Proceedings Series on Social Sciences & Humanities. Volume 20 Prosiding Pertemuan Ilmiah Bahasa & Sastra Indonesia (PIBSI XLVI) Universitas Muhammadiyah Purwokerto ISSN: 2808-103X Buku Teks dan Pengembangan Kompetensi Siswa: Ketepatan Penyusunan Materi untuk Pencapaian Tujuan Pembelajaran Miftakhul Huda Universitas Muhammadiyah Surakarta ARTICLE INFO ABSTRACT Article history: Artikel ini bertujuan mengeksplorasi potensi buku teks dalam pengembangan kompetensi siswa, dengan fokus pada ketepatan penyusunan materi untuk pencapaian tujuan pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis isi terhadap buku teks dari berbagai mata pelajaran dan tingkat pendidikan. Analisis isi dilakukan untuk menilai kesesuaian materi dengan standar kurikulum dan kebutuhan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku teks yang disusun dengan ketepatan tinggi, dalam hal relevansi dan keterhubungan materi, secara signifikan berkontribusi pada pencapaian tujuan pembelajaran. Buku teks yang baik dapat memfasilitasi pemahaman dan aplikasi pengetahuan oleh siswa, sementara buku teks yang kurang sesuai dapat menghambat proses pembelajaran dan pencapaian kompetensi. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya revisi dan pembaruan buku teks secara berkala untuk memastikan kesesuaian materi dengan perkembangan kurikulum dan kebutuhan kompetensi siswa. Penelitian ini merekomendasikan agar pembuat buku teks dan pembuat kebijakan pendidikan memperhatikan ketepatan penyusunan materi dalam buku teks sebagai strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pencapaian tujuan pembelajaran. DOI: 30595/pssh. Submitted: June 20, 2024 Accepted: November 10, 2024 Published: November 30, 2024 Keywords: Buku Teks Bahasa Indonesia. Tujuan Pembelajaran. Penyusunan Materi. Kompetensi Siswa. This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License. Corresponding Author: Miftakhul Huda Universitas Muhammadiyah Surakarta Jl. Yani. Mendungan. Pabelan. Sukoharjo. Jawa Tengah 57162. Indonesia Email: miftakhul. huda@ums. PENDAHULUAN Buku teks memegang peran sentral dalam proses pembelajaran di sekolah, menjadi rujukan utama bagi guru dan siswa dalam memahami serta menerapkan materi yang diajarkan. Dalam konteks pendidikan di Indonesia, buku teks tidak hanya berfungsi sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai alat untuk mengembangkan kompetensi siswa (Moate 2. Kompetensi yang dimaksud mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang harus dimiliki siswa sesuai dengan tuntutan kurikulum yang berlaku. Pada saat ini. Kurikulum Merdeka menjadi pedoman dalam penyusunan materi ajar di tingkat SMA, termasuk untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas X. Kurikulum Merdeka menekankan pada pengembangan kompetensi siswa yang lebih mendalam, berbasis projek, dan bersifat kontekstual. Hal ini berbeda dengan pendekatan kurikulum sebelumnya yang cenderung berfokus pada pencapaian hasil belajar secara terukur melalui standar penilaian yang kaku (Huang 2. Kurikulum ini memberi kebebasan kepada pendidik untuk mengadaptasi pembelajaran berdasarkan konteks lokal, minat siswa, serta kebutuhan pengembangan keterampilan abad 21 seperti berpikir kritis, komunikasi, kreativitas. Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X dan kolaborasi. Namun, dengan adanya perubahan ini, tantangan besar muncul terkait dengan ketepatan penyusunan materi dalam buku teks, terutama dalam memastikan bahwa materi tersebut mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang diinginkan (Amalia Yunia Rahmawati 2. Buku teks Bahasa Indonesia kelas X menjadi salah satu instrumen penting yang harus sesuai dengan tujuan Kurikulum Merdeka, yaitu mengembangkan kemampuan literasi siswa secara mendalam dan kritis. Dalam hal ini, ketepatan penyusunan materi menjadi aspek krusial yang perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi pemahaman siswa terhadap konsep dan penerapan kemampuan berbahasa yang baik dan benar (PaveiN and Cankar 2. Kasus-kasus yang muncul menunjukkan bahwa beberapa buku teks masih memiliki kelemahan dalam menyajikan materi yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan siswa (Hollis 2. Misalnya, ada kasus di mana materi yang disajikan terlalu normatif tanpa memberikan ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi teks secara kritis atau kontekstual. Selain itu, beberapa buku teks kurang memberikan variasi pendekatan dalam penyajian materi, sehingga berpotensi menghambat daya kreativitas dan imajinasi siswa (Huda et al. Di sisi lain, terdapat kasus-kasus buku teks memberikan terlalu banyak materi yang bersifat teoritis tanpa mengaitkannya dengan penerapan praktis di kehidupan sehari-hari. Misalnya, dalam bab yang membahas tentang keterampilan berbicara, buku teks lebih fokus pada teori mengenai struktur dan gaya bahasa, tetapi minim dalam memberikan contoh-contoh praktis atau kegiatan yang dapat mengasah kemampuan berkomunikasi siswa secara Hal ini berpotensi menimbulkan kesenjangan antara materi yang dipelajari di kelas dan kemampuan siswa dalam menerapkan pengetahuan tersebut dalam kehidupan nyata (Weninger 2. Padahal. Kurikulum Merdeka menuntut siswa untuk memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap konteks sosial dan budaya di sekitarnya, serta mampu menggunakan bahasa sebagai alat komunikasi yang efektif. Argumentasi mengenai pentingnya ketepatan penyusunan materi dalam buku teks dapat dilihat dari beberapa perspektif (Ma 2. Pertama, buku teks yang baik seharusnya mampu menjadi jembatan antara teori dan praktik, memberikan siswa kesempatan untuk memahami konsep sekaligus mengaplikasikannya secara nyata. Kedua, buku teks harus disusun secara fleksibel agar mampu menyesuaikan dengan berbagai karakteristik siswa yang berbeda-beda (Rivas. Saiz, and Almeida 2. Artinya, materi yang disajikan harus mencakup berbagai metode pembelajaran, seperti diskusi, studi kasus, analisis teks, hingga kegiatan berbasis proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ketiga, materi dalam buku teks harus disusun dengan memperhatikan perkembangan literasi digital, mengingat siswa saat ini merupakan generasi yang akrab dengan teknologi. Buku teks yang mampu mengintegrasikan literasi digital dapat membantu siswa dalam memahami dan mengolah informasi secara kritis dan bijak di era digital. Gap analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun Kurikulum Merdeka telah memberikan arah yang lebih fleksibel dan adaptif dalam proses pembelajaran, masih terdapat kekurangan dalam implementasinya melalui buku teks. Salah satu gap yang mencolok adalah adanya perbedaan antara tujuan pembelajaran yang diharapkan dalam Kurikulum Merdeka dengan isi materi dalam buku teks yang digunakan di Seringkali, buku teks tidak sepenuhnya mencerminkan pendekatan yang diharapkan oleh kurikulum (Dilekyi and Karatay 2. Sebagai contoh, ketika kurikulum menekankan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, beberapa buku teks justru masih terfokus pada penghafalan dan pemahaman pasif. Kesenjangan ini mengindikasikan bahwa buku teks belum sepenuhnya mampu menjawab tuntutan kurikulum, sehingga berpotensi menghambat pencapaian kompetensi siswa secara optimal. Selain itu, gap analisis juga dapat dilihat dari ketidakmerataan kualitas buku teks yang beredar di pasaran. Meskipun pemerintah telah memberikan panduan dan kriteria dalam penyusunan buku teks, tidak semua buku yang diterbitkan oleh penerbit swasta memenuhi standar tersebut (Canale 2. Hal ini menyebabkan adanya variasi kualitas buku teks yang digunakan oleh sekolah-sekolah di berbagai daerah. Beberapa sekolah yang memiliki akses terhadap buku teks berkualitas tinggi mungkin lebih mampu mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan baik, sementara sekolah-sekolah yang menggunakan buku teks dengan kualitas yang kurang memadai dapat menghadapi kesulitan dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kesenjangan kualitas buku teks ini tidak hanya berpengaruh pada proses belajar mengajar, tetapi juga berdampak pada pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia. Di samping itu, gap analisis lainnya adalah kurangnya evaluasi yang komprehensif terhadap efektivitas buku teks dalam mendukung pengembangan kompetensi siswa. Sebagian besar penelitian yang ada masih berfokus pada aspek-aspek teoritis dari buku teks, seperti kelengkapan materi dan kesesuaian dengan kurikulum, tanpa memperhatikan bagaimana materi tersebut diterapkan di dalam kelas dan dampaknya terhadap perkembangan kompetensi siswa (Rahmawati et al. Oleh karena itu, dibutuhkan kajian yang lebih mendalam mengenai efektivitas buku teks dalam mendukung keterampilan berpikir kritis, kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi siswa secara holistik. Pentingnya penyesuaian materi buku teks adalah kebutuhan untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna (Suuriniemi and Satokangas 2. Dalam konteks Kurikulum Merdeka, pembelajaran yang bermakna berarti siswa tidak hanya sekadar memahami materi, tetapi juga mampu mengaitkannya dengan pengalaman dan pengetahuan yang mereka miliki. Buku teks yang dapat menyajikan konteks-konteks lokal serta mengintegrasikan isu-isu sosial dan budaya yang relevan dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengembangkan Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Misalnya, materi pembelajaran yang terkait dengan kajian teks sastra dalam buku Bahasa Indonesia seharusnya tidak hanya mengajarkan analisis teks secara struktural, tetapi juga mendorong siswa untuk mengaitkan teks tersebut dengan konteks sosial dan budaya tempat mereka tinggal. Namun, kenyataannya, tidak semua buku teks mampu menyediakan materi yang mendukung pembelajaran kontekstual ini. Banyak buku teks yang masih menggunakan pendekatan tradisional dengan menekankan pada hafalan dan pengulangan, sehingga mengabaikan potensi siswa untuk berpikir secara mandiri dan kritis. Di sini, terdapat kebutuhan mendesak untuk melakukan revisi terhadap materi-materi dalam buku teks agar lebih relevan dengan pendekatan yang diinginkan oleh Kurikulum Merdeka. Tanpa adanya perubahan ini, pembelajaran di kelas akan terus terjebak pada pola-pola lama yang kurang relevan dengan kebutuhan siswa masa kini. Buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X Tahun 2021 memiliki peran strategis dalam membantu pencapaian tujuan pembelajaran dan pengembangan kompetensi siswa. Namun, terdapat tantangan yang perlu diatasi terkait dengan ketepatan penyusunan materi. Kasus-kasus yang ada menunjukkan adanya perbedaan antara harapan kurikulum dengan implementasi di lapangan melalui buku teks. Gap ini perlu diatasi melalui penyusunan buku teks yang lebih sesuai dengan pendekatan kurikulum, peningkatan kualitas buku teks di berbagai daerah, serta evaluasi yang lebih mendalam terhadap efektivitas buku teks dalam pengembangan kompetensi siswa. Dengan demikian, buku teks tidak hanya menjadi sarana pembelajaran yang pasif, tetapi juga menjadi media yang mampu memfasilitasi siswa untuk menjadi pembelajar yang kritis, kreatif, dan adaptif di era modern. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian analisis isi. Pendekatan ini dipilih karena tujuan penelitian adalah untuk menganalisis ketepatan penyusunan materi dalam buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X Tahun 2021 dalam mengembangkan kompetensi siswa dan mencapai tujuan pembelajaran. Penelitian ini berfokus pada deskripsi, interpretasi, dan pemahaman mendalam terhadap materi-materi yang disajikan dalam buku teks tersebut. Data dalam penelitian ini berupa isi dari buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X Tahun 2021, khususnya materi-materi yang terkait dengan kompetensi dasar, tujuan pembelajaran, dan kegiatan pembelajaran yang diuraikan dalam buku tersebut. Sumber data utama adalah teks dan materi yang terdapat dalam buku teks Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X Tahun 2021, serta panduan penyusunan buku teks yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan. Kebudayaan. Riset, dan Teknologi sebagai acuan untuk mengevaluasi kesesuaian penyusunan materi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi dokumentasi. Data dikumpulkan dengan cara membaca, menelaah, dan mengidentifikasi berbagai komponen materi yang disajikan dalam buku teks, seperti tujuan pembelajaran, kompetensi dasar, kegiatan pembelajaran, serta materi ajar yang diberikan. Selain itu, peneliti juga melakukan pencatatan terhadap elemen-elemen yang dianggap relevan dengan tujuan penelitian. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik analisis isi, yang dilakukan secara sistematis dengan mengidentifikasi pola-pola penyajian materi, kesesuaian materi dengan kompetensi dasar dan tujuan pembelajaran, serta bagaimana materi tersebut dapat mengembangkan kompetensi siswa. Analisis dilakukan dengan tahapan reduksi data, yaitu memilah data yang relevan dengan fokus penelitian, dilanjutkan dengan penyajian data dalam bentuk deskriptif, dan menarik kesimpulan berdasarkan temuan yang diperoleh. Validasi data dalam penelitian ini dilakukan melalui teknik triangulasi sumber, yaitu membandingkan informasi yang diperoleh dari buku teks dengan panduan penyusunan buku yang ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, serta mencocokkan hasil analisis dengan kajian pustaka terkait. Selain itu, dilakukan pengecekan oleh rekan sejawat . eer debriefin. untuk memastikan konsistensi dan keandalan hasil analisis. Teknik ini digunakan untuk menjamin validitas dan keabsahan data sehingga hasil penelitian dapat menggambarkan secara akurat ketepatan penyusunan materi dalam buku teks terhadap pencapaian kompetensi siswa. HASIL DAN PEMBAHASAN Pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMA/SMK memiliki peran strategis dalam mengembangkan kompetensi literasi siswa, baik dalam kemampuan berbahasa maupun dalam keterampilan berpikir kritis dan Buku teks sebagai salah satu komponen utama dalam proses pembelajaran diharapkan mampu menyusun materi secara tepat sehingga mendukung pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan dalam Kurikulum Merdeka. Dalam konteks ini, buku teks "Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X" harus dievaluasi secara komprehensif untuk memastikan bahwa penyusunan materinya selaras dengan tujuan pengembangan kompetensi siswa. 1 Ketepatan Materi dalam Membangun Kompetensi Berpikir Kritis Pengembangan kompetensi berpikir kritis merupakan salah satu tujuan utama dalam Kurikulum Merdeka. Buku teks ini menyajikan sejumlah materi yang bertujuan untuk melatih siswa berpikir kritis, terutama Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X melalui analisis teks dan kegiatan reflektif. Salah satu contoh kutipan yang menunjukkan fokus pada pengembangan kemampuan berpikir kritis adalah pada halaman 45, terdapat tugas analisis cerpen yang meminta siswa "menganalisis tokoh utama dalam cerita dengan mempertimbangkan motivasi dan perubahan karakter berdasarkan tindakan-tindakannya. Tugas ini secara jelas mengarah pada latihan berpikir kritis, karena mengharuskan siswa untuk tidak hanya memahami isi cerita, tetapi juga menganalisis secara mendalam motivasi dan perubahan tokoh. Namun, terdapat beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kemampuan ini. Tugas tersebut kurang didukung oleh panduan atau rubrik penilaian yang jelas, yang dapat mengarahkan siswa untuk mencapai