Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 TINJAUAN ETIKA TERHADAP KONTEN PODCAST DEDDY CORBUZIER EPISODE BERSAMA AGUNG KARMALOGY Evita Ratnasari. Sisilia Anugrahni. Aliyah Syakira. Fajar Junaedi. 1,2,3Universitas Pembangunan Nasional AuVeteranAy Yogyakarta 4Universitas Muhammadiyah Yogyakarta . evitaratnasarii30@gmail. com, . sisiliaanugrahni10@gmail. aliyahsyakira99@gmail. com, . fajarjun@gmail. Abstrak. Podcast berbentuk audio visual kini semakin populer. Hal tersebut membuat para pembuat konten semakin bebas dalam mengekspresikan obrolan mereka dan disebarkan ke publik. Adanya perkembangan tersebut tak lepas dari pelanggaran-pelanggaran etika yang terjadi dalam media sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pelanggaran etika komunikasi dalam media sosial di konten Podcast Deddy Corbuzier episode bersama Agung Karmalogy. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan teknik analisis konten. Peneliti menyelidiki terkait pelanggaran etika yang terjadi dalam konten Podcast Deddy Corbuzier episode bersama Agung Karmalogy. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya bentuk pelanggaran terhadap etika moralitas sosial. Temuan ini memberikan wawasan tentang pentingnya etika moralitas sosial dalam kehidupan Kata kunci : Etika Komunikasi. Youtube. Media Sosial. Podcast Abstract. Audio-visual Podcasts are now increasingly popular. It gives content creators more freedom to express and distribute their chats to the public. This development cannot be separated from ethical violations that occur on social media. This research explores violations of communication ethics in social media in Deddy Corbuzier's Podcast episode with Agung Karmalogy. The study was conducted using a qualitative approach with content analysis techniques. Researchers are investigating ethical violations in the Deddy Corbuzier Podcast episode with Agung Karmalogy. The research results show some forms of violations of social morality and ethics. These findings provide insight into the importance of social morality ethics in social life. Keywords: Communication Ethics. YouTube. Social Media. Podcast PENDAHULUAN Saat ini kegiatan berkomunikasi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja dengan adanya bantuan media. Media baru adalah istilah yang dapat mencakup kemunculannya era Video Youtube merupakan bentuk dari keberadaan media baru, kepopulerannya didukung dengan smartphone dan internet yang mudah diakses oleh semua kalangan, siapapun dan dimanapun. Youtube sudah memiliki lebih dari satu milyar pengguna sehingga memberikan peluang bagi penggunanya untuk dapat membuat konten serta menemukan Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 beragam unggahan video yang mereka inginkan. Hal tersebut tidak lepas dari kreativitas para pembuat konten yang terjun sebagai Youtuber. Siapapun bisa berkontribusi menjadi kreator karena pengguna aktif media sosial akan memainkan dua peran sekaligus, yakni sebagai pembuat dan penikmat konten. Dengan adanya platform Youtube, tontonan atau konten yang bersifat tabu dan sulit untuk menjadi tayangan di televisi bisa dialihkan ke tontonan Youtube. Meski menuai pro kontra oleh sebagian masyarakat tapi isu-isu yang tabu juga bisa menjadi bahan diskusi oleh banyak orang. Hal ini menjadikan daya kritis masyarakat menjadi meningkat seiring beredarnya isu-isu yang dianggap tabu, karena seiring berjalannya waktu masyarakat juga membutuhkan tontonan yang merangsang daya kritis otak yang bertujuan sebagai bahan diskusi dan bahkan bisa mengubah kebijakan kebijakan di pemerintahan. Oleh karena itu sudah tidak heran lagi bahwasannya masyarakat sudah banyak yang meninggalkan tontonan di televisi dan menjadi penonton platform Youtube yang dianggap lebih memiliki tontonan atau konten yang lebih