0 Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 3 Nomor 2 Desember 2023. Pages 279-291 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Pengaruh Lagu Tematik terhadap Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini di Pendidikan Anak Usia Dini Terpadu Hauriyah Halum Wina Maryosindra1. Indra Yeni2 Article Info Abstract Keywords: Songs. Musical Intelligence. Early Childhood This research purpose to reveal the thematic songs impact on the musical intelligence of early childhood in Hauriyah Halum Integrated Childhood Education. This research uses quantitative methods with an experimental approach at Hauriyah Halum Integrated PAUD. Padang. The research population involved 51 early childhood children, with a sample of 22 children divided into groups of experimental and control. Data was collected through tests before and after treatment. Analysis for Data used normality, homogeneity, paired sample t-test, and independent sample ttest. The research results showed a significant increase in the intelligence musical of children in the experimental group who received thematic song treatment with a score in average of 18. compared to the control group with free song treatment who received an average score of 16. Next, reviewing the t-test results obtained a sig . -taile. This value is <0. So, the final result is that the score is significant. Kata Kunci: Lagu. Kecerdasan Musikal. Anak Usia Dini Abstrak Penelitian diadakan melalui tujuan untuk mengetahui Pengaruh Lagu Tematik pada Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini di Pendidikan Anak Usia Terpadu Hauriyah Halum. Penelitian memakai metode kuantitatif melalui pendekatan eksperimen di PAUD Terpadu Hauriyah Halum. Padang. Populasi penelitian melibatkan 51 anak usia dini, dengan sampel 22 anak dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kontrol. Data dikumpulkan melalui tes sebelum dan setelah perlakuan. Analisis data memakai pengujian normalitas, homogenitas, paired sample t-test, dan independent sample t-test. Hasil dari penelitian memperlihatkan peningkatan yang signifikan dalam kecerdasan musikal anak pada kelompok eksperimen yang mendapatkan treatment lagu tematik di peroleh nilai rata-rata 18,27 dibandingkan kelompok kontrol dengan treatment lagu bebas diperoleh nilai rata-rata 16,09. Selanjutnya diperhatikan lewat hasil uji-t didapatkan sig . -taile. yang besarnya 0,006. nilai tersebut < 0,05. Jadi kesimpulannya ialah nilai signifikan. 1 Universitas Negeri Padang. Indonesia Email: winamaryosindra@gmail. 2 Universitas Negeri Padang. Indonesia Email: indrayeni. 30031971@gmail. Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 PENDAHULUAN Anak usia dini merujuk kepada sekelompok seseorang yang baru saja memasuki tahap pertumbuhan dan perkembangan khusus dalam rentang yang berumur 0-8 Mereka terlibat pada program pendidikan seperti taman untuk menitip, prasekolah, taman kanak-kanak, dan bahkan sekolah dasar. Menurut (Iftitah, 2. , anak berusia dini yakni anak yang sedang menjalani tahapan tumbuh kembang yang unik, memerlukan faktor-faktor tertentu untuk mendukung perkembangannya agar mencapai potensi optimal. National Association for the Education of Young Children (NAEYC) mengemukakan definisi anak yang berusia dini yang menjadi individu berumur nol sampai nol delapan tahun yang menerima pendidikan di berbagai tempat, termasuk taman untuk menitip anak, menitip anak pada keluarga, prasekolah, taman kanak-kanak (TK), dan sekolah dasar (SD). Trianto, seperti yang dikutip oleh (Aminah, 2. , menyatakan bahwa anak yang berusia dini mempunyai sikap unik dan ciri khusus sesuai terhadap tahapan umurnya. Sesuai dengan prinsip tersebut. Susanto dalam (Iftitah, 2. menyebutkan beberapa ciri khusus dari anak yang berusia dini, mencakup atas: kemampuan meniru, persepsi dunia sebagai dunia bermain, kemampuan berkembang, kreativitas, kepolosan, dan pandangan bahwa dunia anak adalah dunia yang unik. Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang karakteristik ini sangat penting bagi orang tua guna memberikan dukungan pada tahapan tumbuh kembang anak yang berumur dini. Pendidikan anak usia dini (PAUD) yakni sebuah cara pemberian binaan yang dikhususkan pada anak diawali ketika lahir hingga menginjak umur enam tahun, dengan fokus pada stimulus pendidikan guna mengoptimalkan proses tumbuh kembang jasmani dan rohani. Menurut (Andriani, 2. , dalam pasal 1 butir 14. PAUD diartikan sebagai inisiatif penyajian binaan yang dikhususkan untuk anak ketika lahir sampai berusia enam tahun, mellaui pemberian rangsangan pendidikan guna mendukung proses berkembangnya jasmani dan rohani, yang menjadikan anak memiliki rasa siap untuk melanjutkan pendidikan berikutnya. Pendapat dari Siibak dan Vinter, sebagaimana diungkapkan oleh (Madyamati, 2. , memberikan penjelasan dimana pendidikan untuk anak yang berusia dini yakni wujud dari pendidikan yang melibatkan aspek-aspek pemberian asuhan, merawat, dan melayani anak diawali ketika lahir sampai berumur enam tahun. Pada realisasi pendidikan untuk anak yang berusia dini, penting untuk memperhatikan karakteristik anak, aspek perkembangan, dan prinsip-prinsip dasar proses berkembangnya anak. Menurut (Andriani, 2. , dalam buku panduan pedoman penyelenggaraan pos PAUD dijelaskan bahwa penyelenggaraan pendidikan untuk anak yang berusia dini mengikuti sejumlah prinsip, termasuk: 1. Berfokus pada apa yang anak butuuhkan, 2. Proses belajar dilaksanakan lewat kegiatan bermain, 3. Memberikan ransangan pada sikap kreatif dan inovatif anak, 4. Menciptakan lingkungan yang memberikan dukungan pada anak, 5. Melakukan pengembangan kecakapan dari kehidupan anak, 6. Memanfaatkan sumber dan media pengajaran, 7. Menyesuaikan dengan tahap-tahap perkembangan anak, dan 8. Memberi stimulus pendidikan yang memuat setiap aspek proses berkembangnya anak. Pendidikan ini bertujuan untuk mencapai kecerdasan dalam kehidupan bangsa, sehingga sangat penting bagi pendidikan untuk mematuhi Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 prinsip-prinsip penyelenggaraan tersebut. Pendidikan untuk anak yang berusia dini berdasarkan Kurikulum 2013 memiliki karakteristik yang mencakup optimalisasi proses tumbuh kembang anak dalam aspek nilai keagamaan dan moral, fisik-motorik, kognitif, bahasa, sosial-emosional, dan seni, yang dicerminkan pada kesetimbangan kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Seni memiliki banyak jenis, satu diantaranya yakni seni musik. Seni musik merupakan bentuk seni yang menggunakan bunyi sebagai elemen utamanya. Dalam seni musik, terdapat pertimbangan terhadap beberapa unsur, seperti melodi, harmoni, ritme, tempo, dan tangga nada. Menurut Maryoto dalam (Rachman, 2. , musik dapat dianggap sebagai gerakan bunyi. Kamien. Ramer, dan Jamalus dalam (Yeni, 2. menyatakan bahwa musik termasuk seni yang mengacu terhadap pengorganisasian bunyi dalam waktu, di mana komponen yang mencakup atas ritme, melodi, harmoni, tekstur, dan bentuk membentuk struktur musik yang dikemas oleh kualitas bunyi, termasuk warna bunyi dan dinamika bunyi. Reed dan Sidnell dalam (Raharjo, 2. mendefinisikan musik sebagai cabang seni yang menggunakan suara, mellaui unsur-unsur ritme, melodi, harmoni, dan timbre sebagai komponennya. Menurut (Lestari, 2. , musik memiliki dampak pada berbagai aspek dalam diri manusia melalui melodi dan harmoni, termasuk aspek fisik, perilaku, dan mentalspiritual. Solehudin dalam (Alimuddin, 2. menyoroti manfaat aktivitas pembelajaran musik, khususnya bernyanyi, yang mencakup kemampuan menenangkan, mengatasi kecemasan, menjadi alat ekspresi perasaan, dan mendukung perkembangan daya ingat anak. Penulis merujuk pada