JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 896-904 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah PROGRAM COACHING DALAM MENINGKATKAN SUPERVISI AKADEMIK Novi Nafisati,1. Hendro Widodo2. Suyatno Suyatno3 1,2,3 Universitas Ahmad Dahlan. Indonesia Email: 2308046070@webmail. DOI: https://doi. org/10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 23 June 2025 Final Revised: 11 July 2025 Accepted: 16 August 2025 Published: 21 September 2025 Keywords: Leading Teacher Academic Supervision Coaching Program School ABSTRACT This study aims to determine the effectiveness of a coaching program in improving the academic supervision competency of leading teachers. This study used a qualitative approach with a case study method, data were collected through semi-structured interviews and focus group discussions. The results indicate that a coaching program can be a solution to improve the quality of education by enhancing teacher The primary motivation for coaching is to help teachers find solutions to challenges and share ideas, which are key drivers of the program's success. The coaching material covers various approaches and important principles. Participants highlighted coaching that helps with aspects of mindfulness, understanding the observed lesson preparation process, and key elements such as partnership, two-way communication, full attendance, insightful questions, active listening, sensitivity to conditions, and avoiding assumptions. Furthermore, the use of the TIRTA flow in each session was also considered essential. The success of coaching is greatly influenced by the collaboration of the principal, colleagues, and fellow leading teachers. The success of coaching is greatly influenced by the collaboration of the principal, colleagues, and fellow leading teachers. The coaching program faced several significant The main obstacles included a lack of support and collaboration from Furthermore, time constraints in program implementation and a less than conducive environment were also problems. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program coaching dalam meningkatkan kompetensi supervisi akademik guru penggerak. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, data dilakukan melalui wawancara semiterstruktur, dan diskusi kelompok terfokus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program coaching dapat menjadi salah satu solusi dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru. Motivasi utama dalam coaching adalah membantu guru menemukan solusi atas tantangan dan berbagi ide, yang menjadi pendorong kunci keberhasilan program. Materi coaching mencakup berbagai pendekatan dan prinsip penting. Partisipan menyoroti coaching yang membantu dalam aspek mindfulness, pemahaman proses persiapan pembelajaran yang diobservasi, serta elemen-elemen kunci seperti kemitraan, komunikasi dua arah, kehadiran penuh, pertanyaan berbobot, mendengarkan aktif, kepekaan terhadap kondisi, dan menghindari asumsi. Selain itu, penggunaan alur TIRTA dalam setiap sesi juga dianggap esensial. Keberhasilan coaching sangat dipengaruhi oleh kolaborasi kepala sekolah, rekan sejawat, dan sesama guru penggerak. Keberhasilan coaching sangat dipengaruhi oleh kolaborasi kepala sekolah, rekan sejawat, dan sesama guru Program coaching menghadapi beberapa hambatan signifikan. Kendala utama meliputi kurangnya dukungan dan kolaborasi dari rekan kerja. Selain itu, keterbatasan waktu dalam pelaksanaan program dan lingkungan yang kurang kondusif juga menjadi masalah. Kata kunci: Guru Penggerak. Supervisi Akademik. Program Coaching. Sekolah Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Program Coaching Dalam Meningkatkan Supervisi Akademik PENDAHULUAN Supervisi akademik merupakan serangkaian kegiatan yang dirancang untuk membantu guru mengembangkan kemampuannya dalam mengelola proses pembelajaran demi mencapai tujuan pendidikan (Hartanto & Purwanto, 2. Salah satu kunci yang diharapkan dimiliki oleh guru penggerak yaitu supervisi akademik (Purwaningsih et al. Dalam dunia pendidikan yang terus berkembang, peran guru tidak lagi terbatas pada pengajaran di kelas saja. Guru masa kini diharapkan memiliki kemampuan supervisi akademik yang kuat untuk memastikan kualitas pembelajaran