Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 EFEKTIVITAS QRIS PADA EDC MACHINE DALAM CLOSING BILL DI VIRTUAL HOTEL PROGRAM Bambang Suharto1*. Sita Arifan Rahayu2. Damar Kristanto3. Asminar Mokodongan4 Manajemen Perhotelan. Fakultas Vokasi. Universitas Airlangga1,2,3 Pariwisata. Fakultas Vokasi. Universitas Negeri Gorontalo4 email: bambang. suharto@vokasi. 1*, sita. rahayu-2021@vokasi. Damar. Tanto. Research@gmail. com3, amiralatifah. 2012@gmail. Informasi Artikel Riwayat artikel: Disubmit: 27 Maret 2024 Direvisi: 17 April 2024 Diterima: 14 Mei 2024 Dipublikasi : 15 Juni 2024 Keywords: Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Electronic Data Capture (EDC). Kata Kunci: Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Electronic Data Capture (EDC). ABSTRACT The widespread use of the Internet of Things which has penetrated industrialisation through the use of non-cash payments has become a need for entrepreneurs and customers in the era of digitalisation technology, but the negative side is also a concern. This research aims to analyze the level of effectiveness of the closing bill input system in the Virtual Hotel Program (VHP) when using the QRIS payment method on EDC machine. Factors studied include speed, accuracy, efficiency and user satisfaction in the hope of saving time and resources. The research approach uses qualitative methods that focus on the effectiveness of using QRIS on EDC machines as well as literature reviews from previous journals. To produce relevant data, researchers use direct observation and analyse transactional data. The research results show that payments using the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) in Electronic Data Capture (EDC) machine can increase the efficiency and security of payment processes because they exceed the effectiveness of cash, credit or debit card payments, and provide a better experience for customers. Direct integration of the Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) with the Virtual Hotel Program (VHP) system also has the potential to increase hotel operational efficiency and speed up the closing bill input process. ABSTRAK Maraknya penggunaan Internet Of Thing yang merambah industrialisasi dalam bentuk penggunaan pembayaran non-tunai menjadi kebutuhan pengusaha dan pelanggan di era teknologi digitalisasi, tetapi sisi negatif juga menjadi kekhawatirannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat efektivitas sistem penginputan closing bill pada Virtual Hotel Program (VHP) saat menggunakan metode pembayaran QRIS di EDC mesin. Faktorfaktor yang diteliti, seperti kecepatan, akurasi, efisiensi, serta kepuasan pengguna dengan harapan dapat menghemat waktu dan sumber daya. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif yang fokus pada efektivitas penggunaan QRIS pada EDC mesin serta literature review dari jurnal terdahulu. Untuk dapat menghasilkan data yang relevan, peneliti menggunakan cara pengamatan langsung dan menganalisis data Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Electronic Data Capture (EDC) dapat meningkatkan efisiensi dan keamanan proses pembayaran mesin karena melebihi efektivitas pembayaran tunai, kartu kredit. COD, transfer, ataupun debit, serta memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pelanggan. Integrasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dengan sistem Virtual Hotel Program (VHP) secara langsung juga memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi operasional hotel dan mempercepat proses penginputan closing bill. