Vol. 26 No. FORUM EKONOMI Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi P-ISSN 1411-1713 iC E-ISSN 2528-150X Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen pada UMKM di Kota Samarinda The Influence of Environmental Uncertainty on the Quality of Management Accounting Information Systems in MSMEs in Samarinda City Aliyaluna YasminA. Yana Ulfah2A 1Universitas Mulawarman. Samarinda. Indonesia. 2Universitas Mulawarman. Samarinda. Indonesia. Corresponding author: yana. ulfah@feb. Abstrak Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh Ketidakpastian Lingkungan dan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen pada UMKM di Kota Samarinda. Metode yang digunakan untuk mementukan sampel penelitian adalah purposive sampling. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dengan cara menyebarkan kuesioner kepada 100 pemilik usaha mikro, kecil, dan mengengah (UMKM) di Kota Samarinda. Analisis yang digunakan dalam pengujian hipotesis dilakukan dengan Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakpastian lingkungan berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen, dimana nilai signifikansi <0,05 dan dapat dilihat dari nilai R-square bahwa ketidakpastian lingkungan berpengaruh terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen sebesar 63%. Abstract The porpose of this study is to examine and analyze the influence of Environmental Uncertainty and the Quality of Management Accounting Information Systems on MSMEs in Samarinda City. The method used to determine the research sample was purposive sampling. The data in this research uses primary data by distributing questionnaires to 100 micro, small and medium enterprise (MSME) owners in Samarinda City. The analysis used in hypothesis testing was carried out with Statistical Product and Service Solutions (SPSS). The research results show that environmental uncertainty has a significant positive effect on the quality of management accounting information systems, where the significance value is <0. 05 and it can be seen from the R-square value that environmental uncertainty has an effect on the quality of management accounting information systems by 63%. This is an open-access article under the CCAeBY-SA license. Article history Received 2024-01-08 Accepted 2024-01-15 Published 2024-01-30 Kata kunci Ketidakpastian Lingkungan. Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen. UMKM. Keywords Environmental Uncertainty. Quality of Management. Accounting Information Systems. SMEs. Copyright A 2024 Aliyaluna Yasmin. Yana Ulfah. FORUM EKONOMI: Jurnal Ekonomi. Manajemen dan Akuntansi | 47 Aliyaluna Yasmin. Yana Ulfah Pendahuluan Menurut informasi dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, situasi Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) mengalami penurunan selama dua tahun pertama, yakni pada periode pandemi Covid-19 antara tahun 2020-2021. Hasil survei yang dilakukan oleh UNDP dan LEM UI dengan melibatkan 1. 180 responden yang merupakan pelaku UMKM menunjukkan bahwa pada waktu tersebut. UMKM menghadapi beberapa masalah. Sebanyak 48% dari mereka mengalami kendala dalam mendapatkan bahan baku, 77% mengalami penurunan pendapatan, 88% menghadapi penurunan permintaan produk, dan bahkan 97% mengalami penurunan nilai aset. Kota samarinda dikenal sebagai kota dengan jumlah UMKM yang cukup besar yaitu mencapai 979 unit usaha pada tahun 2022 (Satudatasamarinda. Perkembangan UMKM bisa dipastikan mempunyai potensi pada perluasan kinerja untuk mengatasi pengangguran serta kemiskinan. Karena UMKM dapat membuka lapangan pekerjaan sendiri. UMKM tetap menghadapi sejumlah tantangan dalam perkembangannya, termasuk keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi, kualitas SDM yang terbatas, dan keterbatasan dalam akses informasi yang memadai. Salah satu pendekatan untuk mengatasi berbagai masalah yang dihadapi oleh UMKM adalah dengan menerapkan dan menggunakan sistem informasi akuntansi manajemen dalam operasional mereka . almaa, 2. Dalam mengatasi berbagai permasalahan dalam UMKM, manajer memerlukan informasi akuntansi manajemen yang berkualitas (Diana dan Setiawati, 2. Sistem akuntansi manajemen yang baik dapat meningkatkan responsivitas organisasi terhadap perubahan dalam lingkungan bisnis, memungkinkan