Jurnal Akar Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2023 PENGARUH PENGAMBILAN HUMUS HUTAN PADA BERBAGAI KEMIRINGAN LERENG TERHADAP SIFAT-SIFAT TANAH DI KABUPATEN KARO Effect Of Forest Humus Removal On Various Slopes On Soil Properties In Karo District Paranita Asnur1*. Marulam. Simarmata2. Benteng H. Sihombing2 Fakultas Teknologi Industri,Gunadarma University. Program Studi Kehutanan. Fakultas Pertanian. Universitas Simalungun Pematangsiantar 2 Email: paranita@staff. Abstrak: Penelitian bertujuan untuk memprediksi kontribusi Nitrogen. Phospor dan Kalium serasah jabon ke tanh, dan untuk mengetahui perbedaan kontribusi Nitrogen. Phospor dan Kalium ke tanah pada periode proses Menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan yaitu kontrol (I. , serasah terdekomposisi selam 1 bulan (I. , serasah terdekomposisi selama 2 bulan (I. , serasah terdekomposisi selama 3 bulan (I. dan serasah terdekomposisi selama 4 bulan, terhadap letak frame bag yaitu bagian atas, tengah dan Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu . dan letak frame bag . berpengaruh sangat nyata terhadap dekomposisi serasah jabon, dengan total penurunan bobot serasah jabon mulai bulan pertama hingga bulan ke-empat sebesar 123,67 gr . ,38%) pada blok I. 134,09 gr . ,76%) pada blok II:dan 137,23 gr . ,41%) pada blok i. Penurunan bobot serasah terbesar terjadi pada periode awal penelitian sampai akhir bulan I. dan penurunan bobot serasah jabon terkecil terjadi pada periode bulan 2 dan bulan 3. Kontribusi Nitrogen serasah jabon ke tanah sampai bulan ke-4 sebesar 2,05 mg/m2 . etara dengan 0,048 kg/ha ure. Phospor sebesar 0,12 mg/m2 . etara dengan 0,0057 kg/ha TSP) dan Kalium sebesar 1,01 mg/m2 . etara dengan 0,026 kg/ha KCL). Letak frame bag . tidak berpengaruh nyata terhadap kontribusi Nitrogen. Phospor dan Kalium serasah Jabon, sedangkan perlakuan berpengaruh sangat nyata terhadap kontribusi Phospor, berpengaruh nyata terhadap kontribusi Nitrogen dan tidak berpengaruh nyata terhadap Kalium. Kata Kunci: Kontribusi Hara. Kalium. Nitrogen. Phospor. Serasah Abstract: The study aimed to predict the contribution of Nitrogen. Phospor and Potassium of jabon litter to the soil, and to determine the differences in the contribution of Nitrogen. Phospor and Potassium to the soil during the decomposition process. Using a completely randomized design with 4 treatments, namely control (I. , litter decomposed for 1 month (I. , litter decomposed for 2 months (I. , litter decomposed for 3 months (I. and litter decomposed for 4 months, against the location of the frame bag, namely the top, middle and bottom. The results showed that time . and the location of the frame bag . had a very significant effect on the decomposition of jabon litter, with a total decrease in the weight of jabon litter from the first month to the fourth month of 123. 67 gr . 38%) in block I. 09 gr . 76%) in block II: and 137. 23 gr . 41%) in block i. The largest decrease in litter weight occurred in the period from the beginning of the study to the end of month and the smallest decrease in jabon litter weight occurred in the period of month 2 and month 3. Nitrogen contribution of jabon litter to the soil until month 4 amounted to 2. 05 mg/m2 . quivalent to 0. 048 kg/ha ure. Phospor by 0. 12 mg/m2 . quivalent to 0. 0057 kg/ha TSP) and Potassium by 1. 