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 PENDAHULUAN Perkembangan teknologi dan digitalisasi kini dapat dikatakan sebagai salah satu pendorong suatu negara untuk menuju negara yang lebih maju (Buananta dan Christian, 2024. Kiki, 2022. Wahyudi, dkk. , 2. Lambat laun semakin terlihat, sistem digitalisasi marak serta merambah semua sektor dan menjadi kebutuhan setiap umat manusia. Indonesia adalah salah satu negara yang memerlukan kemajuan tersebut. Teknologi serta digitalisasi semakin menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat saat ini, terutama masyarakat Indonesia. Sebagian besar masyarakat Indonesia memanfaatkan internet pada kesehariannya (Septiana dan Aji, 2. Berkembangnya teknologi digitalisasi, turut menarik serta ke dalam sistem pembayaran di Indonesia. Banyaknya mobilitas digitalisasi membuat perusahaan berbasis penjualan produk memanfaatkan zaman dengan cara menambah cara pembayaran secara non tunai. Pembayaran secara non tunai dapat dikatakan sebagai peran pengganti yang ke depannya semakin menggeser posisi transaksi tunai. Namun, hal ini dianggap sebagai bentuk cara menyederhanakan proses transaksi yang dilakukan antara penjual dan pembeli agar semakin efisien dan ekonomis. Seiring meningkatnya penggunaan transaksi pembayaran non tunai, kini transaksi lebih mudah karena Bank Indonesia resmi merilis Quick Response Code Indonesian Standard atau biasa disebut QRIS. QRIS yang dikembangkan Bank Indonesia bersama ASPI resmi dirilis pada tanggal 17 Agustus 2019 dan mulai efektif diberlakukan secara nasional sejak 1 Januari 2020 (Faizani dan Indriyanti, 2. QRIS adalah bentuk dari QR kode berstandar nasional yang memberikan fasilitas pembayaran secara cashless untuk mempermudah serta mempercepat transaksi, sehingga tidak perlu menyiapkan uang kembalian secara tunai (Gede. , dkk. , 2. Untuk menambah kemudahan bertransaksi, beberapa Electronic Data Capture Machine (EDC mesi. dimungkinkan menambahkan fitur transaksi menggunakan QRIS di suatu outlet hotel. Pada saat melakukan transaksi, penjual menunjukkan QR kode pada EDC mesin yang ditampilkan pada layar EDC mesin tersebut. Apabila EDC mesin masih menggunakan versi lama QR kode dicetak menggunakan kertas thermal. Dengan adanya pembayaran digital, kondisi ini mampu mewujudkan suatu bentuk efektif serta efisien dalam bertransaksi. Pengaruh ini dinilai sebagai dampak positif yang secara tidak langsung dapat meningkatkan stabilitas keuangan seseorang. Selain itu, sistem pembayaran ini fokus ke dalam kemudahan bertransaksi tanpa harus menghabiskan waktu dalam memberikan uang kembalian. Menurut Ramadani, dkk. , . menyatakan bahwa layanan keuangan di sektor pembayaran berbasis teknologi atau digital memberikan dampak yang positif bagi masyarakat dan juga perekonomian negara. Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa perubahan era dapat memberikan dampak negatif bagi pengguna teknologi seperti adanya kemungkinan terjadi abuse opportunity pada layanan digital (Adinda, 2022. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 Nurdin, dkk. , 2. Jika dengan perubahan menuju era yang lebih mudah, perlu kesiapan serta kenyamanan dalam bertransaksi secara digital menggunakan QRIS (. , 2018. Das, 2. Masyarakat perlu meningkatkan kesadaran serta hati-hati agar dapat meminimalisir resiko penipuan dalam bertransaksi digital antara penjual dan pembeli. Konsep penelitian ini fokus pada efektivitas proses bertransaksi untuk dapat mengusung keefisiensian dalam melakukan penginputan closing bill menggunakan QRIS pada EDC Mesin dengan sistem konvensional di hotel. Dengan menggunakan QRIS dapat dievaluasi tingkat ketepatan dapat mempercepat proses transaksi yang berkualitas, transparansi, dan terintegriasi dengan data secara Jika proses penginputan closing bill meningkat, diharapkan dapat mengarah pada peningkatan kepuasan layanan tamu hotel. Di sini, tingkat keakuratan mengindikasikan tingkat efektivitas operasional yang lebih baik karena penggunaan QRIS pada EDC mesin dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada tamu hotel. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat efektivitas sistem penginputan closing bill pada Virtual Hotel Program (VHP) saat menggunakan metode pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Electronic Data Capture (EDC) mesin. Melibatkan analisis terhadap faktorfaktor seperti kecepatan, akurasi, efisiensi, serta kepuasan pengguna dengan harapan waktu yang diperlukan untuk proses tersebut dapat berkurang, menghemat waktu dan sumber daya. Dengan menyediakan layanan yang lebih efisien dan modern, hotel dapat meningkatkan reputasi mereka di mata Hal ini juga dapat menghasilkan pelanggan yang lebih puas dan loyal yang lebih mungkin untuk kembali atau merekomendasikan hotel kepada orang lain. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang fokus pada topik QRIS hampir semua menggunakan pendekatan kuantitatif (Misalnya. Christian, dkk. , 2024. Hamzah, dkk. , 2024. Rafiani, dkk. , 2. Untuk menambah literatur yang hampir belum pernah peneliti temukan, penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara dan pengamatan yang fokus pada efektivitas penggunaan QRIS di EDC mesin yang terhubung dengan VHP di suatu hotel. Selain itu. Pengkajian data sekunder dari data base scopus melalui system literature review terkini berdasarkan kata kunci ditemukan sebanyak 44 Selanjutnya, dokumen artikel jurnal tersebut diseleksi berdasarkan dengan topik yang paling relevan sebanyak 5 dokumen yang memenuhi kriteria diteliti. Untuk dapat menghasilkan data yang relevan dari hasil tersebut, peneliti menganalisis data transaksional mengenai waktu yang dibutuhkan untuk melakukan transaksi serta kemudahan penggunaan sistem closing bill VHP melalui EDP mesin (Ramadhani, dkk. , 2. Adapun 5 dokumen jurnal yang dianalisis sebagaimana tabel 1. 1 berikut ini. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 Tabel 1. 1 Dokumen Jurnal yang Relevan Judul Penulis Machine Learning Model of Customer Behavior on E-Banking Transaction Using Classification Technique The Application of User Experience Questionnaire Method on the ETM Mobile Application Maximize User Experience Buananta. Septiaan Eka Ady Christian. Lay Savitra Gede Dyaya. Syarief Mahatmaditya Favian Rachman. Taqqiya Bachatsa. Ramadhani Mirza. Maulana Fairuz Iqbal. Pangestu Gusti Determinants of QRIS Usage as a Digital Payment Tool MSMEs The Use of QRIS in Jakarta: Are Usefulness Resistance Technology Stronger than Perceived Security Technological Anxiety QRIS E-payment Adoption: Customer Perspective Refiani Khalisa Marsahanda. Yunanda Rochania Ayu, dan Rusmanto Toto Christian Michael. Yulita Henilia. Sander Ongky Alex. Sunarno. Leonardo Michael Christianto Hamzah Muchtar Evan. Trianto Budi. Maulana Irwan. Alim Muhammad Nurul. Marasabessy Ruslan Husen. Hidayat Wahyu. Junaedi Edy. Masrizal Tahun Hasil Penelitian Layanan E-banking memberikan akses transaksi pembayaran kapanpun dan dimanapun melalui perangkat yang terhubung Kesadaran dan kepercayaan pengguna berdasarkan pengalaman, keyakinan, dan nilai-nilai yang dirasakan. Tingkat akurasi pembayaran QRIS menggunakan barcode rata-rata 98,61% dan waktu eksekusi 10 detik. Banyaknya inovasi online bermunculan, seperti QRIS, pembayaran online, dan Easy Take Money (ETM) karena panjangnya antrian dan tidak adanya waktu untuk menuju Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Metode User Experience Questionnaire (UEQ) membantu pengembangan aplikasi ETM usia pengguna 18-25 tahun melalui 6 skala penelitian dari 26 item diantaranya attractiveness, perspicuity, efficiency, dependability, stimulation, dan novelty. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tertinggi ada pada aspek perspicuity. Hasil penelitian dengan menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) terhadap 162 UMKM di Indonesia menunjukkan bahwa persepsi kegunaan. persepsi kemudahan penggunaan, dan persepsi resiko mempunyai pengaruh signifikan terhadap minat menggunakan QRIS. Hasil penelitian terhadap 208 responden berbasiskan wilayah metropolitan dan umur pengguna 18-25 tahun menunjukkan bahwa penerimaan QRIS sebagai alat dalam memberikan lebih banyak manfaat bagi pengguna metode pembayaran nontunai di kota metropolitan dibandingkan kesulitannya, ketidaknyamanan, atau ketakutan dalam memanfaatkan fasilitas tersebut. Hasil penelitian terhadap 195 responden dengan permodelan PLS-SEM menunjukan bahwa dua variabel utama yang mendorong pelanggan mengadopsi pembayaran electronik QRIS, yaitu pengaruh sosial dan kondisi yang memfasilitasi, sedangkan variabel ekspektasi kinerja dan ekspektasi upaya mempunyai pengaruh positif, namun tidak signifikan. Untuk mempercepat migrasi pembayaran melalui QRIS, penyedia layanan QRIS perlu membentuk opini yang baik di masyarakat melalui pegaruh sosial berkolaborasi dengan tokoh masyarakat atau orang-orang penting di komunitasnya dan memfasilitasi layanan yang mengadopsi QRIS. Sumber: https://w-scopus-com. , 2024 Dengan menggunakan metode dan pendekatan tersebut, diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi pembaca mengenai keefektivan penggunaan QRIS di EDC mesin pada proses penginputan closing bill pada VHP. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil kajian dari jurnal terdahulu, sebagian besar mengatakan bahwa pembayaran menggunakan QRIS dapat dikatakan sebagai alat pembayaran yang aman (Catharina, dkk. , 2023. Putri, , 2. Selain itu, peneliti terdahulu juga melihat adanya bentuk kemudahan di setiap prosesnya. Begitupun dalam prosesnya memiliki indikator untuk mencapai kemudahan bertransaksi. Indikator kemudahan bertransaksi berdasarkan analisis dari beberapa jurnal terdahulu dikategorikan dalam berbagai metrik, seperti berikut ini. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan transaksi, semakin cepat proses transaksi diselesaikan, semakin efisien juga proses kedepannya. Biaya yang terlibat penting untuk pengelolaan keuangan yang efektif. Kompleksitas proses, menggambarkan seberapa mudah/sulit suatu transaksi. Ketersediaan infrastruktur merujuk pada ketersediaan sistem dan teknologi yang diperlukan untuk melakukan transaksi tersebut. Ini termasuk perangkat lunak, perangkat keras, jaringan, dan platform komunikasi yang diperlukan untuk memfasilitasi transaksi yang terintegrasi. Pembayaran elektronik sering kali lebih cepat dan lebih efisien daripada pembayaran tunai atau cek. Tingkat keamanan dan perlindungan tamu hotel sangat penting untuk kepuasan layanan mereka Dari hasil temuan kategorisasi indikator itu juga diperkuat oleh hasil penelitian (Mustafa, 2. yang menyatakan bahwa aman diartikan ketika bertransaksi dengan memperhitungkan waktu, biaya, dan tingkat perlindungan konsumen itu sendiri. Namun demikian, dari