ABSTRAK SEJARAH TEKS AL-QURAoAN: MASA NABI DAN KHULAFAAo AR-RASYIDIN Imam Maksum Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya Email: imammaksum@uinsby. Yor Ananta STIT Sunan Giri Trenggalek Email: yorperson@gmail. Abstract As the general public knows that the text of the Qur'an is an absolute revelation of truth in the form of mushaf which is currently the guide for Muslims in faith. However, in reality the qur'anic text that is understood today has a history of displaying from oral revelation which later became the revelation of the current text. The purpose of writing this article is to describe the history of the Qur'anic text during the time of the Prophet to the time of Khulafa' al-Rasyidin and to know the historical events that occurred during both times. This study is a qualitative research with data obtained from literature sources and analysis carried out using descriptive analysis to achieve research The results of the research obtained in this article describe the three phases of the history of the A-Qur'an text. The first phase was during the time of the Prophet Muhammad the Qur'an very carefully composed verses with trusted persons and qualified to maintain their The second phase was during the time of Abu Bakr, a critical state of the condition of muslims and the text of the Qur'an touched Umar bin Khattab to persuade Abu Bakr and Zaid bin Tsabit to take swift action in maintaining the existence of the Qur'an. The third phase was during the time of Ustman ibn Affan, faced with indications of internal divisions that were successfully addressed by the unification of the Qur'anic mushaf. Keywords: History of Al-Qur`an. Text of Al-Qur`an 5 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Abstrak Sebagaimana diketahui khalayak umum bahwa teks Al-Qur`an adalah wahyu yang mutlak kebenarannya dalam bentuk mushaf yang saat ini menjadi pedoman muslim dalam berislam. Akan tetapi pada kenyataanya teks Al-Qur`an yang dipahami saat ini memiliki sejarah pajang dari wahyu lisan yang kemudian menjadi wahyu bertentuk teks saat ini. Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk mendeskripsikan sejarah teks Al-QurAoan pada masa Nabi hingga masa KhulafaAo alRasyidin dan mengetahui peristiwa sejarah yang terjadi pada kedua masa tersebut. Kajian ini adalah penelitian kualitatif dengan data yang diperoleh dari sumber kepustakaan dan analisis yang dilakukan menggunakan analisis deskriptif untuk mencapai tujuan penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh dalam artikel ini menggambarkan tiga fase sejarah teks A-Qur`an. Fase pertama adalah pada masa Nabi Muhammad Al-QurAoan dengan sangat hati-hati disusun ayat-perayat dengan orang terpercaya dan memenuhi kualifikasi untuk menjaga Fase kedua adalah pada masa Abu Bakr, keadaan yang kritis tentang kondisi umat islam dan teks Al-QurAoan menyentuh Umar bin Khattab untuk membujuk Abu Bakr dan Zaid bin Tsabit untuk melakukan tindakan sigap dalam menjaga keberadaan Al-QurAoan. Fase ketiga adalah pada masa Ustman bin Affan, dihadapkan dengan indikasi-indikasi perpecahan interen yang berhasil disikapi dengan unifikasi mushaf Al-QurAoan. Kata Kunci: Sejarah Al-Qur`an. Teks Al-Qur`an PENDAHULUAN