Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. No. Februari 2026 Hal 701-711 ISSN 2528-4967 . dan ISSN 2548-219X . BoSanTi . BOn aSAm sunTI): Pelestarian Warisan Kuliner Aceh dan Ekonomi Produktif di Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur BoSanTi . BOn aSAm sunTI) : Preserving Acehnese Culinary Heritage and Productive Economy West Peureulak East Aceh Timur Agustina Nurul Fajriah1. Mayang Murni1. Rizky Nafaida1. Asnidar1*. Fathia Rahma1. Annisa Wahyudi Manaf1. 1Universitas Samudra agustina@unsam. id, mayangmurni@unsam. id, kiki87fauzi@unsam. asnidar@unsam. id, fthiirhm6@gmail. com, annisawahyudimanaff@gmail. Corresponding author: asnidar@unsam. ABSTRAK Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh potensi belimbing sayur yang melimpah di Gampong Alue Bu Tuha. Kecamatan Peureulak Barat. Kabupaten Aceh Timur, namun belum dimanfaatkan secara optimal. Selama ini, belimbing sayur hanya diolah secara tradisional menjadi asam sunti, tetapi hasilnya sering gagal, tidak higienis, dan hanya untuk konsumsi pribadi. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan keterampilan ibu rumah tangga dalam mengolah belimbing sayur menjadi produk kuliner khas Aceh bernilai ekonomi, yaitu abon asam sunti (BoSanT. Kontribusi kegiatan ini adalah pemberdayaan kelompok IRT agar mampu memanfaatkan sumber daya lokal secara produktif, meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga, serta mendukung pelestarian warisan kuliner Aceh. Metode yang digunakan meliputi observasi, diskusi, penyuluhan tentang potensi ekonomi belimbing sayur, pelatihan modernisasi produksi menggunakan oven dehydrator dan grinder, serta pelatihan packaging dan branding. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pemahaman dan keterampilan peserta yaitu 10%-35%. Produk BoSanTi yang dihasilkan lebih higienis, praktis, tahan lama, dengan kemasan kedap udara dan branding yang menarik, sehingga memiliki potensi dipasarkan di pasar lokal maupun regional. Prospek pengembangan BoSanTi masih terbuka luas melalui diversifikasi produk, penguatan jaringan pemasaran digital, serta dukungan legalitas usaha. Kata Kunci: abon asam sunti. belimbing sayur. warisan kuliner aceh. ekonomi produktif. ABSTRACT This community service activity is motivated by the abundant potential of starfruit in Gampong Alue Bu Tuha. Peureulak Barat District. East Aceh Regency, but has not been optimally utilized. So far, starfruit has only been processed traditionally into asam sunti, but the results are often unsuccessful, unhygienic, and only for personal The purpose of this activity is to increase the understanding and skills of housewives in processing starfruit into a typical Acehnese culinary product with economic value, namely abon asam sunti (BoSanT. The contribution of this activity is to empower housewives groups to be able to utilize local resources productively, increase family economic independence, and support the preservation of Aceh's culinary heritage. The methods used include observation, discussion, counseling on the economic potential of starfruit, training on modernizing production using oven dehydrators and grinders, as well as training in packaging and branding. The results of the activity showed a significant increase in the understanding and skills of participants, namely 10%-35%. The resulting BoSanTi product is more hygienic, practical, durable, with airtight packaging and attractive branding, so it has the potential to be marketed in local and regional markets. BoSanTi's development prospects are still wide open through product diversification, strengthening digital marketing networks, and supporting business legality. Keywords: abon asam sunti. aceh's culinary heritage. productive economy. PENDAHULUAN Sustainable Development Goals (SDG. Copyright A 2026. