Eastasouth Journal of Positive Community Services Vol. No. Januari, 2026, pp. ISSN: 2963-2625. DOI: 10. 58812/ejpcs. Akselerasi UMKM: Pendampingan Keuangan. Digitalisasi dan Branding pada UMKM Kuliner Kota Depok Nur Fitri Dewi1. Jessica Adelia2. Salaisah Almani Fatiha3. Widodo Putra Manahuang4. Dwi Rachmawati5. Suci Ayu Sudari6. Hadi Wijaya7. Nora Listiana8. Agnemas Yusoep Islami9. Rahmawati Ulfah10 1,2,3,4,5,6,7,8,9 Universitas Global Jakarta, 10 Politeknik Negeri Semarang *Corresponding author E-mail: nurfitridewi@jgu. id (Nur Fitri Dew. * Article History: Received: Januari 2026 Revised: Januari 2026 Accepted: Januari 2026 Abstract: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat pengelolaan usaha UMKM Warung Mpok Iyam yang bergerak di sektor kuliner di Kota Depok. Meskipun memiliki potensi usaha yang baik melalui fasilitas pendukung seperti mushola, area parkir yang luas, dan kolam renang anak, usaha ini masih menghadapi permasalahan berupa pencatatan keuangan yang belum terstruktur, sistem pembayaran konvensional, lemahnya branding, serta belum optimalnya pemasaran digital. Metode yang digunakan adalah pendampingan partisipatif melalui tahapan observasi, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil keteraturan pencatatan keuangan, penerapan pembayaran digital QRIS, penguatan identitas visual usaha, serta pemanfaatan media sosial Instagram sebagai sarana promosi. Pendampingan ini mendorong pengelolaan usaha yang lebih profesional dan adaptif terhadap perkembangan digital. Keywords: Branding. Digitalisasi. Pendampingan Keuangan. UMKM Pendahuluan Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian nasional dan berperan strategis dalam penyerapan tenaga kerja serta pemerataan pendapatan. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa UMKM di Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam aspek pengelolaan usaha dan pemanfaatan teknologi digital, terutama pada sektor kuliner yang didominasi oleh usaha berskala mikro (D. Silvia et al. , 2. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi melalui pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan. Sektor kuliner memiliki tingkat persaingan yang tinggi dan menuntut pelaku usaha untuk mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen. Studi empiris menunjukkan bahwa digitalisasi pemasaran dan pencatatan keuangan Journal homepage: https://ejcs. eastasouth-institute. com/index. php/ejpcs Vol. No. Januari, 2026, pp. sederhana berpengaruh positif terhadap peningkatan kinerja dan daya saing UMKM (Purnamasari et al. , 2. Namun, sebagian besar UMKM masih mengalami keterbatasan literasi digital dan belum memanfaatkan teknologi secara optimal. Pengelolaan keuangan menjadi aspek krusial dalam keberlanjutan UMKM. Penelitian menunjukkan bahwa UMKM yang menerapkan pencatatan keuangan sederhana secara konsisten memiliki kemampuan yang lebih baik dalam mengontrol arus kas dan mengambil keputusan usaha (R. Silvia et al. , 2. Tanpa pencatatan yang memadai, pelaku UMKM berisiko mengalami kesalahan dalam evaluasi kinerja Selain pengelolaan keuangan, digitalisasi sistem pembayaran juga menjadi kebutuhan penting. Implementasi QRIS terbukti mampu meningkatkan efisiensi transaksi, kenyamanan konsumen, serta mendorong transformasi digital UMKM (Wijaya et al. , 2. Adopsi sistem pembayaran non-tunai juga mencerminkan kesiapan UMKM dalam menghadapi ekosistem ekonomi digital. Aspek branding dan pemasaran digital turut berperan dalam meningkatkan daya saing UMKM. Penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi mampu memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan UMKM secara signifikan (Siti Khairani et al. , 2. Identitas visual yang kuat dan konsisten membantu membangun kepercayaan konsumen serta memperkuat posisi usaha di pasar. UMKM Warung Mpok Iyam memiliki potensi usaha yang cukup besar untuk berkembang karena didukung oleh fasilitas penunjang yang jarang dimiliki warung kuliner sejenis, seperti ketersediaan mushola, area parkir yang luas, serta kolam renang untuk anak-anak yang dapat menarik kunjungan keluarga. Fasilitas tersebut memberikan nilai tambah bagi konsumen dan membuka peluang peningkatan