01 mg/m2 . quivalent to 0. kg/ha KCL). The location of the frame bag . had no significant effect on the contribution of Nitrogen. Phospor and Potassium of Jabon litter, while the treatment had a very significant effect on the contribution of Phospor, a significant effect on the contribution of Nitrogen and no significant effect on Potassium. Keywords: Nutrient Contribution. Potassium. Nitrogen. Phospor. Litter PENDAHULUAN flora maupun mikro fauna atau jasad renik biologis . akteri, cacing tanah dan lainlai. hidup terpadu dalam humus. Humus tersebut secara sadar maupun tidak sadar sering dirusak oleh masyarakat khususnya pada daerah sekitar hutan yang mata pencahariannya dari pertanian. Meningkatnya pengambilan humus ini dilatarbelakangi mahalnya harga Latar Belakang Hutan sebagai perlindungan tata air, berhubugn peranan humus yang sangat penting terutama terhadap daya infiltrasi dan aliran permukaan. Humus atau bahanbahan organik atau zat-zat mineral yang sangat diperlukan bagi tanaman mikro Jurnal Akar Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2023 pupuk, sera banyaknya pupuk-pupuk palsu yang beredar di pasaran. Keadaan ini membuat para petani mencari alternatif lain sebagai pengganti pupuk yang ada di pasaran yakni dengan memanfaatkan humus dari hutan. Keadaan ini dapat dimengerti karena humus sangat kaya akan bahan organik yang kompleks dan unsurunsur hara yang sangat diiperlukan untuk tanaman pertanian. Kabupaten Karo telah lama dikenal sebagai daereh pertanian dengan penghasil sayur-sayuran buah-buahan, penduduknya yang mayoritas sumber pencaharian dan pertanian telah lama menerapkan pola usaha yang intensif antara lain dengan menggunakan pupuk organik secara optimal. Pada umumnya humus diambil dari lapisan tanah bagian atas, tebalnya antara 15 sampai 35 cm atau Humus merupakan bagian dari komponen penyusun hutan yang memiliki keseimbangan alam. Tanpa humus, maka hutan akan kehilangan fungsinya dalam menjaga kestabilan siklus hidrologi dan daur hara tanah. Pengambilan humus hutan oleh masyarakat yang terjadi beberapa tahun belakangan ini adalah sebuah Kendati bukan berupa kegiatan pembukaan wilayah hutan, memberikan dampak ekologis yang cukup berarti dalam proses alam. Pengambilan humus hutan oleh masyarakat merupakan gangguan terhadap kestabilan fungsi Berbagai dampak kelak dikemudian hari akan timbul apabila permasalahan ini tidak diselesaikan dengan pendekatan dan tinjauan yang ilmiah. Tinjauan ilmiah permasalahan ini mencakup hampir semua bidang kehutanan, meliputi aspek sosial budaya, ekonomi, dan ekologis . alam hal studi pengaruh pengambilan humus terhadap ekosiste. (Sikettang. Budi dan Afifudin D. , 2. Akibat meningkatnya eksploitasi lapisan tanah lantai hutan ini seperti yang dilakukan oleh masyarakat petani di Kabupaten Karo yang sangat berlebihan, maka sangat dimungkinkan pada suatu kawasan hutan Tanah Karo tidak mampu lagi menjadi kawasan konservasi tanah dan air yang ideal serta akan tidak memberikan fungsi ekonomi, sosial, budaya dan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sifat-sifat tanah yang terjadi sebagai akibat hilangnya lapisan tanah atas pada lantai hutan. METODE PENELITIAN Bahan dan Alat Penelitian Bahan penelitian utama dalam penelitian yaitu tanah humus, peta topografi 1:50. 000, peta tata guna lahan 1:50. Sedangkan alat yang digunakan adalah meteran, altimeter, buku warna tanah, timbangan, cawan, cangkul, pH meter, oven. Pelaksanaan Penelitian Pengumpulan Peta Tata Guna Lahan dan Peta Topografi Peta-peta tersebut dikumpulkan untuk mengetahui penggunaan lahan dan untuk mengetahui kemiringan lereng sehingga memudahkan dalam penetapan plot penelitian. Pembuatan Plot Penelitian Plot penelitian terdiri dari 45 plot masing-masing berukuran 10 m x 20 m sesuai dengan perlakukan. Pengambilan Sampel Tanah Pengambilan sampel tanah dalam