Asian Journal of Philosophy and Religion (AJPR) Vol. No. 1, 2022: 15-28 Analisis Peran Roh Kudus Dalam Eksistensi. Pelayanan dan Pertumbuhan Gereja Tirza Manaroinsong*1 ,Aditya Setiawan2 ,Yossy Christian Raranta3 ,Hutana Pasaribu4 . Djone Georges Nicolas5 1Sekolah Tinggi Teologi Permata Bangsa Barito, 2,3,4Sekolah Tinggi Teologi Kairos Jakarta, 5Sekolah Tinggi Teologi Katharos Indonesia Bekasi ABSTRAK:Pada masa kini, diduga terdapat gereja yang dipimpin dan dikelola selayaknya perusahaan berdasarkan prinsip-prinsip duniawi, hingga diduga mengabaikan pentingnya peran Roh Kudus di dalamnya. Padahal gereja merupakan persekutuan mereka yang telah menerima anugerah Allah di dalam iman kepada Kristus. dalam rangka menyatakan terang Kerajaan Allah di tengah dunia, melayani sesama, dan bertumbuh dengan tujuan memperluas Kerajaan Allah di muka bumi. Penulisan ini bertujuan marginalities peran Roh Kudus dalam eksistensi, pelayanan dan pertumbuhan Gereja dengan memakai metode kualitatif deskriptif yang dihubungkan dengan pengalaman gereja mula-mula. Pengumpulan data dilaksanakan melalui Alkitab dan berbagai literatur jurnal, buku, maupun wawancara. Hasilnya. Roh Kudus berperan sebagai perintis gereja, memberdayakan pelayan untuk pelaksanaan tugas pelayanan gereja, dan menggerakkan pertumbuhan gereja dalam segala hal. Kesimpulannya adalah bahwa eksistensi, pelayanan dan pertumbuhan gereja merupakan karya Roh Kudus dengan cara memperdayakan orang-orang percaya demi penggenapan karya dan rencana Allah bagi dunia. eksistensi, pelayanan dan pertumbuhan gereja tidak dapat dipisahkan dari peran Roh Kudus yang berkarya mewujudkan rencana Ilahi. Kata Kunci: Peran Roh Kudus, eksistensi, pelayanan, pertumbuhan gereja. Submitted:04-05-2022. Revised: 13-05-2022. Accepted: 25-05-2022 Corresponding Author:Tirzapoppy. manaroinsong@gmail. DOI prefik: 10. ( https://journal. org/index. php/ajpr Manaroinsong,Setiawan. Raranta. Pasaribu dan Nicolas PENDAHULUAN Kehadiran gereja di dunia ini bukanlah karena inisiatif dan usaha manusia, melainkan rencana dan kehendak Allah. Oleh karena kasih dan keinginan-Nya yang besar untuk memulihkan manusia yang telah melenceng dan hidup di dalam kegelapan dunia. Gereja sebagai Tubuh Kristus yang adalah alat Tuhan untuk mencapai tujuan sempurna Kerajaan Allah, dipanggil untuk melayani dan melayani dalam kepemimpinan Roh Kudus, sehingga melalui pelayanannya jiwa-jiwa dimenangkan dan pertumbuhan gereja menjadi nyata. Pertumbuhan Gereja tentu dapat dilihat dari satu sisi dengan pertambahan jumlah mereka yang mengalami kasih karunia yang dari Allah, namun juga dapat diamati dari kualitas iman mereka maupun dari perintisan sejumlah gereja baru. TINJAUAN PUSTAKA Hidajat diperhitungkan berdasarkan sekadar banyaknya orang yang mengunjungi ibadah maupun banyaknya mereka yang sudah dibaptis (Hidajat, 2. Dengan kata lain, ukuran pertumbuhan gereja tidak bisa dibatasi pada besarnya jumlah jemaat sebuah gereja, walaupun hal tersebut menjadi salah satu tolok ukur, melainkan dapat dilihat dan segi pandang yang lain yang tidak kalah pentingnya. Pertumbuhan gereja meneguhkan eksistensinya dalam kondisi dan keadaan apa pun, namun eksistensi gereja juga berhubungan erat dengan pelayanan yang dipersembahkan jemaat