JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Strategi Menekan Laju Penderita Stunting Studi Dinas Kesehatan Kota Baubau Muryanto Taedang. Herman Lawelai. Anwar Sadat Strategi Menekan Laju Penderita Stunting Studi Dinas Kesehatan Kota Baubau Muryanto Taedang. Herman Lawelai. Anwar Sadat. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Muhammadiyah Buton. Indonesia Muryantotaedang@gmail. , hermanlawelai92@gmail. , anwarsadat685@gmail. Abstrak Penelitian ini diltar belakangi bahwa masih adanya penderita stunting di Kota Baubau. Pada bulan Juni 2024 mencapai angka 9%. Di bulan Juni dilakukan Intervensi Serentak Penurunan Stunting (ISPS) dimana total balita yang diukur sampai 95,65%. tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi Dinas Kesehatan Kota Baubau dalam menekan laju penderita stunting. Populasi dalam penelitian ini adalah Aparatur Sipil Negara Dinas Kesehatan Kota Baubau. Peneliti menggunakan teori purposive sampling untuk menentukan sampel dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan instrumen seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam pelaksanaannya. Untuk melihat strategi Dinas Kesehatan Kota Baubau dalam menekan laju penderita stunting maka peneliti menunggunakan teori yang dikemukaan oleh Kooten (Salusu, 2. yaitu Strategi Organisasi, strategi ini dalam menekan angka stunting Dinas Kesehatan Kota Baubau dengan pendekatan lintas sektor dan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik lembaga masyarakat, lembaga pendidikan, serta pihak swasta. Strategi Program, strategi yang dalam rangka menekan laju stunting dengan intervensi gizi, penguatan posyandu dan kader gizi, program lintas sektor, dan sosialisasi dan edukasi masyarakat. Strategi Pendukung Sumber Daya memiliki beberapa cara yaitu memberikan pelatihan kepada kader posyandu, meningkatkan sarana posyandu, puskesmas dan rumah sakit, dan pembentukan percepatan penurunan stunting (TPPS) hingga ketingkat kelurahan. Kata kunci: Strategi. Stunting. Menekan Laju Penderita Abstract This research is motivated by the fact that there are still stunting patients in Baubau City. In June 2024 it reached 9%. In June, the Simultaneous Intervention to Reduce Stunting (ISPS) was carried out where the total number of toddlers measured was 95. the purpose of this study was to determine the strategy of the Baubau City Health Office in reducing the rate of stunting sufferers. The population in this study is the State Civil Apparatus of the Baubau City Health Office. Researchers used purposive sampling theory to determine the sample in this study. This research uses instruments such as observation, interviews, and documentation in its implementation. To see the strategy of the Baubau City Health Office in suppressing the rate of stunting sufferers, researchers used the theory put forward by Kooten (Salusu, 2. namely Corporate Strategy, this strategy in reducing the stunting rate of the Baubau City Health Office with a crosectoral approach and involving all Regional Apparatus Organizations (OPD) both community institutions, educational institutions, and the private sector. Program Strategy, a strategy to reduce the rate of stunting with nutritional interventions, strengthening posyandu and nutrition cadres, cross-sector programs, and community socialization and education. Resouce Support Strategy, has several ways, namely providing training to posyandu cadres, improving posyandu facilities, health centers and hospitals, and the formation of accelerated stunting reduction (TPPS) to the village level. Keyword: Strategy. Stunting. Reducing the Rate of Sufferers Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Strategi Menekan Laju Penderita Stunting Studi Dinas Kesehatan Kota Baubau Muryanto Taedang. Herman Lawelai. Anwar Sadat PENDAHULUAN Banyaknya kasus gizi buruk pada anak balita merupakan indikasi seriusnya masalah gizi di Indonesia. Masalah gizi buruk kronis yang dikenal sebagai stunting terjadi ketika tubuh dan otak tidak dapat berkembang akibat kelaparan yang terus-menerus (Normasia et al. , 2. Stunting merupakan ancaman serius bagi kualitas sumber daya manusia Indonesia karena tidak hanya mengakibatkan kelainan pertumbuhan fisik, tetapi juga membuat anak