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. http://journal. um-surabaya. id/index. php/Axiologiya/index DOI: http://dx. org/10. 30651/aks. SDGs merupakan agenda pembangunan global yang memiliki visi kesejahteraan (Larashati, 2. Fajriah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 701-711 Dalam implementasinya SDGs membutuhkan Keluarga Sejahtera terbanyak. Kehidupan upaya kolaboratif dari pemerintah, akademisi, masyarakatnya sebagian besar bergantung pada alam. Berdasarkan observasi awal Masyarakat sipil merupakan indikator tingkat dengan Geuchik Gampong Alue Bu Tuha kesejahteraan suatu negara. Pembangunan berkelanjutan dapat dimulai dari penguatan memiliki pekerjaan yang tetap dan ibu rumah sektor terkecil dalam masyarakat yakni tangganya ikut membantu perekonomian penguatan dalam keluarga. Keluarga yang keluarga dengan bekerja sebagai buruh bermutu dan kuat akan menjadi wahana pemecah batu gunung ataupun menggarap pembangunan bangsa yang sangat efektif. sawah pihak lain. Namun tidak sedikit juga Penguatan yang perekonomian keluarga hanya dengan keluarga diharapkan memungkinkan setiap mengandalkan penghasilan dari suami dan keluarga makin mampu membangun dirinya menghabiskan waktunya dengan mengobrol menjadi keluarga sejahtera, keluarga yang dengan tetangga lainnya. fungsi-fungsi Secara ekonomi, waktu yang ada tidak menghadapi tantangan masa depan dengan lebih baik (Pujiati & Andalas, 2. Dan memungkinkan mereka untuk menghasilkan fungsi utama tersebut terletak pada seorang sesuatu andai memiliki pengetahuan dan ibu yang merupakan jantung dalam kehidupan keterampilan (Renriola Idrus et al. , 2. keluarganya (Murni et al. , 2. Berdasarkan data Gampong, rasio IRT dan Data kesejahteraan rumah tangga dan buruh harian lepas sebesar 70:30. Hal ini anggota keluarga di Kecamatan Peureulak Barat tingkat kemandirian ekonomi ibu rumah tangga harus ditingkatkan, maka kepercayaan Kabupaten Aceh Timur diri dan perekonomian meningkat yang penduduk penerima bantuan Kartu Keluarga Sejahtera Aceh Peningkatan ini juga selaras dengan tujuan SDGs mengenai kesetaraan gender. Hal (Kecamatan Peureulak. Provinsi Hal menjadi tantangan dan hambatan dalam mewujudkan tujuan SDGs. Gampong Alue observasi awal, yakni hampir seluruh rumah Bu Tuha merupakan salah satu desa di masyarakat dipenuhi dengan pohon belimbing Kecamatan Peureulak Barat yang minim sayur yang berbuah lebat. Melimpahnya kesejahteraan dan penerima bantuan Kartu produksi buah belimbing sayur di lingkungan Fajriah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 701-711 panen tidak termanfaatkan secara optimal. Gambar 2: Proses penjemuran belimbing sayur menjadi asam sunti Pada akibat tidak dikonsumsi maupun diolah lebih penjemuran belimbing sayur yang masih Namun demikian, disisi lain terdapat sederhana dan kurang higienis. sebagian masyarakat yang telah mengolah belimbing sayur tersebut melalui proses penjemuran untuk dijadikan salah satu bumbu tradisional khas Aceh, yaitu asam sunti. Pada gambar 1, terlihat kondisi buah belimbing di rumah masyarakat, hampir semua rumah di Desa Alue Bu Tuha mempunyai buah belimbing yang lebat. Gambar 3: Asam sunti gagal produksi/busuk Pada gambar 