Tuhan terhadap sesama dalam rangka memenuhi Amanat Agung Kristus. Namun ditemukan hari-hari ini sejumlah gereja yang dibuka bukan karena dorongan Roh Kudus, tetapi dikarenakan modal ekonomi atau keuangan yang besar yang dianggap cukup memadai untuk keberlangsungan kegiatan seremonial atau aktivitas-aktivitas di dalamnya. Bukan karena kehendak Allah, namun karena ambisi oknumoknum tertentu yang ingin menyandang gelar gembala jemaat. Juga ditemukan gereja yang dibukakan dengan tujuan menghasilkan profit dan keuntungan finansial selayaknya perusahaan di mana terdapat hitungan untung dan (AT, 2. Juga terdapat gereja yang dikelola seperti usaha keluarga, di mana pola kepemimpinan turun temurun dari gembala kepada anaknya walaupun yang mengambil estafet tersebut tidak memiliki kualifikasi maupun kemampuan untuk melaksanakan tanggung jawab penggembalaan tersebut, sehingga berdampak negatif terhadap pelayanan dan pertumbuhan gereja. Asian Journal of Philosophy and Religion (AJPR) Vol. No. 1 2022: 15-28 Manullang berkata bahwa terdapat kesulitan dalam pertumbuhan dan pengembangan gereja selama masa pandemi dikarenakan aktivitas dan pelayanan gereja semakin dibatasi karena kepatuhan terhadap aturan pemerintah di satu sisi, tetapi juga karena pelayan-pelayan Tuhan juga mengalami ketakutan (Manullang, 2. Luhut Sinaga berpandangan bahwa orang percaya sudah termeterai oleh Roh Kudus dan dipimpin oleh-Nya, sehingga kehidupannya menunjukkan buah Roh Kudus. Namun faktanya, kebanyakan telah kehilangan sukacita serta semangat dalam melayani dikarenakan minim keintiman dengan Roh Kudus sehingga kehilangan pula Iman maupun Hikmat yang dari-Nya (Sinaga, 2. Menurut Ngabalin. Gereja dalam ketaatannya kepada Yesus sebagai Kepala Gereja, dengan perantaraan Roh Kudus dapat berkontribusi menguatkan iman umat Tuhan sehingga dalam pelaksanaan apa yang menjadi tugas pelayanan mereka, mereka tekun dan tabah dikarenakan fokus iman dan hikmat mereka terdapat pada Yesus (Ngabalin, 2. Subekti berpandangan bahwa persoalan gereja di masa sekarang adalah pertumbuhan ekspansif yang cenderung lamban dikarenakan gereja telah fokus pada pelayanan intern dalam gedung gereja dan melalaikan tugas menerbitkan penuai-penuai yang diutus menjangkau bangsa-bangsa (Subekti, 2. Menurut Gidion, kelesuan rohani yang ditemukan di dalam gereja hari ini merupakan dampak penolakan karya dan peran Roh Kudus di Roh Kuduslah menghidupi maupun menggerakkan pertumbuhan gereja dari masa ke masa (Gidion, 2. Roh Kudus merupakan fondasi dari masa ke masa dalam eksistensi, pelayanan dan pertumbuhan gereja dan tanpa peran-Nya gereja pasti mengalami kesulitan dan mustahil dapat bertahan, sebab mempertahankan eksistensi gereja tidak dapat dicapai oleh kekuatan manusia yang sangat Maka menurut Gunawan, bagian semua yang telah merespons panggilan Allah berkewajiban melaksanakan tugas sebagai tanggung jawab orang percaya dengan penuh kesetiaan hingga kedatangan Tuhan Kembali (Gunawan, 2. Maka. Roh Kudus menjadi kebutuhan utama gereja sebagai Tubuh Kristus, sebab gereja lahir, tetap eksis serta melayani dan bertumbuh melalui karyanya, sehingga bukanlah sebuah pilihan, sehingga dalam pelayanan apa pun demi eksistensi dan pertumbuhannya, gereja wajib melibatkan dan mengandalkan