lebih rentan terhadap penyakit dan mengganggu perkembangan kognitif serta IQ mereka (Rahman et al. Banyak variabel, termasuk keadaan sosial ekonomi, gizi ibu selama kehamilan, penyakit pada bayi baru lahir, dan asupan gizi yang tidak memadai pada bayi, dapat mengakibatkan stunting (Saputra et al. , 2. Salah satu prioritas utama dalam pelaksanaan pembangunan di Indonesia adalah mempercepat penurunan angka stunting (Lukman & Awaru, 2. Pemerintah menginginkan angka prevalensi stunting di Indonesia turun menjadi 14% pada RPJMN 2020Ae2024. Menurut (Yuly Peristiyowati. Muhammad Reza. Rochmat Taufiek Romadhoni. Sofie Giantari, 2. , tujuan tersebut dapat dicapai dengan melibatkan berbagai sektor dan memastikan adanya koordinasi inisiatif dari tingkat nasional hingga tingkat desa. Pemilihan kabupaten/kota dan/atau desa tertentu sebagai fokus merupakan langkah yang diambil untuk mempercepat pencapaian tujuan Untuk mencapai tujuan tersebut, dilaksanakan strategi progresif yang melibatkan seluruh daerah di Indonesia, dengan penekanan pada sejumlah kabupaten, kota, atau desa (Elman Murib. Novita Medyati. Sarce Makaba. Arius Togodly. Septevanus Rantetoding. Agus Zainuri, 2. Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penanggulangan Stunting diterbitkan oleh pemerintah sebagai salah satu upaya penanggulangan stunting (Siti Osa Kosassy. Marwandizal, 2. Dalam rangka percepatan penanggulangan stunting, maka diperlukan dan diperkuat Peraturan Presiden tersebut. Kondisi gizi balita merupakan salah satu tolok ukur pencapaian derajat kesehatan yang efektif dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG. Stunting merupakan salah satu bentuk kekurangan gizi yang dapat dialami oleh balita (Viqenina Desycapri Yudhayanti. Mutmainnah Zakiyyah, 2. Salah satu masalah gizi utama yang dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak adalah kekurangan energi protein (KEP). Kekurangan protein dan energi yang berkepanjangan akan mengakibatkan terhambatnya tumbuh kembang balita (Tampongangoy. Pendekatan suatu negara untuk mengembangkan sumber daya manusia yang sehat, cerdas, dan produktif secara langsung terkait dengan cara negara tersebut menangani kelaparan (Rosyida et al. , 2. Salah satu elemen terpenting dalam mengembangkan sumber daya manusia yang unggul adalah gizi. Pertumbuhan dan perkembangan anak-anak sangat dipengaruhi oleh masalah kekurangan gizi, terutama pada awal kehidupan (Putra & Helmi, 2. Untuk menjamin penerapan elemen-elemen penting seperti pemberdayaan masyarakat, pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan pendidikan yang secara halus akan mengubah budaya dan paradigma negatif di tingkat bawah dalam hal perawatan gizi bagi keluarga, termasuk anak-anak, diperlukan kebijakan, strategi, regulasi, dan koordinasi lintas sektor dari pemerintah dan semua pemangku kepentingan. Masalah gizi merupakan masalah siklus kehidupan yang sangat rumit dan memerlukan perhatian segera. Bayi dalam kandungan, balita, remaja, bahkan lansia pun dapat mengalaminya (Erika Nur Khasanah. Dini Gandini Purbaningrum. Citra Andita, 2. Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti Kota Baubau, seperti daerah lainnya di Indonesia juga dihadapkan pada permasalahan kekurangan gizi, salah satunya yaitu gizi buruk (Stuntin. Point utama dalam penetapan presentase stunting suatu daerah adalah persentase total balita . -59 bl. yang sebelum bulan juni 2024 angka stunting fluktuatif diangka Plus minus 8%, dengan total balita yang diukur adalah kurang dari 75%, namun di Juni 2024 mencapai angka 9%. Di bulan Juni dilakukan Intervensi Serentak Penurunan Stunting (ISPS) dimana total balita yang diukur sampai 95,65%. Dengan kata lain angka stunting naik karena angka balita yang diskrining/diukur Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Strategi Menekan Laju Penderita Stunting Studi Dinas Kesehatan Kota Baubau Muryanto Taedang. Herman Lawelai. Anwar Sadat juga mengalami kenaikan yang signifikan . ttps://web. id/berita_detail/angkastunting-baubau-masih-sesuai-target-nasiona. Dalam jangka pendek, stunting berkaitan dengan morbiditas dan mortalitas pada bayi dan dalam jangka menengah, berkaitan dengan rendahnya kemampuan kognitif dan dan dalam jangka