edukatif dan inspiratif. Hal ini sangat wajar mengingat banyaknya aturan dari pertelevisian yang dianggap menyulitkan sebuah tayangan, sehingga tayangan di televisi terkesan jadul, tidak mengikuti isu-isu yang beredar dan banyak orang yang menganggap tontonan di televisi saat ini hanya berfokus pada sebuah hiburan dan dianggap kurang edukatif dan inspiratif, sehingga beberapa orang menilai di tayangan televisi sudah tidak layak tonton lagi. Melalui platform Youtube, semua orang dapat memilih video apapun yang ingin mereka saksikan. Salah satu kreator Podcast di platform Youtube ialah Deodatus Andreas Deddy Cahyadi Sunjoyo atau yang sering disapa dengan Deddy Corbuzier. Konten yang populer dan paling sering ditonton di akun channel miliknya adalah video Podcast. Dalam Podcast-nya. Deddy Corbuzier sering mengundang narasumber dari berbagai kalangan, misalnya dari tokoh masyarakat, seperti pejabat pemerintahan, selebriti. Youtuber. Influencer, hingga beberapa orang penting penting di Indonesia. Narasumber yang diwawancarai diajak untuk membahas berbagai macam topik dan isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat, mulai dari isu politik, pendidikan, sosial, termasuk isu seksualitas. Menurut Phillips . Podcast adalah file audio digital yang dibuat dan kemudian di-upload ke platform online ntuk dibagikan ke publik. Podcast mengacu pada pendistribusian file audio dalam format digital. Namun seiring perkembangan teknologi, kini Podcast berkembang tidak hanya berupa audio Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 tetapi juga terdapat visual yang menampilkan antara pembuat konten dan narasumber. Konten Podcast Deddy Corbuzier yang disebut Close The Door Corbuzier Podcast ini sering menduduki trending di Youtube Indonesia. Di salah satu Podcast Deddy Corbuzier yang mengundang salah satu konten kreator. Agung Karmalogy mengundang banyak perhatian publik kala itu. Podcast Deddy Corbuzier bersama Agung Karmalogy dinilai menyinggung suatu topik sensitif yang berujung panjang. Podcast tersebut membuat Deddy Corbuzier dan Agung Karmalogy, hal tersebut menuai pro dan kontra dari netizen. Karena isu-isu tabu seperti seksualitas yang tentunya tidak mendapatkan izin tayangan di televisi Indonesia. Maka dari itu Podcast Close The Door mengangkat isu-isu tabu dan juga inspiratif yang selama ini dirasa masyarakat menjadi hal yang tabu bisa mengubah mindset seseorang menjadi sesuatu yang perlu untuk diperbincangkan, karena isu-isu itu sangat dekat dengan kehidupan kita sehari hari. Penulis tertarik untuk membahas isu diatas karena membahas mengenai isu sensitif dan dianggap merendahkan pihaklain. Disini mereka membicarakan salah seorang konten kreator yang diduga Meyden, namun obrolan mereka dianggap meremehkan orang Obrolan keduanya menjadi kontroversial lantaran membahas isu jual keperawanan yang dilontarkan sembari tertawa seakan menjadi bahan lelucon. Hal ini membuat Meyden merasa tersindir dansakit hati atas ucapan keduanya. Selain itu obrolan Deddy dan Agung juga dianggap menjatuhkan nama baik seseorang. Konten ini juga mengundang opini dari publik, beberapa reaksi negatif salah satu akun merespon dengan komentar Aukeren Podcast-nya, mulut cowo ngalahin jahatnya firaun, bener bener Podcast-nya smart peopleAy. Adapun komentar lainnya yang mengaku kecewa dengan konten Deddy yang sekarang dianggap kurang mendidik. AuGue lebih suka konten Podcast om Ded yang mengundang orang yang memotivasi dan berprestasi, gak kayak sekarang lebih kearah ngerumpi dan ga dapat ilmu, mana smart people-nya? Terdapat beberapa penelitian terdahulu yang digunakan sebagai rujukan peneliti dalam melakukan penelitian ini. Pertama, penelitian dari Ferla Putri Mastura dkk . yang berjudul Etika Jurnalistik Penggunaan Clickbait oleh Podcast Deddy Corbuzier dalam Mengemas Isu Seksualitas. Penelitian Ferla Putri Mastura dkk membahas mengenai fenomena transformasi program siaran suara Podcast yang populer di Youtube. Deddy kerap kali 1 Birgit Phillips. AuStudent-Produced Podcasts in Language Learning Ae Exploring Student Perceptions of Podcast Activities,Ay IAFOR Journal of Education 5, no. 3 (December 4, 2. : 157Ae171. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 menggunakan clickbait dalam judul Podcast-nya untuk menarik penonton 2. Penelitian berikutnya dari Neni Widyawati dkk . yang berjudul Tindak Tutur Ilokusi dalam video Podcast Deddy Corbuzier dan Najwa Shihab pada media Sosial Youtube. Penelitian Neni Widyawati dkk membahas mengenai tindak tutur ilokusi yang muncul dalam Podcast Deddy Corbuzier dan Najwa Shihab pada platform Youtube 3. Penelitian selanjutnya. Anaziah Safitri dkk . yang berjudul Analisis Komentar Sarkasme Netizen terhadap Tayangan Youtube Deddy Corbuzier bersama Agung Supriyono pada pembahasan di artikel ini peneliti menemukan komentar sarkasme dari netizen dalam kolom komentar tayangan Youtube yang dimana pada komentar di salah konten terdapat ejekan dan sindiran yang termasuk dalam bentuk bahasa sarkasme, beserta umpatan dan pemberian informasi yang dimana ada tujuan dalam bahasa sarkasme 4. Berbeda dengan ketiga penelitian tersebut di atas, penelitian yang kami lakukan berangkat dari rumusan masalah yaitu bagaimana Tinjauan Etika terhadap Konten Podcast Deddy Corbuzier Episode Bersama Agung Karmalogy? Dengan demikian fokus penelitian ini adalah pada aspek etika di Podcast Deddy Corbuzier Episode Bersama Agung Karmalogy. Maka tujuan penelitian ini adalah untuk meninjau aspek etika dalam Podcast Deddy Corbuzier Episode Bersama Agung Karmalogy. Unggahan konten Podcast juga memerlukan dasar etika komunikasi yang saat ini telah diatur di dalam UU ITE. Tentunya hal tersebut membatasi para pembuat konten dalam tindak tuturnya di media sosial. Pada kasus ini bisa saja menjadikan pencemaran nama baik melalui media digital informasi komunikasi yang terdapat dalam Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Informasi dan Transaksi Elektronik yang berbunyi AuSetiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat di aksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baikAy. Dengan ancaman pidana yang diatur dalam Pasal 45 ayat 3 UU ITE dengan pidana paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 1. 000,00 atu miliar rupia. 2 Ferla Putri Mastura. Dewi Utami, and Suci Lukitowati. AuEtika Jurnalistik Penggunaan Clickbait Oleh Vodcast Deddy Corbuzier Dalam Mengemas Isu Seksualitas,Ay Medium 11, no. : 52Ae67. 3 Widyawati Neni and Asep Purwo Yudi Utomo. AuTindak Tutur Ilokusi Dalam Video Podcast Deddy Corbuzier Najwa Shihab Pada Media Sosial Youtube,Ay Jurnal Ilmiah Telaah 5, no. : 18Ae27. 4 Anaziah Safitri et al. AuAnalisis Komentar Sarkasme Netizen Terhadap Tayangan Youtube Deddy Corbuzier Bersama Agung Suprio,Ay NUSANTARA : Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 9, no. : 3127Ae3138, accessed December 29, 2023, http://jurnal. um-tapsel. id/index. php/nusantara/article/view/7848. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 METODE PENELITIAN Terdapat dua jenis penelitian dalam metode penelitian sosial yaitu kuantitatif dan Penelitian kuantitatif menggunakan data yang dapat diukur secara kuantitatif dan menggunakan simbol-simbol numerik, sedangkan penelitian kualitatif memerlukan data yang berbentuk secara deskriptif. 5 Penelitian kualitatif akan segera memahami subjek dengan lebih baik karena mereka dapat mengeksplorasi kompleksitas yang melekat dalam interaksi antar pertanyaan tur, sehingga masalah dapat diatasi oleh individu. Kata kunci penelitian kualitatif telah ditemukan. Peneliti akan menyelidiki objek melalui proses, pemahaman, kompleksitas, dan model tersebut. Salah satu ciri penelitian kualitatif adalah menggunakan metode penelitian sampel kecil dan menghabiskan waktu yang lebih sedikit dibandingkan penelitian analitik. Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data sangat lah penting karena kualitas dan kelengkapan data yang dikumpulkan sangat bergantung pada kualitas penelitian. Pertanyaan tentang apa, di mana, kapan, dan bagaimana mengumpulkan data selalu menjadi perhatian. Penelitian kualitatif berfokus pada triangulasi data, yang diperoleh melalui tiga metode: wawancara, pengamatan peserta, dan analisis dokumen, juga dikenal sebagai catatan 7 Dalam penelitian ini, metode triangulasi yang digunakan adalah penelitian Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah mirip dengan studi kasus yaitu dengan mengklasifikasikan data dan kemudian mengelompokan data melalui 4 cara: pencocokan pola, menghasilkan penjelasan, mengeksplorasi logika model, dan analisis deret saat beberapa kasus digunakan, metode yang disebut peringkasan digunakan untuk mencari dalam mencari pengulangan di seluruh kasus. Produk akhirnya berupa narasi tentang kasus yang membantu pembaca memahami secara utuh permasalahan yang sedang Berikut ini adalah daftar urutan metode deskriptif kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini. Pertama, masalah yang terkait dengan pelanggaran etika dalam tinjauan etika 5 Subandi. AuDeskripsi Kualitatif Sebagai Satu Metode Dalam Penelitian Pertunjukan,Ay Harmonia 11, no. : 173Ae179. 6 Rusandi and Muhammad Rusli. AuMerancang Penelitian Kualitatif Dasar/Deskriptif Dan Studi Kasus,Ay AlUbudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam 2, no. 1 (June 17, 2. : 48Ae60. 7 Muhammad Rijal Fadli. AuMemahami Desain Metode Penelitian Kualitatif,Ay Humanika 21, no. 1 (April 30, 2. : 33Ae54. 8 Unika Prihatsanti. Suryanto Suryanto, and Wiwin Hendriani. AuMenggunakan Studi Kasus Sebagai Metode Ilmiah Dalam Psikologi,Ay Buletin Psikologi 26, no. 2 (December 3, 2. : 126. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 terhadap konten Podcast Deddy Corbuzier episode bersama Agung Karmalogy diidentifikasi. Selanjutnya, penelitian literatur dilakukan dengan mempertimbangkan teori etika komunikasi dan penelitian sebelumnya. Secara lebih spesifik, ini adalah pelanggaran etika komunikasi dalam konten Podcast Youtube. ketiga, data tentang pelanggaran etika komunikasi dalam konten Podcast Deddy Corbuzier episode Agung Karmalogy dikumpulkan dengan cara dan keempat, data dievaluasi dengan mempertimbangkan teori etika komunikasi. Kelima, laporan penelitian diterbitkan sebagai artikel jurnal. HASIL DAN PEMBAHASAN Deddy Corbuzier terkenal dengan konten Podcast yang diunggah melalui kanal Youtube miliknya. Sampai saat ini Youtube Deddy Corbuzier telah memiliki 21,3 juta subscribers dan telah mengunggah 1,4 ribu video di dalamnya. Salah satu episode yang berhasil mengundang perhatian publik adalah bersama influencer Agung Karmalogy. Pada episode tersebut sedikit membahas mengenai Podcast mereka berdua sebelumnya bersama influencer lain yang gagal tayang. Pembahasan tersebut dianggap mencemarkan nama baik orang Gambar 1 Thumbnail Podcast Deddy bersama Agung Dalam awal video tersebut keduanya membahas alasan mengapa Podcast mereka sebelumnya gagal tayang. Sebelumnya mereka bertiga sudah melakukan Podcast namun gagal tayang karena permintaan Meyden, influencer yang sebelumnya Podcast bersama Deddy dan Agung. Pada bahasan Podcast yang gagal tayang tersebut mereka bercanda mengenai hal sensitif Meyden yang membuat ia merasa diremehkan. Setelah itu Deddy Corbuzier kembali mengundang Agung Karmalogy tanpa kehadiran Meyden. Akan tetapi keduanya terlihat Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 membicarakan Meyden di