Al-QurAoan sebagai kitab suci umat islam merupakan pedoman samawi yang diyakini kebenarannya dan menjadi landasan dalam Segala perkara yang dilakukan, diputuskan, dan ditetapkan dalam kehidupan umat islam harus sesuai dengan nilai-nilai qurAoani yang dikandung dalam Al-QurAoan. Sehingga keberadaan Al-QurAoan menjadi asas yang tidak akan pernah terpisah dari tindakan mau pun paradigma kehidupan umat islam. Eva Iryani. Al-QurAoan dan Ilmu Pengetahuan. Jurnal IImiah Universitas Batanghari Jambi. Vol. 17 No. 3 Tahun 2017, hlm. 6 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Sebagai makhluq, tentunya ia akan selalu memiliki sisi kesejarahan di tengah-tengah masyarakatya. Keterikatannya dengan latar belakang historis yang menjadikannya membumi sehingga dapat dipahami oleh manusia di jamannya mau pun manusia setelahnya, yang termasuk dalam masyarakat tuturnya atau pun di luar itu. Al-QurAoan sebagai wahyu yang telah diturunkan kepada Muhammad dibumikan dengan kebudayaan arab beserta berbagai aspek yang Sebagai mukjizat3 yang bermanifestasi dalam bahasa dan kultur Arab, ia tidak bisa ditandingi oleh manusia, aspek kemukjizatannya meliputi bahasa dan isinya mencakup bahasa, berita gaib masa lalu dan yang akan datang, serta aspek isyarat ilmiah yang dikandungnya. Dalam proses pewahyuannya, tahapan awal sebelum Al-QurAoan diturunkan Allah ke bumi, ia mengalami tiga kali proses penurunan pada tempat yang berbeda yaitu. Al-QurAoan diturunkan ke al-lawh al-mahfudz secara keseluruhan, yang keberadaannya hanya diketahui oleh Allah dan orang-orang yang diberi keistimewaan, . Al-QurAoan diturunkan ke langit bumi (Bayt al-Izza. , . Al-QurAoan diturunkan dengan perantara Malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw selama duapuluh tahun lebih secara bertahap dan ditetapkan dalam lubuk hatinya. Proses penurunan inilah yang kemudian menjadi embrio teks AlQurAoan yang telah dibukukan dalam bentuk mushaf dan digunakan, dikaji, dan didalami sebagi pedoman umat islam di berbagai belahan dunia. Dapat dipahami bahwa dalam proses penurunannya. Al-QurAoan masih benar-benar Wahyuddin dan M. Saifullah. Ulum Al-QurAoan. Sejarah dan Perkembangannya. Jurnal Sosial Humaniora. Vol. 6 No. 1 Juni 2013, hlm. Dalam pengertian ini, mukjizat didefinisikan sebagai suatu hal luar biasa yang terjadi melalui seseorang yang mengaku sebagai nabi, menjadi bukti atas kenabiannya kepada mereka yang ragu. Abdurrahman. Mukjizat Al-QurAoan dalam Berbagai Aspeknya. Jurnal Pusaka. Institut Agama Islam Al-Qalam Malang. Vol 8 2016. ISSN 2339-2215, hlm. Abdurrahman. Mukjizat Al-QurAoan dalam Berbagai Aspeknya A, hlm. Pendapat ini didasarkan pada kesimpulan M. AoAbd al-Azim al-Zarqani dari laporan al-Zarkasyi dalam al-Burhan dan al-Suyuthi dalam al-Itqan. Mochamad Samsukadi. Sejarah Mushhaf Uthmani (Melacak Transformasi Al-QurAoan dari Teks Metafisik sampai Textus Receptus. Jurnal Religi: Jurnal Studi Islam Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum Jombang-Indonesia. Vol. 6 No. Oktober 2015. ISSN: 1978-306X 7 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 murni dan belum diwarnai dengan campur tangan atau pun usaha manusia. Oleh karena itu. Al-QurAoan yang diterima oleh Nabi Muhammad saw. benar-benar utuh sempurna tanpa kurang atau pun lebih. Pengertian Al-QurAoan secara etimologis berarti bacaan atau sesuatu yang dibaca berulang-ulang. Kata Al-QurAoan adalah bentuk masdar dari kata kerja qaraAoa yang berarti membaca. Secara terminologis Al-QurAoan berarti firman-firman Allah swt yang diwahyukan dengan perantara malikat Jibril kepada Nabi Muhammad saw. sebagai peringatan, petunjuk, tuntunan, dan hukum bagi kehidupan umat manusia. 