesta Aksara, 2. 15 Slamet Riyanto and Andi Rahman Putera. Metode Riset Penelitian Kesehatan & Sains (Yogyakarta: Penerbit Deepublish, 2. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Sri Hartini Juni Astuti dan Husnul Khotimah: Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong menerapkan kurikulum yang terintegrasi dengan nilai-nilai Islam dalam proses Lembaga ini menonjol dalam pembiasaan kegiatan spiritual seperti shalat dhuha, tahfidz, doa harian, dan pendidikan akhlak sejak usia dini, yang merupakan bagian dari upaya pengembangan kecerdasan spiritual anak. Selain itu, manajemen kurikulumnya dirancang secara sistematis untuk menggabungkan aspek akademik dan keagamaan dalam suasana belajar yang menyenangkan dan religius. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dalam teknik wawancara, peneliti juga menggunakan pedoman wawancara yang disusun berdasarkan indikator-indikator yang ingin diteliti, guna memastikan informasi yang diperoleh relevan dan mendalam. Untuk teknik observasi, peneliti menggunakan pedoman observasi yang telah disusun sebelumnya sebagai instrumen pengumpulan data, sehingga proses pengamatan lebih terarah dan sesuai dengan fokus penelitian. Sementara itu, pada teknik dokumentasi, peneliti menyiapkan format atau daftar dokumen yang diperlukan sebagai instrumen bantu untuk memperoleh data tertulis yang mendukung hasil observasi dan wawancara. Pada penganalisisan data, kajian ini menggunakan model Miles dan Huberman, proses analisis melalui beberapa tahapan, yakni, . Reduksi data, pada reduksi data penulis melakukan merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal yang terkait dengan fokus penelitian terhadap seluruh data yang didapatkan, . Penyajian data, pada tahapan ini, penulis menyajikan data yang berkenaan dengan tema yang diangkat dan dilakukan analisis, . Kesimpulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Manajemen Kurikulum Dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong Manajemen kurikulum adalah sebuah proses dalam mengelola atau mengatur sumber daya yang ada dengan sebaik mungkin secara sitematis, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan dengan efektif dan efesien dengan 16 Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif Dan R&D (Bandung: Alfabeta, 2. An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Sri Hartini Juni Astuti dan Husnul Khotimah: Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong mengimplementasikan fungsi-fungsi manajerial mulai yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan. Perencanaan Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Perencanaan kurikulum dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak merupakan suatu proses penyusunan kurikulum yang memperhatikan aspek spiritual anak dengan melakukan penentuan pembelajaran dan kegiatan yang lebih khusus, seperti mengidentifikasi kebutuhan dan tujuan pembelajaran yang dapat mengembangkan ke cerdasan spiritual anak. PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong telah melakukan perencanaan kurikulum dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak dengan sangat matang. Perencanaan kurikulum dilakukan oleh tim internal sekolah di bawah koordinasi kepala sekolah. Wakil Kepala bidang kesiswaan, wakil kepala bidang kurikulum dan koordinator jenjang selaku tim manajemen PAUD Islam Rumah Lebah Tabalong tanpa melibatkan pihak Hal ini dilakukan guna menjaga fleksibilitas dan kekhasan program yang sesuai dengan visi dan misi PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong. Dalam perencanaan kurikulum, tim internal PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong biasanya melakukan dua hingga tiga kali rapat inti. Rapatrapat ini dilakukan untuk membahas arah pengembangan kurikulum, menyusun program tahunan, serta mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dalam setiap kegiatan pembelajaran. Setelah rapat inti tersebut selesai dan rumusan awal kurikulum terbentuk, hasilnya kemudian dipresentasikan dan difinalisasi dalam Rapat Kerja (Rake. tahunan lembaga. Raker menjadi wadah untuk menyempurnakan rancangan kurikulum secara menyeluruh, sekaligus menyelaraskannya dengan visi-misi lembaga serta masukan dari seluruh tim pendidik dan manajemen sekolah. Pada proses perencanaan kurikulum ini, tim manajemen merumuskan indikator-indikator yang akan dicapai oleh anak didik mereka, dan kemudian setelah penentuan indikator selesai maka tahap selanjutnya adalah