e-ISSN 2540-9263 IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education Vol. 11 No. Januari, 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 26740/it-edu. Pengembangan LMS Berbasis Moodle AuRouteNetZoneAy menggunakan Model PjBL guna Meningkatkan Kompetensi Administrator Jaringan Siswa TKJ Amanda Meilia Putri1. Ekohariadi2 Pendidikan Teknologi Informasi. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Surabaya Artikel Info Abstrak: Latar belakang dilakukannya kegiatan ini berdasar Kata Kunci: LMS Moodle. Project Based Learning. Kompetensi Routing Keywords: LMS Moodle. Project Based Learning. Routing Competence Riwayat Histor. Article (Article Submitted: 8 September 2025 Accepted: 10 November 2025 Published: 15 Januari 2026 pada pentingnya penguasaan kompetensi routing bagi peserta didik dengan jurusan TKJ di era berkembangnya teknologi informasi yang semakin pesat. Hasil observasi awal di SMKN 3 Buduran Sidoarjo menunjukkan pembelajaran yang bersifat konvensional dan belum memanfaatkan teknologi daring secara efisien, sehingga terdapat dampak pada rendahnya hasil belajar siswa dalam memahami materi routing, baik statis maupun dinamis. Oleh karena itu, media AuRouteNetZoneAy yang berbasis Learning Management System (LMS) dikembangkan dengan pendekatan PjBL. ADDIE digunakan sebagai model pengembangan dengan desain One-Group Design. Siswa kelas XI TKJ 2 SMKN 3 Buduran Sidoarjo menjadi subjek Instrumen penelitian meliputi validasi ahli materi, media, evaluasi, dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta pretest dan posttest. Hasil validasi menunjukkan LMS AuRouteNetZoneAy mendapatkan rerata skor dengan kategori sangat layak, yaitu: validasi ahli materi sebesar 88,75%, validasi ahli media sebesar 83,85%, validasi ahli evaluasi sebesar 88,75%, dan validasi RPP sebesar 85,43%. Implementasi di kelas percobaan menunjukkan terdapat nilai siswa yang mengalami peningkatan dengan rerata pretest sebesar 63,59 dan rerata posttest sebesar 79,06. Dengan demikian, pengembangan LMS ini terbukti efektif PjBL, meningkatkan pemahaman konsep, kemampuan praktik konfigurasi jaringan, serta keterampilan berpikir . ritis dan kolaborasi siswa. Abstract: This research is motivated by the importance of mastering routing competence for students in Computer and Network Engineering (TKJ) in the era of rapidly developing technology. Initial observations at SMKN 3 Buduran Sidoarjo indicated that the learning media used was still conventional and had not optimally utilized online learning technology, resulting in low student learning outcomes in understanding routing material, both static and dynamic. Therefore, a Learning Management System (LMS) AuRouteNetZoneAy based on Moodle integrated with the Project Based Learning (PjBL) model was developed. This study employed the ADDIE development model with a One-Group Pretest-Posttest Design. IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education 11. : 1-10 Amanda Meilia Putri. Ekohariadi The research subjects were students of class XI TKJ 2 SMKN 3 Buduran Sidoarjo. Instruments included expert validation sheets for material, media, evaluation, and lesson plans as well as learning outcome tests in the form of pretests and posttests. The validation results showed that the LMS "RouteNetZone" received a "very feasible" category, with validation scores of 88,75% for material experts, 83,85% for media experts, 88,75% for evaluation experts, and 85,43% for lesson plan validation. Implementation in the trial class showed an increase in student learning outcomes, with an average pretest score of 63,59 and an average posttest score of 79,06. Thus, this LMS development proved effective in supporting routing learning based on PjBL, improving conceptual understanding, practical network configuration skills, as well as studentsAo critical thinking and collaboration Corresponding Author: Amanda Meilia Putri Pendidikan Teknologi Informasi. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Surabaya Email: amandameilia. 