hasil temuan penelitian yang lain aman lebih rinci lagi termasuk ditambahkan adanya kompleksitas tingkat kesulitannya dalam proses pembayaran tersebut baik dari sisi pembayar maupun kasirnya. Berikutnya, aman juga dilihat dari ketersediaan fasilitas perangkat lunak, perangkat keras, jaringan, dan platform komunikasi dalam suatu sistem yang saling mendukung dalam proses pembayaran yang terintegrasi di hotel tersebut. Dalam proses transaksi dengan menggunakan QRIS perlu adanya komitment etika bertransaksi untuk saling menanamkan kepercayaan agar perlindungan terhadap keduabelahpihak saling terjamin. Berdasarkan hasil pengamatan beberapa tamu bertransaksi di hotel dalam melakukan pembayaran menunjukkan bahwa integrasi QRIS dengan sistem Virtual Hotel Program (VHP) secara lebih langsung dapat memberikan sejumlah manfaat yang signifikan bagi operasional hotel. Berikut adalah temuan beberapa langkah yang terkait dengan integrasi ini: Analisis Kebutuhan: Identifikasi kebutuhan spesifik hotel dan tamu dalam menggunakan QRIS. Apakah mereka lebih memilih pembayaran instan, histori pembayaran yang tercatat, atau fitur-fitur tambahan seperti diskon atau loyalitas. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 Pemilihan Provider QRIS : Pilih penyedia QRIS yang kompatibel dengan sistem VHP dan mampu memenuhi kebutuhan hotel serta tamu. Memastikan penyedia QRIS tersebut dapat mengintegrasikan sistem dengan VHP secara langsung. Pengembangan API (Application Programming Interfac. antara sistem QRIS dan VHP. Pengembangan ini memungkinkan pertukaran data yang mulus antara kedua sistem, termasuk informasi pembayaran dan histori transaksi. Uji Coba dan Validasi : Lakukan uji coba terhadap integrasi antara QRIS dan VHP untuk memastikan bahwa transaksi dapat diproses dengan benar dan data tercatat dengan akurat dalam sistem VHP. Pelatihan Staf : Berikan pelatihan kepada staf, penyelia, dan manager hotel tentang penggunaan sistem integrasi QRIS dan VHP. Pastikan bahwa mereka dapat mengoperasikan sistem dengan baik dan memberikan layanan yang baik kepada tamu. Temuan hasil pengamatan ini juga didukung oleh hasil penelitian terdahulu (Hamzah, dkk. , 2. yang juga dikuatkan oleh penelitian Zidan . yang menyatakan bahwa tingkat efektivitas sistem penginputan closing bill pada Virtual Hotel Program (VHP) saat menggunakan metode pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada Electronic Data Capture (EDC) mesin tergantung kepekaan mengidentifikasi kebutuhan, pemilihan privider, pengembangan application Programming Interface. Uji Validasi, dan Pelatihan Penggunanya secara terintegrasi dalam suatu sisterm yang terkelola dengan baik. Selanjutnya, peneliti melakukan pengamatan secara langsung pada salah satu hotel yang menggunakan transaksi menggunakan QRIS pada EDC mesin, sebagai berikut : Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan setelah menginput nominal yang dihabiskan oleh tamu/pelanggan ke EDC mesin, hanya membutuhkan waktu kurang dari 2 menit. Namun pada proses closing bill pada sistem VHP, kasir memerlukan waktu untuk mengambil captain order di dapur, lalu menuju kembali ke kasir untuk proses closing bill dan mengelompokkan pembayaran masuk ke dalam pembayaran QRIS. Seluruh proses tidak melebihi waktu 5 menit. Tingkat kesalahan atau kegagalan transaksi cenderung lancar, namun biasanya hanya terkendala oleh sinyal dari EDC mesin ataupun sinyal dari pelanggan itu sendiri pada saat scan QR kode QRIS. Keterlibatan pelanggan saat bertransaksi yang dimaksud ialah tidak perlu bantuan atau instruksi tambahan karena mudah untuk diakses pada seluruh e-wallet, m-banking dan sebagainya. Tingkat keamanan penggunaan QRIS pada EDC mesin memiliki tingkat keamanan yang memadai untuk melindungi data dan dana pengguna. Tidak semena-mena memindahkan dana atau transaksi. tanpa verifikasi password atau pin dari e-wallet atau m-banking pelanggan. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 Pelanggan tidak ada tambahan biaya apabila pembayaran menggunakan QRIS pada EDC mesin, karena yang akan terkena biaya administrasi adalah para pelaku usaha dan hanya sekitar 0,3% - 0,7% setiap transaksi. Oleh karena itu, pembayaran menggunakan QRIS dinilai dapat lebih ekonomis daripada metode pembayaran lain seperti kartu kredit, kartu debit ataupun tunai. Data transaksional sebagaimana menurut Savitra dkk. , . serta Armita dan Suharto . menyatakan bahwa data yang berkaitan dengan transaksi bisnis yang terjadi dalam suatu organisasi atau Di sini peneliti mengamati secara langsung proses transaksi tamu dan pihak hotel itu mencakup berbagai kegiatan seperti pembelian, penjualan, pembayaran, dan proses bisnis lainnya yang menghasilkan rekaman data. Data transaksional di lapangan terlihat disimpan dalam basis data transaksional dan digunakan untuk melacak aktivitas bisnis sehari-hari, menghasilkan laporan keuangan, menganalisis tren bisnis, dan mendukung pengambilan keputusan operasional. Keakuratan, konsistensi, dan integritas data transaksional sangat penting untuk memastikan bahwa informasi yang dihasilkan dari transaksi tersebut dapat dipercaya dan bermanfaat bagi organisasi. Begitu lah hasil temuan yang banyak sekali manfaatnya dari penggunaan QRIS di EDC dan diintegrasikan dengan VHP Dari hasil temuan penelitian di lapangan dan hasil kajian jurnal-jurnal terdahulu dapatlah disimpulkan bahwa teknologi QRIS dapat memengaruhi proses bisnis di industri perhotelan. Berikut ini adalah beberapa hasil yang didapat dari mengidentifikasi kesimpulan tersebut : Peningkatan efisien dan efektif pada penggunaan QRIS di EDC mesin biasanya lebih cepat dan mudah dibandingkan dengan metode pembayaran tradisional seperti kartu kredit atau tunai. Hal ini dapat mengurangi waktu yang diperlukan untuk melakukan transaksi pembayaran, yang pada gilirannya dapat mempercepat proses penginputan closing bill di sistem VHP. Peningkatan akurasi pada penggunaan pembayaran QRIS dapat mengurangi kesalahan manusia dalam proses pembayaran. Dengan menggunakan kode QR untuk melakukan pembayaran, informasi pembayaran dapat diambil secara langsung dari aplikasi pembayaran digital konsumen, mengurangi kemungkinan kesalahan dalam memasukkan informasi pembayaran ke dalam sistem VHP. Hal ini dapat meningkatkan akurasi data dalam sistem penginputan closing bill. Kesesuaian dengan teknologi baru. Adopsi QRIS pada EDC mesin menunjukkan bahwa hotel mengikuti perkembangan teknologi pembayaran terbaru. Ini mencerminkan kesediaan hotel untuk beradaptasi dengan tren teknologi terkini, yang dapat meningkatkan daya saing dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi tamu. QRIS menawarkan tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan metode pembayaran Dengan menggunakan kode QR dinamis atau mekanisme otentikasi tambahan, risiko Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 penipuan dan pencurian informasi pembayaran dapat dikurangi. Hal ini membantu melindungi sistem penginputan closing bill dari potensi ancaman keamanan. SIMPULAN Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penggunaan QRIS pada EDC machine dalam proses pembayaran di industri perhotelan, terutama dalam