PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KREATIF PUISI MENGGUNAKAN MEDIA AUDIO VISUAL IMPROVING SKILLS IN WRITING CREATIVE POETRY USING AUDIO VISUAL MEDIA Mekar Maratus Syarifah Universitas Sebelas Maret Email: mekar@sim. Diterima: 2 Februari 2021 Direvisi: 12 April 2021 Disetujui: 17 Mei 2021 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis kreatif puisi menggunakan media audio visual. Subjek penelitian adalah peserta didik Sekolah Menengah Pertama yang terdiri dari 17 peserta didik laki-laki dan 15 peserta didik perempuan. Penelitian berupa penelitian tindakan kelas yang terdiri tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Pada setiap siklus terdiri dari empat tahapan kegiatan yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi atau pengamatan, kajian dokumen, wawancara, dan tes. Data yang diperoleh nilai rata-rata peserta didik pada pratindakan yakni 68,00 dengan persentase ketuntasan 18,78%. Setelah diberi tindakan, rata-rata nilai peserta didik pada siklus pertama meningkat menjadi 74,14 dengan persentase ketuntasan 47%. Pada siklus II rata-rata nilai peserta didik meningkat menjadi 76,95 dengan persentase ketuntasan 66%. Selanjutnya pada siklus i nilai rata-rata peserta didik meningkat menjadi 80,03 dengan persentase ketuntasan 87,50%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa media audio visual dapat meningkatkan keterampilan menulis kreatif puisi dan kualitas proses pembelajaran. Kata Kunci: keterampilan menulis kreatif puisi, media audio visual. Sekolah Menengah Pertama ABSTRACT This research aims to improve poetry creative writing skills using audio-visual media. The subjects of this research were junior high school students consisting of 17 male students and 15 female students. This research is a classroom action research consisting of three cycles. Each cycle consists of two meetings. Each cycle consists of four activity stages, namely planning, implementing, observing, and reflecting. Data collection techniques using observation or observation, document review, interviews, and tests. The data obtained by the mean value of students in the pre-action is 68. 00 with a completeness percentage of 18. After being given the action, the average value of students in the first cycle increased to 74. 14 with a percentage of 47% completeness. In the second cycle the average score of students increased to 76. 95 with a percentage of completeness of 66%. Furthermore, in the third cycle the students' average score increased to 03 with a completeness percentage of 87. Based on the results of this study, audio visual media can improve creative poetry writing skills and the quality of the learning process. Keywords: creative writing of poetry, audio visual media, junior high school PENDAHULUAN Bahasa menjadi kebutuhan dasar bagi manusia baik secara individu maupun Bahasa merupakan perantara komunikasi agar pikiran atau gagasan dapat disampaikan kepada orang lain. Dalam ranah pendidikan, bahasa memiliki peranan yang sangat penting yakni sebagai keterampilan pengetahuan, teknologi, serta seni (IPTEKS). Berdasarkan peranan tersebut, pembelajaran pembelajaran yang multifungsi sebagai keterampilan komunikasi dan pembentukan Pembelajaran bahasa memiliki empat aspek keterampilan yang harus dikuasai oleh peserta didik. Keterampilan bahasa tersebut yakni keterampilan mendengar, membaca, berbicara dan menulis (Andayani, 2015: 218. Tarigan, 2012: 1. Pamungkas, 2012: . Seseorang dapat dikatakan mampu berbahasa dengan baik apabila menguasai empat keterampilan bahasa tersebut. Dibanding keterampilan mendengar, membaca, dan berbicara, keterampilan menulis merupakan keterampilan yang paling sulit dikuasai oleh Peningkatan Keterampilan Menulis Kreatif Puisi . Mekar Maratus Syarifah peserta didik (Iskandarwassid & Sunendar, 2008: . Deporter dan Heracki . 