6 Akan tetapi dalam perkembangannya. Al-QurAoan yang telah menjadi teks yang terikat oleh lokalitas sosio-historis mengalami perkembangan sejarah sebagai teks yang Dalam kesejarahan awalnya. Al-QurAoan yang telah diterima Nabi Muhammad saw. diwariskan hingga menghadapi berbagai problem yang harus disikapi dengan ijtihad para sahabat pada era KhulafaAo alRasyidin. Problematika yang harus dihadapi Al-QurAoan beserta para pewarisnya ini kemudian menciptakan rentetan sejarah yang melibatkan campur tangan manusia di dalamnya. Pada pembahasan ini, akan dijabarkan mengenai AoSejarah teks Al-QurAoan. Masa Nabi Muhammad saw. KhulafaAo al-RasyidinAo beserta dinamika yang terjadi di dalamnya. Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan ini disimpulkanm tiga rumusan masalah. Rumusan masalah pertama bertujuan untuk mendeskripsikan sejarah teks Al-QurAoan pada masa Nabi. Rumusan masalah kedua bertujuan menjelaskan sejarah teks Al-QurAoan pada masa KhulafaAo alRasyidin dan ketiga mengetahui peristiwa sejarah yang terjadi pada masa PEMBAHASAN Sejarah teks Al-QurAoan pada masa Nabi Pewahyuan Al-QurAoan pertama kepada Nabi Muhammad saw. adalah pada bulan Ramadhan, 13 tahun sebelum imigrasi ke Mekkah di Nasruddin. Sejarah Penulisan Al-QurAoan (Kajian Antropologi Buday. Jurnal Rihlah Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar. Vol. II No. Mei 2015, hlm. 8 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 gua HiraAo. Malam ini menjadi bukti pengangkatannya sebagai nabi dan diabadikan sebagai malam keputusan . aylatu al-qad. , malam yang penuh berkah . l-laylah al-mubaraka. Sebagai orang yang Aoummi. Nabi Muhammad saw. berusaha dengan gigih untuk menghafal sampai di luar kepala, hal ini dilakukan dengan bantuan malaikat Jibril, yaitu dengan mendiktekannya kepada Nabi setiap tahun sekali dan dua kali sebelum Nabi Muhammad wafat. Karena hal ini, beliau merupakan orang pertama yang menghafal al-QurAoan secara utuh di dadanya. Pada masa ini, para sahabat juga berlomba-lomba dalam menghafal, mempelajari, memahami dan mengamalkan Al-QurAoan. Hal ini dilakukan karena Al-QurAoan merupakan pedoman yang harus menyatu dalam kehidupan merek secara kokoh. Mengenai jumlah sahabat yang menghafal Al-QurAoan secara keseluruhan pada masa itu hampir tidak ada kata sepakat antara para ulama. Menurut Cahaya Khaeroni, pada masa ini pengumpulan Al-QurAoan ditempuh melalui dua cara. pertama, al-jamAou fi al-shudur yaitu para sahabat langsung menghafalnya di luar kepala setiap kali Rasulullah menerima wahyu. Hal ini dapat dilakukan dengan mudah karena budaya orang arab yang menjaga peninggalan nenek moyang diantaranya berupa syaAoir dengan media hafalan sehingga mereka sangat msyhur dengan kekuatan daya hafalan. Kedua, al-jamAou fi al-sutur yaitu wahyu yang diterima Rasulullah langsung dibacakan kepada para sahabat dan ditulis untuk menjaganya. 