Equilibrium: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Pembelajarannya P-ISSN: 2303-1565 Tersedia online di http://e-journal.
id/index.
php/equilibrium/index E-ISSN: 2502-1575 Hubungan sosial ekonomi orang tua dan prestasi akademik mahasiswa prodi pendidikan ekonomi pada minat melanjutkan pendidikan tinggi jenjang magister (S-.
Roni Wiranata1*.
Ninik Srijani2.
Siti Aisyah1 STKIP PGRI Lumajang.
Jawa Timur.
Indonesia, 67316 Universitas PGRI Madiun.
Jawa Timur.
Indonesia, 63118 roniwiranata@gmail.
Abstrak Lulusan sarjana pendidikan ekonomi diketahui setiap tahunnya hampir tidak ada yang memiliki minat untuk melangkah ke tingkat yang lebih tinggi, aspek ini bisa berdasarkan dari kondisi ekonomi yang keadaannya belum memenuhi untuk memberikan dukungan dari segi materil, sedangkan prestasi akademik mahasiswa secara optimal dapat mendukung untuk melanjutkan.
Tujuan dari penelitian ini untuk menemukan keterkaitan antara prestasi akademik dan tingkat sosial ekonomi orangtua terhadap keinginan mahasiswa untuk menempuh pendidikan hingga jenjang S2 dari ketiga aspek tersebut merupakan pendorong utama dari penelitian ini.
Jumlah populasi dalam penelitian ini sebanyak 59, sehingga partisipan yang menjadi sampel penelitian ini semuanya terdaftar dalam populasi.
Lingkup sampel penelitian mahasiswa di pendidikan ekonomi STKIP PGRI Lumajang.
metode kuantitatif dipakai dengan gaya deskriptif.
Kuesioner digunakan untuk tujuan pengumpulan data.
Kami menggunakan Uji Korelasi sebagai alat analisis.
Dengan tingkat alpha 5%, analisis SPSS memberikan hasil sebagai berikut: R = 0.
F = 15.
956, dan Kebebasan bergerak.
Pada tingkat signifikansi 5%, kita dapat menemukan nilai Ftabel sebesar 3,18 dengan menggunakan variabel df1 .
dan df2 .
dengan nilai masing-masing 2 dan 49.
Nilai F hitung > nilai F tabel .
,956 > 3,.
, dengan demikian hipotesis nol (H.
yang menyatakan tidak ada korelasi ditolak.
Hal ini mengharuskan penerimaan Ha, yang pada gilirannya mengindikasikan adanya hubungan.
Kata kunci: Sosial Ekonomi Orang Tua.
Prestasi Akademik.
Minat Melanjutkan Pendidikan Diterima.
17-03-2025 Accepted 19-06-2025.
Diterbitkan 29-07-2025 The Relationship Between The Socio-Economic Relationship of Parents and The Academic Performance of Students in The Economic Education Program on The Interest in Continuing Higher Education at The Master's Level (S-.
Abstract It is well-known that almost none of the undergraduate graduates in economic education are interested in pursuing higher education.
This may be due to insufficient economic conditions to provide material support, despite students' academic achievements supporting them in continuing their education.
This study examined the relationship between academic achievement, parental socioeconomic level, and students' desire to pursue an S2 education.
These three factors were the main drivers of the study.
The population of this study was 59, and all of the participants were registered in the population sample.
The research sample scope was students in economic education at STKIP PGRI Lumajang.
Quantitative methods are used with a descriptive style.
Questionnaires are used for data collection.
Correlation test is used as an analysis tool.
With an alpha level of 5%.
SPSS analysis gives the following results: R = 0.
F = 15.
956 and a significance of 0.
Freedom of movement.
With a significance level of 5%, we can find the Ftable value of 3.
18 using the variables df1 .
and df2 .
with values of 2 and DOI: 10.
25273/equilibrium.
Copyright A 2025 Universitas PGRI Madiun Some rights reserved.