hasil analisis yang diharapkan. Dengan demikian, meskipun materi yang disajikan sudah mendukung pengembangan berpikir kritis, ketepatan penyusunan tugas masih dapat diperbaiki agar lebih selaras dengan pencapaian kompetensi. Kegiatan Analisis Cerpen Tabel 1. Contoh Kegiatan yang Mendukung Pengembangan Berpikir Kritis Kesesuaian dengan Halaman Deskripsi Tugas Kompetensi Menganalisis tokoh utama dalam cerita berdasarkan Mendukung, tetapi motivasi dan perubahan karakter kurang rubrik Dari tabel 1, dapat disimpulkan bahwa materi yang disajikan cukup relevan, tetapi perlu ditingkatkan dalam aspek panduan pelaksanaan. Aspek ini sangat penting untuk meningkatkan kemampuan siswa dan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran (Winarni. Slamet, and Syawaludin 2. Kegiatan yang mendukung berpikir kritis akan menunjang pencapaian tujuan pembelajaran. 2 Pengembangan Kompetensi Literasi Melalui Pemahaman Teks Fungsional Materi pada buku teks juga berfokus pada pengembangan kompetensi literasi siswa, terutama dalam memahami berbagai jenis teks fungsional. Pada halaman 112, siswa diminta untuk "mengidentifikasi informasi penting dari iklan dan menyusunnya dalam bentuk yang lebih ringkas. " Tugas ini mencerminkan upaya untuk melatih kemampuan membaca kritis dan ringkasan teks, yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Kutipan ini menunjukkan bahwa materi dalam buku sudah dirancang untuk mengasah kompetensi literasi, khususnya dalam membaca teks fungsional. Namun, dalam implementasinya, instruksi yang diberikan masih terbatas pada pemahaman literal, sehingga kurang menantang siswa untuk berpikir lebih dalam mengenai konteks sosial dan budaya dari teks yang mereka analisis. Oleh karena itu, meskipun materi ini sudah mendukung kompetensi literasi, pengembangannya dapat diperluas dengan menambahkan pertanyaan reflektif yang mendorong siswa berpikir lebih kritis terhadap konteks teks. Tabel 2. Pengembangan Literasi melalui Pemahaman Teks Fungsional Kegiatan Halaman Deskripsi Tugas Kesesuaian dengan Kompetensi Analisis Iklan Mengidentifikasi informasi penting dari iklan dan Mendukung, perlu penambahan membuat ringkasan konteks reflektif Tabel 2 menunjukkan pengembangan literasi melalui pemahaman teks fungsional. Kegiatan ini akan menstimulus siswa untuk mendukung berpikir kritis. Data ini menujukkan bahwa deskripsi tugas mengidentifikasi informasi penting dari iklan dan membuat ringkasan mendukung pengembangan literasi (Abuloum et al. Namun, perlu ada penambahan konteks yang bersifat reflektif. 3 Ketepatan Penyusunan Materi Pembelajaran Berbasis Proyek Pembelajaran berbasis proyek (Project-Based Learning/PBL) merupakan pendekatan yang dipromosikan dalam Kurikulum Merdeka untuk melibatkan siswa dalam pengalaman belajar yang lebih bermakna. Buku teks ini telah menyusun beberapa proyek belajar yang relevan, seperti proyek pada halaman 175, di mana siswa diminta untuk "menyusun proposal acara sekolah yang melibatkan unsur budaya lokal. " Proyek ini sangat relevan dalam konteks lokal dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengaplikasikan keterampilan berbahasa dalam situasi nyata. Namun, ketepatan penyusunan proyek ini bisa ditingkatkan dengan memberikan contoh-contoh nyata atau studi kasus yang lebih rinci untuk membantu siswa dalam memahami langkah-langkah penyusunan Selain itu, rubrik penilaian yang komprehensif juga perlu disertakan agar siswa dapat menilai hasil kerja mereka secara objektif. Tabel 3. Contoh Proyek Pembelajaran dalam Buku Teks Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X Kegiatan Penyusunan Proposal Halaman Deskripsi Proyek Menyusun proposal acara sekolah dengan melibatkan unsur budaya lokal Kesesuaian dengan Kompetensi Sangat mendukung, perlu contoh dan rubrik Tabel 3 menunjukkan bahwa contoh proyek pembelajaran berupa penyusunan proposal sangat relevan. Deskripsi proyek berupa menyusun proposal acara sekolah dengan melibatkan unsur budaya local sangat mendukung pencapaian tujuan pembelajaran dan pengembangan berpikir kritis (Anwas et al. Namun, dalam buku teks perlu ditambahkan contoh proposal dan rubrik penilaian. 