seni musik sebagai sarana untuk mengembangkan kecerdasan musikal. Kecerdasan musikal merujuk pada kemampuan individu mengidentifikasi ingatan kumpulan nada dan irama dan memberikan ekspresi lewat bermusik dan bernyanyi. Menurut Burt sebagaimana dikutip oleh (Prawira, 2. , kecerdasan merupakan kemampuan kognitif umum yang dimiliki individu sejak lahir, dan dalam konteks musikal, ini sering disamakan dengan intelegensi. Kecerdasan musikal bertujuan untuk mengolah atau memanfaatkan aspek-aspek terkait irama, nada, dan suara, satu diantaranya suara dari alam. (Amstrong, 2. mengidentifikasi aspek-aspek kecerdasan musikal, yang mencakup sikap peka pada ritme, nada, melodi, dan warna nada dari alam pada sebuah komposisi musik. Kecerdasan musikal ialah satu diantara bentuk pengembangan Multipel Intelegensi yang memiliki peran besar untuk diperkembangkan pada anak sejak berusia dini. Ini memuat kemampuan untuk paham pada bentuk-bentuk musikal melalui aktivitas seperti mendengarkan . enikmat musi. , menilai . ritikus musi. , menciptakan . , dan mengekspresikan diri . elalui Kecerdasan musikal juga melibatkan sikap peka pada irama, pola nada dalam melodi, serta warna nada atau karakter suara dalam sebuah lagu. Implementasi kecerdasan musikal dapat terlihat melalui berbagai kegiatan, seperti pengenalan terhadap konsep-konsep melalui lagu yang diperdengarkan atau dinyanyikan oleh guru, serta kegiatan bernyanyi yang melibatkan partisipasi anak dalam proses belajar. Lagu memiliki berbagai pengertian, sebagaimana diungkapkan oleh (Anam, 2. , lagu dapat didefinisikan sebagai susunan kata-kata dalam tema tertentu yang dihasilkan dengan nada tertentu. Lagu anak, di sisi lain, adalah komposisi berirama Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 yang dapat diiringi oleh instrumen musik, dengan lirik yang menceritakan pengalaman atau peristiwa yang dialami oleh anak-anak. (Nuswantari. Wahyu, 2. lagu anak merupakan ragam suara berirama yang dapat diiringi instrumen musik dengan lirik berkisahkan pengalaman ataupun kejadian yang dialami anak-anak. Lagu anak diciptakan khusus untuk anak-anak dan memiliki dampak yang signifikan pada perkembangan mereka. (Yeni, 2. mengemukakan bahwa lagu memberikan manfaat dalam memperkaya kosakata, merangsang kreativitas dan imajinasi anak, mengajarkan bermain bersama tanpa egoisme, menjadi saluran ekspresi emosi, dan melatih otot tubuh. Selaras dengan pendapat (Kusumawati, 2. , beberapa manfaat lagu untuk anak termasuk melatih koordinasi motorik kasar, membentuk rasa percaya diri, membantu mengidentifikasi bakat, serta mendukung perkembangan kognitif dan Pembelajaran tematik yakni cara belajar terpadu yang memakai sebuah tema dalam mengintegrasikan sejumlah mata pelajaran, yang mana menawarkan pengalaman pengajaran yang memberikan makna untuk anak (Saptiani, 2. Pada proses belajar tematik, penekanan lebih diberikan terhadap konsep belajar disertai melaksanakan suatu kegiatan, atau yang dikenal sebagai pembelajaran dengan prinsip "learning by doing. " Menurut (Rusman, 2. , kesuksesan realisasi proses belajar tematik sangat mendapat pengaruh dari sebesar apa rancangan pengajaran dicocokkan terhadap keadaan dan potensi siswa, termasuk minat, bakat, kebutuhan, dan kemampuan mereka. Berdasarkan observasi yang penulis lakukan di PAUD Terpadu Hauriyah Halum, penulis menemukan ada beberapa anak yang tidak mampu bernyanyi dengan lancar bila bernyanyi sendiri. Ada beberapa anak yang bernyanyi lama-kelamaan suaranya tidak terdengar. Ada anak yang bernyanyi belum mampu sesuai dengan tempo. Kurangnya variasi lagu yang digunakan guru berdasarkan tema pembelajaran,dan terbatasnya alat-alat musik yang digunakan di PAUD Terpadu Hauriyah Halaum. Guru dalam memperkenalkan lagu kepada anak tidak memperhatikan unsur-unsur dalam pengembangan lagu tersebut. Guru