Hubungan sosial ekonomi orang tua dan prestasi akademik mahasiswa prodi pendidikan ekonomi pada minat melanjutkan pendidikan tinggi jenjang magister (S-.
(Wiranat.
49, respectively.
The calculated F-value .
956 > 3.
rejects the null hypothesis (H.
that there is no correlation.
This requires the acceptance of Ha, which in the example indicates a Keywords: Parental socioeconomic status, academic achievement, interest in continuing Received .
17-03-2025 Accepted 19-06-2025.
Published 29-07-2025
PENDAHULUAN
Sosial Ekonomi dalam di dalam Masyarakat merupakan kedudukan dari posisi sesorang yang dilihat dari beberapa aspek kehidupan sepertihalnya pendidikan, perekonomian, lingkungan dan pendapatan itu sendiri (Taluke et al.
, 2.
Kondisi ekonomi dan sosial individu maupun keluarganya adalah indikator gabungan dari tingkat pendidikan, pendapatan, dan pekerjaan mereka dibandingkan dengan kelompok lain.
Penelitian ini ditulis oleh (Saifi.
Saifullah.
Mehmood, 2.
Beberapa keluarga sangat kaya, sementara yang lain berada di kelas menengah, dan yang lainnya berada di eselon terendah dalam tangga sosioekonomi.
Sebagai contoh, status sosial ekonomi seseorang dapat dikaitkan dengan status pekerjaan mereka, yang merupakan kondisi yang diatur secara sosial.
Jadi, dapat dikatakan bahwa motivasi seseorang untuk terus naik kelas dipengaruhi oleh status sosial ekonomi mereka, yang mencakup hal-hal seperti pendapatan, tingkat pengeluaran, pemenuhan kebutuhan dasar, dan kepemilikan aset yang signifikan secara ekonomi.
Seperti yang dinyatakan oleh (Aisyah, 2.
Karena pendapatan orang tua membantu membiayai sekolah dan menyediakan sumber daya untuk memastikan bahwa anak-anak memiliki semua yang mereka butuhkan untuk menyelesaikan sekolah menengah atas, masuk akal jika insentif anak untuk berprestasi secara akademis meningkat seiring dengan meningkatnya pendapatan orang tua.
Namun, prestasi akademik adalah produk akhir dari penilaian dan analisis terhadap keberhasilan proses belajar seseorang.
Dilihat dari kondisi sosial ekonomi keluarga atau orang tua, keberhasilan akademik peserta didik dapat dicapai dengan adanya dukungan keluarga dalam memenuhi kebutuhan belajar (O.
Granada & A.
Luzano, 2.
Jika seorang siswa dapat memenuhi seluruh kebutuhan belajarnya, maka secara umum kegiatan belajarnya akan lebih bermanfaat dalam artian siswa tidak perlu dicurangi jika kebutuhan belajarnya sudah terpenuhi.
(Ozcan, 2.
Prestasi akademik merupakan kriteria utama yang menentukan keberhasilan akademik seseorang.
Dapat dikatakan bahwa orang yang paling sukses adalah yang meraih pendidikan.
Slameto dalam (Matsani & Rafsanjani, 2.
Sementara itu, keberhasilan akademik didefinisikan dalam konteks ini sebagai evaluasi yang dapat diukur dari hasil pembelajaran di seluruh mata kuliah.
Kemampuan siswa untuk melanjutkan ke tingkat berikutnya didasarkan pada Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) mereka, yang merupakan cerminan dari kemajuan akademis mereka.
Mahasiswa yang berprestasi baik di sekolah memiliki kemungkinan lebih besar untuk lulus dan memiliki kepercayaan untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Kemampuan keluarga untuk menyekolahkan anak berbanding lurus dengan tingkat pendapatan mereka.
maka orang tua juga dapat memberikan segala kesempatan pendidikan kepada anaknya sehingga dapat memotivasi anaknya untuk mencapai Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 13 no 02 Hal 1-10 Hubungan sosial ekonomi orang tua dan prestasi akademik mahasiswa prodi pendidikan ekonomi pada minat melanjutkan pendidikan tinggi jenjang magister (S-.