manajemen untuk mengambil tindakan yang cepat dan tepat. Tercapainya tujuan perusahaan dengan cara yang efektif dan efisien memerlukan ketersediaan sistem informasi akuntansi manajemen yang berkualitas. Namun, dalam penerapannya terdapat banyak fakor yang menyebabkan system ifnormasi akuntansi manajemen tidak sama dan tidak ada yang mutlak dalam setiap organisasi, hal ini diesebabkan adanya ketidakpastian lingkungan yang mempengaruhi ketersediaan system akuntansi manajemen (Otley, 1. Ketidakpastian lingkungan dapat membuat prediksi bisnis menjadi sulit. Sistem akuntansi manajemen yang baik membantu organisasi dalam memahami tren, mengidentifikasi risiko, dan menyesuaikan rencana bisnis sesuai Ketidakpastian lingkungan yang dirasakan oleh pemilik UMKM akan menyebabkan sulit dalam menyusun perencanaan dan pengendalian organisasi secara akurat. Perencanaan dan pengendalian suatu perusahaan akan menjadi masalah jika ketidakpastian lingkungan dalam kondisi yang tinggi, diantaranya adalah: . perubahan teknologi, . peraturan pemerintah, . persaingan pasar, . perubahan strategi pesaing, dan . respon masyarakat atas penawaran produk. Di lingkungan yang berubah cepat, sistem akuntansi manajemen perlu memiliki fleksibilitas untuk mengakomodasi perubahan kebijakan, strategi, dan tuntutan pasar. Kemampuan adaptasi menjadi kunci. Seorang manajer atau pemilik UMKM harus mampu dalam mengendalikan perubahan yang mungkin terjadi di masa yang akan dating. Selain itu, cara pandang pemilik UMKM dalam menghadapi ketidakpastian lingkungan juga diperlukan, agar dapat membuat keputusan yang tepat demi kelangsungan usaha. Dalam situasi ketidakpastian, penting bagi organisasi untuk memiliki sistem akuntansi manajemen yang efektif untuk membantu mereka beradaptasi dengan perubahan dan membuat keputusan yang informasional. Sistem ini berperan penting dalam membantu organisasi tetap kompetitif dan relevan di tengah lingkungan bisnis yang dinamis. Teori Kontijensi Tidak ada desain sistem akuntansi yang sesuai atau mutlak untuk semua organisasi dalam berbagai situasi dan kondisi situasi (Otley, 1. Berdasarkan teori kontijensi, desain dan sistem pengendalian pada suatu organisasi, tergantung dimana pengendalian tersebut dilaksanakan (Fisher, 1. Sistem akuntansi manajemen tergantung pada faktor situasional yang ada di masingmasing situasi (Lathifah, 2. Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen | 48 Aliyaluna Yasmin. Yana Ulfah Teori kontijensi dalam akuntansi manajemen memberikan gambaran tentang bagaimana mengidentifikasi sistem atau pengendalian berdasarkan kondisi lingkungan. Dengan adanya kesesuaian antara sistem yang diterapkan memungkingkan manajer UMKM mengingkatkan kinerja Pendekatan kontingensi memberikan kerangka kerja yang lebih fleksibel untuk pemimpin dan manajer dalam membuat keputusan dan merancang struktur organisasi. Ini menekankan pentingnya mengenali perbedaan situasional dan meresponnya secara bijaksana untuk mencapai kinerja yang optimal. Keidakpastian Lingkungan Ketidakpastian adalah suatu kondisi atau keadaan dimana seseorang tidak memiliki informasi dan pemahaman yang cukup mengenai suatu kejadian yang mungkin akan terjadi di masa depan (Susilo dan Kaho, 2. Ketidakpastian lingkungan mengakibatkan pemilik atau manajer UMKM tidak memahami dan mengerti komponen apa saja dari usahanya yang akan mengalami perubahan, contohnya adalah perubahan teknologi, informasi, persaingan pasar, dan perubahan trend di Ketidakpastian lingkungan merujuk pada ketidakpastian atau ketidakpastian dalam faktorfaktor yang memengaruhi suatu organisasi atau entitas. Ini mencakup sejumlah variabel dan perubahan yang sulit diprediksi, dapat berasal dari berbagai sumber, dan dapat memiliki dampak signifikan pada keputusan dan kinerja organisasi. Keputusan yang telah ada ternyata berbeda dari apa yang telah diperkirakan dan direncanakan adalah salah satu akibat yang ditimbulkan dari adanya ketidakpastian lingkungan. Ketidakpastian lingkungan merupakan faktor penting yang harus diperhitungkan, karena kondisi tersebut dapat menyulitkan perencanaan dan pengendalian. Manajer UMKM harus mampu memperhitungkan dan memprediksi peristiwa apa yang akan terjadi di masa depan, demi kelangsungan usaha yang Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manjemen