jumlah Namun, potensi tersebut belum dimanfaatkan secara optimal karena masih lemahnya aspek branding dan promosi usaha. Warung belum memiliki identitas visual yang kuat, media promosi yang memadai, serta belum memanfaatkan pemasaran digital secara maksimal. Selain itu, pengelolaan keuangan yang masih sederhana dan sistem pembayaran yang sebelumnya konvensional turut membatasi kemampuan usaha dalam memantau kinerja dan mengembangkan strategi bisnis. Kondisi ini menyebabkan Warung Mpok Iyam masih kurang dikenal oleh masyarakat luas dan berdampak pada tingkat pendapatan yang relatif rendah meskipun memiliki potensi daya tarik yang cukup besar. Vol. No. Januari, 2026, pp. Gambar 1. Survey Awal Warung Mpok Iyam dan Fasilitas Warung Warung Mpok Iyam merupakan salah satu UMKM kuliner di Kecamatan Sukmajaya. Kota Depok, yang masih dikelola secara konvensional dengan keterbatasan pada aspek pencatatan keuangan, sistem pembayaran, serta pemasaran Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini difokuskan pada pendampingan pengelolaan keuangan, digitalisasi pembayaran, penguatan branding, dan pemasaran digital. Tujuan pengabdian adalah mendorong perubahan sosial berupa peningkatan kemampuan dan kesadaran pelaku UMKM dalam mengelola usaha secara profesional dan adaptif terhadap perkembangan Metode Kegiatan menggunakan metode pendampingan partisipatif. Pendekatan ini dipilih karena menempatkan mitra sebagai subjek aktif dalam setiap tahapan kegiatan, sehingga solusi yang diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi riil usaha. Subjek pengabdian adalah UMKM Warung Mpok Iyam yang berlokasi di Jl. Aster 1. Grand Depok City. Kecamatan Sukmajaya. Kota Depok. Tahapan kegiatan pengabdian meliputi empat tahap utama. Tahap pertama adalah observasi dan identifikasi masalah, yang dilakukan melalui wawancara langsung dengan pemilik usaha serta pengamatan terhadap proses operasional Tahap ini bertujuan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi pengelolaan keuangan, sistem pembayaran, branding, dan pemasaran usaha. Tahap kedua adalah perencanaan aksi bersama mitra. Pada tahap ini, tim pengabdian dan pemilik usaha berdiskusi untuk merumuskan solusi yang realistis dan mudah diterapkan. Perencanaan difokuskan pada penyusunan pencatatan keuangan sederhana, penerapan sistem pembayaran digital QRIS, penguatan Vol. No. Januari, 2026, pp. identitas visual usaha, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran. Tahap ketiga adalah implementasi program pendampingan. Tim memberikan pelatihan singkat dan pendampingan langsung kepada mitra dalam penggunaan aplikasi pencatatan keuangan, penyusunan laporan sederhana menggunakan Microsoft Excel, proses penggunaan QRIS, serta pembuatan dan pengelolaan akun media sosial Instagram. Tahap terakhir adalah evaluasi, yang dilakukan untuk menilai perubahan pengelolaan usaha dan dampak yang dirasakan oleh mitra setelah program pendampingan dilaksanakan. Hasil Aspek Keuangan Tim menginstruksikan dan melatih pemilik menggunakan aplikasi Kasir Pintar untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi setiap harinya. Selain itu, dibuatkan template laporan di Microsoft Excel untuk merekap total pemasukan, pengeluaran operasional . istrik, bahan bak. , dan laba bersih di akhir periode. Hasil pendampingan pada aspek keuangan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengelolaan data keuangan UMKM Warung Mpok Iyam. Gambar 2. Pendampingan Aplikasi Kasir Pintar Gambar 2 memperlihatkan penggunaan aplikasi Kasir Pintar sebagai alat pencatatan transaksi harian. Melalui aplikasi ini, setiap transaksi penjualan dicatat secara real time, mencakup jenis produk, jumlah penjualan, dan nilai Fitur laporan penjualan harian dan rekap produk terlaris Vol. No. Januari, 2026, pp. memungkinkan pemilik usaha untuk mengetahui menu yang paling diminati konsumen, sehingga dapat menjadi dasar dalam pengambilan keputusan terkait penyediaan bahan baku dan strategi penjualan. Gambar 3. Template Laporan di Microsoft Excel Selanjutnya. Gambar 3 menunjukkan template laporan keuangan sederhana berbasis Microsoft Excel yang digunakan untuk merekap data transaksi dari aplikasi Kasir