Cyberspace: Jurnal Pendidikan Teknologi informasi Volume 8. Nomor 2. Oktober 2024, hal. 33 - 41 ISSN 2598-2079 . | ISSN 2597-9671 . ANALISIS QUALITY OF SERVICE JARINGAN INTERNET 4G DENGAN PARAMETER THROGHPUT. DELAY DAN JITTER PADA KECAMATAN SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR Hurul Ainina1. Ridwan2 FTK Universitas Islam Negeri Ar-Raniry email: hurullainina@gmail. Abstract This research test is to determine the nature of the cellular network in the Seulimeum District area of Aceh Besar, by conducting measurement research based on the network signals of Telkomsel. Tri, and XL Axiata provider s with Quality of Service (QoS) analysis by including estimation of throughput, delay, and jitter limits using the nPerf application. The research was conducted using a field survey approach methodology to determine areas with the capacity to serve as designated observation sites to monitor the speed, reliability, and integrity of internet connectivity. The results of this study show the overall quality of throughput generated in the Seulimeum Aceh Besar District area, which is an average of 67. 90 Mbps, indicating that the quality of throughput is included in index 4 and a very good category according to TIPHON The overall quality of the resulting delay in the Seulimeum Aceh Besar District area, which is an average of 110 ms, shows that the quality of delay is included in index 4 and a very good category according to TIPHON standards. And the quality produced by jitter as a whole in the Seulimeum Aceh Besar District area, namely with an average of 182 ms, shows that the quality of jitter is included in index 2 and the category is moderate according to TIPHON standards. When reviewed the overall analysis of Quality of Service on the three provider in the Seulimeum District area of Aceh Besar, including the index 3 and the satisfactory category according to TIPHON Keywords: Quality of Service. Throughput. Delay. Jitter Abstrak Pengujian penelitian ini adalah untuk mengetahui sifat jaringan seluler di wilayah Kecamatan Seulimeum Aceh Besar, dengan melakukan penelitian pengukuran berdasarkan sinyal jaringan provider Telkomsel. Tri, dan XL Axiata dengan analisis Quality of Service (QoS) dengan mencakup estimasi batas throughput, delay, dan jitter menggunakan aplikasi nPerf. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metodologi pendekatan survei lapangan untuk menentukan area dengan kapasitas untuk berfungsi sebagai situs pengamatan yang ditunjuk untuk memantau kecepatan, keandalan, dan integritas konektivitas internet. Hasil penelitian ini menunjukkan kualitas yang dihasilkan throughput secara keseluruhan di wilayah Kecamatan Seulimeum Aceh Besar, yaitu dengan rata-rata 67. 90 Mbps, menunjukan bahwa kualitas throughput termasuk kedalam indeks 4 dan kategori sangat bagus menurut standar TIPHON. Kualitas yang dihasilkan delay secara keseluruhan di wilayah Kecamatan Seulimeum Aceh Besar, yaitu dengan rata-rata 110 ms, menunjukan bahwa kualitas delay termasuk kedalam indeks 4 dan kategori sangat bagus menurut standar TIPHON. Dan kualitas yang dihasilkan jitter secara keseluruhan di wilayah Kecamatan Seulimeum ANALISIS QUALITY OF SERVICE JARINGAN INTERNET 4G DENGAN PARAMETER THROGHPUT. DELAY DAN JITTER PADA KECAMATAN SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR Aceh Besar, yaitu dengan rata-rata 182 ms, menunjukan bahwa kualitas jitter termasuk kedalam indeks 2 dan kategori sedang menurut standar TIPHON. Jika di tinjau analisis secara keseluruhan Quality of Service pada ketiga provider di wilayah Kecamatan Seulimeum Aceh Besar, termasuk kedalam indeks 3 dan kategori memuaskan menurut standar