2: . menjelaskan bahwa menulis melibatkan dua sisi otak yakni sisi otak cerdas . dan sisi otak kiri . Meskipun sulit, keterampilan menulis dapat ditingkatkan. Harris . 7: . mengungkapkan bahwa menulis hanya sulit di proses awal, menulis dapat menjadi hal yang mudah apabila dilakukan pada suasana yang baik dan tempat yang tepat. Keterampilan menulis memiliki peranan yang penting dalam dunia pendidikan. Menulis merupakan alat komunikasi yang baik sehingga memainkan peranan yang penting dalam pendidikan (Siburian, 2013: Kusumaningsih, 2013: . Pentingnya keterampilan menulis bagi peserta didik menjadi alasan bahwa keterampilan ini perlu dikuasai oleh semua peserta didik. Salah satu keterampilan menulis yang harus dikuasai oleh peserta didik kelas VII SMP adalah keterampilan menulis kreatif puisi. Praktiknya, masih terdapat banyak kesulitan dalam pembelajaran menulis kreatif puisi sehingga hasilnya tidak sesuai harapan. Survei awal menunjukkan bahwa kualitas proses pembelajaran dan hasil keterampilan menulis kreatif puisi masih rendah. Proses pembelajaran merupakan hal yang mendasar dalam aktivitas belajar di sekolah. Guna mendapatkan hasil belajar yang baik maka proses pembelajaran harus dilaksanakan dengan baik pula. Kualitas proses dan hasil pembelajaran dapat diketahui melalui kegiatan penilaian. Berdasarkan pelaksanaan pembelajaran menulis puisi dan wawancara terhadap guru dan peserta didik diketahui bahwa keterampilan menulis kreatif dan keaktifan belajar peserta didik masih ditemui kekurangan. Peserta didik mengalami kesulitan dalam menulis kreatif puisi. Salah satu kesulitan yang dihadapi peserta didik dalam menulis puisi adalah mendapatkan ide. Kesulitan tersebut berimbas kepada proses pembelajaran dan hasil menulis kreatif puisi peserta didik yang rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan hasil observasi bahwa peserta didik yang mencapai nilai tuntas dalam pembelajaran menulis puisi sebanyak 6 orang siswa dengan persentase 18,75% sedangkan yang tidak mencapai nilai ketuntasan sebanyak 26 peserta didik. Selain itu, proses belajar mengajar tidak berjalan Hal tersebut dapat dibuktikan dengan keaktifan peserta didik selama pembelajaran berlangsung. Peserta didik pasif disebabkan guru masih mendominasi dalam Indikator keaktifan peserta mencapai 29,37%. Selain kesulitan tersebut, terdapat beberapa faktor yang menjadi sebab proses dan hasil pembelajaran tidak maksimal. Faktor tersebut diantaranya . pelaksanaan pembelajaran yang monoton ceramah, . tidak adanya pemanfaatan media untuk merangsang imajinasi peserta didik dalam menulis puisi, . bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran terbatas pada buku teks. Alternatif untuk mengatasi kelemahan dalam pembelajaran menulis puisi, peneliti dan guru berkolaborasi menggunakan media pembelajaran untuk membangkitkan imajinasi peserta didik. Dalam konteks pendidikan, media merupakan fasilitas pembelajaran yang membawa pesan kepada peserta didik agar materi yang diajarkan lebih mudah dipahami (Wang & Cheung, 203: . Beberapa prinsip yang harus diperhatikan dalam memilih media pembelajaran yaitu . terjangkau, . sesuai dengan karakteristik materi yang diajarkan, . menarik, . sesuai dengan karakteristik peserta didik dan tidak Media pembelajaran harus sesuai dengan kondisi perkembangan teknologi dan pemahaman peserta didik. Salah satu media inovatif yaitu media audio visual. Pada menggunakan media audio visual terdapat indikator penilaian. Indikator penilaian keterampilan menulis puisi peserta didik meliputi . kesesuaian tema dengan makna, . rima, . , pengimajinasian . majas, dan . Keterampilan menulis kreatif puisi meningkat apabila . jumlah peserta didik yang memperoleh nilai tes kemampuan menulis puisi Ou KKM meningkat, . nilai rata-rata tes keterampilan menulis puisi tiap siklus meningkat, . ketuntasan klasikal mencapai 75% atau sekitar 24 siswa harus memperoleh nilai tes kemampuan menulis puisi di atas KKM. Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 7 Nomor 1 Ae Juni 2021 LANDASAN TEORI Keterampilan Menulis Keterampilan menulis menurut Jauhari adalah pengungkapan ide, gagasan, pikiran dan pengetahuan seseorang yang diwujudkan dengan lambang-lambang fonem yang telah disepakati bersama . Menulis merupakan kegiatan aktif-produktif-kreatif dalam berbahasa (Kusmana, 2014: . Sebagai suatu aktivitas produktif, menulis memiliki tujuan. Kusmana . 4: 19-. merumuskan tujuan menulis yaitu . berkomunikasi secara tertulis secara tidak langsung antara pembaca dan penulis, . memecahkan masalah, . memberikan informasi tentang suatu hal atau peristiwa, . kepentingan menyenangkan pembaca, . mengembangkan kreativitas seorang penulis, dan, . memenuhi tugas dalam rangka penyelesaian studi. Kegiatan serangkaian kegiatan yang terbagi atas beberapa tahap. Akhadiyah. Arsjad dan Ridwan . 8: 3-. membagi kegiatan menulis menjadi tiga tahap yakni . Tahap prapenulisan meliputi menentukan bahan dan, menyusun kerangka Tahap mengembangkan kerangka karangan yang telah disusun pada tahap prapenulisan. Tahap penyuntingan penulis menyeluruh mengenai logika, ejaan, tanda baca, pilihan kata, kalimat, paragraf, pengetikan dan sebagainya. Menulis sebagai sebuah keterampilan memiliki banyak manfaat. Wardoyo . 3: . menungkapkan enam manfaat dalam kegiatan menulis yaitu sebagai sarana . pengungkapan diri. memahami sesuatu. mengembangkan kepuasan pribadi, kepercayaan diri dan sebuah kebanggaan. melibatkan diri dalam lingkungan. meningkatkan kesadaran akan potensi diri. kemampuan berbahasa. Puisi Kata puisi berasal dari kata poesis dalam bahasa Yunani, yang memiliki arti penciptaan (Jauhari 2013: . Puisi merupakan karya sastra yang terikat dengan bunyi bahasa, larik, dan bait serta ditandai dengan penggunaan bahasa yang padat (Sehandi, 2014: . Pada penciptaan puisi dikenal istilah licencia poetica, yakni hak rambu-rambu kebahasaan seperti ejaan, kata, kalimat, dan ungkapan demi berhasilnya puisi (Putra, 2010: . Puisi sebagai salah satu genre sastra memiliki dua unsur pembangun yakni struktur Waluyo (Rokhmansyah, 2014: . menjelaskan bahwa struktur fisik puisi merupakan unsur pembangun puisi dari luar, sedangkan unsur batin puisi merupakan pikiran perasaan yang diungkapkan penyair ke dalam puisi. Kedua unsur tersebut saling berikatan membangun makna yang utuh dalam sebuah puisi. Struktur fisik puisi meliputi diksi, imajinasi, kata konkret, majas, verifikasi, dan tipografi (Rokhmansyah, 2014: . Sedangkan unsur batin merupakan wacana teks puisi yang mengandung makna yang hanya dapat dilihat (Rokhmansyah, 2014: . Struktur batin puisi meliputi tema, perasaan, nada, suasana, dan amanat. Media Audio Visual Media audio visual terdiri atas media audio dan media visual. Media audio merupakan media untuk menyampaikan pesan melalui indera pendengaran (Anitah, 2008: Sedangkan media visual merupakan media yang menyampaikan pesan melalui indera penglihatan sehingga informasi menjadi lebih realistis (Anitah, 2008: . Jadi, media audio visual merupakan media pembelajaran yang melibatkan dua indera yakni pendengaran dan penglihatan sekaligus dalam satu proses (Asyhar, 2012: . Media audio visual sebagai media pembelajaran memiliki kelebihan dan Kelebihan media audio visual diantaranya . menyajikan objek belajar secara kongkret atau pesan pembelajaran secara realistis sehingga memberikan pengalaman belajar yang baik bagi peserta didik, . mempunyai daya tarik dan memotivasi peserta didik untuk belajar, . sangat baik untuk pencapaian pembelajaran psikomotorik, . mengurangi kejenuhan belajar, . menambah daya ingat tentang objek yang dipelajari, . portabel dan mudah didistribusikan (Sanaky, 2009: . Sanaky Peningkatan Keterampilan Menulis Kreatif Puisi . Mekar Maratus Syarifah . 