21016@mhs. PENDAHULUAN Pada era dimana teknologi sedang marak perkembangan dengan sangat cepat menuntut dunia pendidikan untuk terus berinovasi dalam progres belajar, termasuk pada kompetensi TKJ. Siswa pada bidang keahlian TKJ diharapkan tidak hanya memiliki pemahaman aspek teoretis, melainkan memiliki keterampilan yang memadai dalam hal praktik, terutama dalam konfigurasi jaringan, manajemen router, serta penguasaan routing baik statis maupun dinamis. Berdasarkan hasil observasi di SMKN 3 Buduran Sidoarjo, pelaksanaan pembelajaran materi routing masih didominasi metode konvensional seperti ceramah dan praktik langsung tanpa dukungan media pembelajaran berbasis daring. Kondisi tersebut membuat siswa kurang optimal dalam memahami konsep routing, konfigurasi IP Address, maupun pengelolaan topologi jaringan. Padahal, kompetensi routing merupakan aspek esensial dalam pembelajaran TKJ agar lulusan mampu bersaing di industri jaringan komputer (Anggreani Made Desak, 2. Penggunaan Learning Management System (LMS) menjadi alternatif yang penting untuk menaikkan kualitas pembelajaran karena dapat dimana saja. Moodle sebagai salah satu platform LMS open-source dinilai sesuai karena mendukung integrasi berbagai fitur seperti penyediaan materi ajar, forum diskusi, evaluasi, serta penerapan studi kasus berbasis proyek. Dengan LMS, guru dapat memantau perkembangan belajar peserta didik secara daring, sedangkan siswa belajar dengan caranya masing-masing (Hidayat et al. , 2. Selain dukungan teknologi, pendekatan pembelajaran yang tepat juga diperlukan. PjBL dipilih karena siswa menjadi terlibat lebih aktif dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek PjBL menekankan pengembangan kemampuan pemecahan masalah, berpikir kritis, dan kerja sama tim (Anggreani Made Desak, 2. Dalam pembelajaran routing, penerapan PjBL memungkinkan siswa melakukan praktik konfigurasi router dengan berbagai topologi, baik sederhana maupun kompleks, serta menerapkan protokol routing statis dan dinamis. (Mukminin & Mushafanah, 2. menekankan bahwa pengembangan media pembelajaran perlu didasarkan pada analisis kebutuhan, relevansi dengan kurikulum, serta dukungan pendekatan pembelajaran yang sesuai. Hasil analisis kebutuhan guru dan peserta didik di SMKN 3 Buduran Sidoarjo menunjukkan perlunya media berbasis daring untuk melengkapi pembelajaran konvensional yang terbatas. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, pengembangan LMS AuRouteNetZoneAy menggunakan Moodle dilakukan dengan mengadopsi tahap. Model ini memiliki fleksibilitas, dan pantas digunakan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi. Rancangan penelitian yang dilakukan ini mengadopsi desain One-Group Pretest-Posttest Design agar efektivitas produk dapat diukur. IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education, 11. : 1-10 Pengembangan LMS Berbasis Moodle AuRouteNetZoneAy menggunakan Model PjBL guna Meningkatkan Kompetensi Administrator Jaringan Siswa TKJ Melalui pengembangan LMS AuRouteNetZoneAy berbasis Moodle dengan integrasi model PjBL, diharapkan pembelajaran routing di SMKN 3 Buduran Sidoarjo dapat berlangsung lebih interaktif dan Media ini juga diharapkan mampu memperkuat kompetensi siswa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan dapat dijadikan referensi bagi guru maupun pengembang media pembelajaran di bidang jaringan komputer. METODE Penelitian ini masuk dalam berjenis (R&D) yang berfokus mengembangkan produk media pembelajaran berupa Learning Management System (LMS) AuRouteNetZoneAy berbasis Moodle dengan pendekatan Project Based Learning (PjBL). Media ini dikembangkan agar layak serta efektif digunakan dalam mendukung progres pembelajaran konfigurasi routing jaringan. Gambar 1. Model Pengembangan ADDIE Sumber: (Anggraeni et al. , 2. Siswa kelas XI TKJ 2 SMKN 3 Buduran Sidoarjo menjadi subjek penelitian, dengan total 32 siswa. Pemilihan subjek dilakukan secara purposive karena kelas tersebut sedang mempelajari materi routing statis dan dinamis, serta guru produktif bersedia mendukung uji coba media pembelajaran. Analisis Kelayakan Produk Analisis validasi kelayakan produk adalah proses evaluasi hasil dari suatu penilitian yang digunakan untuk menghitung perolehan data yang dihasilkan melalui validator sebagai acuan kelayakan penggunaan media dan instrumen. Berikut langkah-langkah perhitungannya: ycyeeyeIyeiyeIyeayeiyeCyeiyeO ycyeCyesyeOyeIyeCyeiyeO (%) = ycyeUyeayee yeoyeCyeayeO