Roh Kudus sebagai Pemimpin dan Penolong Sejati. Oleh karena itu, berdasarkan latar belakang yang sudah diuraikan Manaroinsong,Setiawan. Raranta. Pasaribu dan Nicolas sebelumnya, penulis bertujuan menganalisis peran Roh Kudus dalam eksistensi, pelayanan dan pertumbuhan Gereja. METODE PENELITIAN Pendekatan yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif yang dihubungkan dengan pengalaman gereja mula dengan studi pustaka dengan menghasilkan tulisan maupun ucapan, serta perilaku dalam konteks tertentu dengan pengkajian secara holistik dan juga komprehensif (H. , 2. , dengan mengumpulkan data melalui berbagai jurnal, buku yang berhubungan dengan topik yang dikaji, juga melalui wawancara. HASIL DAN PEMBAHASAN Kajian Teks Alkitab tentang Peran Roh Kudus Dalam Eksistensi. Pelayanan, dan Pertumbuhan Gereja Hari Pentakosta atau hari pencurahan Roh Kudus menjadi momen yang bersejarah bagi gereja Tuhan, sebab turunnya Roh Kudus sesuai janji Bapa atas para murid Kristus bukan sekadar untuk memenuhi dan meneguhkan status mereka sebagai pengikut Kristus, tetapi juga memberi kepada mereka kuasa yang supra natural dengan tujuan memaksimalkan pelayanan mereka dalam rangka memperluas Kerajaan Allah sesuai Amanat Agung Yesus Kristus. Yesus dalam Kisah Para Rasul 1:4 melarang para murid-Nya meninggalkan Yerusalem sebelum mereka dipenuhi Roh Kudus, padahal dalam Kitab-kitab Injil Dia yang memerintahkan dan mengutus mereka memberitakan Kabar baik tentang Kerajaan Allah (Mat. 28:19-20. Mrk. 16:1. Alasannya adalah bahwa mereka sebagai tubuh Kristus membutuhkan perlengkapan dari tempat yang Maha Tinggi untuk tetap eksis dalam panggilan dan pelaksanaan agenda Ilahi (Luk. Sebelumnya. Yesus berulang kali menyampaikan kepada murid-murid-Nya tentang pentingnya kehadiran dan peran Roh sebagai Penolong yang akan menyertai gereja dari waktu ke waktu (Yoh. , dan memberi kepadanya kuasa atau kemampuan untuk menyaksikan Kristus kepada dunia ini (Kis. Dalam pelayanan, peran Roh Kudus pun sangat nampak, sebagai salah satu contohnya Petrus yang tadinya penakut dan menyangkali Yesus sampai tiga kali, oleh kuasa Roh Kudus dimampukan berkhotbah dengan efektif dan dalam urapan yang baru di Yerusalem di Hari Pentaskosta sehingga banyak orang memberi diri dibaptis (Kis. 2:14-. , dia juga bersama dengan Yohanes menyembuhkan orang yang Asian Journal of Philosophy and Religion (AJPR) Vol. No. 1 2022: 15-28 lumpuh sejak lahir di gerbang pintu Bait Allah (Kis. 3:1-. , sehingga dengan demikian, peran Roh Kudus terlihat dari kualitas dan efektivitas pelayanan yang mulai diperlihatkan para Rasul. Berkaitan dengan pertumbuhan sebagai halikat gereja sebagai organisme dan organisasi yang mewakili Kerajaan Allah di bumi, oleh peran Roh Kudus setiap hari jumlah orang yang dimenangkan bagi Kristus meningkat, dan kualitas hidup mereka pun semakin serupa dengan Kristus dengan hidup saling berdampingan dalam kesatuan dan kepedulian satu dengan yang lainnya (Kis. 2:41-47. 