yang optimal (Hariyati, 2. Guru yang ideal dalam supervisi akademik dapat terus belajar dan mengembangkan diri untuk mencapai profesionalisme yang optimal. Guru penggerak adalah orang yang diharapkan dapat menjadi teladan dan agen perubahan serta pemimpin pembelajaran dalam ekosistem pendidikan. Namun, realitas di lapangan seringkali menunjukkan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Beberapa tantangan dan hambatan yang dihadapi dalam implementasi supervisi akademik guru penggerak antara lain keterbatasan pemahaman konsep dan praktik supervisi akademik, kurangnya dukungan sistem dan infrastruktur untuk pelaksanaan supervisi yang efektif, beban kerja administratif yang tinggi, mengurangi fokus pada aspek supervisi akademik dan resistensi dari guru yang disupervisi karena berbagai faktor psikologis dan kultural (Prastania & Sanoto, 2. Ketika guru tidak memiliki kompetensi supervisi akademik yang baik maka akan berdampak kurang baik, diantaranya penurunan kualitas pembelajaran, stagnasi pengembangan profesional, kesenjangan dalam pencapaian siswa, hambatan dalam kolaboasi antar guru (Purwaningsih et al. , 2. Oleh karena itu pentingnya seorang guru harus memiliki supervisi akademik, diantaranya peningkatan kualitas pengajaran. Pengembangan profesional berkelanjutan, peningkatan hasil belajar siswa, kontribusi terhadap budaya sekolah yang positif. Adapun dampak jika guru tidak dilibatkan dalam supervisi akademik maka akan muncul sikap seperti ini, diantaranya kehilangan perspektif berharga, resistensi terhadap perubahan, kesenjangan antara kebijakan dan implementasi, penurunan motivasi dan kepuasan kerja guru, kualitas pembelajaran yang kurang, hilangnya kesempatan untuk pengembangan kepemimpinan (Widianita, 2. Dampak tersebut apabila dibiarkan tentunya akan menjadi permasalahan yang sangat urgent dalam dunia pendidikan. Untuk meningkatkan supervisi akademik guru, ada beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain klarifikasi tujuan, komunikasi yang efektif, penilaian yang adil, pendekatan observasi kelas, dan pendekatan refleksi dan umpan balik (Hartanto, 2. Selain itu juga ada Program coaching yang efektif melibatkan pendekatan kemitraan di mana supervisor dan guru bekerja sama untuk mengidentifikasi kekuatan dan area yang perlu diperbaiki . Program Coaching dengan melakukan sesi sharing bersama rekan kerja secara reguler dan pengembangan profesional berkelanjutan dalam mendorong guru untuk mengikuti program terkait supervisi akademik. (Fatmawati & Hariyadi, 2. Pemilihan program coaching merupakan salah satu cara yang efektif untuk meningkatkan kompetensi supervisi akademik guru penggerak (Fatmawati & Hariyadi. Program coaching adalah pendekatan pengembangan profesional yang terstruktur dan personal, dirancang untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kinerja individu dalam bidang tertentu (Prabadewi, 2. Dengan mengintegrasikan program coaching ke dalam praktik supervisi akademik, sekolah dapat menciptakan lingkungan yang lebih mendukung untuk pengembangan profesional guru, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pembelajaran siswa. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Program Coaching Dalam Meningkatkan Supervisi Akademik Dengan melakukan penelitian ini, kita dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang cara meningkatkan kompetensi supervisi akademik guru melalui program coaching, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kualitas pendidikan secara keseluruhan. Peneilitian ini fokus pada Guru Penggerak Angkatan 11 kota Cimahi agar dapat meneliti bagaimana program ini diimplementasikan dan dapat memberikan wawasan tentang faktorfaktor yang mendukung atau menghambat keberhasilannya program coaching tersebut. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan metode studi kasus (Poth & Creswell, 2021. Sugiyono, 2. Metode ini dipilih untuk menggali pemahaman mendalam tentang program coaching dalam meningkatkan supervisi akademik guru penggerak angkatan 11 kota Cimahi. Subjek penelitian adalah guru penggerak angkatan 11 kota Cimahi yang terdiri dari 1 orang guru TK, 43 orang guru SD, 11 orang guru SMP, 12 orang guru SMA/SMK dan 1 orang guru SLB dengan total keseluruhan berjumlah 69 orang. Teknik pemilihan sample yang digunakan adalah Random Sampling ( sample acak ) dimana setiap anggota populasi memiliki kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis tematik. Proses analisis tematik tidak hanya sekadar menghitung frekuensi kata atau frasa tertentu, tetapi lebih jauh, ia menggali makna eksplisit maupun implisit yang terkandung dalam data (Braun & Clarke, 2. Tujuannya adalah untuk memahami pengalaman, pandangan, pemikiran, dan nilai-nilai yang diungkapkan oleh partisipan penelitian terkait dengan pertanyaan penelitian. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Berdasarkan visualisasi jaringan dalam gambar, terlihat bahwa Program Coaching dalam Meningkatkan Supervisi Akademik Guru Penggerak sangat dipengaruhi oleh berbagai aspek, di antaranya adalah motivasi coaching, materi coaching, peran pihak-pihak yang terlibat, kendala yang dihadapi, dan dampak coaching. Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Program Coaching Dalam Meningkatkan Supervisi Akademik Motivasi Coaching Motivasi utama dari coaching adalah untuk membantu guru menemukan solusi atas tantangan yang mereka hadapi serta berbagi ide untuk saling mendukung. Motivasi ini menjadi pendorong penting dalam pelaksanaan program. Hal ini selaras dengan pernyataan P1: 1:1 Au A mengikuti program coaching adalah saya ingin menemukan ide ide baru dan saling berbagi dengan rekan. Ay 1:3 AuA menemukan solusi yang sedang dihadapinya ,memperbaiki pembelajaran, mengembangkan kompetensi yg dimiliki oleh rekan tersebut dan tidak kehilangan Ay Materi Coaching Materi coaching mencakup berbagai pendekatan dan prinsip yang digunakan dalam proses tersebut se. rti yang diungkapkan oleh P1,P2 dan P3 : 2:5 Au ya tentunya Coaching sangat membantu saya dalam upaya mindfullnessA. Ay 2:8 Au mengetahui proses dari awal yang dilakukan oleh guru ketika mempersiapkan kegiatan pembelajaran yang akan diobservasi oleh atasan termasuk hambatan yang dikhawatirkan oleh guru. Ay 1:2 Au A. adanya kemitraan, komunikasi dua arah. Kehadiran penuh, pertanyaan yang berbobot, mendengarkan aktif, peka terhadap kondisi dan terhindar dari sebuah Ay 3:2 Au Aadalah dengan menggunakan alur TIRTA dalam setiap sesiA. Ay Pihak Yang berperan dalam Coaching Keberhasilan coaching dipengaruhi oleh keterlibatan pihak-pihak penting, yaitu kepala sekolah, rekan sejawat, dan guru penggerak. Kolaborasi antara mereka sangat penting untuk menciptakan lingkungan coaching yang produktif. Sebagaimana yang diungkapkan oleh P1. P2 dan P3: 1:6 AuA Yang paling banyak membantu proses kegiatan coaching saya tentunya rekan sejawat sebagai coach, dan juga kepala sekolah sebagai pimpinanAAy 2:9 AuTentunya atasan dan rekan sejawat. Karena kan kita latihan percakapan coaching ya bersama rekan kerja. Jadi ya itu mereka yang paling membantu. Au 3:6 Au Kepala sekolah dan rekan sejawat. Kemaren kan kita praktek percakapan coaching sama rekan ya. Jadi mereka juga membantu latihan praktek coaching kita. Terus rekan cgp juga ngebantu sih ketika belajar tentang coaching ini. Au Kendala yang dihadapi Penelitian ini menemukan bahwa Program coaching menghadapi berbagai hambatan, seperti kurangnya dukungan dari rekan kerja, keterbatasan waktu, lingkungan yang tidak kondusif, dan belum optimalnya penerapan coaching. Salah satu hambatan utama adalah kurangnya kolaborasi di antara rekan kerja. Hal ini seperti yang dinyatakan oleh P3 : Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Program Coaching Dalam Meningkatkan Supervisi Akademik 3:8AyAdukungan dari rekan kerja yang kurang bisa bekerja sama. Ay Selain itu adanya keterbatasan waktu dalam pelaksanaan program coaching di sekolah yang menjadi salah satu kendala sebagaimana dinyatakan oleh P2: 2:7 Au Jadi terkadang masalah waktu menjadi kendalaA. Ay Lingkungan kerja yang tidak mendukung berdampak pada keberhasilan program coaching. sebagaimana yang dikatakan oleh P3: 3:4 AuA Kaya Lingkungan yang kurang kondusifA. Ay Jadi ini juga sangat berhubungan erat dengan belum optimalnya penerapan coaching yang ada di sekolah seperti yang dikatakan oleh P1: 1:4 AuA. dalam supervisi kadang tidak menggunakan coaching sebelum dan sesudah supervisi, karena hanya semata ingin melaksanakan tuntutan kewajiban saja tanpa tahu permasalahan yg sedang