sistem penginputan closing bill pada VHP, dapat memberikan sejumlah manfaat signifikan. Melalui metode kualitatif yang melibatkan pengamatan langsung dan analisis data transaksional, serta tinjauan literatur yang relevan, penelitian ini berhasil mengidentifikasi berbagai aspek efektivitas penggunaan QRIS pada EDC mesin. Dari hasil pengamatan dan analisis, dapat disimpulkan bahwa QRIS menawarkan kemudahan, kecepatan, dan keamanan dalam proses pembayaran. Transaksi menggunakan QRIS pada EDC mesin membutuhkan waktu yang relatif singkat, meminimalkan kesalahan, dan memberikan kenyamanan kepada pelanggan. Integrasi QRIS dengan sistem VHP juga memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi operasional hotel, mempercepat proses pembayaran, dan meningkatkan akurasi data transaksi. Selain itu, penggunaan QRIS dalam pembayaran tidak hanya memberikan manfaat bagi hotel, tetapi juga bagi pelanggan dengan menawarkan pengalaman pembayaran yang lebih ekonomis, aman, dan mudah. Namun demikian, beberapa tantangan seperti masalah sinyal atau kegagalan transaksi perlu diperhatikan dalam mengimplementasikan QRIS. Dengan demikian, penelitian ini memberikan wawasan baru bagi industri perhotelan tentang potensi dan manfaat penggunaan QRIS pada EDC machine dalam proses pembayaran. Integrasi QRIS dengan sistem VHP secara langsung dapat menjadi langkah penting dalam meningkatkan efisiensi operasional dan pengalaman pelanggan di hotel. Dengan memanfaatkan teknologi pembayaran terkini, hotel dapat meningkatkan daya saing mereka dalam menghadapi perubahan tren bisnis dan kebutuhan pelanggan. Saran untuk peneliti selanjutnya yang akan melanjutkan penelitian mengenai penggunaan QRIS pada EDC mesin dalam proses pembayaran, berikut beberapa saran yang dapat dipertimbangkan. Analisis perspektif pelanggan untuk Menyelidiki preferensi, kebutuhan, dan hambatan yang mungkin dihadapi pelanggan dalam menggunakan QRIS dapat memberikan wawasan yang berharga untuk meningkatkan penerimaan teknologi ini. Pengukuran dampak finansial penggunaan QRIS pada EDC machine, termasuk analisis biaya dan manfaat, pengurangan biaya administrasi, dan potensi peningkatan pendapatan hotel. Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 DAFTAR RUJUKAN , dan . Peranan Mesin Elektronik Data Capture (Ed. Sebagai Salah Satu Transaksi Pembayaran Elektronik Pada Bank. Moneter: Jurnal Keuangan Dan Perbankan, 6. , 57. https://doi. org/10. 32832/moneter. Adinda. Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Gen-Z Dalam Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standars (QRIS) Sebagai Teknologi pembaayaran Digital. Contemporary Studies in Economics. Finance, and Banking (Csefb 01. , 1. , 167Ae176. Armita. dan Suharto. Optimalisasi Sistem Pemesanan Online Hotel melalui Implementasi Teknologi Augmented Reality dalam Manajemen Perhotelan Digital: Meningkatkan Pengalaman Tamu dan Efisiensi Operasional. Jurnal Pendidikan Tambusai. , 13796Ai13806. Buananta. A dan Christian. Machine Learning Model of Customer Behavior on EBanking Transaction Using Classification Technique. Journal of Theoretical and Applied Information Technology, 102. , https://w-scopuscom. id/record/display. uri?eid=2-s2. 0-85190610410&origin=resultslist Catharina Christina Jennifer. Marsella Katy. dan T. Continuance Intention on Using E-Payment in Hotel Business. E3S Web of Conferences, 426. , 21--28. https://doi. org/10. 1051/e3sconf/202342602126 Christian. Yulita. Sander. Sunarno. Leonardo. , & Arifin. The Use of Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) in Jakarta: Are Usefulness and Resistance to Technology Stronger Than Perceived Security and Technological Anxiety? Technology Toward Business Sustainability. In 925. 