menentukan dan membuat program atau kegiatan yang dapat mengembangkan kecerdasan spiritual anak didik mereka, kemudian An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Sri Hartini Juni Astuti dan Husnul Khotimah: Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong menentukan strategi dan bahan ajar yang cocok digunakan dalam pembelajaran dan yang terakhir menentukan assessment untuk mengevaluasi pembelajaran yang diberikan kepada anak didik mereka dalam mengembangkan kecerdasan spiritual. PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong telah melaksanakan proses perencanaan kurikulum dengan baik dan relevan dengan pendapat Hamalik. PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong melakukan serangkaian proses perencanaan dengan menentukan rencana dan bagaimana melakukannya, seperti merumuskan indikator, membuat program, menentukan strategi dan bahan ajar pembelajaran serta menentukan assessment. Pengorganisasian Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Pengorganisasian kurikulum dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak harus dilakukan dengan baik, karena dengan terbentuknya organisasi kurikulum yang baik akan membantu berjalannya manajemen kurikulum dengan memanfaAoatkan sumber daya yang ada dan membantu dalam pemberian tanggung jawab sesuai dengan kemampuan yang dimiliki setiap individu. PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong mempunyai struktur organisasi kurikulum yang dibentuk oleh Kepala Sekolah atas arahan Yayasan. Tim manajemen ini beranggotakan empat orang yang terdiri dari Kepala Sekolah sebagai ketua yang mempunyai tanggung jawab penuh terhadap organisasi, kemudian ada Wakil Kepala bidang Kurikulum bertanggung jawab terhadap penyusunan dan penentuan tujuan pembelajaran yang bekerjasama dengan Wakil Kepala bidang Kesiswaan sebagai penanggung jawab dengan semua kegiatan yang berhubungan dengan siswa serta koordinator jenjang sebagai penanggung jawab antara KB (Kelompok Bermai. dan TK (Taman Kanak-Kana. Sejalan dengan pandangan Husaini Usman. PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong telah melakukan proses pengorganisasian kurikulum dengan menentukan sumber daya yang ada dan menentukan kegiatan untuk mencapai tujuan dari organisasi serta melakukan pembagian tugas dan An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Sri Hartini Juni Astuti dan Husnul Khotimah: Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong tanggung jawab sesuai dengan kemampuan para guru PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong. Pelaksanaan Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Pelaksanaan kurikulum dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak merupakan suatu proses penerapan apa yang telah direncanakan Dalam proses pelaksanaan kurikulum dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak sekolah perlu melakukan persiapan sehingga pelaksanaan kurikulum dapat berjalan dengan baik. Menurut Oemar Hamalik, pelaksanaan kurikulum berlangsung pada dua tingkatan, yaitu tingkat sekolah dan tingkat kelas. Pada tingkat sekolah, peran sentral dimainkan oleh kepala sekolah dalam merancang, mengelola, dan mengevaluasi berbagai kegiatan pendidikan yang mendukung implementasi Sedangkan pada tingkat kelas, guru menjadi pelaksana utama proses pembelajaran dan kegiatan yang mendukung perkembangan peserta Prinsip yang dikemukakan Oemar Hamalik ini selaras dengan apa yang diterapkan di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong. Di tingkat sekolah, pelaksanaan kurikulum ditangani oleh tim manajemen yang terdiri dari Kepala Sekolah. Wakil Kepala bidang Kurikulum. Wakil Kepala bidang Kesiswaan, dan koordinator jenjang. Mereka bertanggung jawab atas penyusunan kurikulum, silabus, program kerja jangka Panjang dalam pengaturan kegiatan edukatif dan spiritual seperti: penentuan tema untuk satu tahun ajaran, penentuan jadwal tentang kunjungan edukasi, penentuan jadwal kegiatan pembelajaran outdoor, penentuan kegiatan ekstrakurikuler, penentuan kegiatan semester terhadap orang tua seperti home visit dan home Ini menunjukkan adanya manajemen kurikulum yang sistematis dan terencana, sesuai dengan peran kepala sekolah dalam kerangka teori Oemar Hamalik. Sementara itu, di tingkat kelas, guru memegang peranan penting menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan kurikulum, khususnya mengembangkan kecerdasan spiritual. Guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga aktif dalam penyusunan RPPM (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Sri Hartini Juni Astuti dan Husnul Khotimah: Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong Minggua. dan RPPH (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Haria. , serta mengikuti rapat koordinasi mingguan. Wakil Kepala bidang Kurikulum telah menetapkan penanggung jawab untuk setiap kegiatan jauh sebelum kegiatan tersebut berlangsung. Ini mencerminkan peran guru sebagaimana digambarkan oleh Oemar Hamalik dalam menjalankan proses belajar mengajar, kegiatan ekstrakurikuler, serta evaluasi pembelajaran. PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong telah melaksanakan berbagai program unggulan yang dirancang khusus untuk menumbuhkan kecerdasan spiritual anak sejak usia dini. Di antara kegiatan rutin yang dilaksanakan adalah latihan sholat berjamaah, di mana anak-anak dibiasakan melaksanakan sholat dhuha bersama setelah berwudhu dengan tertib. Setiap hari Jumat, anak-anak juga diajak berlatih berinfaq sebagai bentuk penanaman nilai kepedulian dan kebiasaan berbagi. Selain itu, terdapat beragam kegiatan menarik seperti Ramadhan Ceria, pembelajaran kisah inspiratif melalui Shiroh Nabawiyah, serta simulasi ibadah haji dalam kegiatan Manasik Haji. Anak-anak juga dibimbing untuk menghafal surahsurah pendek, doa-doa harian, serta hadis-hadis yang berkaitan dengan adab dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh rangkaian program ini disusun secara terencana dan menyenangkan, dengan tujuan membentuk karakter spiritual anak yang kuat dan berakhlak mulia. Praktik Sholat Kegiatan Manasik Haji An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Sri Hartini Juni Astuti dan Husnul Khotimah: Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong Sejalan dengan pandangan Ary Ginanjar Agustian. PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong telah melaksanakan berbagai kegiatan yang berkontribusi dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak. Kegiatankegiatan tersebut dirancang untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari anak didik. Melalui pendekatan ini, anak tidak hanya dikenalkan pada aspek-aspek ibadah secara formal, tetapi juga diarahkan untuk mampu memaknai setiap aktivitas mereka sebagai bentuk ibadah kepada Tuhan. Dengan demikian, proses pembelajaran yang dilakukan tidak sekadar bersifat kognitif, tetapi juga menyentuh dimensi afektif dan spiritual. Pengawasan Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak Pengawasan kurikulum dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilakukan, dengan melakukan pengawasan akan memudahkan untuk mengetahui apakah rencana atau kegiatan yang dapat mengembangkan kecerdasan spiritual anak yang telah disusun sudah berjalan dengan baik atau belum. Pengawasan kurikulum dalam upaya pengembangan kecerdasan spiritual anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong dilakukan oleh Wakil Kepala Bidang Kurikulum bersama Kepala Sekolah. Wakil Kepala bidang Kurikulum memiliki catatan khusus yang memuat poin-poin atau indikator pelaksanaan yang harus dilakukan setiap minggu dan dibagikan kepada para Melalui catatan tersebut. Wakil Kepala bidang Kurikulum dapat mengidentifikasi berbagai kendala yang muncul selama pelaksanaan Selanjutnya, para guru memberikan umpan balik atas pelaksanaan kegiatan, dan apabila ditemukan hambatan. Wakil Kepala bidang Kurikulum bersama Kepala Sekolah akan segera mengambil langkah untuk PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong memiliki sistem pengawasan kurikulum yang terstruktur dan berkelanjutan melalui tiga tahapan waktu, yaitu pekanan, bulanan, dan semesteran. Setiap pekan, guru sentra dan guru kelas menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan kepada Wakil Kepala bidang Kurikulum sebagai bentuk evaluasi rutin. Selanjutnya, di An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Sri Hartini Juni Astuti dan Husnul Khotimah: Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong akhir setiap bulan. Wakil Kepala bidang Kurikulum merangkum hasil evaluasi dan melaporkannya kepada Kepala Sekolah, yang kemudian diteruskan kepada pihak Yayasan sebagai bentuk akuntabilitas. Pada akhir semester, sekolah menyusun laporan evaluasi menyeluruh yang kembali disampaikan kepada Yayasan sebagai refleksi dan bahan pertimbangan untuk pengembangan kurikulum ke depan. Sistem ini memastikan setiap proses pembelajaran terpantau dengan baik dan berjalan