(Wiranat.
Berdasarkan pendapat dari (Mufida & Effendi, 2.
bahwa keinginan untuk memiliki masa depan finansial dan pekerjaan yang baik merupakan peluang bagi mahasiswa untuk masuk universitas.
Dalam segala perubahan yang terjadi dalam masyarakat, mulai dari permasalahan yang menimpa, lingkungan hidup dirusak oleh ulah manusia, dan juga merusak tatanan dalam pembangunan negara, maka ilmu pengetahuan berkali-kali lipat ikut serta atas kerusakan tersebut.
Dari segala aspek harapan dan kebutuhan masyarakat akan hubungan yang lebih baik.
Baik buruknya pendidikan akan menentukan kemajuan suatu bangsa, hal ini dikarenakan pembentukan moral dan karakter anak bangsa sangat dipengaruhi oleh pendidikan, baik setelah menyelesaikan program pendidikan formal dan Sehingga persepsi semakin tinggi pendidikan semakin baik moral dan karakter anak didik.
Menurut (La Ode Alumu, 2.
pendidikan merupakan upaya untuk mewujudkan kehidupan nasional yang cerdas.
Berdasarkan dari pengamatan peneliti yang telah dilakukan dilakukan kepada Mahasiswa di Program Pendidikan Ekonomi.
STKIP PGRI Lumajang dengan melakukan pra observasi dengan melakukan wawancara kepada mahasiswa, diketahui bahwasanya ada sebagian mahasiswa yang berminat untuk melanjutkan pendidikan, maka dari itu peneliti dapat diketahui yang melanjutkan ke jenjang magister masih tergolong rendah, salah satu penjelasan yang terjadi bahwa siswa dari keluarga berpenghasilan rendah cenderung tidak mengejar gelar lanjutan, seperti gelar master, dan lebih cenderung fokus pada target kerja setelah lulus.
Berdasarkan informasi dari Kementerian tenaga kerja Republik Indonesia awal tahun 2024 disampaikan terdapat sekitar 10,18% pengangguran yang mayoritas terdiri dari lulusan sarjana dan diplomaPengangguran naik sebesar 0,21% dari tahun Untuk mengurangi angka pengangguran yang dikontribusikan oleh lulusan sarjana, maka penting dalam meningkatkan minat lulusan sarjana ke jenjang magister.
Selain itu, menurut (Khadijah et al.
, 2.
, minat merupakan kejiwaan atau kesadaran untuk menyukai terhadap sesuatu baik berupa aktivitas, kegiatan, benda, atau objek lainnya.
(Satria et al.
, 2.
Dari temuan penelitian, terbukti bahwa kondisi pendidikan Indonesia saat ini ditandai dengan kurangnya antusiasme untuk melanjutkan Hal ini disebabkan oleh kegagalan masyarakat umum untuk mengenali nilai pelatihan profesional, yang pada gilirannya menyebabkan banyak lulusan tidak melanjutkan pendidikan dan lebih memilih untuk memasuki dunia kerja secara langsung.
Maka, keinginan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 merupakan pemusatan energi mental, motivasi, dan fokus seseorang pada tujuan tersebut.
Menelaah beberapa elemen akan membantu seseorang menentukan tingkat minat mereka untuk melanjutkan pendidikan - yaitu tingkat lulusan mereka: pengetahuan dan informasi, kebahagiaan dan ketertarikan, perhatian yang diberikan, serta tekad dan keinginan untuk terus belajar.
Penelitian ini mendefinisikan minat terhadap sekolah pascasarjana sebagai disposisi yang mencakup emosi berikut: rasa suka, fokus, keingintahuan, keinginan, optimisme, dukungan, dan kesiapan untuk menempuh pendidikan pascasarjana Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 13 no 02 Hal 1-10 Hubungan sosial ekonomi orang tua dan prestasi akademik mahasiswa prodi pendidikan ekonomi pada minat melanjutkan pendidikan tinggi jenjang magister (S-.