258Ae266. https://doi. org/10. 1007/978-3-031-54019-6_25 Das. Customers provide benefits through the usage of ATM and EDC machines. Journal of Economics, 2. , 479--501. https://w. in/ashish/workshop/ATMfees. Faizani. , dan Indriyanti. Analisis Pengaruh Technology Readiness terhadap Perceived Usefulness dan Perceived Ease of Use terhadap Behavioral Intention dari Quick Response Indonesian Standard (QRIS) untuk Pembayaran Digital (Studi A. Journal of Emerging Information A, 2. , 85Ae93. id/index. php/JEISBI/article/view/39738 Gede. Dyava Savitra. Mahatmaditya. Favian. Rachman Syarief. Bachatsa. Taqqiya. Mirza. Ramadhani. Fairuz. Iqbal Maulana. Gusti. Pangestu. The user experience questionnaire method is applied to the ETM mobile application to maximise user experience. AIP Conf. Proc, 2927. , 60-70. https://doi. org/10. 1063/5. Hamzah Muchtar. Trianto. Maulana. Alim. Marasabessy. Hidayat. Junaedi, , dan Masrizal. Quick response code Indonesia standard (QRIS) E-payment adoption: Cogent Business Management, 11. https://doi. org/10. 1080/23311975. Kiki Lestari. Literature Review Determinasi Volume Transaksi Di Masa Pandemi Covid 19: Strategi. Teknologi Dan Mobile Banking. Literature Review Determinasivolumetransaksi Dimasa Pandemi Covid 19: Strategi. Teknologi Dan Mobile Banking, 3. , 1Ae9. https://dinastirev. org/JEMSI/article/view/888/580 Volume 5. Nomor 1. Juni 2024 Mustafa Kamal Rokan. Analisis Efektivitas Penggunaan QRIS (Quick Response-Code Indonesian Standar. Untuk Mendukung Paperless Di PT. Bank Syariah Indonesia KCP Medan Padang Bulan. Journal Economy and Currency Study (JECS), 4. , 1Ae11. https://doi. org/10. 51178/jecs. Nurdin. Difa Restiti dan Rizki Amalia. Pengaruh Media Sosial Terhadap Pengetahuan Tentang Quick Response Code Indonesian Standard (Qri. Jurnal Ilmu Perbankan Dan Keuangan Syariah, 3. , 157Ae173. https://doi. org/10. 24239/jipsya. Putri. Munawar. , dan Komalasari. Minat Penggunaan QRIS Sebagai Alat Pembayaran Pasca Pandemi. Prosiding SISFOTEK, 6. , 155Ae160. http://seminar. id/index. php/SISFOTEK/article/view/354 Rafiani. , . Yunanda. Yunanda, dan Rusmanto. Determinants of QRIS Usage as a Digital Payment Tool for MSMES. Journal of Theoretical and Applied Information Technology, 102. , 1158Ae1171. https://w-scopuscom. id/record/display. uri?eid=2-s2. 0-85185448108&origin=resultslist Ramadani Silalahi. Tambunan. , dan Ramadhany Batubara. Dampak Penggunaan QRIS Terhadap Kepuasan Konsumen Sebagai Alat Transaksi. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 1. , 122Ae128. Ramadhani. Rezy. Herdiyanto. , dan Waluyo. Penerapan Tata Kelola Teknologi Informasi pada Instansi (Systematic Literature Revie. , 140Ae149. 31932/jutech. Savitra G. Syarief M. Taqqiya B. Ramadhani M. Maulana F. , dan Pangestu G. The Application of User Experience Questionnaire Method on the ETM Mobile Application to Maximize User Experience. AIP Conference Proceeding, 2927 . Septiana Alisa Salsabila dan Aji Damanuri. Efektivitas Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) pada UMKM (Food and Beverag. di Kabupaten Ponorogo. Niqosiya: Journal of Economics and Business Research, 3. , 120Ae127. https://doi. org/10. 21154/niqosiya. Wahyudi. Sasongko. Fevriera. Saraswati. , dan Pertiwi. Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan QRIS Pada Pedagang Dan Pelaku Usaha Di Salatiga. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4. , 3--7. https://doi. org/10. 52436/1.