TIPHON. Kata Kunci: Quality of Service. Throughput. Delay. Jitter PENDAHULUAN Kemajuan teknologi Internet berkembang pesat dari satu generasi ke generasi berikutnya, menunjukkan peningkatan yang berkelanjutan. Hal ini terutama terlihat di bidang layanan internet seluler. Penyedia layanan internet terlibat dalam persaingan sengit yang bertujuan untuk meningkatkan teknologi, dengan fokus pada inovasi terbaru dalam teknologi internet. Tren ini tercermin dalam perluasan basis pengguna teknologi internet pada perangkat seluler, seperti smartphone, di Indonesia, lebih lanjut digarisbawahi dengan pengenalan teknologi baru yang meningkatkan kualitas jaringan telekomunikasi dalam hal kecepatan data . Jaringan telekomunikasi nirkabel telah mengalami pertumbuhan yang signifikan, berkembang dari generasi pertama . G) ke generasi keempat . G) saat ini yang dikenal sebagai LTE (Long Term Evolutio. , yang sekarang beroperasi di Indonesia. LTE, teknologi yang distandarisasi oleh 3rd Generation Partnership Project . GPP), bertujuan untuk meningkatkan efisiensi spektrum, memperluas kapasitas radio, mengurangi biaya operasional untuk penyedia, dan memberikan layanan broadband seluler terbaik. Berasal dari Global System for Mobile (GSM) dan Universal Mobile Telecommunication System (UMTS). LTE meningkatkan kecepatan transmisi data. Kemajuan teknologi 4G diperkirakan akan menguntungkan berbagai segmen masyarakat, tidak hanya mencakup penduduk perkotaan tetapi juga penduduk di daerah pedesaan. Meningkatnya permintaan manusia untuk pertukaran data dan informasi sejalan dengan kemajuan internet yang cepat, khususnya pemanfaatan Internet yang terletak di Seulimeum di Kabupaten Aceh Besar. Provinsi Aceh. Dalam perkembangannya, isu-isu yang timbul dari masyarakat Seulimeum di Kabupaten Aceh Besar di mana, banyak warga menyatakan ketidakpuasan dengan jaringan yang kurang optimal, kualitas layanan sering menurun, ditandai dengan kecepatan internet yang lamban, sinyal yang tidak stabil, dan gangguan yang sering terjadi, mungkin berasal dari menara pemancar atau infrastruktur telekomunikasi yang tidak memadai . Menyelesaikan masalah ini memerlukan pendekatan holistik yang mencakup peningkatan infrastruktur, pemeliharaan rutin, investasi tambahan, dan pendidikan publik mengenai pemanfaatan efektif teknologi yang ada . Meskipun banyak perusahaan menawarkan layanan data seluler seperti Telkomsel. Tri, dan XL Axiata, ada banyak keuntungan dan kerugian dalam ketiga entitas ini terkait stabilitas jaringan yang mereka sediakan. Untuk menilai kesesuaian jaringan yang digunakan berdasarkan kebutuhan masyarakat, menjadi penting untuk terlibat dalam kegiatan penelitian yang melibatkan pengujian ketiga penyedia layanan untuk Cyberspace: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi | 34 Hurul Ainina. Ridwan mengevaluasi kinerja jaringan dalam berbagai kondisi . Maka dari alasan ini penulis menunjukkan minat yang besar dalam melakukan penelitian yang melibatkan perbandingan paket data seluler dengan menerapkan metodologi survei lapangan yang dinilai berdasarkan Quality of Service (QoS) dengan parameter throghput, delay dan jitter untuk menganalisis kinerja tiga layanan data seluler dan informasi data serta menggunakan software nPerf sebagai drive test. METODE PENELITIAN Penelitian dilakukan dengan menggunakan metodologi pendekatan survei lapangan untuk menentukan area dengan kapasitas untuk berfungsi sebagai situs pengamatan yang ditunjuk untuk memantau kecepatan, keandalan, dan integritas konektivitas internet. Selanjutnya, berikut tahapan peneliti gambarkan setiap fase penelitian secara berurutan yang akan dijalankan oleh para penulis, yaitu : Gambar 1. Tahapan Penelitian Pendekatan yang digunakan untuk menilai kualitas layanan jaringan provider Telkomsel. Tri, dan XL Axiata dengan analisa Quality of Service, dengan parameter throughput, delay, dan jitter yang digunakan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan aplikasi nPerf, dengan periode pengujian dijadwalkan pada pagi hari pukul 07. 