panjang, berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia dan masalah penyakit degeneratif pada usia dewasa (Aryastami & Tarigan, 2. Jika saat ini masih banyak anak yang mengalami stunting, sulit dibayangkan bagaimana kondisi sumber daya manusia di masa mendatang. Dinas Kesehatan bertugas mengelola gizi buruk sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 23 Tahun 2014 tentang Upaya Peningkatan Gizi. Salah satu komponen penyelenggaraan pemerintahan di bidang kesehatan adalah dinas kesehatan yang dipimpin oleh seorang kepala dinas yang bertanggung jawab kepada kepala daerah melalui sekretaris daerah. Dalam rangka mendorong tercapainya kesejahteraan masyarakat di bidang kesehatan, dinas kesehatan bertugas melaksanakan urusan daerah tertentu dan memberikan bantuan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Salah satu fungsi Dinas Kesehatan Kota Baubau adalah menyusun kebijakan teknis di bidang kesehatan. Artinya. Dinas Kesehatan bertugas meningkatkan mutu layanan kesehatan dengan menyelenggarakan program-program untuk menanggulangi masalah di bidang kesehatan dan menyusun strategi yang mendukung upaya penanggulangan stunting. Berdasarkan fenomena diatas, tujuan penelitian ini untuk mengetahui strategi Dinas Kesehatan Kota Baubau dalam menekan laju penderita stunting. METODE Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Menurut Maleong . 2: . mendefinisikan penelitian deskriptif kualitatif sebagai metode yang menghasilkan data deskriptif dari kata-kata tertulis atau lisan masyarakat serta dari perilaku mereka yang diamati. Tujuannya adalah untuk mengklarifikasi peristiwa atau masalah yang muncul dan dijelaskan sesuai dengan fokus utama masalah penelitian. Dengan menggunakan metode kualitatif, peneliti berupaya mengamati dan mengungkap kenyataan yang ada di lapangan terkait dengan strategi Dinas Kesehatan Kota Baubau untuk menurunkan angka stunting. Populasi dalam penelitian ini adalah Aparatur Sipil Negara Dinas Kesehatan Kota Baubau. Peneliti menggunakan teori purposive sampling untuk menentukan sampel dalam penelitian ini. Penelitian ini menggunakan instrumen seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi dalam Sehubungan dengan tujuan penelitian ini, maka penulis mengambil Sebagian dari populasi yang dianggap memahami dan mampu memberikan penjelasan atau jawaban dari apa yang akan diteliti. HASIL DAN PEMBAHASAN Untuk melihat strategi Dinas Kesehatan Kota Baubau dalam menekan laju penderita stunting maka peneliti melihat berdasarkan teori menurut Kooten (Salusu, 2. , yaitu: Strategi Organisasi (Corporate Strateg. Melalui berbagai inisiatif yang menekankan pencegahan dini dan peningkatan kualitas hidup lingkungan, dinas kesehatan berperan penting dalam menurunkan prevalensi stunting. Secara umum strategi organisasi merupakan penetapan sasaran jangka panjang yang bersifat mendasar bagi sebuah organisasi. Karena masyarakat sendirilah yang memegang potensi paling besar dalam menanggulangi stunting dan mewujudkan masyarakat sehat dan mandiri, maka strategi Dinas Kesehatan dalam menekan angka stunting mengacu pada program yang telah dicanangkan dinas tersebut, yakni dengan pendekatan lintas sektor dan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik lembaga masyarakat, lembaga pendidikan, pihak swasta, bahkan dunia usaha. Hasil wawancara menunjukkan bahwa tindakan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Baubau bekerjasama dengan Badan Koordinasi Keluarga Berencana (BKKBN) untuk Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Strategi Menekan Laju Penderita Stunting Studi Dinas Kesehatan Kota Baubau Muryanto Taedang. Herman Lawelai. Anwar Sadat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang nilai keluarga berencana dan perencanaan kehamilan yang baik. Dinas Kesehatan juga melibatkan lembaga pendidikan dalam edukasi dan sosialisasi pencegahan stunting untuk meningkatkan kesadaran terhadap masalah ini di kalangan generasi muda. Dinas Kesehatan juga telah melibatkan masyarakat dengan membentuk kelompok kader kesehatan dan melibatkan masyarakat dalam inisiatif promosi kesehatan dalam upaya pencegahan stunting. Strategi Nasional Percepatan Penanggulangan Stunting dilaksanakan dengan