dihadapi kondisi para siswa baik pada saat sebelum dan sesudah supervisi karena tidak menerapkan coaching tsb. Ay Dampak Coaching Program Coaching ini memberikan dampak positif seperti yang dinyatakan oleh PI,P2 dan P3 diantaranya: 1:1 AuA. sehingga menemukan sebuah solusi sehingga mencapai tujuan yang Ay 1:3 AuA membantu rekan guru . untuk menemukan kekuatan dalam dirinya, memberdayakan potensi mereka, menemukan solusi yang sedang dihadapi nya, memperbaiki pembelajaran, mengembangkan kompetensi yg dimiliki oleh rekan tersebut dan tidak kehilangan arah. 2:10 Au A potensi yang dimilki coachee akan dimunculkan dan sebaliknyaA. Ay Dikuatkan dengan pernyataan P3 sebagai berikut: 3:9 Au Aharus bisa mengeluarkan potensi positif dalam menyelesaikan masalah yang kita hadapi. Ay 3:1 AuAuntuk mendorong seseorang meningkatkan value,memiliki keterampilan dalam memecahkan masalah, dan meningkatkan kepercayaan diri dalam mengelola tantangan, terutama dalam situasi yang tidak menentu. Ay 3:7 Au A yang pertama memperbaiki performa kerja terus juga komunikasi yang baik dengan rekan kerja ketika coaching ini bersama coach sebagai partner dalam Ay Pembahasan Penelitian ini memberikan gambaran yang komprehensif mengenai peran program coaching terhadap supervisi akademik. Hasil penelitian mengelompokkan temuan ke dalam lima topik utama: motivasi coaching, materi coaching, pihak yang terlibat, kendala yang dihadapi, dan dampak coaching. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Program Coaching Dalam Meningkatkan Supervisi Akademik Motivasi Coaching Penelitian ini menunjukkan bahwa Motivasi menjadi salah satu pendorong penting dalam pelaksanaan coaching. Hal ini termasuk Menemukan solusi yang sedang dihadapi: Proses coaching membantu peserta dalam mengatasi tantangan yang mereka hadapi dan Berbagi ide baru: Coaching menjadi sarana untuk berbagi ide dan masukan antar rekan kerja, sehingga mampu menghadapi tantangan bersama. Teori yang mendukung ini adalah Teori Psikologi Coaching (Grant & Hartley, 2. dalam Jurnalnya yang berjudul AuToward a Psychology of Coaching: The Impact of Coaching on Metacogition. Mental Health, and Goal AttainmentAy bahwa coaching mengeksplorasi motivasi dan pencapaian tujuan. Teori lainnya yang mendukung yaitu Pengaruh Coaching Pada Kerja Individu. Chidir et al . Menemukan bahwa coaching individu dapat meningkatkan kinerja guru dengan meningkatkan kompetensi interpersonal dan motivasi, yang pada akhirnya memperbaiki kualitas pengajaran. Selanjutnya ada teori Efektivitas Kepemimpinan melalui Coaching (Halliwell et al. , 2. yang menunjukkan bahwa coaching memperkuat efektivitas kepemimpinan dalam organisasi dengan membantu pemimpin menjadi lebih adaptif dan inovatif dalam mengelola perubahan. Motivasi utama dari coaching adalah untuk membantu guru menemukan solusi atas tantangan yang mereka hadapi serta berbagi ide untuk saling mendukung. Motivasi ini menjadi pendorong penting dalam pelaksanaan program. Materi Coaching Materi coaching mencakup berbagai pendekatan dan prinsip yang digunakan dalam proses tersebut, diantaranya Mindfulness: Pendekatan yang mengedepankan kesadaran penuh dalam pelaksanaan coaching. Menggunakan alur TIRTA: Pendekatan berbasis alur yang terstruktur. Menerapkan prinsip kemitraan: Melibatkan komunikasi dua arah yang Memahami proses: Pentingnya memahami tahapan dan dinamika coaching. Peka terhadap kondisi: Coaching yang efektif menghindari asumsi yang salah dan berfokus pada kondisi aktual. Pihak Yang Terlibat Keberhasilan coaching dipengaruhi oleh keterlibatan pihak-pihak penting, yaitu kepala sekolah, rekan sejawat, dan guru penggerak. Kolaborasi antara mereka sangat penting untuk menciptakan lingkungan coaching yang produktif. Guru merupakan peserta utama dalam program coaching. Mereka mendapatkan dukungan dan bimbingan dari coach untuk meningkatkan keterampilan mengajar, metode pengajaran, serta kemampuan manajerial dan Tujuannya adalah untuk membantu guru mengatasi tantangan dalam proses pembelajaran dan meningkatkan kualitas pendidikan di kelas. Kepala sekolah berperan sebagai pemimpin yang mendukung dan memfasilitasi pelaksanaan program coaching. Mereka memastikan bahwa program coaching berjalan dengan lancar dan mendukung kebijakan serta tujuan