Pintar. Template ini memuat pencatatan pemasukan, pengeluaran operasional, serta perhitungan laba bersih secara Melalui penggunaan template tersebut, pemilik usaha mampu melakukan pemisahan yang jelas antara modal usaha dan keuntungan, yang sebelumnya belum dilakukan secara terstruktur. Rekapitulasi keuangan yang tersaji dalam bentuk tabel juga memudahkan pemilik dalam memantau arus kas dan mengevaluasi kinerja usaha secara berkala. Secara keseluruhan, integrasi antara aplikasi Kasir Pintar dan template laporan Microsoft Excel memberikan pemilik UMKM kendali penuh terhadap data keuangan usaha. Sistem pencatatan ini tidak hanya meningkatkan akurasi dan keteraturan data keuangan, tetapi juga mendorong perubahan perilaku pengelolaan usaha ke arah yang lebih profesional dan berbasis data. Aspek Branding Tim mendesain Logo Resmi Warung Mpok Iyam dan mencetak Banner fisik sebagai identitas lokasi. Selain itu, dibuatkan Daftar Menu yang dilaminasi agar awet dan informatif. Vol. No. Januari, 2026, pp. Gambar 4. Desain Banner. Poster Daftar Menu dan Logo Gambar 4 menunjukkan hasil pendampingan pada aspek branding melalui desain logo, banner, dan poster daftar menu Warung Mpok Iyam. Logo dirancang sebagai identitas visual utama yang merepresentasikan karakter usaha kuliner yang sederhana, mudah dikenali, dan ramah bagi konsumen. Banner usaha memuat nama dan logo warung sehingga meningkatkan visibilitas lokasi serta memberikan kesan profesional bagi pelanggan, khususnya pelanggan baru. Sementara itu, poster daftar menu disusun secara informatif dengan mencantumkan variasi menu dan harga secara jelas, sehingga memudahkan konsumen dalam memilih produk dan mempercepat proses pemesanan. Penerapan elemen branding tersebut secara keseluruhan mampu memperkuat identitas usaha, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta mendukung citra Warung Mpok Iyam sebagai UMKM kuliner yang lebih tertata dan profesional. Aspek Digitalisasi Tim membantu proses registrasi hingga terbitnya kode QRIS atas nama Warung Mpok Iyam. Tim juga mengedukasi pemilik mengenai cara memverifikasi pembayaran yang masuk ke saldo rekening. Vol. No. Januari, 2026, pp. Gambar 5. QRIS Pembayaran by GoMerchant Gambar 5 menunjukkan penerapan sistem pembayaran digital menggunakan QRIS by GoMerchant pada UMKM Warung Mpok Iyam sebagai hasil pendampingan aspek digitalisasi pembayaran. Kode QRIS yang dipasang di area kasir memungkinkan pelanggan melakukan transaksi non-tunai melalui berbagai aplikasi dompet digital dan mobile banking secara cepat dan Penerapan QRIS ini mempermudah proses transaksi, mengurangi ketergantungan pada uang tunai, serta meminimalkan risiko kesalahan perhitungan dan kekurangan uang kembalian. Selain itu, setiap transaksi yang masuk tercatat secara otomatis dalam sistem, sehingga membantu pemilik usaha dalam memantau penerimaan secara lebih akurat dan transparan. Implementasi pembayaran QRIS ini menunjukkan peningkatan kesiapan UMKM Warung Mpok Iyam dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi keuangan digital dan mendukung efisiensi operasional usaha. Aspek Pemasaran Digital Tim melakukan aktivasi media sosial dengan membuat akun Instagram resmi dengan username @warungmpokiyam_. Tim juga melakukan sesi foto produk . ood photograph. yang estetik dan secara rutin mengunggah konten berupa info menu, promo, serta jam operasional warung. Vol. No. Januari, 2026, pp. Gambar 6. Konten Instagram Gambar 6 menampilkan contoh konten Instagram resmi Warung Mpok Iyam yang dihasilkan dari kegiatan pendampingan pada aspek pemasaran Konten yang diunggah berupa foto produk makanan dan minuman yang disajikan secara visual menarik, disertai informasi singkat mengenai menu, harga, dan jam operasional usaha. Penggunaan media sosial Instagram sebagai sarana promosi bertujuan untuk meningkatkan visibilitas usaha dan memperluas jangkauan pasar di luar konsumen sekitar lokasi warung. Melalui konten yang diunggah secara konsisten. Warung Mpok Iyam mulai membangun kehadiran digital . igital presenc. dan interaksi dengan calon konsumen, sehingga mendukung upaya peningkatan daya saing dan pengenalan merek UMKM secara berkelanjutan. Diskusi