awal Podcast dimulai. Dalam Podcast ini terdapat banyak sekali simpang siur pembicaraan baik dari permasalahan yang seharusnya tidak diumbar-umbar menjadi terbuka secara lebar. Podcast yang berbintang tamu Agung Karmalogy ini menjadi bahan acuan dengan cara berbicara dan tingkah laku yang seolah - olah dia benar. Dengan memojokan salah satu artis selebgram bernama Meyden. Di obrolan mereka berdua terdapat kalimat yang menyindir Meyden tentang menjual keperawanan di sosial media. Podcast yang telah ditonton oleh 3 juta penonton tersebut tentunya mendapat kritik dari publik mengenai topik bahasan yang dianggap terlalu memojokkan Meyden. Kolom komentar dipenuhi oleh penonton yang kecewa karena Podcast dianggap tidak mendidik dengan menghadirkan bintang tamu Agung Karmalogy yang hanya berisi gibahan. Gambar 2 Kolom komentar publik terhadap Podcast Deddy Salah satu komentar dalam Podcast tersebut ialah Aumengundang Bintang tamu bukannya menceritakan kelebihan bintang tamunya tetapi menceritakan tentang orang lainnya, pokoknya terbaik lah Podcast om Ded iniAy, tulis akun @agustyanto8316. Dari komentar tersebut terbukti para penonton kecewa dengan konten Deddy Corbuzier kali ini. Hal tersebut lantaran bahasan yang ditujukan bukan mengenai bintang tamu yang diundang, melainkan orang lain yang bahkan terkesan mencemarkan nama baiknya. Dari tayangan Podcast Deddy Corbuzier bersama Agung Karmalogy peneliti menemukan kaitan dengan teori moralitas sosial. Teori ini bersumber dari pemikiran Thomas Hobbes. Emile Durkheim dan Max Weber. Teori moralitas sosial menyatakan bahwa manusia itu hidup bermasyarakat, karena itu moralitas sosial menjadi landasan dalam kehidupan Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 Teori moralitas sosial menekankan pada peraturan, nilai, norma dan tatasusila yang diwujudkan dalam masyarakat berupa hormat menghormati dan nilai berdikari. Keadaan ini membuat kehidupan bermasyarakat menjadi damai. Masyarakat mempengaruhi perilaku, sikap serta cara berpikir seseorang. Suatu tindakan dianggap bermoral atau tidak bermoral, baik atau buruk positif atau negatif apabila sesuai dengan nilai-nilai, norma-norma dan undang-undang yang berlaku dalam masyarakat tersebut. Pada kasus Podcast Deddy dan Agung terdapat sikap yang memengaruhi publik dalam menanggapi obrolan mereka. Keduanya dianggap kurang bermoral dalam menyampaikan opini mereka karena terlihat memojokkan pihaklain sebagai topik bahasan. Obrolan tersebutmelanggar etika moralitas sosial dalam kehidupan bermasyarakat, karena tidak terwujud bentuk nilai berdikari dalam kehidupan. Bentuk pelanggaran tersebut adalah pembahasan mengenai hal sensitif oleh Deddy Corbuzier terhadap Meyden mengenai keperawanannya di dalam media Bentuk pelanggaran lainnya ialah pencemaran nama baik yang dilakukan oleh Deddy Corbuzier dan Agung Karmalogy terhadap Meyden dengan perkataan menyindir dan memojokkan Meyden. Selain itu, teori deontologi juga ditemukan dalam Podcast Deddy Corbuzier bersama Agung Karmalogy tersebut. Deontologi berasal dari bahasa Yunani AudeonAy yang berarti dutyAy atau tugas. Teori ini berpendapat bahwa sesuatu yang baik berakar darikeberhasilan manusia dalam melakukan tugas atau kewajiban mereka. Teori deontologi memiliki fokus utama pada tugas dan kewajiban manusia dan mengabaikan konsekuensinya. Berdasarkan penjelasan teori di atas. Podcast Deddy Corbuzier dan Agung Karmalogy berhubungan dengan deontologi karena mereka merasa tidak bersalah ketika membahas dan menyindir nama Meyden. Keduanya bahkan membahas mengenai hal sensitif keperawanan Meyden dalam obrolannya. Mereka membenarkan pembicaraannya karena beranggapan bentuk klarifikasi atas Podcast bersama Meyden yang sebelumnya gagal tayang. Sejauh ini tidak ada permohonan maaf dari keduanya kepada pihak Meyden dan mengabaikan konsekuensi yang mereka dapatkan. Tindakan tersebut tidak dibenarkan karena menyangkut etika bermoral dalam diri seseorang. 