yeIyeOyeIyeCyecyeCyei y yayaya% ycyeUyeayee yeoyeCyeayeO yeIyeOyeOyeCyeeyeCyecyeUyeCyea Kemudian, nilai tersebut digunakan sebagai ukuran dalam menentukan tingkat kevalidan menggunakan LMS PjBL melalui Moodle. Tabel 1. Penilaian Skor Validasi Presentase Kriteria 0% - 20% Tidak Layak 21% - 40% Kurang Layak 41% - 60% Cukup Layak 61% - 80% Layak 81% - 100% Sangat Layak Analisis Hasil Belajar Selanjutnya, hasil belajar siswa yang berupa tes kognitif beserta psikomotorik dianalisis melalui uji normalitas dan uji hipotesis. Uji normalitas dapat dilakukan dengan menggunakan ShapiroWilk, mengingat jumlah sampel kurang dari 100. Apabila data terdistribusi normal, maka dapat IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education 11. : 1-10 Amanda Meilia Putri. Ekohariadi lanjut dengan menggunakan uji Paired Sample T-Test. Dan jika data tidak normal, maka digunakan Uji Wilcoxon. Pengolahan data dilakukan menggunakan software SPSS. Uji Normalitas Dilakukan uji normalitas untuk mengatahui normal atau tidaknya suatu data penelitian karena nomalitas suatu data merupakan syarat penting untuk dilakukannya analisis Uji normalitas adalah suatu langkah yang berfungsi untuk mengetahui apakah data terdiri dari populasi terdistribusi normal atau berada dalam sebaran. Data yang dilakukan uji nomalitas menggunakan jenis uji Shapiro-Wilk karena data yang dijadikan sampel terdiri dibawah 100. Perhitungan normal tidaknya suatu data penelitian dapat dilihat dari nilai signifikansi dengan pedoman pengambilan keputusan sebagai berikut. Nilai Sig. atau signifikasi < 0,05 maka data terdistribusi tidak normal. Nilai Sig. atau signifikasi > 0,05 maka data terdistribusi normal. Uji Hipotesis Uji hipotesis paired sample t-test dilakukan untuk menganalisis data yang memiliki hubungan atau pasangan yang sepadan. Keputusan diambil berdasarkan nilai sig, apabila nilai sig diatas 0,05 maka H0 diterima serta H1 ditolak, sedangkan jika nilai sig dibawah 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Jika data tidak terdistribusi normal, maka pengujian hipotesis dapat dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon. Uji ini termasuk metode statistik nonparametrik yang berfungsi sebagai alternatif dari paired sample t-test. Dalam aplikasi SPSS, hasil Uji Wilcoxon ditampilkan melalui output kedua, yaitu bagian AuTest StatisticsAy. Keputusan diambil pada Uji Wilcoxon yang didasarkan pada nilai Sig. -taile. jika nilainya diatas 0,05 maka H0 diterima dan H1 ditolak, dan sebaliknya, jika kurang dari 0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian yang dilakukan berhasil menghasilkan media pembelajaran daring berbasis website dengan memanfaatkan platform Moodle yang dinamai AuRouteNetZoneAy. Media ini dikembangkan dengan mengintegrasikan PjBL sebagai model yang dirancang untuk menjadi pendukung dalam kegiatan belajar siswa yang berfokus pada mata pelajaran Pemasangan dan Konfigurasi Perangkat Jaringan, khususnya pada materi routing statis dan dinamis. Analisis Langkah pertama dalam pengembangan media ini adalah melakukan analisis kebutuhan secara Data diperoleh melalui observasi ketika berlangsungnya pembelajaran di kelas serta melakukan wawancara bersama guru TKJ di SMKN 3 Buduran Sidoarjo. Hasil pengumpulan data menunjukkan bahwa pembelajaran materi routing masih menggunakan metode ceramah dan praktik manual yang terbatas oleh waktu. Analisis Kebutuhan Fungsional Kebutuhan fungsional mendeskripsikan LMS agar dapat digunakan secara optimal oleh setiap pengguna. Dalam hal ini. LMS AuRouteNetZoneAy memiliki tiga jenis pengguna utama, siswa, guru beserta admin yang melakukan pengelolaan pengguna, materi ajar, jadwal kelas, serta memantau aktivitas sistem. Guru berperan mengunggah materi, merancang tugas proyek, memberikan penilaian, serta memantau perkembangan peserta didik. Sementara itu, siswa dapat mengakses materi yang sudah disediakan, mengerjakan tugas-tugas praktikum, berpartisipasi dalam forum diskusi, dan melihat hasil belajar secara mandiri melalui akun masing-masing. Analisis Kebutuhan Non Fungsional Kebutuhan non-fungsional berfokus pada aspek yang mendukung kualitas kinerja LMS secara keseluruhan. Beberapa kriteria yang harus dipenuhi antara lain kecepatan akses yang stabil