penelitian adalah contaoh tanah dalam bentuk utuh dan tidak utuh, diambil dari setiap plot pada kedalaman 0 sampel sedangakan untuk pengambilan contoh tanah tidak utuh dilakukan dengan menggunakan cangkul atau parang. Contoh tanah utuh dapat digunakan untuk mengetahui bobot isi tanah, porositas Jurnal Akar Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2023 tanah dan permeabilitas, sedangkan contoh tanah tidak utuh dapat digunakan penetapan kadar air, tekstur dan sifat kimia tanah (N. K). Pengambilan contoh tanah dilakukan juga berupa agregat untuk penetapan struktur tanah. H = Pengambilan humus, baik di hutan alam yaitu terdiri dari tiga taraf H0= Tidak ada pengambilan H1= Pengambilan humus lapisan 0 H2= Pengambilan humus lapisan A S =Kemiringan lahan, yaitu: S1 = 0 - 8% S2 = 8 Ae 15% S3 = 15 Ae 25% S4 = 25 Ae 45% S5 = > 45% Perlakuan diulang sebanyak 3 kali Sehingga perlakuannya sebanyak 15 perlakuan. Untuk mengetahui perbedaan, masingmasing perlakuan dan blok dilakukan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT), dengan rumus sebagai berikut: Analisa Tanah di Laboratorium Analisa tanah dilakukan di laboratorium untuk menentukan parameter, yaitu: kadar air tanah, bobot isi tanah, tekstur tanah, struktur tanah, permeabilitas tanah, porositas tanah, infiltrasi. Nitrogen. Pospor, dan Kalium. Analisis Data Data diolah dengan menggunakan meteode Rancangan Acak Kelompok Faktorial analisis keragaman untuk mengetahui pengaruh pengambilan humus terhadap sifat-sifat tanah. Bila dari hasil analisis keragaman ternyata ada pengaruh perlakuan, maka dilanjutkan dengan uji beda rata-rata. Dengan model matematika RAK Faktorial sebagai berikut: Yij = AA i j ()ij Ocijk Yijk = Hasil pengamatan dari faktor A pada taraf ke-i dan faktor B pada taraf ke-j dan ulangan ke-k = Nilai tengah hasil pengamatan = kelompok i = efek dari faktor A pada taraf ke-i j = efek dari faktor B pada taraf ke-j ()ij = Efek dari interaksi dari faktor A pada taraf ke-i dengan faktor B pada taraf Ocijk = Efek dari galat pada faktorA ke-i dengan faktor B pada taraf ke-j serta ulangan ke-j dan ulangan ke-k dimana perlakuannya adalah: Tabel 1. Hasil Penetapan Kimia Tanah Hasil Penetapan Kimia Tanah BNT = t. Sd BNT = nilai BNT t. = nilai baku umum pada taraf uji dengan derajat galat v = Standar deviasi = Oo2 KTG/r KTG = Derajat tengah galat = ulangan HASIL DAN PEMBAHASAN Penetapan Kimia Tanah Penetapan kadar air tanah dapat dilakukan secara langsung melalui pengukuran perbedaan berat tanah . isebut metode gravimetr. dan secara tidak langsung melalui pengukuran sifat-sifat lain yang berhubungan erat dengan air tanah (Hermawan. Hasil penetapan kadar air tanah pada beberapa perlakuan pengambilan humus hutan dan kemiringan lereng disajikan pada tabel berikut: Ulangan/Blok i Kadar Air Tanah (%) 46,28 48,93 45,96 Bobot isi . /cm. 0,81 0,74 Permeabilitas Tanah . m/ja. Ruang pori total tanah (%) 20,75 69,26 20,16 69,70 Total Rerata 0,80 141,17 2,35 47,05 0,78 19,86 69,66 60,77 208,62 20,26 69,54 Jurnal Akar Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2023 Infiltrasi . m/ja. Nitrogen . g/100 g tana. 90,73 1,14 92,47 1,26 93,93 1,27 277,13 3,67 92,38 1,22 Phospor (P2O5 mg/100 g tana. Kalium (K2 mg/100 g tana. 72,97 75,67 Pada tabel 1 di atas diperoleh nilai Untuk ruang pori tanah rata-rata rata-rata kadar air tanah sebesar 47%, sebesar 69,54%. Infiltrasi pengambilan dengan kadar air terendah yaitu pada humus tanah rata-rata yaitu 92,38 cm/jam. perlakuan H1S5 . engambilan humus Ruang pori tanah dan infiltrasi terendah lapisan 0 kemiringan >45%) dan tertinggi terdapat