3, terlihat kondisi buah belimbing yang gagal dijadikan asam sunti, dikarenakan pada proses penjemuran dengan belimbing tersebut menjadi busuk. Adapun tujuan kegiatan pengabdian ini mengolah belimbing sayur menjadi produk Gambar 1: Pohon Belimbing Sayur di Rumah Masyarakat. kuliner khas Aceh bernilai ekonomi, yaitu abon asam sunti (BoSanT. METODE PENELITIAN Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Gampong Alue Bu Tuha. Kecamatan Peureulak Barat. Kabupaten Aceh Timur. Provinsi Aceh. Pelaksanaan program berlangsung selama empat bulan, yaitu mulai dari Mei hingga September 2025. Kegiatan PKM ini melibatkan 5 orang tim pelaksana dari perguruan tinggi, terdiri atas Fajriah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 701-711 tiga dosen dan dua orang mahasiswa. hingga mempromosikan warisan Sementara itu, dari pihak mitra, kegiatan kuliner daerah ke masyarakat luas. diikuti oleh 30 orang peserta. Adapun tahapan-tahapan kemitraan masyarakat dapat diuraikan sebagai Pelatihan Permasalahan Pertama a Pelatihan pengolahan asam sunti dengan Temu dan Diskusi dengan Mitra lebih modern dan higienis menjadi Observasi lokasi dan temu mitra Persetujuan abon asam sunti (Bosant. yang praktis, tahan lama dan berkualitas. a Mitra dibekali dengan booklet cara pembuatan abon sunti serta Proses Diskusi permasalahan dan kekurangan Permasalahan Kedua yang dihadapi mitra Diskusi solusi dan kebutuhan yang diperlukan mitra a Pelatihan pemasaran produk baik Sosialisasi program dengan mitra a Sosialisasi langkah dan kegiatan program berlangsung a Pembuatan brand produk untuk menjadi ciri khas a Sosialisasi pentingnya dukungan dan partisipasi mitra a Pelatihan pencatatan dan pelaporan a Sosialisasi alat dan bahan yang akan diberikan a Pelatihan menghitung harga pokok produksi dan penentuan harga jual Sosialisasi mengenai potensi sumber Penerapan Teknologi Penerapan daya yang dimiliki mitra a Paparan mengenai potensi yang ada dengan didukung peralatan dan bahan. a Paparan mengenai gambaran umum (Permasalahan Pertam. Penerapan teknologi packaging untuk pengelolaan SDA hingga dampak dan manfaatnya bagi masyarakat (Permasalahan Pertam. a Penyusunan materi pelatihan dan agenda pelaksanaan Sosialisasi Fajriah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 701-711 Penerapan teknologi e-commerce pada (Permasalahan Kedu. belimbing sayur yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Hampir setiap rumah tangga memiliki pohon belimbing Pendampingan dan Evaluasi Pendampingan sayur dengan buah yang berlimpah, namun mitra dalam setiap banyak yang dibiarkan membusuk. Melalui proses tahapan mulai dari penanaman edukasi ini, masyarakat diperkenalkan bahwa hingga produksi dan pemasaran. Memastikan program terlaksana sesuai dengan target dan jadwal Melakukan Memastikan pemilik dan para anggota memiliki nilai ekonomi tinggi jika diolah dengan tepat menjadi produk kuliner khas, keberlangsungan program salah satunya asam sunti. Edukasi mengenai pentingnya pemanfaatan sumber . mpan daya alam (SDA) secara bertanggung jawab. HASIL DAN PEMBAHASAN Peserta diberikan gambaran umum bagaimana belimbing sayur dapat diolah menjadi produk Kegiatan pengabdian kepada masyarakat bernilai tambah, sekaligus memperkenalkan dimulai dengan tahap observasi dan diskusi peluang usaha rumahan yang bisa menopang bersama mitra, yaitu kelompok Ibu Rumah Tangga (IRT) Gampong Alue Bu Tuha. Pada dilakukan dengan bahasa sederhana dan tahap ini tim pengabdi melakukan identifikasi contoh nyata agar lebih