sesuai dengan tujuan pendidikan yang diharapkan. Sejalan dengan pendapat Handoko, pengawasan kurikulum dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak yang dilakukan PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong melalui tahap-tahap seperti penetapan poin atau indikator yang akan diawasi, kemudian pengawasan dilakukan secara berkesinambungan oleh Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah. Hasil dari pengawasan akan dikaji sehingga dapat terlihat apakah kegiatan sudah berjalan sesuai rencana atau ada kendala, yang terakhir adalah tindakan koreksi dan tindakan perbaikan jika ditemukan sebuah kendala. PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong memiliki beberapa kelebihan dalam hal manajemen jika dibandingkan dengan PAUD lainnya. Salah satu keunggulannya terletak pada manajemen kurikulum yang terpadu antara kurikulum nasional dan nilai-nilai Islam, sehingga tidak hanya menargetkan perkembangan kognitif saja, tetapi juga spiritual dan akhlak anak secara seimbang. Selain itu, manajemen di Rumah Lebah bersifat kolaboratif dan partisipatif, di mana guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan terlibat aktif dalam perencanaan hingga evaluasi program. Kurikulum spiritual tidak hanya sebatas teori, tetapi diimplementasikan secara konkret dan menyenangkan bagi anak. Dukungan sarana pembelajaran berbasis nilai Islam serta pendekatan pembiasaan yang konsisten juga menjadi kekuatan manajerial yang tidak semua PAUD miliki. Dengan pengelolaan yang terstruktur, berbasis visi keislaman, dan berorientasi pada pembentukan karakter sejak dini. Rumah Lebah tampil sebagai lembaga PAUD yang unggul dalam membentuk generasi berakhlak An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Sri Hartini Juni Astuti dan Husnul Khotimah: Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong Dalam proses manajemen kurikulum dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak. PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong Tabalong menghadapi beberapa kendala. Di antaranya adalah penentuan penanggung jawab untuk setiap program yang akan dijalankan, yang terkadang membutuhkan koordinasi lebih lanjut. Selain itu, keterbatasan waktu para guru untuk melaksanakan rapat koordinasi menjadi kendala tersendiri dalam menyusun strategi pembelajaran. Tak kalah penting, kondisi peserta didik yang beragam dalam proses belajar mengajar juga menjadi perhatian, karena menuntut pendekatan yang lebih fleksibel dan penuh kesabaran agar tujuan pembelajaran spiritual dapat tercapai secara maksimal. SIMPULAN Manajemen kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong. Melalui perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kurikulum yang terstruktur dan berkesinambungan, lembaga ini mampu menghadirkan berbagai program pembelajaran yang mendalam dan Kegiatan-kegiatan seperti sholat berjamaah, infaq. Ramadhan Ceria. Shiroh Nabawiyah, manasik haji, serta hafalan surah dan doa-doa harian menjadi media efektif untuk menanamkan nilai-nilai spiritual sejak Dukungan dari guru, koordinasi yang baik, serta keterlibatan manajemen sekolah menjadikan kurikulum tidak hanya sebagai alat akademik, tetapi juga sebagai sarana membentuk karakter religius anak secara holistik. Temuan ini menunjukkan bahwa manajemen kurikulum yang efektif dan terintegrasi dengan nilai-nilai keislaman dapat menjadi strategi utama dalam mengembangkan kecerdasan spiritual anak usia dini. PAUD hendaknya dalam merancang kurikulum tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan pembentukan nilai-nilai spiritual dan karakter. Implementasi kurikulum yang konsisten dan didukung oleh tenaga pendidik yang memiliki pemahaman keagamaan yang baik akan menjadi kunci keberhasilan pendidikan Islam di usia dini. Penelitian selanjutnya disarankan untuk memperluas objek kajian dengan melibatkan faktor eksternal seperti dukungan keluarga dan komunitas sekitar dalam An-Nafis: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan Vol. No. 1 April 2025 Homepage https://ejurnal. id/index. php/annafis Sri Hartini Juni Astuti dan Husnul Khotimah: Manajemen Kurikulum dalam Mengembangkan Kecerdasan Spiritual Anak di PAUD Islam Terpadu Rumah Lebah Tabalong memperkuat pendidikan spiritual yang telah ditanamkan di PAUD, atau mengukur efektivitas program-program spiritual terhadap indikator perkembangan anak, misalnya pada aspek sikap, empati, atau kedisiplinan dengan pendekatan kuantitatif. DAFTAR PUSTAKA