9: . menyebutkan kelemahan media audio visual berupa . pengadaan media audio visual memerlukan biaya yang banyak, . ketergantungan terhadap daya listrik sehingga tidak dapat digunakan di segala tempat, . sifat komunikasi searah sehingga tidak dapat memberi peluang untuk terjadi umpan balik. Sedangkan prosedur penelitian ini menggunakan prosedur penelitian Hopkins yang terdiri dari perencanaan, aksi, observasi, dan refleksi (Sanjaya. 2013: . Identifikasi Perencanaan METODE PENELITIAN Penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas atau classroom action research (CAR). Kemmis Taggart . mendefinisikan bahwa penelitian tindakan kelas merupakan suatu bentuk penyelidikan kolektif dan refleksi diri yang partisipannya berada dalam situasi sosial yang berusaha memperbaiki rasionalitas, keadilan praktik sosial dan pendidikan. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas VII di Sekolah Menengah Pertama Negeri 14 Surakarta yang terdiri dari 17 peserta didik laki-laki dan 15 peserta didik perempuan. Sumber data dalam penelitian ini berupa peristiwa proses pembelajaran menulis kreatif puisi, dokumen, dan informan. Proses pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, kajian dokumen, dan pemberian tugas atau Teknik uji validitas data yang digunakan adalah triangulasi sumber data dan triangulasi Selanjutnya, teknik analisis data yang digunakan berupa interactive model of Model analisis interaktif terdiri dari pengumpulan data, reduksi, penyajian data dan penarikan simpulan (Miles and Hubberman, 1992: . Pengumpul an Data Penyajian Data Reduksi Data Kesimpulan: Penarikan/Verif Gambar 1. Model Analisis Interaktif Miles and Huberman Perencanaan Perencanaan Refleksi Aksi Aksi Observasi Observasi Refleksi Gambar 2. Prosedur Penelitian Penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga siklus. Setiap siklus penelitian terdiri dari empat tahap kegiatan yakni . perencanaan, . aksi, . observasi, dan . Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan yaitu penyusunan skenario menggunakan media audio visual. Selain itu, pada tahap perencanaan juga menyusun instrumen penelitian seperti lembar observasi, lembar wawancara, dan dokumentasi. Pada tahap aksi dalam penelitian ini diwujudkan dalam langkah-langkah pembelajaran menulis kreatif puisi menggunakan media audio Selanjutnya, observasi dilakukan selama kegiatan pembelajaran menulis kreatif Selama berlangsung, peneliti melakukan pemantauan. Sedangkan pada tahap refleksi dilakukan analisis proses dan dampak yang terjadi setelah pelaksanaan pembelajaran menulis kreatif puisi menggunakan media audio Hasil analisis pada tahap refleksi berupa kelebihan, kelemahan atau hambatan dalam pelaksanaan pembelajaran menulis kreatif puisi. Hasil analisis tersebut menjadi dasar untuk perencanaan siklus selanjutnya. HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian ini mendeskripsikan hasil penelitian yakni peningkatan keterampilan menulis kreatif puisi peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP). Siklus pertama dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan. Pada siklus I, rata-rata nilai menulis kreatif puisi yakni 74,14 dengan nilai tertinggi 85,00 dan terendah 57,50. Rata-rata tersebut Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 7 Nomor 1 Ae Juni 2021 mengalami peningkatan dibanding pada pratindakan yakni 68,00. Selanjutnya, nilai peserta didik yang mencapai ketuntasan dengan persentase 47% sedangkan peserta didik yang tidak tuntas sebanyak 17 dengan persentase 53%. Ketuntasan keterampilan menulis kreatif puisi dapat dilihat pada diagram di bawah ini. mencapi nilai tuntas sebanyak 21 dan yang tidak mencapai nilai tuntas sebanyak 11. Ketuntasan