mudah dipahami masalah yang dihadapi masyarakat, terutama Pendekatan terkait melimpahnya buah belimbing sayur yang belum dimanfaatkan secara optimal. Diskusi ini menghasilkan kesepakatan bahwa potensi tersebut dapat diolah menjadi produk bernilai jual yaitu abon asam sunti (BoSanT. Edukasi Potensi Ekonomi Belimbing Sayur sebagai Warisan Kuliner Aceh Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan di Gampong Alue Bu Tuha dimulai dengan memberikan edukasi kepada ibu rumah tangga mengenai potensi ekonomi Gambar 4: Edukasi Potensi Ekonomi Belimbing Sayur Pada kegiatan ini, masyarakat juga sebagaimana ditekankan dalam Sustainable Development Goals (SDG. Hal Fajriah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 701-711 menekankan bahwa setiap rumah tangga juga mengajak mitra untuk menanam pohon dapat berperan dalam menjaga kelestarian belimbing sayur. Dengan metode partisipatif ini, peserta mampu menyadari bahwa selama kesejahteraan ekonomi dengan memanfaatkan ini mereka telah menyia-nyiakan peluang SDA yang tersedia secara berkelanjutan. ekonomi yang sebenarnya dapat diolah untuk Selanjutnya, tim pengabdi menekankan meningkatkan kesejahteraan keluarga. nilai budaya dan kuliner dari asam sunti Dampak sosial dari kegiatan ini terlihat sebagai salah satu warisan khas Aceh. pada meningkatnya motivasi ibu rumah Edukasi ini bertujuan menumbuhkan rasa tangga untuk berpartisipasi dalam kegiatan bangga masyarakat terhadap produk lokal, mengungkapkan keinginan untuk memulai belimbing sayur sebagai buah biasa, tetapi usaha kecil dengan memanfaatkan belimbing sebagai bahan baku kuliner khas yang bernilai Hal ini sejalan dengan temuan (Murni, ekonomis dan dapat bersaing di pasar Asnidar, et al. , 2. dan (Murni. Lubis, et al. , 2. Hal ini sejalan RDKNK, 2. bahwa pemberdayaan ibu dengan penelitian yang menegaskan bahwa rumah tangga melalui keterampilan produksi penguatan produk lokal dapat meningkatkan sederhana mampu meningkatkan kemandirian kemandirian ekonomi masyarakat pedesaan ekonomi dan memberi kontribusi signifikan (Pujiati. & Andalas, 2. dan (Andriani et terhadap pendapatan keluarga. , 2. Beberapa (Nurhidayati & Kegiatan edukasi ini berhasil membuka wawasan masyarakat Gampong Alue Bu Tuha bahwa sumber daya lokal yang melimpah dapat menjadi peluang emas jika dikelola dengan baik. Dengan adanya pemahaman baru ini, masyarakat diharapkan mampu SDA Gambar 5: Penanaman Pohon Belimbing Sayur mempromosikan asam sunti sebagai warisan Kegiatan budaya, tetapi juga potensi besar untuk kuliner Aceh yang tidak hanya memiliki nilai kelompok, dimana masyarakat diajak untuk menganalisis sendiri potensi yang mereka keluarga dan desa. miliki dan tantangan yang dihadapi dalam Modernisasi Produksi Asam Sunti melalui Teknologi dan Branding Produk pemanfaatan belimbing sayur. Tim pengabdi Fajriah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 701-711 Pelatihan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah dari belimbing sayur yang selama ini hanya diolah secara tradisional. Dengan pengolahan modern, produk yang dihasilkan tidak hanya lebih higienis tetapi juga bernilai ekonomi dan memiliki prospek pasar yang lebih luas. Dalam proses pelatihan, tim pengabdi memperkenalkan teknologi oven dehydrator dan grinder. Kedua alat ini . Gambar 7: . Belimbing Sayur . andungan air 100%), . Belimbing Sayur setelah dimasukkan ke oven dehydrator . andungan air 10%-20%) . pengeringan dan penghalusan bahan baku. Teknologi ini sekaligus mengatasi kelemahan metode