4:32-37. Kis. Itu memberi gambaran jelas pertumbuhan gereja yang tidak terbatas pada pertumbuhan secara kuantitas saja, tetapi juga pertumbuhan secara kualitas seturut dengan kehendak Allah dan yang dikerjakan oleh Roh Kudus yang juga adalah Roh Kristus di dalam gereja dan melalui gereja bagi penggenapan tujuan Ilahi. HASIL PENELITIAN Tabel 1. Apa peran Roh Kudus dalam eksistensi, pelayanan dan pertumbuhan gereja. Narasumber Jawaban Melahirkan gereja Memberi kuasa dan memperdayakan pelayanan gereja Merintis, ambil bagian dalam pelayanan dan memastikan pertumbuhan gereja Mengurapi dan menampukkan orang percaya dalam pelaksanaan pelayanan Merintis dan mengerjakan bersama jemaat pertumbuhan gereja Memimpin gereja dalam pertumbuhan kualitas iman Melengkapi memaksimalkan pelayanan gereja. Menggerakkan pertumbuhan melalui penuaian jiwa-jiwa Memberdayakan gembala dan pelayanan untuk melayani jemaat dengan tujuan mereka bertumbuh dan mengakar dalam iman kepada Kristus. Manaroinsong,Setiawan. Raranta. Pasaribu dan Nicolas N10 Menyempurnakan supaya gereja bertumbuh dalam segala Atas pertanyaan Apa peran Roh Kudus dalam eksistensi, pelayanan dan pertumbuhan gereja melalui wawancara yang telah dilaksanakan pada Sabtu 19 Februari 2022 berlokasi di Taman Palem Lestari Jakarta Barat, dari sepuluh narasumber yang terdiri dari gembala, pelayan serta jemaat, dapat dirangkum hasil jawaban yang telah diperoleh berdasarkan tabel 1 yang terdapat di atas sebagai berikut: Roh Kudus berperan sebagai perintis gereja. Roh Kudus memberdayakan pelayan untuk pelaksanaan tugas pelayanan gereja, dan Roh Kudus menggerakkan pertumbuhan gereja dalam segala hal. PEMBAHASAN Roh Kudus berperan sebagai perintis gereja Perintis mengerjakan sesuatu sampai dipandang sebagai pelopor. Roh Kudus pada hakikat-Nya dapat dikatakan sebagai pelopor gerakan kekristenan yang adalah persekutuan mereka yang telah beriman kepada Kristus dan hidup untuk memenuhi panggilan surgawi. Sebab, sebelum berkumpul dan bersekutu sebagai gereja atau Tubuh Kristus, lebih dulu diperlukan iman kepada Kristus. Apa bila dipandang dari sisi keselamatan yang didasari pada iman kepada Kristus Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Roh Kuduslah yang berperan membawa manusia menjadi bagian dari suatu perjalanan hidup baru dengan Tuhan sehingga memungkinkan mereka dapat menikmati buah dari karya Kristus di kayu salib. 1 Korintus 12:3 menegaskan bahwa melalui Roh Kuduslah seseorang dapat percaya kepada Kristus sebagai Tuhan, dan tanpa Dia, tidak terdapat satu orang pun yang dapat mengakui Yesus sebagai Tuhan. Maka searah. Edy Syahputra menyatakan bahwa Roh Kudus memberi kemungkinan kepada setiap orang untuk beriman lebih awal, sehingga di dalam Roh tersebut mereka memperoleh pemahaman yang benar tentang apa yang mereka imani, sebab itu memberi petunjuk bahwa mereka perlu Roh Kudus untuk dapat percaya (Sihombing, 2. Arifianto dan Sumiwi juga sependapat bahwa peran Roh Kudus berdasarkan Yohanes 16 ayat yang ke-13 adalah menuntun orang dalam kebenaran (Yonatan Arifianto Alex, 2. Asian Journal of Philosophy and Religion (AJPR) Vol. No. 1 2022: 15-28 dalam arti dalam iman kepada Dia yang Benar dan membenarkan mereka yang tidak benar. Hal yang sama dapat diperhatikan pada peristiwa di hari Pentakosta ketika Roh Kudus turun dan memenuhi para murid yang sedang berkumpul dalam penantian akan janji yang telah disampaikan oleh Kristus sebelum pengangkatan-Nya, sehingga menggemparkan suatu kota di mana terdapat penduduk dari berbagai bangsa sehingga