mengajar tidak sesuai dengan tahapan yang seharusnya seperti, menanyakan, mengaitkan lagu dengan tema, memperlihatkan media, mendeklamasikan, sehingga perlu untuk mencari alternatif dalam pembelajaran yang sejalan terhadap tema untuk anak yang berusia dini agar tidak membosankan. Beberapa studi sebelumnya juga mendukung penelitian terkait pengaruh lagu tematik terhadap perkembangan kecerdasan musikal anak usia dini. (Arinalhaq, 2. melakukan penelitian terkait pengembangan lagu kreatif berfokus pada tema binatang dan tanaman dengan pendekatan kognitif untuk anak usia dini. Hasil dari penelitian tersebut dinilai sangat valid dan praktis, menunjukkan bahwa lagu dapat efektif digunakan dalam pembelajaran sub-tema binatang darat dan tanaman liar dengan pendekatan kognitif yang mencakup unsur-unsur materi seperti warna, angka, dan kosa kata baru. Studi lainnya oleh (Yeni, 2. menyajikan bahwa penggunaan alat musik perkusi bambu lebih efektif dalam memajukan kecerdasan musikal anak dibandingkan dengan menggunakan tepuk tangan. Anak-anak menunjukkan tingkat antusiasme yang lebih tinggi ketika bermain musik dengan alat musik yang unik ini. Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Berdasarkan temuan-temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa penelitian ini memiliki dasar yang kuat dan relevan dengan konteks peningkatan kecerdasan musikal anak usia dini lewat bermacam pendekatan dan alat musik, terutama menyangkut penggunaan lagu tematik. Penelitian ini memiliki tujuan tujuan untuk mengetahui Pengaruh Lagu Tematik pada Kecerdasan Musikal Anak Usia Dini di Pendidikan Anak Usia Terpadu Hauriyah Halum. METODE Metode untuk penelitian yang dipakai pada penelitian ini yakni kuantitatif melalui pendekatan eksperimen, melalui rancangan quashy-experimental . ksperimen Menurut (Suhartini, 2. , penelitian quashy-experiment yakni penelitian yang mengusahakan percobaan dan tidak mempunyai kemungkinan untuk memberikan kendali kuat atau mengatur setiap variabel yang relevan. Dalam hal ini, mesti terdapat kompromi pada penetapan validitas internal dan eksternal sejalan terhadap batas yang (Sugiono, 2. menambahkan bahwa metode eksperimen digunakan untuk mengukur efektivitas dalam suatu kelompok dan cocok untuk penelitian ini. Penelitian kuantitatif dilaksanakan di Pendidikan Anak Usia Dini Terpadu Hauriyah Halum ketika semester genap tahun akademik 2022-2023, dengan populasi seluruh anak usia dini di lingkungan tersebut sebanyak 51 orang. Sampel penelitian mencakup atas dua kelompok belajar, yakni grup B1 . rup kontro. dan B2 . rup eksperime. , masing-masing dengan 11 orang anak. Pemilihan kelompok dilakukan dengan pertimbangan homogenitas dalam usia anak, tingkat kemampuan, fasilitas belajar, background kemampuan guru, dan apa yang direkomendasikan guru dan kepala Teknik yang dipakai dalam meraih data untuk penelitian ini yakni melalui penggunaan tes buatan guru. Adapun teknik untuk melaksanakan analisis data yang dipilih untuk penelitian ini yakni melalui penggunaan pengujian normalitas, homogenitas dan pengujian hipotesis. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian ini diadakan pada 10 kali pengajaran melalui rincian setiap kelas masing-masing 5 kali pertemuan. Tahapan penelitian terdiri dari tiga tahapan utama, yaitu. pre-test, treatmen dan post-test. Adapun kriteria untuk penilaian instrumen dengan pemberian skor berupa angka yaitu: . skor pada interval 4-12 masuk dalam kategori belum berkembang (BB/. skor pada interval 13-15 dikelompokkan masuk dalam mulai berkembang (MB/. , . kategori skor 16-18 dikelompokkan pada kategori berkembang sesuai harapan (BSH/. dan, . skor pada interval 19-24 dikelompokkan pada kategorisasi berkembang sangat baik (BSH/. Data ini menggambarkan perolehan skor anak dari grup eksperimen dan pendekatan berbeda saat treatment. Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Tabel 1 Perbandingan Data Pre-test & Post-test Grup Eksperimen dan Kontrol Grup eksperimen Grup Kontrol Nama anak Pre Post Pre Nama Anak Test Test Test Chayra Alinka Nadin Alisha Anindya Syakila Allencya Rafif Gibranif Arsyifa Fhateemah Yusuf Adreena Sulaiman Kanaya Husain Rafif Ahsan Puti Inggrid Kanaya E Aksa Post Test Tabel di atas merupakan skor pada setiap kelas yang meliputi pre-test dan Post-test untuk grup eksperimen dan kontrol. Setiap kelas memiliki sampel 11 anak sebagai objek penelitian. Supaya lebih mudah dipahami perbandingan data grup eksperimen dan grup kontrol bisa diperhatikan melalui tabel uji descriptive statistik pada Tabel 2: Tabel 2 Statistic Deskriptive Data Pre-test & Post-test Grup Eksperimen dan Kontrol Minimu Maximu Range Sum Mean Statis Statist Statist Statist Std. Statistic Statistic Error Pre Test Eksperim Post Test Eksperim Pre Test Kontrol Post Test Kontrol Valid N . Std. Deviation Statistic 13,55 ,562 1,864 18,27 ,604 2,005 13,36 ,432 1,433 16,09 ,436 1,446 Data statistik descriptive di atas menunjukkan total skor pre-test grup eksperimen149 dan pre-test grup kontrol 147, data pre-test pada masing-masing kelas menunjukkan tidak adanya hasil yang tidak sama secara signifikan dari total skor yang diperoleh, terdapat perbedaan 2 skor dengan rincian skor lebih tinggi pada grup eksperimen. Berdasarkan selisih skor yang diperoleh maka disimpulkan Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 perbedaan skor pre-test grup eksperimen dan grup control menunjukkan pada kategori yang tidak sama secara signifikan. Setelah diberikan treatment selanjutnya dilaksanakan post-test. Post-test grup eksperimen memperlihatkan keselurhan skor 201 dan post-test grup kontrol 177, hasil post-test memperlihatkan adanya hasil yang tidak sama secara signifikan dengan selisih 24 skor. Terdapat skor lebih tinggi untuk grup eksperimen dan perbedaan skor anak menunjukkan hasil yang signifikan. Lebih jauh, apabila melihat pada selisih . ain scor. pada setiap kelas dengan membandingkan pretest dan post-test. Grup eksperimen menunjukkan selish pre-test dan post-test 52 skor, sedangkan grup kontrol memperlihatkan selisih pre-test dan post-test 30 Melihat perbandingan skor tersebut maka diraih kenaikan yang lebih unggul pada grup eksperimen dengan selisih 22 skor lebih tinggi. Berdasarkan pemaparan data di atas bisa diraih kesimpulan adanya peningkatan skor pada semua kelas. Terdapat pengaruh treatmen yang disajikan peneliti dan guru pada kecerdasan musikal anak. melihat perbandingan skor pada setiap kelas, skor anak di kelas ekperimen menunjukkan nilai yang lebih tinggi dengan selisih 22 skor. Berikut ini data pengujian hasil penelitian yang peneliti lakukan menggunakan aplikasi SPSS yakni mencakup atas: Pertama, pengujian normalitas data pre-test dan post-test untuk grup eksperimen dan grup control bisa ditinjau pada Tabel 3: Tabel 3 Uji Normalitas Kolmogorov-Smirnov. Shapiro-Wilk Kelas Statistic Sig. Statistic Sig. Hasil Pre Test ,203 11 ,200(*) ,930 ,410 Eksperimen PostTest ,104 11 ,200(*) ,982 ,975 Eksperimen Pre Test Kontrol Post Test Kontrol ,147 ,200(*) ,968 ,866 ,190 ,200(*) ,915 ,281 Hasil dari pengujian normalitas pada Tabel 3 memperlihatkan nilai sig untuk pre-test dan post-test pada grup eksperimen dan grup kontrol. Melihat pada grup eksperimen dari kolom kolmogorov-Smirnov nilai pre-test menunjukkan angka 0,200 dan post-test 0,200. Namun untuk grup kontrol nilai sig pada kolom kolmogorov-Smirnov pre-test 0,200 dan post-test 0,200. Merujuk pada kriteria dalam menetapkan keputusan ketika angka sig pada kolom kolmogorov-Smirnov > 0,05 maka data mengandung distribusi yang normal, yang mana bisa diraih kesimpulan yakni data pre-test dan post-test grup eksperimen dan grup kontrol mengandung