pada perlakuan H2S5 dan pada perlakuan H0S1 . idak ada tertinggi pada perlakuan H0S1. Ukuran pengambilan humus pada kemiringan pori dan keadaan drainase akan lahan 0-8%). menentukan porositas aerase. Dalam tanah Bobot isi tanah pada semua berdrainase kurang baik pori besarnya perlakuan dengan rata-rata sebesar 0,78 akan terisi dengan air dan tanah itu tidakan g/cm , dengan perlakuan terendah yaitu akan diaerasekan sebagaimana mestinya. pada perlakuan H0S1 dan H0S3 . idak ada Tanah-tanah yang menghasilkan celahpengambilan celah besar dapat mempunyai aerase yang kemiringan lahan 15-25%) dan tertinggi baik waktu kering tetapi waktu hujan lebat pada perlakuan H2S5. engambilan humus aerasenya buruk. lapisan A pada kelerengan >45%). Hasil kimia tanah Nitrogen. Perbedaan bobot isi tanah akibat adanya Phospor dan kalium untuk semua pengambilan humus dapat diterima sebab perlakuan juga memiliki nilai terendah dengan pengambilan humus hutan tanah pada H2S5 dan tertinggi pada perlakuan semakin padat akan dapat memperbesar H0S1, dengan nilai rata-rata sebagai run off dan erosi dimana lama kelamaan Nitrogen . ,22 mg/100 g tana. , dapat merusak lingkungan yang lebih phospor . ,97 P2O5 mg/100 g tana. dan Kalium . ,67 K2 mg/100 g tana. Permeabilitas tanah pada seluruh Pengambilan humus menyebabkan perlakuan dengan rata-rata sebesar 20,26 terjadinya pemadatan tanah, keadaan ini cm/jam dan termasuk kategori sedang disebabkan adanya erosi internal. Erosi (H2S. hingga sangat cepat ((H0S. internal yaitu terangkutnya butir-butir Permeabilitas secara kuantitatif diartikan terbawah ke dalam celah-celah atau porisebagai kecepatan bergeraknya suatu pori tanah sehingga tanah menjadi kedap cairan pada suatu media berpori dalam air dan udara. Butir-butir primer yang keadaan jenuh. Dalam hal ini sebagai terangkut dapat berupa liat koloid dan cairan adalah air dan media berpori adalah koloid organik yang memasuki ruang pori Pada aliran jenuh semua ruang pori tanah, sehingga persentase ruang pori terisi penuh air dan air tersebut bergerak bocor kapasitas lapang dapat tertutupi. cepat melalui pori yang lebih besar. Permeabilitas tanah berhubungan dengan Analisis Sidik Ragam Kimia Tanah ukuran pori dan kontinuitas pori yang Hasil dikaitkan dengan tekstur tanah dan struktur dekomposisi serasah disajikan pada Tabel Tabel 2. Analisis Sidik Ragam Dekomposisi Serasah Nitrogen Sumber keragaman Kelompok Kombinasi - Pengambilan Humus 0,0021 30,2148 29,8607 Hit 0,0010 0,2222 2,1582 479,60** 14,9303 3317,8444** Tabel 0,05 2,32 2,06 2,34 Jurnal Akar Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2023 - Slope - Interaksi Galat Total Phospor Sumber keragaman Kelompok Kombinasi - Pengambilan Humus - Slope - Interaksi Galat Total Kalium Sumber keragaman Kelompok Kombinasi - Pengambilan Humus - Slope - Interaksi Galat Total 0,3044 0,0497 0,1252 30,3421 0,0761 0,0062 0,0045 16,9111** 1,3778 108,8444 54,4222 96489,5778 6892,1127 89838,5111 44919,2555 3656,0222 914,0055 2995,0445 374,3806 302,5689 10,8060 96900,9911 Hit 5,0363* 6373,8042** 4156,8808** 84,5831* 34,6456** Hit 59068 4219,1428 53544,4 26772,1000 3470,89 867,7225 2052,71 256,5887 11,3857 2,29 Tabel 0,05 2,32 2,06 2,34 2,71 2,29 Tabel 0,05 0,7553 5,45 370,5651** 2,80 2351,3881** 5,45 76,2116* 4,07 22,5360** 3,23 *=nyata **=sangat nyata Dari hasil analisis sidik ragam yang disajikan pada tabel di atas menunjukkan kemiringan lereng berpengaruh sangat nyata terhadap kandungan nitrogen, phospor dan kalium tanah. Perbedaan kandungan nitrogen tanah akibat pengaruh pengambilan humus tanah karena dengan adanya proses dimineralisasi