sejumlah besar orang memberi diri untuk dibaptis dan mendeklarasikan iman mereka kepada Kristus (Kis. 2:1-. Tentu hal ini bukanlah dirancang maupun dipersiapkan oleh manusia, tetapi oleh Allah sendiri, sebab Kristus telah menyampaikan kepada para murid-Nya untuk menetap di Yerusalem dalam rangka menerima Roh Kudus yang akan mengawali sebuah gerakan yang dahsyat melalui umat Allah atau gereja Tuhan, dan itu bukanlah mendadak atau kebetulan terjadi, tetapi sudah dipersiapkan dan direncanakan sejak semula oleh Allah (Kis. 1:4-. Dengan demikian manusia menjadi alat yang digunakan untuk mengambil bagian dalam perintisan yang dikerjakan oleh Roh Kudus. Maka sesungguhnya, bukanlah Petrus dan Rasul-rasul lain yang berinisiatif mengawali perintisan gereja, tetapi Yesus yang lebih dulu menyampaikan bahwa gereja-Nya akan dibangun di atas fondasi batu karang yang teguh, dan menyerahkan kunci Kerajaan Surga kepadaNya (Mat. 16:18-. Maka, kehadiran Allah dalam Roh Kuduslah yang membuat sidang jemaat sebagai gereja. (Manalu, 2. Berdasarkan fakta bahwa menjadi bagian dari gereja Allah sehingga berstatus milik dan tubuh-Nya diawali dari iman kepada Kristus, menunjukkan betapa pentingnya peran Roh Kudus dalam tercapainya keselamatan mereka yang mengambil bagian dalam gerejaNya. Sebab gereja Tuhan diawali dari mereka yang telah diselamatkan. Oleh karena itu. Yoel Benyamin berkata bahwa Roh Kudus merupakan jaminan dan memeteraikan mereka yang diselamatkan untuk menjadi bagian kehidupan surgawi yang kekal (Benyamin. Dan kehidupan kekal sesungguhnya diawali sejak keselamatan melalui iman kepada Kristus, sebab gereja Tuhan dimulai dari iman dan pengenalan akan Tuhan dan Kristus sesuai Yohanes 17:3, dan itulah karya Roh Kudus sehingga dapat dikatakan bahwa peran Roh Kudus sebagai Perintis Gereja tampak nyata, seperti yang dikatakan oleh Kasper dan dikutip oleh Edy Syaputra bahwa Roh Kudus berfungsi sebagai pemersatu dan Pembentuk Gereja pada pencurahan Roh Kudus di momen Pentakosta, sehingga Ia menjadikan semua orang percaya satu bukan di dalam perbedaan (Kasper. Manaroinsong,Setiawan. Raranta. Pasaribu dan Nicolas Hal yang serupa diutarakan oleh Sumiwi dengan berkata bahwa kelahiran baru sebagai syarat memasuki Kerajaan Allah merupakan karya dan pekerjaan Roh Kudus yang terjadi permulaan kehidupan mereka yang percaya (Endang, 2. Dengan dipenuhi Roh Kudus pada Hari Pentakosta, terlihat suatu perbedaan yang jelas dan nyata dalam eksistensi persekutuan pengikut Kristus dibanding sebelum peristiwa yang istimewa itu terjadi di Yerusalem. Maka. Peran Roh Kudus nampak sangat menonjol sehingga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari lahirnya organisme Ilahi yang disebut gereja, searah dengan apa yang disampaikan oleh (Adi Putra, 2. dengan berpendapat bahwa dalam perikop Kisah Para Rasul 2:41-47 secara khusus, setiap peristiwa perlu dipandang sebagai karya Allah yang Roh Kudus sehingga melalui khotbah Petrus gereja mula-mula lahir. Roh Kudus memberdayakan pelayan untuk pelaksanaan tugas pelayanan Roh Kudus bukan sekedar menjadi perintis gereja, tetapi terus menerus mengambil bagian dalam pelaksanaan pelayanan gereja yang dipimpin-Nya dengan memperdayakan mereka yang telah dipilih dan tetapkan Allah untuk Hal ini