(Wiranat.
METODE Desain penelitian yang digunakan ialah analisis deskriptif korelasional, berdasarkan isu-isu yang ada.
Para peneliti menyebutnya sebagai studi deskriptif korelasional karena mereka mencari keterkaitan prestasi akademik siswa dan status sosial ekonomi orang tua mereka, khususnya yang berkaitan kemauan menempuh pascasarjana (S.
Karena informasi yang dikumpulkan bersifat numerik, peneliti menggunakan pendekatan kuantitatif.
Sebanyak enam puluh sembilan mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Ekonomi STKIP PGRI Lumajang menjadi populasi.
Anda dapat menemukan informasi berikut dalam tabel:
Tabel 1.
Data Sample Mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi Kelas Jumlah Mahasiswa Ekonomi A Ekonomi B Jumlah Sumber : Prodi Pendidikan Ekonomi Salah satu bagian dari keseluruhan populasi dan ciri-cirinya adalah sampel, kata Sugiyono .
Penelitian ini merupakan bentuk penelitian sosial karena semua siswa yang berpartisipasi diperhitungkan responden <100, jadi yang dipilih 59 siswa kelas ekonomi A dan 28 siswa kelas ekonomi B serta 31 siswa.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hubungan antara sosial ekonomi orang tua dengan minat melanjutkan pendidikan tingi S2 Tabel 2.
Rekap Sosial Ekonomi Orang Tua Frekuensi Jumlah Kategori Sosial Ekonomi Orang Tua Sangat Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah (Sumber: Hasil Pengolahan Data Penelitia.
Hasil uji statistik pada tabel 2 tentang rekap kategori sosila ekonomi dengan jelas terlihat bahwa orang tua dari mahasiswa STKIP PGRI Lumajang jurusan ekonomi memiliki latar belakang sosial ekonomi yang membuat mereka tidak dapat menyokong penuh anak-anak mereka untuk mengejar pendidikan yang lebih tinggi, khususnya gelar Master.
Berapa banyak uang yang mereka sisihkan untuk pendidikan anak-anak mereka, membuat para orang tua hanya mampu untuk menyediakan dana pendidikan hingga tingkat S1 saja.
Kondisi sosial ekonomi yang tidak sepenuhnya mendukung tidak membuat mahasiswa berhenti berharap.
Tingginya harapan mereka untuk dapat melanjutkan ke pendidikan tinggi S2 tetap membuat mereka semangat belajar.
Harapan masa depan yang lebih baik semakin menambah minat para mahasiswa untuk melanjutkan pendidikannya.
Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 13 no 02 Hal 1-10 Hubungan sosial ekonomi orang tua dan prestasi akademik mahasiswa prodi pendidikan ekonomi pada minat melanjutkan pendidikan tinggi jenjang magister (S-.
(Wiranat.
Dari apa yang peneliti kumpulkan melalui wawancara dan observasi kelas, terlihat bahwa para siswa cukup berkomitmen untuk mengejar pendidikan tingkat Dari pengamatan peneliti, tidak ada perbedaan yang menonjol dari perilaku setiap mahasiswa dilihat dari ekonomi orang tua mahasiswa.
Kesimpulan yang diambil dari survei yang dilakukan menunjukkan bahwa Tingkat sosial orang tua tentunya berdampak pada kesanggupan mereka untuk biaya pendidikan anak.
Namun, kenyataannya adalah bahwa banyak keluarga yang tidak memiliki kemampuan finansial untuk untuk mendukung anak mereka agar dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, terutama jika pendidikan tersebut adalah jenjang S2.