10 Dalam hal ini. Al-QurAoan sudah terkumpul dalam hafalan mau pun tulisan akan tetapi masih dalam lembaran-lembaran Di kalangan pakar sejarah muslim tidak ada kata sepakat mengenai kapan nabi Muhammad saw. diangkat sebagai nabi, antara 10, 13, dan 15 tahun sebelum hijrah ke Mekkah. Mochamad Samsukadi. Sejarah Mushhaf Uthmani A, hlm. Mochamad Samsukadi. Sejarah Mushhaf Uthmani A, hlm. Mochamad Samsukadi. Sejarah Mushhaf Uthmani A, hlm. Cahaya Khaeroni. Sejarah Al-QurAoan (Uraian Anlitik. Kronologis, dan Naratif tentang Sejarah Kodifikasi Al-QurAoa. Jurnal Historia Universitas Muhammadiya Metro. Vol. 5 No. 2 Tahun 2017. ISSN 2337-4713, hlm. 9 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 terpisah dan belum menyeluruh, hal ini disebabkan Rasulullah saw. masih selalu menanti turunnya wahyu dari waktu ke waktu. Mengenai jumlah para penghafal Al-QurAoan secara utuh terdapat perbedaan perbedaan pendapat tentang ini. Subhi Salih berpendapat bahwa jumlah para penghafal QurAoan pada masa nabi mencapai jumlah yang sangat besar. Hal ini didasarkan pada argument, dijelaskan dalam Bukhari dan Muslim bahwa Rasulullah bersabda: AuSesungguhnya aku benar-benar mengetahui sekelompok dari kaum anshar yang sedang membaca Al-QurAoan di keheningan malam padahal aku tidak mengetahui dimana tempat mereka ketika siang tibaAy. Berkaitan dengan peristiwa yang sama Ubadah bin Samit berkata bahwa Nabi Muhammad mendengar sekelompok orang yang sedang membaca Al-QurAoan di Masjid Nabawi dengan suara yang keras, sehingga beliau meminta mereka untuk merendahkan suaranya agar tidak Ada pun mengenai para sahabat yang terkenal sebagai para pembaca Al-QurAoan ada tujuh: Utsman bin Affan. Ali bin Abi Thalib. Ubai bin KaAoab. Zaid bin Tsabit. Abdullah bin MasAoud. Abu DardaAo, dan Abu Musa Al-AoAsyAoari. Pada masa Nabi penulisan Al-QurAoan digerakkan, sehingga tidak hanya hafalan saja yang ditekankan akan tetapi juga periwayatan hingga penulisan Al-Qur`an. Dalam hal ini terdapat penyataan dari Zaid bin Tsabit dalam kitab Mustadrak, ia berkata. Aukami di sisi Rasulullah saw. menghimpun Al-QurAoan pada sebuah papan yang terbuat dari dedaunan . l-RiqaA. Ay Dalam Riwayat lain ditulis di papan terbuat dari pelepah kurma . l-Aousu. , bebatuan yang tipis dan lebar . l-Lakha. , kulit binatang . atAo al-Ad. , tulang kambing . l-Akta. , pelana kuda . lAqta. , dan lain-lain. Dalam proses penulisan ini, setiap ayat yang diturunkan kepada Nabi selalu ditulis dengan bantuan para kuttab . uru tuli. sekaligus Nashruddin. Sejarah Penulisan Al-QurAoan (Kajian Antropologi Buday. A, hlm. Mochamad Samsukadi. Sejarah Mushhaf Uthmani A, hlm. Mochamad Samsukadi. Sejarah Mushhaf Uthmani A, hlm. 10 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 memberitahu letak masing-masing ayat sesuai susunannya dalam Sehingga susunan ayat Al-QurAoan berbeda dengan susunan surat, susunan ayat bersifat murni berdasarkan wahyu yang diawasi langsung oleh Rasulullah. Adapun susunan surat berdasarkan ijtihad para sahabat ketika proses kodifikasi. Menurut Samsukadi para penulis wahyu pada masa Nabi