meskipun diakses secara bersamaan, antarmuka yang sederhana dan ramah pengguna agar mudah dipahami, keamanan data pengguna untuk mencegah kebocoran informasi. IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education, 11. : 1-10 Pengembangan LMS Berbasis Moodle AuRouteNetZoneAy menggunakan Model PjBL guna Meningkatkan Kompetensi Administrator Jaringan Siswa TKJ kemudahan pemeliharaan sistem, serta fleksibilitas akses secara daring sesuai preferensi siswa, guru, maupun admin. Design Setelah informasi kebutuhan diperoleh, langkah berikutnya adalah merancang struktur LMS agar selaras dengan tujuan pembelajaran. Tahap desain mencakup perancangan materi pembelajaran, penyusunan storyboard, penyusunan topik praktikum, penulisan instruksi tugas proyek, penyusunan soal pretest dan posttest, serta perancangan antarmuka pengguna . ser Use Case Diagram Gambar 3. Use Case Diagram Gambar 3. Merupakan perancangan alur kerja LMS divisualisasikan melalui use case yang menggambarkan urutan prosedur penggunaan LMS mulai dari login hingga penilaian Development Rancangan yang disusun sebelumnya diimplementasikan ke dalam bentuk produk nyata berupa Learning Management System (LMS) AuRouteNetZoneAy dengan rancangan sebagai berikut: Halaman Login Gambar 4. Login Pada Gambar 4. Pengguna menginputkan username dan password yang telah didaftarkan pada LMS yang dilakukan oleh admin. IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education 11. : 1-10 Amanda Meilia Putri. Ekohariadi Halaman Project Based Learning Gambar 5. Halaman PjBL Pada Gambar 5. Pengguna dapat mengakses fitur-fitur PjBL yang terdiri dari pretest, pemilihan kelompok, materi pembelajaran, forum studi kasus, membuat rumusan masalah, menentukan indikator, analisis masalah, pemilihan peran, penjadwalan proyek, monitoring proyek, pengumpulan proyek, pengumpulan ppt, serta refleksi. Halaman Pemilihan Peran Gambar 6. Halaman Pemilihan Peran Pada Gambar 6. Pengguna dapat memilih peran sesuai yang disepakati dalam kelompok. Halaman Penjadwalan Gambar 7. Halaman Penjadwalan Pada Gambar 7. Pengguna dapat menyusun kegiatan yang belum dilakukan, sedang ataupun telah selesai. IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education, 11. : 1-10 Pengembangan LMS Berbasis Moodle AuRouteNetZoneAy menggunakan Model PjBL guna Meningkatkan Kompetensi Administrator Jaringan Siswa TKJ Halaman Monitoring Proyek Gambar 8. Halaman Monitoring Proyek Pada Gambar 8. Pengguna dapat menyusun jadwal beserta waktu dan deskripsinya Pembahasan Hasil Penelitian Hasil Validasi Produk Berikut adalah hasil rekapitulasi validasi yang telah dilakukan oleh para validator No. Tabel 2. Hasil Rekapitulasi Validasi Penliaian Validasi Kevalidan Keterangan Media 83,85% Sangat Layak Materi 88,75% Sangat Layak Soal 88,75% Sangat Layak RPP 85,43% Sangat Layak Berdasarkan hasil validasi yang dilakukan oleh para ahli tedapat pada Tabel 2. , produk LMS AuRouteNetZoneAy memperoleh skor rata-rata kelayakan yang sangat baik. Hasil Tes Kognitif Uji Normalitas Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah data hasil yang diperloleh ini berpopulasi normal. Pengujian ini dilakukan karena data penelitian hanya menggunakan satu kelompok sampel. Uji normalitas pada data hasil belajar peserta didik dilakukan dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk melalui bantuan program IBM SPSS Statistics 25. Hasil analisis uji normalitas Shapiro-Wilk ditampilkan pada Tabel 3. Tabel 3. Uji Normalitas Kognitif Test of Normality Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Pretest_kognitif Posttest_kognitif Hasil uji normalitas untuk nilai kognitif pada Tabel 3. memaparkan nilai sig pada pretest 145 dan posttest adalah 0. Karena kedua nilai sig tersebut diatas 0. 05, sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa data kognitif siswa berdistribusi normal. IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education 11. : 1-10 Amanda Meilia Putri. Ekohariadi Uji Hipotesis Apabila telah dilakukan uji normalitas, diperoleh hasil bahwa data penelitian memenuhi asumsi normalitas atau berdistribusi normal. Karena itu Paired Sample T-Test dipilih. Hasil pengujian hipotesis tersebut ditampilkan pada Tabel 4. Berikut. Tabel 4. Uji Hipotesis Kognitif Paired Sample Test Mean Posttest_kognitifPosttest_kognitif Std. Dev Std Error Lower Upper Mean Sig. Berdasarkan Tabel 4. hasil uji hipotesis memperlihatkan bahwa nilai sig . -taile. sebesar 000, di mana nilai tersebut lebih kecil dari 0. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, terdapat peningkatan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest kognitif peserta didik. Hasil Tes Psikomototorik Uji Normalitas Uji ini memiliki tujuan untuk melihat apakah data memiliki populasi yang terdistribusi Pengujian ini dilakukan karena data penelitian hanya menggunakan satu kelompok Uji normalitas pada data penilaian peserta didik dilakukan dengan menggunakan uji Shapiro-Wilk melalui bantuan program IBM SPSS Statistics 25. Hasil analisis uji normalitas Shapiro-Wilk ditampilkan pada Tabel 5. Tabel 5. Uji Normalitas Psikomotorik Test of Normality Kolmogorov-Smirnov Shapiro-Wilk Statistic Sig. Statistic Sig. Pretest_kognitif Posttest_kognitif Hasil uji normalitas untuk nilai psikomotorik pada Tabel 5. menunjukkan bahwa nilai signifikansi pretest sebesar 0. 007 dan posttest sebesar 0. Syarat data dinyatakan berdistribusi normal adalah ketika nilai sig keduanya lebih dari 0. Karena nilai sig pretest kurang dari 0. 05 dan hanya posttest yang nilai signifikansinya lebih besar dari 0. 05, maka dapat disimpulkan bahwa data hasil belajar psikomotorik siswa berdistribusi tidak normal. Uji Hipotesis Setelah dilakukannya uji normalitas, diperoleh hasil bahwa data penelitian belum memenuhi asumsi normalitas atau berdistribusi tidak normal. Oleh karena itu, tahap selanjutnya adalah melaksanakan pengujian hipotesis yang telah dirumuskan dengan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil pengujian hipotesis tersebut ditampilkan pada Tabel 6. IT-Edu: Jurnal Information Technology & Education, 11. : 1-10 Pengembangan LMS Berbasis Moodle AuRouteNetZoneAy menggunakan Model PjBL guna Meningkatkan Kompetensi Administrator Jaringan Siswa TKJ Tabel 6. Uji Hipotesis Psikomotorik Test Statistic Posttest_psikomotorik Ae Pretest_psikomotoik Asymp. Sig. -taile. Berdasarkan Tabel 6. , hasil uji hipotesis memaparkan bahwa nilai sig . -taile. di mana nilai tersebut lebih kecil dari 0. Demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, terdapat peningkatan yang signifikan antara nilai pretest dan posttest psikomotorik peserta didik. KESIMPULAN Hasil penelitian ini menyatakan bahwa pengembangan Learning Management System (LMS) AuRouteNetZoneAy berbasis Moodle dengan pendekatan Project Based Learning (PjBL) secara efektif mendukung pembelajaran konfigurasi routing jaringan siswa kelas XI khususnya pada jurusan Teknik Komputer dan Jaringan. Pengembangan dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, hingga evaluasi menggunakan model ADDIE, yang terbukti menghasilkan produk pembelajaran dengan kelayakan validasi yang sangat tinggi melalui validasi para validator ahli. Hasil percobaan penggunaan LMS dalam pembelajaran juga menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif dan psikomotorik siswa, sebagaimana ditunjukkan oleh perbedaan nilai pretest dan posttest yang signifikan secara statistik. Keberhasilan LMS ini tidak hanya terletak pada kualitas kontennya, tetapi juga pada desain pembelajarannya yang mendorong keaktifan, kolaborasi, serta kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah siswa. Pendekatan PjBL yang diintegrasikan dalam platform terbukti relevan dengan tuntutan dunia kerja, khususnya dalam simulasi konfigurasi routing statis maupun dinamis menggunakan perangkat Mikrotik dan Winbox. Melihat hasil ini, pengembangan lebih lanjut dari AuRouteNetZoneAy berpotensi diarahkan pada integrasi dengan sistem penilaian otomatis, perluasan cakupan materi ke topik-topik jaringan lanjutan, serta penerapan pada kelas-kelas lain di tingkat kejuruan. Selain itu. LMS ini memiliki prospek untuk diimplementasikan dalam pembelajaran berbasis proyek di bidang teknologi lainnya, sebagai media interaktif yang mampu menjembatani teori dan praktik secara efektif. Penelitian berikutnya memberikan dampak penggunaan LMS ini utamanya pada aspek afektif siswa serta efektivitasnya dalam pembelajaran kolaboratif lintas kelompok atau lintas sekolah. DAFTAR PUSTAKA