distribusi yang normal. Kedua, analisis dari data yang dilaksanakan yakni melalui pengujian Berikut ini hasil perhitungan pengujian homogenitas bisa diperhatikan pada Tabel 4: Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Tabel 4 Uji Homogenitas Levene Statistic ,482 Sig. ,696 Pengujian homogenitas data penelitian tersebut memperlihatkan angka sig 0,696, dari kriteria dalam menetapkan keputusan pada pengujia homogenitas nilai tersebut memperlihatkan skor > 0,5 sehingga bisa diraih kesimpulan dimana data yang di analisis berasal dari varian data yang homogen. Setelah melaksanakan pengujian normalitas dan homogenitas, diraih hasil dimana kedua grup sampel mengandung distribusi yang normal dan homogen. Maka bisa diteruskan melalui pengajuan pengujian hipotesis yang dipakai pada penelitian ini yakni pengajuan statistic pragmatic, yakni paired sample tes dan independent sample t-test. Berikut hasil pengujian hipotesis data penelitian bisa ditinjau dalam Tabel 5: Tabel 5 Uji Paired Samples Test Paired Differences Pair Pair Pre Test Eksperimen - Post Test Eksperimen Pre Test Kontrol Post Test Kontrol Confidence Interval of Difference Low Upper Sig. Mean Std. Deviati Std. Error Mean Upper Lower Upper Mean Std. Deviati Std. Error Mean Lower Upper Lower 4,727 1,902 ,574 -6,005 -8,243 ,000 2,727 ,786 ,237 -3,255 11,504 ,000 Hasil dari pengujian Paired sample tes pada Tabel 5 memperlihatkan nilai Sig. -taile. pada pre-test & post-test untuk grup eksperimen 0,000 dan pre-test & post-test grup kontrol 0,000. Berdasarkan kriteria dalam menetapkan keputusan pengujian paired samples test jika angka sig . - taile. < 0,05 jadi Ha diterima . danya hasil yang tidak sama dari rata-rata untuk dua grup data berpasanga. Diraih kesimpulan adanya hasil tidak sama pada rata-rata secara signifikan untuk setiap grup data berpasangan. Selanjutnya, yang uji hipotesis yang kedua adalah Uji Independent Samples Test. Hasil dari proses uji hipotesis data penelitian bisa ditinjau melalui Tabel 6: Tabel 6 Uji Independent Samples Test Levene's Test for Equality of Variances t-test for Equality of Means Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 Hasil Equal Equal E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Sig. Mean Differ Std. Error Differ Confidence Interval of the Difference Uppe Lower Sig. Lowe Uppe Lower Uppe Lower Upper Lower 3,55 ,074 3,223 ,004 2,000 ,621 ,705 3,295 3,223 13,32 ,006 2,000 ,621 ,663 3,337 Hasil dari pengujian independent samples test 6 mengidentifikasikan nilai . -taile. 0,004 dan 0,006. Merujuk pada kriteria pengambilan keputusan uji independent samples test maka nilai tersbut diraih hasil < 0,05 yang mana bisa diraih kesimpulan diterimanya Ha dan ditolaknya H0 . erdapat hasil yang tidak sama dengan signifikan dari gain score grup eksperimen dan grup kontrol. Adapun pelaksanaan penelitian ini dilaksanakan pada 09 Oktober 2023 s/d 10 November 2023 pada TK Hauriyah Halum Padang. Alur penelitian mencakup atas tiga tahapan pokok, yakni. pre-test, treatmen dan post-test. Pertama Pre-test, diadakan guna melakukan pengukuran kemampuan awal anak sesuai terhadap variable penelitian. Berikut deskripsi data pre-test pada grup eksperimen: Tabel 7 Data Pre-test pada Grup Eksperimen Total Skor Kode Nama Anak Kategori Penilaian Pre-test Chayra Nadin Anindya Allencya Gibranif Fhateemah BSH Adreena BSH Kanaya Rafif Puti Kanaya E Skor pre-test pada tabel di atas merupakan outpust hasil menggunakan SPSS. Data tabel tersebut menunjukkan skor anak yang bervariasi dan kategori yang beragam. Sebanyak 2 anak masuk dalam kelompok belum berkembang (BB), 7 anak masuk dalam kelompok mulai berkembang (MB) dan 2 anak masuk dalam kelompok berkembang sesuai harapan (BSH). Berikut deskripsi data pre-test t pada grup kontrol: Tabel 8 Data Pre-test pada Grup Kontrol Total Skor Kode Nama