bantuan Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS) tingkat daerah. Pengorganisasian dan penilaian inisiatif percepatan penanggulangan stunting di semua tingkatan, mulai dari pusat sampai daerah, merupakan tanggung jawab TPPS. Dinas Kesehatan berperan penting dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat, pencegahan penyakit, dan pemberian layanan kesehatan. Dinas Kesehatan juga terlibat dalam Tim Percepatan Penanggulangan Stunting (TPPS). Program pencegahan stunting yang efektif, termasuk intervensi yang tepat sasaran dan sensitif, dikembangkan dan dilaksanakan dengan bantuan TPPS. TPPS berkontribusi untuk meningkatkan kesadaran tentang stunting dan pentingnya kesehatan balita di masyarakat. Identifikasi dini faktor risiko stunting dan inisiatif pencegahan dilakukan oleh TPPS, termasuk deteksi dini pada ibu hamil, wanita pasca persalinan, anak balita, dan calon pengantin. TPPS menilai efektivitas program dan mengawasi bagaimana tindakan pencegahan stunting dilakukan di lapangan. Inisiatif pencegahan stunting dikoordinasikan oleh TPPS bekerja sama dengan berbagai pihak. Dengan melaksanakan strategi ini. Dinas Kesehatan dapat berkontribusi aktif untuk menurunkan angka stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya anak-anak. Strategi Program (Program Strateg. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis, yang berdampak pada kesehatan jangka panjang dan kualitas sumber daya manusia. Pemerintah Kota Baubau, melalui Dinas Kesehatan, memiliki tanggung jawab strategis dalam penanganan masalah ini. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji strategi yang telah diterapkan Dinas Kesehatan Kota Baubau untuk menekan laju stunting. Dinas Kesehatan memiliki peran strategis dan telah melaksanakan sejumlah program untuk menurunkan angka stunting, khususnya melalui konvergensi lintas sektor, pengembangan kader, dan intervensi yang terarah. Berdasarkan hasil penelitian strategi program yang diterapkan Dinas Kesehatan Kota Baubau dalam rangka menekan laju stunting adalah: Intervensi gizi Pemberian makanan tambahan (PMT) untuk balita gizi kurang dan ibu hamil adalah program intervensi gizi yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi dan mencegah masalah gizi seperti stunting. Memberikan makanan bergizi sebagai tambahan dari makanan utama untuk memenuhi kebutuhan gizi kelompok sasaran tersebut. Bagi balita yang kekurangan gizi, pemberian makanan tambahan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan gizi, meningkatkan status gizi, dan menghindari stunting. Meningkatkan kesehatan gizi ibu hamil, mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), dan mencegah stunting merupakan tujuan pemberian makanan tambahan. Cara memberi anak yang kekurangan gizi lebih banyak makanan sering kali disajikan dengan menu yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi balita. Teknik Ibu hamil mendapatkan makanan tambahan selama beberapa bulan, dengan menu yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi spesifik mereka dilakukan bersamaan dengan kegiatan penunjang lainnya, termasuk edukasi, posyandu, pemantauan berat badan, pemantauan LiLA (Lingkar Lengan Ata. , pemantauan tumbuh kembang, dan pentingnya gizi selama kehamilan. Dalam upaya untuk mencegah terhambatnya pertumbuhan dan meningkatkan kualitas hidup anak, program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sangat penting sebagai fokus utama Pertumbuhan dan perkembangan anak terjadi relatif cepat selama periode 1000 HPK, yang berlangsung sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Strategi Menekan Laju Penderita Stunting Studi Dinas Kesehatan Kota Baubau Muryanto Taedang. Herman Lawelai. Anwar Sadat Penguatan posyandu dan kader gizi Dalam rangka menakan laju stunting Dinas Kesehatan menggunakan strategi penguatan posyandu dan kader gizi. Salah satu elemen penting dalam upaya menurunkan prevalensi stunting adalah penguatan kader gizi dan Posyandu. Sebagai tempat pertama untuk mendapatkan layanan kesehatan berbasis masyarakat. Posyandu membantu mengidentifikasi stunting dini dan memberikan perawatan gizi bagi anak-anak dan ibu hamil. Selain memantau pertumbuhan dan perkembangan anak secara terus-menerus, kader gizi yang terlatih akan mampu memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi dan memberikan informasi tentang makanan tambahan yang sehat. Untuk mengidentifikasi tanda-tanda awal stunting. Posyandu digunakan untuk mengukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala anak secara berkala. Posyandu membantu ibu hamil memenuhi kebutuhan gizi mereka dengan memberikan edukasi gizi, pemberian makanan tambahan yang tepat, dan dukungan. Selain itu. Posyandu mendorong keterlibatan aktif dalam kegiatannya dan membantu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi yang tepat dan pencegahan stunting. Kader gizi memberikan edukasi kepada masyarakat tentang perlunya pola makan sehat dan memberikan arahan, khususnya kepada ibu hamil dan ibu yang memiliki anak balita. Kader gizi memberikan saran tentang pemberian ASI eksklusif, suplemen gizi yang tepat, dan pentingnya memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Kader gizi membantu dan menyemangati ibu hamil dan anak balita saat menghadiri acara Posyandu. Program lintas sektor Untuk menurunkan prevalensi stunting, kerja sama antar lembaga seperti Dinas Pendidikan. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). Dinas Sosial, dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapped. menjadi sangat penting. Melalui kerja sama ini, masyarakat, khususnya keluarga yang memiliki anak, dapat memperoleh pesan-pesan kesehatan, pendidikan, dan pembangunan yang lengkap. Selain mengedukasi orang tua dan guru. Dinas Pendidikan berperan penting dalam mengedukasi siswa tentang stunting dan gizi seimbang di sekolah. DP3A melindungi anak-anak, khususnya dari dampak stunting, dan menawarkan bantuan emosional bagi keluarga yang Dinas Sosial Memberikan dukungan sosial yang terarah, seperti bantuan pangan dan program pengembangan ekonomi, kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting. Bappeda Mengembangkan dan mengawasi inisiatif pencegahan stunting terpadu, dan menyisihkan dana untuk mendukungnya. Sosialisasi dan edukasi masyarakat Melaui strategi ini Dinas Kesehatan mengkapanyekan gizi seimbang dan pentingnya ASI esklusif, untuk memenuhi kebutuhan gizi yang terus meningkat, bayi baru lahir harus diberikan makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi seimbang setelah enam bulan. Makanan padat ini diberikan kepada bayi untuk melengkapi nutrisi dari ASI, terutama setelah bayi mencapai usia enam bulan. Bayi belajar makan dan mengunyah dengan bantuan makanan pendamping. Sumber gizi utama tetap ASI, tetapi seiring bertambahnya usia bayi, makanan tambahan membantu memenuhi kebutuhan gizi mereka yang terus meningkat. Untuk mengurangi stunting pada anak-anak diperlukan upaya gizi yang seimbang, terutama yang menekankan pemberian ASI eksklusif. Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama kelahiran, diikuti dengan pemberian makanan tambahan yang bergizi, dapat membantu menghindari stunting, atau pertumbuhan terhambat. Selain meningkatkan kekebalan tubuh dan menghindari infeksi. ASI juga meningkatkan IQ bayi. Stunting sebagian besar dapat dihindari dengan pemberian ASI eksklusif. Strategi Pendukung Sumber Daya (Resouce Support Strateg. Memaksimalkan sumber daya penting yang ada untuk meningkatkan standar kinerja organisasi merupakan tujuan utama dari strategi sumber daya ini. Memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal guna meningkatkan standar kinerja organisasi merupakan tujuan utama dari strategi sumber daya ini, khususnya dalam upaya penanggulangan stunting, sesuai Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Strategi Menekan Laju Penderita Stunting Studi Dinas Kesehatan Kota Baubau Muryanto Taedang. Herman Lawelai. Anwar Sadat dengan strategi program Dinas Kesehatan. Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan komponen pendukung yang juga memegang peranan penting dalam menentukan bagaimana suatu pekerjaan berkembang dan diperlukan dalam situasi seperti penanggulangan stunting. Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Dinas Kesehatan Kota Baubau dalam rangka menekan laju stunting memiliki beberapa cara yaitu: Memberikan pelatihan kepada kader posyandu Pelayanan kesehatan dasar masyarakat, khususnya yang terkait dengan pencegahan stunting, dipimpin oleh kader posyandu. Akan tetapi, kader sering kali tidak memiliki pengetahuan dan kemampuan yang diperlukan untuk melakukan diagnosis dini dan memberikan instruksi gizi yang terfokus. Oleh karena itu, membangun kapasitas merupakan langkah strategis yang penting dengan memberikan pendidikan dan pelatihan kader posyandu dalam deteksi dini dan edukasi gizi pada balita dan ibu hamil. Tujuan pelatihan ini untuk memberikan edukasi kepada kader tentang faktor risiko stunting, mengajarkan kader untuk mengawasi perkembangan dan pertumbuhan anak-anak, serta meningkatkan kemampuan kader untuk memberikan edukasi gizi yang relevan secara lokal kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan pengasuh anak balita. Meningkatkan sarana posyandu, puskesmas dan rumah sakit Salah satu isu utama pembangunan di sektor kesehatan yang berupaya menjamin agar seluruh lapisan masyarakat dapat menikmati layanan kesehatan adalah penyediaan fasilitas kesehatan yang merupakan kebutuhan mendasar dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan Efektivitas upaya penanggulangan stunting di Kota Baubau didukung oleh posyandu. Puskesmas, dan rumah sakit. Strategi peningkatan sarana posyandu dilakukan dengan merenovasi bangunan posyandu agar layak, bersih, dan ramah anak. Penyediaan alat ukur gizi yang lengkap dan akurat: timbangan digital, pengukur tinggi badan. Distribusi bahan edukatif visual . oster, leaflet, alat peraga giz. Digitalisasi sistem pencatatan untuk pelaporan status gizi secara real time. Strategi peningkatan sarana puskesmas yaitu peningkatan kapasitas ruang layanan gizi dan poli penambahan tenaga gizi dan dokter di puskesmas induk. Penyediaan ruang laktasi dan konseling ibu hamil dan menyusui. Ambulans desa atau motor layanan gizi untuk menjangkau daerah terpencil. Strategi peningkatan sarana rumah sakit dengan memberikan fasilitas rujukan terpadu dengan layanan rawat gizi buruk dan klinik tumbuh kembang. Penyediaan tenaga spesialis gizi klinik dan dokter anak. Ruang perawatan anak dengan risiko stunting yang dilengkapi dengan intervensi Sistem rujukan cepat dari puskesmas ke rumah sakit, terutama untuk kasus gizi Pembentukan percepatan penurunan stunting (TPPS) hingga ketingkat kelurahan. Berdasarkan hasil wawancara, pendukung sumber daya ini berupa sumber daya manusia, merupakan faktor utama yang membantu Dinas Kesehatan Kota Baubau dalam melaksanakan rencana dan mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Untuk menanggulangi stunting. Dinas Kesehatan Kota Baubau telah mengembangkan sejumlah inisiatif, seperti Gerakan Masyarakat Sehat dan Gerakan Masyarakat Peduli Stunting, yang melibatkan semua pihak terkait, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun organisasi masyarakat. Selain itu. Dinas Kesehatan juga bekerja sama dengan organisasi masyarakat, khususnya kader posyandu, untuk melakukan SIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, untuk melihat strategi Dinas Kesehatan Kota Baubau dalam menekan laju penderita stunting dapat disimpulkan bahwa: . Strategi Organisasi (Corporate Strateg. , strategi ini dalam menekan angka stunting Dinas Kesehatan Kota Baubau mengacu pada program yang telah dicanangkan, yakni dengan pendekatan lintas sektor dan melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) baik lembaga masyarakat, lembaga pendidikan, pihak swasta, bahkan dunia usaha. Strategi Program (Program Strateg. Volume 9. Nomor 3. Agustus 2025 JURNAL ILMIAH MUQODDIMAH: Jurnal Ilmu Sosial. Politik Dan Humaniora E-ISSN : 2598-6236 http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/muqoddimah Strategi Menekan Laju Penderita Stunting Studi Dinas Kesehatan Kota Baubau Muryanto Taedang. Herman Lawelai. Anwar Sadat strategi yang diterapkan Dinas Kesehatan Kota Baubau dalam rangka menekan laju stunting dengan intervensi gizi, penguatan posyandu dan kader gizi, program lintas sektor, dan sosialisasi dan edukasi masyarakat. Strategi Pendukung Sumber Daya (Resouce Support Strateg. Dinas Kesehatan Kota Baubau dalam rangka menekan laju stunting memiliki beberapa cara yaitu memberikan pelatihan kepada kader posyandu, meningkatkan sarana posyandu, puskesmas dan rumah sakit, dan pembentukan percepatan penurunan stunting (TPPS) hingga ketingkat DAFTAR PUSTAKA