adalah Abu Bakr. Umar bin Khattab. Utsman bin Affan. Ali bin Abi Thalib. MuAoawiyah bin Abi Sufyan. Zubair bin Al-AoAwam. SaAoid bin AlAoash. AmrAo bin Al-AoAsh. Ubay bin KaAoab, dan Zaid bin Tsabit. Ada pun yang paling terkenal di antara mereka adalah MuAoawiya bin Abi Sufyan, dan Zaid bin Tsabit. Sejarah teks Al-QurAoan pada masa KhulafaAo al-Rasyidin Secara garis besar, sejarah teks Al-Qur`an pada zaman Khulafa` alRasyidin dapat dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama adalah sejarah teks Al-Qur`an pada masa Abu bakar dan kedua pada masa Ustman bin Affan. Sejarah Al-QurAoan pada masa Abu Bakr Ash-Shiddiq Masa kepemimpinan A bu Bakr merupaan saat yang berat setelah meninggalnya Rasulullah pada tahun 11H/632M. Sebelum Abu Bakr diangkat sebagia khalifah. Masyarakt muslim mengalami distabilitas sosial dikarenakan pemerintahan yang masih berumur dini mengalami kekosongan kepemimpinan. Keadaan ini mengancam keadaan sosial politik ketika itu, sehingga pada masa kepemimpinannya. Abu Bakr harus menghadapi permasalahan berupa pemurtadan, pembangkangan yang tidak mau membayar zakat, sampai munculnya nabi-nabi palsu di berbagai tempat. Kondisi yang serius ini kemudian memaksa Abu Bakr untuk mengeuarkan dekrit yang memutuskan untuk memerangi para pemurtad, pembangkang, dan nabi-nabi palsu tersebut. Hingga terjadilah perang Mochamad Samsukadi. Sejarah Mushhaf Uthmani A, hlm. Mochamad Samsukadi. Sejarah Mushhaf Uthmani A, hlm. Mochamad Samsukadi. Sejarah Mushhaf Uthmani A, hlm. 11 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Yamamah yang menghasilkan kekalahan dan memakan banyak korban di sisi muslim sekitar 700 jiwa. 17 Tragedi ini mengkhawatirkan bagi Umar bin Khattab karena sebagian besar korban meninggal adalah para penghafal Al-QurAoan. Sehingga ia menyarankan dan membujuk Abu Bakr untuk menghimpun Al-QurAoan dalam lembaran-lembaran arsip. Dijelskan dalam Shahih Bukhari bahwa pada awalnya Abu Bakar tidak mau melakukan hal yang belum pernah dilakukan Rasulullah, akan tetapi karena Umar membujuknya dan Allah membukakan hatinya, lalu keduanya mendatangi Zaid bin Tasbit untuk menyampaikan rencana penghimpunan ini. Meski awalnya Zaid menolak permintaan ini, ketiganya akhirnya sepakat untuk melakukan penghimpunan Al-QurAoan dalam bentuk Mushaf. Hasil dari musyawarah tersebut Zaid bin tsabit membuat dua syarat pengumpulan ayat-ayat dan Abu Bakr menambahkan satu persyaratan Persyaratan tersebut sebagai berikut: ayat atau surat tersebut harus dihafal setidaknya oleh dua orang, harus ada dalam bentuk tertulisnya . erupa batu, tulang, atau bentuk naskah lainny. , untuk yang tertulis, paling tidak ada dua saksi yang melihat saat dituliskan. Pada analisis sejarah teks QurAoan masa Abu Bakr ini. Muhammad Samsukadi memiliki meberapa kesimpulan tentang masa ini yaitu, . orang yang pertama kali menghimpun Al-QurAoan adalah Abu Bakr, sedangkan Umar adalah orang pertama yang menggagas penghimpunan . Zaid bin Tsabit adalah orang yang diberi tugas dalam menghimpun Al-QurAoan beserta para shahabat penghafal al-QurAoan . Alasan Zaid dipilih menjadi pelaksana adalah lelaki rasioanl yang berakhlak mulia. Abu bakr menyerahkan suhuf tersebut kepada Umar sebagai khalifak