keterampilan menulis kreatif puisi dapat dilihat pada diagram di bawah ini. Ketuntasan Keterampilan Menulis Kreatif Puisi Siklus Tuntas Tidak Tuntas Gambar 3. Ketuntasan Keterampilan Menulis Kreatif Puisi Siklus I Berdasarkan Iketerampilan menulis puisi peserta didik mengalami peningkatan. Peserta didik yang mencapai nilai tuntas sebanyak 15 peserta didik dan yang tidak mencapai nilai tuntas sebanyak 17 peserta didik. Pelaksanaan siklus I tersebut masih terdapat beberapa kelemahan. Kelemahan dalam pelaksanaan pembelajaran antara lain . selama KBM berlangsung, guru tidak menguasai kelas sehingga peserta didik tidak terbuka untuk bertanya apabila mengalami kesulitan. guru perlu menegur peserta didik apabila tidak melaksanakan tugas sesuai instruksi guru. Berdasarkan refleksi pembelajaran pada siklus I, perlu adanya tindakan lanjutan untuk meningkatkan keterampilan menulis puisi. Tindakan tersebut merupakan siklus II. Siklus II dilaksanakan sebanyak dua kali pertemuan dengan tindakan yang sama tetapi menggunakan video yang berbeda namun masih dalam satu tema yakni keindahan alam. Berdasarkan pelaksanaan siklus II terdapat kenaikan keterampilan menulis puisi. Berdasarkan penilaian keterampilan menulis puisi pada siklus II, diperoleh rata-rata nilai sebesar 76,95 dengan nilai tertinggi 85,00 dan nilai terendah 68,75. Peserta didik yang Gambar 4. Ketuntasan Keterampilan Menulis Kreatif Puisi Siklus II Berdasarkan pelaksanaan siklus II, kemampuan menulis puisi telah mengalami peningkatan dari siklus I. Namun, persentase peserta didik yang mencapai nilai tuntas belum mencapai target yakni 76%. Terdapat beberapa kelemahan yang terjadi pada pelaksanaan siklus II diantaranya . penguasaan guru terhadap kelas, masih terdapat peserta didik yang ramai dan tidak menjalankan instruksi guru. beberapa peserta didik kurang aktif karena guru masih cenderung ceramah. hasil puisi peserta didik lebih baik berdasarkan diksi dan rima yang dipilih. Berdasarkan kelemahan yang masih terdapat pada siklus II maka peningkatan keterampilan menulis puisi masih perlu dilanjutkan dengan tindakan siklus i. Siklus i memperbaiki kelemahan yang ditemukan pada siklus II. Kualitas pembelajaran menulis kreatif puisi mengalami peningkatan pada siklus i. Hal ini terlihat dari rata-rata nilai kelas dan jumlah peserta didik yang mendapatkan nilai tuntas. Terdapat 28 peserta didik yang mencapai nilai tuntas dan 4 peserta didik yang mendapatkan nilai tidak tuntas. Nilai rata-rata menulis puisi peserta didik naik menjadi 80,00 dengan nilai tertinggi 88,75 dan nilai terendah 68,75. Ketuntasan keterampilan menulis kreatif puisi dapat dilihat pada diagram di bawah ini. Peningkatan Keterampilan Menulis Kreatif Puisi . Mekar Maratus Syarifah Ketuntasan Keterampilan Menulis Kreatif Puisi Siklus II Tidak Tuntas 12,50% Tuntas Tidak Tuntas Tuntas 87,50% Gambar 5. Ketuntasan Keterampilan Menulis Kreatif Puisi Siklus i Berdasarkan aspek penilaian menulis kreatif puisi yang meliputi . kesesuaian tema dengan makna, . rima, . , pengimajinasian . majas, dan . diksi, nilai ketuntasan siswa pada tiap siklus mengalami Peningkatan nilai ketuntasan menulis puisi dari siklus I. II, dan i berturutturut adalah 47%, 66%, dan 87,50%. Nilai ketuntasan pada siklus i telah mencapai ketuntasan klasikal yakni 75% sehingga penelitian dianggap cukup. Hal tersebut Peningkatan indikator tiap siklus dapat dilihat pada statistik berikut. Persentase Peningkatan Peningkatan Indikator Tiap Siklus Keterampila Siklu Siklu s II Siklu s i 87,50% Gambar 6. Peningkatan Indikator Tiap Siklus Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan yakni tindakan berupa pemanfaatan media audio visual yang dilaksanakan mampu meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan keterampilan menulis kreatif puisi pada peserta didik di