Anak Kategori Penilaian Pre-test Alinka Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Alisha Syakila Rafif Arsyifa Yusuf Sulaiman Husain BSH Ahsan Inggrid Aksa Skor pre-test pada tabel di atas merupakan outpust hasil menggunakan SPSS. Data tabel tersebut menunjukkan skor anak yang bervariasi. Sebanyak tiga anak masuk dalam kelompok belum berkembang (BB), tujuh anak masuk dalam kelompok mulai berkembang (MB) dan satu anak masuk dalam kelompok berkembang sesuai harapan (BSH). Kedua treatmen, merupakan proses memberikan perlakuan pada setiap kelas, dalam hal ini terdapat dua perlakuan yang tidak sama pada grup kontrol menggunakan teatmen lagu tematik sedangkan pada grup kontrol menggunakan lagu beba. Ketiga post-test, dilakukan untuk mengukur hasil akhir anak sesudah diberikan treatmen. Berikut deskripsi data post-test untuk grup eksperimen: Tabel 9 Data Post-test pada grup Eksperimen Total Skor Kode Nama Anak Kategori Penilaian Post-Test Chayra BSB Nadin BSB Anindya BSH Allencya BSH Gibranif BSB Fhateemah BSB Adreena BSB Kanaya BSH Rafif BSH Puti Kanaya E BSH Skor post-test pada tabel di atas merupakan outpust hasil SPSS. Data tabel post-test eksperimen menggambarkan skor anak dalam beberapa kelompok Satu anak masuk dalam kelompok mulai berkembang MB), lima anak masuk dalam kelompok berkembang sesuai harapan (BSH) dan 5 anak masuk dalam kelompok berkembang sangat baik (BB). Berikut deskripsi data post-test pada grup kontrol: Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Tabel 10 Data Post-test pada grup Kontrol Nama Anak Alinka Alisha Syakila Rafif Arsyifa Yusuf Sulaiman Husain Ahsan Inggrid Aksa Total Skor Post-Test Kategori Kode Penilaian BSH BSH BSH BSH BSH BSH BSH Skor post-test pada tabel di atas merupakan outpust hasil SPSS 15. Data tabel post-test kontrol menggambarkan skor anak dalam beberapa kelompok Empat anak masuk dalam kelompok mulai berkembang MB), dan tujuh anak masuk dalam kelompok berkembang sesuai harapan (BSH). Pembahasan Berdasarkan hasil perbandingan pada grup eksperimen dan grup kontrol yang menjadi sampel dalam penelitian, bahwa terdapat peningkatan kecerdasan musikal anak yang lebih unggul untuk grup eksperimen yakni lewat pemakaian lagu tema kupu-kupu yang dilakukan oleh peneliti dibandingkan dengan grup kontrol dengan menggunakan lagu anak gembala yang dilakukan oleh guru. Walaupun terdapat peningkatan pada semua kelas namun terlihat kemajuan yang lebih signifikan untuk grup eksperimen. Hasil penelitian ini dapat dilihat dari nilai pre-test dan post-test pada grup eksperimen dan grup kontrol. Pada grup eksperimen, total skor pre-test 149 dan rata-rata 13,55 dan post-test total skor 201 dan rata-rata 18,27. Diraih peningkatan skor anak sebsar 52 skor pada grup eksperimen. Namun untuk grup kontrol, pretest total skor 147 yakni rata-rata 13,36 dan post-test kontrol total skor 177 melalui rata-rata 16,09. Grup kontrol memperlihatkan adanya kenaikan 30 skor. Adapun proses banding dari peningkatan nilai yakni, 52 skor pada grup eksperimen dan 30 skor pada grup kontrol. Secara bersamaan adanya peningkatan peningkatan nilai untuk grup eksperimen dan kontrol, namun kenaikan lebih unggul untuk grup Uji hipotesis dilaksanakan melalui penggunaan pengujian paired sample test dan pengujian independen sample test. Pertama pengujian paired sample test pada sampel yang memiliki pasangan memperlihatkan untuk pasangan utama grup eksperimen angka sig 0,000 dan pasangan kedua grup kontrol nilai sig 0,000. Sejalan terhadap kriteria dalam menetapkan keputusan pengujian paired sample test maka bisa diraih kesimpulan diterimanya Ha dan ditolaknya Ho, adanya hasil yang tidak sama pada rata-rata skor anak untuk pre-test dan post-test grup eksperimen dan grup kontrol. Kedua pengujian independen sample test pada uji ini Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 diraih angka sig . -taile. 