kedua sehingga mushaf tersebut bukanlah miliki pribadi akan tetapi milik Negara. Istilah mushaf bagi Al-QurAoan pertamakali digunakan pada masa Abu Bakr. Cahaya Khaeroni. Sejarah Al-QurAoan A, hlm. Mochamad Samsukadi. Sejarah Mushhaf Uthmani A, hlm. Mochamad Samsukadi. Sejarah Mushhaf Uthmani A, hlm. Nashruddin. Sejarah Penulisan Al-QurAoan A, hlm. Mochamad Samsukadi. Sejarah Mushhaf Uthmani A, hlm. 12 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 Sejarah Teks Al-QurAoan pada Masa Utsman bin Affan Pada masa Ustman bin Affan masyarakat muslim semakin melebar hingga keluar dari Makkah dan Madinah hingga penjuru dunia. Pasukan muslim pada umumnya terdiri dari masyarakat dengan keanekaragaman suku, dengan dialek yang beragam pula. Penduduk Kufah mengikuti mushaf Abdullah bin MasAoud, penduduk Bashrah mengikuti mushaf Abu Musa Al-AoAsyAoari, penduduk damaskus mengikuti Miqdad bin AlAswad, dan penduduk Syam (Suri. mengikuti mushaf Ubay bin KaAoab. Perbedaan dan keragaman pada masa pemerintahan nabi tidak menjadi permasalahan karena Al-QurAoan diturunkan kepada Nabi dengan tujuh varian bacaan yang memungkinkan untuk dibaca sesuai dialek masyarakat masa Nabi masing-masing. Tetapi perbedaan ini menjadi malapetaka yang mengancam persatuan umat pada masa Ustman bi Affan. Pada saat tentara Ustma melakukan ekspansi ke daerah Azerbaijan dan Armenia dipimpin oleh Huzaefah bin Al-Yaman tahun 25H, pasukan yang terdiri dari penduduk Suriah dan Iraq terlibat perselisihan yang cukup serius dalam masalah bacaan Al-QurAoan. Setiap kelompok masyarakat menganggap dialeknya yang paling benar bahkan hingga terjadi keadaan dimana satu kelompok dan yang lain saling Ustman bin Affan yang menerima laporan ini dari pimpinan pasukan tersebut dan mengambil tindakan melakukan musyawarah dengan para sahabat yang menghasilkan keputusan untuk menyatukan umat dalam satu mushaf, mushaf ustmani 23. Dalam sebuah riwayat oleh Bukhari disebutkan: AuHuzaifah bin Al-Yaman datang kepada Ustman bin Affan. Ia memimpin penduduk Syam dan Iraq dalam penaklukan Armenia dan Azerbaijan. merasa cemas dengan pertengkaran pasukannya mengenai qiraAoah. Maka Huzaifah berkata kepada Ustman: Wahai pemimpin kaum muslimin, selamatkanlah umat ini sebelum mereka bertengkar mengenai Kitab, sebagaimana yang terjadi pada Yahudi dan Nashrani. AySelanjutnya Ustman mengirim utusan kepada Hafshah dengan berpesan: kirimkanlah kepada kami Shuhuf kami akan menyalinnya ke dalam mushaf-mushaf Mochamad Samsukadi. Sejarah Mushhaf Uthmani A, hlm. Mochamad Samsukadi. Sejarah Mushhaf Uthmani A, hlm. 13 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 kemudian akan kami kembalikan kepadamu. Ay Selanjutnya Hafshah engirimkan Shuhuf kepada Ustman yang kemudian memerintah Zaid bin Tsabit. Abdullah bin Al-Zubair. Said bin Al-AoAsh, dan Abdurrahman bin Al-Harits untuk menyalinnya ke dalam beberapa mushaf. Ustman berkata kepada tiga orang Quraisy dalam kelompok itu: Jika kalian berbeda pendapat dengan Zid mengenai Al-QurAoan, maka tulislah dalam dialek Quraisy, karena Al-QurAoan diturunkan dalam bahasa mereka. Ay Selanjutnya mereka mengerjakan tugasnya, sehingga setelah menyalin huruf tersebut di dalam mushaf-mushaf Ustmani