Keadaan ekonomi orang tua pada hasil penelitian ini dapat menentukan atau memiliki hubungan positif terhadap minat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, pemasalahan yang ada status sosial ekonomi orang tua dapat dipastikan untuk dukungan materi keuangan dalam melajutkan pendidikan.
Mengenai kesinambungan status ekonomi orangtua memberikan support penuh kepada anak-anaknya.
permasalahan yang selalu dialami bisa berbentuk sedikitnya tingkatan pemasukan orangtua yang mempersempit kesempatan belajar bagi anak-anaknya.
Tidak sedikit pula faktor lain yang menentukan rendahnya tingkatan pembelajaran dan kesempatan belajar dikarenakan orang tua kurang mendesak anak buat belajar lebih efisien.
Setiap orang memiliki penghasilan yang berbeda.
ada yang menghasilkan banyak dan ada yang tidak.
Jadi, ketika seseorang tidak mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan penelitian dan tidak berusaha sambil bekerja, pendapatan orang tua mereka sering menjadi masalah dalam melanjutkan penelitian di tingkat magister (S.
dapat disimpulkan bahwa kesempatan belajar mahasiswa di lingkungan STKIP PGRI Lumajang untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi satu-satunya yang menentukan adalah biaya pendidikan, hal ini berhubungan dengan status ekonomi orang tua.
Sejalan dengan pandangan yang diungkapkan oleh (Lukluli & Cahyono, 2.
, kondisi sosial ekonomi, yang diukur dari pekerjaan atau status sosial keluarga dapat menentukan kesejahteraan keluarga, dari hasil temuan tersebut mengharapkan kesajaran masyarakat atas pentingnya peningkatan kualitas pendidikan.
Namun, seperti yang dinyatakan sebelumnya oleh (Suyono, 2.
Hasil Belajar Sebagai Fungsi Kepedulian Orang Tua serta Kondisi Sosial dan Ekonomi.
Latar belakang pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan jenis tempat tinggal orang tua merupakan Berbagai faktor yang memengaruhi tingkat status sosial dan ekonomi sebuah keluarga (Zhang et al.
, 2.
Hubungan antara Prestasi Akademik Mahasiswa dengan Minat Melanjutkan Pendidikan Tinggi S2 Tabel 3.
Rekap Prestasi Akdemik Frekuensi Jumlah Kategori Prestasi Akademik Sangat Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah (Sumber: Hasil Pengolahan Data Penelitia.
Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 13 no 02 Hal 1-10 Hubungan sosial ekonomi orang tua dan prestasi akademik mahasiswa prodi pendidikan ekonomi pada minat melanjutkan pendidikan tinggi jenjang magister (S-.
(Wiranat.
Mahasiswa pendidikan ekonomi di STKIP PGRI Lumajang cenderung berprestasi dalam bidang akademik, sesuai dengan data pada tabel 3, maka harus meraih keberhasilan yang besar jika ingin meneruskan studi ke jenjang yang lebih tinggi, yang berarti berhasil dalam belajar, (Saputri.
Devi.
Ahmad.
Syarwani.
Lestari, 2.
Jika demikian, maka berprestasi di sekolah akan meningkatkan kemungkinan seseorang meneruskan ke jenjang lebih tinggi.
Maka , penelitian ini menemukan bahwa mahasiswa jurusan pendidikan ekonomi di STKIP PGRI Lumajang punya prestasi akademik yang tinggi atau baik, yang berkorelasi positif dan signifikan dengan minat mereka untuk melanjutkan studi Karena para siswa sangat berniat untuk melanjutkan ke sekolah pascasarjana, maka Terdapat hubungan positif yang positif signifkan secara statistik.
Gelar kedua (S.
adalah jalur akademis yang menantang untuk dikejar.
Mahasiswa yang ingin meraih gelar kedua (S.
hendaknya memiliki intelektual yang baik dan mahir berbahasa Inggris dan bahasa internasional lainnya.
Siapa pun yang mengejar gelar kedua (S.
juga harus mempertimbangkan implikasi keuangan.