00 dan pada siang hari pukul 12. 00 dan 15. dan di malam hari pukul 20. 00 dan 22. Titik penelitian berikut diamati melalui Google Earth: Gambar 2. Titik Penelitian Berikut kategori persentase nilai untuk mengukur QoS : 35 | Cyberspace: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi ANALISIS QUALITY OF SERVICE JARINGAN INTERNET 4G DENGAN PARAMETER THROGHPUT. DELAY DAN JITTER PADA KECAMATAN SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR Kategori Penilaian 3,8-4 3-3,79 2-2,99 1-1,99 Sumber: TIPHON . Tabel 1. Kategori Persentase Nilai QoS Persentase QoS (%) 74-94,75 50-74,75 25-49,75 Indeks Sangat Memuaskan Memuaskan Kurang Memuaskan Tidak Memuaskan Persamaan perhitungan QoS : A B C U QoS BTS = QoS Presentase = N x100% Keterangan : A,B,C = Indeks Parameter = Jumlah Parameter = Indeks Berikut ini klasifikasi dalam standar TIPHON dalam evaluasi throughput: Kategori Sangat Bagus Bagus Sedang Buruk Sumber: TIPHON Tabel 2. Kategori Throughput Throughput (Mbp. >10 5 s/d 10 1 s/d 5 0 s/d 1 Berikut ini klasifikasi dalam standar TIPHON dalam evaluasi delay: Tabel 3. Kategori Delay Kategori Sangat Bagus Bagus Sedang Buruk Sumber: TIPHON Besar Delay . <150 ms 150 ms s/d 300 ms 300 ms s/d 450 ms >450 ms Indeks Indeks Berikut ini klasifikasi dalam standar TIPHON dalam evaluasi jitter: Kategori Sangat Bagus Bagus Sedang Buruk Sumber: TIPHON Tabel 4. Kategori Jitter Jitter . 0 ms 1 ms s/d 75 ms 76 ms s/d 125 ms 126 s/d >225 ms Indeks HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Cyberspace: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi | 36 Hurul Ainina. Ridwan Penelitian dilakukan untuk menilai kualitas layanan jaringan internet 4G di Seulimeum. Kabupaten Aceh Besar, dengan evaluasi yang dilakukan oleh penyedia layanan Telkomsel. Tri, dan XL Axiata. Berikut hasil penelitian: Tabel 5. Kategori Telkomsel Waktu Pagi Siang Malam Throughput (Mbp. Download Upload Total Rata-rata Jam Indeks Delay . Data Indeks Jitter . Data Indeks Berdasarkan Tabel 5 di atas didapatkan hasil pengukuran kategori provider Telkomsel yang diamati selama pengukuran pada pagi, siang dan malam hari yang di lakukan pada lokasi sesuai titik penelitian. Dari nilai beban trafik throughput paling tinggi pada waktu malam hari pukul 22. 06 dengan nilai 195. 30 Mbps, sedangkan beban trafik throughput paling rendah pada waktu pagi hari pada 10. 07 dengan nilai 115. 14 Mbps. Jika dilihat dari waktu pagi-malam nilai rata-rata trafik throughput sebesar 138. 66 Mbps dengan kategori indeks 4 . angat bagu. menurut standar TIPHON. Selanjutnya, dari nilai delay yang baik ada pada waktu malam hari pukul 22. 06 dengan nilai 38 ms, sedangkan beban trafik delay yang kurang baik pada waktu malam hari pukul 20. 08 dengan nilai 129 Jika dilihat dari waktu pagi-malam nilai rata-rata trafik delay sebesar 74 ms dengan kategori indeks 4 . angat bagu. menurut standar TIPHON. Terakhir dari nilai jitter yang stabil ada pada waktu pagi hari pukul 10. 07 dengan nilai 12 ms, sedangkan beban trafik jitter yang buruk pada waktu siang hari pukul 15. 