kemudian mengembalikan shuhuf tersebut kepada hafshah. Setelah itu Ustman mengirim mushaf yang telah merek salin ke setiap daerah, dan ia memerintahkan agar selain al-QurAoan mushaf ustmani, seluruh lembaran dan mushaf dibakarAy. Berdasarkan riwayat di atas Mochamad Samsukadi membuat beberapa uraian dan menjelaskan secara rinci sebagai berikut: pertama, faktor utama yang memaksa Ustman melakukan unifikasi teks adalah perbedaan masyarakat muslim yang cenderung kearah perpecahan hingga terjadi fenomena saling mengkafirkan antara mereka. Kedua, dalam menyikapi fenomena dan hasil musyawarah para sahabat, pada tahun 25 H ia membentuk sebuah komisi unifikasi Al-QurAoan yang dipimpin oleh Zaid bin Tasbit. Ketiga, prosesi Unifikasi ini merujuk pada Shuhuf Abu Bakr yang disimpan oleh Hafshah. Oleh karenanya, proses ini bukanlah naskah baru akan tetapi penyelarasan dengan naskah yang paling otentik. Keempat, mushaf Ustmani ditulis dengan dialek Quraisy bukan karena Ustman adalah orang Quraisy, akan tetapi karena Al-QurAoan diturunkan dalam bahasa Quraysh. Kelima, dalam Hadits di atas tidak disebutkan berapa banyak jumlah mushaf yang disalin dan disebarkan. Sebuah pendapat menyatakan empat, dikirim ke Kufah. Bashrah, dan Suriah, dan satu lagi di simpan di Madinah. Riwayat lain menambahkan Mekah. Yaman, dan Bahrain. Al-YaAoqubi sejarawan syiah berkata bahwa Ustman mengirim Mushaf ke Kufah ,Bahsrah. Madinah. Mekah. Mesir. Suriah. Bahrain. Yaman, dan al-Jazirah, kesemuanya Sembilan. Selesainya penyalinan shuhuf. Zaid bin Tsabit membacakan hasilnya di depan Ustman yang disaksikan oleh para sahabat. Kemudian mengirim Shahih bukhari. Hadits no. 14 AL-IFKAR. Volume XX. Nomor 02. September 2023: 2337 8573 mushaf-mushaf yang telah lulus uji beserta pembacanya ke beberapa provinsi Islam. Ustman memerintahkan pemusnahan mushaf-mushaf pribadi yang berbeda dengan mushaf resmi guna mendukung usaha pemerintah untuk mencegah perpecahan antar umat Islam. 25 Mushaf resmi yang merujuk pada mushaf Abu Bakr inilah yang kemudian dijadikan sebagai penulisan Standar inilah yang kemudian dikenal dengan istilah cara penulisan . ustmani yang digunakan hingga kini. Kesimpulan Sejarah teks Al-QurAoan yang panjang dan penuh dinamika tentunya menjadi pelajaran bagi umat Islam betapa Nabi Muhammad saw. berhasil menjadikan Al-QurAoan sebagai pedoman hidup sehingga melahirkan manusia-manusia berkualitas dan berakhlaq karimah sehingga Al-QurAoan tetap terjaga hingga saat ini. Secara garis besar, terdapat usaha-usaha dominan yang dilakukan dalam rangka menjaga Al-QurAoan sebagai kitab suci dan pedoman umat manusia khusnya umat islam. Hal ini penulis jabarkan sebagai berikut: Pada masa Nabi Muhammad Al-QurAoan dengan sangat hati-hati disusun ayat-perayat dengan orang terpercaya dan memenuhi kualifikasi untuk menjaga kesahihannya. Pada masa Abu Bakr, keadaan yang kritis tentang kondisi umat islam dan teks Al-QurAoan menyentuh Umar bin Khattab untuk membujuk Abu Bakr dan Zaid bin Tsabit untuk melakukan tindakan sigap dalam menjaga keberadaan Al-QurAoan pada masa Ustman bin Affan, dihadapkan dengan indikasi-indikasi perpecahan interen yang berhasil disikapi dengan unifikasi mushaf Al-QurAoan. Daftar Pustaka