Oleh karena itu, jangan biarkan orang lain memaksakan kehendak mereka kepada diri kita sendiri jika kita ingin mengejar gelar strata dua (S.
Hal ini sesuai dengan pendapat (Irmaya et al.
, 2.
(Ariba.
Talitha Syaikha.
Suarman.
Riadi, 2.
bahwa seseorang yang berprestasi, mereka yang telah belajar banyak hal, dan ketika seseorang memiliki wawasan yang lebih banyak maka seseorang tersebut tentu akan memiliki minat yang lebih tinggi untuk mendapatkan gelar yang lebih tinggi pula.
Keberhasilan dalam belajar dapat menarik minat seseorang untuk mendalami proyek yang diminati.
Menurut (Parni, 2.
, dua elemen yang membentuk minat seseorang: elemen internal yang meliputi kesehatan, inteligensi, dan motivasi.
elemen eksternal yang meliputi keluarga, pendidikan, masyarakat, dan lingkungan sekitar.
Menurut (Bandhu et al.
, 2.
menyatakan bahwa potensi, motivasi, impian masa depan, kesempatan, keadaan pribadi, dan kesempurnaan diri seseorang merupakan faktor yang menentukan dalam membentuk minat seseorang untuk lanjut studi Untuk mengetahui seberapa kuat variabel-variabel tersebut berkorelasi, kami melakukan pengujian terhadap data dengan menggunakan statistik korelasi Product Moment Pearson.
Peneliti mengikuti pedoman dari (Santoso, 2.
untuk menentukan pedoman tingkat korelasi dari masing-masing variabel.
Dengan kriteria sebagai berikut: 0 0,5 merupakan korelasi lemah.
> 0,5 Ae 0,7 merupakan korelasi kuat.
dan > 0,7 merupakan korelasi sangat kuat.
Berdasarkan kriteria pada Tingkat korelasi maka hasil analisis data yang dilakukan oleh peneliti untuk meringkas temuan dan menarik kesimpulan, ditunjukkan pada tabel 4 dan 5 di bawah ini:
Tabel 4.
Ringkasan Hasil Analisis Korelasi dan Simpulannya Berdasarkan Koefisien
Pearson
Keterangan Koefisien Alpha Kondisi
Simpulam
Korelasi
CA
korelasi antara X1 dan Y juga rendah, dan X1 dan X2 memiliki korelasi yang sangat rendah Tingkat korelasi antara X2 dan Y lebih besar dari alpha, yang mengindikasikan hubungan yang kuat antara kedua variabel Sumber: diolah oleh peneliti Tabel 5.
Ringkasan Hasil Analisis Korelasi dan Simpulannya Berdasarkan Koefisien
Alpha
Keterangan Koefisien Alpha Kondisi
Simpulam
Korelasi
SA X2 Ae Y diperoleh melebihi alpha yang Sementara X2 dan Y memiliki hubungan dengan tingkat signifikansi kurang dari alpha yang ditetapkan, hal yang sama juga terjadi pada hubungan antara variabel X1 dan Y.
Sumber: diolah oleh peneliti Berdasarkan uji korelasi Pearson yang ditunjukkan p Pada Tabel 4.
7, koefisien korelasi 0,374 antar X1 dan X2 terlihat setiap variabel memiliki arah keterkait yang yang memiliki arti bahwa terjadi korelasi namun memiliki tingkat korelasi yang Dikatakan rendah karena peneliti menggunakan pedoman yang menganggap bahwa nilai korelasi diatas 0,5 baru akan dikatakan kuat.
Koefisien korelasi untuk X1 dengan Y adalah 0,192, yang juga merupakan korelasi rendah karena hasil perhitungannya masih kurang dari 0,5.
Terakhir.
X2 dan Y miliki koefisien kaitan sebesar 0,554.
Tingkat interaksi dalam X2 dan Y tersebut diartikan telah terjadi korelasi yang kuat antara kedua variabel tersebut.