18 dengan nilai 121 ms. Jika dilihat dari waktu pagi-malam nilai rata-rata trafik jitter sebesar 42 ms dengan kategori indeks 3 . menurut standar TIPHON. Tabel 6. Kategori Tri Waktu Pagi Siang Malam Jam Throughput (Mbp. Delay . Jitter . Download Upload Total Indeks Data Indeks Data Indeks Rata-Rata 37 | Cyberspace: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi ANALISIS QUALITY OF SERVICE JARINGAN INTERNET 4G DENGAN PARAMETER THROGHPUT. DELAY DAN JITTER PADA KECAMATAN SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR Berdasarkan Tabel 6 di atas didapatkan hasil pengukuran kategori provider Tri yang diamati selama pengukuran pada pagi, siang dan malam hari yang di lakukan pada lokasi sesuai titik penelitian. Dari nilai beban trafik throughput paling tinggi pada waktu malam hari pukul 20. 11 dengan nilai 49. 59 Mbps, sedangkan beban trafik throughput paling rendah pada waktu pagi hari pada 10. 12 dengan nilai 26. 38 Mbps. Jika dilihat dari waktu pagi-malam nilai rata-rata trafik throughput sebesar 37. 72 Mbps dengan kategori indeks 4 . angat bagu. menurut standar TIPHON. Selanjutnya, dari nilai beban trafik delay yang baik ada pada waktu siang hari pukul 12. 04 dengan nilai 57 ms, sedangkan beban trafik delay yang kurang baik pada waktu pagi hari pukul 07. 06 dengan nilai 68 Jika dilihat dari waktu pagi-malam nilai rata-rata trafik delay sebesar 63 ms dengan kategori indeks 4 . angat bagu. menurut standar TIPHON. Terakhir dari nilai beban trafik jitter yang stabil ada pada waktu malam pukul 20. 11 dengan nilai 59 ms, sedangkan beban trafik jitter yang buruk pada waktu siang hari pukul 15. 09 dengan nilai 190 ms. Jika dilihat dari waktu pagi-malam nilai rata-rata trafik jitter sebesar 100 ms dengan kategori indeks 2 . menurut standar TIPHON. Tabel 7. Kategori XL Axiata Waktu Pagi Siang Malam Jam Throughput (Mbp. Download Delay . Jitter . Upload Total Indeks Data Indeks Data Indeks Rata-Rata Berdasarkan Tabel 7 di atas didapatkan hasil pengukuran kategori provider XL Axiata yang diamati selama pengukuran pada pagi, siang dan malam hari yang di lakukan pada lokasi sesuai titik penelitian. Dari nilai beban trafik throughput paling tinggi pada waktu malam hari pukul 22. 16 dengan nilai 37. 41 Mbps, sedangkan beban trafik throughput paling rendah pada waktu pagi hari pada 07. 09 dengan nilai 19. 48 Mbps. Jika dilihat dari waktu pagi-malam nilai rata-rata trafik throughput sebesar 27. 31 Mbps dengan kategori indeks 4 . angat bagu. menurut standar TIPHON. Selanjutnya, dari nilai beban trafik delay yang baik ada pada waktu malam hari pukul 20. 11 dengan nilai 59 ms, sedangkan beban trafik delay yang kurang baik pada waktu pagi hari pukul 07. 09 dengan nilai 570 ms. Jika dilihat dari waktu pagi-malam nilai rata-rata trafik delay sebesar 193 ms dengan kategori indeks 3 . menurut standar TIPHON. Terakhir dari nilai beban trafik jitter yang stabil ada pada waktu siang hari pukul 12. 29 dengan nilai 20 ms, sedangkan beban trafik jitter yang buruk pada waktu pagi hari pukul 10. 29 dengan nilai 1120 ms. Jika dilihat dari waktu pagi-malam nilai rata-rata trafik jitter sebesar 406 ms dengan kategori indeks 2 . menurut standar TIPHON. Cyberspace: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi | 38 Hurul Ainina. Ridwan Tabel 8. Hasil Quality of Service Seulimeum Kabupaten Aceh Besar Waktu Pagi Telkomsel Siang Malam Pagi Tri Siang Malam Pagi XL Axiata Siang Malam Rata-Rata Jam Throughput (Mbp. Delay . Jitter . QoS Indeks Memuaskan Memuaskan Memuaskan Memuaskan Memuaskan Memuaskan Memuaskan Memuaskan Memuaskan Memuaskan Memuaskan Memuaskan Kurang Memuaskan Kurang Memuaskan Memuaskan Memuaskan Total Indeks Data Indeks Data Indeks Memuaskan Memuaskan Memuaskan Dari Tabel 8 Hasil analisis Quality of Service dari ketiga provider, yaitu Telkomsel. Tri dan XL Axiata di wilayah Seulimeum. Kabupaten Aceh Besar yang didapatkan dari hasil Quality of Service dengan kategori indeks