sekolah menengah pertama. Setiap siklus yang telah dilaksanakan mendapatkan hasil berupa peningkatan pada proses pembelajaran dan berpengaruh terhadap keterampilan menulis puisi peserta Penelitian ini menggunakan media audio visual berupa video tentang keindahan alam Indonesia sebagai media pembelajaran. Media audio visual menurut Desimyari. Putra, & Manuaba . membantu peserta didik dalam menyerap materi pembelajaran. Yarsama & Astiti . menjelaskan berdasarkan hasil penelitiannya bahwa media audio visual mendapaat respon yang baik dari peserta didik dalam pembelajaran menulis pantun atau puisi lama. Implementasi media audio visual tersebut mampu meningkatkan keterampilan menulis pantun pada peserta didik selama dua siklus. Selanjutnya, penelitian tentang pembelajaran menulis puisi dengan memanfaatkan media audio visual juga dilakukan oleh Fuad M & Miftakhul H . dengan hasil penelitian bahwa media keterampilan menulis puisi peserta didik Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas Vi. Kemudian, penelitian yang berkaitan dengan media video juga dilakukan oleh Mardalea B. Nani Y & Dwi A . dengan hasil penelitian bahwa media video dapat meningkatkan antusias peserta didik dan peserta didik lebih mudah mengembangkan ide serta gagasan dalam menulis puisi. Penelitian tentang pemanfaatan media audio visual tidak berhenti sampai di situ. Pada tahun 2020. Rukayah. Abd. Hafid, & Sitti J meneliti perbandingan media antara audio visual dengan media lingkungan dalam Hasil penelitiannya membuktikan bahwa media audio visual lebih baik diterapkan dalam pembelajaran menulis puisi dibanding media Media lingkungan memang memberikan kontribusi dalam pembelajaran menulis puisi akan tetapi sangat sedikit. Sedangkan media audio visual memberikan pembelajaran menulis puisi. Penerapan media audio visual pada meningkatkan kualitas pembelajaran dan keterampilan menulis puisi. Peserta didik Jurnal JARLITBANG Pendidikan. Volume 7 Nomor 1 Ae Juni 2021 pengimajinasian majas, dan diksi dalam menulis puisi. Selain itu, peserta didik menjadi aktif dalam mengikuti pembelajaran. KESIMPULAN Simpulan Berdasarkan disimpulkan bahwa penerapan media audio visual mampu meningkatkan keterampilan menulis kreatif puisi pada peserta didik kelas VII Sekolah Menengah Pertama. Hal ini dibuktikan dengan tercapainya . jumlah peserta didik yang memperoleh nilai tes kemampuan menulis puisi Ou KKM meningkat, . nilai rata-rata tes keterampilan menulis puisi tiap siklus meningkat, dan . ketuntasan klasikal mencapai 75%. DAFTAR PUSTAKA Akhadiah. Arsjad. Ridwan. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga. Andayani . The Correlation of Composition Aspects Understanding and Reasoning Ability to the Scientific Writing Skills of Students in Teaching Indonesian to Speakers of Other Languages (Tiso. International Journal of Language and Literature. Anitah. Media Pembelajaran. Surakarta: UNS Press. Fuad. M & Miftakhul H. Keefektifan Pembelajaran Menulis Puisi Menggunakan Media Audio Visual untuk Siswa SMP Kelas Vi. JSIMBOL (Bahasa. Sastra, dan Pembelajaranny. , 7 . , 1-7. Harris. The Write State: A Manual of Rituals to Get Your Writing. Narrative Beats. Iskandarwassid, & Dadang S. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Jauhari. Terampil Mengarang. Bandung: Penerbit Nuansa Cendekia. Kemmis. & McTaggart. (Eds. ) . The Action Research Planner . rd Geelong. Melbourne: Deakin University Press. Kusmana. Kreativitas Menulis. Yogyakarta: Penerbit Ombak. Kusumaningsih. , dkk. Terampil Berbahasa Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Andi. Mardalea. Nani Y & Dwi A. Pengaruh Media Video Terhadap Kemampuan Menulis Puisi Kelas V Sekolah Dasar Se- Kota Bengkulu. Jurnal Riset Pendidikan Dasar, 2 . , 120Ae125. Asyhar, . Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta: Referensi