4 Keterkaitan Materi dengan Pengembangan Kompetensi Sosial Selain pengembangan kompetensi kognitif, buku teks ini juga berusaha mendukung pengembangan kompetensi sosial siswa. Salah satu contohnya adalah pada halaman 223, siswa diajak untuk "berdiskusi mengenai masalah sosial yang dihadapi remaja di lingkungan sekitar mereka. " Kegiatan ini berupaya mengembangkan kemampuan siswa dalam bekerja sama dan menyelesaikan masalah secara kelompok. Materi ini sudah sangat sesuai dengan tujuan pembelajaran yang lebih holistik, namun bisa ditingkatkan dengan memberikan instruksi yang lebih spesifik terkait dengan peran masing-masing siswa dalam diskusi, sehingga semua siswa dapat terlibat secara aktif dan tidak ada dominasi oleh siswa tertentu. Selain itu, integrasi dengan media digital, seperti penggunaan forum daring, dapat menjadi pilihan untuk memperkaya pengalaman diskusi ini. Kegiatan Diskusi Masalah Sosial Tabel 4. Pengembangan Kompetensi Sosial melalui Diskusi Halaman Deskripsi Kegiatan Kesesuaian dengan Kompetensi Berdiskusi mengenai masalah sosial remaja di lingkungan sekitar Mendukung, perlu instruksi lebih spesifik Tabel 4 menunjukkan pengembangan kompetensi sosial melalui diskusi. Kegiatan berupa diskusi masalah sosial remaja di lingkungan sekitar sangat mendukung ketercapaian tujuan pembelajaran (Suciati et al. Dengan demikian, tugas ini sangat penting bagi siswa. Hanya saja, perlu tambahan instruksi yang lebih spesifik sehingga meminimalisasi adanya kebingunagan di pihak siswa. 5 Tantangan dalam Pengembangan Kompetensi Kreatif Kreativitas adalah salah satu aspek penting yang ingin dikembangkan melalui buku teks ini. Pada halaman 150, terdapat tugas yang meminta siswa untuk "menciptakan puisi dengan tema lingkungan berdasarkan pengamatan langsung. " Tugas ini jelas mengarah pada pengembangan kreativitas siswa, karena mengharuskan mereka untuk menciptakan karya orisinal. Namun, tantangan utama dalam materi ini adalah kurangnya panduan spesifik dalam memfasilitasi proses kreatif siswa. Dalam konteks ini, buku teks bisa lebih mendukung pengembangan kreativitas dengan memberikan contoh puisi yang beragam dan teknik-teknik kreatif menulis puisi yang bisa diadaptasi siswa. Tanpa bimbingan yang cukup, ada kemungkinan siswa mengalami kesulitan dalam mengekspresikan ide-ide kreatif mereka. Tabel 5. Pengembangan Kreativitas melalui Penulisan Puisi Kegiatan Penulisan Puisi Kreatif Halaman Kesesuaian dengan Kompetensi Deskripsi Tugas Menciptakan puisi bertema lingkungan berdasarkan pengamatan langsung Mendukung, perlu panduan lebih spesifik Tabel 5 menunjukkan bahwa pengembangan kreativitas melalui penulisan puisi mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Deskripsi tugas di buku teks adalah menciptakan puisi bertema lingkungan berdasarkan pengamatan langsung (Sujiono et al. Hanya saja, dalam buku teks tersebut perlu menambahkan panduan yang lebih spesifik berkaitan dengan penulisan puisi. KESIMPULAN Dari hasil analisis terhadap buku teks "Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk SMA/SMK Kelas X Tahun 2021", dapat disimpulkan bahwa materi yang disajikan secara umum sudah sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ditetapkan dalam Kurikulum Merdeka. Namun, beberapa aspek penyusunan Proceedings homepage: https://conferenceproceedings. id/pssh/issue/view/36 ISSN: 2808-103X materi masih bisa ditingkatkan, terutama dalam hal memberikan panduan yang lebih spesifik dan rubrik penilaian yang komprehensif. Hal ini penting agar siswa dapat mencapai kompetensi yang diharapkan secara optimal. DAFTAR PUSTAKA