searah dengan pendapat narasumber N2. N4. N7 dan N9 yang menyatakan bahwa peran Roh Kudus adalah memberi kuasa dan memperdayakan pelayanan gereja, mengurapi dan menampukkan orang percaya dalam pelaksanaan pelayanan, melengkapi orang percaya untuk memaksimalkan pelayanan gereja, memberdayakan gembala dan pelayanan untuk melayani jemaat dengan tujuan mereka bertumbuh dan mengakar dalam iman kepada Kristus. Andiane dkk. menyampaikan bahwa pelayanan dalam kekristenan tidak dapat dilakukan tanpa Roh Kudus dan karunia-karunia-Nya, sebab pelayanan Kristen yang sesungguhnya senantiasa melibatkan Alkitab yang adalah firman Allah dan Roh Kudus (Andiane, gregorius Suwito, 2. Yesus dengan terang-terangan bahwa ketika murid-murid-Nya akan menerima Roh Kudus, mereka akan diperlengkapi dengan kuasa yang akan menampukkan mereka melakukan tugas pelayanan mereka sebagai saksi-Nya dengan maksimal di mana pun mereka berada, di mulai dari Yerusalem hingga ke seluruh penjuru di muka bumi (Kis. Karunia-karunia Roh Kudus: yakni karunia hikmat, pengetahuan, iman, mukjizat, bahasa roh, nubuatan, menafsir bahasa roh, membedakan roh, menyembuhkan yang dibagikan kepada setiap Asian Journal of Philosophy and Religion (AJPR) Vol. No. 1 2022: 15-28 orang percaya seturut dengan kerelaan-Nya bertujuan memberi kapasitas dan kecakapan dalam rangka memelihara tubuh Kristus dan menjawab berbagai kebutuhan yang menjadi bagian tugas panggilan gereja . Kor. 12:7-. Secara khusus ayat 11 memberi penegasan bahwa semua karunia itu merupakan karya Roh Kudus yang dikerjakan-Nya melalui gereja sesuai dengan rencana dan kehendak Ilahi. Juga Roh Kudus dalam rangka pelaksanaan pelayanan gereja menganugerahkan karunia bernubuat, melayani, mengajar, menasihati (Rm. 12:7-. Semuanya itu maksudkan agar orang percaya mampu mempraktikkan kasih kepada sesama tanpa pamrih. Gidion Roh Kudus memperdayakan gereja adalah dengan membawa terang dalam budi mereka yang telah percaya sehingga dengan demikian mereka memahami ajaran Yesus yang telah diajarkan sebelumnya (Gidion, 2. Roh Kudus bukan sekedar merupakan Penolong dan Penghibur bagi gereja, melainkan juga Guru yang memperlengkapi jemaat Tuhan dengan pengetahuan yang benar dan sehat tentang apa yang menjadi kehendak Allah yang memerdekakan dengan mengajarkan bukan sebagian kebenaran tetap membawa mereka masuk dalam seluruh kebenaran yang menjadi terang bagi setiap langkah mereka di dalam melayani Allah (Yoh. Roh Kudus mengambil keputusan bersama dengan para Rasul berkaitan dengan persoalan doktrinal yang terjadi dalam (Kis. 15:28-. penggembalaan jemaat (Kis. , menampukkan para Rasul dalam melaksanakan tugas misi melalui penginjilan . Tes. seperti halnya dengan Petrus yang setelah pengalaman di hari Pentakosta dipenuhi keberanian sehingga berkobar-kobar dalam memberitakan Kabar Baik, sehingga berhasil menghasilkan buah jiwa-jiwa bagi Kerajaan Allah. Ia adalah Sumber nubuat . Ptr. , bahkan Roh menolong orang percaya untuk berdoa seturut dengan kehendak Allah (Rm. 8:26-. Roh Kudus juga memberi keberanian dan ketabahan kepada para Rasul dalam menanggung penderitaan yang harus mereka lalui, seperti halnya dengan Paulus dan Rasul-rasul yang sehingga pada akhirnya meninggal sebagai martir bagi kemuliaan Allah. Roh menjadwalkan dan menentukan langkah pelayanan para Rasul dan juga menghalangi agenda-agenda pelayanan yang tidak sesuai dengan agenda Allah (Kis. 13:4. 