Sistem informasi akuntansi manajemen digunakan untuk menjaga dan menyajikan opsi dari berbagai kegiatan perusahaan, baik itu berdasarkan data historis maupun data proyeksi di masa Sistem ini bertindak sebagai platform yang mengelola data keuangan, mentransformasikannya menjadi informasi keuangan yang berguna (Maulani, 2. Kualitas sistem informasi akuntansi manajemen (SIAM) sangat penting untuk membantu organisasi dalam mengumpulkan, menyimpan, mengelola, dan menyajikan informasi akuntansi yang relevan bagi manajemen. Menurut Chenhall dan Morris . , sistem akuntansi manajemen dapat dikatakan berkualitas berdasarkan 4 karakteristik, sebagai berikut: Ruang Lingkup . Ketepatan waktu . Agregasi . Integrasi . Tujuan dari adanya penerapan sistem informasi akuntansi manajemen adalah untuk menyediakan informasi perusahaan seperti informasi keuangan dan non keuangan, informasi menghitung harga pokok, informasi untuk pihak internal dan eksternal perusahaan. Metode Pengukuran Pengukuran data dalam penelitian ini menggunakan software SPSS. Dimensi penelitian untuk variabel ketidakpastian lingkungan adalah: laju perubahan dan kompleksitas lingkungan yang kemudian dirasionalkan menjadi 6 indikator berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh (Robbins & Coulter, 2. Dimensi penelitian untuk variabel kualitas sistem informasi akuntansi manajemen menurut (Chenhall & Morris, 1. , terdiri dari: ruang lingkup . , ketepatan waktu Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen | 49 Aliyaluna Yasmin. Yana Ulfah . , agregasi . , dan integrasi . yang kemudian dirasionalkan menjai 8 indikator. Penelitian ini melakukan pengukuran variabel menggunakan skala Likert yang terdiri dari lima pilihan jawaban. Setiap pilihan jawaban memiliki skor tertentu, yaitu: sangat setuju = 5, setuju = 4, netral = 3, tidak setuju = 2, sangat tidak setuju = 1 Pengumpulan Data dan Sampel Metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Data diperoleh dari jawaban kuesioner yang diajukan kepada 100 pelaku UMKM di Kota Samarinda. Populasi dalam penelitian ini adalah UMKM di Kota Samarinda, menurut Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Samarinda pada tahun 2022 berjumlah 70. 465 yang terdiri dari usaha mikro 41. usaha kecil 25. 367, usaha menengah 3. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling, dengan kriteria berdasarkan omsetnya. Usaha mikro memiliki omset sebesar Rp2. 000AeRp50. Pada penelitian ini, penghitungan sampel dilakukan dengan menggunakan rumus Slovin, dengan asumsi tingkat penyimpangan sebesar 10% (Umar, 1. Proses perhitungan rumus Slovin dapat dijelaskan sebagai berikut: yas n = ya yasyaya yiya. yeyiye n = ya yiya. a,y. ya = 99,8 Maka, sampel pada penelitian ini berjumlah 100 yang terdiri terdiri dari 20 usaha mikro, 35 usaha kecil, dan 45 usaha menengah. Hasil dan Pembahasan Uji Validitas Uji validitas merupakan bagian dari alat pengukuran yang tujuannya adalah untuk mengetahui kemampuan dari alat pengukur . dalam mengukur variabel . yang sesuai dengan keinginan peneliti (Azwar, 1. Validitas berkaitan dengan sejauh mana suatu instrumen dapat memberikan pengukuran yang akurat terhadap konsep atau variabel yang diukur. Uji validitas dapat dilihat sebagai berikut: Tabel 1. Hasil Uji Validitas pada 100 UMKM Variabel (Y) Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen (X) Ketidakpastian Lingkungan Indikator Koefisien Korelasi 0,568 0,443 0,552 0,511 0,475 0,554 0,580 0,620 0,546 0,588 0,583 0,555 0,573 0,560 Signifikansi 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 0,000 Valid/Tidak Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari informasi yang tertera pada Tabel 1, seluruh instrumen penelitian untuk variabel independen kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen dan ketidakpastian lingkungan memiliki nilai signifikansi <0,05 dan r hitung > r tabel . ,1. Oleh karena itu, dengan merujuk pada tabel koefisien korelasi dan signifikansi, dapat disarikan bahwa variabel penelitian ini dianggap valid. Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen | 50 Aliyaluna Yasmin. Yana Ulfah Uji Reabilitas Uji reliabilitas merupakan suatu metode untuk mengevaluasi sejauh mana instrumen pengukuran atau tes dapat dipercaya dan konsisten dalam mengukur suatu konsep atau variabel (Sugiono, 2. Tujan uji reabilitas yang dilakukan pada penelitian ini adalah untuk untuk menilai keabsahan dari jawaban yang diberikan oleh responden penelitian. Tabel 2. Hasil Uji Reabilitas pada 100 UMKM Variabel Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen Ketidakpastian Lingkungan Jumlah Item CronbachAos alpha 0,649 0,576 Keterangan Reliabel Reliabel Dari data yang tercantum dalam Tabel 2, hasil uji yang telah dilakukan menghasilkan nilai Cronbach's alpha sebesar 0,649 untuk variabel kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen (SIAM) dan 0,576 untuk variabel ketidakpastian lingkungan. Ini menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan dalam penelitian ini dapat dianggap reliabel. Uji Multikoleniaritas Uji multikolinieritas digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana dua atau lebih variabel independen dalam suatu model regresi saling berkorelasi. Kehadiran multikolinieritas dapat memengaruhi keakuratan dan interpretasi hasil regresi, sehingga mendeteksinya memiliki signifikansi penting. Salah satu metode umum yang digunakan untuk menguji multikolinieritas adalah menggunakan Variance Inflation Factor (VIF) (Ghozali, 2. Tabel 3. Hasil Uji Multikolenieritas Variabel Independen Ketidakpastian Lingkungan Coleniarity Static Tolerance VIF Keterangan Bebas Multikolinearitas Berdasarkan pada tabel diatas, dapat diketahui bahwa variabel ketidakpastian lingkungan memiliki tolerance sebesar 1 > 0,01 dan VIF sebesar 1 < 10. Dengan demikian di dalam model ini tidak terdapat masalah dalam multikolinearitas. Uji Heterodeskasitas Uji heteroskedastisitas adalah cara untuk mengidentifikasi apakah variabilitas residual tidak konstan di seluruh rentang prediksi. Apabila titik-titik tersebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu (Y) dan pola terbentuk dengan jelas maka menunjukkan bahwa heteroskedasitas tidak terjadi (Ghozali, 2. Gambar 1. Hasil Uji Heterodeskasitas Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen | 51 Aliyaluna Yasmin. Yana Ulfah Dari ilustrasi yang terdapat pada Gambar 1, dapat diamati bahwa titik-titik tersebar baik di atas maupun di bawah nilai 0 pada sumbu Y. Dengan demikian, dapat disarankan dari gambaran ini bahwa dalam model regresi yang diterapkan dalam penelitian ini, tidak terdapat kecenderungan Analisis Regresi Linear Sederhana Tabel 4. Regresi Linear Sederhana Variabel X Constant Ketidakpastian Lingkungan 52,386 0,351 Sig. 2,575 0,012 Berdasarkan tabel diatas. Maka Persamaan regresi linear adalah Y = 52,386 0,351X Uji Kelayakan Model Uji F atau uji kelayakan model, digunakan untuk mengetahui apakah model regresi yang digunakan dapat memprediksi variabel dependen (Ghozali, 2. Uji kelayakan model merujuk pada serangkaian prosedur dan analisis yang dilakukan untuk menilai seberapa baik suatu model statistik atau prediktif bekerja pada data tertentu. Tabel 5. Hasil Uji F Nilai Uji F 6,631 Signifikansi 0,012 Keterangan Positif Signifikan Hipotesis Diterima Dari informasi yang tercantum dalam Tabel 6, dapat disimpulkan bahwa nilai f hitung mencapai 6,631 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,012, dimana lebih kecil dari 0,05. Hal ini menyiratkan bahwa model regresi yang diterapkan dalam penelitian ini dinyatakan layak dan mampu melakukan prediksi terhadap variabel. Uji Koefisien Determinasi Menurut (Ghozali, 2. , tujuan uji koefisien determinasi ini adalah sebagai alat pengukur seberapa besar variabel independen (X) yang diteliti berpengaruh terhadap variabel dependen (Y) Tabel 6. Hasil Uji Koefisien Detrminasi Variabel Independen Variabel Dependen Ketidakpastian Lingkungan Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen R Square 0,252 0,63 Adjusted R Square 0,54 Berdasarkan nilai koefisien determinasi (R squar. yang tercantum dalam Tabel 7, ditemukan bahwa R square memiliki nilai sebesar 0,63. Informasi ini mengindikasikan bahwa variabilitas dalam tingkat ketidakpastian lingkungan (X) memberikan kontribusi sebesar 63% terhadap pengaruh terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen (Y), sementara 37% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain. Uji Hipotesis Uji parsial Uji parsial . digunakan untuk mengevaluasi apakah terdapat pengaruh secara sebagian antara variabel ketidakpastian lingkungan dan variabel kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Uji T juga dapat diinterpretasikan sebagai alat pengujian untuk menilai secara sebagian apakah terdapat pengaruh dari variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y) (Ghozali, 2. (Ghozali, 2. Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen | 52 Aliyaluna Yasmin. Yana Ulfah Tabel 7. Hasil Uji T Variabel X Constant Ketidakpastian Lingkungan 52,386 0,351 Sig. Keterangan Hipotesis 2,575 0,012 Positif Signifikan Diterima Berdasarkan hasil uji t seperti yang tercatat dalam Tabel 8, variabel ketidakpastian lingkungan (X) menunjukkan nilai 0,012 yang lebih kecil dari 0,05. Hasil ini mengindikasikan bahwa ketidakpastian lingkungan memiliki dampak positif yang signifikan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Variabel ketidakpastian lingkungan mendapatkan nilai t hitung sebesar 2,575, yang menghasilkan t hitung . > t tabel . Dapat disimpulkan bahwa peningkatan signifikan dalam ketidakpastian lingkungan berkontribusi positif terhadap kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Oleh karena itu, dapat diakui bahwa hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan, dapat dijelaskan bahwa terdapat pengaruh positif signifikan dari ketidakpastian lingkungan terhadap kualitas sistem informasi akuntansi Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa hipotesis nol (H. ditolak dan hipotesis alternatif (H. Hasil ini dapat dijelaskan oleh kenyataan bahwa ketika tingkat ketidakpastian lingkungan meningkat, pemilik atau manajer UMKM lebih cenderung mempertimbangkan informasi eksternal non-finansial serta mengandalkan dukungan informasi dari sistem akuntansi manajemen dalam proses pengambilan keputusan. Pemilik Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) yang menghadapi tingkat ketidakpastian lingkungan yang tinggi lebih cenderung mencari informasi eksternal, informasi non-keuangan, dan informasi pendukung sebagai tambahan dari jenis informasi lainnya. Dalam situasi ketidakpastian lingkungan yang tinggi, kualitas sistem informasi akuntansi manajemen dapat membantu UMKM mengumpulkan informasi yang lebih bermanfaat, sehingga dapat meningkatkan akurasi keputusan yang mereka buat. Maka dari itu, penerapan sistem informasi akuntansi manajemen dalam usaha mikro, kecil, dan menengah terdapat perbedaan, hal ini dikarenakan kondisi lingkungan dari setiap jenis usaha juga Hal ini terlihat dari penerapan SIAM pada usaha mikro lebih sederhana seperti menggunakan catatan manual, sedangkan penerapan SIAM pada usaha kecil dan menengah lebih terorganisasi dan menggunakan berbagai software. Simpulan Berdasarkan hasil uji yang telah dilakukan pada penelitian ini, dapat dijelaskan bahwa pada variabel ketidakpastian lingkungan (X) berpengaruh positif signifikan terhadap variabel kualitas sistem informasi akuntansi manajemen (Y). Sehingga dalam penelitian ini H0 ditolak dan Ha Penelitian ini menunjukkan bahwa ketidakpastian lingkungan menyebabkan perubahan dalam lingkungan bisnis yang tidak dapat diprediksi atau dikendalikan, seperti perubahan dalam regulasi, persaingan pasar, atau teknologi. Perubahan ini menyebabkan ketidakpastian lingkungan memengaruhi kualitas sistem informasi akuntansi manajemen. Penerapan sistem akuntansi manajemen pada Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat membantu pemilik UMKM untuk mengelola bisnis mereka dengan lebih efektif dan efisien. Sistem akuntansi manajemen membantu dalam pengumpulan, analisis, dan interpretasi informasi keuangan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik. Sistem informasi akuntansi manajemen pada UMKM harus fleksibel, untuk menghadapi ketidakpastian lingkungan yang tinggi. Fleksibilitas sistem memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan dan menghasilkan informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan manajemen. Selain itu. UMKM harus memiliki kemampuan yang kuat untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memproses data dengan cepat dan akurat untuk menghasilkan informasi yang relevan untuk pengambilan keputusan. Pengaruh Ketidakpastian Lingkungan terhadap Kualitas Sistem Informasi Akuntansi Manajemen | 53 Aliyaluna Yasmin. Yana Ulfah Daftar Pustaka