tradisional yang sering menghasilkan produk tidak higienis dan cepat membusuk. Gambar 8: Asam Sunti setelah di grinder Setelah berhasil memproduksi BoSanTi, pelatihan dilanjutkan pada tahap packaging. Produk dikemas menggunakan sistem kedap udara sehingga mampu menjaga kualitas dan Gambar 6: Penyerahan oven dehydrator dan grinder umur simpan. Peserta dilatih memilih wadah Peserta pelatihan yang terdiri dari ibu penggunaan label yang memuat informasi rumah tangga diberikan kesempatan langsung penting seperti komposisi, tanggal produksi, mempraktikkan cara mengolah belimbing dan izin edar. Hal ini sejalan dengan temuan sayur menjadi abon asam sunti dengan bahwa kemasan modern berperan besar dalam standar kebersihan dan teknik yang lebih modern (Gambar . Dengan metode ini, terhadap produk lokal (Fajriah et al. , 2. produk BoSanTi menjadi lebih praktis, tahan Salah lama, dan memiliki cita rasa khas yang pelatihan ini adalah pemberian branding Tim mendesain logo dan merek dagang yang Fajriah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 701-711 Aceh menonjolkan keunikan asam sunti. Branding dilakukan agar produk tidak hanya dipandang sebagai bumbu tradisional, tetapi juga sebagai produk kuliner khas dengan daya tarik Tabel 1. Hasil Evaluasi Kegiatan Penelitian Aspek Penilaian Pemahaman Pemahaman Abon Asam Sunti (BoSanT. Pemahaman Pemahaman dasar strategi RataRata Pretest (%) 65,30 RataRata Posttest (%) 88,45 60,55 87,67 76,48 84,50 78,22 85,78 Sumber : Tim PKM Gampong Alue Bu Tuha, . Berdasarkan Tabel 1, hasil evaluasi Gambar 8. Kemasan BoSanTi Edukasi branding juga mencakup strategi pemasaran sederhana. Ibu rumah tangga diberikan pemahaman tentang pentingnya citra produk untuk membedakan BoSanTi dengan produk serupa dipasaran. Pemanfaatan memperluas jangkauan pasar, mengingat tren konsumen saat ini banyak beralih ke platform daring (Asnidar et al. , 2. dan (Manalu et , 2. kegiatan pengabdian kepada masyarakat dari 30 responden yaitu kelompok ibu rumah tangga di Gampong Alue Bu Tuha Kecamatan Peureulak Barat Kabupaten Aceh Timur. Secara rata-rata keterampilan mitra dalam produksi dan Peserta mampu menghasilkan BoSanTi yang higienis, menarik, dan tahan Selain itu, adanya logo dan kemasan modern memberikan nilai tambah yang dipasarkan di pasar lokal maupun regional. Dampak positif ini memperkuat kemandirian ekonomi keluarga dan membuka peluang usaha baru di desa (Suhardi et al. , 2. dan (Pancapalaga et al. , 2. Hasil penelitian ini Fajriah, dkk /Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. Vol. No. Februari 2026 Hal 701-711 juga sejalan penelitian yang dilakukan oleh asam sunti (BoSanT. yang higienis, tahan (Kurniawan et al. , 2. yang menyatakan lama, menarik, dan berdaya saing. Produk BoSanTi dapat dikembangkan mempertahankan kearifan lokal masyarakat melalui diversifikasi rasa, inovasi kemasan, serta pengembangan jaringan distribusi yang masyarakat itu sendiri. Secara lebih luas, baik di pasar tradisional maupun Selain itu, dukungan perizinan usaha produksi asam sunti melalui teknologi dan (PIRT dan sertifikasi hala. menjadi langkah penting agar produk memiliki legitimasi di kapasitas IRT Gampong Alue Bu Tuha. pasar yang lebih besar. Kegiatan ini dapat Program ini tidak hanya memperkenalkan dijadikan dasar untuk mengembangkan model teknologi tepat guna, tetapi juga membangun pemberdayaan ekonomi lokal berbasis potensi kesadaran pentingnya kualitas produk dan pangan khas daerah. identitas merek dalam pemasaran. Dengan DAFTAR PUSTAKA