16:6-. Ia juga mentransformasi orang percaya sebagai ciptaan yang baru dari waktu kepada keserupaan dengan Kristus. Maka. Sumiwi berkata bahwa pekerjaan Roh Kudus dalam gereja tampak dari buah roh yang Manaroinsong,Setiawan. Raranta. Pasaribu dan Nicolas menyatakan karakter Kristus, oleh karena mustahil bagi orang berdosa menunjukkan karakter Kristus tanpa peran Roh Kudus (Endang, 2. Roh Kudus memperdayakan jemaat sebagai gereja dalam segala aspek demi mempertahankan eksistensi gereja, serta memaksimalkan pelayan gereja dengan tujuan memaksimalkan pelayanan yang dilaksanakan oleh gereja dalam rangka mencapai agenda surgawi yang mulia. Maka, menjadi suatu kekeliruan yang fatal apa bila dalam pelaksanaan pelayanan gereja, jemaat mengabaikan peran Roh Kudus dan coba bergantung kepada kekuatan sendiri dan hikmat manusia yang terbatas dan sia-sia. Sebab Roh Kudus merupakan kekuatan dan sumber pelayanan apa pun yang dipraktikkan oleh gereja. (Diana dabn Silitonga, 2. berpendapat bahwa pada dasarnya, pelaksanaan pemberitaan Injil merupakan pelayanan hasil karya Roh Kudus secara pribadi, sehingga pelayanan apa pun yang dikerjakan oleh pengikut Kristus terlaksana dengan baik oleh karena campur tangan Roh Kudus di dalamnya. Roh Kudus menggerakkan pertumbuhan gereja dalam segala hal Di dalam gereja perdana, pertumbuhan gereja sesungguhnya bukan sebuah kecelakaan, melainkan bertahap dan dalam kontrol dan kepemimpinan Roh Kudus. Setelah pencurahan Roh Kudus atas orang percaya di hari Pentakosta, gerakan kebangunan rohani dimulai sehingga melalui khotbah Petrus dimenangkan tiga ribu jiwa bagi Kristus (Kis. , berkembang menjadi 5000 orang karena pemberitaan Injil dan kuasa Roh Kudus yang menyertai walau di tengah ancaman yang menyesakkan (Kis. Manalu berkata bahwa tanpa Roh Kudus yang hadir, pertumbuhan gereja tidak dapat terjadi (Manalu, 2. Recky dkk. Menyatakan hal yang serupa bahwa pertumbuhan Gereja merupakan pekerjaan Allah melalui Roh Kudus di mana gereja bergerak dalam penginjilan di semua suku bangsa yang terdapat di dunia (Pangumbahas et al. , 2. Pertumbuhan Gereja tidak cukup diorientasikan hanya pada keperluan pelayanan internal, sebab gereja yang mempunyai tanggung jawab menjadikan bangsa-bangsa murid Yesus, sehingga pertumbuhan gereja baik secara kuantitas maupun kualitas menjadi suatu kelaziman sehingga wajib terjadi. Maka Gereja mula mengalami pertumbuhan yang demikian dengan pesat dalam segala aspeknya. Hal itu sesuai dengan apa yang disampaikan oleh narasumber N3. N6. N8. N9 dan N10 yang menyatakan bahwa Roh Kudus merintis dan juga ambil bagian dalam pelayanan gereja, tetapi juga memastikan Asian Journal of Philosophy and Religion (AJPR) Vol. No. 1 2022: 15-28 pertumbuhannya, memimpin gereja dalam pertumbuhan kualitas iman, menggerakkan pertumbuhan melalui penuaian jiwa-jiwa, memberdayakan gembala dan pelayanan untuk melayani jemaat dengan tujuan mereka Kristus, menyempurnakan pelayanan gereja supaya gereja bertumbuh dalam segala hal. Berkaitan dengan Gereja Kristen Kalam Kudus di Surakarta dalam hal pertumbuhan. Timotius Haryono dkk. memperoleh