umur yang tersedia bagi Rendahnya nitrogen tersedia pengangkutan melalui panen yang berkalikali, erosi dan tercuci (Yoshida. Sazawa. Wada. Hata. Marumo, . Fukushima. , and Kuramitz. Fosfor. Kalium, dan Nitrogen merupakan unsur hara makro penting yang pertumbuhan tanaman. Apabila unsur hara ini berada dalam jumlah yang kurang. Fosfor mendorong pertumbuhan sistem perakaran tamaman dan memacu pembungaan dan pembuahan tanaman. Kalium berperan dalam meningkatkan ketahanan tanaman agar tidak mudah patah atau rebah, serangan organisme pengganggu, baik hama maupun penyakit. Nitrogen berperan dalam menyusun klorofil, sehingga jika tanaman kekurangan unsur hara ini, maka tanaman akan tampak klorosis (Nopandry, . Pian Z. A, dan Rahmawaty. Lapisan olah dari suatu tanah serta bahan organik dapat mempengaruhi satu sama lain begitu juga dengan Al dan Fe dari suatu tanah yang sebagian besar dipengaruhi oleh kemiringan dan posisi suatu lereng. Selain itu kemiringan dan posisi lereng satu sama lain dapat memberikan interaksi yang menunjukkan keeratan pengaruh dari kemiringan dan posisi lereng terhadap ketebalan lapisan olah, dan bahan organik (Rahmayanti. Mahfud A. Ridha H. dan Apong S. Tekstur Tanah Hasil pengamatan dan analisis di laboratorium menunjukkan bahwa tekstur Jurnal Akar Volume 2 Nomor 2 Edisi Oktober 2023 tanah di lokasi penelitian adalah lempung untuk lokasi H1 dan lempung berdebu H2. Hasil laboratorium mengenai fraksi pasir, debu dan liat. Kandungan liat berkisar antara 12%-32%, kandungan pasir berkisar anatara 10%-36% dan kandungan debu antara 47%-63%. Tanah-tanah seperti pasir dan kerikil mempunyai kapasitas infiltrasi yang tinggi, dan tanah bertekstur pasir yang halus juga mempunyai kapasistas infiltrasi yang Tetapi jika terjadi aliran permukaan maka butir-butir halus akan terangkat, maka tanah yang mengandung liat dalam jumlah yang tinggi dapat tersuspensi oleh butiran-butiran menimpahnya dan pori-pori lapisan permukaan akan tersumbat oleh butiran liat (Bintoro A. Danang W, dan Isrun, yang dalam melebihi 150 cm, struktur gembur . , pH sekitar 6-6,5, mempunyai aktivitas jasad renik yang Kandungan unsur hara tersedia bagi tanaman adalah cukup dan tidak terdapat pembatasan-pembatasan pertumbuhan tanaman. KESIMPULAN Pengambilan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air tanah, bobot isi tanah, total kurang pori, permeabilitas, infiltrasi. N,P mengakibatkan nilai sifat-sifat tanah tersebut menurut kualitasnya Kemiringan sangat nyata terhadap kadar air tanah, total ruang pori, permeabilitas, infiltrasi. P dan K Interaksi perlakuan pengambilan humus hutan dan kemiringan lereng berpengaruh nyata terhadap Kalium, permeabilitas, bobot isi, infiltrasi dan Posfor. Struktur Tanah Hasil struktur tanah pada beberapa perlakuan pengambilan humus hutan dan kemiringan lereng menunjukkan bahwa struktur tanah pada lokasi tidak ada pengambilan humus (H. dan ada pengambilan humus (H. adalah lemah, sedangkan pada lokasi pengambilan humus H2, struktur tanahnya ada yang gempal. Keadaan ini dapat diteruma karena adanya pengambilan humus, maka lapisan atas tanah semakin tererosi sehingga akan didapatkan lapisan yang lebih dalam dimana lapisan tanah tersebut telah menunjukkan sturktur Struktur tanah dapat menjadi faktor penentu dalam produktivitas tanah, hal ini mempengaruhi air, udara dan regim panas di lapangan. Struktur tanah juga berpengaruh terhadap sifat-sifat mekanik dari tanah. Pada umumnya dikenal 3 struktur tanah yaitu: struktur lepas, masif atau gumpal, agregasi atau remah. Tanah yang subur yaitu tanah yang mempunyai profil DAFTAR PUSTAKA