0,004 dan 0,006. Berdasarkan dari kriteria dalam menetapkan keputusan dari pengujian independen sample test angka sig 0,004 & 0,006 < 0,05 sehingga diraih hasil diterimanya Ha dan ditolaknya Ho, adanya hasil yang tidak sama dengan signifikan pada rata-rata dari gain score pada grup eksperimen dan grup kontrol. Berdasarkan hasil dari penelitian di atas disimpulkan terdapat pengaruh lagu tematik terhadap kecerdasan musikal anak usia dini di PAUD Terpadu Hauriyah Halum. Lagu tematik terbukti evektif dalam mengembangkan kecerdasan musikal Kesimpulan tersebut dapat dibuktikan berdasarkan data penelitian yang diperoleh dan dianalisis menggunakan SPSS 15 serta penguatan dari penelitian Sebagai bentuk kontribusi penelitian untuk dunia pendidikan, tulisan ini menjadi sebuah rekomendasi bahwa lagu tematik menjadi satu diantara alternatif pendekatan proses belajar untuk melakukan pengembangan sikap cerdas musikal anak usia dini. KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian mengenai pengaruh lagu tematik terhadap kecerdasan musikal anak usia dini di PAUD Terpadu Hauriyah Halum, ditemukan bahwa grup eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih signifikan dibandingkan grup kontrol. Peningkatan skor pre-test ke post-test untuk grup eksperimen pada angka 52 melalui rata-rata kenaikan 4,73, sedangkan grup kontrol hanya mencapai peningkatan 30 skor dengan rata-rata kenaikan 2,73. Selisih kenaikan skor antara kedua kelas mencapai 22, menunjukkan bahwa penerapan lagu tematik memberikan dampak positif yang lebih besar terhadap perkembangan kecerdasan musikal anak usia Hasil dari pengujian normalitas menegaskan dimana data pada kedua kelas mengandung distribusi yang normal, dan pengujian homogenitas memperlihatkan homogenitas varian data. Analisis hipotesis melalui pengujian paired sample test dan independent samples test memberikan hasil angka signifikansi yang rendah dari 0,05, memperlihatkan terdapat hasil yang tidak sama pada rata-rata secara signifikan dari grup eksperimen dan kontrol. Oleh sebab itu, bisa diraih kesimpulan dimana pemakaian lagu tematik secara signifikan meningkatkan kecerdasan musikal anak usia dini di PAUD Terpadu Hauriyah Halum. DAFTAR KEPUSTAKAAN Aminah. Pengaruh musik islami terhadap perkembangan bahasa anak. Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 6. Andriani. Permainan Tradisional dalam Membentuk Karakter Anak Usia Dini. Jurnal Sosial Budaya, 9. Alimuddin. Lagu Anak Sebagai Salah Satu Sarana Mendidik Anak. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 2. Amstrong. Kecerdasan multiple di dalam kelas. PT. Anam. Mudahnya Berpikir Positif. Visimedia. Arinalhaq. Pengembangan Lagu Kreasi Tematik Berbasis Kognitif pada Perkembangan Anak Usia Dini di Taman Kanak-kanak. Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia. Ar-Raihanah: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Volume 3 Nomor 2 Desember 2023 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Iftitah. Evaluasi Pembelajaran Anak Usia Dini. Pamekasan: Duta Media. Kusumawati. Pendidikan Karaktter melalui Lagu Anak-anak. Jurnal Seni Dan Pendidikan Seni, 11. Lestari. Nyanyian Sebagai Metode Pendidikan Karakter Pada Anak. SEMNAS Psikolohi Islam. Raharjo. Musik Sebagai Media Terapi. Jurnal Harmonia, 8. Rachman. Bentuk dan Analisis Musik Keroncong Tanah Airku Karya Kelly Puspito. Jurnal Harmonia. , 13. Rusman. Pembelajaran Tematik Terpadu. Teori. Praktik dan Penilaian. Rajagrafido Persada. Saptiani. Model Pembelajaran Tematik Anak Usia Dini dalam Kurikulum 2013. Jurnal JEA, 14-3. Sugiono. Metode Penelitian: Kuantitatif. Kualitatif Dan R&D. Alfabeta. Yeni. Stimulasi Emosi Anak Melalui Kegiatan Menyanyi Bagi Guru-Guru PAUD Di Kecamatan Ampek Angkek dan Canduang Kabupaten Agam. Jurnal Ilmiah Pesona PAUD, 2.