memuaskan. Telkomsel, sebagai penyedia provider, menunjukkan keunggulan kecepatan dibandingkan dengan Tri dan XL Axiata di wilayah Seulimeum. Kabupaten Aceh Besar. Berdasarkan analisis Quality of Service, nilai throughput mengacu pada jumlah data yang berhasil dikirim dari sumber ke tujuan dalam satuan waktu tertentu. Nilai throughput dipengaruhi oleh nilai delay, di mana semakin tinggi delay, semakin banyak paket yang tidak mencapai tujuan atau gagal dikirim ke Mobile Station. Kestabilan delay membutuhkan paket untuk mengirim data sampai dengan data diterima, maka kualitas suatu jaringan dan sinyal sangat terpengaruh oleh besarnya delay, salah satu penyebab delay tidak stabil salah satunya ramai pengguna provider terutama pada waktu pagi hari yang mengakibatkan antrian terjadi ketika terdapat banyak request permintaan pengiriman data. Jitter sangat berhubungan erat dengan delay, semakin kecil nilai jitter yang dihasilkan menunjukan jaringan yang stabil, sedangkan nilai jitter tinggi menunjukan jaringan tersebut tidak stabil dan menyebabkan gangguan atau lag. Selain itu, pengukuran dilakukan saat cuaca hujan, yang juga dapat menyebabkan penurunan kecepatan sinyal karena harus menembus awan tebal dan hujan, sehingga jaringan mengalami gangguan . Penelitian ini serupa yang di lakukan Angga et al. , yang dimana hasil jaringan Axis Universitas Nahdlatul Ulama. Kalimantan Barat dengan drive test software 39 | Cyberspace: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi ANALISIS QUALITY OF SERVICE JARINGAN INTERNET 4G DENGAN PARAMETER THROGHPUT. DELAY DAN JITTER PADA KECAMATAN SEULIMEUM KABUPATEN ACEH BESAR Wireshark untuk mendapatkan nilai parameter throughput, jitter, delay dan packet loss. Kuliatas jaringan internet provider Axis sangat bagus di dengan nilai throughput = 850,624 Mbps dengan nilai cukup bagus dengan indeks 2 kbps, packet loss = 0% dengan nilai sangat bagus dengan indeks 4 yaitu data yang hilang mendekati nol, delay 9,57 ms dengan nilai sangat bagus dengan indeks 4 dan jitter = 9,57 ms dengan indeks 3 bagus . Penelitian yang dilakukan oleh Angga et al. dan analisis Quality of Service (QoS) dalam konteks provider di wilayah Seulimeum. Kabupaten Aceh Besar. Kedua penelitian ini sama-sama mengukur dan menganalisis kualitas jaringan berdasarkan parameterparameter tersebut untuk menilai kinerja layanan dari berbagai penyedia jaringan. Dalam penelitian Angga et al. , kualitas jaringan internet provider Axis diukur menggunakan software Wireshark, dengan hasil menunjukkan bahwa jaringan memiliki nilai throughput yang cukup baik, rendahnya packet loss, delay yang rendah, serta jitter yang stabil, yang mencerminkan kualitas jaringan yang bagus. Penelitian ini relevan dengan analisis QoS dari ketiga provider di Seulimeum, karena keduanya mengevaluasi kualitas jaringan berdasarkan parameter-parameter yang sama, yang pada gilirannya mempengaruhi pengalaman pengguna secara keseluruhan. Dengan demikian, penelitian Angga et al. memberikan referensi yang berguna dalam memahami bagaimana parameter seperti throughput, delay, jitter, dan packet loss dapat digunakan untuk mengevaluasi dan membandingkan kinerja jaringan di berbagai lokasi dan situasi, termasuk dalam kondisi cuaca yang berbeda atau beban pengguna yang tinggi. KESIMPULAN Dari hasil pengujian Quality of Service (QoS) menggunakan aplikasi nperf sebagai driver test, yang dinilai dengan parameter throghput, delay dan jitter, maka penilaian QoS menurut standarisasi TIPHON dapat disimpukan didapat dengan hasil Telkomsel, sebagai penyedia provider menunjukkan keunggulan kecepatan dibandingkan dengan Tri dan XL Axiata di wilayah Seulimeum. Kabupaten Aceh Besar. DAFTAR PUSTAKA