9 Maiwan. Mohammad. AuMemahami Teori-Teori Etika: Cakrawala Dan Pandangan,Ay Jurnal UNJ . : 193Ae 10 O. D Ristica and W Juliarti. Prinsip Etika Dan Moralitas Dalam Pelayanan Kebidanan (Yogyakarta: Deepublish, 2. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 Pengguna media komunikasi digital diharapkan lebih paham mengenai apa yang mereka bicarakan, jangan sampai perkataan yang dilemparkan dapat menyakiti perasaan orang lain melalui tutur bahasa yang dianggap kurang pantas. Membahas mengenai hal sensitif seseorang seharusnya tidak dilakukan dan disebarkan dalam media sosial, karena dapat menimbulkan respon negatif publik. Dalam etika komunikasi di media sosial, sebaiknya hindari pembicaraan dan membagikan konten yang kurang pantas dan menjadikannya sebagai bahan candaan Pikirkan apa yang dibicarakan agar tidak timbul konflik baru yang menyebabkan masalah antar pribadi muncul . PENUTUP Simpulan Saat ini kegiatan komunikasi dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja dengan bantuan media baru, seperti video YouTube. YouTube memiliki lebih dari satu miliar pengguna, memungkinkan siapa saja membuat dan melihat konten. Hal ini menyebabkan peralihan dari televisi tradisional, karena YouTube dipandang lebih mendidik dan Platform YouTube juga mengizinkan konten tabu untuk didiskusikan dan dilihat, sehingga meningkatkan daya kritis masyarakat. Hal ini menyebabkan preferensi terhadap YouTube dibandingkan televisi, karena televisi dianggap kurang mendidik dan menginspirasi karena peraturan dan berfokus pada hiburan. Podcast telah menjadi salah satu bentuk konten yang populer di YouTube yang saat ini telah berevolusi dari audio menjadi konten visual juga. Pembuat konten Podcast seperti Deddy Corbuzier sering mengundang pembicara untuk membahas berbagai topik, termasuk isu sensitif tentang seksualitas. Podcast Deddy Corbuzier. Close The Door Corbuzier Podcast, menarik perhatian karena membahas topik sensitif, menuai reaksi positif dan negatif dari masyarakat. Namun, ada beberapa pembicaraan yang kontroversial dan dianggap merendahkan individu tertentu sehingga menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat. Salah satu percakapan kontroversial tersebut melibatkan diskusi tentang penjualan keperawanan, yang dianggap menghina dan menyakitkan bagi sebagian orang. Hal ini menimbulkan kekecewaan dari sebagian penonton, 11 E Yora Turnip and C Siahaan. AuEzra Yora Turnip. Chontina Siahaan 38 Etika Berkomunikasi Dalam Era Media DigitalAy . Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 yang lebih menyukai konten yang lebih memotivasi dan mendidik yang biasa diproduksi Deddy Corbuzier. Podcast ini berisi unggahan yang melanggar etika sosial dengan mengumbar perbincangan yang seharusnya tidak berada di wilayah publik. Percakapan tentang wilayah privat yang diumbar di media sosial secara vulgar. Pengguna media komunikasi digital diharapkan lebih memahami apa yang disampaikan, sehingga tidak menyakiti perasaan orang lain dengan perkataan yang dianggap tidak pantas. Jangan membicarakan atau menyebarkan hal-hal privasi milik orang lain di media sosial karena dapat mengundang reaksi negatif masyarakat. Saran Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dalam melakukan penelitian ini, peneliti ingin menyampaikan saran. Saran yang penulis ingin sampaikan yaitu dalam produksi konten Podcast wajib memperhatikan etika komunikasi yang ada di Indonesia, terutama karena Indonesia adalah negara Timur yang menjunjung tinggi norma dan nilai etika. Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang P-ISSN: 2721-964X / E-ISSN: 2721-9631 Volume 5 Nomor 1 Januari 2024 DAFTAR PUSTAKA