hasil bahwa peran Roh Kudus adalah melimpahkan jumlah jemaat (Timotius Haryono. Budi Purnomo Indargo, 2. Dalam Pimpinan Roh Kudus para Rasul bertumbuh secara kualitas di mana tindakan kasih yang nyata ditemukan di tengah mereka, melalui persekutuan, pengajaran, doa, pemecahan roti, kepedulian yang berasal dari hati yang rindu berkontribusi dan ambil bagian dalam penderitaan sesama, dengan bahkan menjual harta-harta milik pribadi agar dibagikan untuk kepentingan bersama, di mana terdapat nama Allah dimuliakan dan dipuji (Kis. 2:41-. Bahkan selanjutnya terdapat pertumbuhan gereja melalui pembukaan jemaat di berbagai wilayah dan kota seperti di Filipi. Efesus. Tesalonika. Galatia. Berea. Antiokhia. Korintus, di Roma dan di berbagai wilayah lain. Roh Kudus terus mengobarkan api Pentakosta dalam gereja yang telah didirikan-Nya sehingga pertumbuhan gereja tidak dapat dibendung oleh apa pun dan siapa pun juga, termasuk ancaman penguasa dan penderitaan. Terbukti hingga kini, pertumbuhan gereja terus terjadi sehingga di seluruh penjuru bumi ditemukan jemaat Tuhan yang dirintis oleh Roh Kudus sehingga berita keselamatan di dalam Kristus Yesus sesuai perintah Amanat Agung terus terdengar melalui kehadiran dan pelayanan gereja yang semakin dewasa sebagai mempelai Kristus dalam penantian kedatangannya yang kedua. (Lamtota Manalu, 2. menyatakan bahwa oleh karena pertolongan dan peran Roh Kudus pemberitaan Injil dengan keberanian terus dilakukan para Rasul dan para pengikut Kristus, sehingga pertumbuhan gereja yang terdapat di dalam Kisah Para Rasul terus terjadi walaupun di tengah penganiayaan yang dialami mereka. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI Berdasarkan pembahasan yang telah dielaborasikan, dapat disimpulkan bahwa eksistensi, pelayanan dan pertumbuhan gereja merupakan karya Roh Kudus dengan cara memperdayakan orang-orang percaya demi penggenapan Manaroinsong,Setiawan. Raranta. Pasaribu dan Nicolas karya dan rencana Allah bagi dunia. Eksistensi, pelayanan dan pertumbuhan gereja tidak dapat dipisahkan dari peran Roh Kudus yang berkarya mewujudkan rencana Ilahi. Maka Roh Kudus bukan saja berfungsi sebagai perintis gereja, tetapi Dia juga ambil bagian di dalam pelaksanaan setiap pelayanan gereja dengan memperdayakan setiap pelayan dengan karuniakarunia-Nya, sehingga melalui kerja sama dengan mereka yang telah maksimal, yaitu pertumbuhan gereja dalam segala aspek: baik secara kuantitas, kualitas maupun organik. PENELITIAN LANJUTAN Menyadari keterbatasan dalam penulisan ini, penelitian selanjutnya bertujuan hendak menganalisis sebesar apa pengaruh Roh Kudus dalam penjangkauan melalui penginjilan di pendalaman wilayah Kalimantan Barat di mana terdapat suku tertentu yang masih primitif dan kemungkinan belum terjangkau oleh sebagian besar misionaris dalam rangka merespons dan melaksanakan Amanat Agung Yesus Kristus. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya diucapkan kepada para ketua sekolah Tinggi Teologi yang telah mendukung dengan sepenuh hati dan juga dana dalam rangka pelaksanaan penelitian: Yakni Ketua dari Sekolah Tinggi Teologi Permata Bangsa Barito. Ketua Sekolah Tinggi Teologi Kairos Jakarta, dan juga Ketua Sekolah Tinggi Teologi Katharos Indonesia Bekasi. DAFTAR PUSTAKA