sekolah. Kepala sekolah juga berperan dalam memberikan umpan balik dan evaluasi terhadap hasil coaching yang telah dilakukan. Rekan kerja atau sesama guru juga memainkan peran penting dalam program coaching. Mereka dapat saling berbagi ide, pengalaman, dan masukan yang konstruktif. Kolaborasi antar guru ini membantu menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan mendukung pengembangan profesional bersama. Dengan keterlibatan semua pihak ini, program coaching dapat berjalan dengan efektif dan memberikan dampak positif yang signifikan terhadap supervisi akademik guru. Dengan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Program Coaching Dalam Meningkatkan Supervisi Akademik dukungan yang tepat, guru dapat berkembang menjadi pendidik yang lebih kompeten dan mampu menghadapi berbagai tantangan dalam proses pembelajaran. Kendala Kendala yang dihadapi dalam mengimplementasikan Program coaching adalah kurangnya dukungan dari pihak sekolah termasuk kepala sekolah dan rekan kerja. Tanpa dukungan yang kuat, program coaching mungkin tidak mendapatkan prioritas yang layak atau sumber daya yang diperlukan. Kurangnya dukungan manajemen dapat mengakibatkan kesulitan dalam pelaksanaan dan pemantauan program. Kemudian keterbatasan waktu dalam pelaksanaan coaching karena kesibukan guru dengan pekerjaan administrasi lainnya yang cukup menyita waktu. Selain itu keterbatasan keterampilan coaching yang kurang terlatih atau kurang berpengalaman mungkin tidak dapat memberikan umpan balik yang konstruktif atau membantu guru mengatasi tantangan yang kompleks. Ini dapat mengurangi efektivitas program coaching secara keseluruhan. Dampak Coaching Coaching dalam supervisi akademik memberikan dampak positif dengan membantu peserta menemukan solusi untuk mencapai tujuan yang diinginkan, mengembangkan kekuatan dan potensi diri, meningkatkan kompetensi, dan memperbaiki pembelajaran. Coaching juga mendorong peserta untuk meningkatkan keterampilan dalam memecahkan masalah, meningkatkan kepercayaan diri, memperbaiki performa kerja, dan memperkuat komunikasi dengan rekan kerja. Secara keseluruhan, coaching membantu peserta mengatasi tantangan dan menghadapi situasi yang tidak menentu dengan lebih efektif. KESIMPULAN Program coaching yang dirancang dengan baik dan didukung oleh kolaborasi antar pihak mampu meningkatkan efektivitas supervisi akademik. Motivasi utama dalam coaching adalah membantu guru menemukan solusi atas tantangan dan berbagi ide, yang menjadi pendorong kunci keberhasilan program. Materi coaching mencakup berbagai pendekatan dan prinsip penting. Partisipan menyoroti coaching yang membantu dalam aspek mindfulness, pemahaman proses persiapan pembelajaran yang diobservasi, serta elemen-elemen kunci seperti kemitraan, komunikasi dua arah, kehadiran penuh, pertanyaan berbobot, mendengarkan aktif, kepekaan terhadap kondisi, dan menghindari asumsi. Selain itu, penggunaan alur TIRTA dalam setiap sesi juga dianggap esensial. Keberhasilan coaching sangat dipengaruhi oleh kolaborasi kepala sekolah, rekan sejawat, dan sesama guru Keberhasilan coaching sangat dipengaruhi oleh kolaborasi kepala sekolah, rekan sejawat, dan sesama guru penggerak. Program coaching menghadapi beberapa hambatan Kendala utama meliputi kurangnya dukungan dan kolaborasi dari rekan kerja. Selain itu, keterbatasan waktu dalam pelaksanaan program dan lingkungan yang kurang kondusif juga menjadi masalah. Hal ini berkaitan erat dengan belum optimalnya penerapan coaching dalam supervisi, yang seringkali hanya menjadi tuntutan kewajiban tanpa penggalian masalah mendalam. Coaching memberikan dampak positif yang substansial. Program ini membantu coachee . ekan gur. menemukan solusi, menggali kekuatan dan memberdayakan potensi diri, serta mengembangkan kompetensi dan memperbaiki pembelajaran agar tidak kehilangan arah. Partisipan juga menegaskan bahwa coaching mendorong peningkatan value, keterampilan pemecahan masalah, dan kepercayaan diri dalam menghadapi tantangan, serta memperbaiki performa kerja dan komunikasi dengan Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Program Coaching Dalam Meningkatkan Supervisi Akademik Hal ini menjadikan coaching sebagai strategi penting dalam pengembangan kompetensi profesional guru. REFERENSI