Strategi Reward dan Punishment dalam Membentuk Karakter Disiplin Santri di Pondok Pesantren Al-Amin Bulakwaru Tarub Aulia Rosyadi1. Dimas Rezza Rizqiana1. Wahyu Khamyadi1. Tri Handayani1. Arif Muntaqo1 1Institut Agama Islam Bakti Negara (IBN) Tegal. Indonesia *Corresponding Email: auliarosyadhi20@gmail. Abstract The development of education today has seen tremendous progress in terms of both methods and supporting technology in the learning process, thereby requiring human resources to possess high quality. In this regard, there is a need to improve quality, one of which is through education. Education serves as a tool to enhance human resource capabilities through the high discipline inherent within it. In this effort, education can shape the character of discipline, one of which is through the reward and punishment method, as applied in the Al-Amin Bulakwaru Tarub Islamic boarding school, which is able to implement reward and punishment in the discipline of its students. The purpose of this observation is to understand reward and punishment in shaping the character of student discipline. This research uses descriptive qualitative research. The researcher collected data through interviews, documentation, and observation to describe it. The results of this study indicate that in the context of students or boarding school students at the secondary education level, religious activities in the form of istigasah and regular dhuha prayers are a learning method that supports the development of school culture at SMP Takhasus Alquran Bulakwaru Tegal. Teachers are required to set an example through controlling to maximize its effectiveness. Keywords: Discipline Character. Reward Strategy. Punishment Strategy Abstrak Perkembangan di dunia pendidikan sekarang ini sudah banyak sekali kemajuan baik secara metode maupun teknologi penunjang dalam proses belajar sehingga menuntut sumber daya manusia harus mempunyai kualitas yang bagus. Dalam hal ini perlu adanya peningkatan kualitas salah satunya melalui pendidikan. Pendidikan menjadi alat untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia melalui kedisiplinan yang tinggi di dalamnya. Dalam upayanya hal ini pendidikan mampu menjadikan pembentukan karakter kedisiplinan salah satunya yaitu metode reward dan punishment, seperti yang diterapkan di dalam pondok pesantren Al-Amin bulakwaru tarub mampu menerapkan reward dan punishment dalam kedisiplinan santri. Tujuan dari observasi ini adalah memahami reward dan punishment dalam membentuk karakter kedisiplinan Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif deskriptif. Peneliti melakukan penggalian data dengan melakukan interview, dokumentasi, dan observasi untuk mendeskripsikannya. Hasil penelitian ini bahwa dalam konteks siswa atau santri pada pendidikan tingkat menengah bahwa kegiatan keagamaan berbentuk istigasah dan sholat dhuha rutin merupakan sebuah metode pembelajaran yang menunjang dalam pengembangan budaya sekolah di SMP Takhasus Alquran Bulakwaru Tegal. Para guru dituntut untuk memberikan keteladanan melalui controlling dalam memaksimalkannya. Kata Kunci: Karakter Disiplin. Strategi Reward. Strategi Punishment Pendahuluan Dalam hal pembahasan mengenai perilaku terhadap siswa agar disiplin dan berprestasi tidak terlepas dari bagaimana sebuah aturan kelembagaan yang menerapkannya untuk menertibkan dan membangun semangat belajar siswa melalu sikap diantaranya ada beberapa yaitu seprti Reward and punishment ini adalah sesuatu yang kebanyakan orang ataupun lembaga yang mengharuskan dalam metode pembelajaran pendidikan. Menurut Hendrik Eko Prasetyo. Reward and punishment membawa pengaruh baik bagi siswa yang kurang termotivasi dalam belajar. Reward sebagai TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Juni 2025 TaAoallumuna: Jurnal Pendidikan Agama Islam Volume 1. No. Juni 2025 alat pendidikan represif yang menyenangkan juga dapat menjadikan siswa terdorong dan termotivasi agar lebih tekun dan giat dalam belajar, sehingga prestasi belajarnya dapat Namun tidak semua reward baik untuk peserta didik. Ada sebagian perbuatan yang tidak boleh diiming-imingi dengan reward atau jika peserta didik mensyaratkan reward terlebih dahulu. Hal itu berbahaya, karena ini akan menjadi konsep diri anak di kemudian hari, yaitu melakukan kebaikan harus ada rewardnya. Reward tidak boleh diberikan pada pekerjaan atau tugas yang seharusnya memang wajib dilakukan anak, tapi boleh diberikan jika mengerjakan diluar tugas utamanya. Adapun punishment selain bertujuan untuk memperlancar proses pelaksanaan pendidikan, juga dapat mendorong dan memotivasi siswa. reward and punishment juga berdampak positif bagi siswa yang memiliki masalah dalam belajar maupun tidak. Tujuan pemberian hadiah sama dengan tujuan penerapan pemberian hukuman yaitu membangkitkan perasaan dan tanggung jawab atas perbuatan yang dilakukannya. Adapun manfaat dalam pemberian Punishment . yaitu untuk memotivasi anak melakukan kebaikan dan meningkatkan prestasi belajar mereka. Namun perlu diingat bahwa tujuan tersebut akan sukses bila pemberian Punishment itu dilakukan secara bijak,tepat dan tidak berlebihan. Untuk pemberian Punishment sendiri hendaknya diberikan dengan cara cara yang dapat memperbaiki dan mendidik ke arah yang lebih baik. Yanti K. Manopo dalam penelitiannya menemukan bahwa ada pengaruh signifikan untuk meningkatkan prestasi siswa karena adanya sebuah motivasi dengan diterapkannya metode reward and punishment,dengan adanya peneltian semacam itu makan bisa dijadikan sebuah pegangan dalam membentuk karakter siswa dalam proses belajar dapat melalui hal semacam itu. Dalam penelitian yanti menegaskan bahwa reward ini juga berlaku bukan di kalangan siswa saja tapi perlu juga diterapkan dikalangan guru, ia mengatakan bahwa dengan adanya reward yang berbentuk pujian, penghormatan, hadiah, dan tanda penghargaan dapat meningkatkan kedisiplinan seorang guru yang menjadi salah satu penentu berhasil tidaknya hasil belajar siswa. Contohnya reward yang berupa pujian, hadiah ataupun tanda penghargaan ketika diberikan kepada siswa, mereka akan merasa dihargai dan termotivasi begitu juga sebaliknya Ketika hal semcam ini diterapkan ketataran guru maka guru juga akan merasakan kesenangan tersendiri dalam menjalankan proses belajar Bersama siswa . Reward and punishment ini dikaitkan tentang kedisiplinan dan prestasi siswa maka akan berdampak cukup signifikan terhadap karakter siswa jadi sangatlah penting untuk Sebagaimana uraian di atas tampak bahwa penerapan reward and punishment 1 Reksa Adya Pribadi. Marsya Rianita Simanullang, and Shabrina Nida Karimah. AoAnalisis Strategi Penguatan Disiplin Belajar Siswa SD Melalui Metode Reward Dan PunishmentAo. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5. , 9564Ae71 . Hendrik Eko Prasetyo. AuHubungan Persepsi Penerapan Metode TGT. Teknik Reward and Punishment Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas V SDN Ngrejo TulungagungAy Kontruktivisme : Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran 7, no. (November 1, 2. : hal. 19-29, https://doi. org/10. 35457/konstruk. Mila Sabartiningsih. Jajang Aisyul Muzakki, and Durtam Durtam. AoImplementasi Pemberian Reward Dan Punishment Dalam Membentuk Karakter Disiplin Anak Usia DiniAo. AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, 4. , 60 .