Prestasi akademik (X.
dan minat studi lanjut (Y) menunjukan keterkaitan yang bermakna .
= 0,.
Nilai p-value 0,05, tingkat social ekonomi orang tua dan keinginan siswa untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi memperlihatkan hubungan yang signifikan.
Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 13 no 02 Hal 1-10 Hubungan sosial ekonomi orang tua dan prestasi akademik mahasiswa prodi pendidikan ekonomi pada minat melanjutkan pendidikan tinggi jenjang magister (S-.
(Wiranat.
Tabel 6.
Hasil Pengukuran Minat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi Program Magister Frekuensi Jumlah Sangat Berminat Berminat Kategori Minat Ragu-Ragu Kurang Berminat Sangat Kurang Sumber: Diolah Oleh Peneliti Berdasarkan data tersebut diketahui jumlah mahasiswa yang memiliki Minat Melanjutkan Pendidikan Tinggi S2.
Sangat Berminat 10.
Berminat sejumlah 28.
Cukup Berminat sejumlah 14.
Kurang Berminat sejumlah 6, dan Sangat Kurang Berminath Jadi sebagian besar mahasiswa memiliki Minat Melanjutkan Pendidikan Tinggi S2.
Diperlukan minat dan semangat dalam belajar serta dukungan dari orang tua kepada anak mereka agar tetap melanjutkan kuliah.
Dukungan dari orang tua merupakan dukungan berupa motivasi dan semangat serta biaya menempu jenjang magister, sehingga memungkinkan keinginan mahasiswa dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dapat terpenuhi.
sesuai dengan pandangan.
(Rahman, 2.
apabila seseorang telah belajar secara baik dan mendapat hasil memuaskan dan dapat berkembang dengan baik di dalam dirinya, maka minat pribadinya juga akan berkembang sejalan dengan keinginan, sikap dan pengalamannya.
SIMPULAN
Kedudukan sosial ekonomi orang tua yang rendah dan sedang memiliki hubungan yang negatif dan dengan minat dalam melanjutkan ke level yang lebih tinggi.
Prestasi akademik mahasiswa tergolong baik atau tinggi, sehingga memiliki hubungan yang positif dan sangat kuat dalam minat melanjtukan ke jenjang yang lebih tinggi.
Maka, dari hasil temuan prestasi akademik mahasiswa ekonomi di STKIP PGRI Lumajang dan tingkat sosial ekonomi orang tua yang tinggi terbukti berkorelasi positif dan signifikan terhadap minat untuk menempuh pendidikan magister.
Bagi Pihak perguruan tinggi diharapkan mampu menghadirkan layanan up to date mengenai informasi beasiswa bagi para mahasiswanya terutama mahasiswa yang memiliki keterbatasan ekonomi dan memiliki minat terhadap masa depan pendidikannya.
Sehingga mahasiswa dapat terbantu untuk bisa melanjutkan pendidikan walaupun dengan keterbatasan biaya.
Bagi mahasiswa yang memiliki ekonomi rendah diharapkan untuk tetap belajar dengan giat dan memanfaatkan peluang yang diberikan oleh perguruan tinggi.
mahasiswa dengan sosial ekonomi rendah dan berprestasi dapat memanfaatkan beasiswa untuk dapat tetap melanjutkan pendidikan Jurnal Equilbrium: Jurnal Ekonomi dan Pembelajarannya Vol 13 no 02 Hal 1-10 Hubungan sosial ekonomi orang tua dan prestasi akademik mahasiswa prodi pendidikan ekonomi pada minat melanjutkan pendidikan tinggi jenjang magister (S-.
(Wiranat.
UCAPAN TERIMA KASIH Kami ingin menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam penyelesaian penelitian ini dengan sukses.
Mulai dari Konseptualisasi, metodologi, validasi, analisis formal, penulisanAitinjauan dan penyuntingan laporan dilakukan oleh R.
S dan S.
DAFTAR PUSTAKA